Wednesday, January 24, 2018
Tags Posts tagged with "BPJS Ketenagakerjaan"

BPJS Ketenagakerjaan

36

Medan-gnews.online|

Walau pergantian tahun baru saja berlangsung beberapa hari yang lalu, BPJS Ketenagakerjaan wilayah sumbagut sudah mempersiapkan target pencapaian tahun 2018 mendatang.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Umardin Lubis mengatakan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan instansinya untuk merealisasikan target 2018 nanti.

“Yang pertama adalah mengumpulkan kepala cabang, kepala cabang perintis dan kepala bidang pemasaran setiap cabang untuk menyatukan visi dan misi dengan slogan Sumbagut Anti Gagal,” kata Umardin Lubis saat membuka acara internal bertema Kick Off Meeting Breakdown target kepesertaan dan iuran Kantor Wilayah Sumbagut 2018, Kamis (4/1).

Yang kedua, kata Umardin, dirinya senantiasa mengobarkan Semangat Bulan Desember. Maksudnya setiap jajaran di BPJS Ketenagakerjan Wilayah Sumbagut memacu kerja seperti Bulan Desember. “Kalau itu sudah dilakukan maka hasil yang ditargetkan pun pasti akan cepat terealisasi,” katanya.

Umardin pun berharap juga kepada SDM yang dimiliki setiap kantor wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, harus bekerja handal dan cekatan. “Tujuannya agar melakukan resiko yang terukur, sehingga apa yang diamanatkan dapat langsung dieksekusi, ” tutupnya.

Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan breakdown target kepesertaan dan iuran setiap kantor cabang induk dan kantor cabang perintis tahun 2018, dan sudah langsung disampaikan ke jajaran di masing-masing kantor cabang. (art)

32

Medan-gnews.online |

BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan Bank Sumut memberikan bantuan 20.000 kartu kepesertaan kepada tenaga kerja formal dan informal di Warehouse Kawasan Industri Medan, Jalan Pulau Nias KIM II Medan, Senin, (18/12).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, kegiatan ini terselenggara berkat bantuan Bank Sumut telah memberikan dana CSR untuk 20.000 pekerja Rentan.

“Yang membanggakan lagi, kepada saya, tadi pak Gubernur berjanji menambahi sehingga menjadi 50.000 pekerja,” sebut Agus disambut tepuk tangan hadirin.

Dia menambahkan, tujuan dari BPJS Ketenagakerjaan ini bukanlah untuk mencari keuntungan. Namun agar para pekerja tidak jatuh miskin mendadak jika terjadi kecelakaan.

Ditambahkannya, kemarin sudah ada surat edaran dari Menteri bahwa seluruh aparatur desa harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Karena itu saya meminta kepada Gubernur Sumatera Utara agar mendorong hal ini bisa terealisasi juga di Sumut,” ujarnya.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Umardin Lubis menjelaskan, kegiatan ini adalah penandatanganan perjanjian kerjasama dan penyerahan tanda bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Dalam kegiatan ini kita juga melakukan penyerahan 20.000 kartu yang diwakili 200 tenaga kerja. Jadi nanti iuran bagi 20.000 tenaga kerja ini untuk selama tiga bulan diberikan oleh Bank Sumut,” katanya.

Pada acara itu Gubsu secara simbolis memberikan bantuan kepada 20.000 tenaga kerja penerima upah dan bukan penerima upah meliputi nelayan, petani, tukang becak, dan pedagang.

Selain itu juga turut dilakukan penyerahan santunan kepada sejumlah ahli waris penerima JKK dan JKM oleh Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi.

