Saturday, October 20, 2018
Tags Posts tagged with "Meninggal"

Meninggal

300

MEDAN – gnews.online |

Jumlah penderita kanker setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Diperkirakan sebanyak 8,2 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat kanker di seluruh dunia. Angka ini akan terus meningkat jika tidak dilakukan upaya pencegahan.

Oleh karena itulah, diharapkan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumut dapat membantu mengendalikan angka penderita kanker di daerah ini.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat melantik kepengurusan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Sumut periode 2017-2021, yang digelar di Aula Martabe kantor Gubsu di Medan, Senin (18/9).

Hadir Penasehat Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumut, Prof. Luhur Suroso, Ketua BKOW Sumut Kemalawati, SKPD Provsu, Ketua Organisasi wanita dan organisasi profesi sumut, para dokter dan tenaga medis.

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry juga mengatakan, dari 8,2 juta orang meninggal akibat kanker di dunia, 4 juta diantaranya meninggal prematur (usia 30-69) tahun. Angka ini meningkat dari sebelumnya 7,6 juta tahun 2008 dan akan terus meningkat menjadi 11,5 juta pada tahun 2025 jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian secara efektif.

Di Indonesia, kata Erry, prevelensi penyakit kanker juga cukup tinggi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2013, prevelensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per-1000 penduduk, atau sekitar 347.000 orang.

“Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Sedangkan laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal,” tutur Erry.

Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, insidens kanker payudara sebesar 40 per-100.000 perempuan, kanker leher rahim 17 per-100.000 perempuan, berdasarkan data sistem informasi rumah sakit 2010, kasus rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7 persen), kanker leher rahim 5.349 kasus (12,8 persen).

“Para ahli memperkirakan 43 persen kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor resikonya yakni merokok dan terpapar asap rokok, tidak mengkonsumi alkohol, memproteksi kulit dari paparan sinar ultra violet, menghindari obesitas dengan diet seimbang dan aktivitas fisik,” terang Erry.

Dikatakan Erry, besar harapannya dengan dilantiknya pengurus baru Yayasan Kanker Indonesia cabang Sumut ini ke depannya dapat terjalin kemitraan yang kondusif untuk upaya mengendalikan kanker.

“Kita ketahui semua tidak dapat berjalan jika tidak adanya dukungan dari lintas program, lintas sektor dan peran serta masyarakat,” ucap Erry.

Selain itu, Erry juga mengharapkan dengan adanya kehadiran Cancer Information and Support Centre (CISC) Sumut ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang seluas-luasnya, tentang penyakit kanker dan penanganannya.

Ketua YKI cabang Sumut yang baru dilantik, Evi Diana Sitorus mengatakan, YKI sudah berdiri sejak 7 April 1977 sebelumnya bernama Yayasan Lembaga Kanker Indonesia yang didirikan oleh 17 orang tokoh nasional yang diantaranya Dr. Moch Hatta, Dr. GA Siwabessy, Ali Sadikin dan Dr Arifin M Siregar.

“YKI merupakan organisasi nirlaba dan tujuannya untuk mengupayakan penanggulangan kinder dengan kegiatan promotif, preventif dan suportif. Namun kita sadari penanggulangan kanker hanya mungkin berhasil bila dilakukan oleh semua pihak,” ujar Evi.

Dikatakan Evi, YKI Sumut telah melaksanakan tugasnya hampir mendekati 3 dasawarsa. Diantaranya memberikan penyuluhan tentang kanker di berbagai daerah kota dan kabupaten di Sumut. Sembari melakukan kegiatan deteksi dini kanker wanita dengan pemeriksan papsmear.

Selain itu, dilakukan pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk deteksi dini kanker dengan menyediakan klinik deteksi dini kanker yang berada di secretariat YKI cabang Sumut. “Selain itu kami juga melakukan pencatatan kasus dan registrasi kanker bekerjasama dengan YKI Pusat, YKI kabupaten/kota se Sumut serta pusat-pusat pelayanan kesehatan lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Evi, YKI saat ini sudah berdiri di 5 kabupaten/kota di Sumut yakni Tobasa, Taput, Deli Serdang, Asahan, Dairi dan Siantar. “Saya berharap agar kabupaten/kota lainnya juga dapat segera membentuk YKI,” ujar Evi.

Evi mengatakan, beragam faktor menyebabkan tingginya angka kematian akibat kanker. Antara lain, pola dan gaya hidup masyarakat, minimnya pengetahuan dan informasi masyarakat untuk mengetahui adanya kanker secara dini sehingga kanker selalu didiagnosa sudah terlambat dan dalam stadium yang sudah lanjut.

