Tuesday, September 17, 2019
Tags Posts tagged with "Listrik"

Listrik

328

Medan – gnews.online |

Dalam rangka meningkatkan pariwisata dan perekonomian Sumatera Utara, PLN Wilayah Sumatera Utara mengajak para investor, khususnya Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka dengan menjadi pelanggan prioritas PLN dengan Layanan Premium.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto mengatakan, PLN menawarkan program pelanggan prioritas dengan layanan premium. Layanan premium memastikan bahwa pelanggan akan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tentu tanpa padam. Adapun layanan premium terdiri dari layanan bronze, silver, gold dan paling tinggi adalah platinum.

“Pertambahan pelanggan dari segmen hotel dan restoran sangat diharapkan untuk memacu pertumbuhan sektor riil ekonomi Sumut, di samping untuk menyerap kelebihan daya listrik yang ada di Sumut saat ini,” kata Feby Joko Priharto di hadapan pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, dalam acara bertajuk Investor Gathering PLN dan PHRI di Balai Agung Astakona Kantor PLN Wilayah Sumut, Selasa (25/9/2018).

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, sebut Feby, saat ini cadangan daya yang tersedia di Sumut sudah mencapai 10% hingga 15%, dan secara nasional sudah 30%.

Bahkan menurut Senior Manager PLN Wilayah Sumut Rino Gumpar Hutasoit, saat ini surplus daya yang tersedia di Sumut mencapai hingga sekitar 637 Mega Watt (MW). Sementara beban puncak saat ini hanya 1.740 MW.

Lebih lanjut Feby mengatakan, PLN Sumut siap melayani kebutuhan listrik yang dibutuhkan hotel dan restoran. “Selama ini kalau mungkin kehadiran PLN dalam arti seutuhnya belum dirasakan, namun saat ini PLN benar-benar hadir untuk kemajuan kita bersama,” kata Feby.

Tidak hanya kesiapan dari sisi ketersediaan, PLN Sumut ujar Feby, juga siap untuk memberikan layanan prioritas untuk penyambungan baru, penambahan daya, termasuk mengatasi masalah yang terjadi, seperti kekurangan daya, gangguan listrik, komplain dan persoalan sertifikat laik operasi (SLO) serta masalah teknis lainnya.

Di samping itu, lanjut Feby, PLN Wilayah Sumut juga terus concern meningkatkan kualitas. “Artinya kita menyiapkan infrastuktur listriknya, memelihara jaringannya, dan mendistribusikannya bahkan hingga ke desa-desa,” kata Feby.

Saat ini, pusat perbelanjaan Centre Point di Jalan Jawa Medan, adalah salah satu pelanggan pelaku usaha retail di Medan memanfaatkan layanan premium. Kemudian untuk pelanggan di bidang usaha tambang, adalah Tambang Emas Martabe di Tapsel.

Sementara itu, Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana menyambut baik inisiatif PLN mengundang pelaku usaha perhotelan dan restoran Sumut. “Dan saya dengar dan saya lihat juga ya, layanan PLN saat ini sudah berubah, lebih baik,” katanya.

Karenanya, Denny Wardhana mengajak pelaku usaha hotel dan restoran di Sumut memanfaatkan tawaran kemitraan dengan PLN Wilayah Sumut. “Dan kalau ada kendala, kita dari PHRI siap ikut mengatasinya,” tegas Denny.

Pada kesempatan itu, Denny Wardhana yang juga General Manager Hotel Garuda Plaza Medan itu, menandatangani nota kesepakatan layanan premium silver dengan Manager PLN Area Medan, Lelan Hasibuan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Arief Trinugroho menyambut baik ketersediaan daya listrik dalam kondisi cukup di Sumut.

