Tuesday, September 17, 2019
Tags Posts tagged with "PLN"

PLN

86

gnews.online | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) Co-Branding Layanan Prioritas dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, di aula rumah sakit tersebut, Jl. Ayahanda Medan, kemarin.

Penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, Ketua BPH Dr. Tommy Leonard SH MKn,  Direktur Utama RSU Royal Prima dr. Suhartina Darmadi MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH, Wakil Rektor (WR)  I UNPRI Seno Aji SPd MEng Prac, WR IV  Dr Ali Napiah Nasution MKT, jajaran manajemen PLN UIW Sumut, dan jajaran RSU Royal Prima dan civitas akademika UNPRI.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH. Kemudian juga dilakukan penandatanganan kerjasama Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dengan UNPRI yang ditandatangani oleh SM Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, pelayanan kesehatan prima menjadi keinginan setiap pasien yang berobat di setiap unitkesehatan, baik itu berupa fasilitas, maupun responsifnya pelayanan semua unit kesehatan. Pelayanan prima ini memberikan sebuah privilege tersendiri bagi setiap pasien yang tentunya akan diprioritaskan dalam setiap kebutuhan dan keinginannya ketika berobat.

Pelayanan prima seperti inilah yang akan diberikan oleh PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang sudah mendapatkan Layanan Prioritas dalam kehandalan pasokan listrik dan Tingkat Mutu Pelayanan. PLN bekerjasama dalam memberikan Layanan Prioritas kepada para Pelanggan Layanan Prioritas PLN dengan memberikan harga khusus ketika berobat di Rumah Sakit Royal Prima.

Selain itu, lanjutnya, kerjasama Co-Branding ini menjadi bagian daripada implementasi Program Prioritas bukan hanya dari segi kebutuhan produk saja, tetapi keuntungan kesehatan yang didapatkan oleh setiap Pelanggan Prioritas tentu menjadi perhatian PLN.

“Kami memberikan fasilitas ini tentunya sebagai benefit bagi yang sudah maupun yang ingin menjadi Pelanggan Layanan Prioritas PLN. Jadi PLN tidak hanya memberikan kehandalan pasokan listrik saja kepada pelanggan prioritas, namun juga memberikan layanan prima dalam bidang kesehatan,” ujar Feby Joko Priharto.

Co-Branding ini tentunya, lanjut Feby, diharapkan dapat memberikan privilege untuk Pelanggan Layanan Prioritas PLN karena RS Royal Prima ini terbukti sudah menjadi mitra kesehatan yang responsif dan mengutamakan pelayanan Prima kepada setiap pegawai PLN, sehingga PLN yakini bahwa RS Royal Prima dapat memberikan pelayanan yang Prima juga kepada Pelanggan Prioritas PLN maupun pasien umum lainnya.

Dirut RS Royal Prima Suhartina Darmadi mengatakan, pihaknya siap untuk melaksanakan kerjasama tersebut dan memberikan pelayanan yang terbaik. Apalagi RSU Royal Prima memiliki layanan dan fasilitas yang baik dan akan terus menyempurnakan fasilitas yang dibutuhkan.

“RSU Royal Prima akan terus berbenah sesuai dengan visi rumah sakit yakni memberikan pelayanan terbaik dengan standar kualitas tertinggi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien dan keluarga pasien,” ujarnya.

Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Yusriando menambahkan, pihaknya menyampaikan respon positif Co-Branding bersama PLN ini. “Keunggulan yang diberikan salah satunya adalah layanan untuk pasien perusahaan umum dan BPJS Ketenagakerjaan, dimana akan mendapatkan Layanan Prioritas Pelayanan Upgrade satu tingkat untuk kamar rawat inap,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh Pelanggan Layanan Prioritas PLN yang memegang Kartu Layanan Prioritas PLN akan mendapatkan Layanan Prioritas dan Kartu Prioritas dari RS Royal Prima, dan apabila pelanggan prioritas PLN adalah perusahaan, maka seluruh karyawan di perusahaan tersebut juga mendapatkan fasilitas prioritas dari RS Royal Prima.  (DM)

338

Medan – gnews.online |

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto melakukan pelepasan tim Relawan PLN Sumatera Utara Peduli Palu di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (2/10/2018) malam.

