Friday, April 19, 2019
Tags Posts tagged with "Royal Prima"

Royal Prima

24

gnews.online | Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima Jalan Ayahanda Medan bekerjasama dengan Jihandak Batalion Zipur I Dhira Dharma Kodam I Bukit Barisan menggelar Simulasi Code Black di Lobby rumah sakit tersebut.

Simulasi tersebut dihadiri founder RSU Royal Prima DR. dr I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes, AIFM,Komisaris Independen PT Royal Prima Dr. Heriyanti, SH, MKn, Direktur Utama PT Royal Prima Dr. Tommy Leonard, SH, MKn, Direktur RSU Royal Prima Medan dr Suhartina Darmadi MKM, Dr Ir Yusriando SH MH dan  dr Winaldy serta  sejumlah dokter, perawat, tenaga medis lainnya.

Pada kesempatan itu juga hadir Camat Medan Petisah , M. Agha Novrian, S.STP, M.Si, Lurah Sei Putih Barat Deni Zebua, Lurah Sei Putih Tengah Rizka Khairunnisa Lubis, dan para Kepling.

Direktur RSU Royal Prima Medan dr Suhartina Darmadi MKM didampingi Yusriando menjelaskan, simulasi ini dilakukan rutin setahun sekali.

Dikatakannya, Code Black (Kode Hitam) berguna terhadap adanya Ancaman Bom yang terjadi di. misalnya kita mendapatkan laporan bahwa lokasi ini bakal di bom , maka code black harus di tekan , bertujuan untuk melakukan evakuasi, dan tidak memakan korban.

Sementara itu di tempat terpisah founder RSU Royal Prima   Dr dr I Nyoman E.L MKes AIFM kepada wartawan, Sabtu( 2/3) mengatakan, simulasi tersebut tujuannya untuk operasional kepada Tim Tanggap Darurat mengenai tindakan-tindakan yang harus diambil jika adanya ancaman bom. dan untuk meminimalkan timbulnya korban jiwa dan akibat fatal dari keadaan darurat.

Latihan ini menunjukkan bahwa, ketika sumber daya masnusia (SDM) para dokter, perawat, tenaga media dan lainnya dipersiapkan di RSU Royal Prima, dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, itu dapat membantu menyelamatkan nyawa saat adanya ancaman bom.

Menurut dr Nyoman, simulasi  ini merupakan gerakan kesadaran  untuk meningkatkan kesiapan keamanan di rumah sakit, khususnyaa di RSU Royal Prima. (DM)

23

Usai makan bersama anak yatim,Direktur Utama PT Royal Prima Tbk Dr Tommy Leonard SH MKn didampingi   Direktur RSU Royal Prima dr Suhartina Darmadi MKM foto bersama di aula RSU Royal Prima Jalan Ayahanda Medan, Sabtu(16/2).

gnews.online | Dalam rangka peringatan hari ulang tahunnya yang ke-5 tahun, Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima Medan, terus melakukan pembenahan dan memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat di Sumatera Utara.

Dalam kurun waktu 5 tahun ini RSU Royal Prima terus menunjukan dirinya sebagai rumah sakit yang tidak bisa dipandang sebelah mata, mulai dari pencapaian akreditasi paripurna bintang 5 dari Lembaga Kars, penetapan sebagai rumah sakit pendidikan utama fakultas kedokteran Universitas Prima Indonesia (UNPRI) dan sebagai bagian dari PT Royal Prima yang dalam usia kurang dari 5 tahun sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Demikian diungkapkan Direktur RSU Royal Prima Medan dr Suhartina Darmadi MKM dalam sambutannya pada Acara HUT RSU Royal Prima yang ke-5 di rumah sakit tersebut Jalan Ayahanda Medan, Sabtu (16/2).

