Monday, July 13, 2020
Tags Posts tagged with "PLN"

PLN

157

Medan – gnews.online |

PTPN II melakukan terobosan baru di tahun 2020 ini. Perusahaan BUMN tersebut akan menjual energi listrik ke PT PLN (Persero) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) yang dimiliki PTPN II.

Manager PLTBG Dedy Gurning menjelaskan, PLTBG PTPN II merupakan salah satu program ketahanan energi nasional dalam peningkatan pasokan listrik. Yaitu dengan pengembangan energi alternatif yaitu energi terbarukan berbasis POME (Palm Oil Mill Effluent) berasal dari limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

“Potensi energi listrik yang dihasilkan dari POME untuk pabrik dengan kapasitas olah 30 Ton TBS/Jam setara dengan 1 Mega Watt listrik yang dapat dibangkitkan per Jam,” katanya kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, PTPN II adalah salah satu BUMN dengan bidang usaha sektor perkebunan. Budidaya perkebunan core bisnis utama adalah kebun Kelapa Sawit dan pengolahannya, dimana Kelapa Sawit diolah untuk menghasilkan CPO dan Kernel. Proses pengolahan tersebut dilakukan di PKS.

“Dari proses pengolahan di PKS dihasilkan limbah cair dimana senyawa limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) mengandung unsur gas metana (CH4). Di samping pemanfaatan energi listrik dari POME tersebut, pembangunan PLTBG dan menepis isu negatif terhadap lingkungan akibat proses pengolahan limbah pabrik sawit yang membuang Gas Methane (CH4) ke udara terbuka,” katanya.

Dia mengatakan, gas Methane yang terbuang ke udara tersebut dapat dimanfaatkan dan dijadikan bahan bakar utama mesin pembangkit listrik (genset). Atau dapat digunakan sebagai bahan pembakaran gas pada Steam Boiler di PKS.

Sementara itu, Kabag Sekretariat PTPN II, Irwan SE didampingi Sutan Panjaitan menambahkan, saat ini PTPN II memiliki 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) berdasarkan surat penunjukan bahwa PTPN II sebagai tempat lokasi proyek PLTBG oleh Ditjen EBTKE.

Surat itu dengan nomor 49/04/DEB.01/2014 tanggal 10 Februari 2014 di PKS Pagar Merbau dan nomor 50/04/DEB.01/2014 tanggal 12 Mei 2014 di PKS Kwala Sawit. (dev)

142

SILALAHI – gnews.online |

Dalam mendukung langkah pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas, PLN memberikan bantuan untuk mengembangkan pariwisata di Silalahi, Senin (16/12). Total bantuan yang diberikan Rp399 juta diwujudkan dalam bentuk bangunan amphitheater, pusat informasi dan gapura.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara, M. Irwansyah Putra kepada penerima manfaat, yaitu masyarakat Desa Silalahi 3 dan pengelola kawasan wisata Pulau Silalahi. Selain itu dihadiri juga dari Manager Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba BP-GKT Wilayah Dairi, tokoh masyarakat Silalahi III dan para seniman Desa Silalahi III.

M. Irwansyah Putra mengatakan, bantuan ini merupakan sebuah bentuk dukungan dari PLN kepada masyarakat untuk mewujudkan tercapainya Kaldera Toba sebagai destinasi unggulan.

“Danau Toba ditunjuk oleh Presiden RI sebagai destinasi super prioritas, dan saat ini PLN berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pengembangan wisata di kawasan Kaldera Toba ini,” katanya.

Dia juga mengatakan, program yang bertajuk Pengembangan Objek Wisata Silalahi ini sudah kali kedua bagi PLN. Sebelumnya di Tahun 2017 PLN juga telah memberikan bantuan berupa perlengkapan kesenian Budaya Batak, workshop kesenian, dan dukungan kegiatan Silahisabungan Arts Festival #2.

Komitmen PLN untuk peduli terhadap masyarakat di sektor pariwisata Kaldera Toba ini diwujudkan kembali di Tahun 2019 dengan berfokus pada pembangunan fisik fasilitas. Diharapkan kedepan kegiatan seni dan pariwisata di Desa Silalahi semakin berkembang, masyarakat semakin mandiri dan maju secara ekonomi maupun fasilitas.

