Monday, March 8, 2021
Tags Posts tagged with "Rektor Usu"

Rektor Usu

78

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum menegaskan peran wartawan (media) sangat besar dalam capaian prestasi dan keberhasilan (kemajuan) yang diraih USU.

Hal itu dikatakan Rektor USU saat menerima wartawan unit USU di ruang kerjanya, Senin (21/12/2020).

Silaturahmi wartawan itu, sekaligus mengulosi Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum yang sebentar lagi mengakhiri masa pengabdiannya di kampus kebanggaan masyarakat Sumut itu.

“Saya bangga bisa bekerja sama dan bermitra dengan media dan wartawan. Sebab, tanpa media, segala capaian dan prestasi USU tidak diketahui masyarakat secara luas, ” kata Rektor yang saat itu didampingi Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU Elvi Sumanti.

Rektor menambahkan, sinergitas USU dan wartawan juga dirasakan memberikan manfaat yang besar.

“Bayangkan saja kalau semua informasi diiklankan, mana sanggup USU menanggung biayanya. Makanya kita sampaikan dalam bentuk berita yang bermanfaat bagi semua orang, ” kata mantan Dekan Fakultas Hukum USU ini.

Dia juga berharap kerja sama yang selama ini terbangun terus terjalin terlebih kepada pemimpin USU yang akan datang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang begitu besar para wartawan kepada USU. Dan saya berharap ini terus dilanjutkan agar USU semakin maju dan sukses menjadi universitas terbaik di Indonesia dan dunia,” kata Prof Runtung.

Dalam kesempatan itu, Edy Madya Bukit, wartawan senior, menyampaikan bahwa kepemimpinan Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum dinilai berhasil membawa USU meraih capaian dan prestasi.

“Bapak juga orangnya tidak ada batasan, terutama sama wartawan. Wajar kalau kami mengatakan kepemimpinan bapak berhasil membawa USU meraih berbagai prestasi,” kata Edy Bukit yang akrab disapa Bolang ini.

Hal senada juga dikatakan Kordinator Wartawan Unit USU Zulardi Harahap. Menurutnya, Prof Runtung sangat respon kepada wartawan terutama soal pemberitaan dan informasi USU.

“Apa yang kami butuhkan, bapak juga sangat respon. Dan tidak ada batasan maupun jarak kepada wartawan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak kepada kami. Semoga kedepan silaturahmi ini terus terjalin, ” ujar Zulardi. (Dev)

181

gnews.online |  Dr. Muryanto Amin terpilih dan ditetapkan sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2021-2026. Penetapan tersebut berdasarkan hasil sidang pemilihan dan penetapan yang dilakukan Majelis Wali Amanat (MWA) USU di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis 3 Desember 2020.

Dalam voting tersebut, Muryanto memperoleh 18 suara (57,75 persen) dengan mengungguli pesaingnya yakni Prof. Farhat dengan memperoleh 11 suara (35,75 persen) dan Prof. Muhammad Arif 2 suara (6,5 persen).

Hadir pada kesempatan tersebut Direktorat Jenderal Dikti Muhammad, Nizam yang bertindak mewakili menteri, Sekretaris Daerah Sumatera Utara Sabrina yang mewakili gubernur serta seluruh anggota MWA lainnya.

Ketua MWA USU, Kartini Sjahrir Panjaitan usai pemilihan mengatakan selamat atas terpilihnya rektor baru USU Muryanto Amin yang akan menggantikan Runtung Sitepu periode depan. “Semoga USU akan lebih baik di bawah kepemimpinan Muryanto Amin,” sebut Kartini dalam keterangan tertulis diterima VIVA.

Muryanto Amin dalam pernyataan singkatnya berterima kasih kepada MWA yang telah melakukan pemilihan rektor ini dengan baik dan lancar. Dengan pemilihan rektor ini, ia  juga mengajak seluruh civitas akademika (pimpinan, dosen, tendik dan mahasiswa) USU untuk tetap bekerja sama bahu-membahu membangun USU ke depan.

“Ke depan tugas kita semakin berat karena harus tetap mempertahankan apa yang sudah diraih pimpinan sebelumnya bahkan harus lebih meningkat lagi,” tutur Rektor Muryanto.