Acara tersebut dihadiri Komisaris Utama  PT Royal Prima TBK Dr dr I Nyoman Ehrich Lister Mkes. AIFM, Komisaris Independen PT royal Prima Tbk Dr Heriyanti H MKn,  Direktur Utama PT Royal Prima Tbk Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur Keuangan PT Royal Prima Tbk Ir Mok Siu Pen, Penasehat Dr RE Nainggolan MM, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes beserta jajarannya, Direksi RSU royal Prima dan jajarannya, para dokter spesialis serta dokter umum RSU Royal Prima, Dr. drg. Florenly, MPH,Wakil Rektor (WR) I UNPRI Seno Aji, MEng Prac, WR II, Dr. Ermi Girsang, SKM, MKes, WR III Said Rizal MA dan WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT.

Dikatakan dr Suhartina, semua capaian ini tidak diraih dengan mudah. “Tanpa dukungan  dari komisaris, dewan pengawas, direksi PT, semua dokter spesialis, dokter umum dan seluruh staf medis serta non medis RSU Royal Prima semua ini tidak akan tercapai,”kata dr Suhartina.

Di usia yang kelima tahun ini katanya, tantangan semakin menghadang di depan mata. Persaingan/kompetisi/perubahan aman era 4.0 bahkan sudaha ada 5.0.

“Namun, bukan RSU Royal Prima namanya kita kami menyerah terhadap semua tantangan yang ada. Bukan RSU Royal Prima  namanya jika kami merasa takut terhadap tantangan yang ada, justeru di usia yang ke-5 ini, kami semakin menatap optimis kedepan, semakin percaya diri. Bahkan siap berlari menuju puncak,” ucap dr Suhartina.

Di sela sela peringatan itu, Keluarga besar RSU Royal Prima juga berbagi dengan anak-anak yatim dari Panti Asuhan di Kota Medan. usai makan bersama anak yatim, dilanjutkan dengan foto bersama.

IMG_20190218_112348

Sementara itu di tempat terpisah, Komisaris Utama  PT Royal Prima Tbk Dr dr I Nyoman Ehrich Lister Mkes. AIFM kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pelayanaan kesehatan yang optimal kepada masyarakat Sumut.Sebab, layanan kesehatan telah menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional di Indonesia.

Dalam hal ini kata dr Nyoman, dirinya bangga karena RSU Royal Prima menjadi bagian dari upaya memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Sumut.

RSU Royal Prima terus berinovasi dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat, khususnya melalui bidang kesehatan. (DM)

215

gnews.online | Nanjing Medical University (NMU), Universitas Prima Indonesia (UNPRI)  dan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, menggelar pertemuan guna membahas dan follow up perkembangan hasil kerja sama antara semua pihak tersebut yang sudah berlangsung sebelumnya.

Pertemuan dengan tema Implementing The Collaboration Between UNPRI-RPGH and Nanjing Medical University tersebut dihadiriPerwakilan dari NMU Prof. Shen Hong Bing dan jajarannya, undangan dari Konsulat Republik Rakyat Tiongkok Mrs. Chang Xiao Zhu, Perwakilan dari Kopertis Wilayah 1 Sumut diwakili sekretaris Kopertis Wilayah I Sumut Dr. Mahriyuni, M.Hum, Pendiri UNPRI Dr dr. I. Nyoman E. Lister, M.Kes., AIFM, Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr. Drg. Florenly MPH, Direktur PT. Prima Indonesia Dr. Tommy Leonard, SH., MKn., Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT M.Kes dan jajarannya, Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI dr. H. Yulitas Bachtiar, Sp.A, Direktur Utama RSU. Royal Prima Medan dr. Suhartina Darmadi, MKM.

Kopertis Wilayah I Sumut yang diwakili  Dr. Mahriyuni, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik acara kerja sama ini. Hal ini  menandakan bahwa UNPRI telah berskala internasional. Dan, perkembangan UNPRI juga didukung oleh sumber daya yang sangat baik dan memungkinkan semua yang diharapkan akan terwujud.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. UNPRI sangat serius dalam perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Sumut,”katanya.