Para penerima santunan itu di antaranya:
1. Penerima Klaim JHT dan JKM, Robert Simorangkir
Primer Koperasi TKBM Upaya Karya, Ahli waris Juwita Simorangkir
Rp 31.287.870

2. Penerima JKK dan JKM, Khairul Nurwan
Hutama Karya Infrastruktur – Proyek Tol Binjai, Ahli waris Wan Muhammad Syah
Rp151.800.000

3. Penerima JKM TK BPU/mandiri, Puji Rahayu
Ahli waris Suyanto, Rp24.000.000

4. Penerima JKM dan JHT, Margono
Ahli waris Sri Wahyuni/Istri, Rp75.347.140,- dan JP : 319.450,-/ bulan
PT. Canang Indah.

5. Penerima JHT/JKM, Rosdina Siregar
Ahli waris Mangara Simangunsong
Koperasi Pengangkutan Umum Rp45.747.940

6. Penerima JKK/JK Bambang Ramadani
Ahli Waris Fatmawani, PT Sari Incofood Corp Rp 129.267.430. (rel)

82

Medan-gnews.online|

BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota menggelar kegiatan 40 Menit Mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) dengan tema “Kenali Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Sejak Dini”, Rabu (29/11).

Kegiatan 40 Menit Mengajar tersebut menghadirkan narasumber Deputi Direktur Hubungan Masyarakat & Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Pusat Irvansyah Utoh Banja dan diikuti 200 mahasiswa FEB USU. Turut hadir Dekan FEB USU Prof. Dr. Ramli, SE, MS, Kaur Komunikasi Internal Erfan Kurniawan, Deputi Umum & SDM Wilayah Sumbagut Puspita Dewi Lubis, Deputi TI Mohd. Hanafi, Wakil Dekan I FE USU Prof. Dr. Prihatini.

Irvansyah menyampaikan, kegiatan ini berkaitan dalam rangka hari jadi ke-40 BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan “40 Menit Mengajar” ini tidak hanya berlangsung di USU, tetapi juga berlangsung di 49 universitas di seluruh Indonesia dengan menghadirkan pembicara dari jajaran Direksi, Dewan Pengawas dan pimpinan lainnya di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan bantuan literasi sebesar Rp10 juta.

Pada kesempatan itu Irvansyah yang merupakan alumni FE USU ini mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program negara Jaminan Sosial Nasional yang memberikan perlindungan ketenagakerjaan seluruh pekerja di Indonesia. “Seluruh pekerja baik penerima upah, bukan penerima upah, pekerja asing, pekerja migran Indonesia bisa menjadi peserta untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, hingga Oktober 2017, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia yang terdaftar sebanyak 43 juta dari total pekerja 128,06 juta orang. Dari 43 juta pekerja yang terdaftar, sebanyak 24,7 juta peserta yang aktif.

Irvansyah juga menjelaskan berbagai hal terkait jaminan sosial di Indonesia, khususnya yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan sosial tersebut mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP).

Pemberian jaminan sosial kepada masyarakat ini sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat 2 yang berbunyi Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan ini tidak hanya menargetkan para pekerja formal saja, tetapi juga para pekerja informal. Untuk mencapai hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan aktif memberi edukasi kepada masyarakat langsung termasuk melalui kegiatan sosialisasi semacam ini.

“Dengan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan ini, kita dapat mempersiapkan masa depan kita sejak dini. Sehingga saat tua nanti atau mengalami risiko apapun, kita tidak ketergantungan dengan orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FEB USU Prof. Dr. Ramli, SE, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kegiatan ini sehingga seluruh mahasiswa dapat lebih memahami dan merasakan manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini. Apalagi yang hadir memberikan pengajaran ini adalah alumni FE USU, ini sangat diharapkan guna memotivasi mahasiswa lainnya.

“Di sini kami bisa menjadi penyambung lidah untuk menyampaikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada yang lainnya. Semoga ke depannya kerja sama FEB USU dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat dikembangkan lebih luas lagi,” harapnya. (art)

69

BATUBARA – gnews.online |

BPJS Ketenagakerjaan (BPJS Naker) menyerahkan uang santunan sebesar Rp85 juta kepada keluarga Faridah, TKI yang meninggal dalam kecelakaan bus di Penang Malaysia beberapa waktu lalu.

