Friday, April 20, 2018
Tags Posts tagged with "mahasiswa"

mahasiswa

24

Medan – gnews.online |

Sebagai upaya edukasi kepada para mahasiswa dan mahasiswi di Sumatera Utara tentang Energi, PT Pertamina (Persero) MOR I Sumbagut menyelenggarakan kegiatan bertema “Kobarkan Kebaikan : Energi Untuk Hidup Berkualitas” yang dikemas dalam acara Kenali Energi Negeri, di Four Points, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (18/4/2018).

Dalam kegiatan ini, Pertamina mengajak peserta yang merupakan aktivis organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berasal dari berbagai universitas di Sumatera Utara seperti Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Dharmawangsa, Universitas Islam Negeri Sumatera Itara ( UINSU), Universitas Panca Budi, Universitas Medan Area, Triguna Dharma, Universitas Potensi Utama dan lain-lain sekitar 15 Universitas yang hadir.

General Manager MOR I, Joko Pitoyo mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa tentang seluk beluk energi di Indonesia. Bagaimanapun, sejak 2003, Indonesia sudah menjadi net importer karena minyak yang kita produksikan sudah berada di bawah tingkat konsumsi.

“Tugas kita, terutama Pertamina sebagai BUMN, sangat menantang dalam upaya menjaga ketahanan energi di seluruh Nusantara. Diperlukan BUMN yang kuat dari hulu ke hilir untuk dapat menjaga kedaulatan dan ketahanan energi nasional,” ujar Joko.

Joko juga menungkapkan, Pertamina juga mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian atas keberlangsungan energi di Indonesia ke depan. Harus ditanamkan dalam benak kita sedari awal, karena migas adalah energi fosil, maka kita harus melihatnya sebagai warisan yang harus terus dijaga keberadaannya untuk anak cucu kita kelak.

“Untuk itu, dalam acara ini Pertamina MOR I sengaja mengundang pakar energi, Marwan Batubara untuk memberikan insight kepada para mahasiswa dan mahasiswi.
Diharapkan insight dari pakar energi nasional kita, dapat menumbuhkan kepedulian mahasiswa dan mahasiswi sehingga bisa memberikan ide-ide kreatif dan solutif terhadap keberlangsungan energi di Indonesia,” ungkapnya.

Pengamat migas sekaligus Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menyampaikan bahwa banyak negara di dunia saat ini perlahan mengalihkan energi fossil ke energi terbarukan.

“Hal ini harus dicermati oleh generasi muda karena energi terbarukan seperti cahaya matahari, panas bumi, air, angin dan lainnya akan menjadi trend energi di masa depan,” ujar Marwan.

Dia menambahkan, dengan diselenggarakan acara seperti ini, diharapkan mahasiswa/i teredukasi dengan baik dan secara proaktif turut serta mengembangkan dan menjaga keberlangsungan energi di Indonesia. (art)

58

MEDAN – gnews.online |

Sumber Daya Manusia (SDM) Sumatera Utara (Sumut) yang unggul merupakan salah satu kunci utama yang menentukan keberhasilan program pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi saat menghadiri upacara wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma Angkatan XVIII Tahun 2018, di Ballroom Grand Aston Hotel Medan, Kamis (29/3/2018).

Erry juga menyampaikan bahwa SDM, khususnya yang mengusai Ilmu Manajemen seperti wisudawan dan wisudawati STIM Sukma, sangat dibutuhkan di era banjir informasi dan data seperti saat ini.

“Derasnya arus informasi saat ini harus kita imbangi dengan kemampuan untuk mengelola, mengorganisir, dan menganalisis (3 M). Sehingga, informasi dan data yang ada bisa kita manfaatkan untuk membuat keputusan terbaik dan mencapai tujuan-tujuan kita,” cetus Erry.

Erry juga menambahkan, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, dimana jumlah usia kerja produktifnya akan lebih besar dibandingkan usia kerja nonproduktif. “Bayangkan jika usia kerja produktif kita yang banyak ini memiliki kualitas yang unggul, ini bisa menjadi kekutaan besar bagi kita,” katanya.

