Thursday, April 18, 2019
Tags Posts tagged with "Erupsi"

Erupsi

189

Kabanjahe – gnews.online |

PT Pertamina (Persero) segera mengirimkan bantuan masker, distribusi logistik, termasuk pengisian ulang LPG untuk dapur umum jika diperlukan untuk penanganan bencana Erupsi Sinabung.

Malam ini (Senin, 19/02/2018), Pertamina mulai membagikan masker kepada masyarakat di sekitar SPBU 14.221241 Kabanjahe.

Langkah tersebut merupakan bagian aksi tanggap Pertamina atas erupsi gunung Sinabung yang terjadi pukul 08.56 WIB pagi tadi (19/02/2018), yang debu vulkaniknya menjangkau beberapa desa di sekitar gunung Sinabung.

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seperti halnya gangguan pernafasan, Pertamina membagikan masker sebagai upaya awal pencegahan.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Rudi Ariffianto menjelaskan, Pertamina memberikan masker kepada masyarakat di sekitar SPBU Kabanjahe karena kondisi udara di beberapa desa sudah mulai terpapar abu vulkanik. Masyarakat dihimbau agar menggunakan masker supaya tidak langsung menghirup debu.

Pertamina, lanjutnya, terus memantau dan siaga, baik dalam upaya penanggulangan bencana akibat erupsi Gunung Sinabung maupun pengamanan operasional distribusi BBM dan LPG di wilayah terdampak.

“Langkah lanjutan yang disiapkan Pertamina yaitu dengan segera mengirimkan bantuan masker ke lokasi-lokasi terdampak serta bantuan refill LPG untuk dapur umum,” ujarnya.

Pasca erupsi tadi pagi, SPBU Pertamina di Kabanjahe tetap melayani penjualan BBM sampai dengan saat ini dan tidak ada gangguan operasional yang berarti.

“Pasokan BBM sampai dengan saat ini masih aman dan lancar, semoga dampak erupsi kali ini tidak terlalu mengganggu kegiatan masyarakat,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulanan Bencana Daerah setempat terkait dampak erupsi dan berkomitmen untuk berpartisasi mendukung penanggulanan kejadian ini. (art)

218

gnews.online – Sejumlah desa di kaki Gunung Sinabung seperti jam 12 malam, gelap gulita, setelah  hari ini kembali meletus dengan dahsyatnya.

Awan panas akibat letusan dari Gunung Sinabung membumbung tinggi hingga mencapai kolom 5000 meter, amplitudo 120 milimeter.

Menurut informasi yang didapat dari lokasi, beberapa desa di sekitar kaki gunung tersebut menjadi gelap gulita seperti jam 12 malam yang diakibatkan luncuran awan panas.

Adapun beberapa desa yang menjadi gelap gulita yaitu Desa Sigarang-garang Payung, Selandi baru dan Laukawar.

Dan dari informasi yang didapat fenomena ini yang terjadi akibat dari luncuran awan panas tersebut berlangsung dari tadi pagi hingga saat ini. (koh)

401

MEDAN-GNews|

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menginstruksikan Badang Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Sumut untuk memastikan seluruh warga tidak lagi mendiami zona merah Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumut.

Intruksi tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi saat menjenguk dua korban awan panas yang sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Jl Bunga Lau, Medan Tuntungan, Medan, Minggu (22/5).

Turut dalam rombongan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumut dr Raden Roro Srihartati Suryani, Dokter Ahli RSUP Adam Malik Medan Dr dr Nazaruddin Umar Sp An KNA.

Dalam kesempatan itu, Erry menyatakan, BPBD Sumut telah mengeluarkan kebijakan zona merah yang tidak boleh dimasuki warga radius 5 kilometer dari Gunung Sinabung. Selain diimbau meninggalkan rumah, warga juga tidak diizinkan melakukan aktivitas di kawasan zona merah, termasuk melakukan kegiatan bercocok tanam.

“Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tegas agar masyarakat tidak memasuki zona berbahaya. Kita berharap kebijakan ini mendapat perhatian demi keselamatan,” ujar Erry.

Erry juga menginstruksikan kepada BPBD Sumut untuk melakukan sweeping ke lokasi zona merah untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang membangkang.

“Kita minta kawasan zona merah untuk disisir. Jika ada masyarakat yang masih bertahan di zona merah, bawa ke penampungan atau zona yang lebih aman. Keselamatan lebih kita utamakan,” tegas Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengatakan, biaya perawatan kedua pasien, Cahaya Sembiring (60) laki-laki dan Cahaya Beru Tarigan akan ditanggung pemerintah.

“Alokasi biaya perawatannya ditanggung pemerintah. Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Warga kita harapkan patuh dengan aturan yang telah diberlakukan demi keselamatan,” sebut Erry.

Sementara dokter ahli RSUP Adam Malik Medan, Nazaruddin Umar mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi kesehatan dua korban awan panas yang sedang menjalani perawatan di RSUP H Adam Malik Medan hingga Minggu sore.

“Tim dokter terus memantau perkembangannya. Keduanya dalam keadaan sadar. Tetapi kondisinya sangat memprihatinkan akibat luka bakar di sekujur tubuh,” sebut Nazaruddin.

Nazaruddin juga mengatakan, korban Cahaya Beru Tarigan, ibu rumahtangga berusia 45 tahun, mengalami luka bakar mencapai 80 persen. Tim dokter berencana melakukan upaya penyelamatan dengan mengamputasi kaki korban akibat mengalami luka bakar hingga merusak otot.

“Kita sudah minta persetujuan pihak keluarga. Jika keluarga mengizinkan, tim akan langsung melakukan operasi amputasi. Kita masih menunggu hasil rembug keluarga,” sebut Nazaruddin.

Tidak lupa Erry mengimbau masyarakat yang telah mendapat jatah rumah dan lahan pertanian untuk menempatinya. “Bagi warga yang sudah mendapat rumah, kita imbau untuk menempatinya. Lahan yang sudah disiapkan juga kita harapkan digarap dengan baik,” pesan Erry.

Sementara korban Cayaha Sembiring (75) laki-laki, mengalami luka bakar mencapai 60 persen dan kini telah menjalani perawatan di ruang rawat inap.

“Korban dalam keadaan sadar. Tetapi tiap dua jam sekali, tim dokter memeriksa perkembangan kesehatannya karena mengalami luka bakar serius,” jelas Nazaruddin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban meninggal dunia akibat awan panas Gunung Sinabung hingga Minggu sore tercatat  sebanyak 7 orang, semua merupakan warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Para korban tersapu awan panas letusan Gunung Sinabung saat berada di zona merah pada Sabtu (21/5) pukul 16.48 WIB.

Ketujuh korban meninggal masing-masing Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nantin Br. Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, Ersada Ginting (55) dan Brahim Sembiring (57). Sementara korban yang masih menjalani perawatan intensif masing-masing Cahaya Sembiring (75), dan Cahaya br Tarigan (45).

Korban Ersada Ginting (55) dan Brahim Sembiring (57) yang merupakan suami korban Cahaya Beru Tarigan menghembuskan nafas terakhir di RSUP H Adam Malik Sabtu (21/5) malam setelah dirujuk dari RS Evarina Etaham, Karo.

Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi Tenggara dari puncak Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, warga dilarang keras beraktivitas di Desa Gamber karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi. (ayb)