Friday, September 21, 2018
Tags Posts tagged with "Pertamina"

Pertamina

50

Gunung Sitoli – gnews.online |

Untuk memberikan pemberdayaan masyarakat di lingkungan operasi, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Terminal BBM Gunung Sitoli memberikan bantuan secara berkelanjutan kepada masyarakat tentang ekonomi berbasis usaha kecil dan mikro dan sarana pendidikan.

Untuk itu, Terminal BBM Gunung Sitoli melakukan Launching Program CSR Pertamina, di Posyandu Desa Simanaere Kec. Gunung Sitoli Danoi, Kamis (2/8/2018).

Bantuan ekonomi berbasis usaha kecil dan mikro dan sarana pendidikan berupa pelatihan skill dan keterampilan Olahan Pisang dan juga Kelapa, Revitalisasi Posyandu di Desa Simanaere dan Humene, Peningkatan Mutu Pendidikan dengan Bantuan Sarana Pendidikan (Sekolah) serta Pipanisasi Air Bersih dari Desa Simanaere ke Desa Humene dengan total bantuan senilai Rp470.000.000.

“Program CSR ini bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar, sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berkomitmen untuk senantiasa memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian alam, lingkungan dan masyarakat. Dengan menyejahterakan manusia, alam, dan lingkungan, maka Pertamina akan mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Pjs OH TBBM Gunung Sitoli, Jusroni Marbun.

Jusroni Marbun juga menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan perekonomian. Warga yang berada di daerah ring 1 Pertamina TBBM Gunung Sitoli serta Peningkatan Kesehatan Ibu, Bayi, dan Balita dengan adanya program Sehati Pertamina TBBM Gunung Sitoli dan sebagai wujud kepedulian perusahaan dalam Peningkatan kualitas pendidikan.

Kades Simanaere, Soniat Aman Gea mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan dan kepedulian Pertamina. “Terima kasih atas bantuan CSR Pertamina yang telah memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Dengan bantuan yang diberikan ini bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ungkap Soniat Aman Gea.

Untuk itu Pertamina mengelola kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang mencakup program Corporate Social Responsibility (CSR), program Bina Lingkungan (BL) dan Program Kemitraan (PK). (rel)

176

Medan – gnews.online |

Dalam rangka memperingati hari jadi produk bahan bakar berkualitas, Pertamax Turbo yang jatuh pada hari Minggu, 29 Juli 2018, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali memberikan apresiasi kepada penggemar setia Pertamax Turbo di Kota Medan.

Mengusung tema Pertamax Turbo Anniversary, Pertamina MOR I membagikan berbagai merchandise eksklusif melalui program promo Pertamax Turbo Lucky Dip, pada Minggu (29/7).

Bertempat di SPBU 11.201.102, Jl. Putri Merak Jingga, Medan, Pertamina MOR I membagikan total 35 merchandise eksklusif bagi konsumen beruntung yang melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertamax Turbo.

Kualitas bahan bakar berstandar internasional yang menjadi ciri khas dari Pertamax Turbo memang memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya, hal ini terbukti pada bulan Juni 2018 terjadi peningkatan konsumsi mencapai 33,6 persen dibandingkan dengan bulan Juni 2017 atau mengalami peningkatan konsumsi dari 808 kiloliter menjadi 1.080 kiloliter perbulannya.

General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo menyatakan, kenaikan konsumsi Pertamax Turbo memang sudah diprediksi sebelumnya mengingat masyarakat Indonesia yang semakin cerdas dalam memilih bahan bakar.

“Masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam memilih bahan bakar yang baik bagi mesin kendaraannya, tidak heran bila Pertamax Turbo menjadi idaman bagi pelanggan setianya,” ujar Joko.

Melalui sertifikasi internasional, Pertamax Turbo juga terbukti mampu memberikan akselerasi maksimal mesin kendaraan. “Dengan RON 98, selain menjaga mesin kendaraan, Pertamax Turbo juga mampu memaksimalkan performa dari mesin kendaraan anda,” tambah Joko.

Faisal, selaku konsumen setia Pertamax Turbo mengungkapkan kepuasannya saat berkendara menggunakan Pertamax Turbo. “Setelah menggunakan Pertamax Turbo, kendaraan saya mampu melaju dengan lebih baik, mesin jadi awet, dan performa mesin tidak pernah sebaik ini,” ujar Faisal.

