Wednesday, August 21, 2019
Tags Posts tagged with "PT TPL"

PT TPL

82

gnews.online |  PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), saat ini terus menjalankan proyek peremajaan pabrik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, serta mengurangi emisi dan membuat kinerja pabrik semakin efisien.

Hal ini sejalan dengan komitmen jangka panjang TPL untuk terus melakukan perbaikan menuju “zero smell” (mengurangi aroma bau secara signifikan).

Digester atau cooking plant yang diperbarui berukuran 75 x 33 meter dan menerapkan teknologi terkini.

Projek pembangunannya akan memproses serpihan 100% serat kayu eucalyptus (bahan baku pulp) dari perkebunan HTI yang telah dikelola secara berkelanjutan selama ini, Sistem baru ini menggunakan teknologi cold blow dan non-condensable gas, sehingga bau yang dihasilkan dalam proses pemasakan serpih kayu dapat berkurang secara signifikan menuju zero smell.

“Perlu saya sampaikan kembali bahwa tujuan utama peremajaan pabrik bertujuan untuk peningkatan kinerja lingkungan, supaya pabrik TPL lebih ramah lingkungan terutama menuju zero smell, dan bukan untuk peningkatan kapasitas produksi. Kalau untuk kapasitas produksi tetap sama yakni 240 ribu ton pertahun,” sebut Diretur TPL Mulia Nauli, Jum’at (4/1/2019).

Menurutnya teknologi yang digunakan pabrik ini akan semakin ramah terhadap lingkungan, bahkan sistem terbaru di cooking plant dan tambahan fasilitas yang diperbarui akan mengurangi penggunaan listrik, bahan kimia serta limbah padat.

Selain keuntungan di atas, kualitas hasil pemasakan bubur pulp menjadi lebih baik dan penggunaan uap akan berkurang hingga 33%.

Selain itu Mulia Nauli juga mengungkapkan dengan penggunaan sistem baru ini, TPL merupakan perusahaan pengolah bubur pulp terintegrasi yang menggunakan energi bio masa terbarukan.

Karenanya perusahaan juga berkomitmen secara penuh untuk menjalankan pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) secara berkelanjutan. Sehingga memberikan kontribusi dan menjalin hubungan yang kuat dan baik, dengan masyarakat serta secara terus menerus meningkatkan kinerja lingkungan di pabrik.

“Perusahaan terus berkomitmen untuk menjalankan pengelolaan HTI secara berkelanjutan dan terus menerus meningkatkan kinerja lingkungan, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata dan memberikan kontribusi yang baik dengan masyarakat,” ungkap Mulia Nauli. (Ril)

74

gnews.online | Pagi yang cerah seolah menyambut hari yang indah bagi para siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 1) Pollung ketika itu. Ekspresi senyum dan tawa riang para guru dan staf pengajar terlihat diraut dan wajah mereka yang penuh harapan. Yah, pagi itu adalah hari yang bersejarah bagi ratusan siswa dan guru, karena akan segera memiliki gedung laboratorium komputer yang layak digunakan oleh siswa.

Serah terima pembangunan gedung labotarorium yang dibangun oleh PT. Toba Pulp Lestari, Tbk, (TPL) akan dilakukan, peresmian dan pengguntingan pita secara seremonial, juga langsung dilakukan oleh Bupati kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor. Penghormatan kepada Bupati karena beliau juga merupakan alumni dari SMPN 1 Pollung tahun 1991.

Persiapan peresmian gedung baru laboratirum komputer terlihat sangat istimewa, para murid dan guru mempersiapkan penyambutan sang Bupati dan perwakilan manajemen TPL, dengan tari-tarian khas Humbang Hasundutan. Dalam sambutannya Bupati (Humbahas) mengajak para siswa dan guru, dengan dibangunnya gedung laboratorium komputer dapat memberikan yang terbaik untuk citra SMPN 1 Pollung dimasa yang akan datang.

