Wednesday, December 11, 2019
Tags Posts tagged with "saham"

saham

322

Jakarta – gnews.online |

PT Indo Premier Sekuritas sebagai Dealer Participant ETF (Exchange Traded Fund) terbesar di Indonesia berhasil mencatatkan dana kelolaan (assets under management/AUM) atas ETF saham lebih dari Rp10 triliun per 21 Oktober 2019. IndoPremier menguasai 96 persen pangsa pasar ETF saham sebagai dealer participant.

Direktur Utama IndoPremier, Moleonoto The di Jakarta, Kamis (24/10/2019) mengatakan, selama 12 tahun berkecimpung dalam teknologi ETF dan secara kontinu melakukan improvement, membuat IndoPremier merajai pangsa pasar ETF saham. Kemampuan eksekusi primary market ETF saham untuk unit creation maupun unit redemption secara masif hanya dalam hitungan kurang dari 1 detik.

Moleonoto mengatakan, sebagai pioneer di industri ETF Indonesia, IndoPremier sudah jauh mengungguli dealer participant lainnya. Saat ini IndoPremier berperan sebagai dealer participant bagi enam manajer investasi (MI) partisipan, yaitu IndoPremier Investment Management, BNI Asset Management, Pinnacle Persada Investama, Danareksa Investment Management, Batavia Prosperindo Aset Manajemen dan MNC Asset Management.

Moleonoto mengungkapkan, melalui layanan teknologi dan strategi pengelolaan yang reliable dan terpercaya, IndoPremier Sekuritas yang baru saja menyabet Asiamoney Indonesia Best Securities House Awards 2019 sukses mengkreasi ETF, menciptakan nilai tambah, efisiensi biaya dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (CCG) secara efektif dan efisien dalam kegiatan operasional perusahaan dan strategi yang tepat dalam memasarkan 21 equity ETF saham yang dikelola oleh enam MI tersebut di atas.

Bahkan, pencapaian AUM ETF di beberapa MI yang berpartisipasi ini melampaui produk open ended sebagai flagship mereka.

“Dalam waktu dekat ini, bahkan telah ada dua manajer investasi asing dan dua manajer investasi swasta yang akan bekerjasama dalam pengelolaan ETF karena IndoPremier Sekuritas reliable secara teknologi dan independen. Hopefully di akhir 2019 ini,” jelas Moleonoto.

Senada dengan IndoPremier Sekuritas, Putut Endro Andanawarih selaku Direktur BNI Asset Management menilai bahwa instrumen ETF secara statistik terus mengalami pertumbuhan dan hal ini seiring dengan minat investor yang juga meningkat.

Di sisi lain, Putut juga memandang positif kinerja IndoPremier Sekuritas sebagai dealer participant sekaligus penyedia platform, memicu produk ETF menjadi semakin banyak, pada akhirnya memicu pertumbuhan kinerja para manajer investasi.

“Terlebih tren investor baik di dalam negeri maupun luar negeri mulai menyukai produk ETF. Alhasil, kini ETF sudah menjadi pilihan investor. Sebagai contoh, BNI AM Nusantara MSCI Indonesia yang dikelola oleh BNI Asset Management sudah meraih.Rp1 triliun dana kelolaan hanya dalam waktu satu tahun,” kata Putut.

Direktur Utama Danareksa Investment Management, Marsangap P Tamba mengatakan, sebagai pengelola ETF Danareksa ETF Indonesia Top 40 dengan total dana kelolaan sebesar Rp711 miliar, sepakat bahwa industri ETF di Indonesia tahun belakangan ini bertumbuh signifikan dan besar harapan produk ETF akan menjadi salah satu pilihan investasi unggulan bagi investor institusional dan ritel.

“Platform ETF yang di-provide oleh IndoPremier Sekuritas sangat memudahkan investor, mulai dari memantau pergerakan harga ETF, underlying saham secara transparan sampai dengan kemampuan eksekusi real-time dari sisi investor yang sempurna,” kata Guntur Putra selaku CEO Pinnacle Persada Investama mengenai perkembangan ETF di Indonesia yang sangat luar biasa.

