Tuesday, October 16, 2018
Tags Posts tagged with "Imlek"

Imlek

72

MENYAMBUT Tahun Baru Imlek 2569, Wiraland Property Group berseama segenap karyawan yang bergabung di dalamnya mengadakan bakti sosial yang diadakan pada 14 Februari 2018. Bakti Sosial kali ini dibagikan ke daerah-daerah yang masih merupakan slum area (titik kumuh) di Kota Medan, seperti bantaran rel kereta api Jalan Asia, Jalan Perguruan, serta gang-gang kecil di seputaran Jalan Wahidin.

Direktur Sales & Marketing, Jenny Lok menyebutkan, kegiatan berbagi kasih ini merupakan agenda rutin tahunan Wiraland Property Group sebagai bentuk tindakan kepedulian kepada sesama saudara terutama masyarakat yang akan merayakan Tahun Baru Imlek. Sehingga apa yang disalurkan lewat Paket Sembako Imlek tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu yang merayakan Tahun Baru Imlek pada 16 Februari.

Adapun sehari sebelum Paket Sembako Imlek dibagikan, sebelumnya panitia CSR Wiraland Property Group telah melakukan survei lapangan dan pembagian kupon yang nantinya untuk ditukarkan pada pihak panitia di beberapa titik daerah kurang layak huni mulai dari area Jalan Perguruan, gang-gang kecil di Jalan Wahidin, serta bantaran kereta api Jalan Asia. Sementara itu titik kumpul pembagian sembako lewat penukaran kupon yang sebelumnya sudah dibagi, diadakan di Kuil Chikung yang beralamat Jalan Rahayu, Mandala.

Untuk Paket Sembako Imlek-nya, kali ini Wiraland menyiapkan beras, gula, roti kaleng, sirup, minyak, daging kaleng, serta beberapa bungkus mi telur dalam setiap paket. Dengan demikian, warga Tionghoa yang kurang mampu dan benar-benar membutuhkan dapat merayakan Hari Raya Imlek dengan lebih layak.

Tak hanya Paket Sembako Imlek, Wiraland juga memberikan pakaian layak pakai yang sudah disortir dan dikumpulkan bagi masyarakat penerima kupon Paket Sembako Imlek yang memang juga membutuhkan pakaian untuk diberikan pada keluarganya. Acara pembagian paket ini dimulai pukul 9 pagi sampai 12 siang. Meski di awal pembagian masyarakat yang datang harus mengantri, warga Tionghoa kurang mampu yang mendapatkan bingkisan tersebut menerima dengan gembira.

Tak kalah penting, beberapa karyawan yang ikut hadir dalam acara pembagian Paket Sembako Imlek juga ikut memberikan angpao kepada beberapa masyarakat yang hadir pada saat itu, sehingga kebahagiaan mereka semakin bertambah. Bagi sebagian besar karyawan Wiraland yang ikut serta saat itu juga berharap semoga apa yang mereka salurkan dan bagikan saat itu bermanfaat bagi warga yang merayakan Tahun Baru Imlek. Ke depannya, tentu kegiatan CSR ini akan terus dilanjutkan. Tidak hanya pada mengambil moment Imlek, Hari Raya Idul Fitri serta Natal juga akan senantiasa menjadi moment bagi Wiraland untuk berbagi kasih. (art)

172

gnews.online |  Menyambut Tahun Baru Imlek 2018 (tahun 2569), Yayasan Siu San Keng melakukan bakti sosial dengan membagikan sekitar 400 paket sembako kepada kaum tidak mampu.
Pembagian paket sembako dilangsungkan di Vihara Siu San Keng (Dewi Kwan Im), Jalan KL Yos Sudarso Km. 18 Medan Labuhan, Kota Medan, Jumat (9/2) oleh para pengurus yayasan.

Ketua Harian Yayasan Siu San Keng, Tjioe Jam Agus mengatakan, bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dalam menyambut Imlek.

“Selain ada juga bakti sosial yang setiap bulan kami lakukan di sini,” kata Agus  yang didampingi Pembina Sie Kok Yong, Wakil Ketua Ciu Tjing Hui, Bendahara Ang Seng Hok serta sejumlah pengurus lain.
Dikatakan Agus Besi – sapaan akrabnya, 400 paket sembako ini merupakan sumbangan pribadi semua pengurus. Dibagikan untuk masyarakat kurang mampu yang berasal dari sejumlah kawasan, seperti Pulo Brayan, Tanjung Mulia, Titipapan,  Kota Bangun dan tentu saja kawasan sekitar vihara.

“Mereka warga kurang mampu yang sebelumnya telah kami  data, berlatar belakang dari beragam etnis dan agama,” ujarnya.

Mereka berharap, apa yang diberikan ini bisa bermanfaat untuk keluarga penerima.

“Dan kegiatan seperti ini semoga bisa terus kami lakukan setiap tahun, dengan jumlah yang diberikan lebih banyak lagi,” imbuh Agus.

