Thursday, August 22, 2019
Tags Posts tagged with "Kembali"

Kembali

254

Jakarta – gnews.online |

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali membuahkan prestasi gemilang di kancah internasional atas Laporan Tahunan (Annual Report)2017. Kompetisi Laporan Tahunan yang digelar oleh League of American Communication Professional (LACP) menilai PGN kali ini layak menduduki peringkat ketiga dalam kategori 2017 Vision Award.

Sekretaris Perusahaan PT PGN Rachmat Hutama, menyambut baik penghargaan ini. Menurut Rachmat, pencapaian ini merupakan suatu kebanggaan bagi perusahaan di level internasional dan mengharumkan nama Indonesia.

“Pencapaian ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami karena dalam beberapa tahun terakhir Annual Report PGN berhasil menduduki peringkat tiga besar,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, Selasa (17/07/2018).

Dalam penilaian kali ini, Annual Report PGN Tahun 2017 yang mengangkat tema “The Big Picture” mendapat total perolehan nilai 99 dari 100. Sejumlah kriteria yang digunakan, antara lain _first impression_ (30 dari 30), _report cover_ (10 dari 10), _letter to stakeholders_ (10 dari 10), _report narrative_ (10 dari 10), _report financials_ (10 dari 10), _creativity_ (10 dari 10), _message clarity_ (10 dari 10), dan _information accessibility_ (9 dari 10).

Penghargaan Vision Award ini terdiri dari dua kategori yakni utilitas gas dan kategori energi. Meski tahun ini berada di posisi ketiga, pada 2016 lalu annual report PGN berhasil masuk peringkat pertama mengalahkan perusahaan-perusahaan besar dunia.

Menurut Rachmat, pencapaian yang berhasil diperoleh ini menjadi sebuah bukti bahwa PGN telah melakukan komitmen _Good Corporate Governance_ (GCG). “Awards ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen pelaksanaan GCG PGN yang dilaksanakan secara akuntabel dan transparan,” kata Rachmat.

Penghargaan tersebut menunjukan hasil yang positif dari program komunikasi serta _Good Corporate Governance_ yang dilakukan perusahaan. Dengan penghargaan itu, PGN berkomitmen untuk terus bekerja optimal dan transparan. “Kami tidak akan berpuas diri, namun akan terus konsisten untuk tetap memberikan transparasi laporan keuangan sesuai dengan standar internasional,” katanya.

Dalam _Vision Awards Annual Report Competition_, ungkap Rachmat, lebih dari 5000 laporan tahunan telah diajukan oleh lebih 800 institusi/perusahaan dari 24 negara. Termasuk, 500 perusahaan besar dunia yang diranking oleh Majalah Fortune (Fortune 500 Global).

Perusahaan berskala internasional lainnya yang ikut dalam kompetisi tersebut seperti Exxon Mobile, Chevron, Coca-Cola, Disney, serta Ford Motors. Liga Profesional Komunikasi Amerika LLC alias LACP sendiri didirikan pada tahun 2001 untuk menciptakan forum dalam industri hubungan masyarakat yang memfasilitasi diskusi tentang praktik terbaik di kelasnya. (rel)

347

gnews.online |

Hari Jumat, 10 Februari 2017, pada pukul 04:50:52 WIB dan pukul 05:04:27 WIB, wilayah Sumatera Utara kembali diguncang dua kali gempabumi tektonik.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, S.Si, M.Si mengungkapkan, analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi pertama berkekuatan M=4,5 dengan episenter pada koordinat 3,32 LU dan 98,48 BT, tepatnya di darat pada jarak 27 km arah barat daya Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Gempabumi kedua dengan kekuatan M=4.3 dengan episenter pada koordinat 3,30 LU dan 98,48 BT, tepatnya di darat pada jarak 28 km arah barat daya Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kedua gempabumi ini memiliki kedalaman 10 km.

Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, kedua gempabumi ini dirasakan di Berastagi dengan intensitas gempabumi II SIG-BMKG (III-IV MMI), Sibolangit II SIG-BMKG (III-IV MMI), Tuntungan dan Medan I SIG-BMKG (II-III MMI), Binjai I SIG-BMKG (I-II MMI).

Namun sampai saat ini belum ada laporan kerusakan dari lapangan. Pada skala III-IV MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah oleh masyarakat, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Gempabumi dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

“Dari hasil observasi BBMKG Wilayah I Medan, kedua gempabumi ini berada pada zona sumber gempabumi M=5,6 yang terjadi pada tanggal 16 Januari 2017. Gempabumi yang terjadi tanggal 10 Februari 2017 ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempabumi dangkal dan mempunyai mekanisme sesar mendatar. Hal ini berarti gempabumi ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif lokal,” jelasnya.

Patut disyukuri bahwa kekuatan gempabumi ini tidak terlalu besar, sehingga diharapkan tidak sampai menimbulkan kerusakan.

“Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi dari BMKG. Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai barat Sumatera Utara dan sekitarnya dihimbau agar tidak terpancing isu mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” pungkasnya. (ayb)

283

Medan-GNews:Rumah warga Dusun XI Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan yang beberapa waktu lalu ludes terbakar kini mulai dibangun kembali.

Bangunan rumah warga yang saat terbakar berbahan kayu, sekarang dibangun dengan permanen. Hal tersebut dilakukan karena adanya perhatian dari Pemkab Deliserdang serta bantuan masyarakat atas penderitaan mereka yang rumahnya ludes terbakar.

Kepala Desa Sampali Drs Zainuddin MSi kepada GNews Selasa(17/5), mengatakan, pemerintah kabupaten Deliserdang memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Sampali sebesar Rp85 juta dan bantuan masyarakat Desa Sampali sendiri sebesar Rp100 juta lebih.

“Bantuan tersebut diberikan kepada korban kebakaran warga Dusun XI yang rumahnya terbakar agar mereka bisa kembali bertempat tinggal di rumah masing-masing. Apalagi saat sekarang banyak dari mereka tinggal di rumah warga dan sanak family yang berdekatan dengan mereka dan tentunya kondisi ini tidak akan menyenangkan,” kata Zainuddin kepada gnews.online dikantornya.

Zai juga menuturkan, pekerjaan pembangunan rumah warga yang terbakar perlu segera dikerjakan, sebab beberapa waktu lagi umat Islam akan menjalani ibadah puasa Ramadhan.

“Tentunya tidak nyaman menjalankan ibadah bila menumpang di rumah warga lain dan kita berharap dari 19 rumah yang terbakar 17 rumah sebelum Ramadhan sudah bisa ditempati. 17 Rumah tersebut rumah yang dihuni, sedangkan 2 lagi adalah gudang dan rumah kosong jadi yang prioritas adalah rumah warga berpenghuni,” jelasnya. (Mab)

254

Medan – GNews : Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kanwil DJP Sumut II bekerjasama dengan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM serta Polri telah melakukan penyanderaan (gijzeling) terhadap RAP wajib pajak yang sempat menunggak pajak, pada Senin 25/4) di Medan.

Namun, penunggak pajak yang sempat dititipkan di Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan, telah dibebaskan kembali setelah melakukan pembayaran tunggakan pajak Rp680 juta, kepada Dirjen Pajak.

Direktur Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Mekar Satria Utama, Kamis (28/4), mengatakan, penunggak pajak yang disandera tersebut merupakan pemegang saham (Persero) CV RK yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sibolga.

“RAP ini adalah pengusaha yang bergerak di bidang pengembang perumahan (developer) dan memiliki tunggakan pajak sebesar Rp680 juta,” kata Mekar, dalam konfrensi pers di Kanwil DPJ Sumut II, Jalan Diponegoro, Kamis (28/4).

