Wednesday, April 25, 2018
Tags Posts tagged with "Karang Taruna Medan"

Karang Taruna Medan

22

gnews.online | Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan kembali menggelar lomba dayung sampan tradisional Piala Walikota Medan, Sabtu tanggal 5 Mei 2018  di Danau Siombak, Kalurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.

Ini merupakan gelaran ke delapan, namun kali ini mengambil lokasi yang berbeda,  setelah sebelumnya tujuh kali berturut-turut even yang sama sukses diselenggarakan di Desa Nelayan Indah, Medan Labuhan.

Dan kali ini, Dispora bekerja sama dengan Karang Taruna Kota Medan untuk menyelenggarakan even tersebut.

Kadispora Medan Marah Husni Lubis didampingi Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Zulkarnaen kepada wartawan, Minggu (22/4/2018) mengatakan, lomba ini diadakan sebagai rangkaiian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-428 Kota Medan, dan terbuka untuk umum.

“Kegiatan ini sebagai sarana hiburan sekaligus pemassalan olahraga, khususnya olahraga dayung di kalangan masyarakat. Kita harapkan dari sini bermunculan juga bibit-bibit olahragawan dayung yang bisa dikembangkan di masa mendatang,” kata Marah Husni.

Dikatakan lagi, even memperebutkan Piala Bergilir Walikota Medan dan piala tetap ditambah hadiah uang jutaan rupiah serta hadiah-hadiah lucky draw.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Medan, M Akhiruddin Nasution didampingi  Ketua Panitia, M Ferdinand Sembiring mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan  gelaran acara ini.

“Dan untuk menyemarakkan acara, selain lomba dayung rencananya juga digelar hiburan rakyat berupa musik dan aneka permainan. Juga direncanakan lomba-lomba lain seperti lomba memasak, lomba nyanyi dan lomba selfie,” kata Akhiruddin.

Dijelaskan, syarat peserta lomba dayung adalah pria/wanita berusia 15 tahun ke atas, satu tim beranggotakan lima orang terdiri dari empat pedayung dan satu pengemudi.

“Pendaftaran gratis, tanpa dipungut biaya. Sampan dan dayung disiapkan panitia. Peserta hanya diwajibkan mengisi formulir pendaftaran, dengan mengikuti persyaratan yang telah ditentukan,” imbuh Ferdinand.

Pendaftaran sendiri ditutup sebelum technical meeting yang diadakan di Kantor Lurah Paya Pasir,  Kamis (3/5) pukul 14.00 WIB. Calon peserta bisa menghubungi panitia di nomor 081375219030, 082276473801, atau langsung ke sekretariat Karang Taruna Kota Medan di Jalan T Amir Hamzah, Sei Agul Medan.

“Panitia hanya melayani calon peserta yang memenuhi persyaratan. Peserta terbatas, karena itu masyarakat yang berminat diminta langsung mendaftar,” pungkas Ferdinand. (koh)

113

gnews.online – Pengurus Karang Taruna Kota Medan menerima buku karangan seorang penulis muda, Venny Ariska.  Penyerahan dua buku karangan Venny, masing-masing berjudul “Kerja Bukan untuk Uang” dan novel berjudul “Sensei” pada Minggu (3/9) di sela acara pelantikan pengurus Karang Taruna Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, di mana Venny juga ikut dilantik.

Ketua Karang Taruna Kota Medan M Akhiruddin Nasution yang menerima buku tersebut bersama Sekretaris Suhardi Arbie, Ketua Bidang Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Koperasi Eko Hendra, serta pengurus lain, mengaku tersanjung sekaligus bangga.

“Tersanjung karena ada anak muda, masih usia sekolah, sudah antusias untuk aktif ber-Karang Taruna, lalu mau membagikan karyanya kepada kami. Dan bangga, karena ada generasi baru Karang Taruna yang punya potensi serta prestasi, dan itu telah ditunjukkannya secara nyata hari ini kepada kami pengurus Kota Medan,” kata Akhiruddin kepada wartawan di sekretariat Karang Taruna Medan, Jalan T Amir Hamzah, Rabu (6/9).

Dia mengatakan, apa yang diperbuat Venny luar biasa. Di usianya sekarang sudah menulis buku yang memberi inspirasi bagi orang banyak.

“Kami di Karang Taruna punya tanggungjawab moral untuk mendukung serta memfasilitasi anak-anak muda seperti Venny untuk terus berkembang di bidang keahliannya. Mudah-mudahan muncul Venny-Venny lain buah pembinaan Karang Taruna Medan,” ucap Akhiruddin.