Sementara itu, dalam menyambut Imlek, selain bakti sosial pihak Vihara Siu San Keng juga menyelenggarakan sembahyang dari tanggal 15 Februari malam. Di mana tahun ini Imlek jatuh pada tanggal 16 Februari 2018.
Dan dalam rangka menyambut tahun yang baru ini, Agus dan rekan-rekan berharap tercipta suasana yang lebih damai di masyarakat, terutama kesejahteraan lebih meningkat.

“Walau ini tahun politik, perbedaan jangan sampai memecah belah kita semua. Kita tentunya berharap Indonesia ke depan jadi negara yang aman, damai, tenteram dan masyarakatnya sejahtera,” demikian Agus. (koh)

519

gnews.online | Setiap makanan yang disajikan pada acara makan bersama saat perayaan  Imlek memiliki makna dan filosofi masing-masing. Sehingga makanan atau kuliner yang disajikannya sangat khas dan tidak selalu tersedia pada hari-hari biasa.

Harapannya dengan acara makan bersama tsb dapat memberikan kebaikan dan kemakmuran bagi mereka yang menikmatinya.

Inilah berbagai kuliner yang biasanya  disajikan dalam perayaan Imlek. Jadi, silakan dicicipi.

Kue Keranjang Kukus
kue keranjang

Kue Kerangjang Imlek Salah satu makanan yang harus ada saat tahun baru Imlek adalah Kue Keranjang. Kue Keranjang ini disebut juga dengan Nian Gao. Bentuk aslinya mirip lontong dan tawar rasanya. Namun di Indonesia karena pengaruh lokal, berubah menjadi manis dan cokelat warnanya. Kue keranjang ini melambangkan kebersamaan dan kekompakan keluarga.

Nuo Mi Fan

Nuo Mie Fan ImlekNuo Mi Fan atau kue ketan ala Kanton, menyiratkan kebersamaan dan kekompakan dalam keluarga. Oleh karena itu, orang Tionghoa memakan beras ketan yang lengket

Kumquats
jeruk
Jeruk yang berukuran kecil dengan bentuk yang lonjong dan berwarna kuning sering dijadikan manisan saat Imlek. Kumquats juga menjadi lambang emas dan kemakmuran sehingga wajib ada. Makna kumquats adalah untuk mendatangkan keberuntungan.

Leci

Tak berbeda dengan buah kelengkeng, leci juga dapat disajikan dengan cara diolah menjadi manisan. Walaupun bentuknya yang hampir mirip, buah leci melambangkan ikatan keluarga yang kuat.

Manisan Melon

Manisan melon yang biasa disajikan dalam Imlek disebut juga dengan winter melon. Untuk menbuat manisan ini, melon dikupas kemudian dipotong panjang dengan ukuran masing-masing 5 cm. Kemudian melon dimasukkan ke dalam larutan gula dan sirup. Manisan melon ini melambangkan perkembangan, persatuan dan kesehatan keluarga yang baik

Kelengkeng

Kelengkeng dalam perayaam Imlek diyakini sebagai buah dewa yang menggambarkan doa dan harapan bagi anak-anak, cucu dan keturunannya agar selalu diberkati dan diberi limpahan rezeki. Selain disajikan sebagai buah, kelengkeng juga disajikan dalam bentuk manisan

Biji Teratai

Lian Zhi adalah sebuatan biji teratai dalam bahasa Tiongkok, bermakna kesuburan. Siapa saja yang mengonsumsi manisan ini diharapkan memiliki garis keturunan yang panjang. Untuk membuatnya, biji teratai ini dimasak dalam sirup manis kemudian dikeringkan.

Kelapa Kering

Kelapa kering disajikan dalam bentuk manisan. Daging kelapa diiris tipis memanjang kemudian ditimbang. Jumlah gula harus setengah dari berat kelapa. Kelapa dicampur gula dan pewarna makanan agar warnanya menarik. Kelapa kering memiliki simbol persahabatan dan persatuan.

Ca Rebung

Ca Rebung atau Bu Bu Gao Sheng juga merupakan salah satu makanan yang khas saat perayaan Imlek karena melambangkan hidup dengan semangat yang baru sesuai dengan filosofi tunas bambu yang semakin lama semakin tinggi dan besar. Bu Bu Gao Sheng berarti semakin lama semakin sukses dalam segala aspek kehidupan dan kesehatan.

Haisom

Haisom atau timun laut ini mempunyai makna sebuah harapan berlimpahnya rezeki yang banyak dan mendoakan keuletan.

Sup Hipio

Sup hipio yang orisinal menggunakan sirip ikan hiu. Jadi jika sup ini memakai bahan lain selain sirip hiu akan disebut sebagai Hipio palsu.

Bahan yang digunakan untuk pengganti sirip hiu adalah perut ikan atau gelembung renang ikan. Gelembung renang ikan ini memiliki arti ketahanan dan keuletan dalam hidup ketika menghadapi berbagai macam kesulitan, baik dalam kehidupan, bisnis, studi, cinta, dan lain-lain.

