Saturday, October 20, 2018
Tags Posts tagged with "Salurkan"

Salurkan

114

Medan-gnews.online|

PT PLN Sektor Pembangkitan Belawan menyerahkan bantuan perahu dan alat tangkap ikan kepada nelayan di Medan Belawan, Kota Medan, Rabu (3/12/2017). Penyerahan bantuan ini merupakan kegiatan CSR terakhir tahun 2017 yang dilakukan PLN unit pembangkitan.

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Manager PLN Sektor Pembangkitan Belawan Andi Makkasau didampingi Camat Medan Belawan Ahmad, perwakilan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan serta kelompok nelayan Belawan.

Camat Belawan Ahmad menyampaikan pesan kepada kelompok nelayan penerima bantuan agar tidak menjual perahu yang diberikan oleh PT PLN. Bahkan, Ahmad berpesan agar menjaga dan merawat dengan baik jangan sampai nanti ketika ditanya perahu sudah rusak.

“Jangan sampai nanti ditanya, perahu rusak. Ada lagi, katanya boat yang dikasi sudah tidak ada atau sudah dijual. Pernah itu. Jangan lagi kejadian seperti itu terulang. Bantuan ini dijaga dengan baik. Agar kedepannya nanti bantuan yang lain juga bisa kita dapatkan,” kata Ahmad.

Ahmad berulang kali mengingatkan agar bantuan itu juga dimasukan ke dalam pembukuan koperasi nelayan. Tujuannya agar jelas sebagai aset yang mendatangkan keuntungan dan kesejahteraan bersama bagi nelayan.

“Jadi, perahu dan alat tangkapnya itu dicatat. Kalau beroperasi bisa dapat berapa banyak ikan. Terus dicatat lagi. Agar koperasi juga semakin maju dan sejahtera bagi para nelayan,” ujarnya.

Sementara itu, Andi menjelaskan bantuan yang diberikan kepada nelayan berupa 3 unit perahu dan peralatan alat tangkap ikan. Semua bantuan ini disalurkan berdasarkan rekomendasi dari Camat Medan Belawan.

“Perahu ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan ikan lebih banyak dan berdampak ke peningkatan ekonomi keluarga juga. Bantuan ini diharapkan sangat bermanfaat oleh warga,” ungkapnya.

Andi menuturkan CSR yang diberikan ini, bukan hanya berbentuk hibah saja. Karena pihaknya juga akan pantau terus penggunaannya nanti dari tim Sektor Belawan yang akan terus memantau. “Kami berharap dapat dimanfaatkan dengan baik dan lebih produktif,” jelasnya.

Andi menjelaskan CSR tersebut merupakan program terakhir di tahun 2017 yang dilakukan oleh PLN Sektor Pembangkitan Belawan. Total, bantuan yang disalurkan CSR senilai 420 juta terdiri dari lima program.

Diantaranya, Bantuan pelatihan pembuatan makanan minuman biji mangrove, Bantaun tanah wakaf kuburan Islam dan Kristen bantuan material bangunan ke 10 mesjid dan 10 gereja masing-masing senilai Rp 10 juta,
bantuan budidaya kerang 1 ton dan bantuan perahu dan alat tangkap ikan Rp 225 juta. (art)

239

Medan-gnews.online |

PT PLN Sektor Pembangkitan Belawan menyalurkan bantuan CSR ke Kelompok Swadaya Masyarakat Kartini, Sicanang, Belawan, Jumat (8/12/2017). Bantuan disalurkan tidak hanya pada pelatihan namun akan dibantu hingga pengurusan izin serta pemasarannya.

“Ini salah satu penyaluran CSR kita ke kelompok masyarakat. Pelatihan digelar sejak 5-8 Desember. Berakhir hari ini, dan menjadi salah satu bentuk bantuan yang kita salurkan di tahun 2017 ini. Kita ingin lebih bermanfaat pada masyarakat sekitar terutama,” kata Manager Sektor Pembangkitan Belawan Andi Makasau didampingi Asisten Officer SDM Jufri dan Yani Yaspita SE Ketua Tim CSR/TJSR PLN Sektor Pembangkitan Belawan di salah satu rumah warga di dekat kantor Lurah Sicanang Belawan Medan.