Muhammad, 50, Orangtua dari Faridah mengungkapkan tidak menyangka korban dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Muhammad mengatakan, Faridah berangkat ke Malaysia karena ingin membantu ekonomi keluarga.

“Sebenarnya dia masih kecil, baru berusia 18 tahun, tapi kerena tekadnya ingin membantu keluarga, dia rela merantau ke Malaysia,” ungkap Muhammad saat menerima santunan yang diberikan langsung Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis didampingi Asran Pane Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjan Medan Utara di rumah duka, di Dusun V, Jalan Perumnel, Kel. Dahari Selebar, Kec. Talawi, Kab. Batubara, Sumatera Utara, Senin (30/10).

Muhammad menambahkan, walaupun masih merasa kehilangan anak, ia merasa terharu karena pihak BPJS Ketenagakerjaan langsung datang ke rumah mereka dan menyerahkan uang Rp85 juta. “Uang ini akan kami gunakan sebagai modal usaha, supaya dapat melanjutkan cita-cita almarhumah yang ingin membantu ekonomi keluarga,” sebutnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagut Umardin Lubis mengatakan, almarhumah baru terdaftar bulan Agustus 2017 bertepatan dengan program perlindungan TKI baru saja diluncurkan. Umardin menjelaskan, ketika mendapat kabar kecelakaan TKI
di Malaysia, pihaknya langsung memberikan layanan terbaik, dan proses klaim yang cepat dan terukur.

“BPJS Ketenagakerjaan langsung melakukan koordinasi dengan perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia, setelah mendapat kepastian korban yang meninggal adalah salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihak BPJS ketenagakerjaan langsung memproses klaim kematian TKI yang meninggal tersebut, ” kata Umardin.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara Asran Pane mengatakan, sebagai kantor cabang yang ditunjuk untuk menangani perlindungan TKI Se-Sumatera Utara, pihaknya senantiasa berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada TKI. “Khususnya dalam pemenuhan hak-hak normatif seperti pada kasus yang terjadi saat ini atas nama almarhumah Faridah,” jelasnya.

Asran mengatakan, pihaknya secara aktif berkoordinasi dengan BNP3TKI Medan dan PT. Satria Parangtritis untuk kelengkapan administrasi persyaratan jaminan kematian Faridah. “Alhamdulillah satu hari setelah jenazah sampai ke Sumut, santunan sudah kita selesaikan,” paparnya.

Sampai saat ini jumlah TKI yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara sejak Agustus 2017 adalah 3714 jiwa.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Batubara, Salian Nasution menerangkan, almarhumah merupakan TKI yang resmi secara prosedur, yang mana terdaftar sistem keberangkatan dan jelas nama perusahaan yang memberangkatkan terdaftar di dinas.

Dia menambahkan, selain mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, nanti juga ahli waris akan mendapat hak-hak lainnya seperti gaji dan tunjangan lainnya. “Kalau ada kendala atau keterlambatan, segera hubungi pihak kami. Harapannya, kepada ahli waris dapat mempergunakan santunan yang diterima untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya, ” tuturnya. (art)

109

MEDAN – gnews.online |

BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan kerjasama untuk penerapan Service Point Office (SPO) yang dapat digunakan peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh daerah.

Kepala Bagian Pemasaran Kantor Wilayah Sumbagut, Budi Pramono mengatakan, SPO BPJS Ketenagakerjaan dengan BRI sangat membantu bagi para pekerja, baik itu dalam hal klaim jaminan hari tua maupun pendaftaran peserta bukan penerima upah.

“Ke depannya SPO ini butuh sosialisasi ke pekerja agar dapat dimanfaatkan, ” katanya saat melihat langsung teknis proses SPO seperti klaim jaminan hari tua dan pendaftaran peserta bukan penerima upah di kantor BRI Medan Cabang Iskandar Muda, Selasa (3/10).

Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota, Annati mengatakan, para peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Medan sudah bisa mengklaim dana Jaminan Hari Tua di seluruh BRI yang ada.

Hal ini karena penerapan sistem ini sudah siap dilakukan sebab alur dari pengklaiman sudah diadopsi dari persyaratan yang ada di kantor cabang. “Sehingga petugas dari BRI memudahkan dalam hal verifikasi data, dan langsung masuk notifikasi ke kepala bidang pelayanan utk di setujui, nanti nya langsung di buatkan voucher pembayaran dan masuk ke rek BRI peserta.” ujar Annati.

Denis, Staf bagian IT BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota menambahkan Service Point Office digunakan untuk melayani klaim jaminan hari tua dan pendaftaran BPU.

Proses sangat cepat dan sistem ini diadopsi dari sistemnya BRI dengan menambahkan beberapa portal. “Mengenai sistem SPO ini sangat membantu dalam hal pelayanan yang mana prosesnya sangat cepat,” ujar denis.

Selain melayani klaim, sistem juga bisa melayani pendaftaran untuk peserta bukan penerima upah, yang mana para pekerja mandiri sudah bisa langsung daftar di counter BRI seluruh cabang.

Assisten Manager Operasional BRI Medan Cabang Iskandar Muda Edi Ginting mengatakan, dengan adanya sistem tersebut sangat membantu bagi para pekerja yang mau klaim jaminan hari tua maupun yang mau mendaftar.

“Pekerja mandiri bisa langsung datang ke seluruh cabang BRI. Dengan adanya cakupan BRI sampai ke pelosok-pelosok, maka dengan ini memudahkan para peserta BPJS Ketenagakerjaan peserta,” katanya. (art)

56

Medan – gnews.online |

PTPN IV mengapresiasi keberadaan BPJS Ketenagakerjaan dengan mendaftarkan seluruh karyawannya yang berjumlah 22 ribu tenaga kerja menjadi peserta.

Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni mengatakan mereka berkomitmen dalam menjalankan program pemerintah dengan mendaftarkan seluruh pekerja nya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Seluruhnya ada sekitar 22 ribu tenaga kerja yang tersebar di Sumatera Utara,” kata Siwi Peni saat menerima sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang langsung dipimpin Direktur Perluasan dan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E.Elyas Lubis di kantor PTPN IV di Medan, Selasa (27/9).

Sosialisasi tersebut dihadiri jajaran PTPN IV seperti Direktur Komersil PTPN IV Umar Affandi, Direktur SDM dan Umum PTPN IV Rizal H Damanik, Direktur Operasional PTPN IV Rediman Silalahi dan Kepala BAgian/General Manager Distrik/Project Manager/Kasubag dari PTPN IV. Sedangkan dari BPJS Ketenakerjaan dihadiri juga Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Umardin Lubis, Kepala Pemasaran Wilayah Sumbagut Budi Pramono,Kepala Kantor Cabang Medan Bambang Utama,Kepala Kantor Cabang Siantar Nurmansyah dan Kepala Urusan Hubungan Antar Lembaga Muhyiddin.

Siwi berharap dalam pertemuan ini timbul banyak pertanyaan yang di ajukan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan mengenai apa apa saja yang masih belum di pahami,”Dalam kesempatan pertemuan ini, saya berharap kepada para jajaran yang hadir untuk bertanya mana yang belum dipahami mengenai BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Siwi.

Direktur Perluasan dan kepesertaan E.Elyas Lubis dalam paparannya mengimbau kepada pihak perusahaan untuk melaporkan upah para pekerjanya sesuai dengan upah yang sebenarnya. Karena ini menyangkut dengan penghasilan saldo jaminan hari tua yang akan di terima para pekerja pada saat mereka sudah tidak bekerja lagi.

