Monday, March 8, 2021
Tags Posts tagged with "FK Unpri"

FK Unpri

90

gnews.online | Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes) tertanggal 2 Oktober 2020 memberikan nilai Akreditasi “A” (Sangat Baik) kepada Program Studi Sarjana Pendidikan Kedokteran Universitas Prima Indonesia (FK UNPRI).

Hal itu berdasarkan SK Perkumpulan LAM-PTKes No. 0005/LAM-PTKes/Akr.Bd/Sar/X/2020 dan Program Studi Profesi Dokter Universitas Prima Indonesia berdasarkan SK Perkumpulan LAM-PTKes No. 0006/LAM-PTKes/Akr.Bd/Pro/X/2020.

Dekan FK UNPRI dr.Linda Chiuman., M.K.M kepada wartawan, Jumat (23/10/2020) mengatakan, raihan prestasi yang membanggakan ini merupakan capaian terbaik. Hal ini dikarenakan semua proses dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga memiliki nilai dan rasa senang tersendiri karena berkat kerjasama TIM Universitas dan Fakultas akhirnya berbuah hasil yang baik.

Senada hal itu, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes menyambut dengan penuh sukacita prestasi ini. Hasil Akreditasi “A” dari Perkumpulan LAM-PTKes merupakan bukti nyata tanggungjawab universitas dan khususnya Fakultas Kedokteran kepada masyarakat dalam memberikan mutu pendidikan kedokteran yang prima.

“Kami terus termotivasi dan bersemangat dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga para lulusan dan stakeholder dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Menurut rektor, bahwa UNPRI merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan Fakultas Kedokteran yang memiliki Rumah Sakit Pendidikan Utama dan beberapa Rumah Sakit Satelit Milik Sendiri.

Selain itu merupakan PTS yang berhasil meraih Akreditasi A untuk Program Studi Sarjana Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter dalam waktu yang relatif singkat.

Sementara itu Pendiri UNPRI Dr.dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes AIFM mengajak seluruh civitas akademika UNPRI untuk terus mengedepankan mutu pendidikan di UNPRI.

Salah satu bentuk komitmen Yayasan dalam peningkatan sarana prasarana adalah hadirnya Kampus ke-5 UNPRI di Jalan Sampul (Seberang RSU. Royal Prima) yang akan dilengkapi dengan ruang kuliah yang nyaman dan laboratorium yang lengkap, sehingga harapan ke depannya program studi di UNPRI dapat terakreditasi dengan sangat baik. (Dev)

301

gnews.online | Magister Sains Biomedis dan Magister Ilmu Kedokteran Klinis Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia ( UNPRI) belum lama ini menggelar Webinar yang mengangkat tema “Isu dan Permasalahan yang Dihadapi Masyarakat Lansia pada Bulan Ramadan Selama Masa Pandemi Covid-19”.

Webinar online dengan media zoom premiun tersebut mengundang dua pakar sebagai narasumber utama. Narasumber pertama Dr. dr. Binarwan Halim, M. Ked (OG), Sp. OG (K), FISC selaku Direktur Halim Fertility Center, IVF Center, Departemen Obstetri & Ginekologi dan juga merupakan dosen tetap FK UNPRI.

Narasumber kedua dr. Hilna Khairunisa Shalihat, M. Gizi, Sp.GK bertugas sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik di RS Hermina Medan.

Webinar dan diskusi online tersebut juga dipandu dr. Fiska Maya Wardhani, M. Biomed, dosen tetap di FK UNPRI dan juga dibawakan oleh Muhammad Aditya Kurnia, SKM, MPH selaku Master of Ceremony pada saat webinar berlangsung.

Dari narasumber pertama, Dr. dr. Binarwan Halim, M. Ked (OG), Sp. OG (K), FISC menyatakan, bahwa pada orang lanjut usia yang sehat dapat terjadi sebagai primary aging immune deficiency, yaitu suatu kondisi dimana terjadi penuruan fungsi kekebalan tubuh.

Dia menjelaskan, terdapat berbagai penelitian yang mengkaitkan puasa dengan berkurangnya produksi radikal bebas di dalam tubuh.