“Ketersediaan listrik menjadi poin penting dalam rangka mempromosikan potensi investasi Sumut bagi investor. Artinya ketersediaan listrik merupakan langkah maju untuk menggenjot iklim investasi di Sumut,” kata Arief. (art)

 

141

GUNUNG SITOLI – gnews.oline |

Untuk mencapai Nias Terang 2019, PLN menunjukkan komitmen yang kuat dengan melakukan berbagai hal. Salah satunya meningkatkan nilai investasi listrik desa di kepulauan Nias hingga Rp354 miliar.

GM PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto menyatakan, pada tahun 2017, anggaran investasi listrik desa ke Nias berjumlah Rp50 miliar dari total anggaran listrik desa di Sumut yang bernilai Rp278 miliar.

“Tahun 2017 PLN menyalurkan investasi 20 persen untuk listrik desa di Nias. Pada 2018 kita tingkatkan lagi, alokasi investasi jadi Rp90 miliar dari 180 miliar anggaran listrik desa se-Sumatera Utara. Artinya 50 persen ke Nias. Nah, pada 2019, dari Rp400 miliar kita anggarkan sekitar 90 persen ke Nias. Yakni Rp354 miliar,” katanya Selasa (18/9).

Feby menyebutkan, Pulau Nias termasuk pulau yang memiliki alam yang luar biasa. Salah satu pulau yang lengkap infrastruktur kelistrikan ada di Nias.

“Hal ini akan menjawab kebutuhan. Apalagi pada 2019 nanti, kita harapkan Rp354 miliar di tahun 2019, adalah upaya kita mewujudkan Nias Terang. Tentu PLN tidak bisa berjalan sendiri, untuk mewujudkan ini kami butuh para bupati, dan semua warga di Nias, yang pada akhirnya kita ingin listrik bisa hadir di semua rumah di Nias,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, perwujudan Nias Terang tidak bisa dipungkiri kembali pada kemampuan masyarakat dalam membayar listrik. “Dan ini juga sudah ada kemudahan, ada subsidi dari pemerintah. Nah, ini juga PLN perlu data dari pemerintah daerah, pada siapa yang layak diberikan subsidi tersebut,” pungkasnya. (rel)

371

Lubukpakam-gnews.online|

Setelah beberapa kali shopping bersama pelanggan di Medan, kali ini PLN Wilayah Sumatera Utara bersama PLN Area Lubukpakam Shopping (Diskusi Hangat Potensi Pelanggan Premium dan Kondisi Jaringan) dengan pelanggan terpilih di Lubukpakam, yaitu PT Prima Baja Bahana Raya dan PT Siantar Top, Tbk, Kamis (25/1/2018).

Asisten Manager Pelayanan dan Administrasi Ari Irawan, menjelaskan tentang layanan premium yang dimiliki oleh PLN kepada PT Prima Baja Bahana Raya. Hal ini guna mendukung pelanggan dalam mengoptimalkan kegiatan bisnis pelanggan.

General Manager PT Prima Baja Bahana Raya, Gandi Sent menyampaikan, perusahannya kini juga sedang dalam proses tambah daya. Saat ini perusahaan yang bergerak di pengolahan besi ini menggunakan daya 1110 kVA. Ia juga memberikan tanggapan positif atas pemaparan yang disampaikan terkait dengan layanan premium.

“Kegiatan bisnis perusahaan kami memang sangat membutuhkan kondisi kelistrikan yang handal, layanan premium tampaknya pilihan yang tepat,” ujarnya.

PT Siantar TOP, Tbk menjadi pelanggan kedua yang dikunjungi di Lubukpakam. Perusahaan ini merupakan pelanggan bertegangan menengah dengan daya 1385 kVA.

Manager PLN Area Lubuk Pakam, Nimrod Gordon Sitorus membuka diskusi dengan menanyakan kondisi kelistrikan pelanggan dan menjelaskan tentang jenis layanan premium yang tepat untuk pelanggan dengan kegiatan bisnis seperti PT Siantar TOP, Tbk.