Keunggulan ETF yang unik seperti, transparan, likuid dan fleksibel akan membuat ETF menjadi favorit para investor ritel maupun institusi.

“Mengenai IndoPremier Sekuritas sebagai dealer participant pioneer dan penyedia.platform ETF adalah solid dan tidak diragukan lagi. Pinnacle sebagai manajer investasi yang aktif dalam menerbitkan ETF, sangat senang dapat bermitra dengan dealer participant IndoPremier Sekuritas untuk seluruh produk ETF kami yang saat ini berjumlah tujuh ETF,” paparnya.

Dengan keunggulan-keunggulan dari produk ETF dan tren di Indonesia maupun dunia atas produk ETF, maka diyakini tidak lama lagi akan menjadikan ETF sebagai pilihan utama bagi para investor. Ya, ini adalah era baru 4.0, termasuk di dalamnya kemajuan positif bagi industri keuangan dan investasi. (rel)

33

MEDAN – gnews.online |

Indeks saham di sejumlah bursa di Asia mengalami penguatan pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (24/10). Hal ini juga mendorong penguatan IHSG mendekati level psikologis 6.300.

“Sejauh ini di sesi pertama perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0.53% di level 6.289,92. IHSG mengalami penguatan mendekati level psikologis 6.300,” kata analis ekonomi Lotus Andalan Sekuritas di Medan, Gunawan Benjamin, Kamis (24/10).

Pengamat ekonomi Sumut ini menyebutkan, membaiknya kinerja sejumlah emiten di bursa Asia tersebut menjadi pemicu membaiknya kinerja pasar saham domestik.

Sementara itu, lanjutnya, sejumlah menteri di kabinet telah menunjukan sejumlah program kerja yang juga turut mempengaruhi pelaku pasar.

“Sejumlah prgram kerja tersebut sejauh ini dinilai memberikan angin segar bagi pasar,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, sejauh ini rupiah menguat di kisaran level 13.995 per us dolar. “Dan hebatnya lagi mata uang rupiah menguat sangat tajam di bawah 14.000 per us dolar,” tandasnya. (art)

216

 

Jakarta – gnews.online |

Kinerja PT Perusahaaan Gas Negara Tbk (PGN) sampai dengan Kuartal III-2018, berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 2,45 miliar yang meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2,17 miliar.

Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut, terutama diperoleh dari hasil Penjualan Gas sebesar US$ 1,94 miliar dan Penjualan Minyak dan Gas sebesar US$ 442 juta.

Sedangkan Laba Operasi Interim Konsolidasian selama TW 3 adalah sebesar US$ 390 juta, dengan laba bersih sebesar US$ 218 juta atau Rp 3,06 triliun (kurs rata-rata Rp 14.048).Sementara itu, untuk EBITDA juga meningkat menjadi sebesar US$ 701 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 636 juta.

“Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Selama periode Januari-Oktober 2018, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 828,98 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dengan rinciannya, sepanjang Kuartal III-2018 volume gas distribusi sebesar 800,10 MMscfd dan volume transmisi gas bumi sebesar 28,88 MMscfd.

Rachmat mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada kuartal III-2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 35,75 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.516,70 km atau setara dengan 80% dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.

Saat ini, PGN juga telah mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). Selain itu, untuk menunjang penyaluran serta kehandalan jaringan dan pasokan gas ke Pelanggan, PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yakni di Jawa Barat dan Lampung.

Pada tahun ini, PGN juga banyak melakukan terobosan seperti program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas.

PGN memiliki Saka Energy yang menyediakan gas bumi di sektor hulu, PGN juga mengembangkan produk gas bumi yakni Liquefied Natural Gas (LNG) yang dilakukan oleh PT PGN LNG Indonesia, penyaluran CNG melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, sampai melalui anak usaha PGN lainnya, PGN dapat menyediakan pasokan gas bumi, listrik, pasokan bahanbakar gas untuk transportasi hingga jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC) hingga Informasi Tekonologi Komunikasi bagi para pengguna gas atau pelanggan PGN.

