Wednesday, February 19, 2020
Tags Posts tagged with "PLN"

PLN

341

gnews.online|

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menerima laporan gangguan pasokan listrik masyarakat dari pihak PLN Sumut, Rabu (7/6/) malam.

Dalam pesan singkat yang diterima Tengku Erry dari ponsel androidnya, pihak PLN memohon maaf atas gangguan mesin yang terjadi.

Isi pesan dari manajemen PLN tersebut yakni: “Yth. Pak GubSu, Mhn maaf pak ada mesin yg gangguan yaitu: MPP Paya Pasir dan L. Angin#1,. Walaupun MVPP 3 mesin total 60 MW namun tdk mncukupi. Ada defisit umum 37 mw di Sumut. Namun pukul 19.57 sdh pulih/normal utk pelanggan umum. Sekali lg mhn maaf pak Gub’.

Atas laporan tersebut, Gubsu Erry dapat memakluminya dan mengapresiasi pihak PLN yang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki kondisi kelistrikan Sumatera Utara.

‘’Mudah-mudahan listrik Sumut semakin paten ke depan,’’ cetus Erry.(art/rel)

423

gnews.online |

Upaya PLN dalam mencapai surplus listrik di Sumatera Utara (Sumut) terus dilakukan dengan berbagai pendekatan dan metode. Salah satunya dilakukan dengan mendatangkan kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) dari Turki.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, MVPP yang diberangkatkan dari Istanbul, Minggu (23/4), membutuhkan waktu 21 hari untuk tiba di Medan, Sumut. Kehadiran MVPP akan menambah cadangan pasokan listrik Sumut. Dengan begitu, pelayanan listrik kepada masyarakat dapat meningkat.

“Kehadiran MVPP ini akan menambah suplai listrik sebesar 240 MW. Jumlah pasokan daya listrik pada sistem Sumatera Utara dipastikan aman,” ungkap Amir Rosidin, Kamis (27/4).

Saat ini, daya mampu rata-rata Sistem Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sebesar 2.100 MW dan beban puncak tertinggi pada bulan Mei mencapai 2.075 MW. Maka, dengan tambahan daya 240 MW dari MVPP tersebut, Sistem Sumbagut memiliki cadangan daya sekitar 265 MW.

Amir menambahkan, kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) merupakan solusi cepat dalam meningkatkan pasokan listrik, sehingga pasokan listrik pada saat lebaran akan aman.

Upaya lain yang dilakukan PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan Sumatera, lanjutnya, adalah dengan membangun PLTU Pangkalan Susu Unit 3 dan 4 berkapasitas masing-masing 220 MW. Dari sisi transmisi, PLN juga tengah membangun Tol Listrik Sumatera 275 kV yang akan menghubungkan jaringan listrik mulai dari Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Tengah sampai Sumatera Bagian Utara.

“Berbagai upaya ini diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan membangun Sumatera menjadi lebih terang benderang, serta meningkatkan rasio elektrifikasi Indonesia menjadi 97,2 persen pada tahun 2019,” pungkasnya. (art)

482

gnews.online | Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan sempat bermasalah berakibat pada gangguan sistem kelistrikan Sumbagut. Akibat gangguan itu, terjadi kurangnya pasokan listrik mencapai 195 MW.

“Hingga kini PLN mengupayakan perbaikan regulator PLTU Pangkalan Susu. Akibat gangguan yang terjadi pada sistem kelistrikan Sumbagut terjadi karena kurangnya pasokan listrik sebesar 195 MW pada beban puncak, Senin (10/4) pukul 19.00 WIB sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan listrik untuk beberapa saat,” kata Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Sumut Sutrisno, Selasa (11/4).

Sutrisno mengaku gangguan yang terjadi itu akibat Boiler Feed Pump pada PLTU Pangkalan Susu Unit 1 sedang dilakukan perbaikan. Selain itu, PLTGU Belawan GT 2.2 juga sempat mengalami trip di siang hari akibat change over gas ke HSD, namun gagal bertahan dan menyebabkan pemadaman beberapa saat di wilayah Sumbagut.