Untuk itu, Erry berpesan kepada wisudawan dan wisudawati untuk tidak berhenti menuntut ilmu meskipun telah lulus. Para wisudawan harus mampu untuk terus mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dan serba cepat. Para wisudawan juga diminta untuk siap berkontribusi dan membagikan terobosan-terobosan yang bisa membantu pempercepat pembangunan di Sumut.

Kepada STIM Sukma, Erry berharap agar manajemen kepengurusan maupun infrastrukturnya terus ditingkatkan. Sehingga aktivitas dan proses pendidikan dalam rangka mencetak SDM Sumut yang unggul terus terlaksana.

Sepakat dengan Gubsu Erry, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto mengimbau para wisudawan untuk menguasai keahlian-keahlian tertentu, agar dapat mengikuti era yang serba cepat saat ini. “Dulu kita harus kuasai Calistu, baca-tulis-hitung. Sekarang, harus kuasai literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia,” kata Dian.

Literasi data maksudnya kemampuan memperoleh, menganalisis, dan menggunakan data. “Siapapun saat ini yang menguasai literasi data dipastikan akan sukses. Begitu pula dengan literasi teknologi, siapapun yang bisa memiliki, menggunakan, dan menciptakan teknologi juga akan bisa bertahan di era globalisasi saat ini,” jelasnya.

Sedangkan yang terakhir, literasi manusia artinya orang-orang yang memiliki karakter atau kemampuan-kemampuan personal yang unggul. Seperti disiplin tinggi, kejujuran, dan komunikasi yang cakap.

Sementara itu, Ketua STIM Sukma Wardayani SE MSi melaporkan bahwa wisudawan Angkatan XVIII tahun 2018 STIM Sukma berjumlah 134 orang dari Program Studi Manajemen, Konsentrasi Manajemen Pemasaran, Manajemen Pariwisata, Manajemen Keuangan, Manajemen Informatika dan Program Studi Manajemen Perusahaan.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua APTISI Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung, Pembina STIM Sukma, Ketua Yayasan Pendidikan Sukma Medan, dan investor STIM Sukma. Sedangkan Gubsu didampingi Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu Ilyas Sitorus.(art)

502

gnews.online|

Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan membentuk karakter mahasiswa baru melalui inagurasi. Sebab dalam inagurasi ditanamkan nilai-nilai dasar Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya, nilai-nilai budaya dan etika.

“Dengan kegiatan ini, seluruh mahasiswa baru Unpab memahami budaya-budaya yang ada di Unpab, seperti budaya bersih, hemat energi, budaya berkata sopan, dan memberikan senyum kepada semua orang,” kata Rektor I Unpab Ir Bhakti Alamsyah MT, PhD pada pembukaan inagurasi mahasiswa baru kelas karyawan Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) Unpab, di Gedung Mahtab, Kampus Tamadun, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (16/11).

Hadir dalam acara itu, Dekan FEB Drs Anwar Sanusi MSi, Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan Saimara Sebayang SE, MSi, Kepala Humas Unpab Abdi Setiawan SE, MM, para dosen dan mahasiswa senior Unpab.

Menurut Bhakti, inagurasi memang semacam Ospek, tapi tidak ada budaya kekerasan. Karena selain dilarang pemerintah, budaya kekerasan juga tidak baik bagi pembentukan karakter. “Unpab merancang inagurasi menjadi satu model untuk membentuk karakter mahasiswa yang lebih berkarakter dan tangguh,” kata mantan Dekan Fakultas Teknik Unpab ini.

Ditegaskannya, Unpab sangat konsern dengan penanaman nilai-nilai budaya dan moral. Karenanya, semua mahasiswa baru harus lolos tes urine. “Tes urine dilakukan kepada semua mahasiswa baru Unpab. Dan saat mau sidang meja hijau nantinya, mahasiswa juga akan dilakukan tes urine,” tandasnya.

Terkait dengan tes urine dan sosialisasi bahaya narkoba kepada peserta inagurasi, katanya, Unpab bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dan Aliansi Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Sumut yang diketuai Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE, MM. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan Saimara Sebayang SE, MSi mengatakan, inagurasi dimaksudkan untuk mengenalkan visi misi prodi, fungsi dosen/pembimbing akademik, budaya universitas, tentang kampus tamadun mandiri, dan sosialisasi narkoba.