Dalam rangka Pertamax Turbo Anniversary, Pertamina MOR I juga mengadakan program giveaway di akun sosial media Instagram, dengan hadiah utama smartphone dan berbagai merchandise menarik lainnya, info lebih lanjut dapat dilihat pada akun instagram Pertamina MOR I di @pertaminamor1. (art)

123

Sibolga – gnews.online |

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali menunjukan kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat. Kali ini, Pertamina MOR I melalui program CSR bidang pendidikan dan keagamaan turut membangun enam unit Masjid, dua unit Mushola, dan dua unit Sekolah di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Total bantuan yang diberikan untuk pembangunan masjid dan mushola tersebut mencapai Rp1,46 miliar.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Hotel PIA, Sibolga pada Rabu (18/7) oleh Operation Head TBBM Sibolga, Adi Rachman kepada Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Adapun bantuan yang diberikan akan dipergunakan untuk pembangunan Masjid Raya Pinangsori, Mushola Al –Ikhwan, Masjid Al Abror, Masjid Ranting Muhammadiyah Sibabangun, Mushola Al – Ikhlas, Masjid Raya Babul Jannah, Masjid Al – Arafah, Masjid Jamil Pasir Bidang, MIS Al Washliyah Hutanabolon, dan MTS Islamiyah Tukkah.

Bakhtiar Ahmad selaku Bupati Tapanuli Tengah dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pertamina MOR I atas kepeduliannya terhadap pembangunan infrastruktur masyarakat di berbagai wilayah.

“Apresiasi kepada Pertamina MOR I atas perhatian dan kepeduliannya yang selalu siap dalam mendukung dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Operation Head TBBM Sibolga Adi Rachman mengutarakan, bantuan yang diberikan adalah tanggung jawab sosial Pertamina di bidang pendidikan dan keagamaan.

“Bantuan ini adalah bentuk dukungan sekaligus menjadi program tanggung jawab sosial Pertamina MOR I, serta merupakan upaya Pertamina MOR I dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan,” ungkap Adi Rachman.

Adi menambahkan, melalui bantuan yang diberikan, dapat membantu masyarakat di wilayah Tapanuli Tengah untuk mendapatkan fasilitas ibadah dan pendidikan yang lebih memadai. “Kami berharap masyarakat di Tapanuli Tengah ini bisa mendapatkan fasilitas yang lebih memadai, khususnya untuk ibadah dan pendidikan,” tutupnya. (art)

200

Simalungun – gnews.online |

Selama masa operasi pencarian dan evakuasi KM Sinar Bangun di Tigaras, danau Toba, Pokso Kesehatan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 telah melayani sebanyak 636 orang yang terdiri dari petugas relawan, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.

Posko yang terletak di sekitaran dermaga kapal Tigaras Simalungun ini merupakan bagian dari kegiatan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina atas dasar kepedulian terhadap musibah kecelakaan transportasi yang terjadi di Danau Toba.

Selain bantuan posko kesehatan, selama masa pencarian dan evakuasi Basarnas, Pertamina telah menyalurkan bantuan CSR berupa bahan bakar untuk operasional Basarnas yang terdiri dari 14,4 kl Pertalite dan 3 kl Dexlite. Produk Pertalite dan Dexlite digunakan untuk operasional kapal dan dapur umum

Bantuan layanan kesehatan di Posko Pertamina dilaksanakan bekerja sama dengan PKPU yang meliputi pemeriksaan kesehatan, cek darah, kolesterol, serta pemberian obat-obatan yang beroperasi sejak tanggal 22 Juni sampai dengan berakhirnya masa operasi pencarian dan evakuasi 3 Juli 2018.

Dalam mendukung kegiatan Basarnas di lokasi tersebut Pertamina berharap pokso layanan kesehatan dapat membantu para relawan selalu dalam kondisi yang fit dan sehat.

“Dengan kondisi cuaca kemarin yang kurang baik serta tuntutan untuk selalu siaga selama 24 jam, tentunya beberapa relawan ada yang mengalami keletihan atau menurun kebugarannya,” ujar Rudi Ariffianto, Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR I, Jumat (6/7/2018).

Oleh karena itu keberadaan posko kesehatan Pertamina hadir untuk membantu memantau kondisi para relawan dan juga keluarga korban yang berada di lokasi menunggu perkembangan hasil pencarian. (art)

257

JAKARTA – gnews.online|

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengumumkan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan anak usaha PT Pertamina, melalui proses pengambilalihan saham Pertagas yang dimiliki Pertamina, dengan total nilai nominal Rp16.604.312.010.201 (Rp16,6 triliun) atau setara dengan 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Pertagas, Selasa (3/7/2018).