Muryanto Amin merupakan alumni Fisip USU angkatan 1992. Dia lahir di Medan 30 September 1974 dan berhasil menjadi rektor USU setelah melewati tahapan penyaringan yang dilakukan oleh Senat Akademik USU.

Jenjang Magister dan Doktor Ilmu Politik diraihnya dari Universitas Indonesia. Muryanto merupakan dosen di Program Studi Ilmu Politik yang juga dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU pada saat ini.

Pemilihan rektor USU sudah dimulai sejak Oktober 2020, diawali dengan pemilihan anggota MWA wakil masyarakat. Selanjutnya pendaftaran calon rektor yang dimulai pada 6 November 2020 dengan terdapat 7 orang pendaftar, 6 dari USU dan 1 dari luar USU.

Selanjutnya, ditetapkan 6 calon yang memenuhi syarat untuk maju pada tahap audisi. Pada tahap ini 2 calon mundur, tersisa 4 calon yang dibawa ke Senat Akademik. Kemudian Senat Akademik melakukan penjaringan untuk memilih 3 orang calon rektor USU yang akan dipilih oleh MWA.

MWA USU terdiri atas 8 orang wakil Senat Akademik, 10 orang wakil masyarakat, dan 3 orang ex officio yaitu rektor USU, gubernur Sumut, dan mendikbud. (Dev)

119

Rektor USU Prof Runtung Sitepu

gnews.online | Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum akan mengakhiri jabatannya pada 21 Januari 2021 mendatang. Kendati kepemimpinannya akan berakhir, namun dia terus membawa USU lebih maju dengan capaian prestasi-prestasi hingga melampaui target kinerja semasa menjabat sebagai rektor periode 2016-2021.

Dalam keterangan persnya di Biro Rektor USU, Kamis (26/11/2020), Prof Runtung mengatakan capaian yang diperoleh USU pada 25 November 2020 masuk dalam Asia Ranking yang pertama kali diraih USU.

“Kita sudah masuk ke dalam peringkat 501-550 Asia University Ranking, berarti seluruh tugas dari rektorat pimpinan periode 2016-2021 sudah melebihi dari kontrak kinerja,” ucapnya sambil tersenyum.

Dikatakan, prestasi ini sangat membanggakan dan untuk pertama kali dalam sejarah USU masuk dalam Asia University Ranking.

“Dan saat ini USU sedang bekerja keras masuk dalam pemeringkatan QS University Rangking dan itu sedang dikerjakan dimana komponen penilaiannya lebih dari Asia, dan bersaing dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di dunia,” kata Prof Runtung seraya menyebutkan capaian ini berkat kerja sama semua, kerja cerdas semua civitas akademika USU.

Berikutnya, kata Prof Runtung, tahun ini dua dosen USU masuk dalam ilmuwan top di dunia yaitu Prof Mahyudin KM Nasution MIT PhD (Wakil Rektor III USU) bidang pengabdian masyarakat Sumatera Utara dan Prof Dr Ir Binsar Ambarita.

“Jadi ada dua dosen kita yang masuk ke dalam 2% ilmuwan top dunia dari Indonesia, tentu ini sangat membanggakan juga bagi kita walaupun ada teman-teman kita dari perguruan tinggi negeri lain lebih dari 2, ada yang saya lihat 5 seperti UGM, ini juga merupakan bagi kebanggaan USU serta masyarakat Sumatera Utara karena kita tunjukkan bahwa kita juga tidak jauh ketinggalan dari teman-teman kita perguruan tinggi terkemuka terutama di Pulau Jawa,” papar Prof Runtung.

Kemudian prestasi lain USU terpilih dalam penganugerahan keterbukaan informasi publik yang diumumkan Wakil Presiden Republik Indonesia tanggal 25 Noveber 2020, dengan kategori cukup informatif.

“Kategori informasi ini adalah yang pertama, tapi ada lebih tinggi lagi, tapi kita sudah cukup bangga dengan pertama masuk kategori sebagai cukup informatif. Jadi 3 hal ini merupakan prestasi dari seluruh civitas akademika USU,” ujarnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum USU ini menambahkan, saat ini USU akan memiliki 50 guru besar yang tersebar di seluruh fakultas yang ada.