Dengan pasokan daya yang dimiliki saat ini, PLN berkomitmen penuh untuk mendukung tersedianya energi listrik bagi para investor yang telah dan akan melebarkan bisnisnya khususnya ke Sumatera Utara. Hal ini juga sejalan dengan perwujudan motto perusahaan yakni Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. (art)

320

gnews.online |

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meninjau dimulainya uji coba operasional Kapal Pembangkit Listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) di pusat pembangkit listrik PLN Sicanang, Belawan, Minggu (4/6) sore.

Erry menyampaikan bahwa pembangunan menuju Sumut Paten merupakan satu hal yang optimis. “Secara bertahap, Sumatera Utara terus berbenah dan semakin maju. Dengan kehadiran Kapal Pembangkit Listrik MVPP dari Turki ini kita optimis masalah listrik di Sumut selama 30 tahun ini bisa teratasi,” ujar Gubernur usai meninjau kapal pembangkit listrik berkapasitas 240 MW tersebut.

Erry menyebutkan, bahwa saat ini, pembangkit listrik di sejumlah lokasi seperti di Sarulla, Pangkalan Susu serta pembangkit mini juga sedang dalam tahap pembangunan sebelum beroperasi. Diharapkannya dalam waktu tiga tahun mendatang, pasokan listrik dari pembangkit yang ada nantinya, akan cukup mejamin kebutuhan listrik bagi Sumatera Utara.

“Insya Allah tidak ada lagi pemadaman (krisis listrik), dengan adanya cadangan dari Kapal MVPP 240 Megawatt yang bisa diambil extention hingga 480 MW. Jadi secara teknis listrik kita cukup,” sebut Erry.

Erry juga berharap pada peresmian penggunaan Kapal MVPP nantinya dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo dalam beberapa waktu mendatang. Termasuk meresmikan penggunaan jalan tol yang pada momentum arus mudik nantinya akan bisa dilewati sebagai proses uji coba sebelum digunakan resmi dan berbayar.

Sementara, Direktur PLN Regional Sumatera Amir Rosidin dalam sambutan singkatnya mengapresiasi sekaligus berterimakasih atas perhatian yang besar dari Gubernur Tengku Erry Nuradi terhadap kondisi kelistrikan di Sumut. Pihaknya berharap dengan kemajuan yang ada sekarang ini, akan mampu menyelesaikan persoalan byarpet yang selama ini menjadi masalah di masyarakat.

Sementara anggota DPD RI Parlindungan Purba yang juga hadir pada acara tersebut, mengaku optimis dengan upaya pemerintah pusat dan provinsi dalam menyelesaikan persoalan pasokan listrik yang ada. Dirinya berharap ke depan, dengan adanya pembangunan pembangkit listrik oleh PLN dan pihak swasta, cadangan yang dimiliki menacapai 50 persen.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Hidayati, Dinas Perikanan dan Kelautan Zonny Waldi, Dinas Perhubungan Anthony Siahaan, Dinas Koperasi dan UMKM M Zein Siregar, Dinas Pendidikan Arsyad Lusbis, Badan Pengembangan SDM Bonar Sirait, Inspektur OK Hendry, Bappeda Imran Oemar, Dinas PMPPTSP Bondaharo Siregar, Biro Umum dan Perlengkapan, Biro Humas dan Protokoler Ilyas Sitorus, pihak pengelola Kapal Pembangkit MVPP dari Turki serta para alim ulama.(art)

355

gnews.online|

Listrik Sumatera bagian utara (Sumbagut) segera mendapat tambahan pasokan dari kapal pembangkit asal Turki Onur Sultan Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang memiliki kemampuan daya maksimal 480 MW yang akan masuk ke sistem secara bertahap.

Untuk tahap awal, tambahan pasokan listrik dari kapal pembangkit dari Turki itu 240 MW. Dengan demikian, diharapkan wilayah Sumbagut, khususnya Sumut tidak terjadi lagi pemadaman.

Penambahan pasokan listrik dari kapal pembangkit itu akan diresmikan direksti PT PLN dan dihadiri Gubsu HT Erry Nuradi dan Walikota Medan Dzulmi Eldin.