Inagurasi kali ini, katanya, dikhususkan bagi 50 mahasiswa baru kelas karyawan Prodi Ekonomi Pembangunan. Sebelumnya, 80 mahasiswa baru kelas reguler Prodi Ekonomi Pembangunan telah mengikuti inugarasi selama dua hari (3-4 November) di desa binaan Unpab, yakni di Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.

“Selain diberikan pemahaman budaya akademik di Unpab, mahasiswa baru Ekonomi Pembangunan Unpab juga melakukan studi lapangan dan pengabdian pada masyarakat di Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Mereka belajar tentang kondisi desa setempat sekaligus belajar tentang metode penelitian,” kata Saimara.(dev)

301

MEDAN-GNews |

Sebanyak 420 Mahasiswa lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK-UISU) mengikuti yudisium S.Ked Periode III tahun 2016 di kampus Jalan Karya Bakti Medan Johor, kemarin.

Peserta yudisium dikukuhkan Dekan Fk-UISU dr. Abd Harris Pane, Sp,OG didampingi PD I dr.Tri Makmur, Sp.S, PD II dr. Indra Janis, MKT, PD III dr.Alamsyah Lukito, M.Kes, sekretaris profesi dokter dr. Dewi Pangestuti, M.Biomed, ka.prodi S.Ked dr. Syahlis Irwandi, M.Kes, sekretaris prodi S.Ked dr.Hj.Mayang Sari ayu, M.Biomed dan H. Mustamam,S.Ag, MA.

Dekan Fk-UISU dr. Abd Harris Pane, Sp.OG, Jumat(27/5) mengatakan, dengan dikukuhkanya para mahasiswa/I FK-UISU ini, maka mereka resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran, dan semoga para lulusan S.ked ini bisa menjalankan proses pembelajaran atau Coas yang lebih baik di rumah sakit pendidikan yang bekerja sama dengan FK-UISU Medan.

PD I FK-UISU juga mengatakan, selamat kepada para mahasiswa/I yang telah di yudisum pada saat ini serta mengapresiasi mereka karena telah mencapai IP rata-rata di atas 3,2 dan pada saat pendidikan nantinya di Rumah Sakit diharapakan kepada mahasiswa untuk belajar dan praktek langsung menangani para pasien yang benar dan baik agar dapat mengikuti UKMPPD selanjutnya dengan lancar. (dev)

205

MEDAN-GNews |

Institut Teknologi Medan (ITM) sangat bangga dengan kegiatan Seminar Nasional Demotech 2016 yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) dan berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kreasi dan inovasi para mahasiswa.

Demikian disampaikan Wakil Rektor IV ITM Ir Mustafa MT saat membuka Seminar Nasional Demotech 2016 yang mengambil tema “Teknologi Kreatif untuk Menyongsong Kesejahteraan Rakyat” di Aula Kampus ITM Medan, Senin (23/5).

Dia berharap kegiatan ini terus dilanjutkan bahkan lebih ditingkatkan untuk membangkitkan live skill para mahasiswa, serta meningkatkan dan menciptakan kompetensi dan inovatif. Sesuai dengan tema kegiatan, hendaknya dapat dimanfaatkan dalam bentuk Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI) yaitu disesuaikan dengan kompetensi kerja.

“Untuk ke depannya hendaknya apa yang dipelajari mahasiswa di kampus harus disesuaikan dengan tempat kerja, jadi begitu lulus S1 dapat cepat beradaptasi dengan dunia kerja,” ujarnya.

Sebelumnya Sekretaris Jurusan Teknis Mesin ITM Juprizal ST MT mengucapkan selamat dan sukses kepada panitia Demotec yang telah menyelenggarakan kegiatan dari tanggal 23 s/d 28 Mei 2016 dan berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses.

Ketua HMM ITM Jalian Syahputra dalam kesempatan tersebut mengatakan, himpunan kegiatan di teknik mesin sampai saat ini tetap eksis dalam menyelenggarakan kegiatan, selain itu dapat berinovasi dalam menggelar even kreatif.

Dede Kuswandi Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Mesin Sumut dalam kesempatan tersebut mengatakan, dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa dapat bersaing dengan mahasiswa lain yang telah terlebih dulu berinovatif.