“Dan dapat juga saya sampaikan bahwa Alhamdulillah sejak tanggal 21 Januari 2016 sampai hari ini tanggal 26 November 2020, bisa kita tuntaskan 50 orang profesor,” katanya.

Saat ini sudah dikukuhkan sebanyak 43 orang dan menyusul 7 orang untuk menjadi 50 orang yakni 2 dari Fakultas MIPA, 1 Ilmu Budaya, 1 Fakultas Kedokteran, 1 dari FISIP dan 1 dari Fakultas Kehutanan.

“Dr Muhammad Basuni adalah Guru Besar Fakultas Kehutanan pertama sehingga memecahkan rekor. Orangnya sangat produktif dan masuk ke dalam peringkat 14 terbaik dari 500 peneliti terbaik di Indonesia pada bulan Mei 2020,” sebut Prof Runtung. (Dev)

124

gnews.online | Dua dari enam calon rektor mengundurkan diri dari Pemilihan Rektor USU 2021-2026. Kedua calon rektor Prof. Dr.dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked dan Dr M. Sontang Sihotang. Namun, panitia tidak menyampaikan alasan pengunduran diri kedua calon rektor tersebut.

“Prof Fidel Ganis mengundurkan diri 23 November 2020 dan pada 24 November 2020, Dr M.Sontang menyusul mengundurkan diri,” kata Ketua Panitian Pemilihan Rektor USU, Prof Guslihan Dasa Tjipta saat memberikan sambutan dalam Audisi Calon Rektor USU 2021-2026 di Auditorium USU, Selasa (24/11).

Dia mengatakan, dengan mundurnya dua kandidat calon rektor tersebut, maka ada empat kandidat calon rektor berhak bertarung mengikuti audisi. Mereka adalah, Prof. Dr.dr. Farhat, M. Ked, Dr. Mulyanto Amin, M.Si, Prof. Dr. M. Arif Nasution,  dan  Dr. Restu Utama Pencawan, M.Pd.

Prof Guslihan mengatakan, dalam audisi ini, para calon rektor diberi kesempatan memaparkan program kerjanya sesuai  visi dan misi USU.”Melalui audisi ini para sivitas USU, senat dan Majelis Wali Amanat (MWA) bisa menilai  program terbaik para calon rektor,” katanya.

Lebih jauh, katanya, tiga dari empat calon rektor yang saat ini mengikuti audisi akan diserahkan ke MWA. Pelakasanaan audisi ini digelar secara tatap muka dan virtual melalui Live Streaming . Hadir Rektor USU, Prof Runtung Sitepu ,Gubernur Sumatera Utara , Edy Rahmayadi, para pejabat tinggi dari Kemendikbud, pimpinan MWA dan para senat USU serta sivitas USU.

Rektor USU Prof Runtung Sitepu mengajak, para hadirin menilai program kerja para calon rektor.”Melalui audisi ini, teman-teman pemilik hak suara bisa melihat program terbaik dari para calon rektor dalam memajukan USU,” katanya.

Karena itu, audisi ini menjadi sarana bagi keempat calon rektor  menyampaikan program kerja terbaiknya dalam mengembangkan USU  lima tahun kedepan.” Regenerasi kepemimpinan merupakan sebuah keharusan dalam mengembangkan USU,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir mengatakan, audisi ini merupakan salah satu  tahapan pemilihan rektor USU. Dia berharap, para calon rektor bisa menawarkan terobosan-terobosan brilian dalam mengembangkan USU ke depan. (Dev)

140

gnews.online | Proses penjaringan Rektor USU Periode 2021-2026 sudah memasuki tahapan seleksi administrasi para calon rektor yang dilaksanakan 18 November 2020.

Sesuai dengan rencana penjadwalan, maka Panitia Penjaringan Calon Rektor USU Periode 2021-2026 dengan resmi menutup Pendaftaran dan Penyerahan Berkas Kelengkapan Calon Rektor USU Periode 2021-2026 Tahapan Penjaringan.