Menurutnya, puasa dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap stress oksidatif. Selain itu, dengan menjalankan puasa pada lansia juga memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi depresi, kecemasan, stres dan peningkatan fungsi kognitif.

“Hal lain yang perlu diperhatikan selama berpuasa adalah untuk tetap menjalankan pola hidup dan nutrisi yang sehat, melakukan pencegahan terhadap infeksi, berolahraga secara teratur, mengurangi stres, serta menjaga pola tidur yang baik,”kata dr Binarwan.

Sementara itu, dr. Hilna Khairunisa Shalihat, M. Gizi, Sp. GK menjelaskan bahwa aging merupakan proses alami yang ditandai penurunan kemampuan tubuh, seperti penurunan metabolisme dan stamina, penurunan kekuatan otot, peningkatan deposit lemak, penurunan kepadatan kalsium pada tulang, serta penurunan pada penyerapan zat gizi.

Oleh karena itu katanya, diperlukan penilaian nutrisi dan restriksi kalori pada lansia untuk menjaga imunitas tubuh. “Restriksi kalori pada lansia dapat dilakukan dengan cara meningkatkan asupan protein, penurunan asupan lemak dan garam, pemilihan karbohidrat kompleks pada makanan, serta mengurangi konsumsi minuman bersoda dan beralkohol,” kata dr Hilna.

Selain memperoleh amal ibadah dengan berpuasa, katanya, puasa juga bermanfaat untuk memperoleh keseimbangan berat badan ideal, peningkatan HDL (lemak baik) dan penurunan tingkat kolesteral dalam tubuh yang menyebabkan penurunan resiko penyakit jantung, gula darah terkontrol, dan peningkatan kekebalan tubuh pada lansia.

Disebutkannya, penuaan merupakan proses yang fisiologis, sehingga penerapan gizi seimbang dan pemenuhan nutrisi spesifik harus tetap dilakukan selama puasa di bulan Ramadan, sehingga sistem imun pada lansia tetap terjaga terutama selama pandemi Covid-19.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda, M. Kes mengatakan, UNPRI berkomitmen untuk selalu konsisten dalam melaksanakan
Webinar, sebagai sarana pemberi informasi dan update berita kepada institusi, tenaga medis,
mahasiswa/i serta masyarakat umum.

Dalam hal ini, pihaknya terus mendukung penuh Webinar agar tetap berlangsung secara rutin, dengan tema yang up to date dan menjawab pertanyaan- pertanyaan di publik.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, M.K.M, AIFO-K agar seluruh peserta webinar dapat
memanfaatkan waktu dan menambah pengetahuan dan wawasan terhadap isu dan permasalahan yang dihadapi masyarakat lansia pada bulan puasa Ramadan selama masa pandemi Covid-19 walaupun bertempat dirumah masing-masing.

Antusiasme peserta Webinar sangat terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang
mendaftar dari berbagai instansi baik itu latar belakang medis, non medis maupun masyarakat umum yang berasal dari dalam, dan luar daerah kota Medan.

“Konsep dari Webinar kali ini adalah “Update your knowledge and upgrade your behaviour” dimana para peserta webinar diharapkan mampu memberi informasi baru, valid kepada keluarga dan masyarakat umum terkait dengan tema,” kata dr Linda lagi. (Dev)

239

MEDAN-gnews.online| Magister Kedokteran Tropis Fakultas Kedoteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar Seminar online berbasis web (Webinar) bertajuk Deteksi Dini & Penatalaksanaan Covid-19.

Seminar yang dibuka Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda, M.Kes menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama yang sudah berpengalaman dalam bidangnya, yakni Ketua Bagian Penyakit Dalam RS Haji Medan dr Armon Rahimi SpPD. KPTI dan Ketua Komite PPI RS Haji Medan dr. Sadarita Sitepu, Sp.P yang juga Dokter Spesialis Paru RSU Royal Prima Medan.

