Monday, November 19, 2018
Tags Posts tagged with "Pertamina"

Pertamina

10

MEDAN – gnews.online |

Sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, PT Pertamina (Persero) MOR l Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group bekerja sama dengan Rumah Zakat membuat program Balai Bina Mandiri, di Lingkungan 19 & 21, Kecamatan Medan Labuhan, Medan, Jumat (16/11).

Balai Bina Mandiri terdiri dari 10 orang Ibu Rumah Tangga di Lingkungan 19 & 21 yang dilatih oleh Pertamina dan Rumah Zakat sehingga memiliki kemampuan menjahit. Satu orang dapat memproduksi hingga 10 produk setiap harinya, sehingga dalam sehari bisa dihasilkan 100 produk. Produk yang dihasilkan diantaranya adalah pakaian batik, baju untuk pesta, sarung bantal, dan lain sebagainya.

Operation Head (OH) PT Pertamina MOR I TBBM Medan Group, Hari Purnomo, mengatakan, dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat di Kecamatan Medan Labuhan khususnya Ibu Rumah Tangga Lingkungan 19 & 21 dapat menjadi mandiri dan lebih produktif.

“Kami berharap dengan adanya program Balai Bina Mandiri dapat berkembang dan memproduksi pakaian maupun produk lainnya dalam jumlah besar. Meski baru terbentuk, namun Balai Bina Mandiri sudah mendapatkan banyak orderan tidak hanya dari Pertamina, namun dari warga sekitar khususnya di Lingkungan 19 & 21. Bila orderan untuk Balai Bina Mandiri terus meningkat, tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Medan Labuhan,” ujar Hari.

Balai Bina Mandiri baru dibentuk pada Agustus 2018. Meski baru terbentuk, Balai Bina Mandiri sudah menerima penghasilan berkat orderan dari Pertamina maupun dari masyarakat sekitar Kecamatan Medan Labuhan khususnya di Lingkungan 19 & 21.

Awal terbentuknya Balai Bina Mandiri adalah salah satu anggota, Ibu Fitri, memang sudah memiliki kemampuan menjahit mengajak teman-temannya yang merupakan tetangganya untuk mengikuti program ini, sehingga waktu luang yang mereka miliki bisa diisi dengan kegiatan menjahit. Lalu, mereka diberikan pelatihan oleh Pertamina dan Rumah Zakat, sehingga menjadi lebih paham mengenai teknik menjahit.

Branch Manager Rumah Zakat Medan, Budi Syahputra menyampaikan, Rumah Zakat merasa senang diberi kepercayaan oleh Pertamina MOR I TBBM Group untuk mendampingi masyarakat khususnya Kecamatan Medan Labuhan melalui program Balai bina mandiri. Rumah Zakat akan berupaya secara maksimal untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Balai bina mandiri.

“Rumah Zakat akan menjalankan amanah yang diberikan Pertamina untuk mendampingi Balai bina mandiri ini dengan terus memberikan pelatihan yang dibutuhkan mereka, sehingga mereka bisa menghasilkan produk yang lebih variatif lagi, pesanan menjadi meningkat, dan tingkat perekonomian mereka pun menjadi lebih baik lagi,” kata Budi.

Kedepannya, Balai Bina Mandiri ini juga akan melakukan pelatihan mengenai pemasaran khususnya online,sehingga promosi yang dilakukan tidak hanya mulut ke mulut, namun juga mengikuti perkembangan zaman sekarang yaitu melalui online. (art)

160

MEDAN – gnews.online |

Kemacetan lalulintas mengular panjang di Jalan Mustang, tepatnya, di persimpangan jalan Juanda/Jalan Mustang dan Jalan persimpangan tiga antara jalan Mustang, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Avros, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (2/10) sore. Hal itu, dipicu antrian panjang kendaraan bermotor di SPBU 1‎1.201.106 atau disebut SPBU Polonia, Medan.

Antrian panjang di SPBU milik PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I, dikarenakan ada promo murah pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jenis Pertamax dilakukan Pertamina dan Bank Mandiri dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Mandiri ke-20 tahun.

