Wednesday, July 18, 2018
Tags Posts tagged with "2018"

2018

110

Medan-gnews.online|

Walau pergantian tahun baru saja berlangsung beberapa hari yang lalu, BPJS Ketenagakerjaan wilayah sumbagut sudah mempersiapkan target pencapaian tahun 2018 mendatang.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Umardin Lubis mengatakan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan instansinya untuk merealisasikan target 2018 nanti.

“Yang pertama adalah mengumpulkan kepala cabang, kepala cabang perintis dan kepala bidang pemasaran setiap cabang untuk menyatukan visi dan misi dengan slogan Sumbagut Anti Gagal,” kata Umardin Lubis saat membuka acara internal bertema Kick Off Meeting Breakdown target kepesertaan dan iuran Kantor Wilayah Sumbagut 2018, Kamis (4/1).

Yang kedua, kata Umardin, dirinya senantiasa mengobarkan Semangat Bulan Desember. Maksudnya setiap jajaran di BPJS Ketenagakerjan Wilayah Sumbagut memacu kerja seperti Bulan Desember. “Kalau itu sudah dilakukan maka hasil yang ditargetkan pun pasti akan cepat terealisasi,” katanya.

Umardin pun berharap juga kepada SDM yang dimiliki setiap kantor wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, harus bekerja handal dan cekatan. “Tujuannya agar melakukan resiko yang terukur, sehingga apa yang diamanatkan dapat langsung dieksekusi, ” tutupnya.

Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan breakdown target kepesertaan dan iuran setiap kantor cabang induk dan kantor cabang perintis tahun 2018, dan sudah langsung disampaikan ke jajaran di masing-masing kantor cabang. (art)

158
Medan – gnews.online |
Pemerintah akan mulai memberlakukan distribusi LPG 3 kg secara tertutup pada Februari 2018 mendatang. Secara teknis, distribusi ini hanya bagi masyarakat atau rumah tangga miskin agar subsidi LPG 3 kg tersebut tepat sasaran.
“Rencana pemerintah, sesuai Permen ESDM No 26/2009. Akan melakukan distribusi tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar miskin. Jadi, penyaluran LPG 3 kg tepat sasaran kepada yang memang benar-benar kurang mampu,” kata Area Manager Communication and Relations Sumbagut PT Pertamina MOR I Rudi Arifianto didampingi Senior Sales Executive LPG II Sumbagut Ahmad Yudistira, di Medan, Kamis (5/10).
Untuk teknisnya, Rudi menuturkan saat ini sedang dalam proses di pemerintah. Nantinya, data warga miskin itu akan disesuaikan dengan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Pusat.
“Data itu akan disesuaikan juga dengan penerima listrik Rumah Tangga Mampu (RTM) itu, program pemerintah juga. Jadi, hanya yang benar-benar miskin sesuai data TNP2K itu yang menerima LPG 3 Kg,” ungkapnya.
Rudi mengimbau kepada masyarakat mampu untuk tidak lagi menggunakan tabung melon LPG 3 kg. Tabung melon hanya diperuntukan bagi warga miskin saja.
“Coba bayangkan, masyarakat dengan kemampuan ekonominya bisa membeli tiga atau empat tabung 3 kg sekaligus untuk keperluan di rumahnya seperti water heater, memasak dan lainnya. Sementara, jika yang mampu itu semua beli 3 kg maka kuota terus berkurang dan alhasil warga benar-benar miskin tidak dapat membeli karena stok habis,” tegasnya.
Menurutnya, warga mampu tetap boleh membeli LPG 3 kg namun dengan harga kekinian. “Warga mampu tetap boleh membeli, tapi ya mengikuti harga pasar. Karena memang program itu khusus bagi warga miskin. Coba lihat tabung melon itu ada tulisan khusus warga miskin. Jadi, itu program pemerintah yang tepat sasaran dan benar-benar miskin yang terima,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Yudistira menambahkan, bahwa selama ini pengguna LPG 3 kg dari distribusi di Sumut sebanyak 40 persen itu warga mampu. Artinya, lebih banyak warga mampu dengan daya beli tinggi yang pakai LPG 3 kg.
Perlu diketahui, Pertamina telah mendistribusikan LPG 3 kg di wilayah Sumatera Utara hingga September 2017 berjumlah 255.657 metric ton atau sekitar 85 juta tabung. Jumlah ini telah melebihi 1persen dari kuota yang ditetapkan hingga September yaitu 254.033 metric ton atau sekitar 84,6 juta tabung.
“Dari berbagai hasil operasi pasar yang kita lakukan di lapangan. Terlihat jelas, sekitar 40 persen itu warga mampu. Ini yang kita sayangkan, karena itu sebenarnya untuk warga miskin bukan warga mampu. Kita punya tabung 5,5 KG dan 12 KG untuk warga mampu,” jelasnya. (art)