Thursday, August 22, 2019
Tags Posts tagged with "Rsu Royal Prima"

Rsu Royal Prima

37

MEDAN – gnews.online |

Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima Jalan Ayahanda Medan menggelar Simposium dan Workshop dengan topik ‘New Perspective in Osteoporosis Diagnosis Update 2019’.

Acara tersebut menghadirkan para pembicara di antaranya Prof. Dr. dr Errol Hutagalung Sp.B Sp.OT(K) dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. dr. Idrus A. Patrusi,Sp.B, Sp.OT(K) FICS dari Universitas Hasanuddin, dr Ottoman Siregar Sp.OT(K) Spine dari Universitas Sumatera Utara (USU), dr. Gunawan Tirtarahardja CCD CCT dari Faculty in InternationalSociety for Clinical Densitometry, Prof.Sharaf Ibrahim MD dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Dr. dr Adrian Khu Sp.OT FICS  AIFO-K dari Universitas Prima Indonesia (UNPRI).

Hadir pada acara itu, pendiri UNPRI Dr. dr. I.NyomanEhrich Lister, M.Kes, AIFM., Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis NovalindaGinting, M.Kes, Wakil Rektor II Dr. Ermi Girsang, SKM, MKes, Wakil Rektor IV dr Ali Napiah Nasution MKT, Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman MKM AIFO-K, Ketua Panitia Dr. dr. Adrian Khu, Sp.OT, FICS, AIFO-K, para dokter umum dan dokter spesialis.

Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman MKM AIFO-K dalam sambutannya berharap, dengan diadakannya kegiatan ini, masyarakat semakin mengenal penyakit yang dijuluki silent killer ini, serta lebih paham cara untuk mencegah dan mengobati komplikasinya.

Dikatakannya, Osteoporosis adalah penyakit tulang dimana terjadi penurunan kekuatan tulang sedemikian, hingga meningkatkan resiko patah tulang.

Dijelaskan dr Linda, kekuatan tulang dapat dinilai dari dua aspek yakni densitas tulang (kwantitas) dan kwalitas tulang. Secara umum, penyakit ini dipengaruhi oleh 80% genetik dan 20% gaya hidup dan nutrisi.

Faktor-faktor yang meingkatkan risiko untuk mengidap penyakit ini, katanya antara lain usia lanjut dengan umurlebih dari 60 tahun, wanita post-menopause, badan kurus dengan indeks massa tubuh kurang dari 19kg/m2, kurang bergerak, mengkonsumsi kopi lebih dari 3 gelas per hari, kurang terpapar sinar matahari secara langsung, kurangnya asupan kalsium dan vitamin D dalam diet sehari-hari, orang dengan kelainan fungsi ginjal dan mengkonsumsi obat-obat yang mengganggu metabolisme kalsium dan vitamin D seperti kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama.

Penelitian menyatakan bahwa, saat ini 30% wanita berusia lebih dari 50 tahun menderita osteoporosis. Hal ini banyak membuat orang-orang salah kaprah mengenai penyakit ini.

Kaum pria katanya, juga bisa menderita penyakit ini dengan rata-rata diderita oleh pria dengan usia lebih dari60 tahun. Alasan wanita lebih gampang menderita oseteoporosis adalah karena sejak usia 45 tahun, kepadatan tulang akan berkurang 1 – 3% setiap tahunnya.

Hal ini disebabkan oleh karena hormon estrogen mulaiberkurang Estrogen berfungsi untuk menekan aktivitas dari osteoclast (sel yang menyerapsel tulang).

Meskipun demikian, hormone replacement therapy (terapi pengganti hormon) tidak dianjurkan sebagai terapi untuk osteoporosis karena terapi ini bisa meningkatkan resiko kanker payudara.

Menurunnya kepadatan tulang bukan hanya terjadi pada kaum lansia, tetapi bisa juga terjadi pada kaum muda dengan puncak kepadatan tulang berkisar pada usia 30–40 tahun.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pemakaian kronik obat glukokortikosteroid, prematureovarian failure, meningkatnya aktivitas kelenjar parathyroid, defisiensi vitamin D, osteomalacia, osteopetrosis. Anak-anak pun bisa mengalami penurunan kepadatan tulang seperti pada kondisi rikets dan osteogenesis imperfecta.