“Terganggunya sistem kelistrikan Sumbagut ini dikarenakan PLN sedang melakukan perbaikan Boiler Feed Pump pada PLTU Pangkalan Susu Unit 1,” ujarnya.

Dia menjelaskan hingga kini PLN berupaya melakukan perbaikan dan berharap sistem kelistrikan Sumbagut sudah kembali normal pada, Selasa (11/4). PLN juga menyatakan meminta maaf pada pelanggan di Sumut akibat gangguan yang terjadi.

“PLN terus berusaha untuk memperbaiki keandalan listrik di Sumatera Utara. PLN juga berharap pelanggan Sumatera Utara dapat menghemat penggunaan listrik seperlunya dan mematikan alat elektronik yang tidak perlu digunakan. Untuk informasi dan keluhan pelanggan, dapat menghubungi Contact Center PLN (061) 123,” jelasnya.

Sebelumnya pemadaman listrik tidak hanya mengganggu dunia usaha, namun siswa sekolah yang sedang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada Senin (10/4), listrik di sejumlah sekolah padam, berakibat pada tidak bisa melaksanakan UNBK bahkan sebagian sekolah berinisiatif menunda ujian hingga Selasa. (koh)

407

gnews.online | Pemerintah Korea melalui Green Tecnology Center Korea serius mendorong energy terbarukan Sumatera Utara. Hal ini dikatakan center for Climate Technology Coorperation Directror Kyung Nam Shin didampingi Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba usai bertemu Gubernur Sumut HT Erry Nuradi di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (14/3/2017).

Selain alasan potensi yang ada, menurut Kyung Nam Shin alasan pihak tertarik mengembangkan energy terbarukan karena pemerintah Sumatera Utara cukup perduli dengan dengan persoalan lingkungan hidup. Apalagi kawasan Danau Toba telah ditetapkannya sebagai wisata dunia dan juga Geopark UNISCO.

“Kami melihat ada kebutuhan listrik 210 mega watt disana. Lebih 75 kebutuhan listrik itu menggunakan fosil dan kami tertarik menjadikan energy terbarukan. Oleh karena itu kami senang untuk membuat studi membangun listrik dengan energy terbarukan dengan tenaga surya. Jadi kita berharap PLN dapat memberikan atau mengijinkan pembangunan energy terbarukan di Sumut,” ujarnya.

Dijelaskan Kyung Nam Shin, Direktur PLN menyarankan pihaknya untuk menyerahkan hasil FS Pemprovsu. Diawali dengan 10 mw, dalam jangka seminggu akan tambah kapasitas.

Diharapkan segalanya berjalan lancar, konstruksi dimulai pada September 2017 hingga Februari 2018. Pada awal Maret 2018 PLTS terapung dengan kapasitas 10 MW sudah beroperasi secara komersil.

Dalam kesempatan tersebut, Kyun Nam juga menyampaikan udangan kepada Gubernur Sumut menjadi pembicara pada even internasional di Jeju Island Korea terkait energy terbarukan pada akhir bulan ini.

“Kita juga mengundang Pak Gubernur untuk menghadiri even di Jeju Island pada akhir Maret ini,” ujarnya lagi.

Sementara itu Parlindungan Purba mengakui sebagai Ketua Komite II DPD RI dirinya menfasilitasi kunjungan perwakilan pemerintah Korea ke Sumut dalam rangka membawa misi energy terbarukan. Menurutnya tidak hanya akan membangun pembangkit listrik tenaga surya di Danau Toba, pemerintah Korea juga telah mengusahakan dana lingkungan hidup dunia untuk membangun Sumut.

“Targetnya tergantung kesiapan pemerintah dan PLN kalau sudah siap tahun ini bisa dikerjakan. Tahun depan bisa dikembangkan lagi. Mereka berharap Juli ini studinya sudah selesai dan dana lingkungan hidup dunia bisa dimanfaatkan untuk membangun Sumut. Mereka sangat mendukung Provinsi Sumut untuk pengembangan energy terbarukan. Ini Provinsi pertama di Indonesia yang mereka bantu,”ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi menyatakan dukungannya atas rencana Korea Environmental Industy dan Technology Instute (KEITI) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di perairan Danau Toba.