Ketua Panitia Penjaringan Calon Rektor USU Periode 2021-2026 Prof dr Guslihan Dasa Tjipta SpA (K), kepada media, Kamis (19/11/2020) mengatakan, sampai dengan pendaftaran ditutup Selasa, 17 November 2020 pukul 24.00 WIB, yang mengambil formulir pendaftaran kepada panitia sebanyak 7 orang.

Berikut nama-namanya antara lain, Prof. Dr. dr. Farhat, M.Ked (ORL-HNS), Sp.THT-KL(K), Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA, Destanul Aulia, SKM., MBA., MEc., Ph.D, Prof. Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked (OG), Sp.OG(K), Dr. Restu Utama Pencawan, SH, M.Pd dan Dr. M. Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.

Adapun yang mengembalikan berkas kelengkapan administrasi kepada Panitia Penjaringan Calon Rektor Periode 2021-2026 ada 6 orang adalah 1.Prof. Dr. dr. Farhat, M.Ked (ORL-HNS), Sp.THT-KL(K).
2. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si
3. Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA
4. Prof. Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked (OG), Sp.OG(K)
5. Dr. Restu Utama Pencawan, SH, M.Pd.
6. Dr. M. Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.

Panitia penjaringan telah melaksanakan seleksi administrasi dengan seksama terhadap kelengkapan berkas keenam orang Calon Rektor USU di atas dan ke enam calon rektor tersebut dinyatakan telah lolos seleksi administrasi serta memenuhi seluruh persyaratan yang diwajibkan.

Untuk itu keenam Calon Rektor USU tersebut dinyatakan berhak mengikuti tahap audisi. Forum audisi ini merupakan forum di mana para calon rektor menyampaikan program kerja sesuai dengan visi dan misi universitas. Kegiatan audisi akan dilaksanakan pada 24 November 2020 secara luring dan daring. (dev)

141

gnews.online | Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum mengatakan, karena situasi pandemi Covid-19 belum juga mereda, memaksa USU menyelenggarakan wisuda dengan sistem daring atau online.

“Namun demikian, kata Rektor USU, walaupun pelaksanaan wisuda diselenggarakan secara daring dengan kondisi yang serba terbatas, hendaklah tetap bersyukur karena kegiatan wisuda masih dapat dilaksanakan. Demikian disampaikan Humas USU dalam relis, Minggu (15/11/2020).

Dikatakan rektor, semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan yang baik atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Jumlah wisudawan 3.325 orang yang telah menyelesaikan studinya mulai dari Juli hingga September 2020. Lulusan ini terdiri dari 1.210 orang (36.39 %) pria dan 2.115 orang (63.61 %) wanita. Hingga saat ini jumlah lulusan USU tercatat 222.386 orang.

Rektor juga menjelaskan kemajuan USU semasa periodenya yakni pada Februari 2018 USU telah berhasil mewujudkan impian dalam meraih akreditasi A (unggul). Kebahagiaan tersebut dilengkapi dengan keberhasilan USU masuk dalam peringkat 13 di klaster I pemeringkatan Perguruan Tinggi Non Vokasi yang dilakukan Kementerian Ristek Dikti pada Agustus 2019. Pencapaian tersebut berhasil dipertahankan USU pada Agustus 2020 yang lalu, dengan tetap menduduki peringkat ke-13.

Dikatakan, pada 27 Mei 2020 lalu Menristek-BRIN mengumumkan pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA) di mana USU berada di peringkat 5 setelah UI, UGM, ITB dan IPB, di mana posisi ini belum pernah dicapai sebelumnya. Diumumkan juga bahwa 22 orang dosen USU berhasil masuk ke dalam 500 peneliti terbaik versi SINTA. Yang menempati peringkat 14 Prof Dr Basyuni, dosen Fakultas Kehutanan USU.

“Dari segi pengelolaan keuangan selama 4 tahun, berturut-turut sejak kami menjalankan amanah sebagai rektor pada Januari 2016, Kantor Akuntan Publik memberikan kualifikasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hingga Oktober 2020, USU memiliki 15 fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana, dengan 160 Program Studi di mana 69 program studi telah memiliki akreditasi A, 80 program studi berakreditasi B sementara sisanya masih akan terus didorong dan diupayakan untuk mendapatkan akreditasi A dan B,” katanya.