Sebelum melepas, Wiluyo berterima kasih kepada PLN Sumut yang telah menyiapkan tim relawan dan berpesan kepada para relawan agar selalu bekerja dengan baik dan mengenakan perlengkapan keselamatan saat bekerja.

Selain itu, Wiluyo juga meminta mereka untuk selalu menjalin komunikasi, tidak jalan sendiri-sendiri dan intens menyampaikan laporan kepada pimpinan tim. Pimpinan tim relawan Sumut pun dia minta menjalin koordinasi dengan pimpinan tim relawan PLN Pusat.

Usai menyampaikan pesan tersebut, dia bertanya kepada para relawan. “Apakah anda siap berangkat ke Palu?” Tanyanya. Dan kemudian dijawab para relawan dengan suara tegas. “Siap!”

Seusai secara resmi melakukan pelepasan, Wiluyo menjelaskan bahwa pengiriman relawan merupakan salah satu kebijakan PLN Pusat untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Palu dan Donggala.

“Sistem kelistrikan di sana banyak sekali mengalami gangguan karena banyaknya jaringan distribusi PLN yang tumbang sehingga memerlukan penanganan segera,” ujar Wiluyo.

Menurutnya, sampai dengan kemarin, Senin (1/10), Kota Palu dan Donggala masih mengalami padam listrik. Karena itu PLN memutuskan mengirimkan tim relawan dari seluruh Indonesia untuk membantu para petugas yang sedang bekerja di sana.

Untuk Sumatra, PLN memberangkatkan tim relawan dari Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Riau, masing-masing sebanyak 10 orang. Ditambah 7 orang lagi dari Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3BS). “Jadi ada total 37 orang relawan yang kami berangkatkan,” jelasnya.

Secara nasional, sejauh ini PLN sudah memberangkatkan sekitar 500 orang relawan ke Palu dan Donggala. Tim reaksi cepat ini terdiri dari pegawai PLN dan personel outsourcing yang ditugaskan membenahi jaringan-jaringan distribusi.

“Tidak ada batas waktu penugasan mereka di sana. Mereka akan berada di Palu dan Donggala sampai listrik di sana pulih,” jelasnya.

Lebih lanjut dituturkannya, pengiriman relawan merupakan satu dari beberapa kebijakan khusus yang dikeluarkan PLN dalam menyikapi bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala. Selain relawan, sebelumnya PLN juga sudah memberangkatkan kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plan) berkapasitas 400 MW.

Kemudian PLN juga sudah mengirim berbagai perlengkapan kelistrikan dan genset serta alat-alat berat lainnya. “Kami harapkan seminggu ini (pemulihan listrik) sudah bisa selesai.”

General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto menambahkan, tim relawan diberangkatkan malam ini juga ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Palu dan Donggala, besok pagi.

“Tim ini kami bentuk dalam waktu singkat untuk dikirim membantu pemulihan kelistrikan di kedua daerah bencana tersebut,” ujarnya. (rel)

208

Medan – gnews.online|

PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara telah menandatangani naskah Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Cipta Multi Listrik Nasional (CMLN) untuk proyek pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) berkapasitas 9,9 MW.

Menurut General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Feby Joko Priharto, dengan penandatangan PJBL tersebut total pembangkit dari energi terbarukan sudah sebesar 1.199,12 MW. Yang mana pada 2017 total kapasitas yang sudah dilakukan penandatanganan PJBL adalah sebesar 1.189,22 MW.

Penggunaan pasokan listrik dari pembangkit biomasa yang berlokasi di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang, ini merupakan realisasi komitmen PLN mengembangkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) bersama dengan para IPP.

“Yakni dengan memanfaatkan sumber daya EBT yang mempunyai potensi tinggi di Indonesia, tidak terkecuali di Sumut,” sambungnya, seusai penandatanganan naskah PJBL, di Medan, Rabu (26/9/2018).

Dia ungkapkan, pasokan yang diterima dari pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) ini akan berpotensi menurunkan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di wilayah kerjanya.