Disebutkan, bantuan gapura untuk memudahkan wisatawan mengenali kawasan Pulo Silalahi, serta menjadi spot foto baru bagi pengunjung, kemudian bangunan Pusat Informasi akan dipergunakan menjadi sumber informasi baik dari dalam keluar maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan wisatawan mengenai lokasi Pulau Silalahi.

Sedangkan amphitheater menjadi spot unik baru bagi wisatawan yang berbentuk panggung terbuka, yang dimanfaatkan sebagai tempat berpentas seni atau pertunjukan lain dengan kapasitas penonton mencapai 200 orang.

Pengelola sekaligus perwakilan masyarakat Desa Silalahi III, Antoni Situngkir menyampaikan apresiasi kepada PLN yang kembali memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Silalahi III. Dia juga berjanji bahwa bantuan ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan menambah semangat masyarakat untuk mengelola kawasan wisata Desa Silalahi III.

“Kami sangat senang atas kepedulian PLN terhadap pariwisata di sini, dan kami mengapresiasi bantuan untuk kali kedua ini,” ungkap Antoni seraya berharap kedepan akan ada bantuan yang lebih lanjut dari PLN, hingga masyarakat Desa Silalahi III nantinya bisa mandiri secara ekonomi maupun fasilitas. (art)

275

gnews.online |

Peningkatan kualitas layanan Telekomunikasi menjadi hal yang difokuskan saat ini, terutama dalam hal akses internet yang bergerak menuju Internet of Things (IoT), terutama dalam pengembangan dunia bisnis digital yang saat ini meningkat.

PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara turut mendukung pertumbuhan layanan telekomunikasi dengan melakukan penandatanganan SPJBTL Layanan Premium Silver dengan PT Telekomunikasi Indonesia berlokasi di Garuda Plaza Hotel Medan, Kamis (21/11).

Dengan total Daya 1.940.000 VA, Layanan Prioritas ini diberikan untuk mendukung, baik operasional maupun unit bisnis yang dijalankan, terutama bisnis Data, Internet dan IT Service yang disediakan oleh PT Telkom Witel Medan.

Penandatanganan ini dihadiri General Manager PLN UIW Sumatera Utara diwakili oleh Manger Layanan Prioritas Gading Aji, General Manager PT Telkom Witel Medan Sudarto, turut hadir beberapa pelanggan prioritas PLN yaitu Direktur Umum dan Kerjasama RSU Royal Prima Yusriando dan CEO Garuda Plaza Hotel Denny S Wardhana.

Dalam sambutannya, Gading Aji menyampaikan, para pelanggan prioritas PLN akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik, tidak hanya tentang kehandalan saja, juga PLN bersedia menjadi konsultan kelistrikan secara gratis sesuai kebutuhan pelanggan.

“Layanan premium merupakan program unggulan PLN. Bukan berarti yang reguler tidak unggul atau tidak baik, seluruh layanan PLN kami pastikan baik. Tapi dari semua yang baik, tentu ada yang kami prioritaskan,” ujar Gading Aji.

Penandatanganan SPJBTL Layanan Silver ini terdiri dari dua unit milik PT Telkom Witel Medan yaitu Telkom DCS Barat Jl HM Yamin dengan daya sebesar 1.385 KVA STO Medan Jl Krakatau dengan daya 555 KVA. Kedua unit tersebut merupakan pelanggan PLN UIW Sumatera Utara di bawah wilayah kerja PLN UP3 Medan Utara dan PLN UP3 Medan.

General Manager PT Telkom Witel Medan Sudarto, mengungkapkan antusiasme Telkom atas penandatanganan perjanjian layanan prioritas tersebut. Sudiarto mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar BUMN, dalam hal ini PLN dan Telkom.

“Proses Bisnis kami sangat bergantung dengan jaringan listrik. Karena kami ingin memberikan layanan yang prima kepada pelanggan, tentu kami juga ingin pastikan jaringan listriknya selalu aman 24 jam,” ujar Sudarto.

