Friday, April 19, 2019
Tags Posts tagged with "Prof Darmayanti Lubis"

Prof Darmayanti Lubis

39

gnews.online | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis mensosialisasikan empat pilar kebangsaan dengan para guru perempuan di Kabupaten langkat Sumatera Utara.

Di hadapan ratusan guru tersebut, Darmayanti  mengatakan, dekadensi moral dan penurunan akhlak  yang menimpa diri anak-anak bangsa belakangan ini, semakin mengkhawatirkan, antara lain ditandai dengan semakin berkembangnya penyalahgunaan pemakaian obat/narkoba, pergaulan sex bebas dikalangan remaja, tawuran, pencurian remaja, geng motor, pornografi, kekerasan dan perkosaan terhadap anak-anak perempuan (sering  dilakukan oleh orang-orang terdekatnya) dan lain-lain.
Menurut Guru Besar Faakultas Teknik Univrsitas Sumatera Utara (USU) ini,  lemahnya jati diri generasi  anak bangsa ini akan berdampak terhadap pengurangan nilai-nilai kebajikan  dimasa yang akan datang.

Oleh karenanya, kata Darmayanti,  penguatan nilai – nilai yang terkandung di dalam 4 pilar kebangsaan dalam konteks situasi sekarang ini merupakan keniscayaan dan sangat relevan dan diharapkan dapat  mengurangi   krisis moral  yang sedang melanda negeri ini. J

Juga mengembangkan pendidikan  akhlak/moral/karakter   merupakan langkah penting dan srategis dalam membangun kembali  akhlak bangsa, namun pendidikan karakter tersebut haruslah melibatkan semua pihak yaitu; rumah tangga/keluarga, sekolah dan masyarakat (lingkungan=sekolah yang lebih luas).

“Sebagai langkah pertama adalah menyambungkan  kembali hubungan yang nyaris terputus antara ketiga elemen pendidikan tersebut untuk memperoleh kesinambungan dan harmonisasi dengan penekanan pembahasan terutama akan dikembangkan pada aspek pendidikan akhlak/moral/karakter,”kata ibu yang pernah meraih penghargaan sebagai perempuan inspirator tersebut.

Permasalahannya apakah upaya membangun  karakter anak bangsa  ini  sudah di implementasikan di ketiga ranah elemen pendidikan tersebut? Oleh sebab itu, ketiga elemen tersebut lah yang harus ditata terlebih dahulu, baru kita bisa mengembangkan dengan maksimal nilai – nilai yang terkandung di dalam empat pilar kebangsaan serta pendidikaan akhlak / karakter. (DM)

82
gnewe.online | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI  asal Sumut Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis Periode 2014-2019 menggelar sosialisasi tentang Pancasila UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika di Universitas Islam Negeri Sumatera utara (UIN-SU) bersama Forum Silaturrahmi Mahasiswa kemarin.
Darmayanti, mengungkapkan 4 pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu disosialisasikan oleh kalangan MPR RI/DPR RI dari waktu ke waktu. Hal tersebut sangat penting karena 4 pilar ini sebagai benteng masuknya paham-paham negatif yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kata Darmayanti, dalam keseharian 4 pilar tidak semata-mata sebuah pemahaman saja. Namun harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, kalau pemahaman tentang 4 pilar dalam berbangsa dan bernegara ini mungkin hampir seluruh komponen bangsa sudah mengerti, namun dalam praktek kehidupan kita sehari-hari mungkin belum semua, jadi penting dorongan untuk mewujudkan pelaksanaan 4 pilar itu.
Sosialiasi empat pilar kebangsaan tersebut dihadiri puluhan mahasiswa. Dari pantauan wartawan terlihat, para mahasiswa tampak antusias dan serius mengikuti sosialisasi tersebut.
Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa kepada Prof Darmayanti Lubis. Semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa dijawab wanita berkacamata ini dengan meyakinkan.
Dikatakan Darmayanti, pembangunan karakter bangsa perlu mengintegrasikan empat pilar kebangsaan itu dalam setiap komponen karakter tersebut. Misalnya cinta kepada Allah dan Rasulnya sebagai contoh karakter merupakan jabaran dari sila pertama dan seterusnya.
Pada kesempatan yang sama, Darmayanti menyebutkan, yang perlu ditingkatkan adalah pemahaman terhadap nilai-nilai ideologis dalam Pancasaila yang digali oleh founding fathers dari bumi, kultur dan budaya bangsa, yang merupakan jati diri bangsa.
Di tempat yang sama juga, Darmayanti mengatakan, dalam sumber daya terbatas pembangunan, maka harus ada ketegasan pemerintah, dalam menentukan prioritas pembangunan, apakah diarahkan kepada Hardware (infrastruktur) atau membangun sumber daya manusia. (dev)