“Kita menyambut baik tindak lanjut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Danau Toba. Ini sangat baik sekali karena dapat menambah pasokan listrik Sumut yang ramah lingkungan,” kata Gubsu.

Sebagai tindaklanjut kunjungan sebelumnya, KEITI yang menggandeng perusahaan LS IS (salah satu anak perusahaan LG) melakukan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) pembangunan PLTS Terapung di Danau Toba pada Desember ini. (koh)

627

gnews.online | Terkait pembukaan lowongan pekerjaan, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat atau pelamar untuk berhati-hati terhadap penipuan informasi rekrutmen. PLN tidak melakukan korespondensi terkait rekrutmen dan tidak memungut biaya apapun selama pelamar mengikuti seleksi yang diselenggarakan PLN.

Selain itu, tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi.

“Saat ini tengah marak sekali penipuan seputar rekrutmen PLN, terlebih lagi karena PLN memang sedang menjaring ribuan tenaga muda yang unggul untuk dapat bersama-sama membangun kelistrikan di Indonesia. Hal ini dijadikan kesempatan bagi para oknum,” kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN (Persero), I Made Suprateka, Jumat (24/2).

“PLN hanya akan melakukan proses rekrutmen melalui situs rekrutmen terbaru kita, yang dapat diakses di rekrutmen.pln.co.id , hanya itu saja, tidak ada jalur yang lain,” tambah Made.

Dia menyebutkan, segala informasi rekrutmen PLN dapat dilihat pada situs resmi www.pln.co.id. Oleh karena itu, beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para pelamar kerja diantaranya, PLN tidak bekerjasama dengan pihak lain termasuk biro travel perjalanan untuk program rekrutmen.

Kemudian, PLN hanya melakukan proses rekrutmen melalui situs rekrutmen.pln.co.id; PLN tidak memunggut biaya apapun dalam proses rekrutmen; Masyarakat diharapkan berhati-hati dengan modus penipuan yang memanfaatkan program rekrutmen PLN; Masyarakat diharapkan melakukan pengecekan melalui website resmi pln www.pln.co.id atau Contact Center PLN 123, yaitu telefon (kode area) 123, twitter @pln_123, email pln123@pln.co.id, dan Facebook PLN 123.

Rekrutmen Berbasis Web
Untuk menjaring tenaga kerja unggul baru, mulai 25 Februari 2017, PLN menggunakan sistem rekrutmen baru, yakni sistem member online melalui aplikasi berbasis web yang dapat diakses melalui rekrutmen.pln.co.id.

Aplikasi ini memungkinkan siapapun untuk melihat informasi tentang rekrutmen PLN dan lowongan yang dibuka. Pelamar cukup masuk ke aplikasi dan mendaftar sebagai anggota dengan menyiapkan soft copy KTP, ijazah, transkrip akademik, akte kelahiran dan sertifikasi kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL ITP, TOEFL IBT, TOEFL prediction, TOEIC dan IELTS).

“Sistem rekrutmen baru ini diharapkan dapat mempermudah PLN dalam menjaring tenaga-tenaga kerja unggul, mengingat tahun ini PLN masih membutuhkan tambahan 6.056 pegawai untuk mengejar rasio elektrifikasi di tahun 2019,” jelasnya.

Aplikasi ini akan dilaunching dalam event Career Days Universitas Gajah Mada (UGM) ke-21 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 25-26 Februari 2017. (ayb)

513

gnews.online | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menerima laporan dari General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara, Agung Nugraha, tentang kondisi listrik di sejumlah wilayah Sumut dan Aceh yang padam usai malam pergantian tahun atau 1 Januari 2017 dinihari.

