Wednesday, August 21, 2019
Tags Posts tagged with "Banjir"

Banjir

621

gnews.online | Salah satu tantangan pergi berlibur di saat musim hujan adalah menemukan banjir di tengah perjalanan. Jika ini terjadi, maka Anda harus tahu cara mengantisipasinya.

Risiko banjir di satu lokasi mungkin lengah Anda ketahui. Tapi, berikut ini ada beberapa tips untuk dilakukan saat Anda menghadapi banjir di tengah jalan.

Pindah ke tempat yang lebih tinggi

Atau dalam arti pindah ke tempat yang tidak banjir. Jangan menambah kekacauan atau mengadu risiko dengan melawan banjir yang menggenangi daerah yang Anda datangi.

Putar balik mobil Anda

Jika Anda bepergian dengan mobil, jangan lanjutkan perjalanan jika banjir mencapai ketinggian 45 cm sampai 60 cm. Truk dan SUV mungkin bisa menerjang banjir sampai ketinggian 81 cm, tapi berbalik arah lebih baik daripada mesin mobil Anda mati di tengah jalan, menurut Travel Insurance Review.

Jangan menerjang banjir berarus

Jika Anda bersikeras melawan banjir, pastikan tidak ada arus deras yang akan menghanyutkan Anda. Pasalnya, arus banjir bisa menipu dan ini bisa mencelakakan jika Anda tidak lebih berhati-hati.

Hindari tiang listrik

Jauhi jaringan listrik dan kabel yang kemungkinan mengalirkan arus listrik perjalanan. Bahkan jaringan listrik yang padam masih bisa menjadi bahaya yang signifikan saat banjir.

Waspada dengan hewan kecil dan ular

Bahaya dari menerjang banjir, selain arus adalah makhluk kecil yang bisa menyerang Anda. Serangga atau ular biasanya keluar dari tempat persembunyiannya untuk mencari tempat perlindungan dan berpapasan dengan Anda saat melalui banjir. (okezone/koh)

535

SIBOLANGIT-Gnews: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan memberikan santunan kepada keluarga para korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang Air Terjun Dua Warna.

Hal itu disampaikan Tengku Erry Nuradi saat meninjau proses evakuasi para korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna di Posko Tanggap Bencana, pintu rimba, Bumi Perkemahan Sibolangit, Senin (16/5).

Turut bersama rombongan anggota DPD RI Parlidungan Purba, Bupati Deliserdang Azhari Tambunan, Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Sumut Saleh Idoan Siregar, Kadis Bina marga Effendi Pohan, Kadis Kehutanan Sumut Halen Purba, Kadis Kesehatan Sumut Sri Suryani Purnamawati dan sejumlah SKPD Deliserdang.

Dalam tinjauannya, rombongan menyempatkan diri melihat kondisi salah seorang korban berjenis kelamin perempuan yang sedang dibersihkan dalam tenda, sesaat sebelum diberangkatkan menggunakan ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Jl. Wahid Hasyim Medan.

Kemudian Erry dan rombongan menemui sejumlah orangtua dan keluarga para korban, guna mengucapkan belasungkawa dan meminta untuk tabah menerima cobaan. Erry selanjutnya meninjau posko pengaduan yang terletak tidak jauh dari posko pembersihan jenazah para korban.

Berdasarkan data Posko Pengaduan Bencana Air Terjun Dua Warna pada Senin sore sekitar pukul 17.30 WIB, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 13 orang jenazah dari sejumlah titik.

“Data posko mencatat ada 22 wisatawan yang sebelumnya dinyatakan hilang terbawa banjir bandang. Seorang diantaranya ditemukan selamat, sedang korban meninggal dunia berhasil di evakuasi sebanyak 13 orang hingga jelang sore. Kita mendapat kabar masih ada jenazah yang sedang dievakuasi ke posko. Saat ini masih dalam perjalan,” ujar Erry.

Erry menyatakan, sebagai bentuk keprihatinan dan belasungkawa, Pemprov Sumut akan menberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. “Kita masih terus menunggu perkembangan informasi terkait jumlah para korban meninggal dunia,” ujarnya.