Proses pengambilalihan saham Pertagas oleh PGN ini telah dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA) pada tanggal 29 Juni 2018, antara Pertamina yang diwakili Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko, Gigih Prakoso dengan Direktur Utama PGN, Jobi Triananda.

Nilai Transaksi tersebut merupakan harga pembelian untuk 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas, di mana PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas sudah dikeluarkan dari buku Pertagas, sehingga hanya terdapat PT Pertagas Niaga sebagai anak usaha di dalam buku Pertagas.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, integrasi Pertagas ke dalam PGN ini adalah rangkaian proses dari pembentukan Holding BUMN Migas yang merupakan insiatif pemerintah RI untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional.

Pembentukan perusahaan induk di bidang minyak dan gas bumi (Holding Migas) sendiri dimulai dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina. Kemudian, saham Seri B milik Pemerintah pada Perseroan dialihkan kepada Pertamina.

“Proses pembentukan Holding Migas dilanjutkan dengan integrasi Pertagas ke dalam PGN yang dilakukan dengan cara pengambilalihan saham milik Pertamina pada Pertagas oleh PGN dengan cara dan harga yang disepakati oleh Pertamina dan PGN,” kata Rachmat Hutama.

Ia menambahkan, transaksi ini secara langsung memberikan nilai tambah strategis dan meningkatkan daya saing Perseroan. Transaksi ini juga akan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan serta menegaskan komitmen Perseroan untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur gas nasional.

“Kami harap melalui transaksi ini dapat menjadikan Perseroan mampu menjadi pemain utama di bidang transmisi dan distribusi gas bumi baik di dalam maupun di luar negeri,” imbuhnya.

Melalui integrasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai badan usaha yang terdepan di bidang transmisi dan distribusi gas bumi, menambah nilai portofolio investasi Perseroan dan di masa yang akan datang dapat meningkatkan pendapatan Perseroan.

Selain itu, juga menambah dan menjamin portofolio pasokan gas bumi serta gas bumi cair (LNG) dan infrastruktur jaringan pipa gas bumi, mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tidak tumpang tindih untuk suplai gas ke konsumen akhir yang pada akhirnya dapat mewujudkan penghematan biaya investasi (capital expenditure) dan mempercepat pembukaan pasar baru.

Diharapkan pula dengan integrasi ini, bisa mewujudkan efisiensi di seluruh mata rantai, mulai dari kepastian sumber gas hingga distribusi yang diharapkan mewujudkan harga gas yang kompetitif sehingga mendorong pertumbuhan pasar yang berkelanjutan, menjamin ketersediaan pasokan gas untuk keberlangsungan penyaluran ke konsumen dan meningkatkan akses masyarakat terhadap energi gas. Karena distribusi gas yang lebih meluas dan merata, meningkatkan ketersediaan pasokan gas untuk kesinambungan penyaluran gas dan mendorong monetisasi gas lapangan dan gas alam cair untuk volume pasokan gas jangka pendek, menengah dan panjang.

PGN merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang transmisi dan distribusi gas bumi, yang juga merupakan perusahaan terbuka yang seluruh sahamnya tercatat di BEI. Nama besar Perseroan di bidang usaha gas bumi telah dikenal luas. Sampai saat ini Perseroan merupakan pemain utama dan terbesar dalam bidang usaha tersebut bersama dengan anak-anak perusahaan Perseroan lainnya. (rel)

193

MEDAN – gnews.online |

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memastikan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) aman selama arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Unit Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto menyatakan, penyaluran harian untuk LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Madina pada tanggal 13 Juni 2018 adalah sebesar 5.040 tabung perhari dan disalurkan melalui 2 agen serta 80 pangkalan, dengan HET sebesar Rp17 ribu – Rp22 ribu.

“Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina MOR I telah menambahkan fakultatif pasokan di Kabupaten Madina sebesar 6.160 tabung perhari pada tanggal 29 dan 30 Mei 2018,” jelasnya, Rabu (13/6/2018).

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait arus mudik dan libur lebaran 2018, Pertamina MOR I akan terus melakukan penambahan pasokan tabung LPG pada tanggal 9, 12, 14, 15, dan 17 Juni 2018 sebanyak 9.520 tabung perhari di wilayah tersebut.

