Wednesday, February 20, 2019
Tags Posts tagged with "Hidroponik"

Hidroponik

69

gnews.online | Dewan Pimpinan Daerah Nusantara Untuk Jokowi (N4J) DKI Jakarta Raya mengadakan pelatihan bercocok tanam secara hydroponic bagi Para Relawan di RUMAH KERJA RELAWAN DIREKTORAT RELAWAN TKN Jl. Veteran 1 No 23 Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Kemandirian masyarakat dalam mengelola kegiatan di tengah masyarakat akan sangat membantu pemerintah dalam upaya peningkatan ekonomi rumah tangga, khususnya di perkotaan seperti Jakarta.

Kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan lingkungan sekitar akan menambah income bagi keluarga, juga menjauhkan masyarakat dari informasi negatif yang bisa menyebar begitu cepat.

“Masyarakat yang cerdas tidak akan mudah terpengaruh informasi bohong, terlebih jika ada kegiatan yang positif. Selain memberi dampak secara ekonomi bagi keluarga, kemampuan bercocok tanam dengan hidroponik seperti diprogramkan N4J DKI Jakarta Raya ini, akan berkontribusi bagi lingkungan yang semakin bai,” ujar Ketua Umum N4J Dr RE Nainggolan MM usai menghadiri acara pelatihan yang juga dihadiri Direktur Relawan TKN Capres Nomor Urut 01, Jokowi-Amin, Maman Immanulhaq.

Dijelaskan Dr RE Nainggolan, bahwa apa yang dilakukan N4J di setiap provinsi maupun kabupaten dan Kota, adalah sebagai kontribusi bagi bangsa.

“Kita mendukung pemerintah untuk bisa hadir dan dirasakan warga. Kita turut ambil andil lewat kegiatan-kegiatan sosial, seperti di DPP juga kita lakukan kegiatan sosial terlebih memperhatikan para lansia,” katanya.

Apa yang dilakukan pemerintah saat ini, lanjut mantan sekdaprov Sumut ini, telah mengarah kepada perbaikan di berbagai sektor. Indonesia kini masuk dalam daftar negara-negara yang diperhitungkan di mata dunia. Untuk itu, lanjutnya, kepemimpinan Jokowi pantas diberi kesempatan satu periode lagi untuk menuntaskan program pembangunan yang kini sedang berjalan.

Kemudian, Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin, Maman Immanulhaq mengapresiasi kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kita harapkan relawan yang telah terdaftar di TKN agar melakukan aktivitas yang dapat mendukung pemerintah saat ini, khususnya memberi dampak kepada masyarakat,” ujarnya saat membuka acara pelatihan tersebut.

Khususnya menuju Pilpres yang tinggal hanya 4 bulan ke depan, agar relawan melakukan kegiatan-kegiatan yang mendongkrak popularitas pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Amin.

Maman mengajak seluruh organ relawan meningkatkan soliditas dan menggalang masyarakat memenangkan Jokowi.

“Kita harus solid, kita sampaikan informasi yang benar di tengah masyarakat, jangan kita biarkan hoaks sampai kepada masyarakat dengan begitu bebasnya,” ujarnya.

Sementara itu, pelatihan yang dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai organ Relawan Jokowi – Amin ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan ataupun pengetahuan tentang Budidaya Tanaman Hydroponic yang nantinya bisa di terapkan di lingkungan masing-masing dan terutama kepada masyarakat pendukung JOKOWI-AMIN.

“Para relawan Jokowi-Amin harus dibekali dengan pengetahuan yang inovatif, maka itu kita berinisiatif melakukan kegiatan ini,” kata Sekretaris Umum N4J DKI Jakarta Raya Ir. Rusli Sudin yang juga pelaksana kegiatan tersebut. Rusli mengatakan, Ketua DPD DKI Jakarta Raya yang juga menjadi Ketua Harian DPP N4J, Andi CH Hassan berpesan agar kiranya kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta.

Selanjutnya dikatakan Rusli, bahwa Pelatihan Budidaya Tanaman Hydroponic dinilai tepat, karena metode bercocok tanam dengan metode tanpa media tanah ini merupakan metode yang cocok diterapkan oleh masyarakat yang hidup di kota Jakarta.