130

gnews.online | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara (Sumut) Prof Ir Hj Darmayanti Lubis mensosialisasikan empat poin konsensus kebangsaan di hadapan para guru di Medan.

Pada Sosialisasi Tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika tersebut, kehadiran Prof darmayanti Lubis disambut hangat oleh para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu.

Pada kesempatan yang selalu dinanti-nantikan para guru itu, para pendidik baik dari guru honorer maupun dari Depag (Departemen Agama) yang meliputi guru dari Pendidikan Anak Usia Dini( PAUD), TK, Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah tersebut  menyampaikan sejumlah permasalahan yang mereka hadapi.

Para guru menyampaikan,kesan, adanya ketidaksamaan perlakuan terhadap guru-guru. Misalnya dalam memperoleh status Sertifikasi. Para guru menyatakan, harus menunggu cukup lama akibat regulasi yang terkesan menyulitkan.

Aspirasi lain juga datang dari guru-guru PAUD dan TK yang jumlahnya signifikan dan umumnya merupakan swadaya masyarakat kuraang mendapat perhatian dan dirasa sebagai ketidakadilan bagi mereka.

Dari pertemuan itu, para guru pada intinya meminta kesamaan keadilan dan mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Menyahuti sejumlah aspirasi para gurru itu, Prof darmayanti Lubis, berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke pimpinan DPD dan akan membahas serta mencarikan solusinya.
Wanita berkerudung ini sangat prihatin dengan kondisi para guru saat ini.Karena itu, ibu berkacamata ini meyakinkan para guru untuk bersabar dan tidak putus asa, karena DPD akan memperjuangan nasib para guru.
Darmayanti berharapn adanya RUU yang dapat mengoptimalkan peran guru dan dosen sebagai salah satu upaya dalam menciptakan kesejahteraan tenaga pendidik dan kemajuan pendidikan di Indonesia. (Dev)

188
gnews.online | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara (Sumut) Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis mensosialisasikan tentang 4 pilar kebangsaan di Universitas Dharmawangsa (Undhar) Medan.
Sosialisasi tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia,  & Bhineka TRunggal Ika tersebut dihadiri puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Medan.
Dalam sosialisasi itu, Prof Darmayanti Lubis, banyak disuguhi pertanyaan-pertanyaan dari para mahasiswa. Dari sejumlah pertanyaan itu, terlihat antusias mahasiswa dalam memahami 4 pilar kebangsaan tersebut.
Menurut Prof Darmayanti, generasi muda saat ini terutama mahasiswa sangat merespon dan mengapresiasi upaya-upaya pemahaman Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika).
 “Saya bangga dan senang dengan pertanyaan-pertanyaan para mahasiswa. Sebab, mahasiswa yang hadir memiliki keinginan memahami betul nilai-nilai luhur bangsa,”kata Darmayanti.
Bila mahasiswa kita sudah memahami tentang 4 pilar itu, kata Darmayanti, maka mereka akan bijak apabila kelak mereka menjadi pejabat publik.
Darmayanti berharap, mahasiswa dapat mendalami makna dari empat pilar kebangsan tersebut. Karena, satu-satunya jalan dalam menyelamatkan bangsa dan negara ini adalah dengan paham empat pilar kebangsaan itu. (Dev)

273

gnews.online | Puasa adalah salah satu cara dalam mengendalikan nafsu dan syahwat. Agar kita terhindar dari perbuatan nista dan juga perbuatan-perbuatan lainnya, yang dapat mendorong kepada hal tersebut, kita bisa melakukan puasa, karena puasa bisa menghilangkan pengaruh syetan.