Nara sumber seminar Dr Ir Sari Farahdina MT dari Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan dengan tema “Peran Inovasi Dalam Mendukung Pengembangan Industri Nasional”, mengatakan, inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.

Suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa. Proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru.

Disebutkannya juga, kreativitas perlu dikembangkan dalam mencari peluang inovasi. Inovasi itu kerja bukan angan-angan dan dibangun atas dasar kekuatan dalam berbagai aspek akan meningkatkan daya sayng kolektif. Pengembangan SDM merupakan faktor kunci dalam penciptaan nilai tambah dan peningkatan daya saing. (dev)

318

MEDAN-GNews: Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Medan 3.0 kembali menggelar event goes to campus. Acara ini sebagai bagian dari ajang sharing, berbagi tips sekaligus memotivasi mahasiswa agar termotivasi menjadi seorang wirausaha maupun enterpreneur.

Karena pendidikan yang dienyam sekalipun hingga ke perguruan tinggi, tidak selamanya ‘menjamin’ dan sinkron dengan lapangan pekerjaan. Oleh karenanya, untuk menghadapi ‘dunia luar’ setelah menyelesaikan pendidikan sangatlah diperlukan keterampilan (skill).

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membuka paradigma dan wawasan mahasiswa. Sehingga jika telah menyelesaikan pendidikan tidak lagi berorientasi sebagai pencari kerja.

Seperti di Universitas Al Azhar Marelan, Rabu (18/5), puluhan mahasiswa mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan pelaku usaha. Kali ini, para mahasiswa diberikan pencerahan langsung Ketua TDA Medan 3.0, Alween Ong dan Owner Makyung Cafe, Abdul Razak.

Disebutkan, Alween Ong, berbisnis itu sebenarnya menyenangkan.  Hanya saja masyarakat umumnya lebih suka dengan sesuatu yang instan. Sementara dalam berbisnis itu melalui proses.

“Harus berfikir, tidak selamanya apa yang didapat di perguruan tinggi sinkron dengan pekerjaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Abdul Razak berbagi tips dan sharing serta memberikan motivasi bagaimana membangun usaha. Termasuk bagaimana tips untuk mendapatkan modal.

Berbicara modal, tidak melulu soal materi. Karena untuk memulai usaha, jika tidak mempunyai materi juga bisa dimulai dengan tetap mengedepankan  doa dan usaha dengan tanpa rasa menyerah.

Dalam membangun usaha, sebut Razak,  setiap orang memiliki jatah gagal. Oleh karenanya, jangan jatah gagal yang dipersoalkan, namun bagaimana bisa bangkit setelah gagal.

Razak mengharapkan semua peserta goes to campus ini bisa segera membuka usaha. Jangan lagi sibuk mencari kerja. Karena di luar sana, tukang burger bisa penghasilan Rp2 juta per bulan. Lebih besar dari pekerja.

“Jadi kenapa malu berkotor-kotor. Padahal penghasilannya lebih besar dibandingkan di kantor,” ujarnya.

M Umar Maya Putra SE dari pihak Universitas Al Azhar mengatakan,  saat ini banyak persoalan yang timbul setelah menyelesaikan pendidikan. Karena bingung mau kemana. Padahal ilmu banyak yang di bangku pendidikan.

Namun sambungnya, ilmunya tidak dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi ini. Oleh karenanya melalui TDA goes to campus yang digelar, pihaknya berkomitmen memberikan motivasi bagi calon pengusaha muda.

Termasuk dengan TDA yang siap untuk membimbing dan membantu agar bisa menumbuhkan wirausaha muda. (dia)

334

MEDAN-GNews: Melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2016, Universitas Sumatera Utara (USU) menerima sebanyak 2.325 mahasiswa baru, untuk 47 program studi S1 reguler yang ada di universitas tersebut.

Angka tersebut diperoleh berdasarkan pengumuman hasil SNMPTN yang diumumkan oleh Panitia Nasional SNMPTN 2016 melalui laman http://pengumuman.snmptn.ac.id yang bisa diakses sejak pukul 13.00 WIB kemarin. Demikian disampaikan Rektor USU Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum melalui Ka. Humas USU Bisru Hafi, S.Sos, M.Si di kampus USU selepas berlangsungnya pengumuman SNMPTN, Senin(9/5).