Mahriyuni juga memberikan apresiasi kepada UNPRI terhadap kemajuan yang dicapai dalam menjalankan visi dan misi kampus yang multi etnis tersebut.

Menurutnya, progress prestasi yang telah diraih UNPRI mengindikasikan kampus UNPRI semakin eksis dan mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Kita harus membiasakan diri untuk bekerja ikhlas, berkerja cerdas berkerja keras, dan bekerja tuntas,”kata  Dr. Mahriyuni.

Acara ini juga diisi dengan laporan ilmiah yang dibawakan oleh Ketua NMU Prof. Shen Hong Bing dan Prof. Feng Qing.

Dalam Laporannya, Prof. Shen Hong Bing memberikan paparan, bahwa penyakit kanker paru di negara maju seperti Amerika Serikat menunujukkan tren menurun dari segi angka kematian, sedangkan di Tiongkok dan negara Asia tren tersebut, masih tetap tinggi,

Dan, 20 tahun terakhir ini. kata Prof. Shen,  peran genetik mungkin lebih besar daripada faktor risiko klasik seperti merokok pada kasus kanker paru.

Dengan adanya Genom-Wide Association Study (GWAS), membuka kemungkinan untuk disusun strategi pencegahan, dan pengobatan kanker paru per-individu untuk ke depannya.

Pada kesempatan itu juga, dilanjutkan dengan  penyerahan beasiswa dari perwakilan NMU dan Yayasan Prima Indonesia kepada 5 orang mahasiswa pertukaran studi dari NMU.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT M.Kesmengatakan,  saat ini UNPRI salah satu universitas swasta yang sangat cepat berkembang di Kota Medan diusia yang relatif  masih muda.

Dikatakan rektor, saat ini UNPRI juga telah terakreditasi institusi dengan nilai B oleh BAN PT dan telah memiliki RSU Royal Prima.

Rektor berharap, dengan kegiatan dan kolaborasi ini, akan semakin memantapkan  langkah dalam kerjasama bidang pendidikan.

Di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr dr. I. Nyoman E. Lister, M.Kes., AIFM,didampingi Direktur PT. Prima Indonesia Dr. Tommy Leonard, SH., MKn. kepada wartawan, Minggu (22/7) mengatakan, pihaknya  memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kunjungan Perwakilan dari NMU Prof. Shen Hong Bing dan rombongan. Semoga silahturahmi dan hubungan baik ini dapat berkelanjutan serta melahirkan kerjasama yang saling menguntungkan lagi, dalam rangka memajukan dunia pendidikan ke depan.

Dr Nyoman juga mengharapkan, adanya dampak penting dari kerjasama itu. “Tujuan program ini untuk memberi dampak signifikan dalam bidang pendidikan tinggi. Karena itu beberapa waktu lalu UNPRI menandatangani kerjasama dengan NMU.

Selain itu, diharapkan pula, agar kejasama tersebut tidak hanya di bidang pendidikan saja, tetapi juga pada kerjasama antara Indonesia dan  China secara umum.

“Kita mengharapkan kerjasama ini juga akan mengeratkan hubungan antara dua negara, di samping untuk pertukaran mahasiswa  dan pengembangan sumber daya manusia,” ucap tokoh pendidikan Sumut ini meyakinkan. (Dev)