Webinar tersebut dihadiri Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman MKM. Wakil Rektor (WR) II UNPRI Dr. Ermi Girsang.,SKM.,M.Kes, AIFO dan WR IV UNPRI dr. Ali Napiah Nasution MKT MKM, dan ketua panitia dr Sri Lestari Ramadhani Nasution.,M.K.M.

Ketua Bagian Penyakit Dalam RS Haji Medan dr Armon Rahimi SpPD. KPT dalam paparannya mengatakan, bahwa gejala Virus Corona (Covid-19) menyerupai gejala flu seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepala.

Setelah itu katanya, gejala dapat bertambah berat atau sembuh dengan sendirinya. Penderita dengan gejala berat bisa mengalami demam tinggi dan batuk berdahak bahkan berdarah, disertai dengan sesak nafas dan nyeri dada.

Menurutnya, gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan Virus Corona. “Sebagai perhatian, diharapkan bahwa masyarakat yang pernah memiliki kontak langsung dangan pasien dalam pengawasan (PDP) dan memiliki gejala tersebut untuk langsung mengkarantina diri, dan melapor kepada petugas medis setempat demi penanganan lebih lanjut,” kata dr Armon.

Sementara itu, Ketua Komite PPI RS Haji Medan dr. Sadarita Sitepu, Sp.P menegaskan, belum ada vaksin spesifik untuk Covid-19. Rapid Test yang merupakan cara untuk menekan angka penularan Covid-19 juga masih tidak terlalu efektif dalam fungsinya.

Dikatakan dr Sadarita, dalam fungsinya, Rapid Test merupakan cara untuk melakukan tracking dari penyebaran Covid-19. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknik yang lebih akurat dalam mendeteksi Covid-19.

Pada penggunaan PCR, katanya, material genetika yang baca adalah RNA dan disamakan dengan model Covid-19 sehingga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Tetapi, durasi waktu yang lama serta biaya yang terlampau tinggi membuat PCR sulit untuk diterapkan pada masyarakat umum.

Diharapkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengatakan bahwa ada vaksin untuk Covid-19 selain dari pemerintah Republik Indonesia.

Diharapkan juga, masyarakat tidak memberi stigma negatif kepada Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan tetap mendukung serta mengikuti instruksi pemerintah untuk selalu berada di rumah dan menjaga kerbersihan diri masing-masing.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk konsisten dalam melaksanakan webinar sebagai sarana pemberi informasi dan update berita kepada institusi, tenaga medis, mahasiswa/i dan terutama kepada masyarakat umum.

“Webinar dari UNPRI akan terus dilakukan dengan topik manarik untuk menambah pengetahuan bersama-sama dengan narasumber yang berpengalaman,” kata rektor.

Hal senada juga disampaikan Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, M.KM, AIFO-K agar segenap civitas akademika UNPRI untuk tetap semangat dan produktif walaupun bekerja dengan metode Work From Home (WFH) dan tetap memanfaatkan teknologi dalam setiap kegiatan pembelajaran, ataupun diskusi yang dilakukan secara online.

Diskusi online dalam Webinar berlangsung dengan interaktif dimana antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ditanyakan kepada narasumber. Kemudian, acara diakhiri dengan kesimpulan oleh moderator serta ditutup kembali oleh MC.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, pihaknya sangat mendukung seminar online berbasis web (Webinar) yang digelar Magister Kedokteran Tropis, FK UNPRI.

Menurut Tommy, webinar ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, selain bermanfaat bagi kalangan akademisi, Webinar juga dapat memberikan manfaat di dunia bisnis.

Karena itu, nantinya UNPRI akan terus mengundang pakar-pakar yang ahli di bidangnya, untuk mengisi seminar melalui metode perkuliahan jarak jauh, dan nantinya dapat diakses oleh mahasiswa melalui webinar. (dev)

404

Medan – gnews.online |

Senat Akademik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar acara pelantikan dan sumpah  Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter (Hippocratic Oath) bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan Kepaniteraan Klinik dan telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) Periode Mei 2019.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah dokter baru tersebut dilakukan oleh Dekan FK UNPRI, dr. Linda Chiuman MKM, AIFO-K dan para rohaniawan di Lobby Gedung B RSU Royal Prima, di Jalan Ayahanda, Medan, baru-baru ini.