Mekar menjelaskan, setelah disandera penyidik, selama kurang dari 24 jam, RAP pun telah melunasi seluruh utang pajak dan biaya penagihan pajak. Sehingga RAP telah dibebaskan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Mekar, pada prinsipnya, penagihan pajak dilakukan dengan memperhatikan itikad baik Wajib Pajak dalam melunasi utangnya. Jika penunggak pajak kooperatif melunasi utangnya, maka tindakan penagihan pajak secara aktif dengan penyanderaan dapat dihindari oleh Wajib Pajak.

“Komunikasi dengan KPP untuk menyelesaikan utang pajaknya merupakan langkah awal Wajib Pajak untuk bersikap kooperatif,” katanya.

Dijelaskan Mekar, pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Untuk itu, Ditjen Pajak mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian bergotong royong dalam mendanai pembangunan nasional. Jadi, masyarakat harus membayar dan melaporkan pajaknya secara jujur dan benar.

Ditjen Pajak dengan dukungan penuh instansi penegak hukum lain akan menindak tegas segala bentuk penghindaran pajak yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Apabila Wajib Pajak menemui kesulitan atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai tata cara dan peraturan perpajakan, bisa datang langsung ke KKP atau hubungi Kring Pajak di 1500 200,” tandasnya. G12

514

MEDAN-GNews: Kondisi krisis ekonomi di Indonesia saat ini menjadikan pasar properti relatif lesu. Namun itu diyakini tidak akan berlangsung lama, karena tahun depan diperkirakan bisnis bidang properti tersebut akan bangkit kembali.

“Tahun ini bisnis bidang properti memang relatif lesu, tapi siap-siap untuk take off karena tahun depan diyakini akan naik kembali,” kata Direktur Jadeland Property Jonson Lim di Medan, Senin (18/4).

Dia meyakini kondisi tahun depan akan lebih baik, melihat sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah hampir selesai, seperti proyek jalan tol Medan – Binjai dan Medan – Tebingtinggi.

“Presiden kita, Joko Widodo, sangat fokus pada pembangunan bidang infrastruktur. Di Sumatera Utara, selain kedua proyek jalan tol tersebut, juga mencuat rencana pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Ini akan turut mempengaruhi pasar properti,” kata Jonson yang merupakan motivator bisnis properti termuda di Indonesia.

Menurutnya, kawasan-kawasan yang akan berkembang pesat pasar propertinya adalah yang berada di dekat dengan proyek pembangunan infrastruktur tersebut. Dia mencontohkan proyek properti yang pemasarannya ditanganinya, yakni Harmoni Commercial Estate, di kawasan Jalan Medan-Binjai Km 13,8, yang notebene dekat dengan proyek jalan tol Medan – Binjai tersebut.

“Exclusive ware house dan superblock industrial di areal seluas delapan hektare tersebut sudah diburu para pebisnis. Kini tinggal sekitar 10 sampai 15 persen lagi. Ini membuktikan visi pebisnis sekarang sudah melihat ke arah perkembangan di kawasan sekitar jalan tol tersebut. Demikian juga pastinya dengan kawasan berkembang lain,” papar Jonson yang akan menjadi pembicara pada event Property Outlook 2016 tanggal 20 April 2016 di Medan.

Jonson kembali mengulas soal kondisi bisnis properti saat ini, dia pun memberi ilustrasi. “Katakanlah sebelumnya ada sekitar 20 developer, saat ini sebagian besar terimbas krisis tersebut, mungkin yang tersisa tinggal lima. Lainnya, ada yang undur diri, ada yang wait and see,” ujarnya.

Bagi yang bertahan, selain melihat masih ada sedikit celah untuk dilalui, juga karena mereka mampu berkarya dengan inovasi-inovasi produk dan pemasaran. “Ibarat memancing, sekarang harus ganti joran dan ganti umpan. Kalau dulu ikannya banyak, sekarang tinggal sedikit. Tapi kan pemancingnya juga tinggal sedikit, jadi masih sesuai jumlah ikan yang didapat,” paparnya.

Makanya, secara pribadi dia masih menganggap bisnis properti masih layak untuk ditekuni. “Yang penting kita tahu cara menghadapi kondisi, dan tentunya tahu cara menjual,” pungkasnya. G01