“Dengan luas pekarangan rumah yang sempit, memberikan nilai keindahan dan bisa langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Dan khusus bagi para Relawan JOKOWI-AMIN tanaman dengan sistem Hydroponic ini bisa lebih mendekatkan diri ke masyarakat karena terjalin komunikasi yang intensif selama masa penanaman maupun masa panen,” katanya. (dm)

300

gnews.online |  Perkembangan budidaya tanaman secara hidroponik di Kota Medan sudah sangat menggembirakan. Tapi, sosialisasi harus terus dilakukan karena secara nyata persentase masyarakat yang menjalankan usaha ini masih relatif kecil.

Karena itu, Syifa Hidroponik – salah satu pelaku usaha hidroponik di Kota Medan – dengan difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan gencar melakukan sosialisasi, kali ini dengan turun ke kelurahan-kelurahan.

Seperti yang dilakukan Senin hingga Selasa (14-15/8/2017) sosialisasi dilakukan di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, dilangsungkan di aula kantor lurah setempat.

Pada kesempatan tersebut, Suardi Raden, praktisi hidroponik dan pemilik Syifa Hidroponik yang menjadi narasumber menjelaskan mengenai potensi budidaya secara hidrioponik berupa sayuran, umbi-umbian dan buah-buahan, kepada kelompok masyarakat yang umumnya ibu rumah tangga.

“Kenapa ibu rumah tangga? Karena kami melihat kaum ibu ini yang punya kesempatan atau waktu luang untuk merawat tanaman. Hidroponik bisa dilakukan secara mudah, di lahan yang sangat kecil sekalipun. Makanya, ibu-ibu di sela kesibukan keseharian mengurus rumah tangga, bisa sambilan mengusahakan hidroponik,” kata Suardi.

Dia mengatakan, masyarakat tidak usah dulu berpikir untuk menjual hasil tanaman hidroponiknya. “Bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga saja sudah sangat bagus. Tapi kalau memang produksi berlebih, banyak pasar yang mau menampung,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Suardi pun memberikan teori budidaya secara hidroponik. Lalu praktek menyemai dan budidaya hidroponik dengan wick system atau sistem sumbu.

“Pada prinsipnya, hidroponik bisa dilakukan dengan mudah dan murah. Tak perlu membeli bahan-bahan yang mahal, dengan memanfaatkan ember bekas, atau botol-botol air mineral bekas juga bisa,” kata Suardi.

Usai belajar bertanam, peserta diajak untuk belajar mengolah hasil tanaman hidroponik. Rahmayetty, istri Suardi Raden, yang mengajari peserta memasak aneka makanan seperti nugget sayur, cendol bayam, otak-otak dan sebagainya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan Muslim Harahap saat membuka acara pelatihan itu mengharapkan masyarakat bisa memanfaatkan ilmu yang diberikan ini, dengan mempraktekkannya di rumah masing-masing.

“Prinsipnya, kalau kita ingin maju, harus rajin berusaha. Pak Suardi dengan Ibu Yetty sudah membuktikan bahwa mereka bisa berhasil dengan mengusahakan tanaman hidroponik ini di pekarangan rumahnya yang tidak luas. Masyarakat lainnya juga harus bisa, dan saya yakin bisa asal mau belajar dan berusaha,” kata Muslim.

Sementara itu, usai dua hari pelatihan di Kelurahan Terjun tersebut, pelatihan dilanjutkan di hari berikutnya di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Juga diprogramkan untuk ke kelurahan-kelurahan lain di kecamatan lain pula. (koh)

1177

gnews.online | Tehnik bercocok tanam secara hidroponik kini makin banyak digemari, terutama oleh masyarakat perkotaan. Makin terangkat lagi dengan adanya orang-orang yang intens menyosialisasikannya ke masyarakat, salah satunya asalah sosok Suardi Raden.

Suardi, atau Pak Raden – demikian dia sering dsapa oleh orang-orang terdekatnya – bersama sang istri Rahmayetty kini punya kesibukan baru di sela aktivitasnya sebagai supplier di sejumlah perusahaan, untuk menebarkan ‘virus’ hidroponik ke masyarakat di berbagai daerah Sumatera Utara.