Bebek Panggang dan Pindang Bandeng
bandeng
Bebek panggang sendiri tidak memiliki makna tertentu. Tetapi makanan ini tetap dianggap spesial karena tidak disajikan setiap saat di meja makan. Orang Tionghoa hanya menyediakan bebek panggang di momen-momen spesial salah satunya saat tahun baru Imlek.

Sementara Pindang Bandeng atau Nian Nian You Yu ini hanya bisa ditemukan di Indonesia saja. Menu ini merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia. Di luar Indonesia, Anda tidak mungkin bisa menemukan menu ini karena ikan bandeng sendiri hanya ada di Indonesia. Menu ikan bandeng dibuat dengan cara ikan dikukus lalu diberi saus. (berbagai sumber/koh)

405

gnews.online | Menyambut Tahun Baru Cina atau Imlek bagi masyarakat Tionghoa berarti waktunya berkumpul dengan keluarga. Masyarakat Tionghoa yang tinggal di perantauan sebisa mungkin akan pulang kampung atau mudik demi dapat berkumpul dengan keluarga.

Public Relation and Advertising Ezytravel.co.id, Noor Aini Rachmawati seperti dilansir Republika mengatakan, perayaan Imlek yang akan jatuh pada tanggal 28 Januari 2017 biasanya akan berlanjut dengan Perayaan Cap Go Meh di sekitar dua minggu setelahnya. Pada saat itu beberapa kota di Indonesia yang banyak dihuni masyarakat Tionghoa menjadi destinasi favorit seperti Pontianak, Palembang dan Pangkal Pinang. Bisa dipastikan pemesanan tiket pesawat ke beberapa kota tersebut akan lebih ramai.

Untuk mendapatkan tiket pesawat yang murah menjelang Tahun Baru Cina atau Imlek ini, Ezytravel.co.id memberikan tiket murah melalui promo telolet. Telolet yang Ezytravel.co.id berikan ini berbeda dengan Demam Telolet yang baru-baru ini heboh di masyarakat. Bukan suara klakson bus atau pun bunyi-bunyi telolet lainnya.

Telolet yang satu ini memberikan kesempatan pada seluruh customer untuk mendapatkan tiket murah ke seluruh rute domestik di Indonesia, Promo Telolet (Promo TErbang LOw Cost Lewat EzyTravel).

Dalam promo ini, maskapai yang tersedia adalah Maskapai LCC (Low Cost Carrier) seperti Lion Air, Air Asia, Sriwijaya, Citilink dan sebagainya. Periode pemesanan dapat dilakukan mulai saat ini hingga 28 Februari 2017, namun tergantung juga dari ketersediaan kursi. Periode keberangkatan kapan saja, tidak terikat waktu.

Promo ini berlaku juga untuk destinasi lainnya dan harga tidak berlaku untuk high season. Harga yang tercantum di atas berlaku selama seat masih tersedia dan berlaku untuk semua metode pembayaran.   (ist/koh)

1621

gnews.online | Menyambut pergantian tahun Ayam Api, banyak orang yang berharap untuk bisa mendapat peruntungan lebih baik di tahun yang baru ini. Sama halnya dengan ramalan untuk jodoh dan karier, persoalan keuangan juga menjadi salah satu aspek yang sering menjadi perhatian.

Percaya atau tidak, ramalan shio di tahun Ayam Api mampu menunjukkan apakah keuangan Anda cukup baik atau justru sebaliknya. Bahkan, ada beberapa shio yang diprediksi mampu meraup keberuntungan berlimpah dalam hal keuangan.

Berikut ulasannya dilansir dari Astrologyclub.org :

kerbau

Kerbau

Pemilik shio kerbau diprediksi akan mendapat keberuntungan dari segi finansial di tahun ini. Tapi, hal ini jangan menjadikan Anda gegabah. Tetap berhati-hatilah dalam mengeluarkan uang dan sebisa mungkin menginvestasikan harta yang dimiliki.
naga

Naga

Tahun ayam api merupakan tahun yang baik bagi mereka pemilik shio naga. Di tahun ini, shio naga akan mendapat keberuntungan yang banyak. Tapi hal itu akan diikuti dengan biaya hidup dan alokasi dana tertentu yang akan memakan biaya cukup besar.
monyet

Monyet

Keuangan pemilik shio monyet diprediksi stabil di tahun ini. Anda pun bisa mendapat keuntungan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
kuda

Kuda

Ayam api merupakan salah satu tahun keberuntungan bagi pemilik shio kuda. Sepanjang tahun ini, Anda bisa mendapat kesempatan untuk mengumpulkan harta lebih banyak. Tapi hal ini bisa juga diikuti dengan pengeluaran dalam jumlah besar.
anjing

Anjing

Secara umum Anda akan banyak mendapat kesempatan baik untuk meningkatkan pendapatan pada tahun ini. Namun jika terlalu tamak, Anda mungkin akan mengalami nasib buruk. (liputan6/koh)