“Terima kasih kepada PT. Toba Pulp Lestari yang masih peduli dunia pendidikan, dengan dibangunnya laboratirum komputer ini, dapat meningkatkan pendidikan khususnya ilmu komputer berbasis teknologi. Dan harapannya perusahaan semakin maju sehingga dapat membantu dunia pendidikan di (Humbahas),” sebut Dosmar Banjarnahor didampingi kadis pendidikan Jamilin Purba.

Berada didesa Pollung kecamatan Pollung kabupaten Humbahas, pembangunan gedung laboratorium komputer SMPN 1 menghabiskan dana senilai Rp 139 juta, seluruh pengerjaannya dibantu oleh pihak TPL. Sedangkan untuk kegiatan operasional dan pengawasannya dilaksanakan oleh pihak sekolah dan tim komite. Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) Ramida Siringoringo mengungkapkan, saat ini pembangunan fisik sekolah merupakan fokus perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan di Tapanuli, khususnya yang berdekatan dengan areal hutan tanaman industri (HTI) konsesi perusahaan.

Pembangunan infrastruktur bangunan sangat mempengaruhi peningkatan dunia pendidikan, sehingga menurut Ramida tidak hanya pemerintah namun pihak swasta juga memiliki andil dan kewajiban, dalam mendukung perkembangan pendidikan anak bangsa. Selain itu dukungan juga diberikan untuk perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Kondisi infrasturktur pendidikan seperti bangunan sekolah tidak sesuai dengan peruntukkannnya, inilah yang menjadi landasan pembangunan gedung laboratorium komputer SMPN 1 Pollung. Apalagi saat ini pemerintah telah menerapkan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Pada dasarnya anak didik adalah aset bangsa, fasilitas dan guru menjadi investasi dasar dalam pengembangan pendidikan.

Secara umum ini menjadi program TPL, termasuk pembangunan fasilitas toilet sekolah dalam tahun kedepannya,” sebut Ramida Siringoringo bersama Manager Sektor HTI kawasan Tele Karman Sirait dan staf CSR Yessi Panggabean, Selasa (18/12/2018).

Pembangunan gedung laboratorium komputer ini nantinya akan digunakan oleh 595 siswa/i SMPN 1 ketika menghadapi UNBK, dan kegiatan belajar lainnya. Pembangunan gedung diharapkan mampu mendukung proses belajar, mengingat kondisi bangunan SMPN 1 banyak yang sudah tua. Kepala SMPN 1 Benni Sihite mengungkapkan dulunya sekolah ini berbentuk swasta berdiri sejak tahun 1955. Kemudian pada tahun 1974 diambil alih oleh pemerimtah menjadi SMP negeri, dengan jumlah kelas saat ini sebanyak 19 ruangan.

Dukungan pendidikan SMPN 1 tidak hanya pada kondisi bangunan yang tua, keberadaan guru PNS juga menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar. Menurut Benni Sihite saat ini jumlah guru yang mengajar sebanyak 40 orang, dan setengahnya masih guru honorer. Kurangnya keberadaan guru akademik telah disampaikan kepada pemerintah.

“Terima kasih kepada TPL yang sudah membangun laboratorium dan kelas yang masih dalam proses pembangunan. Luas sekolah ini lebih kurang 14,979 meter bujur sangkar dan masih perlu banyak perbaikan kondisi bangunannya. Saat ini kami sudah sedikit terbantu dengan pembangunan gedung laboratorium komputer ini,” ungkap Benni Sihite dan para guru.

Kini para siswa/I SMPN 1 Pollung dapat berbangga hati dan lebih semangat dalam proses pencapaian ilmu pendidikan sekolah. Wadah bangunan laboratorium dalam rangka penerapan ilmu berbasis komputer, memberi warna dan suasana serta semangat baru bagi siswa/i. Bantuan dan kontribusi fasilitas dari perusahaan bubur kertas (TPL), diharapkan terjaga untuk warisan generasi berikutnya. (ril)

67

gnews.online | PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) estate Aek Raja mengerahkan satu unit alat berat jenis motor grader untuk membersihkan tanah longsor di lima titik dan menutup akses jalan di dusun Sisoding, desa Manalu Dolok, kecamatan Parmonangan, kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jumat (14/12).