“Sudah banyak daerah, umumnya diundang oleh instansi pemerintah setempat, untuk mengajarkan tehnik hidroponik. Belum lagi yang datang langsung ke rumah, hampir tiap hari ada saja,” kata Suardi mengawali pembicaraan, suatu hari di kediamannya yang sekaligus jadi farm, di Jalan Bromo Lorong Amal No. 11, Medan.

Suardi pun menceritakan, sekitar tahun 2013 dia masih lebih banyak berkutat dengan hobi lamanya, memelihara burung. Saat itu, dari burung jenis lovebird dan sebagainya, dia bisa mendapatkan pendapatan cukup lumayan.

“Tapi suatu ketika, saya melihat hidroponik mulai trend, walau sebenarnya bukan hal baru tapi saya pun mulai coba-coba mengikutinya. Semuanya mengalir begitu saja, saya belajar secara otodidak dengan searching dari Google,” paparnya.

Tapi lama-lama dia keterusan. Naluri bisnisnya sebagai supplier melihat ada celah yang bisa digarap, dari trend budidaya hidroponik tersebut. Dia pun mulai melayani penjualan aneka perlengkapan hidroponik, mulai dari NFT, media tanam, nutrisi dan sebagainya. Hingga akhirnya dia banyak melayani kegiatan pelatihan, utamanya sekarang untuk para penyuluh pertanian dan ibu-ibu PKK di kecamatan dan kelurahan bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Kota Medan.

Mereka yang ikut pelatihan itulah, yang kini sering datang ke rumahnya, selain untuk belajar ya ikut memanen tanaman. “Kadang tanaman belum besar pun sudah mereka angkut. Tapi ya biar saja, anggap sedekah, mudah-mudahan berkah,” kata Suardi, senyum, sambil menunjuk seperangkat NFT yang kosong karena habis dipanen tamu.

Dari didasari hobi, kini Suardi sudah merasakan manfaat ekonomi.  Lebih dari itu, dia merasakan kenyamanan dari kegiatan bertanam seperti ini. “Kegiatan bertanam seperti ini tantangannya banyak, jadi lebih asyik. Jiwa dan raga jadi sehat,” ucapnya.

Istrinya, Rahmayetty, menimpali, bagi ibu-ibu rumah tangga, kegiatan bertanam seperti ini juga sangat bermanfaat, baik untuk membantu perekonomian keluarga juga untuk menambah nutrisi sehat ke keluarga.
11988722_10204478338551108_6763313777065067187_n

“Dulu, misalnya, dalam satu hari saya menghabiskan Rp 100.000 untuk belanja kebutuhan dapur termasuk sayur-sayuran, sekarang uang segitu bisa untuk dua hari. Karena sayur-sayuran berikut cabai, bawang dan lainnya saya petik sendiri di rumah,” katanya.

Selain itu, dia bisa menyuguhkan makanan sehat bagi keluarga. “Anak-anak yang sebelumnya tak suka sayur, sekarang jadi suka. Karena sayuran hasil hidroponik lebih renyah dan gurih, beda dengan yang kita beli di pasar. Mungkin karena kandungan pestisidanya,” imbuhnya.

Apalagi, kini Rahma kreatif mengolah sayuran segar hasil tanaman hidroponiknya menjadi berbagai produk, seperti nugget sayur yang dipadukan dengan ayam, tahu, ikan, udang tau jamur, serta satu lagi yang tengah banyak digemari ; rendang kangkung crispy.

Produk-produk itu kini dikemas dengan merek Syifa Hidroponik, sama dengan nama farm mininya yang ada di pekarangan rumah.

“Saya ingin keluarga-keluarga di Kota Medan ini bisa mempraktekkan hidroponik di rumah masing-masing. Karena banyak manfaat ekonominya. Saya lebih membidik masyarakat menengah ke bawah, dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar kita. Tak perlu mahal membeli seperangkat NFT, karena kita juga bisa memanfaatkan botol-botol bekas sebagai wadah. Jadi konsep ramah lingkungannya juga dapat,” papar Rahma, yang beberapa kali diundang sebagai pembicara dalam program televisi untuk membahas soal hidroponik.

Nah, semoga ‘virus’ hidroponik yang ditebar Suardi dan istri ini juga menginfeksi Anda-anda semua. (koh)