“Mohon kiranya pihak perusahaan untuk melaporkan upah tenaga kerjanya dengan upah yang sebenarnya, sehingga akan berdampak pada saat kita sudah tidak bekerja lagi,” ujar Elyas Lubis.

Dalam kesempatan ini, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis memaparkan program Manfaat Pinjaman Uang Muka Perumahan.

”Sekarang kita ada program pinjaman uaang muka perumahan,silahkan ajukan ke bank BTN,” ujar Umardin Lubis. Program ini langsung mendapat antusias dari jajaran PTPN IV. (art)

100

Rantau – gnews.online|

Bupati Labuhan Batu, H Pangonal Harahap SE,MSi akan menyiapkan regulasi agar seluruh rakyatnya mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Saya akan buat aturan main program jaminan sosial ketenagakerjaan di Labuhan Batu,” kata Bupati Labuhan Batu, H Pangonal Harahap SE,MSi saat menerima audensi Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis beserta jajarannya di kantornya, Rantau, Senin (18/9).

Dia menambahkan akan mengumpulkan jajarannya seperti Sekda dan kepala SKPD untuk menyiapkan aturan yang mendukung BPJS Ketenagakerjaan, dehingga seluruh rakyat Labuhan Batu dapat dilindungi lewat program BPJS Ketenagakerjaan.

Dia berharap sinergi antara instansinya dengan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai di sini, melainkan ditingkatkan di masa yang akan datang.

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis menyebutkan, masih banyak pekerja di Labuhan Batu belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita melihat masih banyak potensi yang belum di garap dalam hal melindungi pekerja baik itu pekerja formal maupun informal yang ada di Labuhan Batu,” katanya saat didampingi oleh Kepala Bagian Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan, Budi Pramono, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kisaran Moch Faisal, dan Kepala cabang Perintis BPJS ketenagakerjaan Achmad Ramli.

Umardin mengapresiasi langkah Bupati yang mendukung amanah Undang Undang no 24 Tahun 2011 dengan menyiapkan regulasi pendukung.

“Kami berterima kasih atas dukungan Bupati Labuhan Batu dan saya akan meneruskan ke jajaran saya supaya kerjasama ini terus ditindak lanjuti dan dimatangkan,” ujarnya. (art)

91

Deliserdang – gnews.online |

BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagut kembali meresmikan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan di Desa Tanjungmorawa, Kab. Deliserdang, Sumut. Diharapkan, semua pekerja yang ada di kawasan tersebut mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Umardin Lubis mengatakan, seluruh pekerja baik itu pekerja formal maupun informal diharapkan didaftarkan menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan.

“Kalau kita sudah terdaftar, otomatis kita sudah dilindungi minimal dua program yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan Kematian,” ujar Umardin Lubis saat meresmikan desa sadar, Sabtu (9/9).

Dalam peresmian tersebut hadir beberapa Muspida Tanjungmorawa seperti Sekcam Tanjungmorawa, Danramil Tanjung Morawa Edi Hutabarat, dan pejabat BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa.

Umardin menambahkan, dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan berarti melindungi diri sendiri dan keluarga dari resiko yang terjadi. “Kita semua akan meninggal tapi kita tidak tahu kapan akan terjadi, maka dengan kita menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan kita sudah melindungi diri kita dari segala resiko yang terjadi,” jelasnya.

Kepala Kantor Cabang Tanjung Morawa, Syahrial mengatakan, penetapan Desa Tanjungmorawa menjadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan diharapkan menjadi contoh desa-desa lain di wilayah Deliserdang.