“Investasi infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN, sehingga tidak membebani negara. Dan, PGN terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah,” ungkap Rachmat.

Sejumlah proyek infrastruktur sedang digarap PGN, mulai dari proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km. Selain itu, PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Provinsi Kepulauan Riau. PGN juga mengembangkan pipa gas bumi di Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km. PGN juga masih dalam proses membangun jaringan pipa distribusi gas bumi di Pasuruan, Mojokerto.

“PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik,” tutup Rachmat. (rel)

186

Jakarta – gnews.online |

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua zona pada awal perdagangan Rabu ini. Pada pembukaan berada di zona merah namun kemudian berbalik arah pada pembukaan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (3/10/2018), IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 5.874,49. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat tipis 6,62 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.881,85.

Indeks saham LQ45 naik 0,02 persen ke posisi 029,70. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali indeks saham BIsnis-27 dan Infobank15.

Sebanyak 115 saham menghijau sehingga menahan pelemahan IHSG. Selain itu 56 saham melemah dan 114 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.884,65 dan terendah 5.871,77.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 15.622 kali dengan volume perdagangan 377 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 206 miliar.

Investor asing beli saham Rp6 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 15.000.

Sebagian besar sektor saham sama-sama menguat. Hanya ada dua sektor yang berada di zona merah yaitu barang konsumsi dan perdagangan. Sektor saham industri dasar naik 0,87 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham pertambangan mendaki 0,74 persen dan sektor saham perkebunan menanjak 0,60 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham SAPX naik 49,60 persen ke posisi Rp 374 per saham, saham CITY menanjak 24,68 persen ke posisi Rp 394 per saham, dan saham AKPI menguat 24,23 persen ke posisi Rp 1.205 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham INRU merosot 5,79 persen ke posisi Rp 470 per saham, saham NAGA turun 5,13 persen ke posisi Rp 222 per saham, dan saham PANI susut 4,33 persen ke posisi Rp 468 per saham.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, mengatakan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat IHSG terbilang sulit untuk menembus ke level 6.000. Oleh karena itu, ia prediksi IHSG berpotensi menguat terbatas di rentang 5.800-5.950. (lip6)

295

Medan – gnews.online |

Indeks Harga saham gabungan berhasil Rebound pada perdagangan hari ini  (Rabu, 1/8)setelah sebelumnya mengalami kejatuhan yang  cukup dalam. Perdaganagn hari ini mampu membalikkan IHSG untuk berada di atas level 6.000.

Analis ekonomi Lautan Dhana Sekuritas di Medan, Gunawan Benjamin menyebutka, perdagangan hari ini detailnya menguat 1.63% atau naik 96 Poin di level 6.033. Level tertinggi berada di level 6.034 dan level terendah berada di level 5.945.

“Mayoritas saham yang tergabung dalam grup JII juga menguat dimana saham SMGR dan INTP menjadi pemberat utama saham JII dan IHSG. SMGR menguat sebesar 13% dan saham INTP menguat sebesar 5%,” ungkapnya, Rabu (1/8) sore.

Gunawan menyebutkan, dengan kembalinya IHSG di level 6.000-an, pergerakan IHSG kembali menguji level psikologisnya, apakah IHSG mampu bertahan dan mencetak rekor tertingginya kembali atau sebaliknya.

“Pada perdagangan kemarin aksi profit taking menghambat pergerakan IHSG. Hari ini IHSG kembali menguat didukung oleh laporan kinerja emiten pada kuartal kedua,” ujarnya.

Tak hanya itu, laporan inflasi bulan Juli 2018 yang masih terjaga yakni sebesar 0,28% juga turut mendongkrak penguatan IHSG hari ini. Dari luar negeri, negosiasi China dengan AS terkait tariff impor dan perang dagang juga disambut baik oleh investor. Pertemuan ini diyakini memberikan hasil yang positif.  Karena tak ada yang dapat diuntungkan apabila perang dagang ini terus terjadi.