276
gnews.online | Keluarga besar Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) dan Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) Prima menggelar acara buka puasa bersama daan menyantuni anak-anak panti asuhan se-Kota Medan, Kamis(31/5) di aula Gedung B RSU Royal Prima Jalan Ayahanda Medan.
Ini merupajan program rutin RSU Royal Prima setiap bulan puasa tiba.
Acara buka puasa itu dihadiri Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MS, Camat Medan Petisah Parlindungan Nasution diwakili Sekcam Medan Petisah Drs Afrizal, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan drg Usma Polita MKes, Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis SH, Kepala Tenaga Kerja Kota Medan Dra Hannalore Simanjuntak MIP, Kepala Dinas Koperasi&UKM Medan Ir Emilia LubisKepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Ir. Arief Tri Nugroho , MT, KetuaYayasan Surya Kebenaran  Internasional (YSKI) drg Anita, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AlFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn, Penasehat Dr RE Naninggolan MM, Dr Syofyan Wijaya MHA, Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr Drg Florenly MPH, Komisaris Independen PT Royal Prima Dr Heriyanti SH MKn, Direktur RSU Royal Prima  Medan dr Suhartina Darmadi MKM, Pembina Yayasan Cinta Kasih Mandiri (YCKM) Yulina Leonard SH SKG, Koordinator Sekolah Global Prima Dr Willy Tanjaya SH MKn, Koordinator Sekolah Pangeran Antasari Hely Leo Aritonang, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Direktur Pascasarjana UNPRI, Dr. Azharuddin, SH, M.Kn, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji, MEng Prac, WR  II, Dr. Ermi Girsang, SKM, MKes, WR III Said Rial SH MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, Direktur RSGM Prima Drg Melisa Sim, serta undangan lainnya.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi saat buka puasa bersama tersebut, berharap acara ini tidak hanya sekedar kegiatan seremoni tahunan belaka, tetapi harus dijadikan sebagai kegiatan untuk melihat berbagai realitas fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Dengan turun langsung ke masyarakat, Wali Kota mengatakan, tentunya akan mampu berempati dengan kondisi riil yang tengah dirasakan masyarakat Kota Medan saat ini.

“Jangan sampai program kesehatan yang kita rancang dengan matang ternyata tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat karena tidak menyentuh esensi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat,” kata Wali Kota.

Walikota juga memaparkan tentang hikmah puasa. Selain menyehatkan tubuh dan membersihkan jiwa, juga menanamkan sifat kasih sayang.

Di samaping itu tambah Wali Kota, puasa melatih kesabaran, intropeksi diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki kualitas ibadah dan sebagai sarana mempersatukan umat.

Yang lebih penting lagi katanya, hikmah puasa juga mengasah jiwa sosial untuk terus mampu berempati terhadap nasib sesama yang hidupnya kurang beruntung, terkhusus para anak yatim.

“Sebagai sesama manusia, sudah sepantasnyalah kita mencintai anak-anak yatim sebagaimana besarnya kasih sayang Rasullah  kepada mereka. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan untuk memuliakan mereka. Hal itu bisa diwujudkan dengan senantiasa menjaga, menyanyangi dan mencintai anak yatim di sekitar kita,”katanya.

Sebelum buka puasa bersama, Wali Kota  menyerahkan bingkisan Lebaran dan paket sekolah kepada puluhan anak yatim piatu yang hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut. Wali Kota sangat mengapresiasinya, sebab bantuan untuk anak yatim itu merupakan program rutin RSU Royal Prima setiap bulan puasa tiba.

 Sementara itu  sebelum menghadiri buka puasa bersama, Wali Kota lebih dahulu menerima audiensi pengurus Universitas Prima Indonesia  di RS Royal Prima. Dalam audiensi itu, Wali kota menyambut baik program wirausaha yang diterapkan oleh UNPRI . Sebab itu akan menjadi pengalaman beharga bagi mahasiswa yang nantinya ingin berwirausaha.

Menurut Wali Kota, para mahasiswa yang nantinya magang di berbagai tempat salah satunya di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Medan dapat menggali ilmu untuk menyiapkan diri mereka memasuki dunia kerja. Disamping itu, keuntungan lainya bila terjalin kerjasama ini ialah aparatur di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Medan dapat menggali ilmu di UNPRI demi pengembangan karirnya.