PLTBm milik PT CMLN diproyeksi akan menghemat penggunaan BBM untuk PLTD sampai sekitar 17.000 kilo liter per tahun. Bila dibandingkan dengan PLTD, PLTBm tersebut akan menghemat sekitar Rp98 miliar per tahun.

“Saat ini IPP yang sudah berjalan sebanyak 21 IPP dengan total daya 300 MW,” tambahnya.

Lebih lanjut Feby memaparkan, penggunaan pembangkit biomasa ini utamanya sebagai upaya mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik.

Juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah mengoptimalkan BPP tenaga listrik guna mewujudkan penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan serta tarif yang terjangkau oleh masyarakat dan kompetitif bagi dunia industri.

“Penandatanganan PJBL ini merupakan salah satu bukti nyata dari upaya kami dan menunjukkan bahwa Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 workable bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” demikian Feby. (art)

414

Medan – gnews.online|

PT Cipta Multi Listrik akan ikut menopang kapasitas PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara dengan menyalurkan daya sebesar 9,9 megawatt dari pembangkit biomasa mulai 2020.

Hal itu dipastikan lewat penandatanganan naskah Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) antar kedua pihak, di Medan, Rabu (26/9/2018).

Penandatanganan dilakukan General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto dan Direktur PT Cipta Multi Listrik Nasional, Franstan Wijaya, disaksikan Kepala Seksi Harga Jual dan Sewa Jaringan Tenaga Listrik, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Ario Panggi.

Seusai penandatanganan naskah PJBL, Feby Joko mengungkapkan, ini merupakan implementasi dari salah satu upaya PLN dan Pemerintah memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025.

“Juga untuk menciptakan harga listrik yang kompetitif dan affordable,” ujarnya.

Dia menjelaskan, meskipun cadangan batubara pada saat ini meningkat menjadi 37 miliar ton dengan sumber daya 166 miliar ton, tetapi PLN tetap berupaya agar energi terbarukan tetap dikembangkan sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik.

Karena itu pihaknya membeli pasokan dari PT Cipta Multi Listrik Nasional untuk proyek pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) yang berlokasi di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang dengan kapasitas 9,9 MW.

Pembangkit ini memanfaatkan energi biomasa kayu dari replanting kebun karet milik PTPN III dengan investasi sekitar Rp340 Miliar dan ditargetkan COD pada September 2020.

Adapun perjanjian jual-beli ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Permen tersebut mengatur harga pembelian tenaga listrik dari PLTBm di Sumatera Utara paling tinggi 85% BPP Pembangkitan sistem setempat, apabila BPP Pembangkitan setempat di atas rata-rata BPP Pembangkitan Nasional. (art)

365

Medan – gnews.online |

PT PLN (Persero) Sumatera Utara mengajak para pelaku usaha di kawasan industri untuk beralih menggunakan layanan premium karena ketersediaan listrik di wilayahnya sudah memiliki surplus dengan reserve margin sebesar 10-20% atau sekitar 300 MW.

General Manager PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto mengatakan, para pelaku usaha tidak perlu lagi mengkhawatirkan suplai listrik dalam berinvestasi. Saat ini PLN Sumut sudah mampu memasok listrik dengan optimal melalui layanan prioritas, atau yang disebut dengan Layanan Premium.

“Layanan Premium ini kami tawarkan kepada seluruh pelanggan yang memerlukan kehandalan tinggi untuk operasional industri-industri,” ujarnya di selal-sela Investor Gathering dengan pelaku industri, di Medan, Selasa (25/9).

Dia menjelaskan, perbedaan layanan Reguler dengan Premium terletak pada kehandalan pasokan. Layanan Premium memastikan pelanggan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tanpa padam. Layanan Premium ini terbagi ke dalam empat kategori, yakni Bronze, Silver, Gold dan paling tinggi adalah Platinum.

“Berapapun dayanya, kami siap sambung,” ucap Feby.

Selain surplus, dia juga mengungkapkan bahwa kehandalan listrik di wilayah kerjanya juga akan ditopang infrastruktur Tol Listrik dari Aceh sampai Lampung. Begitu juga dengan pembangunan beberapa pembangkit listrik baru serta pembangunan Gardu-Gardu Induk dan Gardu Hubung.