“Makanya tidak benar jika mengatakan bahwa kanker merupakan penyakit mematikan yang tidak dapat disembuhkan karena kanker dapat disembuhkan jika diketahui sedini mungkin,” jelasnya.

Oleh karena itulah kata Evi, tugas YKI cabang Sumut masih cukup berat dan diharapkannya ke depannya masih membutuhkan bantuan semua pihak untuk mendukung dan membantu baik moril dan materiil dalam berjuang menekan angka kematian akibat penyakit kanker di Sumut. (art)

581

MDAN-GNews |

Luncuran awan panas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara yang terjadi Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 WIB kemarin, terus menambah korban jiwa. Informasi terakhir yang diterima di lapangan, 7 orang dikabarkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami kritis dan sedang dirawat di Rumah Sakit.

Berdasarkan perkembangan situasi terkini, Minggu (22/5), tentang terjadinya Bencana Alam Awan Panas Gunung Sinabung di Desa Gamber Kec. Simpang Empat Kab. Karo tersebut dilaporkan mengambil korban 9 orang, yakni tujuh di antaranya meninggal dunia, dan 2 lainnya mengalami luka bakar.

Identitas yang meninggal dunia yakni KARMAN MELIALA (60), IRWANSYAH SEMBIRING (17), NANIN BR SITEPU (50), LEO PERANGIN-ANGIN (25), MULIP GINTING (45), ERSADA GINTING (55) meninggal setelah beberapa saat dirawat di RSU Adam Malik Medan, dan Ibrahim Sembiring (51) dikabarkan meninggal setelah mendapat perawatan di RS Efarina Etaham Berastagi. Sedangkan yang mengalami luka bakar dan dirujuk ke Rs. Efarina Etaham Berastagi sebanyak 2 orang dengan identitas CAHAYA SEMBIRING (57), CAHAYA BR TARIGAN (45).

Sebelumnya, Kabid Darurat BPBD Kabupaten Karo, Nata Nail mengatakan, korban saat itu sedang melakukan aktivitas berkebun di ladangnya di Desa Gember yang berada dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Sinabung. Harusnya daerah ini kosong karena merupakan zona merah yang semua warganya tidak boleh melakukan aktivitas.

“Padahal Desa Gember ini termasuk zona merah dan kita juga sudah pasang portal di jalur utama. Tetapi tetap saja mereka masuk. Kami menduga, warga masuk melalui jalur tikus,” ucapnya.

Menurut Nata Nail sebagian besar warga Desa Gamber telah mengungsi sejak lama dan rencana akan direlokasi mandiri. Masyarakat Gamber telah diberikan bantuan sewa lahan pertanian dan sewa rumah oleh Pemerintah agar tidak melakukan aktivitas di zona merah.

“Namun demikian ada sebagian masyarakat yang tetap nekat melakukan aktivitas pertanian di kebunnya meskipun telah dilarang aparat,” jelasnya.

Dalam peristiwa itu, beberapa rumah warga ikut terbakar akibat terkena awan panas. Ditambahkan Nata Nail, tim gabungan dibantu warga masih menyeser lokasi Desa Gamber meski erupsi masih terjadi. Mereka melakukan penyisiran karena menduga masih ada korban.

“Tim lagi sesewr wilayah, walau termasuk zona merah, kami tetap masuk ke dalam karena alasan kemanusiaan. Sekarang ini saja masih terjadi erupsi.

Aktivitas Gunung Sinabung masih tetap tinggi. Pada Sabtu (21/5/2016) telah terjadi awan panas guguran yang terjadi secara menerus pada pukul 14.28, 15.08, 16,39, dan 16.48 WIB. Awan panas guguran mencapai 4,5 km di mana mencapai Sungai Lao Borus ke arah Barat. Tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter. Status Awas. Potensi letusan masih tetap tinggi dan dapat terjadi kapan saja.

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor utara – timurlaut Gunung Sinabung agar dievakuasi ke lokasi yang aman. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. (man)

Upaya yang dilakukan oleh Polres Tanah Karo bekerjasama dengan TNI dan Instansi Pemerintah (BPBD) masih melakukan Evakuasi terhadap korban dan masyarakat yang masih berada di desa Gamber untuk dibawa keluar dari Zona Merah (Zona Larangan) serta memberikan imbauan kepada masyarakat desa yang tinggal di sekitar Zona Merah/Zona Larangan untuk tidak melakukan aktivitas/memasuki Zona Larangan.(man)