Penyebab yang dialami PLN ini diminta cepat diatasi, agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya sehari-hari. “Saya minta PLN segera menormalkan aliran listrik,’’ tegas Erry kepada wartawan di Medan, Senin (2/1/2017).

Gubsu menyebutkan, update KIT di SBU pada unit yang sudah sinkron tadi malam atau pagi tadi, yakni GT 2.2 Belawan 120 MW, PLTU 2 Labuhan Angin 60 MW, PLTU Belawan 3 sebesar 40 MW, PLTU Belawan 1 sebesar 40 MW, PLTU Nagan 2 sebesar 70 MW dan ST 1.0 Belawan 50 MW.

Sementara unit yang saat ini persiapan firing yakni PLTU Nagan 1 perkiraan sinkron tengah malam/dinihari, PLTU Labuhan Angin 1 persiapan firing dinihari sinkron, PLTU Pangkalan Susu persiapan firing besok pagi sinkron dan PLTU Pangkalan Susu 1 menunggu PLTU 2 sinkron.

‘’Unit trip saat black out dan dilanjut pemeliharaan yakni ST 1.0 Belawan,  generator cooler bocor, akan diperbaiki,’’ ujar Erry.

Perlu diketahui, semua PLTD sewa 225 MW sudah normal beroperasi dan pasokan gas dari Arbel sudah pulih, namun ada special procedure untuk keandalan pada shutdown valve SDV milik Pertagas di Belawan.

‘’Terima kasih kepada semua pihak,  para operator dan tim pemeliharaan, dispatcher,  sehingga black out yang terjadi bisa ditangani,” tutur Agung dalam laporannya kepada Gubsu.

Dalam kesempatan itu, Gubsu berharap masyarakat senantiasa menghemat penggunaan listrik. ‘’Jangan boros dan mubazir. Hemat penggunaan listrik terutama saat beban puncak,’’ tegasnya.  (ril)

552

gnews.online |

Aksi unjuk rasa ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pembaca Meter Listrik Sumatera Utara (SP2MLSU) berlanjut. Mereka bertahan di depan kantor PLN Wilayah Sumut Jl Yos Sudarso Medan, Selasa (7/6).

Aksi tersebut dilakukan karena tidak adanya kata sepakat atas tuntutan massa SP2MLSU dari pihak managemen PLN Wilayah Sumut.

Dalam aksi tersebut massa menyatakan bertahan sampai pihak managemen PLN menyetujui tuntutan para pekerja pencatat meter listrik PLN.

“Pihak Managemen PLN tidak menyetujui tuntutan kami. Untuk itu, kami akan tetap bertahan sampai tuntutan kami dipenuhi. Kami minta kepada teman-teman untuk bertahan. Jaga pintu masuk dan keluar. Jangan sampai ada yang ke luar dari kantor ini,” kata Ketua Serikat Pekerja Pembaca Meter Listrik Sumatera Utara, Baginda Siregar, setelah keluar dari dalam kantor PLN usai berdialog dengan managemen PLN.

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar PLN membatalkan program baca 20 hari kerja baca meteran, yang dinilai sebagai program kerja perbudakan.

Ketua Serikat Pekerja Pembaca Meter Listrik Sumatera Utara, Baginda Siregar mengatakan, dengan naiknya hari kerja pencatatan meteran maka terjadi perbudakan di tubuh PLN.

Selain itu, peningkatan rasio baca dari sebelumnya yang hanya 1800 pelanggan menjadi 5700 pelanggan juga dinilai memberatkan tanpa adanya penambahan upah atau tunjangan.

PLN juga diminta memecat vendor yang selalu membuat masalah terhadap pencatat meteran.

Dari pantaun di lapangan, aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Aksi ini juga membuat arus lalu lintas di jalan Yos Sudarso tersendat.

Massa sempat memberikan kesempatan kepada GM PLN Wilayah Sumut untuk keluar menemui para pengunjukrasa dalam waktu 30 menit.

“Jika dalam 30 menit General Manager tidak keluar menemui massa, maka kami akan merobohkan pagar PLN,” teriak salah seorang massa dalam orasinya.