Kehandalan pasokan juga sepanjang ini telah mampu mengiringi pertumbuhan pertumbuhan tenaga listrik di wilayah kerjanya yang mencapai 9%. Angka itu sama dengan dua kali lipat pertumbuhan listrik Nasional yang hanya sekitar 4-5%.

“Artinya, pada saat ini PLN sudah mampu melayani dengan optimal kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara yang pada saat ini mengkonsumsi listrik dengan Beban Puncak rata-rata 2.150 MW,” sambung Feby.

Penguatan kehandalan pasokan listrik PLN tersebut diakui Direktur Utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Wahyudi Syahrul Ramadhani. Dia menilai PLN saat ini sudah mapan dalam membangun infrastruktur tenaga listrik.

“Listrik merupakan sarana yg harus disiapkan di Sei Mangke, dan PLN telah meningkatkan kehandalan,” ujarnya.

Menurut Marketing Manajer PT Kawasan Industri Medan Jefry Sirait, dulu kondisi di kawasan industri masih sering merasakan pemadaman, tetapi kondisi saat ini sudah sangat baik dan pemadaman sudah berkurang.

“Kami sudah menikmati nyamannya listrik di Kawasan Industri Medan. Kawasan Industri sudah diisi oleh 700 tenant, atau sudah terisi 70%. Untuk menjual kawasan ini, hal yg pertama akan ditanyakan adalah terkait ketersediaan listrik,” tuturnya.

Beberapa jam sebelumnya, PLN Wilsu juga menggelar Investor Gathering dengan para pelaku usaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut. Pada kesempatan itu para pelaku usaha juga ditawarkan layanan listrik premium.

Dan pada hari yang sama, PLN Wilsu telah mendapatkan dua pelanggan baru layanan premium, yakni Garuda Plaza Hotel dan PT Canang Indah. Sebelum gathering dengan PHRI berakhir, Manager PLN Area Medan Lelan Hasibuan dan Managing Director Garuda Plaza Hotel menandatangani Nota Kesepakatan Layanan Premium Silver.

Selanjutnya, Lelan juga melakukan peresmian Penyambungan Baru Layanan Prioritas Silver di PT Canang Indah. Dengan demikian, PLN Medan sudah memiliki empat pelanggan layanan premium di wilayah kerjanya. (art)

328

Medan – gnews.online |

Dalam rangka meningkatkan pariwisata dan perekonomian Sumatera Utara, PLN Wilayah Sumatera Utara mengajak para investor, khususnya Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka dengan menjadi pelanggan prioritas PLN dengan Layanan Premium.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto mengatakan, PLN menawarkan program pelanggan prioritas dengan layanan premium. Layanan premium memastikan bahwa pelanggan akan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tentu tanpa padam. Adapun layanan premium terdiri dari layanan bronze, silver, gold dan paling tinggi adalah platinum.

“Pertambahan pelanggan dari segmen hotel dan restoran sangat diharapkan untuk memacu pertumbuhan sektor riil ekonomi Sumut, di samping untuk menyerap kelebihan daya listrik yang ada di Sumut saat ini,” kata Feby Joko Priharto di hadapan pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, dalam acara bertajuk Investor Gathering PLN dan PHRI di Balai Agung Astakona Kantor PLN Wilayah Sumut, Selasa (25/9/2018).

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, sebut Feby, saat ini cadangan daya yang tersedia di Sumut sudah mencapai 10% hingga 15%, dan secara nasional sudah 30%.

Bahkan menurut Senior Manager PLN Wilayah Sumut Rino Gumpar Hutasoit, saat ini surplus daya yang tersedia di Sumut mencapai hingga sekitar 637 Mega Watt (MW). Sementara beban puncak saat ini hanya 1.740 MW.

Lebih lanjut Feby mengatakan, PLN Sumut siap melayani kebutuhan listrik yang dibutuhkan hotel dan restoran. “Selama ini kalau mungkin kehadiran PLN dalam arti seutuhnya belum dirasakan, namun saat ini PLN benar-benar hadir untuk kemajuan kita bersama,” kata Feby.