Sehubungan dengan pengumuman SNMPTN yang dilakukan secara serentak oleh seluruh PTN di lingkungan Kemristekdikti tersebut, Rektor USU mengucapkan selamat kepada peserta yang telah lulus di USU, sembari menjelaskan bahwa pengumuman SNMPTN tersebut juga bisa diakses pada laman website USU memalui laman www.usu.ac.id.

Bagi peserta yang tidak lulus, Prof Runtung mengatakan, masih terbuka kesempatan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 sampai dengan tanggal 20 Mei.

Bagi peserta yang telah lulus ini, Prof Runtung juga mengingatkan agar tidak lupa mengikuti Pelaporan Mahasiswa Baru USU yang diterima melalui SNMPTN T.A 2016/2017 yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2016 dengan tatacara dan waktu pelaporan sebagaimana dapat dilihat pada laman web tersebut. Karena, bagi peserta yang diterima melalui SNMPTN Tahun 2016 yang terlambat melakukan pelaporan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka kelulusannya dapat dibatalkan.

Sementara itu Ketua dan Sekretaris Panitia SNMPTN 2016 USU, Prof. Dr. Rosmayati, MS dan Prof. dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD, KGEH menjelaskan, untuk mengetahui status kelulusan peserta adalah dengan cara memasukkan nomor pendaftaran peserta terlebih dahulu pada laman website pengumuman tersebut.

Prof. Rosmayati yang juga sebagai Wakil Rektor I USU juga menjelaskan rincian dari 2.325 orang peserta SNMPTN yang telah diterima tersebut terdiri dari 1.868 reguler dan 475 orang Bidikmisi. Sedangkan berdasarkan pengelompokkan bidang ilmunya dari jumlah yang lulus tersebut terdiri dari 1.429 IPA dan 896 IPS.

Detail rincian Tatacara Pelaporan Mahasiswa Baru USU T.A 2016/2017 yang diterima melalui SNMPTN Tahun 2016 adalah, Waktu Pelaporan untuk Kelompok IPA/Saintek (FK, FP, FKG, FT, FMIPA, FKM, FF, F.Kep, Fasilkom-TI) pada 31 Mei 2016 pukul 09.00 s/d 11.00 WIB, tempat gelanggang mahasiswa USU Jalan Universitas Kampus USU, Padang Bulan, Medan.

Sedangkan untuk kelompok IPS/Soshum (FH, FEB, FIB, FISIP, F.Psikologi) pada 31 Mei 2016 Pukul 10.00 s/d 12.00 WIB, Tempat Pendopo USU Jl. Universitas Kampus USU, Padang Bulan, Medan (masuk dari Pintu 1).

Tatacara Pelaporan dan Kelengkapan Administrasi yang harus dibawa oleh peserta yang diterima melalui SNMPTN 2016, Peserta harus datang sendiri (TIDAK BOLEH DIWAKILI) berpakaian rapi (Tidak dibenarkan memakai kaos oblong, Sandal/Selop, topi, dan cadar) dengan syarat membawa Kartu Peserta SNMPTN Tahun 2016 Asli, Ijazah Asli atau Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), apabila Ijazah dan SKHUN belum keluar, dapat membawa Surat Keterangan Lulus yang diterbitkan oleh sekolah asal (dilengkapi dengan pas photo ukuran 3×4 cm), surat ganti nama bagi yang pernah ganti nama.

Untuk Program BIDIKMISI, tambahan kelengkapan administrasi yang harus dibawa peserta yang diterima melalui SNMPTN 2016, Fotokopi Kartu Tanda Siswa (KTS) atau sejenisnya sebagai Bukti Siswa Aktif, Surat Keterangan tentang peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang keilmuan/akademik yang disahkan oleh Kepala Sekolah, surat keterangan penghasilan orang tua/wali atau surat keterangan tidak mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Instansi tempat orang tua bekerja, Fotokopi Kartu Keluarga, Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dari orang tua/Wali, Foto rumah, tampak depan, kiri dan kanan.(dev)

469

MEDAN-GNews: Rektor dan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyatakan rasa duka yang mendalam atas berpulang ke rahmatullah seorang dosen FKIP, Nur’ain Lubis, 57 tahun, Senin (2/5).