Untuk‎ antri BBM Pertamax dalam rangka HUT Bank milik BUMN itu, mengakibatkan kemacetan sekitar 3 kilometer. Petugas kepolisian lalulintas kewalahan untuk mengatur lalulintas yang macet tersebut. Ditambah lagi, kemacetan diperparah dengan kondisi masyarakat memaksa untuk masuk ke areal SPBU untuk ikut mengantri BBM murah tersebut.

Antrian panjang tersebut didominasi oleh kenderaan mewah roda empat. Petugas keamanan SPBU juga memberikan arahan bahwa kesediaan Pertamax habis ‎di SPBU tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan menggunakan alat pengeras suara.

“Ibu/bapak persediaan Pertamax kita sudah habis silakan melajuti perjalanannya biar tidak macet lagi,” ucap seorang petugas sekuriti SPBU tersebut.

Tampak kekecawaan para konsumen sudah mengantri lama dan bermacet-macetan untuk mendapatkan 20 liter Pertamax dengan harga Rp20 ribu. Kemacetan terus terjadi hingga pukul 16.00 WIB. Melihat kecametan tersebut, seorang petugas TNI menggunakan sepeda motor terjebak macet, memakirkan sepeda motornya dipinggir jalan dan ikut mengatur lalulintas untuk mengurai kemcetan di kawasan SPBU tersebut.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengungkapkan Bank Mandiri bekerja sama dengan PT Pertamina mengeluarkan program 20L Pertamax seharga Rp 20 Ribu.

“Program ini dalam rangka HUT Mandiri ke-20 kepada seluruh pemegang Mandiri. Dengan menggunakan Kartu Kredit, Debit, dan E-Money, yaitu transaksi Rp 20 Ribu mendapatkan 20L Pertamax,” tutur Rudi kepada wartawan, kemarin sore.

Promo ini berlaku di 2 SPBU Medan, yaitu SPBU Adam Malik dan SPBU Polonia Jalan Mustang, Medan, serta berlaku mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.‎ Dengan ketentuan promo tersebut, untuk 200 voucher saja. (art)

75

Medan – gnews.online |

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memberikan merchandise eksklusif dari Pertamina untuk pelanggan yang pada tanggal 2 Oktober 2018 menggunakan pakaian batik. Pemberian merchandise eksklusif ini dilakukan bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada Selasa (2/10/2018).

Pemberian merchandise eksklusif Pertamina ini diberikan kepada konsumen yang mengisi bahan bakar di SPBU 14.201.1157, yang terletak di Jl. Setia Budi No. 82, Kota Medan, Sumatera Utara.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk semangat Pertamina dalam menyambut Hari Batik Nasional dengan memberikan apresiasi kepada semua pelanggan yang menggunakan pakaian batik pada tangal tersebut dan tetap setia membeli produk – produk unggulan Pertamina.

“Hari Batik Nasional menjadi penting untuk diperingati karena Batik merupakan salah satu warisan bangsa yang sangat berharga. Sebagai bentuk penghargaan dari kami kepada pelanggan setia produk Pertamina, kami memberikan merchandise eksklusif bagi mereka yang mengisi bahan bakar di SPBU 14.201.1157 pada hari ini (2/10),” ujar Rudi.

20 Liter Pertamax Seharga Rp20 Ribu

Pada hari yang sama, Bank Mandiri bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) mengeluarkan program 20L Pertamax seharga Rp20 Ribu.

Program ini dalam rangka HUT Mandiri ke-20 kepada seluruh pemegang Mandiri. Dengan menggunakan Kartu Kredit, Debit, dan E-Money, yaitu transaksi Rp20 Ribu mendapatkan 20L Pertamax.

Promo ini berlaku di 2 SPBU Medan, yaitu SPBU Adam Malik dan SPBU Polonia, serta berlaku mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.00. (rel)

134

MEDAN – gnews.online |

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Terminal BBM Medan Group melaksanakan simulasi penanggulangan Organisasi Keadaan Darurat (OKD) tentang huru hara dan kebakaran gantry bay 3 di lokasi operasi Terminal BBM Medan Group, Jumat ( 28/9/2018).

Massa yang berseragam Awak Mobil Tangki (AMT) mencoba masuk ke lokasi hingga terjadi kebakaran di Gantry Bay 3 di Terminal BBM.