Buku “Kerja Bukan untuk Uang’ merupakan catatan ringan seorang anak muda yang mengulas sudut pandang dan cara berpikir mengenai apa itu bekerja.

“Buku ini sangat menarik, bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga Karang Taruna yang saat ini tengah giat membangun mindset berkarya dan berwirausaha,” imbuh Ketua Bidang UEP dan Koperasi Eko Hendra.

Venny sendiri sebelumnya mengatakan, buku “Kerja Bukan untuk Uang” merupakan karya terbarunya yang terbit di bulan Agustus 2017, setelah novel “Sensei” diterbitkan tahun sebelumnya. Tapi sebelum kedua buku ini, dia sudah menulis satu buku lain berjudul “ROM.TRI” yang diterbitkan saat dia masih duduk di bangku SMP.

“Saya terinspirasi menulis buku mengenai kiprah Karang Taruna, tentunya sesuai pemikiran saya sebagai anak muda. Mudah-mudahan itu bisa menjadi buku saya berikutnya,” ucap siswi kelas XII SMK Broadcasting Bina Creative yang juga peraih titel sutradara terbaik ajang Festival Film Anak Sumatera Utara 2016 ini.

Pada acara pelantikan kemarin, buku tersebut juga diserahkannya kepada anggota DPRD Kota Medan Mulia Asri Rambe dan Lurah Titipapan Anshari Hasibuan.

Pada kesempatan tersebut Mulia Asri Rambe turut memberi pujian kepada Venny.

“Orang-orang muda kreatif seperti inilah yang perlu diberi ruang luas untuk berkarya, memberi sesuatu hal positif bagi kemajuan daerah dan negara,” kata Bayek, sapaan akrab pria yang juga menjabat Sekretaris Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kota Medan. (koh)

718

gnews.online | Malang nian nasib yang dialami Robby Anggara. Pria berusia 28 tahun warga Jalan Platina IV, Gg Perjuangan, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, ini sudah dua tahun hanya bisa terbaring di tempat tidur. Tubuhnya kurus kering, dan tulang di beberapa bagian tubuhnya mengalami patah akibat kerapuhan. Saat ini Robby memerlukan pertolongan segera untuk menyembuhkan penyakitnya.

Baru diketahui, selama dua tahun itu pula, Robby seperti terabaikan, tak tersentuh pertolongan medis yang memadai. Hanya di awal penyakit itu mulai terasa, dia sempat dibawa keluarganya ke Rumahsakit Putri Hijau Medan, yang mendiagnosanya terkena kanker tulang.

Usai itu, ayah satu orang anak berusia balita, yakni Khaninda (2,5) dari istrinya Asmara Dewi (30) itu pun hanya mendapat perawatan alakadarnya, oleh keluarganya di rumah.

Adalah pengurus Karang Taruna Kota Medan yang menerima kabar tersebut dari tetangganya, kemudian memberi respon cepat dengan mendatangi kediaman Robby, Jumat (11/8/2017). Sejumlah pengurus yang ditugasi Ketua Karang Taruna Kota Medan, M Akhiruddin Nasution, berinisiatif menghubungi sejumlah pihak terkait yakni Lurah Titipapan dan Puskesmas Kecamatan Medan Deli.

Dari perbincangan dengan orangtua Robby, Adi Sulasmono (54) dan Muliati (49), dikatakan ikhwal penyakit anaknya itu pada Desember 2015. Robby yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga produksi di pabrik pakan ternak PT Feedmill Indonesia, menderita penyakit asam urat dan meminum obat dari apotik tanpa memeriksakan diri. Namun lambat laun penyakitnya semakin parah, persendiannya terasa sakit dan sempat mengalami patah tulang.

“Kami bawa ke rumahsakit, dokter menyebutkan anak saya menderita penyakit kanker tulang,” kata Adi, dengan nada sedih. Dikatakan, saat itu Robby mendapat perobatan dengan fasilitas BPJS Kesehatan dari perusahaannya.

Robby sempat dirawat selama sembilan hari, namun karena proses BPJS setelah 10 hari pasien dipulangkan dahulu, baru seminggu kemuian dibawa kembali lagi ke rumahsakit untuk diambil sampel sumsum tulang belakangmya. Namun karena pasien merasa takut, maka pihak keluarga memutuskan untuk berobat jalan dan merawatnya di rumah.