Acara tersebut dihadiri Pendiri UNPRI Dr. dr. I Nyoman E. L., M.Kes, AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Wakil Rektor II UNPRI Dr. Ermi Girsang, M.Kes, Wakil Rektor III Said Rizal, MA, Wakil Rektor IV dr. Ali Napiah Nasution, MKT, dan seluruh dosen serta para staf dijajaran FK UNPRI.

Dekan FK UNPRI, dr. Linda Chiuman MKM, AIFO-K mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah ini adalah awal untuk beberapa tahap lanjutan di bidang kedokteran, masih banyak jenjang pendidikan lanjutan baik profesi maupun magister yang bisa dilalui.

“Setelah pengambilan sumpah, para dokter baru harus menyiapkan diri untuk menjalankan program Internship selama 1 tahun di wahana pilihan masing-masing,” katanya.

dr Linda juga menambahkan, bahwa FK UNPRI selalu berbenah untuk menjadi lebih baik dengan menyiapkan program-program yang dirancang khusus untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di manapun ditugaskan.

Sementara itu Pendiri UNPRI Dr. dr. I Nyoman E. L., M.Kes, AIFM didampingi Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, berharap para dokter baru tersebut terus semangat menuntut ilmu, sebab akan membuktikan dedikasi seseorang dalam menyandang profesi dokter.

Kepada para dokter muda yang baru dilantik, dr Nyoman juga mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai.

“Berikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang. Yang utama, lulusan FK UNPRI memberi manfaat bagi masyarakat,” kata dr Nyoman. (art)

454

Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH didampingi Dr.Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor II, Dr.Ermi Girsang MKes, para Dosen dan Staff FK UNPRI foto bersama para dokter baru, usai Acara  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter di ruang serba guna kampus tersebut di Jalan Ayahanda Medan.

gnews.online | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Program Studi Profesi Dokter melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter bagi  mahasiswa/i yang telah menyelesaikan  Kepaniteraan Klinik ( Co.Ass) dan telah dinyatakan Lulus Ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) kemarin.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter baru tersebut dilakukan Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI, dr.Linda Chiuman MKM dan para Rohaniawandi ruang serbaguna kampus tersebut di Jalan Ayahanda Medan.

Acara tersebut dihadiri Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH  Dr.Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor II, Dr.Ermi Girsang MKes, para Dosen dan Staff FK UNPRI.

Dekan FK UNPRI  dr.Linda Chiuman MKM dalam sambutannya menyatakan, bahwa utk menjadi seorang dokter, bukanlah suatu hal yg mudah, karena harus melewati beberapa tahap.

Dikatakannya, bahwa pendidikan dokter merupakan pendidikan akademik dan sekaligus pendidikan profesi dengan jenjang profesi pertama yang paling lama dibanding profesi lain.

Sampai saat ini FK UNPRI kata dr Linda, terus berusaha mencetak dokter yang berkualitas,

Dokter Linda juga  berpesan, jika sudah terjun ke masyarakat, jagalah etika, jagalah nama baik sendiri, orang tua, dan almamater.

Sementara itu, di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi  Ketua BPH  Dr.Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Sabtu(13/10) mengatakan, pengambilan sumpah dokter ini merupakan awal pengabdian sebagai seorang dokter.

“Di mata masyarakat kalian menjadi penyelesai masalah kesehatan, oleh karena itu tingkatkan terus jenjang pembelajaran karena ilmu dunia kedokteran selalu berkembang,”kata dr Nyoman.

Pada kesempatan yang sama juga, dr Nyomanmenyatakan bangga, bahwa FK UNPRI telah banyak menghasilkan para  dokter yang handal, karena alumni FK UNPRI telah dididik dengan serangkaian pendidikan sehingga sikap,  tingkah laku dapat melakukan profesi kedokteran dengan baik.

Dr Nyoman berpesan kepada para dokter yg baru dilantik, jadilah dokter yang rendah hati, saling membantu sesama, dan jangan pernah memperdagangkan pasien.