Tidak lupa Erry mengimbau kepada seluruh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemko) di Sumut untuk membuat rambu panduan, baik menuju lokasi maupun di lokasi wisata, terutama di daerah wisata yang memiliki risiko bahaya seperti wisata air terjun, gunung, danau, wisata hutan dan lain sebagainya.

“Banyak lokasi wisata di Sumut masih perawan. Belum terjamah atau dikelola secara professional. Untuk itu, pemerintah daerah setempat kita harapkan membuat rambu-rambu panduan. Tujuannya sebagai panduan bagi wisatawan agar tetap waspada demi keselamatan,” ujar Erry.

Erry juga menyatakan, proses pencarian dan evakuasi para korban dilakukan 2 x 24 jam dimulai Senin pagi.

“Kita berharap, hingga Selasa sore, seluruh para korban telah ditemukan, baik hidup maupun meninggal dunia. Selanjutnya akan dievaluasi untuk memutuskan perlunya penambahan hari untuk tanggap bencana,” sebut Erry.

Erry juga menyatakan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalap proses tanggap bencana banjir bandang Air Terjun Dua Warna, baik jajaran TNI, Polri, Kantor SAR, Tagana, PMI, Mapala, Dinas Kesehatan maupun warga sekitar yang ikut dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Kita mendapat kabar, sedikitnya ada 15 lembaga yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

Sementara Bupati Deliserdang, Azhari Tambungan mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus guna melakukan evaluasi terkait bencana yang terjadi.

“Kita sudah membentuk tim untuk mengevaluasi kejadian ini. Nantinya evaluasi akan mengeluarkan berbagai kebijakan terkait pengelolaan Air Terjun Dua Warna. Nantinya evaluasi juga akan merumuskan apa yang harus dilakukan agar peristiwa serupa tidak makan korban lagi,” sebut Azhari.

Azhari menyatakan, Air Terjun Dua Warna merupakan objek wisata alam yang aman untuk dikunjungi. Selain terdapat posko yang dikelola Kelompok Sadar Wisata, wisatawan yang berkunjung juga mendapat pendampingan dari para pemandu.

“Tetapi untuk sementara ini, Air Terjun Dua Warna ditutup sementara waktu. Saat ini masih proses pencarian dan evakuasi korban.

Azhari juga membantah retribusi masuk dan biaya pandu yang diberlakukan Kelompok Sadar Wisata yang berposko di Pintu Rimba Bumi Perkemahan Sibolangit merupakan kutipan ilegal.

“Tidak bisa kita katakan ilegal, karena ada kesepakatan antara wisatawan dengan pemandu untuk biaya pendampingan ke lokasi air terjun. Walau begitu, tim evaluasi akan masih bekerja. Dalam sepekan hasil evaluasi akan kita dapatkan,” ucap Azhari.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Pemkab Deliderdang juga akan memberikan tali asih kepada keluarga korban. Sekarang masih kita data berapa jumlah para korban,” sebut Azhari.

Banjir bandang menyapu Air Terjun Dua Warna terjadi pada Minggu (15/5/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Dugaan sementara, bencana terjadi akibat hujan lebat yang terjadi di daerah hulu sungai. Saat kejadian, puluhan pengunjung sedang mandi dan menikmati air terjun.(ayb)

652

MEDAN-GNews: Sedikitnya 15 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Flora di Jalan Rajawali Medan menjadi korban banjir bandang di Telaga Dwi Warna, Sibolangit, Minggu (15/5) sore. Ke-15 mahasiswa tersebut terdiri dari tiga program studi (prodi) S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, dan D3 Kebidanan.

Mereka yang menjadi korban banjir bandang ini, menurut pengakuan pihak Stikes tidak mendapatkan izin untuk jalan-jalan. Melainkan diizinkan menginap di rumah kerabatnya.

Dosen Kebidanan Stikes Flora, Karsi didampingi Dosen S1 Keperawatan, Lilis Pujiati di Posko Banjir Bandang Stikes Flora, Senin siang (16/5) menyebutkan ada enam mahasiswa yang tinggal di asrama.

“Yang tinggal di Asrama ada empat orang dari D3 Kebidanan, S1 Keperawatan 1 orang, dan D3 Keperawatan 1 orang,” ujar Karsi.

Keenamnya, sambung Karsi, diberi izin bermalam ke rumah famili di sekitaran Medan. Namun ternyata, keseluruhan mahasiswi yang tinggal di asrama malah pergi refreshing ke Telaga Dwi Warna.