Atas musibah ini, keluarga besar UMSU juga menetapkan libur khusus dan berkabung dua hari dengan memasang bendera setengah tiang di tiga kampus Jalan Mukhtar Basri, Kampus Pascasarjana Jalan Denai, Kampus Fakultas Kedokteran Jalan Gedung Arca mulai Selasa dan Rabu (3-4/5).

“Pimpinan dan seluruh civitas akademika UMSU menyatakan rasa duka mendalam atas musibah ini. Sebagai bentuk rasa duka, segala aktivitas perkuliahan dan administrasi di tigas kampus ditiadakan selama dua hari sebagai hari berkabung bagi keluarga besar UMSU atas jasa dan pengabdian almarhumah di UMSU,” kata Rektor UMSU Dr Agussani, MAP melalui Kabag Humas Ribut Priadi seusai rapat rektorat bersama pimpinan fakultas se- UMSU di Kampus Jalan Mukhtar Basri, Senin (2/5).

Ribut Priadi menyatakan, sivitas akademika UMSU akan melakukan takziah bersama-sama ke rumah duka di Jalan Lama, Pancur Batu, Deli Serdang dan turut bersama-sama mengantar jenazah ke pemakaman di dekat rumah duka yang rencananya dilakukan pada hari ini, Selasa (3/5), yang langsung dipimpin oleh rektor UMSU.

Menurutnya, dua hari libur dan berkabung ini ditetapkan selain dari dua hari libur nasional. Untuk itu UMSU akan mengadakan proses belajar mengajar pada hari Senin (9/5). Hingga kemarin malam kampus UMSU Jalan Mukhtar Basri berangsur normal.

Sedangkan mengenai penanganan tindak kriminal yang dilakukan terhadap almarhumah, sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian sekaligus untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“UMSU sejauh ini terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menggali motif pelaku sehingga ke depan tidak lagi terjadi peristiwa serupa,” kata Ribut Priadi.

Dalam kesempatan itu, Ribut Priadi juga mengklarifikasi soal adanya kesalahpahaman antara mahasiswa dengan polisi. Dalam peristiwa tersebut, mahasiswa yang emosi melihat salah seorang dosen menjadi korban penganiayaan berusaha menghakimi pelaku.

“Namun tindakan tersebut dihalangi pihak keamanan kampus sampai petugas polisi melakukan evakuasi karena tidak ingin pelaku menjadi korban mahasiswa yang marah dengan tindakan pelaku,” katanya.G01

409

MEDAN-GNews: Diduga sakit hati dan bermotif dendam seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Roy Mando Sah Siregar (21) nekat menghabisi nyawa dosennya di kamar mandi kampus tersebut, saat hendak mengambil wudhu, Senin (2/5) siang.

Dengan pisau terhunus tersangka langsung menggorok leher Nur’ain Lubis (55), dosen yang juga mantan Dekan FKIP Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu.

Disebutkan, RM merupakan mahasiswa FKIP UMSU stambuk 2013. Dari informasi yang diperoleh, pelaku beralamat Jalan Merdeka Gg Madrasah Kelurahan Ombun Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Sidimpuan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, awalnya korban mengajar mata pelajaran mikro teaching yang tersangka juga ikut dalam mata pelajaran tersebut. Setelah selesai, korban pun kembali ke ruang dosen.

Sampai di ruang dosen, korban sempat meminta ditemani pada rekannya sesama dosen ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu guna menjalankan shalat Ashar.

“Saat ke kamar mandi, ternyata korban tak ditemani. Pelaku yang diduga sudah menunggu korban pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menghabisi korban,” sebut salah seorang mahasiswa yang tak ingin disebutkan namanya.

Aksi tersebut terdengar oleh salah seorang mahasiswa yang pada saat itu juga berada di kamar mandi. Sontak hal itu mengundang perhatian dari mahasiswa lain. Setelah mengetahui ada seorang dosen yang digorok oleh pelaku, mahasiswa lain langsung mengepung tersangka di kamar mandi tersebut dan menghakiminya.