Dr Nyoman juga berharap, para dokter baru FK UNPRI, harus mengembangkan diri dengan ilmu dan pendidikan, mengembangkan ilmu kesehatan yang dimiliki, memelihara dan mengembangkan   pengabdian dan sikap sesuai profesi serta bertanggungjawab dan menaruh perhatian kepada sesama manusia. Selain itu juga harus memiliki kerendahan hati. (Dev)

408

gnews.online | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, telah melangsungkan pelanatikan dan angkat sumpah dokter periode Mei 2018. Peserta sumpah tersebut para dokter yang telah dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) pada Mei 2018.

Dekan FK UNPRI dr. H Yulitas Bachtiar, Sp.A dalam sambutan menyampaikan Selamat dan Sukses kepada para dokter baru yang telah berhasil menempuh study Pendidikan dokter di FK-UNPRI

Hadir pada pelantikan itu, diantaranya Bupati Nias Selatan, Ketua DPRD Nias Selatan, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SHI MA dan  WR IV dr Alinapiah Nasution MKT,

dr Yulitas menyebutkan, proses kelulusan yang dilalui oleh calon dokter  cukup berat, karena tidak cukup hanya menyelesaikan profesi dokter di rumah sakit Pendidikan, tetapi harus lulus di uji kompetensi secara Nasional (UKMPPD), yang dilakukan secara nasional dan serentak semua perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

“Setiap lulus dokter, berarti mereka sudah sesuai dengan kopetensinya, tidak ada lagi perbedaan,”katanya.

Di kesempatan yang sama juga, dr Yulitas melaporkan mengenai para dokter baru yang telah dilantik kepada Pendiri UNPRI.

Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pendiri UNPRI yang telah memfasilitasi dan mengakomodir semua kebutuhan sarana dan prasarana  untuk lancarnya  proses pendidikan di FK UNPRI.

Sementara itu di tempat terpisah, Pendiri   UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi  Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn Minggu(15/7) berpesan kepada para dokter terbaru tersebut, untuk mengabdikan ilmu untuk perikemanusiaan, kepentingan pasien, menjaga harkat dan martabat dokter, serta menghormati guru dan teman sejawat dokter.

“Sumpah dokter diucapkan bukan sekedar formalitas untuk mendapat ijaah,”kata dr Nyoman lagi.

Disebutkan dr Nyoman juga, walaupun sudah mendapat gelar dokter, sebagai manusia yang memberikan manfaat, tidak ada kata henti dan lelah untuk belajar.

“Untuk itu, jangan pernah merasa lelah untuk belajar. Sehingga masalah yang baru menjadi pelajaran dan kita dapat memberikan solusinya,”ungkap tokoh pendidikan ini meyakinkan. (Dev)

954

gnews.online | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan melantik dan mengambil sumpah dokter baru, di Aula Serba Guna Kampus tersebut.

Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes  AIFM mengatakan,  setelah lulus, para dokter baru  akan menghadapi tugas baru yaitu tugas profesi dalam rangka mengamalkan ilmu, serta mengabdikan diri pada masyarakat, bangsa dan negara.

Tugas dan tanggungjawab para dokter yang  baru disumpah  atau Hippocratic Oath ini, kata dr Nyoman  tidaklah mudah dan ringan, karena masalah yang dihadapi dalam bidang pembangunan kesehatan dan  bangsa Indonesia begitu kompleks.

“Oleh karenanya, para dokter yang baru disumpah  periode 2016/2017 ini dituntut memiliki kemampuan profesionalitas yang tinggi,” ucap dr Nyoman.

Acara tersebut dihadiri Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Penasehat UNPRI dr Sofyan Wijaya MHA dan Dr  dr Buter Samin Sp Rad, Rektor UNPRI Prof dr Djakobus Tarigan AAI DAAK, Wakil Rektor I Ir Seno Adji M Eng Prac, Wakil Rektor II  Dr Ermi Girsang SKM M Kes, Kepala Biro Rektorat UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes, Direktur Rumah Sakit Royal Prima dr.Ali Napiah Nasution,  Dekan Fakultas Kedokteran  (FK) UNPRI dr H Yulitas Bachtiar SpA,  Dekan Fakultas Kedokteran Gigi  UNPRI Prof drg Monang Panjaitan MS MA, Ketua Medical Education Unit FK-UNPRI dr Ahmad Raif M Med Ed, Para  Rohaniawan dan para Undangan.