Rudi Ariffianto menyebutkan pasokan LPG Pertamina di wilayah Madina berjalan normal. Tim investigasi telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap adanya keluhan kondisi pasokan LPG 3 Kg di wilayah tersebut.

“Pasokan LPG 3 Kg di wilayah Madina berjalan normal bahkan sudah dilakukan penambahan pasokan sebelumnya. Kami akan cek apabila penambahan pasokan memang dirasa belum mencukupi, kami akan melakukan penambahan pasokan fakultatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi.

Dia mengatakan, Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Pertamina menhimbau bahwa peruntukkan LPG 3 Kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp1,5 juta per bulan atau Usaha Mikro.

“Bagi warga mampu, Pertamina telah menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg dan Elpiji tabung biru 12 Kg serta 50 Kg untuk usaha komersial. Jika masyarakat memiliki keluhan terhadap layanan dan produk Pertamina dapat langsung menghubungi kontak Pertamina di 1 500 000,” tutupnya. (art)

275

Medan – gnews.online |

Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Sumatera Utara jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melakukan pemeriksaan akan sarana dan fasilitas di lapangan untuk memastikan keamanan distribusi produk.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo ini dilaksankaan sebanyak dua periode, yang pertama berlangsung pada tanggal 11-12 Juni 2018 dan 18-19 Juni 2018.

Pengecekan sarana fasilitas distribusi produk dilakukan di dua wilayah yang diperkirakan akan menjadi lokasi yang diperkirakan akan menjadi titik konsentrasi pemudik dan juga lokasi wisata, yakni wilayah Sei Rampah – Kisaran – Siantar-Parapat dan wilayah wisata Brastagi-Simalem.

Pemeriksaan sarana dan fasilitas saluran distribusi dilaksanakan mulai dari fasilitas Kiosk Pertamax, Terminal BBM Kisaran dan Siantar, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE), SPBU, SPBU Kantong, Agen dan Pangkalan LPG, hingga ke SPBU Motorist.

General Manager Pertamina MOR mengungkapkan kegiatan pemeriksaan sarana dan fasilitas rutin dilakukan untuk antisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar.

“Guna antisipasi kenaikan konsumsi bahan bakar jelang hari raya, Pertamina MOR I  melaksanakan pemeriksaan terhadap sarana dan fasilitas distribusi untuk memastikan kembali keandalan dan keamanan operasionalnya dalam mendukung Satgas RAFI 2018,” ujar Joko Pitoyo.

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjaga dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. “Pertamina berharap melalui kegiatan ini, kami dapat memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat dapat terjaga dan terpenuhi dengan baik.”

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan pemeriksaan sarana dan fasilitas dalam rangka kesuksesan Satgas RAFI 2018. Sebelumnya, Joko Pitoyo bersama tim manajemen Pertamina MOR 1 telah melaksanaan pemeriksaan di Padang, Pariaman, dan Bukittinggi, Sumbar, Banda Aceh, Aceh, Batam, Kepri, dan Pekanbaru, Riau.

Kondisi BBM Jelang Hari Raya

Dari hasil laporan tim Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1439 H periode Senin, 11 Juni 2018, ditemukan adanya peningkatan konsumsi bahan bakar jelang Hari Raya.

Untuk jenis bahan bakar Premium mencapai 7.550 kiloliter (KL) per hari atau 34% di atas penyaluran harian normal, Pertalite 7.000 KL per hari yang artinya 7% di atas penyaluran harian normal, sedangkan Pertamax mencapai 1.650 KL per hari atau 50% di atas normalnya.   Adapun penyaluran LPG 8% di atas penyaluran normal yaitu 2.810 metric ton (MT) per hari.

Dalam pantauan lapangan di SPBU 14.211.204 yang menjadi titik mobile storage atau SPBU Kantong dan 14.211.214 yang menjadi titik berangkat motorist keduanya berlokasi di Parapat, Simalungun penjualan gasoline series naik dua kali lipat.

Joko Pitoyo mengungkapkan, di SPBU 14.211.204 penjualan Pertalite mencapai 16 KL atau naik signifikan dibandingkan dengan rerata harian normal sebanyak 9 KL per hari, demikian juga Pertamax yang meningkat tajam dari semula 500 liter per hari menjadi 1-2 KL per hari.