Hal tersebut sempat membuat Pihak Polresta Medan kesulitan mengamankan dan mengeluarkan pelaku pengorokan mantan dekan FKIP UMSU dari kamar mandi. Kondisi ini terjadi karena mahasiswa ingin melihat pelaku. Bahkan, sebagian mahasiwa berteriak mengajak sesama mahasiswa untuk membakar pelaku pengorokan.

“Bakar saja. Nggak ada otak kau ya. Dasar setan ko,” ucap salah satu mahasiswa yang berdesak-desakan, sore ini.

Mahasiswa lainnya juga menyambut ajakan rekannya. Sebagian mahasiswa bahkan melemparkan botol air mineral ke tempat pelaku diamankan. “Woiii.. Kasih kami jalan. Niar kami benam anak itu, anak durhaka ko ya,” tegasnya.

Pelaku diamankan pihak kepolisian di dalam kamar mandi Fakultas Ekonomi UMSU. Pelaku baru bisa dikeluarkan setelah pihak kepolisian membubarkan massa dengan gas air mata.G02

    193

    MEDAN – GNews : Sidang dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) dan hibah tahun 2012-2013 yang merugikan negara Rp1,1 miliar kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Rabu (20/4).

    Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan lima saksi yang merupakan perwakilan lembaga penerima dana hibah tahun 2012 dan 2013. Kelimanya yakni Aditya Wicaksana selaku Ketua Lembaga Ketahanan Keluarga Harapan, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara, Elnyta, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muslimat Al Wasliyah Sumatera Utara, Nurliati, Sekretaris Persis, Awin dan Akhyar dari Laskar Melayu Hang Tuah.

    Mereka bersaksi untuk terdakwa Edy Sofyan yang merupakan mantan Kepala Badan Kesbangpol Linmas Sumut. Dalam keterangannya, Aditya Wicaksana mengatakan jika lembaganya mendapatkan dana hibah dari Kesbangpol Linmas sebesar Rp50 juta. Dana itu ia terima pada tahun 2013 berdasarkan proposal yang diajukan lembaganya.

    “Dana itu kita buat untuk kegiatan sosial di Kelurahan Tegal Sari Mandala I Kecamatan Medan Denai. Proposalnya yang buat Juli. Ketua sebelumnya. Lembaga kami sendiri ada pada tahun 2010,” ujarnya.

    Saat ini lembaga yang pernah dinaunginya sudah bubar, tak lama setelah menerima dana hibah dan kegiatan dilakukan. Bahkan Sekretariat lembaga tersebut juga sudah tidak ada lagi. “Sekarang saya kurang tahu lagi, Buk,” ujarnya kepada JPU.

    JPU juga sempat marah karena keterangan Aditya sering berbelit dan sering melontarkan kata lupa. JPU juga bertanya rincian dana yang dibuatnya untuk mengajukan dana hibah. Menurut JPU ada keganjalan perincian dana yang tertuang dalam proposal mereka.

    “Apa wajar ada harga ember kecil Rp40 ribu?. Kami juga ingin kamu bawa lurah yang kalian sewa tempatnya sebesar Rp1juta per hari. Kalau tidak saya minta majelis mengeluarkan penetapan terhadap kamu karena memberikan keterangan bohong,” ujarnya.

    Awalnya Aditya mengaku jika dia sebagai ketua yang membuat proposal. Padahal proposal itu dibuat oleh Juli yang merupakan ketua sebelumnya.

    Saksi lainnya, Elnyta mengatakan, jika Aisyiyah Sumatera Utara pada tahun 2013 mendapat dana hibah Rp200 juta. Dana itu cair usai kegiatan dilaksanakan.

    “Kita dapat dana tapi setelah kegiatannya kita lakukan. Orang Kesbang sebelumnya ada telepon untuk menyuruh merevisi proposal, kemudian mengecek ke kantor dan akhirnya cair. Mereka tidak ada melakukan verifikasi kembali setelah dana cair,” ujarnya.

    Hal yang sama juga dikatakan Nurliati, Awin dan Akhyar. Masing-masing lembaga mereka menerima dana hibah Rp200 juta. Saat menerima dana, tim Kesbang juga tidak melakukan verifikasi kembali. “Tidak ada majelis. Mereka hanya datang sekali untuk memastikan kantor saja,” ujarnya. G03