Dr Nyoman berpesan, agar lulusan Fakultas Kedokteran  UNPRI  dapat menjadi dokter yang berkualitas, bukan hanya dalam kualitas profesional namun juga kualitas mental dan moral.

Menurut tokoh pendidikan Sumut ini,, dokter yang baik adalah dokter yang melayani sesama manusia berdasarkan kasih.

Di sela-sela -sela sambutannya, dr Nyoman menyatakan, pihaknya lebih  memprioritaskan alumni FK UNPRI untuk bekerja di RS Royal Prima Medan.

Dr Nyoman juga berharap,  para dokter baru tersebut, tidak hanya mampu melayani masyarakat maupun manusia secara individu, akan tetapi juga bagaimana seorang dokter itu mampu menjalin relasi dengan orang-orang di sekitarnya.

“Semoga para dokter baru dapat selalu sukses membawa nama baik almamater ,”kata dr Nyomman lagi.

Sementara itu, Dekan FK UNPRI  dr H Yulitas Bachtiar SpA dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan Surat Keputusan Panitia Nasional  Uji  Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter, pada tanggal 22 Maret 2017,  diputuskan bahwa saudara/i  yang tersebut namanya dinyatakan telah lulus  mengikuti ujian Uji Kompetensi yang terdiri dari : OSCE dan CBT dan berhak mengikuti Program berikutnya yaitu Program Internship.

Berikut nama-nama dokter yang mengucapkan sumpah dokter atau  Hippocratic Oath  periode 2016/2017,  AgusFirmansyah Putra Penggurun, Andina Elisabeth, Dede Yenny Eriawati Manik, Eka Novita Samosir, Frisca Gemmi Deseva, Hasan Chamran Baiuni, Ikhfar, Jessica Koestama, Juwita Sari Surbakti, Nindi Dwi Lestari, Rasmi Idola Sembiring, Riki Dhanar Viany, Roka Amrini, Soraya Rika, Sri Reeki, Suci Rachman Dira, Syafrina Wahyu Syahputri dan Taufik Wirayudi. (dev)

1946

gnews.online | Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan,  Putri Mentari Sitanggang masuk Top 6 Besar Puteri Indonesia 2017 yang digelar di Jakarta Conven­tion Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (31/3) lalu.

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa ajang Puteri Indonesia 2017   ini adalah edisi yang sangat kompetitif. Meski bukan edisi yang terbaik secara kecantikan wajah, namun persaingan terlihat sangat merata.

Mahasiswi UNPRI Medan yang selalu bekerja keras ini, selain mendapat dukungan dari orang tuanya, juga mendapat dukungan serta doa dari pihak kampus.  sehingga tak heran perwakilan Sumatera Utara (Sumut) ini, masuk   dalam Top 6 Besar Putri Indonesia 2017.

Keberhasilan Putri Mentari  Sitanggang ini tidak terlepas juga dari bekal yang diperolehnya di UNPRI, yakni  pernah meraih Miss UNPRI 2014 dan  Puteri Sumut.

Atas prestasi Putri Mentari Sitanggang  itu, ternyata membuat motivasi uga bagi rekan-rekannya di kampus yang dikenal sebagai kampus multietnis.

Menyikapi keberhasilan Putri Mentari Sitanggang yang masuk Top 6 Besar Putri Indonesia 2017 ini,  membuat Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menjadi lebih mendukung mahasiswi-mahasiswinya untuk berprestasi dibidangnya masing-masing.

Tommy yang dikenal sosok yang sangat peduli pendidikan dan prestasi mahasiswa/inya itu,  memberi apresiasi terhadap mahasiswa/inya yang berprestasi dibidang apapun.

“Saya  sangat mendukung dan memberikan support bagi setiap mahasiswa atau mahasiswi yang berprestasi dalam segala bidang di kampus,”kata doktor muda ini meyakinkan.