Sebelumnya, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting,M.Kes menjelaskan bahwa saat ini UNPRI sudah membentuk wadah kewirausahaan, dimana mahasiswa dan alumni dapat bergabung didalamnya. Ada dua divisi dalam kewirausahaan ini, diantaranya divisi karier dan wirausaha.

Karenanya, Novalinda mengaharapkan dapat terjalin kerjasama antara UNPRI dengan Pemko Medan sehingga program kewirausaan berjalan dengan lancar.

Pada kesempatan yang sama juga, Ketua Panitia Drs. H. Hilman Haidir, MPdmenyampaikan, bahwa acara buka puasa ini merupakan salah satu program inti RSU Royal Prima dan UNPRI.
    Dikatakan Hilman, sejak tahun 2010 UNPRI melaksanakan Tridharma Perguruan Tingginya dengan sungguh-sungguh, yakni menyusun program peduli terhadap anak-anak yatim dan kaum dhuafa melalui acara buka puasa bersama.
“Program peduli terhadap anak-anak yatim dan kaum dhuafa ini, bukan hanya sebatas berbuka puasa serta pemberian bingkisan Ramadhan saja. Disamping itu, UNPRI juga memberikan bea siswa penuh keapada anak-anak yatim dan yang kurang mampu, untuk dapat kuliah  di UNPRI,”kata Hilman.
Sementara itu di tempat terpisah pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AlFM kepada wartawan, Minggu(3/6) mengatakan, acara buka puasa ini menunjukan betapa indahnya jika kita mampu berbagi dengan saudara – saudara kita dari panti asuhan.
Oleh karena itu, dr Nyoman berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi keluarga besar RSU Royal Prima dan UNPRI, untuk terus mengenbangkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.
Sebagaimana yang kerap disampaikan dr Nyoman, anak-anak dari panti asuhan jangan pernah merasa berkecil hati, apalagi sampai berputus asa.
Tokoh pendidikan dan sosok yang sangat peduli dengan kaum dhuafa ini yakin, anak – anak dari panti asuhan ini memiliki cita – cita yang tinggi dan sukses.
Karena itu, pihaknya setiap tahun memberikan beasiswa penuh untuk anak-anak yatim dan untuk anak-anak yang kurang mampu kuliah di UNPRI  tanpa dikutip bayaran satu rupiah pun, mulai dari pendaftaran sampai mereka diwisuda.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan kuota khusus untuk anak-anak dari Persatuan Tuna Netra Indonesia. (Dev)