Tidak hanya kesiapan dari sisi ketersediaan, PLN Sumut ujar Feby, juga siap untuk memberikan layanan prioritas untuk penyambungan baru, penambahan daya, termasuk mengatasi masalah yang terjadi, seperti kekurangan daya, gangguan listrik, komplain dan persoalan sertifikat laik operasi (SLO) serta masalah teknis lainnya.

Di samping itu, lanjut Feby, PLN Wilayah Sumut juga terus concern meningkatkan kualitas. “Artinya kita menyiapkan infrastuktur listriknya, memelihara jaringannya, dan mendistribusikannya bahkan hingga ke desa-desa,” kata Feby.

Saat ini, pusat perbelanjaan Centre Point di Jalan Jawa Medan, adalah salah satu pelanggan pelaku usaha retail di Medan memanfaatkan layanan premium. Kemudian untuk pelanggan di bidang usaha tambang, adalah Tambang Emas Martabe di Tapsel.

Sementara itu, Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana menyambut baik inisiatif PLN mengundang pelaku usaha perhotelan dan restoran Sumut. “Dan saya dengar dan saya lihat juga ya, layanan PLN saat ini sudah berubah, lebih baik,” katanya.

Karenanya, Denny Wardhana mengajak pelaku usaha hotel dan restoran di Sumut memanfaatkan tawaran kemitraan dengan PLN Wilayah Sumut. “Dan kalau ada kendala, kita dari PHRI siap ikut mengatasinya,” tegas Denny.

Pada kesempatan itu, Denny Wardhana yang juga General Manager Hotel Garuda Plaza Medan itu, menandatangani nota kesepakatan layanan premium silver dengan Manager PLN Area Medan, Lelan Hasibuan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Arief Trinugroho menyambut baik ketersediaan daya listrik dalam kondisi cukup di Sumut.

“Ketersediaan listrik menjadi poin penting dalam rangka mempromosikan potensi investasi Sumut bagi investor. Artinya ketersediaan listrik merupakan langkah maju untuk menggenjot iklim investasi di Sumut,” kata Arief. (art)

 

151

GUNUNG SITOLI – gnews.online |

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Sumut memberikan bantuan senilai Rp141,5 juta untuk pengembangan Museum Pusaka Nias yang terletak di Kota Gunung Sitoli.

Bantuan berupa perlengkapan elektronik yang dapat meningkatkan standar kualitas museum agar lebih mumpuni dalam operasional sehari-hari. Antara lain, seperti CCTV beserta layar monitor 40 inch, komputer dan laptop, handy talkie dan alat-alat kebersihan dan dustbin 240 L.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto kepada Direktur Museum Pusaka Nias, Nata Alui Duha usai seminar kelistrikan di Kantor Bupati Nias, Selasa (18/9/2018).

Penyerahan bantuan disaksikan Bupati Nias Sokhiatulo Laoli dan unsur pimpinan daerah Nias. Kemudian Senior Manager SDM PLN Wilayah Sumut Suyadi, Senior Manager Perencanaan Saleh Siswanto dan Manager PLN Area Nias Evan Suseno Sirait.

“Demi mendukung perkembangan Museum Nias, PLN melalui Bina Lingkungannya memberikan bantuan senilai Rp141.500.000. Diharapkan museum ini menjadi salah satu destinasi wisata di Pulau Nias yang ikonik,” kata Feby.

Selain itu, PLN juga akan memberikan pelatihan manajemen keuangan serta pemasaran untuk mempromosikan Museum Pusaka Nias sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Nias. PLN juga akan mendukung Museum Pusaka Nias untuk mengembangkan seni tradisional budaya Nias. Dengan ini diharapkan turis dapat mengenal Nias lebih dalam dengan mengunjungi Museum ini.

Sebagaimana diketahui, Museum Pusaka Nias yang terletak di tepi pantai ini, merupakan satu-satunya Museum yang memiliki 6.000 artefak dan fauna endemik Nias. Museum ini juga memiliki penginapan berkapasitas total 30 orang dengan bentuk rumah-rumah adat Nias.

