Tuesday, April 23, 2019
Tags Posts tagged with "Polmed"

Polmed

50

gnews.online | Politekhnik Negeri Medan (Polmed) fokus tingkatkan akreditasi institusi dari B jadi A di 2019 mendatang.

“Untuk pencapaian itu, berbagai upaya peningkatan kualitas akan kita lakukan, terutama peningkatan akreditasi program studi,” kata Direktur Polmed, M Syahruddin pada pertemuan coffee morning akhir tahun di Kampus Polmed, Medan (28/13/2018).

Disebutkannya, Polmed kini memiliki 17 program studi terdiri dari, program D3 memiliki 11 prodi dan D4 memiliki 6 prodi.

Dari 17 prodi itu, semua akreditasinya A dan B, tidak ada lagi prodi yang akreditasinya C.

“Kita akan tingkatkan prodi yang akreditasinya B menjadi A di 2019. Sehingga, akreditasi institusi yang saat ini masih B bisa meningkat jadi A,” kata Syahruddin didampingi Wakil Direktur I Bidang Akademik, Nursiah.

Hadir juga Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Abdul Rahman, Wakil Direktur III Bidang Kemanusiaan Nisfan Bahri dan Wakil Direktur IV Bidang Kerjasama, Berta Br Ginting dan beberapa pejabat Polmed lainnya.

Menurut Syahruddin, peningkatan akreditasi prodi dan institusi ini sangat penting dilakukan, karena akan mempengaruhi kualitas mahasiswa ketika memasuki dunia kerja, terutama pendaftaran CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil).

Untuk itu katanya, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan akreditasi institusi, pihaknya akan meningkatkan hubungan kerjasama dengan pihak ketiga, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dijelaskannya pada Februari 2019 mendatang, polmed akan mengirimkan 18 mahasiswa yang sudah menyelesaikan pendidikan D3 ke beberapa universitas di Taiwan.

Nantinya, mereka melanjutkan kuliah selama satu tahun, lalu satu tahun lagi magang. Ini program beasiswa, bukan tenaga kerja yang merupakan program pemerintah.

“Pada April 2019 kita akan rekrut lagi. Sayangnya, Polmed belum ada hubungan diplomatik dengan Taiwan. Inilah nanti yang akan kita jajaki dengan Taiwan,” jelasnya.

Selain di Taiwan, Polmed juga akan mengirimkan staf ke Kanada dan Swiss dalam rangka mengupgrade kemampuan dosen.

Di dalam negeri sendiri lanjutnya, selain meningkatkan kerjasama dengan industri, pihaknya juga akan meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah di Sumut.

Saat ini, Polmed sudah menjadi pilot project program smart city di beberapa kabupaten kota di Sumut seperti, di Binjai, Tebing Tinggi yang tidak lama lagi akan di launching, Paluta, Palas, Labuhan Batu.

“Demikian juga provinsi Sumut saat ini masih berjalan. Kerjasama seperti ini kan juga jadi nilai tambah, karena Polmed yang jadi pilot projecnya,”ujarnya. (DM)

87

gnews.online | Sebagian besar orangtua alumni Politeknik Negeri Medan (Polmed) menyayangkan penghapusan dana sumbangan peningkatan mutu (SPM) oleh inspektorat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Para orang tua alumni menilai, penghapusan SPM selain berdampak terhadap peningkatan Akreditasi Politeknik Negeri Medan (Polmed) juga terhadap kegiatan peningkatan mutu di kampus.

Hal ini disampaikan Direktur Polmed M Syahruddin saat menerima audiensi pengurus BEM serta organisasi kemahasiswaan lainnya dan ratusan mahasiswa di Gedung Z Lantai 5, Kamis (20/9/2018).

Karena keterbatasan dana SPM, muncul inisiatif para orangtua untuk menggalang dana agar anaknya kembali mengikuti kegiatan di kampus. Salah satunya mengadakan kegiatan pembentukan karakter mahasiswa bekerja sama dengan Rindam I/Bukit Barisan.

“Banyak para orangtua yang dulu pernah menimba ilmu di Polmed berkeinginan agar anaknya kembali kuliah di kampus ini. Mereka mengetahui bahwa dana SPM sudah dihapuskan. Nah, timbullah ide para orangtua untuk menggalang dana agar masa depan anaknya di kampus lebih terjamin dengan berbagai kegiatan yang kita adakan,” katanya.

Diingatkannya, bahwa Keputusan penggalangan dana SPM dicetuskan dalam rapat pleno bersama para senat pada Maret 2016 silam. Dalam rapat itu diputuskan dibuat SK agar setiap mahasiswa membayar dana SPM senilai Rp 4 juta.

Pada sesi diskusi, Ketua BEM Polmed Raja Siregar mempertanyakan pengutipan dana SPM ini yang sebelumnya sudah bergulir sejak tahun 2017. Sebab, mahasiswa stambuk 2015 ini menyebut, dirinya sudah membayar uang senilai Rp 2 juta.