“Kita berharap langkah Desa Tanjung Morawa diikuti desa lainnya karena sangat banyak manfaat yang akan diterima pekerja,” ujarnya, seraya mengatakan, salah satunya kalau mereka tidak dapat bekerja karena kecelakaan kerja, BPJS akan mengganti upah mereka yang dibayarkan pemberi kerja.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungmorawa Senen, mengatakan pihaknya akan mensosialisasikan dan mengajak agar pekerja di desanya mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya berharap ke depan warga yang ada di Desa Tanjungmorawa ini semuanya sudah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan,” tambahnya. (art)

191

Lubukpakam – gnews.online |

Herlina Wati, salah seorang pegawai PT Olaga Food Tanjungmorawa yang mengalami kecelakaan kerja dan dirawat di rumah sakit, tersenyum sumringah, tatkala dikunjungi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumagut beserta jajarannya, kemarin siang.

Apalagi dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis saat menjenguk Herlina Wati di RS Grand Medistra Lubuk Pakam mengatakan, pasien yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan harus dirawat hingga sembuh dan memberitahukan bahwa selama dirawat gaji peserta dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami dari BPJS Ketenagakerjaan menganjurkan kepada Ibu, jangan cepat-cepat minta pulang, harus benar-benar sembuh baru pulang ya,” kata Umardin Lubis yang disambut senyum sumringah Herlina Wati.

Umardin menyebutkan, selama di rumah sakit seluruh biaya perobatan ditanggung oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan dan selama sakit dan tidak dapat bekerja, gaji Herlina Wati akan dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi ibu tidak usah banyak pikiran mengenai biaya perawatan dan gaji selama ibu masih dirawat, semua ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Umardin Lubis.

Pasien juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan, karena dari awal masuk sampai sekarang bener-bener dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tanjung Morawa Syahrial mengatakan, selama tidak bekerja, peserta mendapat manfaat yakni Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB). Dalam manfaat itu,  BPJS Ketenagakerjaan memberikan uang pengganti upah kepada peserta melalui perusahaan hingga mampu kembali bekerja yang disertai surat keterangan dokter.

“Biaya yang diberikan sebesar 100 persen, 6 bulan pertama, 75 persen, 6 bulan kedua dan 50 persen, 6 bulan berikutnya hingga bulan-bulan berikutnya hingga peserta kembali bekerja,” ujarnya.

Untuk jajarannya kepala cabang tetap mengimbau jangan hanya hari pelanggan saja melayani peserta dengan baik, tapi di hari lain juga harus melayani para peserta dengan sepenuh hati.

Di waktu yang sama, jajaran BPJS Ketenagakerjaan juga mengunjungi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang rawat jalan bernama Jowanda Pratama yang mengalami cacat tetap. Kepada peserta, Umardin mengungkapkan hal yang sama bahwa gaji Jowanda tetap dibayarkan sampai dia mampu kembali bekerja. (art)

126

gnews.online | Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kemarin, sepakat dan setuju membuat perjanjian tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kecelakaan Kerja bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu tertuang dalam perjanjian yang ditandatangani di ruang pertemuan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Pattimura, No 344 Medan. Hadir dan sekaligus menandatangi perjanjian dimaksud Bambang Utama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota dan Direktur Utama RS USU dr Azwan Hakmi Lubis, Sp.A, M.Kes.

Hadir dalam kegiatan itu dr. Sake Juli Martina, Sp.FK, sebagai Direktur Diklat, Penelitian dan Kerjasama, pejabat terkait dari BPJS Ketenagakerjaan, beberapa pejabat dari RS dan klinik swasta yang ada di Medan.

Adapun maksud perjanjian kerja sama ini adalah sebagai pedoman untuk kedua belah pihak dalam penyediaan layanan kesehatan bagi peserta program JKK di Rumah Sakit USU. Kemudian tujuan perjanjian kerja sama ini adalah terwujudnya kerja sama dan sinergi dalam rangka penyediaan layanan kesehatan bagi peserta program JKK di Rumah Sakit USU.

Para pekerja itu juga harus memiliki kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah kartu tanda kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki nomor identitas tunggal yang berlaku untuk program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian, sesuai dengan penahapan kepesertaan.

Kesepakatan yang ditandatangani itu antara lain jaminan kecelakaan kerja yakni kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. (dev)