Wednesday, August 21, 2019
Tags Posts tagged with "Peringatan"

Peringatan

280

gnews.online

Usai meninjau dan melakukan uji coba tol jalan tol Kualanamu -Sei Rampah sepanjang 41,6 km, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi dan rombongan hadir di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu), Selasa (13/6).

Kehadiran Gubsu Tengku Erry yang didampingi Wagubsu Nuhajizah Marpaung, Wali Kota Medan Dzumi Eldin dalam rangka buka puasa bersama unsur Forkopimda Provsu sekaligus memperingati turunnya Alquran (Nuzulul Quran) pada malam 17 Ramadan 1438 Hijriyah. Kegiatan ini menghadirkan ustadz kondang KH Arifin Ilham dan dihadiri ribuan masyarakat.

“Dengan kegiatan yang digelar Poldasu dan dihadiri FKPD Provsu, para tokoh agama, alim ulama dan masyarakat membuktikan bahwa silaturahmi kita di Provinsi Sumut ini terjalin dengan baik. Kalau silaturahim ini terus terjalin dengan baik maka Sumatera Utara akan aman. Terimakasih kepada Poldasu dan jajarannya,” ujar Gubsu Tengku Erry.

Usai berbuka puasa bersama, Gubernur Tengku Erry shalat magrib berjamaah dan mendengarkan ceramah dari Ustadz KH Arifin Ilham.

Hadir juga Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan jajaran, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, Ketua PT Medan dan ulama serta tokoh masyarakat lainnya.(art)

772

gnews.online |

Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Sumatera Utara (Sumut) mengikuti peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Lapangan Merdeka.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi, Kapoldasu Irjen Pol R Budi Winarso, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Brigjend Andi Loedianto, dan penggiat antinarkoba.

Dalam kegiatan tersebut Gubsu Erry Nuradi memberikan Plakat kepada instansi dan lembaga antinarkoba, termasuk Artipena Sumut. Plakat diterima Ketua Artipena Sumut Dr HM Isa Indrawan SE, MM yang juga Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan.

Isa Indrawan mengatakan, peringatan HANI sangat penting, mengingat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika menjadi isu yang stategis bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Ini karena kejahatan narkotika merupakan kejahatan serius, terorganisir, dan bersifat lintas negara yang dapat menimpa seluruh lapisan masyarakat sehingga menimbulkan kerugian sangat besar, terutama dari segi kesehatan, sosial-ekonomi, dan keamanan. Bahkan, kampus kini menjadi salah satu sasaran peredaran gelap narkoba.

“Indonesia memakai HANI sebagai momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa narkotika masih menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini. Jumlah korban yang terus bertambah dan sindikat yang kian cerdik mencari cara memasok narkotika mengharuskan kita untuk selalu waspada dan dengan gigih menolak narkotika beredar di tanah air,” kata Isa yang didampingi pengurus Artipena Sumut lainnya di sela-sela kegiatan.

Kepala BNN Sumut Brigjend Andi Loedianto mengatakan, tingkat keberhasilan dalam pemberantasan dan pencegahan terhadap narkoba di Sumut sudah maksimal. Namun, harus terus bekerja sungguh-sungguh dan didukung semua elemen masyarakat.

“Kita harus menutup segala pintu masuk peredaran narkoba dengan membentuk tim satgas anti narkoba di seluruh elemen baik instansi pemerintahan, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan HANI di Lapangan Merdeka Medan, mahasiswa Unpab Medan dan Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan turut diundang. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. (dev)

589

Medan-GNews: Ada yang lain pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan, Senin (1/5). Peringatan Hardiknas kali ini diwarnai dengan penggunaan pakaian adat dari berbagai daerah di Kota Medan.

Wali Kota Medan, Drs H T dzulmi Eldin S MSi dan Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution mengenakan pakaian adat Melayu bersama seluruh pimpinan SKPD. Sementara itu Dinas Pendidikan Kota Medan bersama kepala sekolah mengenakan pakaian adat yang mewakili seluruh etnis di ibukota Provinsi Sumatera Utara, termasuk sebagian siswa yang menjadi peserta upacara.

Tak pelak peringatan Hardiknas yang berlangsung dengan penuh khidmat ini sangat kental dengan nuansa etnisnya. Kapoldasu, Irjen Pol Drs Raden Budi Winarso bertindak sebagai inspektur upacara. Orang nomor satu di Mapoldasu itu membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia. Diharapkan Hardiknas tahun ini menajdi momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme pada seluruh insan pendidikan.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan tujuan tersebut dengan menetapkan pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati Hardiknas. Hal ini dilakukan agar semua insane pendidikan mengingat kembali filosofi dari nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam menegakkan pondasi pendidikan di Indonesia.

Peringatan Hardiknas ini turut dihadiri sejumlah perwira tinggi di Mapoldasu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut, Wakil Wali Kota Medan,Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin, Ir Akhyar Nasution MSi, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Sekda Kota Medan, Ir Syaiful Bahri serta seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan.

Di sela-sela upacara, Kapoldasu bersama Wali Kota menyerahkan piagam penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kepada 6 sekolah berintegritas di Kota Medan. Adapun keenam sekolah itu, masing-masing SMA negeri 1 Medan, SMA Swasta Syafiyatul Amaliyah, SMK Negri 9 Medan, SMK Swasta Tritech Informatika, SMP Negeri 1 Medan dan SMP Swasta Djuwita.