Pada kesempatan ini juga, CEO Garuda Plaza Hotel Denny S Wardhana, menegaskan manfaat layanan prioritas PLN atas unit bisnisnya. “Menjadi pelanggan prioritas PLN Sungguh memberikan kontribusi yang baik buat Garuda Plaza Hotel, genset kami bahkan sudah hampir tidak pernah menyala,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Umum dan Kerja Sama RSU Royal Prima, Yusriando. Menurut Yusriando, dengan menjadi pelanggan prioritas PLN, ia dapat mempromosikan layanan RSU Royal Prima kepada pelanggan prioritas PLN yang lain dengan mudah. (m41)

393

gnews.online |

Hari Listrik Nasional ke-74 memberikan banyak warna bagi masyarakat, tidak hanya kelistrikan, tetapi juga selebrasi dan penghargaan kepada pelanggan yang juga dan akan berkontribusi bagi kelistrikan di Sumatera Utara.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut memberikan penghargaan kepada 9 siswa-siswi SMK Simanindo, Samosir, yang memiliki prestasi ranking 1 sampai 3 di angkatan kelasnya masing-masing. Penghargaan diberikan berupa beasiswa dan piagam penghargaan, sekaligus dijadikan Agent of Change untuk mencanangkan kampanye Electrifying Lifestyle.

Penghargaan diberikan pada saat upacara Hari Listrik Nasional ke-74 di Kantor PLN UIW Sumut, yang diserahkan langsung oleh General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto.

“Ke depannya, PLN berharap siswa-siswi ini akan menjadi trigger bagi siswa-siswi lain untuk juga berprestasi agar dapat juga menjadi Agent of Change Electrifying Lifestyle PLN di Provinsi Sumatera Utara,” kata Manager Layanan Prioritas PLN UIW Sumut Petrus Gading Aji, usai peringatan HLN ke-74, Senin (28/10).

Gading Aji menyebutkan, apresiasi ini sekaligus menjadi pendorong para siswa-siswi SMK di bidang Pariwisata ini bersama mengangkat Danau Toba menjadi destinasi wisata bertaraf internasional, sesuai yang dicanangkan Presiden Jokowi membangun Geopark Kaldera Toba.

“Semua lini bisnis pasti butuh listrik, tak terkecuali pariwisata. Kami harap adik-adik kami ini bisa senantiasa mencanangkan gaya hidup serba listrik di tempat mereka belajar, bersosialisasi dan bekerja nanti ke depannya,” ujar Gading Aji. (art)

262

gnews.online | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) Co-Branding Layanan Prioritas dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, di aula rumah sakit tersebut, Jl. Ayahanda Medan, kemarin.

Penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, Ketua BPH Dr. Tommy Leonard SH MKn,  Direktur Utama RSU Royal Prima dr. Suhartina Darmadi MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH, Wakil Rektor (WR)  I UNPRI Seno Aji SPd MEng Prac, WR IV  Dr Ali Napiah Nasution MKT, jajaran manajemen PLN UIW Sumut, dan jajaran RSU Royal Prima dan civitas akademika UNPRI.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH. Kemudian juga dilakukan penandatanganan kerjasama Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dengan UNPRI yang ditandatangani oleh SM Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, pelayanan kesehatan prima menjadi keinginan setiap pasien yang berobat di setiap unitkesehatan, baik itu berupa fasilitas, maupun responsifnya pelayanan semua unit kesehatan. Pelayanan prima ini memberikan sebuah privilege tersendiri bagi setiap pasien yang tentunya akan diprioritaskan dalam setiap kebutuhan dan keinginannya ketika berobat.

Pelayanan prima seperti inilah yang akan diberikan oleh PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang sudah mendapatkan Layanan Prioritas dalam kehandalan pasokan listrik dan Tingkat Mutu Pelayanan. PLN bekerjasama dalam memberikan Layanan Prioritas kepada para Pelanggan Layanan Prioritas PLN dengan memberikan harga khusus ketika berobat di Rumah Sakit Royal Prima.

Selain itu, lanjutnya, kerjasama Co-Branding ini menjadi bagian daripada implementasi Program Prioritas bukan hanya dari segi kebutuhan produk saja, tetapi keuntungan kesehatan yang didapatkan oleh setiap Pelanggan Prioritas tentu menjadi perhatian PLN.