Pasien dengan osteoporosis umumnya memiliki keluhan seperti nyeri. Nyeri ini disebabkan oleh mikrofraktur yang terjadi dalam tulang. Kumpulan mikrofraktur bisa menjadikan tulang semakin rapuh dan nantinya fraktur yang lebih parah dapat terjadi.

Beberapa tulang yang mudah fraktur pada kasus osteoporosis diantaranya tulang punggung, tulang panggul dan tulang lengan. Fraktur kompresi tulang punggung bisa menyebabkan penderitanya menjadi bungkuk karena bentuk tulang punggung yang menjadi pipih.

Fraktur pada panggul merupakan fraktur dengan beban ekonomi yang tinggi karena bisa berujung pada disabilitas, membutuhkan asuhan khusus bahkan kematian. Sedangkan fraktur pada tulang lengan dapat dijadikan tanda bahwa kemungkinan di bagian tubuhyang lain telah terjadi fraktur. Seiring  dengan perkembangan teknologi, saat ini telah tersedia banyak cara untuk menunjang diagnosa osteoporosis.

Sementara itu Dr. dr. Adrian Khu  Sp.OT, FICS, AIFO-K memperkenalkan alat Echolight yang menggunakan teknologi Radiofrequency Echographic Multi Spectometry (REMS).

Menurut dr Adrian Khu, salah satu keunggulan dari alat ini adalah bebas radiasi yang menjadikan alat ini aman digunakan untuk screening, dan follow-up terapi osteoporosis jangka pendek.

Alat ini katanya, digunakan untuk mendeteksi kepadatan tulang pada tulang belakang bagian lumbar serta bagian kepala dan leher tulang femur.

Dia juga menyebutkan, penurunan kepadatan tulang adalah suatu hal yang tidak bisa dielakkan oleh orang sehat sekalipun karena seiring dengan bertambahnya usia, semakin tinggi pula risiko osteoporosis.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah fraktur yang disebabkan oleh osteoporosis yaitu dengan cara memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D harian, diet yang seimbang, terpapar sinar matahari langsung 15 menit setiap hari dengan minimal 40% permukaan tubuh terekspos, meningkatkan aktifitas fisik yang dapat berupa jalan cepat 100 langkah per menit selama 30 menit setiap hari, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol, mencegah risiko jatuh contohnya dengan tidak malu menggunakan alat bantu jalan dan memastikan kamar mandi dalam keadaan kondusif untuk digunakan tanpa asistensi orang lain.

“Bagi mereka yang telah didiagnosa osteoporosis, selain melakukan pencegahan, dianjurkan untuk memulai pengobatan anti-resorptive agent untuk mengurangi risiko fraktur,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, ditutup dengan kegiatan workshop yang bertempat di Poli Orthopedic RSU. Royal Prima dimana peserta dapat menyaksikan secara langsung cara penggunaan alat Echolight dan para peserta berkesempatan melakukan screening osteoporosis. (dev)

209

Medan – gnews.online |

Rumah Sakit Umum Royal Prima merupakan rumah sakit pertama yang ada di Medan yang mendapatkan layanan prioritas dari PLN Sumatera Utara sebagai pelanggan premium. Hal tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara RSU Royal Prima dengan PLN.

RSU Royal Prima telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) Layanan Premium Silver dengan kapasitas daya 865.000 VA dan 1.100.000 VA. Penandatanganan tersebut dilakukan Direktur Operasional RSU Royal Prima Yusriando dan GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto disaksikan Wagubsu Musa Rajekshah dan Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto, di Balai Astakona, Gedung PLN Wilsu, Jl. KL Yos Sudarso Medan, Senin (1/10/2018).

“PLN siap memberikan layanan terbaiknya bagi RSU Royal Prima dan membuat RSU Royal Prima menjadi rumah sakit pertama di Sumut yang menggunakan layanan prioritas sebagai pelanggan premium,” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara PT PLN (Persero) Wilayah Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terkait Layanan Satu Pintu untuk mewujudkan Sumut menjadi daerah tujuan pariwisata dan investasi. MoU itu ditandatangani oleh General Manager PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto, dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, PLN berkomitmen mendukung kemajuan pembangunan di Sumut dengan kondisi kelistrikan Sumut yang semakin handal saat ini. “Dan PLN pun siap mendukung Pemprov Sumut untuk menarik investor sebanyak-banyaknya, menumbuhkembangkan pariwisata dan perekonomian Sumut, dan menjadikan Sumut sebagai daerah tujuan investasi,” katanya.