Berawal dari ratusan massa bersama Awak Mobil Tangki (AMT) yang membawa spanduk dan peralatan ujuk rasa tak terima atas perlakukan anak perusahaan Pertamina, hingga mencoba memasuki pintu pos 2 Terminal BBM Medan Group. Dengan kesigapan tim pengamanan Terminal BBM Medan Group menghadang para pedemo untuk masuk ke lokasi.

Diperkirakan massa yang berjumlah 300 orang tersebut secara terus menerus mecoba masuk ke Terminal BBM Medan Group, hampir 30 menit lebih para pedemo melakukan orasi dengan bermacam-macam cara menghasut Pertamina.

Saat pengunjuk rasa sedang melakukan orasi, secara tiba-tiba petugas Health Safety Security Environment (HSSE) memberikan informasi kepada pengawas bahwa terjadi kebakaran di area gantry. Dengan alat seadaanya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) petugas tidak mampu melakukan pemadaman yang sudah menguasai gantry bay 3.

Atas informasi tersebut, Operation Head (OH) Terminal BBM Medan Group dengan ini menyatakan untuk keadaan darurat level nol melalui pengeras suara dan meminta semua petugas untuk segera berkumpul ke Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) dalam rangka berkordinasi untuk menangani aksi unjuk rasa dan kebakaran di gantry bay 3.

Api yang terus menguasai gantry bay 3 membuat petugas HSSE mengalami luka bakar, secara cepat tim medical Pertamina melakukan evakuasi kepada korban. Namun massa yang tetap bertahan melakukan orasi mencoba secara paksa masuk, hingga terjadi aksi anarkis dorong mendorong serta melakukan pelemparan di pintu pos 2. Petugas keamanan pun menjadi korban para pengunjuk rasa hingga harus dilarikan oleh tim medis ke ruangan medical Pertamina TBBM Medan Group, saat ini sudah dua korban dirawat oleh medical.

Operation Head (OH), Hari Purnomo mengungkapkan bahwa simulasi OKD ini sering dilakukan di setiap wilayah operasi, untuk memberikan edukasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kewaspadaan, mengingat lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi.

“Penanganan simulasi OKD ini tetap terus dilakukan di setiap lokasi kerja, untuk memberikan edukasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kewaspadaan, mengingat lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi,” ungkap Hari Purnomo.

Hari Purnomo juga mengungkapkan semoga saja simulasi OKD ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh pekerja dan juga stakeholder yang ada di sekitar wilayah Terminal BBM Medan Group. (art)

80

Gunung Sitoli – gnews.online |

Untuk memberikan pemberdayaan masyarakat di lingkungan operasi, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Terminal BBM Gunung Sitoli memberikan bantuan secara berkelanjutan kepada masyarakat tentang ekonomi berbasis usaha kecil dan mikro dan sarana pendidikan.

Untuk itu, Terminal BBM Gunung Sitoli melakukan Launching Program CSR Pertamina, di Posyandu Desa Simanaere Kec. Gunung Sitoli Danoi, Kamis (2/8/2018).

Bantuan ekonomi berbasis usaha kecil dan mikro dan sarana pendidikan berupa pelatihan skill dan keterampilan Olahan Pisang dan juga Kelapa, Revitalisasi Posyandu di Desa Simanaere dan Humene, Peningkatan Mutu Pendidikan dengan Bantuan Sarana Pendidikan (Sekolah) serta Pipanisasi Air Bersih dari Desa Simanaere ke Desa Humene dengan total bantuan senilai Rp470.000.000.

“Program CSR ini bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar, sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berkomitmen untuk senantiasa memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian alam, lingkungan dan masyarakat. Dengan menyejahterakan manusia, alam, dan lingkungan, maka Pertamina akan mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Pjs OH TBBM Gunung Sitoli, Jusroni Marbun.

Jusroni Marbun juga menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan perekonomian. Warga yang berada di daerah ring 1 Pertamina TBBM Gunung Sitoli serta Peningkatan Kesehatan Ibu, Bayi, dan Balita dengan adanya program Sehati Pertamina TBBM Gunung Sitoli dan sebagai wujud kepedulian perusahaan dalam Peningkatan kualitas pendidikan.