Dari bantuan yang diberikan ke kelompok masyarakat ini, berupa pelatihan bagaimana mengembangkan dan membudidayakan mangrove menjadi berbagai aneka makanan. Seperti tepung untuk kue hingga sirup dan tinta batik.

“Pelatihan ini diberikan. Agar masyarakat lebih memahami bahwa mangrove dapat sangat berguna bagi masyarakat dengan tujuan menjadi salah satu potensi tambahan pendapatan masyarakat. Apalagi, dalam kelompok masyarakat ini semuanya merupakan istri nelayan,” ujarnya.

Andi menjelaskan pihaknya akan secara konsisten membantu masyarakat khususnya nelayan. Dalam waktu dekat juga pihaknya akan menyalurkan bantuan berupa perahu motor ke nelayan dan budidaya kerang.

“Selama ini kan, masyarakat bermasalah dengan pemasaran. Jadi, mulai kedepannya kita akan melibatkan mereka dalam even yang kita gelar nanti. Kemudian soal perizinan hingga sertifikasi Halal MUI juga akan kita upayakan kita bantu. Apa yang bisa kami bantu dan kami usahakan akan kita upayakan,” tegasnya.

Andi menuturkan penyaluran bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat bukan individu. Karena kelompok masyarakat terdiri dari banyak orang dan bermanfaat buat orang banyak. (art)

140

gnews.online |

PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe kembali membuktikan komitmennya terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan para pelajar di desa lingkar tambang. Pada 6-7 Agustus 2017, diselenggarakan Pentas Seni Taman Baca Anak 2017 dan pemberian bantuan pendidikan Martabe Prestasi kepada total 130 pelajar dari Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru.

General Manager Operations PT Agincourt Resources Ed Cooney menyebutkan, program pemberian bantuan pendidikan melalui Martabe Prestasi merupakan program pengembangan masyarakat terbaru pada bidang pendidikan tahun ini.

“Martabe Prestasi kami berikan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi para pelajar berprestasi yang berasal dari keluarga pra sejahtera di wilayah sekitar tambang. Kami ingin para pelajar terus mampu mencapai pendidikan yang lebih tinggi,” kata Ed Cooney di sela-sela Martabe Prestasi Scholarship Awarding Ceremony, Senin (7/8/2017.

Total dana yang diberikan oleh Tambang Emas Martabe kepada 130 pelajar tersebut yakni Rp257.000.000. Untuk kategori penghargaan prestasi akademik, penerima berjumlah 90 orang yang terdiri dari 58 orang pelajar SD/sederajat dan 32 orang pelajar SMP/sederajat.

Sementara itu, untuk kategori penghargaan prestasi berkelanjutan (beasiswa) penerima berjumlah 40 orang, terdiri dari 24 orang pelajar SMA/sederajat, 10 orang mahasiswa Diploma/S1 di Tapanuli bagian Selatan, dan enam orang mahasiswa Diploma/S1 yang mengenyam pendidikan di luar Tabagsel.

Pelajar penerima penghargaan prestasi akademis mendapatkan manfaat berupa bantuan perlengkapan sekolah dengan nilai maksimal Rp500.000 bagi pelajar SD/sederajat dan Rp750.000 bagi pelajar SMP/sederajat.

Untuk penerima penghargaan prestasi berkelanjutan, yakni mendapatkan tunjangan uang sekolah/kuliah dan biaya hidup dengan total Rp3.000.000 per tahun bagi siswa SMA/sederajat hingga kelas XII. Bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan swasta di Tabagsel hingga semester 6 dan mahasiswa S1 di Perguruan Tinggi negeri dan swasta di Tabagsel hingga semester 8, masing-masing mendapatkan Rp6.000.000 per tahun.

Sementara itu, bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan negeri hingga semester 6 dan mahasiswa S1 PTN/PTS hingga semester 8, di luar Tabagsel, mendapatkan Rp12.000.000 per tahun.

“Bantuan peralatan pendidikan untuk total 90 orang pelajar SD dan SMP langsung kami berikan, sementara bantuan pendidikan prestasi berkelanjutan untuk 40 orang siswa dan mahasiswa akan kami berikan melalui rekening bank masing-masing dalam dua tahap atau per semester. Tak hanya bantuan dana pendidikan, kami juga memiliki program magang bagi mahasiswa dan program pengabdian masyarakat melalui perkumpulan penerima beasiswa Martabe Prestasi,” tambah Ed Cooney.