Di sisi lain menjelang Asian Games yang akan dilakukan di Jakarta-Palembang pada 18 Agustus 2018, sedikit banyaknya juga turut memberikan pengaruh perekonomian Indonesia. Diharapkan pemerintah dan emiten dapat diuntungkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Kita sama-sama berharap kegiatan tersebut berjalan lancar serta dapat memberikan citra yang baik bagi mancanegara,” harapnya.

Di samping itu, nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS setelah sebelumnya menguat. Rupiah tercatat berada di kisaran Rp.14.433 perdolar AS. Saat ini dolar AS bergerak mix terhadap sejumlah mata uang utama negara lainnya.

Menurutnya, pengurangan stimulus moneter Eropa diyakini dapat menekan pergerakan dolar AS, namun renvana The Fed yang memungkinkan akan menaikkan suku bunga acuannya 2 kali lagi pada tahun ini memberikan kekuatan bagi dolar AS untuk tetap bertahan dalam pengutannya. (art)

605

JAKARTA – gnews.online |

PT Royal Prima Tbk segera melepas dan menawarkan sahamnya kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Sahap Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Royal Prima merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di Sumatera siap melepas 47,71% sahamnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Royal Prima Mok Siu Pen usai menggelar Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham / Initial Publik Offering, di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/4).

Mok Siu Pen menyebutkan, dengan dilakukannya penawaran umum saham perdana tersebut, Royal Prima memiliki target untuk menjadi pusat rujukan bagi masyarakat khususnya Kota Medan, Jambi dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya.

“Jumlah penawaran umum perdana saham PT Royal Prima Tbk sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau sebanyak-banyaknya 47,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Saham Umum Perdana,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dana yang diperoleh dari IPO tersebut akan digunakan untuk akuisisi rumah sakit baru, pembelian peralatan medis dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, tambahan perolehan tanah, dan ekspansi pada rumah sakit-rumah sakit yang telah ada.

“Rencana akuisisi rumah sakit baru, lokasinya berada di daerah Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah lain yang potensial. Dengan dilakukannya proses akuisisi rumah sakit baru tersebut, diharapkan pendapatan dari Royal Prima dapat meningkat, serta jaringan rumah sakit dari Royal Prima akan semakin luas tersebar di Indonesia,” harapnya.

Dalam Public Expose tersebut disampaikan, bahwa saham tersebut merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Rencananya, masa penawaran awal atau bookbuilding period digelar pada 18 April hingga 2 Mei dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 Mei 2018.

Diungkapkan, secara keuangan, Royal Prima mencatatkan pendapatan sebesar Rp160 miliar untuk periode November 2017 dengan Laba usaha Rp25 miliar dan laba bersih Rp19 miliar.

Hingga saat ini, perusahaan yang berdiri sejak 2013 ini mengelola dua rumah sakit yang terletak di Medan dan Jambi, dengan target kapasitas pada akhir 2018 1.200 tempat tidur. Perseroan juga memiliki anak usaha yakni PT Royal Prima Jambi yang didirikan pada 2015. (art)

325

Medan – gnews.online |

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada perdagangan hari ini (Rabu,  28/3/2018), dimana IHSG ditutup melemah 68 Basis poin atau turun 1,1% pada level 6.140.

Analis ekonomi Lautan Dhana Securitas di Medan,  Gunawan Benjamin menyebutkan, IHSG tertekan di level terendah 6.116 dan level tertinggi 6.195 perdagangan hari ini tampak ramai dimana nilai transaksi yang terjadi di bursa mencapai Rp22,87 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 377.883 kali transaksi.

“Perdagangan bursa hari ini sangat ramai di pasar nego, dimana dalam transaksi tercatat negosiasi saham sebanyak Rp17 triliun. Dan negosiasi tersebut didominankan oleh aksi jual investor asing yang turut menekan IHSG ke level yang cukup rendah. Meskipun begitu, laporan laba/Rugi emiten di Bursa Efek Indonesia membuahkan hasil yang baik sehingga IHSG dapat tertopang kembali,” ujar Gunawan.

