Tuesday, October 15, 2019
Tags Posts tagged with "Beser"

Beser

343

gnews.online | Dr dr Syah Mirsya Warli, Sp. U (K) menyebutkan, beser dan gangguan berkemih pada usia lanjut harus diwaspadai dan bila pada pria harus ada kewaspadaan terhadap kanker prostat.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan ceramah awam terkait beser dan gangguan berkemih di lobby utama Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara, Minggu (23/12/2018). Kegiatan ceramah awam itu merupakan bagian dari kegiatan jalan sehat KAHMI Forever yang berlangsung di seputaran kampus USU.

Hadir dalam kegiatan itu, jajaran Direksi RS USU di antaranya Direktur Umum, Keuangan dan SDM, dr Dewi Indah Sari Siregar, MKed (Clin Path), Direktur Diklat, Penelitian dan Kerjasama, dr Sake Juli Martina, Sp.FK dan Direktur Sarana dan Prasarana, Dr Achmad Delianur Nasution.

Hadir juga Wakil Dekan I FK USU, Dr dr Imam Budi Putra SpKK, MHA, Wakil Dekan II FK USU dr Zaimah. Z Tala, jajaran pengurus KAHMI Sumut, jajaran civitas hospitalia dan masyarakat yang biasa melaksanakan olahraga pagi di kawasan kampus USU.

 

Sebelum ceramah awam, diadakan jalan santai, senam sehat dan sarapan bersama.

Menurut dr Warli yang sehari-hari juga Direktur Utama RS USU, beser menjadi masalah yang kadang-kadang tersembunyi. Beser itu membuat orang jadi agak malas bepergian, malas melakukan perjalanan jauh, khawatir ditempat tersebut tidak ada kamar mandi.

“Beser itu adalah suatu dorongan yang timbul secara tiba-tiba untuk berkemih yang sulit untuk kita tahan, maka apa? Belum sempat buka celana, belum sempat keluar kamar mandi sudah netes dia. Nah bisa siang hari bisa malam hari. Jadi ada dorongan yang sangat kuat yang tidak bisa membuat menahan kencing,” urainya.

Gejalanya, terang dr Warli, pasien akan terburu-buru hendak buang air seni, frekuensi (sering), insidensi. Efek dari beser sering terbangun pada malam hari. Kalau terbangun dimalam hari hanya sekali itu termasuk masih normal. Kalau lebih dari sekali itu sudah dikatakan ada gangguan.

Katanya, gangguannya berupa problem pada laki laki usia diatas 50 tahun. Gejala ini umumnya disebabkan oleh pembesaran prostat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan beser : kandung kemih terlalu aktif, infeksi ginjal, batu ginjal, monopause, lansia, diabetes, gangguan prostat.

Selanjutnya dissmpaikan bahwa jangan menganggap hal yang lumrah beser pada usia lanjut, tapi periksakan sejak dini agar mendapatkan penanganan yang tepat. (DM)