Thursday, May 24, 2018
Tags Posts tagged with "Handycraft"

Handycraft

100

gnews.online Kerajinan tangan melalui pemanfaatan sisa serabut kelapa dan ijuk, kini menjadi komoditi yang diperhitungkan, dipasar lokal maupun internasional.

Berbagai karya seni lukisan, pernak-pernik, miniatur khas daerah terlihat indah dan memiliki nilai seni yang tinggi.

Kabupaten Deli Serdang salah satu sentral penghasil sejumlah kerajinan tangan (Handy Craft), yang memiliki pangsa pasar terbaik dalam peningkatan ekonomi, budaya bahkan peningkatan pariwisata

“Kita tetap mendampingi para pengrajin yang ada 22 Kecamatan. Apalagi hasil kerajinan tangan menarik simpati para wisatawan lokal maupun mancanegara,” ungkap Kadis Pariwisata Kab. Deli Serdang Faisal Arif Nasution, ketika menerima kunjungan kerja Pengurus Besar Aliansi Media Cyber Indonesia ( PB AMCI), Kamis (27/7/2017) di gedung Tradisional Craf kawasan Kuala Namo.

Menurut Faisal hasil karya seni kerajinan tangan, memang banyak memberi perubahan dalam perkembangan daerah. Bahkan meningkatnya nilai Pariwisata, juga dipengaruhi kreatifitas para seniman Handy Craf.

Bahkan menurutnya banyak potensi di kalangan masyarakat Deli Serdang, yang mampu memberi nilai tambah dalam berbagai sektor, khususnya pariwisata.

“Kita memiliki tanggung jawab, dalam mendukung dan mengembangan produk dan hasil karya seni pengrajin. Pemasaran dan penguatan jaringan adalah kuncinya,” ungkap Faisal

Sementara itu kunjungan kerja perdana PB AMCI dinas Pariwisata Deli Serdang, dipimpin langsung Ketua Umum PB AMCI Devi Marlin. Menurutnya kreativitas dan hasil karya pengrajin, harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama sejumlah media dalam hal promosi.

“Untuk membantu peningkatan nilai jual dan promosi, pariwisata Kabupaten Deli Serdang, PB AMCI siap mendukung sejumlah program,” ungkap Devi Marlin didampingi Sekretaris Umum PB AMCI Dedy Armaya S.Sos, Dewan Pengawas Amrizal, SH, Kepala Divisi Diklat dan Litbang PB AMCI Mazuleri, SH. (Rel)

277

gnews.online | Sekelompok orang kreatif, yang memiliki minta sama untuk berkarya dan berwirausaha di bidang yang sama yakni kerajinan tangan atau handycraft, berkumpul dalam satu komunitas yakni Komunitas Crafter Medan.

Komunitas Crafter Medan (KCM) kini beranggotakan sekitar 50 orang, umumnya dari kalangan perempuan ibu rumah tangga, bukan hanya dari Kota Medan tapi juga wilayah-wilayah lain di sekitarnya.

“Ada yang datang dari Deliserdang, Binjai dan Langkat. Ya, macam-macam daerah, kadang yang jauh itu pun tidak bisa sering ketemu, tapi setidaknya di media sosial kami aktif berkomunikasi,” kata Ketua KCM Aisyah, ketika dijumpai di arena Ramadhan Fair, Taman Sri Deli Medan, Sabtu (10/6).

Karena hanya bertemu di media sosial, diakui Aisyah, dirinya tidak tahu persis berapa jumlah pasti komunitas ini. “Tapi setidaknya paling sedikit 50 orang yang aktif dan sering ketemu dalam event-event pameran, atau ngumpul rutin sebulan sekali,” ujarnya.
Kesempatan berkumpul rutin sebulan sekali itulah, yang mereka manfaatkan untuk saling berbagi informasi, ilmu, atau membicarakan program ke depan.

Komunitas ini anggotanya memiliki beragam keahlian membuat aneka handycraft, mulai dari pernak-pernik asesories, perlengkapan fashion, hingga hiasan rumah.

“Biasanya, satu orang yang punya kemampuan tertentu akan mau berbagi ilmu kepada rekan-rekan yang ingin belajar. Tidak ada perasaan takut tersaingi, yang jelas kami ingin sama-sama pintar dan juga sama-sama maju,” ujar Aisyah.

Selama beraktivitas itu pula, mereka mendapat banyak manfaat terutama bagi anggota yang berstatus ibu rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Hasil karya mereka, selama ini dijua secara online atau melalui berbagai event pameran atau bazaar.

Kesempatan pameran atau bazar yang diikuti tersebut, juga mereka dapatkan secara swadaya dan swadana. Dalam arti, mereka membayar ke panitia untuk mendapatkan stand. Atau mereka berinisiatif membuka bazar kecil-kecilan di taman-taman kota, seperti yang sering dilakukan di Taman Rusa USU.

“Selama ini kami memang belum mendapatkan binaan pemerintah atau instansi lain, sehingga belum pernah yang namanya mendapatkan fasilitas stand pameran dari instansi tertentu, apalagi bantuan-bantuan. Bahkan binaan dalam bentuk pelatihan belum pernah kami dapatkan,” aku Aisyah yang didampingi Deddy Afdillah, suaminya yang juga menjadi pembina KCM.

Baru belakangn ini, KCM masuk jadi bagian pembinaan pengurus Karang Taruna Kota Medan, melalui Karang Taruna-lah sebagian dari anggota KCM sudah merasakanpembinaan.

Seperti baru-baru ini, sejumlah anggota KCM mengikuti pelatihan keterampilan kewirausahaan pemuda yang diselenggarakan Karang Taruna bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan. Di situ, Aisyah sendiri diberi kepercayaan menjadi instruktur.

Juga, Karang Taruna memfasilitasi stand pameran di arena Ramadhan Fair. Ini melengkapi aktivitas mereka selama bulan Ramadhan, karena sejak awal Ramadhan lalu mereka juga membuka stand pada Ramadhan Expo yang digelar di D’Cruise, Jalan KL Yos Sudarso Medan.

“Ya, perlahan-lahan kami ingin mengangkat potensi anggota KCM ini. Kami lihat, sayang jika kreativitas mereka tidak difasilitasi dengan pembinaan intensif. Ke depan, sejumlah program sudah kami susun untuk pelaku-pelaku usaha bidang handycraft ini,” kata Eko Hendra, Ketua Bidang Usaha Ekonomi Kreatif dan Koperasi Karang Taruna Medan. (koh)