Tidak hanya IHSG, lanjutnya, Bursa Wallstreet pada perdagangan kemarin juga mengalami pelemahan terdalam dimana Nasdaq mengalami pelemahan sebesar 2,9%. Selanjutnya diikuti oleh S&P 500 melemah 1,7%. Dow Jones yang juga mengalami pelemahan sebesar 1,4%. Serta  indeks NYSE turun sebesar 1%.

Pelemahan bursa Wallstreet ini disebabkan oleh penurunan target jaringan media sosial oleh Merril Lynch yang mengakibatkan pelemahan yang dalam bagi saham-saham teknologi dan Media Sosial seperti Facebook yang melemah hingga 4,9%. Akibatnya tak hanya bursa WallStreet yang mengalami pelemahan, bursa Asia juga terkontaminasi oleh pelemahan ini.

“Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini bergerak stabil. Nilai tukar rupiah diperdangangkan terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran Rp13.782-Rp13.691,” pungkasnya. (art)

485

MEDAN-GNews |

PT Bank Mestika Dharma Tbk membagikan dividen kepada pemegang saham dari laba tahun lalu. Adapun total dividen yang dibagi senilai Rp60 miliar atau Rp14,67 per lembar saham.

Direktur Utama Bank Mestika Achmad S. Kartasasmita mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk membagi sebagian raihan laba 2015 kepada pemegang saham. Kemudian sisa laba perseroan akan digunakan untuk keperluan modal.

“Kami memutuskan untuk membagi deviden kepada pemegang saham,” ungkapnya usai RUPST, di Hotel Grand Aston Medan, Rabu (25/5).

Adapun total laba bersih pada 2015 senilai Rp240,77 miliar, tumbuh tipis 1,6% dari posisi Rp236,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain menggunakan sisa laba untuk memperkuat modal, katanya, akan dilakukan rencana pengembangan jaringan kantor serta renovasi gedung.

Di sisi lain, sisa laba Bank Mestika juga akan digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perangkat informasi teknologi (IT) termasuk biaya promosi dan pengembangan produk serta kebutuhan penambahan tenaga kerja terutama di bidang sales.

Adapun agenda RUPST Bank Mestika 2015, mengangkat Gardjito Heru sebagai Komisaris Independen Bank Mestika. Dengan demikian, komposisi dewan komisaris Bank Mestika terdiri dari Presiden Komisaris Bank Mestika Witarsa Oemar, Komisaris Bank Mestika Indra Halim dan Komisaris Independen Katio dan Gardjito Heru. (ayb)

362

MEDAN – GNews : Setelah mengalami keterpurukan pada perdagangan kemarin. IHSG kembali terpuruk pada sesi pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (12/4). Kinerja IHSG sempat diperdagangkan diteritori negative meskipun sejauh ini IHSG kembali mengalami penguatan.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menyebutksn, memburuknya kinerja IHSG pada perdagangan kemarin secara teknikal telah menutup gap yang mengindikasikan potensi rebound.

Sejumlah saham perbankan yang sebelumnya terkoreksi, pada perdagangan hari ini kembali mengalami penguatan. Sejumlah saham perbankan yang masuk dalam kategori LQ45 menguat setelah mengalami keterpurukan.

Sementara itu, tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali menguat ke level $40.36 per barel belum menjadi katalis positif bagi kinerja indeks aham.

“Seiring dengan penguatan IHSG. Kinerja mata uang Rupiah juga mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Rupiah diperdagangkan di level 13.120 per US Dolar atau mengalami penguatan sekitar 10 poin dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya,” ujarnya.

Untuk kinerja mata uang rupiah tersebut diperkirakan masih berpeluang menguat dalam jangka pendek. Beberapa isu menarik yang menjadi focus perhatian pasar adalah kembali digulirkannya pembahasan mengenai pengampunan pajak atau tax amnesty. (G02)