“Kami memberikan fasilitas ini tentunya sebagai benefit bagi yang sudah maupun yang ingin menjadi Pelanggan Layanan Prioritas PLN. Jadi PLN tidak hanya memberikan kehandalan pasokan listrik saja kepada pelanggan prioritas, namun juga memberikan layanan prima dalam bidang kesehatan,” ujar Feby Joko Priharto.

Co-Branding ini tentunya, lanjut Feby, diharapkan dapat memberikan privilege untuk Pelanggan Layanan Prioritas PLN karena RS Royal Prima ini terbukti sudah menjadi mitra kesehatan yang responsif dan mengutamakan pelayanan Prima kepada setiap pegawai PLN, sehingga PLN yakini bahwa RS Royal Prima dapat memberikan pelayanan yang Prima juga kepada Pelanggan Prioritas PLN maupun pasien umum lainnya.

Dirut RS Royal Prima Suhartina Darmadi mengatakan, pihaknya siap untuk melaksanakan kerjasama tersebut dan memberikan pelayanan yang terbaik. Apalagi RSU Royal Prima memiliki layanan dan fasilitas yang baik dan akan terus menyempurnakan fasilitas yang dibutuhkan.

“RSU Royal Prima akan terus berbenah sesuai dengan visi rumah sakit yakni memberikan pelayanan terbaik dengan standar kualitas tertinggi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien dan keluarga pasien,” ujarnya.

Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Yusriando menambahkan, pihaknya menyampaikan respon positif Co-Branding bersama PLN ini. “Keunggulan yang diberikan salah satunya adalah layanan untuk pasien perusahaan umum dan BPJS Ketenagakerjaan, dimana akan mendapatkan Layanan Prioritas Pelayanan Upgrade satu tingkat untuk kamar rawat inap,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh Pelanggan Layanan Prioritas PLN yang memegang Kartu Layanan Prioritas PLN akan mendapatkan Layanan Prioritas dan Kartu Prioritas dari RS Royal Prima, dan apabila pelanggan prioritas PLN adalah perusahaan, maka seluruh karyawan di perusahaan tersebut juga mendapatkan fasilitas prioritas dari RS Royal Prima.  (DM)

458

Medan – gnews.online |

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto melakukan pelepasan tim Relawan PLN Sumatera Utara Peduli Palu di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (2/10/2018) malam.

Sebelum melepas, Wiluyo berterima kasih kepada PLN Sumut yang telah menyiapkan tim relawan dan berpesan kepada para relawan agar selalu bekerja dengan baik dan mengenakan perlengkapan keselamatan saat bekerja.

Selain itu, Wiluyo juga meminta mereka untuk selalu menjalin komunikasi, tidak jalan sendiri-sendiri dan intens menyampaikan laporan kepada pimpinan tim. Pimpinan tim relawan Sumut pun dia minta menjalin koordinasi dengan pimpinan tim relawan PLN Pusat.

Usai menyampaikan pesan tersebut, dia bertanya kepada para relawan. “Apakah anda siap berangkat ke Palu?” Tanyanya. Dan kemudian dijawab para relawan dengan suara tegas. “Siap!”

Seusai secara resmi melakukan pelepasan, Wiluyo menjelaskan bahwa pengiriman relawan merupakan salah satu kebijakan PLN Pusat untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Palu dan Donggala.

“Sistem kelistrikan di sana banyak sekali mengalami gangguan karena banyaknya jaringan distribusi PLN yang tumbang sehingga memerlukan penanganan segera,” ujar Wiluyo.

Menurutnya, sampai dengan kemarin, Senin (1/10), Kota Palu dan Donggala masih mengalami padam listrik. Karena itu PLN memutuskan mengirimkan tim relawan dari seluruh Indonesia untuk membantu para petugas yang sedang bekerja di sana.

Untuk Sumatra, PLN memberangkatkan tim relawan dari Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Riau, masing-masing sebanyak 10 orang. Ditambah 7 orang lagi dari Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3BS). “Jadi ada total 37 orang relawan yang kami berangkatkan,” jelasnya.