GM PT PLN Pembangkitan Sumbagut (Kitsbu), Sugianto, mengatakan, pada 3 Juni 2017 pihaknya sudah melakukan uji mesin MVPP Onur Sultan. “Tapi masih diinternal kapal saja. Sudah dua mesin diuji dan berhasil,” kata Sugianto, Sabtu (3/6).

Dia menyebutkan, target MVPP Onur Sultan bisa masuk dalam sistem pembangkit, antara Senin (5/6) atau Selasa (6/6) dan bisa beroperasi penuh pada 8 atau 9 Juni. “Kita harapkan tanggal 9 paling lambat sudah bisa full capacity,” terangnya.

Dia mengatakan, dengan masuknya tambahan daya 240 MW dari MVPP, nantinya juga dapat mendongkrak daya mampu sistem Sumbagut 2.287 MW, dengan perkiraan beban puncak tertinggi yang mencapai 2.075 MW.

Wilayah Sumbagut ini juga mencakup Aceh dan Sumut, listriknya sudah menjadi satu kesatuan.  Jadi berdasarkan hitungan, cadangan listrik yang dimiliki PLN saat ini hanya 6 persen.

Dengan banyak gangguan dan defisit, kondisi cadangan listrik di Sumbagut tidak ideal, idealnya sekitar 30 persen.

Jika dihitung, ungkapnya, cadangan listrik yang datang ini masih sekitar 12,5 persen. “Saat beroperasi nanti, jadi sekitar 18 persen cadangan listrik PLN,” katanya.

Dalam kesempatan itu, juga disampaikannya, pemerintah dan PLN selaku operator saat ini sedang serius mengatasi defisit listrik di Sumut.  Apalagi, tahun 2017 ini menjadi tahun titik balik dan pada tahun 2018 merupakan tahun surplus listrik di Sumut.

Dia menjelaskan, tahun ini PLTU Pangkalan Susu baru dengan daya 2 kali 200 MW akan selesai dibangun dan juga PLTU Mabar 2 kali 150 MW juga mulai beroperasi, Sarulla tambahan 2 kali 100 MW  juga selesai. (art)

383

gnews.online |

Upaya PLN dalam mencapai surplus listrik di Sumatera Utara (Sumut) terus dilakukan dengan berbagai pendekatan dan metode. Salah satunya dilakukan dengan mendatangkan kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) dari Turki.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, MVPP yang diberangkatkan dari Istanbul, Minggu (23/4), membutuhkan waktu 21 hari untuk tiba di Medan, Sumut. Kehadiran MVPP akan menambah cadangan pasokan listrik Sumut. Dengan begitu, pelayanan listrik kepada masyarakat dapat meningkat.

“Kehadiran MVPP ini akan menambah suplai listrik sebesar 240 MW. Jumlah pasokan daya listrik pada sistem Sumatera Utara dipastikan aman,” ungkap Amir Rosidin, Kamis (27/4).

Saat ini, daya mampu rata-rata Sistem Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sebesar 2.100 MW dan beban puncak tertinggi pada bulan Mei mencapai 2.075 MW. Maka, dengan tambahan daya 240 MW dari MVPP tersebut, Sistem Sumbagut memiliki cadangan daya sekitar 265 MW.

Amir menambahkan, kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) merupakan solusi cepat dalam meningkatkan pasokan listrik, sehingga pasokan listrik pada saat lebaran akan aman.

Upaya lain yang dilakukan PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan Sumatera, lanjutnya, adalah dengan membangun PLTU Pangkalan Susu Unit 3 dan 4 berkapasitas masing-masing 220 MW. Dari sisi transmisi, PLN juga tengah membangun Tol Listrik Sumatera 275 kV yang akan menghubungkan jaringan listrik mulai dari Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Tengah sampai Sumatera Bagian Utara.