Bagi calon pemimpin USU ke depan yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan kampus , katanya, semoga mampu memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki sehingga mencapai prestasi yang lebih tinggi dari yang sudah ada selama 5 tahun terakhir ini. (dev)

117

gnews.online | Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum meresmikan Paviliun Eksekutif Sibayak dan Ruang Isolasi RS USU yang dibangun sebagai Rumah Sakit penyangga Covid-19 di bagian belakang RS USU Jalan dr Mansyur Medan, Selasa (10/11).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh rektor, terlihat hadir disana petinggi USU , antara lain Prof dr Farhat, Prof dr Guslihan Dasa Tjipta, Ir Luhut Sihombing MP, Dr Muryanto Amin dan yang lainnya.

Dikatakan rektor, Paviliun Eksekutif dengan Presidential Suite ini, merupakan kamar terbaik dan luas di RS USU berbintang 5 yang Paripurna ini akan disenangi dan diharapkan mengurangi masyarakat Sumut yang berobat ke luar negeri. Dengan kamar Presidential Suite ini diperoleh kenyamanan dan dapat didampingi keluarga ,katanya.

RS USU ini memiliki dokter terbaik dan ahli serta tamatan luar negeri sehingga tidak perlu diragukan keahliannya.

Di sini selain mengajar mereka juga praktik . Namun di sisi lain, sistem pelayanan masih perlu ditingkatkan untuk tingkat perawat, mereka ini harus mudah senyum. Mari kita layani pasien dan tamu kita dengan senyum. Kalau masih honor dulu bisa berkali-kali senyumnya sehari, tetapi setelah diangkat jadi PNS sulit senyumnya.

Untuk itu perlu pembenahan manajemen. Kalau kita senyum tidak ada ruginya, namun bukan dengan yang suka senyum sendiri, katanya.

Dengan ditingkatkan pelayanan, diharapkan RS USU lebih cepat berdiri sendiri, sehingga tidak disubsidi lagi dari USU. Dipilihnya nama Sibayak karena Gunung ini sangat jelas terlihat dari lantai 5 RS USU. Dan Sibayak itu di Karo artinya Raja dan orang kaya.

Rumah sakit ini tidak akan dikomersialkan dalam menangani pasien Covid-19. Sementara kepada oknum yang suka membuat berita-berita fitnah tentang pembangunan di USU, semoga neraka mampu menampung yang suka memfitnah itu, kata Runtung.

Turut memberi kata sambutan Direktur RS USU Dr dr Syah Mirsya Warli Sp U (k). (Dev)

127

gnews.online | Majelis Wali Amanat (MWA) USU pada 5 November 2020 telah membentuk dan mengangkat Panitia Penjaringan Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2021-2026. Di mana masa jabatan Rektor USU, Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum akan berakhir 21 Januari 2021, untuk itu USU akan melakukan pemilihan rektor baru periode 2021-2026.

Panitia yang dibentuk terdiri atas unsur MWA 4 orang yaitu Prof dr Guslihan Dasa Tjipta Sp A(K) , Dr H Abdul Hakim Siagian SH MHum, Muhammad Arifin Nasution SSos MSP, Dr Ir Fahmi ST MSc IPM, dan unsur Senat Akademik 3 orang yaitu Romi Fadillah Rahmat B Comp Sc MSc, Prof Dr Saidin SH MHum dan Ariyani drg MDSc Sp Pros (K).

Unsur Dewan Guru Besar 3 orang yaitu Prof Drs Heru Santosa MS PhD, Prof Dr Hakim Bangun Apt dan Prof Dr Syafruddin Kalo SH MHum, unsur Rektorat 1 orang yaitu Ir Luhut Sihombing MP, sesuai dengan SK MWA No 06/SK/MWA/XI/2020 yang ditetapkan Ketua MWA USU Dr Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir.

Panitia penjaringan calon Rektor USU periode 2021-2026 mengundang masyarakat Indonesia yang memenuhi syarat untuk menjadi Rektor USU periode 2021-2026. Proses pemilihan dilakukan melalui 3 tahapan yaitu tahapan penjaringan, penyaringan dan pemilihan.

