Wednesday, July 18, 2018
Tags Posts tagged with "Nelayan"

Nelayan

96

Medan-gnews.online|

PT PLN Sektor Pembangkitan Belawan menyerahkan bantuan perahu dan alat tangkap ikan kepada nelayan di Medan Belawan, Kota Medan, Rabu (3/12/2017). Penyerahan bantuan ini merupakan kegiatan CSR terakhir tahun 2017 yang dilakukan PLN unit pembangkitan.

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Manager PLN Sektor Pembangkitan Belawan Andi Makkasau didampingi Camat Medan Belawan Ahmad, perwakilan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan serta kelompok nelayan Belawan.

Camat Belawan Ahmad menyampaikan pesan kepada kelompok nelayan penerima bantuan agar tidak menjual perahu yang diberikan oleh PT PLN. Bahkan, Ahmad berpesan agar menjaga dan merawat dengan baik jangan sampai nanti ketika ditanya perahu sudah rusak.

“Jangan sampai nanti ditanya, perahu rusak. Ada lagi, katanya boat yang dikasi sudah tidak ada atau sudah dijual. Pernah itu. Jangan lagi kejadian seperti itu terulang. Bantuan ini dijaga dengan baik. Agar kedepannya nanti bantuan yang lain juga bisa kita dapatkan,” kata Ahmad.

Ahmad berulang kali mengingatkan agar bantuan itu juga dimasukan ke dalam pembukuan koperasi nelayan. Tujuannya agar jelas sebagai aset yang mendatangkan keuntungan dan kesejahteraan bersama bagi nelayan.

“Jadi, perahu dan alat tangkapnya itu dicatat. Kalau beroperasi bisa dapat berapa banyak ikan. Terus dicatat lagi. Agar koperasi juga semakin maju dan sejahtera bagi para nelayan,” ujarnya.

Sementara itu, Andi menjelaskan bantuan yang diberikan kepada nelayan berupa 3 unit perahu dan peralatan alat tangkap ikan. Semua bantuan ini disalurkan berdasarkan rekomendasi dari Camat Medan Belawan.

“Perahu ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan ikan lebih banyak dan berdampak ke peningkatan ekonomi keluarga juga. Bantuan ini diharapkan sangat bermanfaat oleh warga,” ungkapnya.

Andi menuturkan CSR yang diberikan ini, bukan hanya berbentuk hibah saja. Karena pihaknya juga akan pantau terus penggunaannya nanti dari tim Sektor Belawan yang akan terus memantau. “Kami berharap dapat dimanfaatkan dengan baik dan lebih produktif,” jelasnya.

Andi menjelaskan CSR tersebut merupakan program terakhir di tahun 2017 yang dilakukan oleh PLN Sektor Pembangkitan Belawan. Total, bantuan yang disalurkan CSR senilai 420 juta terdiri dari lima program.

Diantaranya, Bantuan pelatihan pembuatan makanan minuman biji mangrove, Bantaun tanah wakaf kuburan Islam dan Kristen bantuan material bangunan ke 10 mesjid dan 10 gereja masing-masing senilai Rp 10 juta,
bantuan budidaya kerang 1 ton dan bantuan perahu dan alat tangkap ikan Rp 225 juta. (art)

211

Medan – GNews : Pukat trawl masih terus merajalela di perairan Belawan. Nelayan tradisional selalu menjadi korban dari pukat yang dilarang Undang-undang ini.

Lemahnya pengawasan oleh instansi terkait di Pelabuhan Perikanan Samudera Gabion Belawan, dinilai sebagai biang kerok merajalelanya pukat ini.

Zulmaidi (46) dan Ramadhan Sagala (49), Nelayan di Belawan mengatakan, instansi terkait yang memiliki kewenangan terhadap kapal pukat harimau atau pukat trawl tidak memberikan tindakan tegas.

Akibat pembiaran itu, nelayan pun melakukan demo ke DPRD Medan baru-baru ini. Disayangkan sampai saat ini DPRD Medan Bidang Kelautan belum juga melakukan Sidak ke Belawan.

“Sampai saat ini larangan berlayar pukat trawl sudah habis waktunya, namun pemilik kapal tetap saja menjalankan kapalnya. Nantinya, jangan salahkan nelayan lokal jika terjadi konflik di laut. Sebab kesabaran nelayan lokal sudah habis,” terang Zulmaidi didampingi rekannya Ramadhan di Belawan, Jumat (6/5).

Dikatakannya, laporan nelayan kepada anggota dewan sudah termasuk berbagai cara dilakukan baik lisan atau tulisan bahkan sampai unjuk rasa.

“Kalau ini juga tidak ada respon dari anggota dewan yang terhormat, maka nelayan lokal akan mengambil tindakan sendirian di laut Belawan. Tapi jangan nantinya jangan salahkan nelayan lokal,” tutur Zulmaidi. G12