Disebutkan dengan beban puncak sekitar 2.150 MW pada sistem Sumbagut, PLN memiliki reserve margin (cadangan) sebesar 10% hingga 20% atau sekitar 300 MW. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2018, juga menunjukkan bahwa pada 2018, PLN akan memperoleh total penambahan suplai daya pembangkit sebesar 399 MW.

Kemudian RUPTL 2020 menunjukkan angka penambahan daya pembangkit mencapai 1.680 MW. “Sebagai informasi, bahwa pertumbuhan kwh jual di Sumut pada tahun 2018 mencapai 9%, dua kali lipat pertumbuhan kwh jual nasional yang baru mencapai 4%,” sebutnya.

Sehingga kecukupan energi listrik yang dimiliki sistem Sumbagut ini, diharapkan dapat mendorong pariwisata dan perekonomian Sumut, meningkatkan jumlah investasi ke Sumut, meningkatkan daya saing, membantu percepatan pembangunan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan PLN.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksah mendukung penuh sinergi PLN dengan Pemprovsu. Menurutnya, Pemprovsu akan memberi dukungan pelayanan satu pintu, sebagaimana yang dibutuhkan dalam pembangunan kelistrikan Sumut untuk mendukung iklim investasi.

“Energi listrik ini sangat penting, sangat dibutuhkan baik oleh investor maupun masyarakat. Dengan adanya kerjasama ini, yaitu adanya energi listrik yang cukup dan dengan perizinan yang mudah dan tepat, tentu membuat investor semakin yakin untuk menanamkan modalnya di Sumut agar mendorong perekonomian Sumut,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Musa Rajekshah, Pemprovsu berharap PLN terus memaksimalkan pembangunan kelistrikan di Sumut. Misalnya terpenuhinya sambungan listrik hingga ke desa-desa dan dusun-dusun di Sumut. “Saya yakin bahwa PLN sudah memprogramkan itu,” ujarnya.

Dalam upaya mewujudkan Sumut sebagai tujuan pariwisata dan investasi, pada kesempatan itu dilaksanakan juga penandatanganan beberapa MoU lainnya, seperti MoU Layanan Premium dengan Bank Sumut serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Kemudian MoU Penyambungan Baru Perumahan dengan Apersi dan Apersi Bersatu, serta MoU Layanan Protokoler Bandara dengan PT Gapura Angkasa sebagai wujud untuk memberikan pelayanan tambahan kepada pelanggan prioritas PLN. (art)

523

JAKARTA – gnews.online |

PT Royal Prima Tbk segera melepas dan menawarkan sahamnya kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Sahap Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Royal Prima merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di Sumatera siap melepas 47,71% sahamnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Royal Prima Mok Siu Pen usai menggelar Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham / Initial Publik Offering, di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/4).

Mok Siu Pen menyebutkan, dengan dilakukannya penawaran umum saham perdana tersebut, Royal Prima memiliki target untuk menjadi pusat rujukan bagi masyarakat khususnya Kota Medan, Jambi dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya.

“Jumlah penawaran umum perdana saham PT Royal Prima Tbk sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau sebanyak-banyaknya 47,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Saham Umum Perdana,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dana yang diperoleh dari IPO tersebut akan digunakan untuk akuisisi rumah sakit baru, pembelian peralatan medis dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, tambahan perolehan tanah, dan ekspansi pada rumah sakit-rumah sakit yang telah ada.

“Rencana akuisisi rumah sakit baru, lokasinya berada di daerah Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah lain yang potensial. Dengan dilakukannya proses akuisisi rumah sakit baru tersebut, diharapkan pendapatan dari Royal Prima dapat meningkat, serta jaringan rumah sakit dari Royal Prima akan semakin luas tersebar di Indonesia,” harapnya.

Dalam Public Expose tersebut disampaikan, bahwa saham tersebut merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Rencananya, masa penawaran awal atau bookbuilding period digelar pada 18 April hingga 2 Mei dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 Mei 2018.

Diungkapkan, secara keuangan, Royal Prima mencatatkan pendapatan sebesar Rp160 miliar untuk periode November 2017 dengan Laba usaha Rp25 miliar dan laba bersih Rp19 miliar.