“Tahapan penjaringan dilaksanakan mulai 10 sampai dengan 24 November 2020, meliputi kegiatan pendaftaran, pengembalian formulir, seleksi adminsitrasi, pengumuman calon yang lulus seleksi administrasi, dan audisi,”

“Tahap penyaringan dilaksanakan pada 26 November 2020, dimana kegiatan ini dilaksanakan oleh Senat Akademik USU, sedangkan tahapan pemilihan dilaksanakan oleh MWA USU dijadwalkan pada 3 Desember 2020, kata Ketua Panitia Prof dr Guslihan Dasa Tjipta Sp.A(K) kepada wartawan di Medan, Minggu (8/11/2020).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2014 pasal 29 ayat (2) dan ayat (3), persyaratan umum yang ditetapkan untuk menjadi calon Rektor USU belum berusia 60 tahun pada saat dilantik menjadi rektor.

Berkewarganegaraan Indonesia, sehat jasmani dan rohani, memiliki integritas, komitmen dan kepemimpinan yang tinggi, berwawasan luas mengenai pendidikan tinggi, tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan berpendidikan minimal Doktor (S-3).

Selain itu ditetapkan juga persyaratan khusus sesuai peraturan MWA yakni; berjiwa Pancasila, sehat jasmani dan rohani/jiwa yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Dokter dari Rumah Sakit Pendidikan USU, memiliki moral dan etika yang baik.

Memiliki pengalaman manajerial terutama di lingkungan pendidikan tinggi, mampu menterjemahkan visi dan misi universitas serta bersedia dan berkomitmen melaksanakan Renstra Universitas dalam program kerjanya.

Calon Rektor USU juga diharuskan memiliki jiwa kewirausahaan, tidak mengikuti pendidikan formal atau non formal lebih dari 6 bulan berturut-turut dalam masa jabatan, tidak pernah diberikan sanksi akademik karena melakukan plagiarisme.

Juga harus bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang lainnya yang dibuktikan dengan surat keterangan bebas narkotika dari RS Pendidikan USU, serta tidak pernah melakukan perbuatan tercela/tidak terpuji.

Untuk informasi dan berkas pendaftaran dapat dilihat dan diunduh dari laman https://mwa.usu.ac.id/pilrek. Kelengkapan berkas pendaftaran dapat di-scan dan diunggah di https://mwa.usu.ac.id/pilrek.

Atau diserahkan langsung ke sekretariat panitia penjaringan calon rektor USU periode 2021-2026 dengan alamat sebagai berikut: Sekretariat MWA USU, Jalan Universitas No.42, Kampus USU, Medan. (Dev)

142

gnews.online | Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar wisuda Periode III Tahun Ajaran 2019/2020 yang dilaksanakan secara daring, dan ini merupakan yang pertama dalam sejarah USU dalam usianya memasuki 68 Tahun.
“Suasananya agak mengharukan karena Gedung Auditorium yang biasanya penuh sesak, dengan wajah-wajah suka cita, tawa ria, kali ini semua itu tidak dapat disaksikan langsung. Justru semua kursi di ruangan auditorium kosong melompong. Penyerahan ijazah kepada wisudawan tidak dilakukan rektor, tetapi oleh orang tua kepada masing-masing anaknya,” ungkap Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum, Senin (20/7/2020).

Dikatakannya, wisuda terhadap 981 lulusan USU kali ini dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, sehingga memaksa semua pihak harus berlapang dada menerima kenyataan bahwa penyelenggaraan wisuda kali ini harus digelar dengan sistem yang berbeda dari yang biasa USU lakukan, yaitu melalui sistem daring atau online.

Hal itu, sebut rektor, mengingat belum dimungkinkannya kegiatan tatap muka dalam kerumunan yang dapat memicu lahirnya klaster baru penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Kondisi seperti yang kita hadapi saat ini tentu tak mudah untuk dilalui. Terlebih pada momentum wisuda yang biasanya dilalui dengan khidmat dan megah di dalam ruangan, dilengkapi dengan segala atribut dan prosesi yang disambut dengan penuh sukacita sekaligus haru, baik oleh para wisudawan dan wisudawati, orangtua, para dosen, pimpinan dan segenap civitas akademika USU lainnya,” tuturnya.