Kades Simanaere, Soniat Aman Gea mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan dan kepedulian Pertamina. “Terima kasih atas bantuan CSR Pertamina yang telah memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Dengan bantuan yang diberikan ini bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ungkap Soniat Aman Gea.

Untuk itu Pertamina mengelola kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang mencakup program Corporate Social Responsibility (CSR), program Bina Lingkungan (BL) dan Program Kemitraan (PK). (rel)

215

Medan – gnews.online |

Dalam rangka memperingati hari jadi produk bahan bakar berkualitas, Pertamax Turbo yang jatuh pada hari Minggu, 29 Juli 2018, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali memberikan apresiasi kepada penggemar setia Pertamax Turbo di Kota Medan.

Mengusung tema Pertamax Turbo Anniversary, Pertamina MOR I membagikan berbagai merchandise eksklusif melalui program promo Pertamax Turbo Lucky Dip, pada Minggu (29/7).

Bertempat di SPBU 11.201.102, Jl. Putri Merak Jingga, Medan, Pertamina MOR I membagikan total 35 merchandise eksklusif bagi konsumen beruntung yang melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertamax Turbo.

Kualitas bahan bakar berstandar internasional yang menjadi ciri khas dari Pertamax Turbo memang memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya, hal ini terbukti pada bulan Juni 2018 terjadi peningkatan konsumsi mencapai 33,6 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2017 atau mengalami peningkatan konsumsi dari 808 kiloliter menjadi 1.080 kiloliter perbulannya.

General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo menyatakan, kenaikan konsumsi Pertamax Turbo memang sudah diprediksi sebelumnya mengingat masyarakat Indonesia yang semakin cerdas dalam memilih bahan bakar.

“Masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam memilih bahan bakar yang baik bagi mesin kendaraannya, tidak heran bila Pertamax Turbo menjadi idaman bagi pelanggan setianya,” ujar Joko.

Melalui sertifikasi internasional, Pertamax Turbo juga terbukti mampu memberikan akselerasi maksimal mesin kendaraan. “Dengan RON 98, selain menjaga mesin kendaraan, Pertamax Turbo juga mampu memaksimalkan performa dari mesin kendaraan anda,” tambah Joko.

Faisal, selaku konsumen setia Pertamax Turbo mengungkapkan kepuasannya saat berkendara menggunakan Pertamax Turbo. “Setelah menggunakan Pertamax Turbo, kendaraan saya mampu melaju dengan lebih baik, mesin jadi awet, dan performa mesin tidak pernah sebaik ini,” ujar Faisal.

Dalam rangka Pertamax Turbo Anniversary, Pertamina MOR I juga mengadakan program giveaway di akun sosial media Instagram, dengan hadiah utama smartphone dan berbagai merchandise menarik lainnya, info lebih lanjut dapat dilihat pada akun instagram Pertamina MOR I di @pertaminamor1. (art)

148

Sibolga – gnews.online |

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali menunjukan kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat. Kali ini, Pertamina MOR I melalui program CSR bidang pendidikan dan keagamaan turut membangun enam unit Masjid, dua unit Mushola, dan dua unit Sekolah di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Total bantuan yang diberikan untuk pembangunan masjid dan mushola tersebut mencapai Rp1,46 miliar.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Hotel PIA, Sibolga pada Rabu (18/7) oleh Operation Head TBBM Sibolga, Adi Rachman kepada Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Adapun bantuan yang diberikan akan dipergunakan untuk pembangunan Masjid Raya Pinangsori, Mushola Al –Ikhwan, Masjid Al Abror, Masjid Ranting Muhammadiyah Sibabangun, Mushola Al – Ikhlas, Masjid Raya Babul Jannah, Masjid Al – Arafah, Masjid Jamil Pasir Bidang, MIS Al Washliyah Hutanabolon, dan MTS Islamiyah Tukkah.

Bakhtiar Ahmad selaku Bupati Tapanuli Tengah dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pertamina MOR I atas kepeduliannya terhadap pembangunan infrastruktur masyarakat di berbagai wilayah.