Hingga saat ini, perusahaan yang berdiri sejak 2013 ini mengelola dua rumah sakit yang terletak di Medan dan Jambi, dengan target kapasitas pada akhir 2018 1.200 tempat tidur. Perseroan juga memiliki anak usaha yakni PT Royal Prima Jambi yang didirikan pada 2015. (art)

442

gnews.online | Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima yang berada di Jalan Ayahanda Medan bersama PT Link Ademy menggelar diskusi kasus dengan tema “Total Knee Replacement” di rumah sakit tersebut.

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari German yaitu Mr. Aloiz Frans MD, Ketua Departemen Ilmu Orthopedi di RSU Royal Prima Medan yaitu Dr dr Adrian Khu Sp.OT dan Dokter Spesialis Orthopedi di RSU Royal Prima Medan dr Rizal Reynaldi MKed(Surg) Sp.OT.

Diskusi kasus itu dihadiri juga oleh Komisaris Utama PT Royal Prima Dr. dr. I Nyoman EL, MKes, GM RSU Royal Prima Dr Heriyanti SH MKn, Direktur PT Royal Prima Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur Utama RSU Royal Prima Medan dr Suhartina Darmadi MKM, Perwakilan Persatuan Bedah Orthopedi Indonesia (PABOI) dr Dharma Kadar Sp.OT(K)Spine, Perwakilan PT Link Ademy Dokter Spesialis Orthopedi RSU Royal Prima Medan, PPDS Orthopedi RSUP H Adam Malik Medan dan Mahasiswa
Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (UNPRI).

Dalam pemaparannya, Aloiz Frans MD mengenalkan tentang prosedur Uni Knee Replacement, yang diprediksi akan menjadi sebuah tren dalam masa 5 – 10 tahun kedepan.

“Pasien datang kepada dokter dengan keluhan di lutut, dalam rentang usia yang semakin muda dan semakin dini, uni knee replacement dapat menjadi solusi alrternatif bersama dengan
Total Knee Replacement, dalam menjawab kebutuhan pasien”, ungkap Aloiz Frans, M.D

Aloiz Frans MD juga membawakan materi mengenai tips untuk keberhasilan prosedur Total Knee Replacement.
Selain materi dari Aloiz Frans MD, dilangsungkan juga diskusi kasus sulit bidang orthopedi yang dibawakan oleh Dr dr Adrian Khu Sp.OT dan dr M Rizal Renaldi MKed(Surg) Sp.OT.

Menurut Dr dr Adrian Khu Sp.OT bedah tulang (Orthopedic) saat ini sudah mengalami kemajuan, terutama didalam negeri.

Disebutkan dr. Adrian Khu, banyak kasus mengenai masalah ini. Salah satu penyebab banyaknya kasus itu, karena faktor usia, beban pekerjaan, kegemukan, atau saat sakit pasien kerap menggunakan obat sembarangan, sehingga menimbulkan kerusakan pada tulang.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat tersebut, terjadi pertukaran pikiran antara ketiga ahli bedah orthopedi beda negara tersebut.
Ketiga ahli tersebut memberikan gambaran tips dan trik
tentang penyelesaian kasus yang dipaparkan berdasarkan keilmuan dan pengalaman masing-masing.

IMG_20180221_153349

Sementara itu di tempat terpisah, Direktur Utama RSU Royal Prima Medan dr Suhartina Darmadi MKM kepada wartawan, Selasa(20/2) mengatakan, Total Knee Replacement atau TKR adalah salah satu tindakan di bidang ilmu orthopedi yang sedang berkembang sangat baik.

Menurut wanita cantik ini, acara diskusi kasus tersebut, agar para peserta dapat lebih memahami tujuan perkembangan dan teknologi terbaru, serta dapat melihat kasus-kasus sulit, yang terjadi di lapangan oleh prosedur tindakan TKR yang merupakan salah satu tindakan pembedahan umum, yang dilakukan untuk mengobati pasien
dengan nyeri dan immobilisasi, yang disebabkan oleh osteoartritis dan rheumatoid artritis.

Tindakan TKR kata dr Suhartina, dilakukan ketika sendi lutut mengalami kerusakan yang amat berat akibat cedera ataupun radang sendi.

“Tindakan ini dilakukan ketika pengobatan ataupun penggunakan alat penyangga lutut sudah tidak efektif lagi untuk membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari,”kata dr Suhartina lagi. (Dev)