Begitupun, dalam kondisi dan situasi yang serba terbatas ini, rektor mengajak wisudawan tetap bersyukur karena akhirnya dapat melaksanakan wisuda meskipun melalui system daring atau online.

“Semoga prosesi wisuda kali ini juga mampu kita lalui dengan rasa sukacita dan kekhidmatan yang sama dengan pelaksanaan wisuda tatap muka,” ujarnya.

Dalam sambutannya, rektor menegaskan USU juga terus bergerak dan berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan melakukan beberapa hal yang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Diantaranya memberikan bantuan sembako kepada keluarga besar USU dan masyarakat yang membutuhkan serta bantuan dana pembelajaran daring bagi para mahasiswa.

Selain itu, USU melalui Rumah Sakit USU juga melakukan berbagai upaya maksimal di tengah pandemi, yakni dengan memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien Covid-19.

“Rumah Sakit USU saat ini telah memiliki laboratorium Swab yang dilengkapi dengan 4 unit PCR untuk melakukan tes Swab bagi pasien Covid-19 dan memiliki ruang isolasi khusus bagi pasien positif Covid-19,” sebutnya.

Di tengah situasi yang kurang kondusif, kata rektor, USU terus bergiat dan tidak berhenti dalam melakukan pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung tercapainya kegiatan pendidikan yang berkualitas, menciptakan lingkungan yang mendorong pertumbuhan inovasi dan kreativitas di kalangan mahasiswa dan akademisi, serta melahirkan berbagai kebijakan yang berpijak pada percepatan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi dalam berbagai aspek.

Dikatakan rektor, kampus USU yang ada di Kwala Bekala saat ini sudah dilengkapi dengan gedung baru Fakultas Kehutanan dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang siap digunakan. Demikian pula dengan Wisma Internasional yang telah berdiri megah di areal kampus USU Padang Bulan dan akan segera difungsikan sesuai dengan tujuan pendiriannya.

Dalam kesempatan itu, rektor menyampaikan prestasi dan capaian terbaik USU yang diraih hingga Juli 2020 ini.

Disebutkan rektor, pada Februari 2018 USU telah berhasil meraih akreditasi A (unggul). Selanjutnya pada Agustus 2019 USU telah berhasil masuk dalam Klaster I, berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi I Non Vokasi yang dilakukan oleh Kementerian Ristek Dikti.

Sementara itu, kinerja di bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat juga mengalami peningkatan yang luar biasa. Di bidang penelitian tahun 2019 Lembaga Penelitian USU berhasil memperbaiki peringkatnya dari peringkat 51 pada tiga tahun sebelumnya menjadi peringkat 15, dan mendapat predikat Lembaga Penelitian Mandiri. Demikian juga Lembaga Pengabdian Masyarakat USU berhasil naik dari peringkat 52 menjadi peringkat 7, yang berarti naik 45 peringkat.

Selanjutnya, pada 27 Mei 2020 yang lalu Menristek-BRIN mengumumkan pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA) di mana USU berada di peringkat 5 setelah UI, UGM, ITB dan IPB, di mana posisi ini belum pernah dicapai sebelumnya. Dari pengumuman ini diumumkan juga 500 peneliti terbaik dan 22 orang dosen USU masuk ke dalam 500 peneliti terbaik tersebut.

“Untuk peringkat 14 adalah Prof Dr Basyuni dari Fakultas Kehutanan USU,” kata rektor.

Kemudian, lanjut rektor, berdasarkan jumlah permohonan Patent ke Ditjend Kekayaan Intelektual Kemenkum-HAM 2019, USU juga masuk peringkat 7 dengan jumlah 96 permohonan dan yang terbit di tahun 2019 sebanyak 35 sertifikat Patent.

“Pemeringkatan lainnya yang sangat membanggakan kita semua adalah pemeringkatan berdasarkan jumlah publikasi ilmiah pada Jurnal Internasional Terindex Scopus, di mana pada tahun 2020 ini USU menduduki peringkat 10 dengan jumlah publikasi 5.053,” sebutnya.