“Badannya sakit kalau digerakkan. Bergerak sedikit saja sakit, apalagi kalau harus diangkat ke sana ke mari,” demikian alasannya.

Begitupun, Adi tetap berharap ada relawan yang mau membantu keluarga mereka. Terlebih, dari segi ekonomi mereka sulit, Robby yang sebelumnya menjadi salah satu tumpuan keluarga tak lagi bisa bekerja.

“Sekarang sayalah yang menanggung kebutuhannya pengobatan dan biaya anaknya,” imbuh Adi.

Menindaklanjuti permasalahan ini, Lurah Titipapan Ashari Hasibuan dan pihak Puskesmas Medan Deli Idaya Gustini yang bersama pengurus Karang Taruna Medan mendatangi kediaman Robby, segera menghubungi pihak BPJS Kesehatan dan Rumahsakit Haji Adam Malik.

“Kami akan membawa Robby ke rumahsakit, jika mendapat persetujuan keluarga,” ujar Ashari.

Namun sejauh ini, dikabarkan, belum ada sikap pihak keluarga untuk mengizinkan Robby dibawa ke rumahsakit.

“Kami akan mengupayakan terus agar pihak keluarga mau menyerahkan anaknya dibawa ke rumahsakit. Mungkin saja keluarga merasa berat Robby dirawat di rumahsakit, mengingat biaya untuk menjaga, dan sebagainya,” kata Ketua Karang Taruna Kota Medan M Akhiruddin Nasution. (koh)

172

gnews.online | M Syafrinur terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, dalam Temu Karya Karang Taruna 2017, Selasa (1/8) di aula Kantor Lurah Terjun.

Temu Karya dipimpin Ketua Karang Taruna Kecamatan Medan Marelan Fachrur Razi SE. Syafrinur terpilih secara aklamasi setelah melalui proses pemilihan yang dibuka Ph Lurah Terjun Suhariadi SSos MSi.

Dalam sambutanya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Medan Marelan Fachrur Razi mengharapkan, ketua terpilih mampu mengaktifkan proses organisasi sosial itu guna membantu pemerintah dan menunjang peningkatan di segala sektor.

Dia juga mengharapkan, ke depan para pengurus Karang Taruna Keluraha n Terjun mampu menciptakaan usaha ekonomi kreatif guna meningkatkan taraf ekonomi dalam masyarakat.

“Sudah saatnya kita ikut serta meningkatkan dunia usaha dalam usaha ekonomi kreatif yang mampu menyokong penghasilan,” tegasnya, pada acara yang juga dihadiri Wakil Ketua Karang Taruna Kota Medan, Irfandi dan OK Hafifuddin, Wakil Bendahara, Astina, serta Ketua Bidang Usaha Ekonomi Produktif dan Koperasi, Eko Hendra.

Diharapkannya juga, pasca vakumnya kepengurusan Karang Taruna Keluraha n Terjun beberapa waktu lalu, dapat dipicu keberhasilannya melampaui ketertinggalan oleh pengurus saat ini.

“Memang sebelumnya vakum, namun pengurus saat ini mampu mengejar ketertinggalan dan diharapkan mampu melampaui pengurus kelurahan yang lain,” tegas Rozi.

Sementara Ph Lurah Terjun Suhariadi Si menegaskan, pihakny  akan menyokong pengurus Karang Taruna Kelurahan Terjun guna menciptakan kinerja yang baik dalam menjalankan bhakti sosial ke masyarakat.

Temu Karya juga dihadiri Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tertib Ali Syahbana, Sekretaris LPM Medan Marelan Zulkifli Sunara, Bendara LPM Terjun Abdul Aziz, Ketua Partai Berkarya Medan Marelan Azeman.

Sementara dalam arahannya, Wakil Ketua Karang Taruna Medan Irfandi menyampaikan pesan Ketua Karang Taruna Medan Akhiruddin Nasution, atas kerja keras yang mampu menjadikan diri berguna bagi nusa dan bangsa merupakan semangat yang  harus ditanamkan.

“Kerja keras dan mampu menjadi mitra pemerintah serta berguna bagi masyarakat dalam meningkat semua sektor merupakan misi yang selalu menjadi andalan dan tanggungjawab kader Karang Taruna,” tegasnya.