“Dari ibu asrama dikasih izin bermalam. Biasanya sebulan sekali. Tapi ternyata mereka pergi bersama mahasiswa yang kost di luar dan jalan-jalan ke Telaga Dwi Warna pada Sabtu malam,” jelasnya.

Menurut informasi yang mereka terima, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 atau pukul 15.00 dan pihak kampus mendapat kabar mahasiswanya menjadi korban banjir bandang sekitar pukul 22.00.

“Tadi malam juga kami ngumpul di kantor bersama Ketua Stikes Flora dr Fitria Aldy dan jam 12 malam ketua bersama puket dan ketua-ketua prodi lainnya langsung menuju lokasi kejadian dan sampai sekarang masih berada di lokasi,” ujarnya.

Korban selamat, menurutnya, ada sekitar enam orang dengan luka ringan, dan sembilan mahasiswa lainnya belum ditemukan.Korban selamat antara lain, Rocki Ramadhona, Akbar Rangkuti, Ahmad Hasan, Zulfiandri, Royto Nasution dan Ahmad Rifai.

Enam perempuan dan tiga laki-laki lainnya hingga kini belum ditemukan. Mereka ada di semester dua, empat dan delapan. “Identitas mereka sudah kita ketahui, bahkan kita sudah menghubungi orangtua mereka,” jelasnya.

Sedangkan mahasiwa-mahasiswi yang dinyatakan hilang antara lain, Glora Safitri asal Sibolga, Ningsih Sulistia asal Riau, Waja Azira asal Rantauprapat, Riski Juliani asal Madina, Ade Riama Sihombing asal Padangsidimpuan, Zulhamdi warga Helvetia, Ahmad Al Hakim Lubis asal Sibuhuan, Melinda Sari asal Gunungtua dan Rafki asal Rokan Hulu, Riau.

“Intinya mereka tidak ada izin resmi dari asrama untuk jalan-jalan ke lokasi tersebut,” tandasnya.

Dosen Keperawatan ini juga mengatakan, korban yang selamat saat ini masih dalam perawatan di puskesmas sekitaran Bandar Baru.

“Dengan adanya peristiwa ini, aktivitas perkuliahan sementara waktu diliburkan selama tiga hari ke depan,” pungkasnya.(dia)

509

Medan-GNews: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan para pejabatnya turun ke lokasi tempat penampungan para korban banjir bandang di Sibolangit yang terjadi pada Minggu (15/5).

” Sabar ya kami masih mendata para korban dan tim masih bekerja,” ujar asisten satu Bupati Deliserdang Syafrullah S.Sos MAP kepada Gnews Online Senin (16/5).

Informasi yang diperoleh GNews Online sampai saat ini tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 56 orang dari 76 mahasiswa asal Medan yang menjadi korbang banjir bandang, di lokasi Air Terjun Dua Warna, Sibolangit. Dari 56 Orang tersebut, 17 diantaranya dipastikan tewas.

Saat ini Tim SAR sedang melakukan penyisiran ke tengah hutan dan alur air, guna menemukan 20 orang mahasiswa lagi, ujar Sekretaris. BPBD Deliserdang, Darwin Surbakti MA.

“Mereka yang berada di lokasi Air Terjun Dua Warna saat kejadian berjumlah 76 orang. Tim sudah mengevakuasi 56 orang. 20 Orang lagi masih kita cari,” ujar Surbakti via sambungan telepon, Senin (16/5).

Dia menambahkan, mahasiswa asal Kota Medan yang datang ke lokasi diantaranya; STIKES Flora (23 orang), UMSU (5 orang), Adam Malik (15 Orang), Fakultas Hukum USU (5 orang) dan dari GMKI FKM USU (28 orang).

Diduga masih ada puluhan wisatawan lainnya terjebak di lokasi wisata tersebut.

“Air sibolangit telah meluap, telah ditemukan mayat di lokasi air Terjun Dua Warna sebanyak 17 orang, dan masih ada yang belum ditemukan. Bagi anda yang sanak keluarganya ada perjalanan ke lokasi tersebut, silahkan di cek di lokasi DAM, Posko SAR Bumper Sibolangit”, kata Surbakti. (mab)