Rektor menyatakan, sebagai upaya untuk rintisan menuju pengakuan internasional, USU juga terus memperbaiki peringkatnya dalam berbagai pemeringkatan internasional.

Hal itu dilakukan antara lain dalam pemeringkatan Webometric, saat ini USU berada di peringkat 8 di Indonesia atau peringkat 1.872 di dunia.

USU juga masuk pada peringkat 160 pada 200 Universitas Top di Asia (Top 200 Universitas di Asia).

Pada Februari 2018 USU meraih bintang tiga atas penilaian QS Rating dan Tim USU saat ini terus bekerja keras untuk masuk dalam penilaian QS Ranking.

“Dari segi pengelolaan keuangan selama 4 tahun, berturut-turut sejak kami menjalankan amanah sebagai Rektor pada Januari 2016, Kantor Akuntan Publik memberikan kualifikasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ucapnya.

Menurutnya semua prestasi dan capaian USU ini merupakan kerja keras dan dukungan dari seluruh unsur sivitas akademika, dosen dan mahasiswa, serta tenaga kependidikan USU. Termasuk dukungan pendanaan dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenristek-BRIN, serta Kementerian lain yang terkait, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara serta Dunia Usaha baik BUMN maupun swasta.(dev)

137

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Runtung Sitepu beberkan terobosan yang dilakukan pihaknya beserta jajaran termasuk Rumah Sakit (RS) USU dalam menangani pandemi Covid-19 kepada anggota DPRDSU.

“Kita sudah sampaikan kepada
Anggota DPRD Sumut saat berkunjung ke USU dan RS USU terkait terobosan dan pengadaan alat pemeriksaan dalam penanganan penderita covid 19,” kata Runtung, Kamis (16/4/2020).

Pada kunjungan itu, kata Runtung dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah bersama jajaran Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumut.

Dalam pertemuan itu, rektor menyebutkan saat ini USU sedang menyelesaikan pembangunan gedung isolasi dan kelengkapannya bagi penanganan pasien Covid-19 di kawasan RS USU senilai lebih kurang Rp 8 miliar

Selain itu katanya juga sedang dipersiapkan laboratorium untuk pemeriksaan PCR.

Menurur Runtung, untuk pelaksanaan tes dan lab PCR , pihaknya melakukan kerjasama dengan BTKL Sumut untuk melengkapinya.

Untuk menghadapi bencana nasional pandemi covid 19, Rektor USU secara tegas menyampaikan, pihaknya tidak bisa berpangku tangan dan sejak awal, dirinya mendorong stakeholder terkait di USU untuk mencari solusi penanganan.

“Karena  hal itu merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni penelitian dan pengabdian masyarakat,” katanya.

Terkait pengadaan Lab Regensia, saat ini masih dalam perjalanan menuju RS USU.
Namun pihak Laboratorium RS USU terus bekerja termasuk melibatkan tim ahli.

Bahkan Rektor USU menegaskan agar tim bekerja lebih gesit yang nantinya hasil kerjanya dapat disinkronkan dengan Tim Satgas Covid 19 di bawah pimpinan Gubernur Sumatera  Utara.

Pada kunjungan ke RS USU, rombongan diterima Direktur Utama Dr dr Syah Mirsa Warli, SpU (K), Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan dr Riyadh Iksan, SpKK. Direktur Umum, Keuangan dan SDM dr Dewi Indah Sari Siregar, MKed (ClinPath), SpPK.

Selain meninjau ruang isolasi yang sedang dalam tahap finishing, rombongan juga mengunjungi ruang Lab serta mendapatkan penjelasan terkait sistem yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan tes PCR.

Dalam kunjungan itu, kata Runtung, anggota DPRD Sumut menyatakan apresiasinya terhadap terobosan yang dilakukan USU beserta tim RS USU.

Dari hasil kunjungan tersebut dicatat beberapa kesimpulan antara lain DPRDSU mendorong keterlibatan USU dan RS dalam penanganan penanggulangan penyebaran virus Covid 19 di Sumut.

Bahkan pada pertemuan itu Rahmansyah Sibarani menyampaikan optimisnya kalau RS USU bisa melaksanakan penanganan tes Covid 19 sesuai dengan kemampuan tenaga yang dimilikinya.  (Dev)