Pendaftaran kategori penghargaan prestasi berkelanjutan (beasiswa) Martabe Prestasi telah dimulai sejak 18 Maret-18 Mei 2017, sementara untuk kategori prestasi akademis sejak 8 Mei-8 Juni 2017. Pengumuman hasil seleksi penerima Martabe Prestasi dilaksanakan pada 10 Juli 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan Ahmad Ibrahim Lubis berterima kasih dan mengapresiasi Tambang Emas Martabe yang telah memberikan kesempatan bagi banyak pelajar untuk mendapatkan kemudahan untuk pendidikan mereka.

“Harapan saya ke depan, bagi penerima beasiswa jangan merasa bangga. Jaga terus prestasi kalian. Jangan sampai menurun. Kalau menurun, kalian bisa tidak bisa mendapatkan beasiswa lagi. Terima kasih kepada Tambang Emas Martabe dengan program Martabe Prestasi-nya.”

Sebelumnya, sebagai bentuk komitmen kuat Tambang Emas Martabe terhadap pendidikan anak-anak, diselenggarakan pula Pentas Seni Taman Baca Anak 2017 pada Minggu, 6 Agustus 2017. Acara ini merupakan wadah bagi anak-anak Taman Baca binaan Tambang Emas Martabe untuk menampilkan berbagai tari tradisional yang telah mereka latih selama 1 tahun belakangan di TBA masing-masing.

Senior Manager Community Relations and Development PT Agincourt Resources Pramana Triwahjudi mengatakan saat ini terdapat 14 TBA binaan di 14 desa lingkar tambang yang telah dikelola oleh para relawan dari masing-masing desa. Pentas Seni merupakan agenda rutin tahunan TBA sejak 2014, sekaligus menjadi acara puncak berbagai kompetisi antar TBA.

Beberapa tari tradisional yang akan ditampilkan yakni Tari Tak Tontong dari Minang, Manggore Dahat Mandurung, dan Tari Manduda (Simalungun).

“Anak-anak di setiap TBA mendapatkan arahan dari pelatih tari dari Padang Sidempuan. Selain penampilan tari tradisonal, sebelumnya juga ada berbagai lomba seperti lomba mendongeng, mewarnai, menyanyi, cerdas cermat, dan kreasi bahan bekas. Seluruh lomba berdasarkan kelompok umur anak-anak. Tak hanya itu, kami juga memberikan penghargaan kepada Pengelola TBA Terbaik dan TBA terbaik, serta pemilihan Duta TBA 2017,” rinci Pramana. (rel)

459

gnews.online |

Danau Toba merupakan salah satu tujuan wisata penting di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Guna mendukung peningkatan pariwisata Danau Toba, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyalurkan dana Rp649 juta untuk pembangunan sarana umum seperti toilet.

“Kami selama ini menyalurkan energi baik gas bumi di Medan, Sumut. Kami juga aktif menyalurkan energi baik dalam bentuk lainnya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat maupun untuk mendukung pariwisata di Sumut,” kata Kepala Area PGN Medan, Saeful Hadi, Jumat (1/7).

PGN mengeluarkan dana sekitar Rp649 juta untuk membangun toilet, menyediakan bak sampah dan membangun jalan setapak serta satu unit gapura di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Parapat adalah kota indah di tepi Danau Toba.

“Parapat ini adalah tujuan wisata yang sangat bagus sekali dan sangat terkenal dengan Danau Toba-nya. Danau toba ini adalah danau terbesar di Asia. Sayang bila potensi wisata ini tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti toilet,” ujar Saeful Hadi.

Saeful Hadi menambahkan, pembangunan toilet dan sarana pendukung lainnya sudah selesai dibangun dan diserahterimakan ke Camat Girsang Sipangan Bolon pada Kamis, 30 Juni 2016. “Semoga dengan bantuan kecil ini dapat berdampak besar bagi meningkatnya wisatawan di Danau Toba,” tutup Saeful. (ayb)