189
gnews.online | IPO PT Royal Prima Tbk. (PRIM) mengalami kelebihan pemintaan atau oversubscribed sebanyak 42 kali dalam masa penawaran umum perdana saham. Kelebihan jumlah pemesanan saham dari kalangan investor tersebut lebih tinggi dari jumlah alokasi penjatahan saham pooling.
“Hal tersebut sangat menggembirakan karena kerja keras Perseroan selama ini dalam membangun bisnisnya dihargai secara luar biasa oleh investor. Kami percaya, bahwa investor melihat itu semua dalam pertimbangan investasinya,” tutur Direktur PT Royal Prima Tbk. Mok Siu Pen, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, Perseroan sebelumnya menggelar Public Expose di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan pada 26 April lalu. Dimana pada periode bookbuilding tersebut, PT Danatama Makmur Sekuritas selaku underwriter dan manajer penjatahan telah menerima minat yang tinggi dari para investor, baik institusi maupun lokal.
“Tingginya minat ini membuat kami memutuskan struktur penawaran akhir adalah 1,2 miliar saham baru pada harga Rp500 per lembar, beserta dengan 600 juta waran Seri I, dari struktur sebelumnya yaitu sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru,” ujar Denny Saliman, VP Danatama Makmur.
Total jumlah saham akhir yang ditawarkan dalam IPO PRIM ini menjadi sebanyak 1,2 miliar saham baru yang disertai sekitar 0,6 miliar waran. Waran tersebut akan didistribusikan kepada seluruh investor IPO PRIM sebagai insentif, dengan rasio perolehan 2:1 (setiap dua saham akan memperoleh satu waran). Perseroan selanjutnya mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Mei 2018.
Dalam IPO ini, total dana yang akan diperoleh perseroan mencapai Rp975 miliar, dimana sebesar Rp600 miliar diperoleh pada saat penjualan saham perdana. Sedangkan sisanya berasal dari hasil pelaksanaan waran yang akan dimulai periode pelaksanaannya enam bulan dari pencatatan saham PRIM.
Direktur PT Royal Prima Tbk. Mok Siu Pen menyebutkan, perseroan berencana untuk menggunakan sekitar 46,4 persen dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, untuk akuisisi rumah sakit baru, dimana target lokasi yang potensial saat ini berada di daerah Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah lain yang potensial.
Dengan dilakukannya proses akuisisi rumah sakit baru tersebut, diharapkan memperluas jaringan rumah sakit dari Royal Prima di Indonesia, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dari Royal Prima.
Sisa dana IPO akan digunakan oleh PRIM untuk melaukan pembelian peralatan medis dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, tambahan perolehan tanah, serta ekspansi dan renovasi pada rumah sakit-rumah sakit yang telah ada. Hal-hal tersebut diperlukan oleh PRIM sebagai langkah selanjutnya dalam rangka peningkatan sistem dan perluasan jangkauan Rumah Sakit Perseroan.
“Sebagai Rumah Sakit Swasta terbesar di Sumatera, Royal Prima percaya bahwa pelayanan terbaik yang telah dijalankan perseroan selama ini kepada masyarakat umum maupun peserta BPJS merupakan kunci utama dari pertumbuhan yang pesat yang dialami hingga saat ini, dan kami berharap investor dapat terus bertumbuh bersama kami,” tutup Mok Siu Pen. (Dev)

405

gnews.online | RSU Royal Prima, RS Gigi Mulut (RSGM) PrimadanUniversitas Prima Indonesia (UNPRI) menandatangani kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) denganKaohsiung Veteran General Hospital, di ruang serbaguna RSU Royal Prima Medan.

Hadir pada penandatanganan MoU tersebut  Direktur Kaohsiung Veteran General Hospital (KSVGH) Mr. Liu Chun Peng, Dewan Pembina KSVGH Mr. Wong Po Seng, Wakil Pembina Yayasan Sosial Angsapura Eddy Chandra, Ketua Umum Yayasan Sosial Angsapura Tony Harsono,Komisaris Utama PT Royal Prima dr Dr I Nyoman EL MKes, AIFM Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr. Drg. Florenly MPH,Komisaris Independen PT Royal Prima Dr Heriyanti SH MKn, Direktur Utama PT Royal Prima Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur RSU Royal Prima Medan diwakili Dr. Linda Chiuman MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia Dr. Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Direktur RSGM Prima Drg. Melisa Sim.dan para undangan.

Ketua Yayasan Prima Indonesia, Dr. Drg. Florenly MPH mengatakan, kerja sama yang dibangun ini, diharapkan dapat menjadi awal kerjasama kedua belah pihak, baik dari segi pendidikan maupun segi dari kesehatan.

Dikatakan drg Florenly, kerja sama ini memungkinkan kerjasama dalam pertukaran pelajar dan tenaga kesehatan.

Sedangkan Ketua Pelaksana Departemen Kesehatan Internasional Kaohsiung Veterans General Hospital, Mr. Wu Dong Lin memaparkan Kaohsiung Veterans General Hospital sedang berkembang alih dari pelayanan disease-based menjadi patient-based.

Artinya, kata  Wu Dong Lin, pasien dilayani lebih awal dan lebih holistik (menyeluruh).