“Berbagai upaya ini diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan membangun Sumatera menjadi lebih terang benderang, serta meningkatkan rasio elektrifikasi Indonesia menjadi 97,2 persen pada tahun 2019,” pungkasnya. (art)

471

gnews.online | Pemerintah menerapkan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran bagi golongan pelanggan rumah tangga daya 900 VA mulai 1 Januari 2017 dan memastikan bahwa setiap rumah tangga miskin dan tidak mampu tetap menerima subsidi listrik.

Hal tersebut diungkapkan dalam sosialisasi pelaksanaan Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan), pemerintah daerah, dan PT PLN (Persero), di Hotel Emerald Garden Medan, Selasa (10/1).

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu menyebutkan, demi memenuhi keadilan akses listrik, pemerintah memastikan bahwa penerima subsidi listrik adalah mereka yang memang berhak, yaitu masyarakat miskin dan tidak mampu berdasarkan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang disahkan oleh Menteri Sosial.

“Kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No.30 tahun 2007 tentang Energi dan Undang Undang No.30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, bahwa dana subsidi yang disediakan pemerintah hanya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tidak mampu,” ujarnya.

Disebutkan, berdasarkan hasil Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI tanggal 22 September 2016, telah disepakati penerapannya, bahwa subsidi listrik tidak diberikan bagi rumah tangga daya 900 VA yang ekonominya mampu.

Sementara itu, Kepala Divisi Niaga PLN (Persero) Benny Marbun menyebutkan, pada tahun 2016, pelanggan rumah tangga yang menerima subsidi berjumlah sekitar 46 juta pelanggan, seluruhnya merupakan golongan rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA. Namun mulai tahun 2017, dilakukan pembenahan subsidi listrik. Dengan diterapkannya kebijakan subsidi listrik tepat sasaran, maka tidak lagi seluruhnya memperoleh subsidi.

“Kementerian Sosial dan dikelola oleh TNP2K, hanya ada 4,1 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu dengan daya 900 VA yang layak mendapatkan subsidi. Terhadap 4,1 juta rumah tangga inilah subsidi listrik diberikan melalui tarif bersubsidi,” jelasnya.

Sedangkan bagi rumah tangga daya 900 VA mampu lainnya, yaitu rumah tangga daya 900 VA yang tidak tercakup dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin tersebut, tidak lagi diberikan tarif bersubsidi. Rumah tangga mampu daya 900 VA ini berjumlah sekitar 19 juta pelanggan.

“Sebagai konsekuensi tidak lagi diberikan subsidi, maka golongan tarif 900 VA Rumah Tangga Mampu, tarifnya akan dinormalkan, tidak lagi bersubsidi. Penyesuaiannya akan diberlakukan bertahap setiap dua bulan mulai 1 Januari 2017. Sedangkan rumah tangga 450 VA seluruhnya masih diberikan tarif bersubsidi. Selain itu, UMKM, bisnis kecil, industri kecil, peruntukan sosial, pemerintahan tetap diberikan subsidi,” jelasnya.

Selanjutnya, Spesialis Senior Komunikasi dan Pelaksanaan Program Sekretariat TNP2K, Rajeshanagara Sutedja menyebutkan, untuk mengantisipasi terjadinya keluhan dari masyarakat, pemerintah telah merancang Mekanisme Pengaduan Penerapan Subsidi Listrik Tepat Sasaran sesuai dengan Permen ESDM No.29 tahun 2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik untuk rumah tangga.

Prosedurnya, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan terkait penerapan subsidi listrik tepat sasaran melalui kantor desa dan kelurahan untuk kemudian diteruskan ke kantor kecamatan atau kantor kabupaten.

“Selanjutnya kecamatan atau kabupaten, pengaduan tersebut diteruskan ke Posko Pusat. Posko Pusat yang beranggotakan perwakilan dari Kementerian ESDM, Kemendagri, Kementerian Sosial, TNP2K dan PT PLN (Persero) akan melakukan verifikasi dan penanganan terhadap pengaduan tersebut,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Sub Dir ESDM Dirjen Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Rendy Jaya Laksamana mengimbau kepada pemerintah daerah untuk turut melaksanakan program pemerintah tersebut yang telah dicanangkan Presiden dalam Nawacitanya.