“Apresiasi kepada Pertamina MOR I atas perhatian dan kepeduliannya yang selalu siap dalam mendukung dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Operation Head TBBM Sibolga Adi Rachman mengutarakan, bantuan yang diberikan adalah tanggung jawab sosial Pertamina di bidang pendidikan dan keagamaan.

“Bantuan ini adalah bentuk dukungan sekaligus menjadi program tanggung jawab sosial Pertamina MOR I, serta merupakan upaya Pertamina MOR I dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan,” ungkap Adi Rachman.

Adi menambahkan, melalui bantuan yang diberikan, dapat membantu masyarakat di wilayah Tapanuli Tengah untuk mendapatkan fasilitas ibadah dan pendidikan yang lebih memadai. “Kami berharap masyarakat di Tapanuli Tengah ini bisa mendapatkan fasilitas yang lebih memadai, khususnya untuk ibadah dan pendidikan,” tutupnya. (art)

221

Simalungun – gnews.online |

Selama masa operasi pencarian dan evakuasi KM Sinar Bangun di Tigaras, danau Toba, Pokso Kesehatan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 telah melayani sebanyak 636 orang yang terdiri dari petugas relawan, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.

Posko yang terletak di sekitaran dermaga kapal Tigaras Simalungun ini merupakan bagian dari kegiatan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina atas dasar kepedulian terhadap musibah kecelakaan transportasi yang terjadi di Danau Toba.

Selain bantuan posko kesehatan, selama masa pencarian dan evakuasi Basarnas, Pertamina telah menyalurkan bantuan CSR berupa bahan bakar untuk operasional Basarnas yang terdiri dari 14,4 kl Pertalite dan 3 kl Dexlite. Produk Pertalite dan Dexlite digunakan untuk operasional kapal dan dapur umum

Bantuan layanan kesehatan di Posko Pertamina dilaksanakan bekerja sama dengan PKPU yang meliputi pemeriksaan kesehatan, cek darah, kolesterol, serta pemberian obat-obatan yang beroperasi sejak tanggal 22 Juni sampai dengan berakhirnya masa operasi pencarian dan evakuasi 3 Juli 2018.

Dalam mendukung kegiatan Basarnas di lokasi tersebut Pertamina berharap pokso layanan kesehatan dapat membantu para relawan selalu dalam kondisi yang fit dan sehat.

“Dengan kondisi cuaca kemarin yang kurang baik serta tuntutan untuk selalu siaga selama 24 jam, tentunya beberapa relawan ada yang mengalami keletihan atau menurun kebugarannya,” ujar Rudi Ariffianto, Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR I, Jumat (6/7/2018).

Oleh karena itu keberadaan posko kesehatan Pertamina hadir untuk membantu memantau kondisi para relawan dan juga keluarga korban yang berada di lokasi menunggu perkembangan hasil pencarian. (art)

272

JAKARTA – gnews.online|

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengumumkan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan anak usaha PT Pertamina, melalui proses pengambilalihan saham Pertagas yang dimiliki Pertamina, dengan total nilai nominal Rp16.604.312.010.201 (Rp16,6 triliun) atau setara dengan 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Pertagas, Selasa (3/7/2018).

Proses pengambilalihan saham Pertagas oleh PGN ini telah dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA) pada tanggal 29 Juni 2018, antara Pertamina yang diwakili Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, Gigih Prakoso dengan Direktur Utama PGN, Jobi Triananda.

Nilai Transaksi tersebut merupakan harga pembelian untuk 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas, di mana PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas sudah dikeluarkan dari buku Pertagas, sehingga hanya terdapat PT Pertagas Niaga sebagai anak usaha di dalam buku Pertagas.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, integrasi Pertagas ke dalam PGN ini adalah rangkaian proses dari pembentukan Holding BUMN Migas yang merupakan insiatif pemerintah RI untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional.

Pembentukan perusahaan induk di bidang minyak dan gas bumi (Holding Migas) sendiri dimulai dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina. Kemudian, saham Seri B milik Pemerintah pada Perseroan dialihkan kepada Pertamina.