Secara nasional, sejauh ini PLN sudah memberangkatkan sekitar 500 orang relawan ke Palu dan Donggala. Tim reaksi cepat ini terdiri dari pegawai PLN dan personel outsourcing yang ditugaskan membenahi jaringan-jaringan distribusi.

“Tidak ada batas waktu penugasan mereka di sana. Mereka akan berada di Palu dan Donggala sampai listrik di sana pulih,” jelasnya.

Lebih lanjut dituturkannya, pengiriman relawan merupakan satu dari beberapa kebijakan khusus yang dikeluarkan PLN dalam menyikapi bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala. Selain relawan, sebelumnya PLN juga sudah memberangkatkan kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plan) berkapasitas 400 MW.

Kemudian PLN juga sudah mengirim berbagai perlengkapan kelistrikan dan genset serta alat-alat berat lainnya. “Kami harapkan seminggu ini (pemulihan listrik) sudah bisa selesai.”

General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto menambahkan, tim relawan diberangkatkan malam ini juga ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Palu dan Donggala, besok pagi.

“Tim ini kami bentuk dalam waktu singkat untuk dikirim membantu pemulihan kelistrikan di kedua daerah bencana tersebut,” ujarnya. (rel)

324

Medan – gnews.online|

PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara telah menandatangani naskah Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Cipta Multi Listrik Nasional (CMLN) untuk proyek pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) berkapasitas 9,9 MW.

Menurut General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Feby Joko Priharto, dengan penandatangan PJBL tersebut total pembangkit dari energi terbarukan sudah sebesar 1.199,12 MW. Yang mana pada 2017 total kapasitas yang sudah dilakukan penandatanganan PJBL adalah sebesar 1.189,22 MW.

Penggunaan pasokan listrik dari pembangkit biomasa yang berlokasi di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang, ini merupakan realisasi komitmen PLN mengembangkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) bersama dengan para IPP.

“Yakni dengan memanfaatkan sumber daya EBT yang mempunyai potensi tinggi di Indonesia, tidak terkecuali di Sumut,” sambungnya, seusai penandatanganan naskah PJBL, di Medan, Rabu (26/9/2018).

Dia ungkapkan, pasokan yang diterima dari pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) ini akan berpotensi menurunkan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di wilayah kerjanya.

PLTBm milik PT CMLN diproyeksi akan menghemat penggunaan BBM untuk PLTD sampai sekitar 17.000 kilo liter per tahun. Bila dibandingkan dengan PLTD, PLTBm tersebut akan menghemat sekitar Rp98 miliar per tahun.

“Saat ini IPP yang sudah berjalan sebanyak 21 IPP dengan total daya 300 MW,” tambahnya.

Lebih lanjut Feby memaparkan, penggunaan pembangkit biomasa ini utamanya sebagai upaya mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik.

Juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah mengoptimalkan BPP tenaga listrik guna mewujudkan penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan serta tarif yang terjangkau oleh masyarakat dan kompetitif bagi dunia industri.

“Penandatanganan PJBL ini merupakan salah satu bukti nyata dari upaya kami dan menunjukkan bahwa Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 workable bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” demikian Feby. (art)

574

Medan – gnews.online|

PT Cipta Multi Listrik akan ikut menopang kapasitas PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara dengan menyalurkan daya sebesar 9,9 megawatt dari pembangkit biomasa mulai 2020.

Hal itu dipastikan lewat penandatanganan naskah Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) antar kedua pihak, di Medan, Rabu (26/9/2018).

Penandatanganan dilakukan General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto dan Direktur PT Cipta Multi Listrik Nasional, Franstan Wijaya, disaksikan Kepala Seksi Harga Jual dan Sewa Jaringan Tenaga Listrik, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Ario Panggi.

Seusai penandatanganan naskah PJBL, Feby Joko mengungkapkan, ini merupakan implementasi dari salah satu upaya PLN dan Pemerintah memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025.

“Juga untuk menciptakan harga listrik yang kompetitif dan affordable,” ujarnya.

Dia menjelaskan, meskipun cadangan batubara pada saat ini meningkat menjadi 37 miliar ton dengan sumber daya 166 miliar ton, tetapi PLN tetap berupaya agar energi terbarukan tetap dikembangkan sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik.