Direktur Utama Kaohsiung Veterans General Hospital, Mr. Liu Chun Peng menyampaikan, besarnya antusias dari pihak Kaohsiung Veterans Generak Hospital atas kerja sama ini.
Dalam hal ini, pihaknya menyampaikan rasa terimakasihnya atas sambutan yang hangat dari pihak  RSU Royal Prima, RSGM Prima, dan UNPRI.
RSU ROYAL2
Penandatanganan MoU dilakukan  Prof. Liu Chun Peng sebagai pihak yang mewakili Kaohsiung Veterans General Hospital dan  Dr. Chrismis Novalinda Ginting Ssit Mkes dari pihak UNPRI, Dr. Linda Chiuman, MKM yang mewakili  pihak dari RSU Royal Prima, serta Drg. Melisa Sim sebagai pihak RS Gigi dan Mulut Prima. Acara penandatanganan dilanjutkan dengan pemberian souvenir berupa Plakat dari masing-masing instansi dan ditutup dengan acara foto bersama,
Di tempat terpisah Komisaris Utama PT Royal Prima dr Dr I Nyoman EL MKes, AIFM kepada wartawan, Sabtu(12/5) mengatakan, dengan kerjasama ini, kita harapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan baik di Kaohsiung Veterans General Hospital maupun di RSU Royal Prima, RSGM Prima dan di UNPRI.

“Kami mengharapkan juga, dari kerjasama ini dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan dokter, sehingga dapat meningkatkan kualitas program pendidikan dokter serta pelayanan kesehatan,”ucap dr I Nyoman.
Dr Nyoman juga menyebutkan, dengan adanya hubungan kerjasama ini,  akan semakin meningkatkan kualitas, mutu serta pengakuan UNPRI baik secara Nasional maupun Internasional. Selain itu, dengan adanya kerjasama ini diharapkan seluruh civitas akademik yang ada di lingkungan UNPRI, juga dapat merasakan dampak yang positif. (Dev)

427

JAKARTA – gnews.online |

PT Royal Prima Tbk segera melepas dan menawarkan sahamnya kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Sahap Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Royal Prima merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di Sumatera siap melepas 47,71% sahamnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Royal Prima Mok Siu Pen usai menggelar Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham / Initial Publik Offering, di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/4).

Mok Siu Pen menyebutkan, dengan dilakukannya penawaran umum saham perdana tersebut, Royal Prima memiliki target untuk menjadi pusat rujukan bagi masyarakat khususnya Kota Medan, Jambi dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya.

“Jumlah penawaran umum perdana saham PT Royal Prima Tbk sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau sebanyak-banyaknya 47,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Saham Umum Perdana,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dana yang diperoleh dari IPO tersebut akan digunakan untuk akuisisi rumah sakit baru, pembelian peralatan medis dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, tambahan perolehan tanah, dan ekspansi pada rumah sakit-rumah sakit yang telah ada.

“Rencana akuisisi rumah sakit baru, lokasinya berada di daerah Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah lain yang potensial. Dengan dilakukannya proses akuisisi rumah sakit baru tersebut, diharapkan pendapatan dari Royal Prima dapat meningkat, serta jaringan rumah sakit dari Royal Prima akan semakin luas tersebar di Indonesia,” harapnya.

Dalam Public Expose tersebut disampaikan, bahwa saham tersebut merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Rencananya, masa penawaran awal atau bookbuilding period digelar pada 18 April hingga 2 Mei dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 Mei 2018.

Diungkapkan, secara keuangan, Royal Prima mencatatkan pendapatan sebesar Rp160 miliar untuk periode November 2017 dengan Laba usaha Rp25 miliar dan laba bersih Rp19 miliar.

Hingga saat ini, perusahaan yang berdiri sejak 2013 ini mengelola dua rumah sakit yang terletak di Medan dan Jambi, dengan target kapasitas pada akhir 2018 1.200 tempat tidur. Perseroan juga memiliki anak usaha yakni PT Royal Prima Jambi yang didirikan pada 2015. (art)