Menjawab pertanyaan itu, Syahruddin mengatakan, dahulunya dana pengutipan bernama bantuan orangtua siswa (BOM) dan memang benar senilai Rp 2 juta.

“Namanya bukan SPM, tapi bantuan orangtua mahasiswa atau BOM sebesar Rp 2 juta. Kedua dana ini, BOM dan saat ini bernama SPM, menggunakan satu rekening yang sama yang kegunaannya untuk digunakan ke Rindam dan kegiatan di kampus. Tujuannya, untuk sumbangan peningkatan mutu dan juga meningkatkan akreditas kampus,” ucapnya.

Dikatakannya lagi, meningkatnya kualitas mahasiswa atas peningkatan karakter mahasiswa ini menurut Syahruddin memberi sumbangsih besar dalam memudahkan peningkatan akreditasi mereka. Saat ini, dari 17 program study yang ada seluruhnya sudah berakreditasi A dan B. Secara institusi Polmed sendiri saat ini sudah memiliki akreditasi B.

“Kalau akreditasi kita sudah B itu ikut memudahkan alumni melamar CPNS. Karena kalau akreditasinya C itu tidak diterima, bahkan diperusahaan-perusahaan juga akan sulit mereka diterima,” ungkapnya.

Akan tetapi peningkatan kualitas ini menurutnya tidak membuat mereka terbebas dari berbagai tudingan pungli. Alhasil, pihak inspektorat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan audit kepada mereka dan memerintahkan penghentian SPM tersebut. Meski tidak ditemukan adanya pelanggaran, namun pihak inspektorat memerintahkan agar hal itu dihentikan.

“Kami patuhi, namun ini akan berimplikasi pada penghentian berbagai upaya peningkatan mutu yang bersumber dari dana SPM tersebut. Kami tidak dapat berbuat banyak, karena disisi lain Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang harusnya menjadi hak mahasiswa juga tidak kami terima dari negara sesuai jumlah yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Polmed menurut Syahruddin akan tetap berupaya untuk menjaga proses pendidikan tetap berjalan meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada. Mereka memastikan seluruh upaya peningkatan mutu akan kembali berjalan tanpa adanya SPM dengan catatan bantuan operasional Perguruan tinggi negeri (BOPTN) dapat mereka terima dari pemerintah sesuai kebutuhan mahasiswa.

Pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan itu, para mahasiswa terlihat semangat memberikan masukan dan pertanyaan kepada pimpinan lembaga yang juga dihadiri Wakil Direktur I Bidang Akademik Nursiah, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Abdul Rahman, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Nisfan Bahri, Wakil Direktur IV Bidang Kerjasama Berta Br. Ginting, dan beberapa pejabat Polmed lainnya.

Usai pertemuan, pengurus BEM dan mahasiswa lainnya menyempatkan berfoto bersama sebagai bagian melengkapi pertemuan yang dilakukan. (Dev)

281

gnews.online | Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) gelombang II kembali digelar, Rabu (12/7). Politeknik Negeri Medan (Polmed) merupakan salah satunya yang menyelenggarakan.

Direktur Polmed M Syahruddin ST MT mengungkapkan, jumlah pendaftar calon mahasiwa baru di Polmed pada gelombang ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pendaftar tembus 7.309 orang, yang terdiri dari 3.045 kelompok IPA, 2.549 kelompok IPS dan 1.715 kelompok IPC (campuran).

“Minat lulusan SLTA yang ingin kuliah di Polmed semakin tinggi. Terbukti, jumlah pendaftar pada gelombang II meningkat dibanding tahun 2016 yakni dari 6.668 orang menjadi 7.309 orang,” ungkap M Syahruddin didampingi para wakil direkturnya di sela-sela memantau pelaksanaan ujian di Kampus Polmed, kawasan Padang Bulan Medan.

Menurut Syahruddin, peningkatan jumlah pendaftar pada tahun ini tidak terlepas dari tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi secara umum.

“Peningkatan minat masyarakat yang mendaftar ke Polmed dari tahun ke tahun menunjukkan kepercayaan mereka terhadap kualitas pendidikan di Polmed. Masyarakat sekarang telah memahami dan percaya pada pendidikan vokasi selain pendidikan akademik,” tuturnya.

Dia menyebutkan, ribuan pendaftar gelombang kedua tersebut memperebutkan kuota yang disediakan sebanyak 1.114 kursi  untuk 11 program studi (prodi) D3 reguler, 5 prodi kelas khusus, dan 6 prodi sarjana terapan.

“Hasil UMPN gelombang kedua ini akan diumukan pada 18 Juli mendatang melalui website Polmed http://www.polmed.ac.id dan juga papan pengumuman yang ada di kampus,” bebernya.

Diutarakannya, penerimaan calon mahasiswa baru di Polmed tidak hanya melalui jalur UMPN. Namun, juga melalui jalur undangan (PMP) dan bidikmisi. Kemudian, kelas kerja sama dengan PLN, GMF Aero Asia dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut (BPBD) Sumut.