“Kementerian Dalam Negeri telah menyampaikan Surat Edaran kepada pemerintah daerah. Untuk itu, Pemda harus berperan aktif menjalankan program pemerintah tersebut,” tegasnya. (ayb)

265

gnews.online |

Duta Besar Iran, Valioallah Muhammadi mengatakan, Indonesia dan Iran memiliki peluang besar untuk bekerjasama di sektor energi desa. Dalam hal ini, Iran telah menerapkan energi geomethal (panas bumi) untuk memenuhi kebutuhan listrik hingga 25 megawatt (MW).

Muhammadi pun berkeinginan menawarkan kerja sama energi geothermal untuk diterapkan di pedesaan. “Energi geomethal sangat cocok jika diterapkan di pedesaan. Masih banyak peluang kita (Indonesia dan Iran) untuk meningkatkan kerja sama,” kata dia, melalui keterangan tertulisnya, Senin, 6 Juni 2016.

Dalam kunjungannya, Muhammadi sekaligus ingin mengundang Menteri Desa dan PDTT, Marwan Jafar untuk menghadiri komite bersama (joint committee) yang akan digelar Iran di Jakarta dalam waktu dekat.

Forum ini adalah pertemuan para pejabat tinggi dari berbagai negara yang membahas pembangunan desa.

“Di Iran memang tidak ada kementerian yang khusus menangani desa seperti di Indonesia. Tapi saya harap (Kemendes PDTT) bisa bergabung dalam forum yang akan kami adakan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Marwan mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengembangkan energi alternatif melalui pemanfaatan micro hydro, wind power, geothermal dan bio energy.

Indonesia, lanjut Marwan, memiliki program desa energi yang bertujuan untuk memberikan pelayanan akses listrik terhadap masyarakat perdesaan di Indonesia secara menyeluruh.

“Selain itu, untuk memenuhi infrastruktur di perdesaan kami juga memiliki program dana desa. Program ini bertujuan untuk membangun infrastruktur dasar di desa seperti jalan dan irigasi,” ungkap Marwan.

Ia pun berharap hubungan kerja sama antara Indonesia dan Iran dapat berjalan dengan baik. Kerja sama tersebut yang telah terjalin yang didominasi sektor energi, serta pemanfaatan dan pengembangan sumber-sumber energi alternatif. (vvc/ayb)

337

MEDAN- GNews : Petugas instalasi listrik bernama, Sahrial (33) warga Jalan Nuri, Pasar 7, Medan Tembung, ini ketiban sial. Dua tahun menggeluti bisnis haram sebagai pengedar ganja kering, Rabu (20/4) malam, ia ditangkap personil Sat Sabhara Polresta Medan saat bertransaksi.

Selain Sahrial, polisi juga menangkap tiga orang langganannya yang kerap belanja ke Sahrial. Ketiganya, Herianto (38), warga Jalan Nuri I, Mandala, Abdilah Hakim (38) warga Jalan Nuri V, Mandala, dan Hendrik Leorensus (43) warga Jalan Elang IV, Mandala, Medan.

“Pelaku kita tangkap saat mengambil 125 amplop ganja kering yang rencananya akan ia edarkan di kawasan Jalan Nuri. Dari sana, kita langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga orang lainnya,” kata Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol Siswandi, Kamis (21/4).

Siswandi menjelaskan, Sahrial ditangkap saat petugas melakukan razia premanisme di kawasan Jalan Nuri. Petugas yang curiga, kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan plastik putih berisikan ganja kering siap edar.

Selain 125 amplop ganja, polisi juga menyita barang bukti lain seperti uang hasil penjualan ganja sebesar Rp272 ribu, 1 unit handpone, dan 1 buah dompet berwarna hitam.

“Keempat pelaku masih dalam pemeriksaan selanjutnya kasus narkoba ini nantinya kita serahkan ke Sat Narkoba Polresta Medan,” terang Siswandi. G12