Karena itu pihaknya membeli pasokan dari PT Cipta Multi Listrik Nasional untuk proyek pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) yang berlokasi di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang dengan kapasitas 9,9 MW.

Pembangkit ini memanfaatkan energi biomasa kayu dari replanting kebun karet milik PTPN III dengan investasi sekitar Rp340 Miliar dan ditargetkan COD pada September 2020.

Adapun perjanjian jual-beli ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Permen tersebut mengatur harga pembelian tenaga listrik dari PLTBm di Sumatera Utara paling tinggi 85% BPP Pembangkitan sistem setempat, apabila BPP Pembangkitan setempat di atas rata-rata BPP Pembangkitan Nasional. (art)

513

Medan – gnews.online |

PT PLN (Persero) Sumatera Utara mengajak para pelaku usaha di kawasan industri untuk beralih menggunakan layanan premium karena ketersediaan listrik di wilayahnya sudah memiliki surplus dengan reserve margin sebesar 10-20% atau sekitar 300 MW.

General Manager PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto mengatakan, para pelaku usaha tidak perlu lagi mengkhawatirkan suplai listrik dalam berinvestasi. Saat ini PLN Sumut sudah mampu memasok listrik dengan optimal melalui layanan prioritas, atau yang disebut dengan Layanan Premium.

“Layanan Premium ini kami tawarkan kepada seluruh pelanggan yang memerlukan kehandalan tinggi untuk operasional industri-industri,” ujarnya di selal-sela Investor Gathering dengan pelaku industri, di Medan, Selasa (25/9).

Dia menjelaskan, perbedaan layanan Reguler dengan Premium terletak pada kehandalan pasokan. Layanan Premium memastikan pelanggan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tanpa padam. Layanan Premium ini terbagi ke dalam empat kategori, yakni Bronze, Silver, Gold dan paling tinggi adalah Platinum.

“Berapapun dayanya, kami siap sambung,” ucap Feby.

Selain surplus, dia juga mengungkapkan bahwa kehandalan listrik di wilayah kerjanya juga akan ditopang infrastruktur Tol Listrik dari Aceh sampai Lampung. Begitu juga dengan pembangunan beberapa pembangkit listrik baru serta pembangunan Gardu-Gardu Induk dan Gardu Hubung.

Kehandalan pasokan juga sepanjang ini telah mampu mengiringi pertumbuhan pertumbuhan tenaga listrik di wilayah kerjanya yang mencapai 9%. Angka itu sama dengan dua kali lipat pertumbuhan listrik Nasional yang hanya sekitar 4-5%.

“Artinya, pada saat ini PLN sudah mampu melayani dengan optimal kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara yang pada saat ini mengkonsumsi listrik dengan Beban Puncak rata-rata 2.150 MW,” sambung Feby.

Penguatan kehandalan pasokan listrik PLN tersebut diakui Direktur Utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Wahyudi Syahrul Ramadhani. Dia menilai PLN saat ini sudah mapan dalam membangun infrastruktur tenaga listrik.

“Listrik merupakan sarana yg harus disiapkan di Sei Mangke, dan PLN telah meningkatkan kehandalan,” ujarnya.

Menurut Marketing Manajer PT Kawasan Industri Medan Jefry Sirait, dulu kondisi di kawasan industri masih sering merasakan pemadaman, tetapi kondisi saat ini sudah sangat baik dan pemadaman sudah berkurang.

“Kami sudah menikmati nyamannya listrik di Kawasan Industri Medan. Kawasan Industri sudah diisi oleh 700 tenant, atau sudah terisi 70%. Untuk menjual kawasan ini, hal yg pertama akan ditanyakan adalah terkait ketersediaan listrik,” tuturnya.

Beberapa jam sebelumnya, PLN Wilsu juga menggelar Investor Gathering dengan para pelaku usaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut. Pada kesempatan itu para pelaku usaha juga ditawarkan layanan listrik premium.

Dan pada hari yang sama, PLN Wilsu telah mendapatkan dua pelanggan baru layanan premium, yakni Garuda Plaza Hotel dan PT Canang Indah. Sebelum gathering dengan PHRI berakhir, Manager PLN Area Medan Lelan Hasibuan dan Managing Director Garuda Plaza Hotel menandatangani Nota Kesepakatan Layanan Premium Silver.