“Mudik sudah mulai berdampak pada peningkatan permintaan pada SPBU yang menjadi perlintasan pemudik dan juga pusat wisata. Ini juga terlihat dari tren penyaluran dari TBBM Pematang Siantar yang menyalurkan 20% di atas normal,” ungkapnya di sela-sela pemeriksaan. (art)

100

Medan – gnews.online|

Dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1439 H, PT Pertamina (persero) MOR I menyiapkan 8 kantong SPBU yang berada di jalur lintas mudik dan wisata di Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan GM Pertamina MOR I, Joko Pitoyo didampingi Retail Fuel Marketing Manager Region I, Agus Taufik Harahap, Domestic Gas Manager Region I, C.D. Sasongko, Aviation Manager Region I, Sihol Situmorang, dan Unit Manager Communication & CSR MOR I, Rudi Ariffianto, Senin (4/6/2018).

Kedelapan kantong tersebut yaitu SPBU 14208167 di kab. Langkat, SPBU 14206190 di Kab. Serdang Bedagai, SPBU 14222236 di Kab. Dairi, SPBU 14221248 & SPBU 14221286 di Kab. Karo, SPBU 14211214 di Kab. Simalungun, SPBU 14223328 di Kab.Samosir dan SPBU 14227312 di Kota Padang Sidempuan.

“Penyediaan kantong BBM berupa mobil tangki dengan muatan BBM agar pelayanan dan distribusi dapat lebih cepat mengantisipasi jalur yang padat di jalan,” jelas Joko Pitoyo.

Selain 8 kantong BBM, Pertamina mempersiapkan 1 Kiosk Pertamax di Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi KM 75 dan 3 Motor Kemasan di SPBU 14221248 (Jalur Medan-Berastagi), SPBU 14211204 (Jalur Parapat) dan SPBU 142051139 (Jalur Lintas Timur). Kiosk dan Motor Kemasan ini dipersiapkan untuk memberikan jaminan pelayanan BBM terutama ketika terjadi kemacetan.

Selain itu, Pertamina MOR I memprediksi penyaluran Premium pada masa satgas diperkirakan akan terjadi peningkatan sebesar 9 persen dari sebelumnya penyaluran rata-rata harian 1.097 kiloliter menjadi 1.200 kiloliter.

Sedangkan untuk produk pertalite akan meningkat sebesar 11 persen dari 3.514 kiloliter menjadi 3.171 kiloliter. Untuk produk Pertamax diperkirakan akan mengalami peningkatan konsumsi 10 persen dari normalnya 409 kiloliter perhari menjadi 450 kiloliter. Solar diprediksi turun 9 persen di angka 2.450 kiloliter perhari dari normalnya 2.694 kilo liter per hari.

“Pasokan BBM ke masyarakat di Sumatera Utara disuplai dari lima terminal BBM yang terdiri dari TBBM Medan Group, TBBM Kisaran, TBBM Siantar, TBBM G Sitoli, TBBM Sibolga melalui 330 SPBU,” jelasnya.

Kesiapan LPG

Konsumsi LPG diprediksi akan meningkat selama Ramadhan 1439 H di wilayah Sumatera Utara. Pertamina mengantisipasi lonjakan itu dengan menambah pasokan dan melakukan pendistribusian sesuai kebutuhan. Lonjakan permintaan biasanya terjadi pada bulan ramadhan karena perubahan pola konsumsi.

Untuk wilayah Sumatera Utara, Pertamina telah mengantisipasi penyaluran LPG 3 kg dengan menambah sebanyak 33.666 tabung atau 9 persen dari konsumsi harian normal yaitu dari 369.333 tabung perhari menjadi 403.000 tabung per hari.

“Ketahanan supply dan stok LPG wilayah Sumatera Utara ditunjang dengan 217 agen dan 7.994 pangkalan LPG yang disalurkan dari Depot LPG Tandem dan Depot LPG Pangkalansusu,” sebut Joko.

Kesiapan Avtur

Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina MOR I memprediksi akan terjadi peningkatan kebutuhan bahan bakar Avtur di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Penyaluran harian normal avtur di Kualanamu diperkirakan akan meningkat sebesar 7,55 persen pada H-7 dan H+7 yaitu dari 506 kiloliter per hari menjadi 544 kiloliter perhari.

Ketahanan Stok Avtur di Bandara Kualanamu ditunjang oleh Depot Pengisian Pesawat Udara Kualanamu.