Sedangkan Syafrinur sebagai ketua terpilih berjanji merangkul dan memberdayakan semua potensi pemuda di daerah itu, untuk bersama membantu pemerintah dalam menjalankan tugasnya dan menjalankan bhakti sosial di tengah masyarakat.

“Saya berencana melaksanakan berbagai kegiatan yang berguna untuk masyarakat banyak dengan memberdayakan semua lapisan masyarakat guna kebersamaan,” ujarnya.

Pasca Temu Karya, pengurus melaporkan hasil kerja kepada Camat Medan Marelan T Chairuniza. (koh)

134

gnews.online | Sejumlah pengurus Karang Taruna Medan mendampingi Walikota Medan HT Dzulmi Eldin dan Kadis Sosial Endar Sutan Lubis, meninjau korban kebakaran di kawasan Medan Perjuangan, Selasa (25/7/2017).

Ketua Karang Taruna Medan M Akhiruddin Nasution didampingi sejumlah pengurus, M Adelin Siregar, Boy Kamaluddin, Eko Hendra dan Abdul Gafur Marbun.

Kedatangan walikota sekaligus untuk menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 62 kepala keluarga masyarakat lorong 8 dan 9 di Gg Lurah dan Gg Jamik Kelurahan Sei Kera Hilir 2 Kecamatan Medan Perjuangan, jadi korban kebakaran yang terjadi Kamis (20/7) malam pukul 21.50 WIB.

Karang Taruna Medan sendiri telah menggalang bantuan dari pengurus dan anggota, yang rencananya disalurkan Rabu besok. (koh)

150

gnews.online | Pengurus Karang Taruna Medan baru menyelesaikan studi banding ke Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pekan lalu. Dari studi banding tersebut, banyak pelajaran yang bisa dipetik dan menjadi motivasi bagi mereka untuk menjalankan program-program yang lebih baik ke depan.

Ketua Karang Taruna Medan M Akhiruddin Nasution, di Medan, Minggu (23/7) mengatakan, mereka banyak belajar dari pengurus Karang Taruna Lombok Utara dan jajarannya, bagaimana mereka mengelola program dan melakukan kerjasama-kerjasama dengan stakeholder.

“Salah satu objek yang kami tinjau adalah lahan budidaya semangka yang dikelola pengurus Karang Taruna Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Mereka di sana bisa mengelola lahan tersebut sehingga menjadi contoh bagi  masyarakat dan akhirnya bisa meningkatkan ekonomi warga,” kata Akhiruddin.

Pengurus Karang Taruna Semangat Muda di desa tersebut, berhasil mengubah pola tanam tradisional yang selama ini dilakukan denan penghasilan hanya sekitar Rp 2,5 juta, menjadi pola tanam intensif yang penghasilannya bisa mencapai Rp 6,5 juta sekali panen.

“Selain budidaya, Karang Taruna di sana juga mengelola kegiatan bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, antara lain program bedah rumah bekerjasama dengan lembaga yang memanfaatkan dana CSR (corporate social responsibility),” papar Akhiruddin.

Dikatakan, dalam kunjungan ke Lombok Utara mulai tanggal 17 hingga 20 Juli 2017, pengurus Karang Taruna Medan disambut antara lain oleh Sekretaris Daerah H Suardi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hudari, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna yang juga anggota DPRD Lombok Utara Arthadi dan Ketua Karang Taruna Lombk Utara Sinarto.

“Ini kegiatan yang sangat berarti bagi kami. Diharap nantinya apa yang dilihat dan dipelajari dari studi banding tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi kami untuk bisa memanfaatkan potensi sumber daya dan sumber dana yang ada di sini untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujar Akhiruddin.

Sementara Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Medan Irvan Siregar yang mendampingi pengurus Karang Taruna melakukan studi banding tersebut,  mengatakan pihaknya mendukung program-program yang dijalankan Karang Taruna, terlebih yang sesuai visi misi instansi mereka.

“Studi banding ini menjadi program yang cukup strategis, melihat banyak hal yang bisa dipelajari dari daerah yang dikunjungi tersebut,” kata Irvan.

Dia berharap, apa yang sudah dipelajari tersebut bisa segera dituangkan dalam suatu program, sehingga kegiatan yang sudah dilaksanakan tersebut tidak sia-sia.

“Tentunya dengan melihat dan mencermati potensi yang ada di daerah kita. Saya yakin pengurus Karang Taruna Medan juga bisa berbuat yang lebih baik, asal mau serius dan bekerja keras,” demikian Irvan. (koh)

194

gnews.online | Pengurus Karang Taruna Kota Medan melakukan studi komparatif ke Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pengurus berangkat Senin (17/7), dan rencananya berada di Lombok selama empat hari.