Untuk kelas kerja sama dengan PLN, seleksi dilaksanakan pada 24 Mei 2017 lalu. Sedangkan kelas kerja sama GMF Aero Asia, ujian digelar pada 13 Juli. Sementara dengan BPBD Sumut, pendaftarannya telah dibuka sejak 19 Juni dan berakhir 5 Agustus. Untuk ujian tertulisnya dilaksanakan 9 Agustus.

Lebih jauh dia mengatakan, Polmed senantiasa terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusannya. Untuk itu, pihaknya melakukan pengembangan infrastruktur fasilitas laboratorium dan praktik, pembangunan kompetensi, kurikulum sesuai kebutuhan industri serta prodi yang sesuai dengan permintaan pasar kerja.

“Perbaikan kualitas SDM baik administrasi maupun dosen terus dilakukan dengan mendorong untuk mengikuti pendidikan lanjutan dan pelatihan. Selain itu, menerapkan program pemagangan ke industri bagi staf pengajar atau dosen guna meningkatkan pelayanan pendidikan bagi mahasiswa,”katanya.(dev)

339

gnews.online | Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan ujian masuk Politeknik Negeri (UMPN) gelombang I yang diikuti 5.342 peserta di kampus Polmed Medan, Sabtu (20/5) berjalan lancar dan aman.

Hal itu dikatakan Direktur Polmed Medan Syahruddin ST MT saat meninjau pelaksanaan ujian didampingi Wadir I-IV : Nursiah SE MSi, Abdul Rahman SE MSi, Nisfan Bahri Lubis ST MT, Ir Berta Br Ginting MT dan Zakaria Pane.

Dikatakan Syahruddin, daya tampung Polmed tahun ini 2.200 orang yang diterima melalui ujian gelombang I dan ke II serta program kerjasama.

UMPN dilaksanakan secara nasional bersamaan dengan Politeknik Negeri lainnya di Indonesia, sehingga akan memberikan kesempatan kepada setiap lulusan setingkat SMA di Indonesia untuk memilih dan mengikuti pendidikan vokasi di daerah lainnya di Indonesia. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam pemerataan kesempatan untuk memperoleh akses terhadap pendidikan tinggi.

Dikatakan Syahruddin, minat masyarakat dalam mengikuti UMPN di Polmed Medan dari tahun ke tahun cukup tinggi, ini menunjukkan bahwa masyarakat percaya akan kualitas pendidikan di Polmed.

Polmed terus melakukan pengembangan infrastruktur fasilitas laboratorium dan praktek, pembangunan kompetensi dengan membentuk lembaga sertifikasi profesi (LSP) dan Career and Development Center (CDC), pengembangan program studi yang sesuai dengan permintaan pasar, pengembangan kualitas SDM dosen dengan mendorong mengikuti pendidikan lanjutan atau program pemagangan ke industri.

Polmed juga melakukan kerjasama dengan industri dan lembaga di luar maupun di dalam negeri seperti PLN, GMF Aero Asia, Shanghai Electric Power Station, Bank Sumut dan lainnya. Serta kerjasama dengan pendidikan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, USA, Swiss, Belanda, Tiongkok. Sehingga lulusan Polmed tidak hanya diberi ijazah tetapi juga sertifikasi kompetensi.

“Seperti ditekankan Menteri Ristekdikti M Nasir bahwa pendidikan tinggi harus memerankan diri sebagai agent of economic development disamping agent of education dan agent of research and development,” kata Syahruddin.

Ujian Gelombang I ini akan diumumkan 6 Juni 2017. Dan yang lulus akan mengikuti test kesehatan di Rindam Bukit Barisan I Pematang Siantar. (dev)

511

gnews.online | Dalam rangka pengabdian masyarakat sesuai Tri Drama Perguruan Tinggi, 5 dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan pengabdian masyarakat dengan mitra pengabdian Sekolah Islam Terpadu (SIT) AL-Fityah, Jalan Let Umar Baki, Titi Kuning Lingkungan IV Gg Pelajar, Kelurahan Payaroba Kecamatan Binjai Barat, Binjai, baru-baru ini. Mereka diterima Ketua Yayasan SIT Al-Fityah Abdul Latif Bangun.

Ketua pengabdian Hikmah Adwin Adam, SKom, MKom kepada wartawan di Medan, kemarin  mengatakan, pelaksanaan pengabdian dilakukan atas nama Politeknik Negeri Medan jurusan Teknik Komputer dan Informatika dan kegiatan diadakan selama dua hari.

Dikatakannya, judul pengabdian “Penelitian Pengabdian Masyarakat (PPM) pendidik dan peserta didik sekolah Islam terpadu AL-Fityah Binjai.

Ketua Pengabdian Hikmah Adwin Adam dengan anggota  Arif Ridho Lubis BIT MScIT, Santi Prayundani SKom MKom, Yuyun Yusnida Lase SKom MKom dan Yulia Fatmi SKom MKom.

Manfaat pengabdian untuk menambah wawasan dan pengetahuan pendidik dan peserta didik mengenai pemanfaatan internet dan penggunaan edmodo (E-learning), katanya.  (dev)