Selanjutnya, Lelan juga melakukan peresmian Penyambungan Baru Layanan Prioritas Silver di PT Canang Indah. Dengan demikian, PLN Medan sudah memiliki empat pelanggan layanan premium di wilayah kerjanya. (art)

460

Medan – gnews.online |

Dalam rangka meningkatkan pariwisata dan perekonomian Sumatera Utara, PLN Wilayah Sumatera Utara mengajak para investor, khususnya Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka dengan menjadi pelanggan prioritas PLN dengan Layanan Premium.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto mengatakan, PLN menawarkan program pelanggan prioritas dengan layanan premium. Layanan premium memastikan bahwa pelanggan akan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tentu tanpa padam. Adapun layanan premium terdiri dari layanan bronze, silver, gold dan paling tinggi adalah platinum.

“Pertambahan pelanggan dari segmen hotel dan restoran sangat diharapkan untuk memacu pertumbuhan sektor riil ekonomi Sumut, di samping untuk menyerap kelebihan daya listrik yang ada di Sumut saat ini,” kata Feby Joko Priharto di hadapan pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, dalam acara bertajuk Investor Gathering PLN dan PHRI di Balai Agung Astakona Kantor PLN Wilayah Sumut, Selasa (25/9/2018).

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, sebut Feby, saat ini cadangan daya yang tersedia di Sumut sudah mencapai 10% hingga 15%, dan secara nasional sudah 30%.

Bahkan menurut Senior Manager PLN Wilayah Sumut Rino Gumpar Hutasoit, saat ini surplus daya yang tersedia di Sumut mencapai hingga sekitar 637 Mega Watt (MW). Sementara beban puncak saat ini hanya 1.740 MW.

Lebih lanjut Feby mengatakan, PLN Sumut siap melayani kebutuhan listrik yang dibutuhkan hotel dan restoran. “Selama ini kalau mungkin kehadiran PLN dalam arti seutuhnya belum dirasakan, namun saat ini PLN benar-benar hadir untuk kemajuan kita bersama,” kata Feby.

Tidak hanya kesiapan dari sisi ketersediaan, PLN Sumut ujar Feby, juga siap untuk memberikan layanan prioritas untuk penyambungan baru, penambahan daya, termasuk mengatasi masalah yang terjadi, seperti kekurangan daya, gangguan listrik, komplain dan persoalan sertifikat laik operasi (SLO) serta masalah teknis lainnya.

Di samping itu, lanjut Feby, PLN Wilayah Sumut juga terus concern meningkatkan kualitas. “Artinya kita menyiapkan infrastuktur listriknya, memelihara jaringannya, dan mendistribusikannya bahkan hingga ke desa-desa,” kata Feby.

Saat ini, pusat perbelanjaan Centre Point di Jalan Jawa Medan, adalah salah satu pelanggan pelaku usaha retail di Medan memanfaatkan layanan premium. Kemudian untuk pelanggan di bidang usaha tambang, adalah Tambang Emas Martabe di Tapsel.

Sementara itu, Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana menyambut baik inisiatif PLN mengundang pelaku usaha perhotelan dan restoran Sumut. “Dan saya dengar dan saya lihat juga ya, layanan PLN saat ini sudah berubah, lebih baik,” katanya.

Karenanya, Denny Wardhana mengajak pelaku usaha hotel dan restoran di Sumut memanfaatkan tawaran kemitraan dengan PLN Wilayah Sumut. “Dan kalau ada kendala, kita dari PHRI siap ikut mengatasinya,” tegas Denny.

Pada kesempatan itu, Denny Wardhana yang juga General Manager Hotel Garuda Plaza Medan itu, menandatangani nota kesepakatan layanan premium silver dengan Manager PLN Area Medan, Lelan Hasibuan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Arief Trinugroho menyambut baik ketersediaan daya listrik dalam kondisi cukup di Sumut.

“Ketersediaan listrik menjadi poin penting dalam rangka mempromosikan potensi investasi Sumut bagi investor. Artinya ketersediaan listrik merupakan langkah maju untuk menggenjot iklim investasi di Sumut,” kata Arief. (art)