Friday, April 19, 2019
Tags Posts tagged with "patumbak"

patumbak

50

gnews.online |  Ratusan ibu-ibu dari sekitar Dusun III, Lubukbajul, Patumbak Deli Serdang, antusias mengikuti senam yang digagas oleh Nusantara untuk Jokowi, Minggu (13/1).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Nusantara Untuk Jokowi (N4J), Dr RE Nainggolan, MM, dan ketua DPP Dr Puan Maharani, MPsi, Jadi Pane Spd, wakil Sekjend dan Viviko, divisi Umum DPP N4J.

“Kita harus turun langsung ke lapangan, bertemu, bergerak dari pintu ke pintu menemui masyarakat, bicara dari hati ke hati melakukan berbagai aktivitas bersama yang asik dan bermanfaat. Itu sudah menjadi komitmen kita di N4J, sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi Amin,” kata RE Nainggolan kepada wartawan di sela kegiatan tersebut.

RE Nainggolan menyatakan kegembiraan hatinya mendengar tekad ibu-ibu tersebut untuk turut berjuang menyampaikan sosialisasi keberhasilan pemerintahan Jokowi kepada masyarakat.

“Saya bisa katakan ibu-ibu ini adalah tulang punggung kemenangan Jokowi Amin dalam pemilihan presiden yang akan kita ikuti sebentar lagi. Jadi, kekuatan ibu-ibu, atau ‘the power of mothers’ itu nyata adanya,” katanya.

Sementara itu, Puan Maharani mengungkapkan setiap kali N4J menyelenggarakan acara yang melibatkan ibu-ibu, selalu terlihat antusiasme dari para peserta. Mereka senantiasa terlibat dengan ketulusan hati untuk berbagi keceriaan bersama N4J.

“Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan senam ini adalah orang yang sudah bisa melihat hasil nyata kerja keras Pak Jokowi. Mereka juga sadar bahwa Pak Jokowi selama ini selalu menjadi sasaran fitnah dan isu miring yang tidak berdasar.

Oleh karena itu mereka siap bergerak dari pintu ke pintu untuk menyampaikan sosialisasi sekaligus menyampaikan fakta-fakta tentang kerja keras Pak Jokowi dalam periode pertama pemerintahannya.

Dia memaparkan dalam lebih dari 1 tahun belakangan N4J secara intens telah menyelenggarakan berbagai kegiatan terutama yang melibatkan ibu-ibu.

“Kita sudah pernah menyelenggarakan festival goyang dayung ala Jokowi, senam ceria, gerak jalan, pengobatan dan bakti sosial, pembagian kacamata, kursi roda, alat bantu denga, kaki palsu, dan sebagainya.
“Semua kegiatan kita selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kita sadar pendukung Pak Jokowi juga harus mencerminkan orang yang didukungnya, yaitu senantiasa melakukan karya nyata dan kerja keras yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Bu Marni, salah seorang peserta, menyampaikan aspirasi kepada N4J atas inisiatif untuk menggagas dan menyelenggarakan acara tersebut. “Kita suka jika pendidikan politik dilakukan dengan cara yang asyik dan menarik seperti ini. Seperti tadi dikatakan oleh ketua N4jJ, Pak Nainggolan, pilpres ini adalah pesta demokrasi dan sebuah pesta seharusnya mendatangkan keceriaan bukannya pertengkaran, perpecahan, atau hal-hal yang menyusahkan lainnya,” ujarnya.
dia juga menyatakan siap berjuang untuk memenangkan Jokowi amin termasuk dengan aktif mensosialisasikan keberhasilan Jokowi di grup-grup WA yang diikutinya.

“Sangat banyak serangan hoax dan fitnah kepada Pak Jokowi. Mulai sekarang kita harus terlibat secara aktif melawan dan mengurangi efek hoax tersebut,” katanya.
Kegiatan senam itu sendiri dipandu oleh instruktur Bu Yus.

“Melihat besarnya antusiasme masyarakat kita sudah bertekad untuk menjadikan acara ini sebagai kegiatan rutin untuk waktu-waktu mendatang,” kata Bu Yus, didampingi koordinator acara, Atina Wati. (Dm) ko

255

MEDAN – GNews : Pelaku pemalak di kawasan terminal amplas diciduk Team Reskrim Polsek Patumbak. Lucuya, pelaku yang dikabarkan jagoan, saat di kantor polisi malah minta ampun karena takut di penjara.

Pemalak itu bernama Toni Rayon Sinaga (26) warga Gang Rawa Amplas. Pria yang bekerja sebagai supir angkot itu diciduk polisi di dalam terminal amplas, Selasa (26/4) sekira pukul 11.00 Wib.

Di kantor polisi Toni mengaku melakukan pemalakan pada korban (Panghiutan Sialuhu) tidak seorang diri, ia melakukan kejahatan itu bersama Harisman Harinata alias Haris (28) warga Patumbak Pasar II pada bulan Januari lalu. Namun Haris tertangkap terlebih dahulu pada, Rabu (13/4) siang dengan kasus yang berbeda yakni kasus perampokan dan penganiayaan.

“Kami berdua sama Haris bang beraksi saat itu. Kami mengikuti korban yang baru turun dari Bus di terminal amplas lagi bawa tas ransel. Sampai di fly over amplas kami yang saat itu naik kereta mio langsung pepet korban dan kami geledah tasnya dan kami temui handphone I.phone 4 langsung kami ambil.   Begitu juga handphone nokia yang dipakai korban juga kami ambil, setelah itu saya kelabui korbannya, saya bawa sampai ke dealer nissan. Lalu kami tinggalkan pergi korban,” ulas Toni pada wartawan, Kamis (28/4) siang.

Tentu, perbuatan kedua bandit itu membuat korbannya kesal dan saat itu pula korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Patumbak. Petugas Polsek Patumbak yang merespon laporan korban langsung melakukan pengejaran pada pelaku, hingga akhirnya kedua pelaku tertangkap.

Kapolsek Patumbak, Kompol Wilson B. Pasaribu melalui Kanit Reskrim AKP Ferry Kusnadi menjelaskan, dua pelaku memang terbilang komplotan para pemalak yang sering beraksi di terminal amplas dan sekitarnya.

“Modus pelaku pura – pura bertanya lalu merampas harta benda korban,” sebut Ferry.

Lebih lanjut dikatakan perwira dengan 3 balok emas dipundak itu, selain tersandung kasus pencurian tersangka Haris juga tersandung kasus perampokan serta penganiayaan dan juga terlibat kepemilikan senjata tajam.

“Akibat ulahnya keduanya dijerat Pasal 365 tentang pecurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara Haris bebas tampung (Bestam) dengan kasus hampir serupa yang juga dijerat Pasal 365 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Ferry. G14