Pertamina MOR I juga menyiagakan tim satgas ramadhan dan idul fitri 1439 H di kantor Pertamina MOR I pada tanggal 30 Mei 2018 dan berakhir pada tanggal 28 Juni 2018.

“Antisipasi penambahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman,” tutupnya. (art)

95

Medan – gnews.online |

Dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan 1439 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut menyelenggarkan kegiatan buka puasa bersama ratusan anak yatim piatu yang berasal dari tujuh Yayasan dan Panti Asuhan di Kota Medan.

Acara ini merupakan wujud syukur Pertamina sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan digelar secara serentak di seluruh wilayah operasi Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia.

Agenda buka bersama diisi dengan pemberian santunan kepada tiga ratus anak yatim piatu yang berasal dari tujuh panti asuhan di wilayah operasi MOR I Sumbagut yaitu dari Panti Asuhan Al Khafi, Panti Asuhan Hidayatullah, Panti Asuhan Ustadz Mukhlis, Panti Asuhan Rumah Zakat Indonesia, Panti Asuhan Dompet Dhuafa, Panti Asuhan Aksi Cepat Tanggap dan Panti Asuhan Inisiatif Zakat Indonesia.

Santunan ini diberikan secara simbolis oleh General Manager Pertamina MOR I Sumbagut, Joko Pitoyo. Total santunan yang diberikan adalah senilai Rp75 juta dan dibagikan dalam bentuk paket alat tulis sekolah, sajadah, serta uang tunai kepada masing-masing anak.

Tidak hanya dilaksanakan di kantor Region Pertamina MOR I Medan, kegiatan santunan kepada anak yatim juga dilaksanakan di area operasi Pertamina MOR I sepanjang bulan Ramadhan di Terminal BBM, Depot LPG dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di 21 lokasi lainnya mulai dari provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, sampai Kepulauan Riau. Secara total jumlah anak yatim yang menerima santunan sebanyak 2.688 anak dengan total bantuan senilai Rp552,6 juta.

GM Pertamina MOR I, Joko Pitoyo menyampaikan bahwa sebagai ungkapan rasa syukur, dalam acara buka bersama kali ini Pertamina ingin berbagi berkah dan kebahagiaan di bulan penuh rahmat bersama dengan anak yatim piatu.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momen bagi kami untuk dapat meningkatkan kepedulian terhadap sesama sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah di bulan yang penuh berkah ini,” kata Joko.

Acara juga diisi dengan ceramah agama oleh Ustad Amhar Nasution kemudian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah. (art)

125

Medan – gnews.online |

Para Siswa dan Pengurus Pondok Pesantren Tahfizul Quran Jabal Noor di Sunggal, menerima kunjungan dari Pertamina dalam rangka kegiatan Safari Ramadhan Direksi PT Pertamina (Persero) di area Sumatera Utara, Selasa (22/5/2018).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko (PIMR) PT Pertamina (Persero), Gigih Prakoso dan General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Joko Pitoyo. Dalam kesempatan ini Pertamina sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis berupa dana untuk pembangunan ruang kelas senilai Rp50 juta.

“Kegiatan safari ramadhan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pertamina setiap bulan Ramadhan sebagai ajang silaturahmi antar pekerja serta pelaksanaan kegiatan amal bagi masyarakat sekitar,” ungkap Joko.

Santunan dari Pertamina diharapkan dapat membantu pembangunan penambahan ruang kelas Pondok Pesantren Jabal Noor. Pondok Pesantren dengan jumlah siswa mencapai 985 siswa ini terdiri dari tingkat setara TK, SD, sampai dengan SMP dan diharapkan dengan penambahan ruang kelas nantinya akan membuka kelas setara tingkat SMA.

Ketua Pengurus Pondok Pesantren Jabal Noor, Kyai Haji Zulfiqar Hajar LC, secara simbolis menerima bantuan yang diserahkan oleh Direktur PIMR PT Pertamina (Persero).

“Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina, semoga bantuan ini membawa berkah bagi kita semua,” ujar KH Zulfiqar.

Menjelang masa Satgas bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H Pertamina berupaya meningkatkan 3 fokus utama yaitu melayani, berbagi, dan edukasi.

“Selain memastikan ketahanan stok dan melayani kebutuhan energi, kami juga turut berbagi dengan masyarakat di sekitar area operasi khususnya di bulan penuh berkah ini,” tutup Joko. (art)