Namun akhirnya massa memutuskan mengirimkan 5 orang delegasi untuk melakukan dialog dengan managemen PLN Wilayah Sumut. (ayb)

548

gnews.online |

Ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pembaca Meter Listrik Sumatera Utara (SP2MLSU) melakukan aksi demo di depan kantor PLN Wilayah Sumut Jl Yos Sudarso Medan, Selasa (7/6).

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar PLN membatalkan program baca 20 hari kerja baca meteran, yang dinilai sebagai program kerja perbudakan.

Ketua Seriikat Pekerja Pembaca Meter Listrik Sumatera Utara, Baginda Siregar mengatakan, dengan naiknya hari kerja pencatatan meteran maka terjadi perbudakan di tubuh PLN.

Selain itu, peningkatan rasio baca dari sebelumnya yang hanya 1800 pelanggan menjadi 5700 pelanggan juga dinilai memberatkan tanpa adanya penambahan upah atau tunjangan.

PLN juga diminta memecat vendor yang selalu membuat masalah terhadap pencatat meteran.

Dari pantaun di lapangan, aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Aksi ini juga membuat arus lalu lintas di jalan Yos Sudarso tersendat.

Massa sempat memberikan kesempatan kepada GM PLN Wilayah Sumut untuk keluar menemui para pengunjukrasa dalam waktu 30 menit.

“Jika dalam 30 menit General Manager tidak keluar menemui massa, maka kami akan merobohkan pagar PLN,” teriak salah seorang massa dalam orasinya.

Namun akhirnya massa memutuskan mengirimkan 5 orang delegasi untuk melakukan dialog dengan managemen PLN Wilayah Sumut. (ayb)

674

MEDAN-GNews: Sumatera Utara (Sumut) bakal memiliki tambahan daya listrik sebesar 240 megawatt (MW) dari kapal pembangkit tenaga listrik atau marine vessel power plant (MVPP) yang berlokasi di Belawan. Pembangkit listrik terapung milik PLN tersebut direncanakan beroperasi pada September tahun ini.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memesan lima unit pembangkit listrik terapung tersebut dari Turki, dimana salah satunya akan beroperasi di Medan persisnya terletak di Perairan Laut Belawan.

General Manager PT PLN Pembangkitan Sumut, Sugiyanto mengatakan, titik lokasi untuk meletakkan pembangkit agar tidak mengganggu lalulintas kapal sudah diperoleh sehingga diperkirakan dalam waktu dekat sudah bisa mengalirkan listrik ke Sumut.

“Saat ini persiapan masih terus dilakukan agar saat pengoperasian tidak mengalami kendala. Yang pasti titik lokasi sudah diperoleh dan tinggal masuk tahap selanjutnya,” katanya, Kamis (12/5).

Pihaknya memperkirakan pada September atau Agustus 2016 pembangkit tersebut sudah bisa beroperasi maksimal. Berarti sebelum akhir tahun daerah ini sudah memiliki tambahan daya sebesar 240 MW. “Masa uji coba lebih kurang dua minggu. Setelah itu pembangkit tersebut akan mulai mengalirkan listrik ke pelanggan,” ujarnya.

Dengan adanya pembangkit ini maka total kapasitas terpasang di Sumut lebih kurang ada 400-500 MW dari saat ini daya yang dibutuhkan ketika beban puncak sebesar 2.030 MW. Dengan kapasitas sekarang saja sudah ada kelebihan sebesar 200-300 MW. “Ya mudah-mudahan tidak ada lagi masalah dengan kelistrikan di Sumut ini,” katanya.

Sebelumnya, Humas PT PLN Wilayah Sumut Mustafrizal mengatakan, dengan adanya pembangkit terapung maka PLN sudah bisa melayani permintaan listrik khususnya dari perusahaan besar yang sejak dua tahun terakhir tidak bisa dilayani perusahaan plat merah ini karena tidak ada cadangan daya.