Ketua Karang Taruna Medan M Akhiruddin Nasution, sebelum berangkat melalui Bandara Kuala Namu mengatakan, pengurus yang berangkat berjumlah lima orang didampingi sejumlah staf Dinas Sosial Kota Medan.

Akhiruddin menyebutkan, selain dirinya, pengurus lain yang ikut dalam kegiatan studi tersebut adalah Wakil Ketua Fahrur Razi, Wakil Bendahara Yudha P Setiawan, Sekretaris Suhardi Arbie, serta Ketua Bidang Usaha Ekonomi Produktif dan Koperasi Eko Hendra.

“Studi komparatif ini untuk melihat sejumlah keberhasilan dari program yang dijalankan pengurus Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara. Nantinya program mereka yang telah berhasil tersebut, akan kami pelajari dan diupayakan untuk diterapkan di sini,” kata Akhiruddin.

Salah satu objek yang akan mereka tinjau adalah lahan agrowisata yang dikelola pengurus Karang Taruna daerah tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mempercayakan pengurus Karang Taruna di sana untuk mengelola lahan agrowisata seluas 15 hektare. Kami ingin melihat itu, karena kami juga punya rencana mengelola areal pertanian dan perikanan, yang lahannya dipinjamkan pihak swasta dengan luas sekitar dua hektare,” ujarnya.

Selain objek tadi, tentu akan ada lagi objek lainnya yang akan mereka tinjau kemudian dipelajari cara pengelolaannya. Seperti usaha-usaha ekonomi kreatif yang dibina oleh pengurus Karang Taruna setempat.

“Di periode ini, kami ingin menggalakkan kegiatan usaha oleh warga-warga binaan Karang Taruna. Tantu untuk itu, kami harus banyak melihat dan belajar keberhasilan yang telah dilakukan pihak lain,” kata Agil, sapaan akrab Akhiruddin.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis berharap apa yang dilihat dan dipelajari nanti bisa benar-benar diterapkan, demi menggalakkan program pembinaan yang dilakukan Karang Taruna Medan.

“Pengurus Karang Taruna Medan yang sekarang harus lebih aktif dan giat lagi menjalankan program-programnya, terutama program pembinaan usaha ekonomi. Jadi tidak terkesan hanya kegiatan seremonial namun hasilnya tidak nyata,” katanya.

Teks foto :

STUDI KOMPARATIF

Rombongan Karang Taruna Kota Medan diabadikan sebelum berangkat melakukan studi komparatif ke Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, melalui Bandara Kuala Namu, Senin (17/7).

120

gnews.online | Karang Taruna Medan menjalin  kerjasama  (MOU)  dengan  Bank Rakyat Indonesia (BRI)  Cabang Medan Iskandar Muda Medan.

Penandatanganan MOU itu  ditandatangani  oleh Ketua Karang Taruna Medan  M Akhiruddin Nasution    dan  Kepala Cabang  BRI Iskandar Muda Medan ,  I Nyoman Gede Artha, baru baru ini.

Pelaksanaan kerjasama iini  ungkap Ketua Karang Taruna Medan, Akhiruddin Nasution  didampingi Sekretarisnya, Suhardi Arbie di Sekretariatnya  kemarin menyebutkan,  sangat mendapat respon dari  seluruuh anggota Karang Taruna Medan dimana sampai saat ini  sudah terdaptar sebagai penabung  dan memiliki  kartu anggota  sekaligus bisa memiliki kartu   ATM  di BRI. serta  diberi kemudahan dalam transaksi  pembayaran berbagai bentuk jasa.

Dikatakan Akhiruddin Nasution, seluruh kader Karang Taruna Medan,  bersama  kader lainnya di se Kecamatan dan  se kelurahan di  Medan, secara bertahap diharapkan bisa  menjadi nasabah dari BRI  dan khusus untuk  yang memiliki saldo Rp.500.000,-  mendapat fasilitas  asuransi kecelakaan.