Rumah-rumah adat Nias itu sudah dimodifikasi dengan fasilitas dan kenyamanan yang tidak kalah dengan standar hotel berbintang. “PLN mengharapkan agar masyarakat di Nias juga turut andil dalam mewujudkan Nias Terang 2019 ini,” tutup Feby. (rel)

141

GUNUNG SITOLI – gnews.oline |

Untuk mencapai Nias Terang 2019, PLN menunjukkan komitmen yang kuat dengan melakukan berbagai hal. Salah satunya meningkatkan nilai investasi listrik desa di kepulauan Nias hingga Rp354 miliar.

GM PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto menyatakan, pada tahun 2017, anggaran investasi listrik desa ke Nias berjumlah Rp50 miliar dari total anggaran listrik desa di Sumut yang bernilai Rp278 miliar.

“Tahun 2017 PLN menyalurkan investasi 20 persen untuk listrik desa di Nias. Pada 2018 kita tingkatkan lagi, alokasi investasi jadi Rp90 miliar dari 180 miliar anggaran listrik desa se-Sumatera Utara. Artinya 50 persen ke Nias. Nah, pada 2019, dari Rp400 miliar kita anggarkan sekitar 90 persen ke Nias. Yakni Rp354 miliar,” katanya Selasa (18/9).

Feby menyebutkan, Pulau Nias termasuk pulau yang memiliki alam yang luar biasa. Salah satu pulau yang lengkap infrastruktur kelistrikan ada di Nias.

“Hal ini akan menjawab kebutuhan. Apalagi pada 2019 nanti, kita harapkan Rp354 miliar di tahun 2019, adalah upaya kita mewujudkan Nias Terang. Tentu PLN tidak bisa berjalan sendiri, untuk mewujudkan ini kami butuh para bupati, dan semua warga di Nias, yang pada akhirnya kita ingin listrik bisa hadir di semua rumah di Nias,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, perwujudan Nias Terang tidak bisa dipungkiri kembali pada kemampuan masyarakat dalam membayar listrik. “Dan ini juga sudah ada kemudahan, ada subsidi dari pemerintah. Nah, ini juga PLN perlu data dari pemerintah daerah, pada siapa yang layak diberikan subsidi tersebut,” pungkasnya. (rel)

265

Jakarta  – gnews.online |

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjalin kerja sama pemanfaatan Floating Storage and Regasification (FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung dengan PT PLN (Persero). Sesuai kesepakatan perjanjian yang dibuat, PGN akan menyediakan jasa regasifikasi LNG milik PLN untuk dialirkan menuju pembangkit listrik Muara Tawar.

Direktur Utama PT PGN LNG Indonesia, Mugiono menuturkan, perjanjian pemanfaatan FSRU Lampung tersebut berlaku mulai 12 Juli 2018 sampai 28 Februari 2019 sesuai dengan perjanjian antara kedua perusahaan.

“Kesepakatan ini juga termasuk pemanfaatan pipa transmisi South Sumatra-West Java (SSWJ) dan infrastruktur pendukung terkait. Dimana untuk pengoperasian FSRU Lampung dilakukan oleh PGN LNG,” kata Mugiono di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Pemanfaatan FSRU Lampung ini juga dalam rangka membantu PT PLN (Persero) untuk mendapatkan pasokan gas dalam waktu cepat pasca bocornya pipa gas milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) di Bojonegara.

Seperti diketahui, akibat pipa gas bocor tersebut, berdampak pada pasokan gas ke PLTGU Cilegon milik PLN. PLTGU Cilegon diketahui memasok listrik ke system pembangkit listrik Jawa Bali sebesar 150 KVa dengan kebutuhan pasokan gas sebesar 120 BBTUD. PGN sendiri juga memasok gas ke PLTGU tersebut sebesar 27,27-40 BBTUD dari total kebutuhan sekitar 120 BBTUD.

“Penyaluran gas ini juga dalam rangka membantu turunnya pasokan gas ke PLN akibat kebocoran pipa gas milik CNOOC di Bojonegara,” ujar Mogiono.