“Nanti permintaan daya hingga 860 KVA sudah bisa dilayani. Kalau dulu, hanya 23 KVA saja (yang disetujui). Kedepan dengan adanya pembangkit baru ini diharapkan akan semakin banyak perusahaan besar bisa beroperasi di sini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pemadaman terutama pada pelanggan rumah tangga akibat defisit listrik tidak akan terjadi lagi. Kalau pun ada, hal tersebut disebabkan adanya gangguan. Masyarakat cukup mengadu saja ke call center PLN untuk segera diatasi.

“Kalau ada yang padam juga, kemungkinan ada kerusakan pada trafo atau gangguan lainnya karena cuaca. Bukan karena kurang daya akibat pembangkit rusak atau lainnya,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Laksamana Adyaksa mengatakan, penambahan daya listrik untuk wilayah Sumut memang sangat diharapkan sejak dulu. Daerah ini yang selalu krisis energi tentu menyambut baik hal tersebut.

“Ya kita apresiasi upaya yang dilakukan untuk menambah daya listrik apalagi sejak dulu persoalan di Sumut adalah krisis energi. Mudah-mudahan bisa terealisasi dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, langkah PLN yang ingin segera melayani kebutuhan listrik perusahaan besar juga harus diapresiasi sebab banyak perusahaan yang tidak hanya mengurangi kapasitas produksi tetapi juga batal beroperasi di sini karena tidak adanya listrik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddiq mengatakan, meski berniat melayani perusahaan besar namun PLN tidak boleh mengabaikan pelanggan rumah tangga. Meskipun kebutuhan daya tidak besar namun tetap merupakan pelanggan yang harus dilayani dengan baik.

“Masyarakat harus tetap diperhatikan. Diharapkan sebelum Ramadhan nanti sudah beroperasi maksimal sehingga tidak terjadi pemadaman lagi khususnya pada pelanggan rumah tangga seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (ayb)

416

Medan-GNews: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan tidak ada lagi pemadaman bergilir pada saat bulan Ramadhan tahun ini. Karena, semua pembangkit yang ada sudah dilakukan perawatan dan semuanya siap menghadapi bulan puasa tahun ini dan memberikan pelayanan terbaik.

“Kita telah melakukan perawatan terhadap semua pembangkit dalam menghadapi bulan puasa Ramadhan maupun lebaran. Memang masih ada beberapa pembangkit yang masih dalam perawatan, namun diperkirakan selesai sebelum bulan Ramadhan,” kata General Manager PT PLN Pembangkitan Sumbagut Sugiyanto.

Dengan begitu, katanya, hingga sekarang tidak ada pemadaman bergilir lagi di daerah Sumut termasuk juga Aceh. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga Ramadan mendatang karena PLN sudah melakukan berbagai persiapan dengan matang. Sehingga diharapkan tidak ada pemadaman bergilir seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sudah melakukan persiapan sejak Maret 2016. Baik itu berupa pemeliharaan atau hal lainnya sudah dilakukan pada seluruh pembangkit yang ada di sini hingga Mei 2016,” jelasnya.

Saat ini, total kapasitas terpasang sebesar 2.300 Megawatt (MW) untuk wilayah Aceh dan Sumut setelah sebelumnya ada tambahan daya dari PLTA Wampu milik swasta sebesar 45 MW. Dengan begitu ketika beban puncak atau malam hari dimana biasanya terjadi peningkatan pemakaian, Sumut tidak akan kekurangan daya listrik lagi.

“Saat ini daya yang dibutuhkan ketika beban puncak sebesar 2.030 MW. Dengan kapasitas sekarang, berarti masih ada kelebihan sebesar 200-300 MW,” jelasnya.

Begitu juga ketika Ramadhan dimana diperkirakan pada tahun ini terjadi peningkatan konsumsi listrik sebesar 30 MW menjadi 2.060 MW dipastikan tidak akan ada masalah.

“Kita tahu ketika Ramadan pemakaian listrik meningkat baik itu karena tarawih, tadarus atau kegiatan rumah tangga dan lainnya tapi kami akan layani itu dengan baik,” ujarnya. (ayb)