Kepada Putri Mentari Sitanggang, Tommy berharap,  bisa secara maksimal mempromosikan kelebihan daerah asalnya dikancah nasional maupun internasional. Serta membawa nama baik kampus UNPRI kedepan.

Semoga juga, kata Tommy, Putri Mentari  bisa mewujudkan harapan  Menteri Pariwisata Arief Yahya. Karena, sebagai duta, memiliki  peran penting terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Bukan hanya sekedar memperkenalkan apa itu Indonesia, para Puteri Indonesia, juga diharapkan bisa mempromosikan apa saja yang terdapat di Indonesia, khususnya dari sektor pariwisata. (dev)

1069

gnews.online | Fakultas Kedoteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar  pengambilan sumpah dan pelantikan bagi  lulusan dokter baru di Ruang Serba Guna lantai 5 Rumah Sakit Royal Prima Jalan Ayahanda Medan.

Acara tersebut dihadiri Pendiri UNPRI  dr I Nyoman E Lister MKes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, para rohanian,  Rektor UNPRI Prof dr Djakobus Tarigan beserta Jajarannya, Dekan FK UNPRI dr H Yulitas Bachtiar SpA,  civitas akademika FK UNPRI, Direktur Rumah Sakit Royal Prima dr Ali Nafiah Nasution dan para undangan lainnya.

Dekan FK UNPRI dr H Yulitas Bachtiar SpA dalam sambutannya mengatakan,  bahwa Indeks Prestasi (IP) dokter baru FK UNPRI semuanya diatas 3.00, paling tinggi adalah 3,57.

Kepada dokter yang baru disumpah dan dilantik, dr Yulitas berharap  semoga dapat menerapkan Ilmu yang sudah didapat dalam melayani masyarakat  dilapangan nantinya.     “Jagalah  prestasi yang telah didapat ini  dengan sebaik-baiknya, untuk menjaga nama dari FK-UNPRI. Bersainglah secara baik dengan dokter dari Fakultas Kedokteran yang lain,”pinta dr Yulitas.

Dokter Yulitas menyebutkan, para dokter yang di sumpah ini adalah Alumni FK-UNPRI yang ke 69 s/d 100.  ” Kami dari FK-UNPRI, merasa bangga juga, karena inilah pelantikan dokter yang terbanyak semenjak FK-UNPRI menghasilkan dokter pada tahun 2013 yang lalu,”kata dr Yulitas.

Ditegaskan dr Yulitas lagi, para dokter muda yang baru disumpah dan dilantik ini akan  menempuh Jalan yang masih panjang. Masih ada   lagi setelah ini yaitu Program Internsip, selama lebih kurang satu tahun.

“Selama program ini , jagalah nama FK-UNPRI, baik mengenai keterampilan maupun sikap terhadap masyarakat. Setelah selesai menjalani program Internsip,  para dokter baru ini  semua bisa melanjutkan Pendidikan ke Spesialis, atau Dokter Layanan Primer, atau mau bekerja secara mandiri,”ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, dr Yulitas mengatakan, bahwa  FK-UNPRI sekarang telah terakreditasi “B “, baik akademik maupun profesi. “Jadi tidak ada halangan anda untuk melanjutkan Pendidikan Spesialis (S2) atau Program Pascasarjana,”katanya.

Sementara itu di tempat terpisah, Pendiri UNPRI dr I Nyoman E Lister MKes AIFM mengapresiasi keberhasilan atas capaian para lulusan angkatan ini,  dan berharap para dokter muda ini, dapat memberikan harapan baru terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Sumatera Utara.

Dr I Nyoman berharap, pengambilan sumpah dan pelantikan saat ini menjadi momentum strategis untuk menyiapkan ketersediaan tenaga dokter yang masih sangat dibutuhkan di Sumatera Utara.

Dr I Nyoman juga mengagumi kompetitif dan jerih juang para lulusan yang bersaing, dan mampu menunjukan keberhasilan mereka yang juga tak lepas dari dukungan dan doa para orangtua dan keluarga. (dev)