Puasa juga bisa melemahkan gejolak nafsu di dada. Puasa apa saja dan kapan saja, asal dilakukan dengan benar. Bukan sekedar puasa tidak makan dan tidak minum.

Puasa yang ‘salah teknik’ ini umumnya tidak terlalu efektif untuk meredam nafsu dan syahwat.

Sebagaimana yang kita, bahwa puasa itu adalah perisai (dari segala macam penyakit dan kejahatan).

Puasa pada hakikatnya adalah menahan dari segala hawa nafsu. Puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum, menahan untuk tidak bersenggama pada siang hari Ramadhan itu saja, akan tetapi hakikatnya mehahan diri dari segala godaan syetan,  sekali gus menahan diri dari hal-hal yang memancing kejahatan.

Puasa memang ibadah yang sangat khusus dan rahasia. Kecuali Allah dan pelakunya, tidak ada satu pun yang mengetahui pasti bahwa seorang tengah berpuasa atau berpura-pura puasa.

Puasa sebagai tanda keimanan tidak dipungkiri, tetapi banyak diterjemahkan dengan motif yang beraneka ragam juga adalah kenisniscayaan. Bergantung kepada kadar iman. Tebal bagai lapisan bumi atau tipis bak benang sutera keimanan pelakunya. Jika niat berpuasa dibangun karena mengharap ridha Allah, maka baginya adalah pahala dan ganjaran yang memuaskan. (dev)

191

gnews.online | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)MPR RI Prof Dr Ir Darmayanti Lubis mengatakan, melakukan sosialisasi konsensus nasional (Pancasila, UUDNegra RI Tahun 1945, Negara Kesatuan RI, Bhineka Tunggal Ika), dapat  lebih memasyarakatkan dan membudayakan  pentingnya  penyelenggaraan  kehidupan  berkonstitusi  melalui  pemahaman  aturan  dasar.

“Penyelenggaraan  Sosialisasi  nilai-nilai luhur  kehidupan  bermasyarakat, berbangsa  dan  bernegara, oleh  anggota  MPR  kepada  tokoh  masyarakat   bertujuan  meningkatkan  pengetahuan  dan pemahaman  tokoh  masyarakat,   terhadap  nilai-nilai  luhur  bangsa,  yang  ditemui  dalam  Pancasila, Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara  Kesatuan  Republik Indonesia, dan Bhineka  Tunggal Ika,” kata Prof Darmayanti Lubis kemarin, di Medan.

Ratusan peserta dari Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Sumut tersebut, tampak serius dan tekun saat mendengarkan paparan yang disampaikan Prof Darmayanti Lubis saat menjadi narasumber, pada Acara Sosialisasi Konsensus Nasional, kemarin di Medan.

Keseriusan tersebut, jelas terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada Prof Darmayanti Lubis.

Pada kesempatan yang sama, Darmayanti menyebutkan, pimpinan MPR bertugas  mengkoordinasikan Anggota MPR, untuk memasyarakatkan Undang-Undang  Dasar Negara  republik Indonesia  sesuai  dengan  Pasal  15 ayat (1) huruf e Undang-Undang Nomor  27 tahun 2009.

Berdasarkan  hal  tersebut,   maka  anggota  MPR  2009-2014 dilanjutkan  anggota  MPR  2014-2019  perlu  memasyarakatkan  Pancasila, Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara  Kesatuan  Republik Indonesia, dan Bhineka  Tunggal Ika.  Setiap  anggota  MPR mendapat  tugas  melakukan  sosialisasi  nilai-nilai  luhur  bangsa  tersebut kepada  masyarakat  di  daerah  pemilihan.

Menurut Darmayanti, pentingnya  sosialisasi  di  daerah  pemilihan  oleh  anggota  MPR,  adalah  dalam  rangka  manifestasi  perwujudan  tanggung jawab  anggota MPR  untuk membangun  daerah, agar  seluruh  penyelenggaraan  pemerintah  dan pembangunan di daerah dilaksanakan  dengan  mengedepankan nilai-nilai  luhur  kebangsaan   tersebut.     “Sosialisasi   didaerah  pemilihan   diharapkan dapat  efektif  menjangkau  seluruh  lapisan masyarakat,”katanya. (dev)