Camat Parmonangan, Junjungan Silaban dan Komandan Rayon Militer (Danramil) Zulkifli Sihotang mengapresiasi PT TPL estate Aek Raja yang merespon cepat untuk membantu memperlancar arus lalu lintas yang sempat terputus.

“Kami berterimakasih dan apresiasi respon yang sigap dari pihak PT TPL estate Aek Raja yang langsung menerjukan satu unit motor grader untuk membersihkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama menuju kecamatan Parmonangan. Komunikasi yang baik yang seperti ini perlu dijaga agar perusahaan selalu dekat dengan masyarakat,” ujar Junjungan Silaban.

Ramson Simamora, Humas PT TPL estate Aek Raja, yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa satu unit motor grader yang turunkan ke lokasi longsor bekerja tanpa henti dari pagi hingga sore hari untuk membersihkan tanah longsor di lima titik. “Satu unit grader terus bekerja dari pagi hari hingga sore hari ini. PT TPL akan selalu siap untuk membantu kebutuhan masyarakat khususnya kelancaran arus lalu lintas karena jalan ini merupakan akses utama masyarakat di kecamatan Parmonangan,” ujar Ramson.

Hingga saat ini, arus lalu lintas menuju kecamatan Parmonangan sudah lancar dan dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

Junjungan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara di jalan yang rawan longsor, khususnya di malam hari.

“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan untuk waspada karena sudah memasuki musim hujan sehingga jalan raya menjadi licin dan banyak titik rawan longsor. Jika memang ada masyarakat yang memiliki urusan atau kebutuhan yang tidak terlalu penting, khususnya saat malam hari apalagi cuaca hujan, sebaiknya tidak perlu keluar rumah. Kita harus mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Junjungan menambahkan bahwa kejadian longsor lima titik di kecamatan Parmonangan, Jumat (14/12). tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. (dm)

61

gnews.onlibe | PT Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut berhasil meraih penghargaan Green Industry Award level 5 untuk kategori industri pulp (bubur kertas) pada Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dan Penyerahan Sertifikat Industri Hijau 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rabu (12/12), di Jakarta.

“Kami bangga dengan apresiasi dari pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan buah kerja keras dari seluruh pekerja. PT TPL sebagai perusahaan penghasil pulp yang patuh dalam memenuhi semua peraturan undang-undang, khususnya di bidang lingkungan, terus melakukan perbaikan yang berkesinambungan, menggunakan sumber daya secara efisien sesuai dengan komitmen perusahaan yakni memberikan nilai kepada masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan,” ujar Direksi PT TPL, Mulia Nauli, seusai menerima penghargaan dari Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto.

Guna memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau, Menperin menyerahkan Penghargaan Industri Hijau Tahun 2018 kepada 143 perusahaan yang terdiri dari 87 perusahaan mendapat level 5 dan 56 perusahaan dengan level 4. Klasifikasi penghargaan industri hijau dimulai dari level 1 sampai 5, di mana level 5 merupakan peringkat tertinggi.

“Pada era industri 4.0, penerapan industri hijau bisa menjadi bagian dari program digitalisasi ekonomi. Pasalnya, dapat meningkatkan efisiensi produksinya dan menghasilkan produk yang berdaya saing di pasar global,” kata Menperin Airlangga Hartarto dalam kata sambutannya.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, kami berupaya mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing, maju, serta industri hijau,” tegas Airlangga. Di samping itu, pada Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri,mengatur pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan penggunaan produk yang memiliki Sertifikat Industri Hijau.

Menperin berharap, perusahaan-perusahaan yang menyandang industri hijau mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk insentif non fiskal bagi perusahaan industri manufaktur yang telah melakukan upaya yang signifikan dalam efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air. Pada tahun 2018 ini Kementerian Perindustrian kembali menyelenggarakan Penghargaan Industri Hijau yang ke 9 (sembilan) kalinya. Proses verifikasi dan penilaian dilakukan oleh Tim Teknis dan Dewan Pertimbangan yang berasal dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan instansi terkait lainnya.