Usai upacara, Kapoldasu ketika ditemui wartawan mengatakan, melalui peringatan Hardiknas ini para insane pendidikan diharapkan lebih meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Apalagi Indonesia saat ini tengah bersaing dengan dunia luar, terutama pada saat era global yang kini tengah berjalan.

“Agar kita dapat bersaing dengan negara-negara lain, tentunya mutu dan kualitas pendidikan harus terus ditingkatkanlagi. Di samping itu kita mengajak seluruh siswa untuk menjauhi narkoba!” kata Kapoldasu.

Sementara itu Wali Kota berharap, seluruh insan pendidikan dapat menjiwai apa yang telah dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara, sekaligus dikembangkan dalam rangka pengabdian dan dedikasi untuk bangsa serta negara. Selanjutnya Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan Kota medan terus mempersiapkan mental dan kualitas pendidikan, sehingga para siswa dapat lebih berprestaasi ke depannya.

Untuk mewujudkan hal itu, Wali Kota mengatakan akan meningkat SDM dan profesional para tenaga pengajar. Kemudian diikuti dengan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan maupun fasilitas pendukung pendidikan tersebut. “Insya Allah dengan upaya yang kita lakukan ini, pendidikan di Kota Medan ke depannya semakin lebih berkualitas lagi,” ungkap Eldin. G11

502

MEDAN-GNews: Memasak, identik dengan urusan yang kerap dilakukan seorang ibu rumah tangga. Namun tidak pada peringatan hari Kartini yang diselenggarakan PKK Medan, di pelataran parkir Gedung Dharma Wanita, Rabu (27/4).

Di sini bapak rumah tanggalah yang justru memasak. Para bapak rumah tangga yang masing-masing Wali Kota Medan Dzulmi Eldin bersama 25 Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah serta 21 Kecamatan dan 2 Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) berpartisipasi dalam memeriahkan hari Kartini ke 137 ini.

Para peserta begitu antusias untuk menyajikan nasi goreng terbaik. Termasuk Wali Kota Medan, mulai mengolah nasi goreng ini dengan pertama-tama menuangkan minyak ke dalam wajan sebagai wadah yang digunakan.

Proses memasak nasi goreng ini, tidak semuanya berjalan mulus. Sebab ada beberapa peserta yang kesulitan untuk menghidupkan kompor gas, sebagai tahap awal memulai memasak.

Setelah tahapan memasak selesai, beragam menu nasi goreng yang dihasilkan. Misalnya, nasi goreng merah putih, nasi goreng cabe ijo, nasi goreng seafood dan lainnya.

Area Sales Promotion Manager Sumut Aceh PT Kobe Boga Utama, Yudha Utama sebagai pihak yang mensupport kegiatan tersebut mengatakan lomba masak yang digelar ini, dalam rangka memeriahkan hari Kartini.

Kebetulan sebutnya, Kobe memiliki produk nasi goreng pool pedas. “Dalam rangka hari Kartini ini,  bapak-bapaknya memasak untuk ibu-ibunya, sebagai ibu-ibu kartini,” ujarnya.‬

‪Jadi sambungnya yang masak ini,  bapak-bapaknya, sebenarnya.  “Jadi kita sarankan penggunaannya  nasi goreng yang  ‘pol’ pedas. Apalagi di Medan orang suka yang pedasnya,” ujarnya.

‪Dalam perlombaan ini, pesertanya berasal dari semua kecamatan di kota Medan. “Ada juga bapak pejabat dari kejaksaan,  dari Polda,  Dandim dan Kepala masaknya, bapak wali kota,” ujarnya.‬

Melalui kegiatan ini, pihaknya mau memasyarakatkan nasi goreng sebagai makanan nusantara. “Jadi kita sebagai generasi bangsa meracik nasi goreng nasi ‘pol’,” ujar seraya menambahkan, di hari Kartini ini bapak-bapak dispesialkan memasak untuk ibu-ibunya.

Di sisi lain, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menyebutkan, keikutsertaannya untuk menyemarakkan hari Kartini ke 137. “Kita berharap bapak-bapak ikut berpartisipasi dan bisa juga mengambil alih tugas wanita dalam pekerjaan,” ujarnya. ‬G15

269

MEDAN-GNews: Moment hari RA Kartini yang jatuh pada 21 April, diperingati dengan beragam cara. Tidak selamanya meriah, namun tetap memberikan kesan terhadap sosok perempuan yang memperjuangkan persamaan hak tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan di zamannya.

Seperti yang dilakukan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Yayasan Srikandi Medan, Sabtu (23/4)  memperingati moment Hari Kartini dengan sederhana. Seperti lomba fashion show, lomba busana Kartini, lomba pidato dan lomba kreatifitas handicraft.

Pesertanya merupakan anak didik baik alumni maupun yang masih praktek kerja lapangan di lembaga ini. Meski sederhana, namun para pesertanya terlibat begitu antusias.

Ketua Yayasan Srikandi Medan, Suwito mengatakan, dedikasi dan perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan persamaan hak. Dan moment 21 April menjadi peringatan kebangkitan bagi kaum perempuan.

Direktur LPP Srikandi, Erdawati Suwito menambahkan, moment peringatan hari Kartini ini,  merupakan agenda rutin Srikandi Medan setiap tahunnya.

Karena berkat perjuangannya, perempuan bisa eksis. Termasuk semua kegiatan di Srikandi ada juga karena ada penggerakannya. “Dan Srikandi ini, identik dengan perempuan. Untuk itu, kita mengajak semua wanita untuk tumbuh tanpa terkecuali,”ujarnya.G15