Menurut Mugiono, jasa yang diberikan PGN kepada PLN antara lain penyandaran LNGC, penerimaan LNG dari LNGC, penyimpanan sementara LNG sebelum diregasifikasi, meregasifikasi LNG, transportasi dan penyerahan gas di titik penyerahan, dan pengukuran LNG dan gas yang akan digunakan untuk pembangkit Muara Tawar.

“Untuk kesepakatan regasifikasi, PLN akan menggunakan LNG milik sendiri, tapi berlaku juga klausul simpan pinjam yang berlaku sistem vice versa. Artinya PGN diperkenankan meminjam lebih dulu LNG tersimpan milik PLN, begitu juga sebaliknya dengan kesepakatan terpisah untuk mekanisme pengembaliannya,” jelasnya.

Meski tidak menyebutkan berapa nilai kontrak kerja sama tersebut, namun Mugiono menyebut PGN berpotensi memperoleh pendapatan jasa cukup signifikan.

Sinergi antara PLN dan PGN ini juga dalam upaya dukungan BUMN terhadap suksesnya penyelanggaraan Asian Games 2018 khususnya di Jakarta. Pasokan LNG dari FSRU Lampung akan meningkatkan kehandalaan pasokan listrik karena sumber bahan bakar gas ke pembangkit PLN yakni PLTGU Muara Tawar dapat terpenuhi.

“Kerjasama ini sejatinya juga dalam rangka pemenuhan gas untuk mendukung pasokan listrik di Jawa dengan memanfaatkan terminal PGN FSRU Lampung, untuk menerima dan meregasifikasi LNG yang kemudian dialirkan melalui pipa South Sumatera West Java (SSWJ) menuju pembangkit listrik Muara Tawar,” tutup Mugiono. (real)

399

MEDAN – gnews.online |

PLN Area Medan saat ini tengah mempersiapkan siaga Hari Raya Idul Fitri. Adapun persiapan yang dilakukan dengan menempatkan 10 genset dan 21 regu teknisi.

Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, genset yang tersedia 10 unit tersebut, masing-masing berkapasitas 100 kva, 2 unit berkapsitas 50 kva, dan UPS 40 kVA 2 unit.

“Genset ini akan digunakan untuk standby di lokasi acara Salat Ied VVIP seperti Lapangan Merdeka, Mashid Agung, Masjid Raya. Genset sudah dilengkapi Accos sehingga apabila terjadi padam akibat gangguan genset akan nyala otomatis dan over beban otomatis,” ujar Lelan Hasibuan, Selasa (12/06/2018).

Selain itu, lanjut Lelan, untuk antisipasi percepatan gangguan Trafo distribusi, PLN Area Medan menyiapkan Trafo Mobile sebanyak 10 unit yang distandby-kan di Rayon-rayon. “Kita juga menyiapkan trafo Distribusi sebanyak 6 unit yang kita standby-kan di 3 Zona, yakni Rayon Medan Timur, Medan Baru dan Belawan,” kata Lelan lagi.

Tak hanya itu, lanjutnya, selama masa Siaga Hari Raya IDUL FITRI, PLN Area Medan juga menempatkan petugas pelayanan Teknik sebanyak 21 regu yang tersebar di masing-masing Rayon selama 24 jam. “Sedangkan material fast moving juga sudah kita standby-kan di masing2 rayon,” papar Lelan.

Sebelumnya, kata Lelan, PLN Area Medan juga sudah melakukan pemeliharaan jaringan dan pemangkasan pohon yang menyentuh kabel yang bisa mengakibatkan gangguan di seluruh Rayon.

“Semoga selama Siaga Hari Raya IDUL FITRI untuk kelistrikan di Kota Medan handal tanpa ada padam akibat gangguan jaringan. Harapan kita, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan sholat IED IDUL FITRI dengan khusuk,” harapnya.

Manajer PLN Area Medan menghimbau pelanggan yang melaksanakan mudik lebaran agar mengoffkan sambungan listrik yang tidak diperlukan saat rumah ditinggal mudik untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Dan demi kenyamanan berlebaran diimbau pelanggan agar melunasi rekening listriknya untuk menghindari sanksi pemutusan bila menunggak. (art)