Sebelumnya, PT TPL berhasil meraih Proper kategori Biru periode penilaian 2016-2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akhir tahun lalu. Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995, untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya. (Dev)

83

gnews.online | Sebagai komitmen dalam mendukung aktivitas dan sarana pendidikan, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) melalui program Community Development (CD) membangun pagar sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 177073 Lumban Sirait yang berada di Desa Biusgu Barat, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Senin (10/12).

Sejak didirikan pada tahun 1981, sekolah “Pudi-Pudi” atau “terbelakang”, begitu masyarakat sering menyebutnya dikarenakan posisi sekolah yang berada di ujung jalan, belum memiliki pagar yang membatasi area sekolah dengan jalan umum sehingga menyebabkan banyak siswa sering  bermain di tepi jalan raya  dan danau yang berada  dekat dengan sekolah sehingga hal ini membahayakan keselamatan para siswa.

Kepala Sekolah SDN No. 177073 Lumban Sirait, Masnur Panjaitan, merasa hal tersebut merupakan hal penting yang harus segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan keselamatan dan keamanan para siswa.

Bukan hanya itu saja, beberapa waktu lalu hampir terjadi aksi pencurian aset sekolah, yaitu komputer yang berada di ruangan kepala sekolah. Hal ini karena mudahnya akses keluar masuk di wilayah sekolah.

Melihat kondisi yang kurang aman tersebut, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. kemudian merespon dengan baik demi keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar di SDN No. 177073.

“Terimakasih banyak kepada PT TPL yang telah peduli dengan keselamatan anak-anak kami dan juga aset kami bisa jadi lebih terjaga keamanannya. Mudah-mudah Tuhan tetap memberkati perusahaan agar terus dapat menjadi saluran bantuan bagi kami masyarakat-masyarakat disekitar perusahaan,” ujar Masnur Panjaitan.

Kepala Desa Biusgu Barat, Martahan Sirait, yang diwakilkan oleh Ayani Panjaitan dalam acara serah terima pagar ini mengucapkan rasa terimakasih kepada pihak perusahaan yang peduli dengan sekolah di Desa Biusgu Barat.

“Pembangunan pagar sangat bermanfaat. Apalagi karena di sekitar ini ada danau, jadi membahayakan bagi anak-anak. Jadi setelah berdirinya pagar, kini anak-anak lebih aman untuk bermain dan belajar di halaman sekolah,” ucapnya.

Dalam acara serah terima pagar, Anggota DPRD Tobasa, Fauzi Sirait, yang ikut turut serta memberikan apresiasi, agar kedepannya PT. Toba Pulp Lestari, Tbk dapat memberikan bantuan-bantuan lainnya yang akan berdampak positif bagi masyarakat di wilayah sekitar perusahaan.

“Karena saya tinggal di wilayah Biusgu Barat, saya berterimakasih kepada pihak perusahaan. Karena kita lihat aplikasi program CD betul-betul atas permintaan masyarakat dan juga sesuai dengan kebutuhan yang penting di masyarakat contohnya seperti di Desa Biusgu Barat ini. Harapan kita sejak adanya bantuan yang diberikan perusahaan mengenai pagar ini, disiplin siswa semakin bisa ditingkatkan karena ini termasuk daerah yang dekat dengan danau, dan mereka bisa lebih aman dan nyaman,” ujar Fauzi.

Manajer CD PT TPL, Ramida Siringoringo, mengatakan bahwa PT TPL peduli dengan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan baik  sarana maupun prasarananya untuk mendukung kenyamanan dan keamanan dalam proses belajar di sekolah. “Pembangunan pagar ini menjadoi penting karena bertujuan untuk menghindari hal-hal negatif seperti untuk menjaga keamanannya. Anak-anak lebih mudah diawasi dan tidak bermain secara bebas diluar wilayah sekolah,” ungkap Ramida.

PT. Toba Pulp Lestari, Tbk merealisasikan program CD sebesar Rp73.000.000 untuk pembangunan pagar SDN No. 177073. Proses pembangunan pagar sepanjang 151 meter dikerjakan selama satu bulan. PT TPL selalu berharap agar setiap bantuan yang diberikan akan menjadi hal yang positif sesuai dengan visi perusahaan yaitu senantiasa menciptakan manfaat bagi masyarakat. (dm)