“Proses pembentukan Holding Migas dilanjutkan dengan integrasi Pertagas ke dalam PGN yang dilakukan dengan cara pengambilalihan saham milik Pertamina pada Pertagas oleh PGN dengan cara dan harga yang disepakati oleh Pertamina dan PGN,” kata Rachmat Hutama.

Ia menambahkan, transaksi ini secara langsung memberikan nilai tambah strategis dan meningkatkan daya saing Perseroan. Transaksi ini juga akan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan serta menegaskan komitmen Perseroan untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur gas nasional.

“Kami harap melalui transaksi ini dapat menjadikan Perseroan mampu menjadi pemain utama di bidang transmisi dan distribusi gas bumi baik di dalam maupun di luar negeri,” imbuhnya.

Melalui integrasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai badan usaha yang terdepan di bidang transmisi dan distribusi gas bumi, menambah nilai portofolio investasi Perseroan dan di masa yang akan datang dapat meningkatkan pendapatan Perseroan.

Selain itu, juga menambah dan menjamin portofolio pasokan gas bumi serta gas bumi cair (LNG) dan infrastruktur jaringan pipa gas bumi, mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tidak tumpang tindih untuk suplai gas ke konsumen akhir yang pada akhirnya dapat mewujudkan penghematan biaya investasi (capital expenditure) dan mempercepat pembukaan pasar baru.

Diharapkan pula dengan integrasi ini, bisa mewujudkan efisiensi di seluruh mata rantai, mulai dari kepastian sumber gas hingga distribusi yang diharapkan mewujudkan harga gas yang kompetitif sehingga mendorong pertumbuhan pasar yang berkelanjutan, menjamin ketersediaan pasokan gas untuk keberlangsungan penyaluran ke konsumen dan meningkatkan akses masyarakat terhadap energi gas. Karena distribusi gas yang lebih meluas dan merata, meningkatkan ketersediaan pasokan gas untuk kesinambungan penyaluran gas dan mendorong monetisasi gas lapangan dan gas alam cair untuk volume pasokan gas jangka pendek, menengah dan panjang.

PGN merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang transmisi dan distribusi gas bumi, yang juga merupakan perusahaan terbuka yang seluruh sahamnya tercatat di BEI. Nama besar Perseroan di bidang usaha gas bumi telah dikenal luas. Sampai saat ini Perseroan merupakan pemain utama dan terbesar dalam bidang usaha tersebut bersama dengan anak-anak perusahaan Perseroan lainnya. (rel)

219

MEDAN – gnews.online |

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memastikan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) aman selama arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Unit Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto menyatakan, penyaluran harian untuk LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Madina pada tanggal 13 Juni 2018 adalah sebesar 5.040 tabung perhari dan disalurkan melalui 2 agen serta 80 pangkalan, dengan HET sebesar Rp17 ribu – Rp22 ribu.

“Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina MOR I telah menambahkan fakultatif pasokan di Kabupaten Madina sebesar 6.160 tabung perhari pada tanggal 29 dan 30 Mei 2018,” jelasnya, Rabu (13/6/2018).

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait arus mudik dan libur lebaran 2018, Pertamina MOR I akan terus melakukan penambahan pasokan tabung LPG pada tanggal 9, 12, 14, 15, dan 17 Juni 2018 sebanyak 9.520 tabung perhari di wilayah tersebut.

Rudi Ariffianto menyebutkan pasokan LPG Pertamina di wilayah Madina berjalan normal. Tim investigasi telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap adanya keluhan kondisi pasokan LPG 3 Kg di wilayah tersebut.

“Pasokan LPG 3 Kg di wilayah Madina berjalan normal bahkan sudah dilakukan penambahan pasokan sebelumnya. Kami akan cek apabila penambahan pasokan memang dirasa belum mencukupi, kami akan melakukan penambahan pasokan fakultatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi.

Dia mengatakan, Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Pertamina menhimbau bahwa peruntukkan LPG 3 Kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp1,5 juta per bulan atau Usaha Mikro.

“Bagi warga mampu, Pertamina telah menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg dan Elpiji tabung biru 12 Kg serta 50 Kg untuk usaha komersial. Jika masyarakat memiliki keluhan terhadap layanan dan produk Pertamina dapat langsung menghubungi kontak Pertamina di 1 500 000,” tutupnya. (art)