“Budaya menabung bagi   semua annggota Karang Taruna ditargetkan  bisa mencapai 1.000 orang dalam  waktu secepatnya,” ungkap  Akhiruddin Nasutioin yang pada kesempatan  itu  tampak hadir  Wakil Ketua  Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Medan, Aliansyah S.SHU ( Acai Jaya)  yang senada   juga berharap,  pelaku UMKM binaan  Karang Taruna Medan bisa  lebih dipermudah  mendapatkan pinjaman  Kredit Usaha Rakyat  atau (KUR)  untuk  pengembangan usahanyan nanti,” ujarnya. (koh)

105

gnews.online | Pengurus Karang Taruna (KT) Kota Medan mengapresiasi Pengurus Besar Aliansi Media Cyber Indonesia (PB AMCI), dimana seorang Pembina-nya bakal maju sebagai kandidat bakal calon di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018.

“Kita apresiasi tekad dan keseriusan Yusniarti Piliang akrab disapa Yose Piliang dengan slogan “Mamak Sumut” yang nota bene Pembina AMCI, yang bakal maju pada Pilkada Serentak 2018 mendatang,” kata Ketua Karang Taruna Kota Medan, Akhiruddin Nasution, dihadapan pengurus PB AMCI yang menghadiri Halal Bihalal Karang Taruna Medan, Kamis (6/7/2017), dikediamannya Jalan Karya Setia, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

Dikatakan Ragil – panggilan akrab Akhiruddin Nasution, pengurus Karang Taruna sangat kagum dan bangga dengan keberadaan PB AMCI, yang berpusat di Kota Medan, Sumatera Utara. Apalagi, seorang Pembina PB AMCI bakal maju pada Pilgubsu 2018. “Ini harus diberi apresiasi,” ujarnya.

Ragil menilai, sosok Yose Piliang adalah bagian dari rekan-rekan wartawan atau jurnalis, dengan munculnya sosok kandidat bakal calon Gubernur Sumut 2018 dari komunitas wartawan, akan memberi warna baru dalam catur perpolitikan di Sumatera Utara.

“Wah, ini pasti seru dan punya karakteristik yang berbeda. Apalagi, saya dengar maju dari jalur independen, semoga ini bisa tercapai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB AMCI Devi Marlin, SH diwakili Sekretaris Dedy Armaya S.Sos didampingi Husni Lubis dan Dyanputra, mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Ketua Karang Taruna Medan.

“Kita berharap, komunikasi kedua organisasi dapat terus saling bersinergi,” ujarnya.

Sekarang ini, kata Dedy, PB AMCI terus berupaya membangun hubungan komunikasi dan kerjasama dengan semua pihak, dimulai pemerintah, organisasi masyarakat maupun swasta. (koh)

213

gnews.online | Pengusaha toko pernak pernik lebaran Acai Jaya,  Aliansyah S SHU, memberikan santunan kepada anak yatim piatu, Selasa (20/6) di tokonya  Jalan Brigjen Katamso Medan.

Aliansyah mengatakan, pemberian santunan dirangkai dengan acara berbuka puasa bersama serta ceramah agama oleh Ustadz Eko Arisandi, dilaksanakannya sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

“Ini juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Menjelang Lebaran Idul Fitri ini, kami ingin berbagi kepada anak-anak yatim agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan,” ucap Acai, sapan akrab Aliansyah.

Kegiatan ini dilakukannya bekerjasama dengan pengurus Karang Taruna Kota Medan dan Karang Taruna Kecamatan Medan Maimun. Acai yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kota Medan, sebelum acara berbuka puasa bersama dan penyerahan santunan itu juga membagikan makanan untuk berbuka puasa (takjil) kepada masyarakat yang melintas di depan tokonya.

“Kegiatan sosial ini sumbangsih teman-teman di Karang Taruna, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kepada umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa,” ucapnya.

Wakil Ketua I Karang Taruna Medan OK Hafifuddin yang bersama pengurus lain turut membagikan takjil, menjelaskan kegiatan seperti ini sebelumnya  disalaksanakan setiap hari sejak tanggal 2 Ramadhan di depan sekretariat  Karang Taruna Medan di Jalan T Amir Hamzah.

“Kali ini kami berpindah ke depan toko Acai Jaya, yang pemiliknya juga bagian keluarga besar kami,” ujarnya.

Kembali dikatakan Acai, dia menanggapi positif pembagian takjil yang dilakukan Karang Taruna Medan ini, apalagi dilakukan setiap hari dengan sumbangsih pengurus dan sejumlah donatur.

“Saya rasa itu luar biasa. Kami berharap, kegiatan sosial seperti ini terus dilakukan Karang Taruna Medan sehingga keberadaannya terus bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.  (koh)