Tuesday, February 19, 2019
Tags Posts tagged with "Sekolah"

Sekolah

60

gnews online | Siswa SDS Global Prima berhasil meraih prestasi diajang Kompetisi Biola dan Piano Nasional yang diselenggarakan oleh Parahyangan Classical Community di Sekolah Maitreyawira Jalan Boulevard Utara Komplek Cemara Asri.

Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SDS Global Prima Yubaniar Pratiwi, SS, MS. kepada wartawan, Rabu(19/12).

Yubaniar menyatakan rasa bangganya terhadap anak didiknya yang kembali mengukir prestasi setingkat nasional pada lomba piano dan Biola.

“Kami juga berterimakasih kepadatim guru pembimbing  Dhinardo Amandus dan Dra. Yanti Aswida yang sudah melatih anak didik, sehingga bisa mengantar siswa/i SDS Global Prima ke pertandingan,”kata wanita yang ramah ini meyakinkan.

Disebutkannya, siswa Global PrimaRaissa Margaret Gracia Panjaitan, berhasil meraih juara 3 Kompetisi Piano Level Elementary A   dan Diposisi harapan I Jovan Pratama Girsang di level Junior. Adapun  siswa lain yang mengikuti kompetisi tersebut masing-masing Ekklesia Christabel G Lumban Tobing, Yesha Adrienne Soerganich Purba.

Pada kesempatan itu kata Yubaniar,Wali Kota Medan  Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si., M.H memberikan piala kepada para pemenang lomba dengan kategori Pemula, Prepatory dan Junior.

Sementara itu, Koordinator Sekolah Global Prima Dr Willy Tanjaya SH MKn menambahkan, keberhasilan siswa tersebut dikarenakan, adanya ketekunan dan giatnya siswa itu dalam berlatih.

“Selain itu, dorongan doa dan motivasi orang tua adalah kekuatan utama yang mengantarkan anak-anak didik, sampai pada puncak prestasi,”kata Willy Tanjaya.

“Ini sangat luar biasa dan bisa menginspirasi banyak orang, bahwa siswa tingkat SD saja bisa berprestasi di kompetisi piano nasional,” tegas doktor muda ini.

Willy berharap, anak didik di SDS Global Prima, jangan cepat puas dan harus lebih banyak berlatih sehingga bisa berprestasi di ajang yang lebih tinggi.

Willy Tanjaya juga berpesan kepada peserta didiknya yang berprestasi tersebut, agar  terus berusaha dan terus berlatih mempelajari teknik-teknik bermusik yang baik dan benar. Sehingga kelak bisa menjadi seorang pianis dan violin handal. (DM)

988

gnews.online |

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Nurul Azizi membekali siswanya dengan pelatihan wirausaha. Kegiatan ini merupakan rangkaian pesanteren kilat yang digelar di sekolah selama 10 hari, sejak 8 Juni hingga 17 Juni.

Puluhan anak di lantai III gedung sekolah ini,  mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Mereka diberikan tips mudah membuat mug, pin dan juga gantungan kunci.  Itu juga dengan desain dan selera masing-masing siswa.

Alween Ong menjadi salah satu pemateri dalam rangkaian pesanteren kilat ini. “Adik-adik SMP ini kita berikan edukasi prihal proses kewirausahaan hingga membuat produk,” ujar Alween.

Kegiatan ini sebutnya,  merupakan bagian dari program Narsis Digital Printing melalui Narsis go to school. “Kegiatan ini disambut baik oleh SMP IT Nurul Azizi, dengan memberikan kesempatan kepada Narsis untuk masuk dalam kegiatan pesanteren kilat yang mereka adakan,” ujarnya.

Menurutnya melalui pesantren kilat tersebut, semakin memberikan nilai lebih bagi para siswa. Sebab dengan masa liburan, mereka bisa mendapatkan pendidikan kewirausahaan sejak dini.

“Mereka bisa belajar sambil bermain, dengan permainan yang bersifat edukasi dengan menggabungkan hobi terkini anak-anak muda yang hobi selfie dan hobi motret,” ujarnya.

Dengan hobi tersebut sambungnya, kemudian diaplikasikan ke dalam proses produksi digital printing dan pembelajaran kewirausahaan.

Di sisi lain, Pembantu Kepala Sekolah (PKS) II Bidang Kesiswaan SMP IT Nurul Azizi, Siti Nurlaylawati mengatakan, rangkaian pesantren kilat Ramadhan bagi kelas VII, VIII dan IX dengan berbagai kegiatan dengan melibatkan berbagai profesi, kehutanan, perkebunan, notaris.

Tidak itu saja, para siswa juga diberikan pelatihan keterampilan. Seperti kaligrafi, fotoshop, vidio editing, memandikan shalat jenazah dan mengkapaninya dan juga pelatihan bilal untuk tarawih.

“Ini kegiatan rutin Ramadhan, karena dari Dinas Pendidikan libur. Jadi ini juga  untuk mengisi kekosongan waktu dengan skill. Kegiatan ini dimulai sejak 8 Juli lalu hingga 17 Juni mendatang,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, selain memberikan pendidikan umum, mereka bisa mendapatkan keterampilan lain. Sekaligus bisa mengenalkan dan mengarahkan siswa dalam melanjutkan pendidikan kedepannya.

Acara ini dimulai dari pukul 08.00 Wib hingga pukul 13.00 wib setiap harinya. Semua siswa sebutnya mendapatkan materi dan keterampilan yang sama. Para peserta ini sebutnya, tidak diwajibkan. Hanya dianjurkan untuk mengikutinya.

“Kaligragi, diberikan tehnik bagaimana untuk kaligrafi, peminatnya cukup banyak,” ujarnya.

Dengan ini memberikan materi yang berbeda-beda. “Di tahun ini lebih banyak yang digital,” ujarnya. (dia)

321

gnews.online |

Gubernur Sumatera Utara (Sumt) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengimbau lembaga pendidikan tingkat SMA memiliki program khusus dalam upaya membekali para siswa dengan berbagai keilmuan sebagai bekal menghadapi tantangan di era globalisasi.

Imbauan tersebut dikemukakan Tengku Erry Nuradi saat menghadiri Perayaan Kelulusan Siswa PrimeOne School (POS) Medan di Hall UCSN POS Medan, Jl AH Nasution Medan, Sabtu (11/6).

Hadir dalam acara tersebut, Pendiri POS Medan Amrin Susilo Halim, Direktur Akademik POS Medan Fauziah Khairani Lubis, Pengurus Yayasan POS Medan dan para guru, tokoh Tionghoa Juswan Tjoe serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, lembaga pendidikan tingkat SMA menjadi garda terdepan dalam pembentukan SDM generasi muda penerus bangsa. Untuk itu, SMA diharapkan tidak hanya memberikan keilmuan berdasarkan silabus yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan semata, tetapi juga memiliki program tersendiri (ekstra kurikuler) pendukung.

“Sebelum memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, para siswa harus mendapat pembekalan panduan minat dan bakat di SMA. Itu akan membantu siswa untuk memilih bidang dan jurusan di perguruan tinggi nantinya,” sebut Erry.

Pelajaran tambahan, tentu disesuaikan dengan jurusan masing-masing siswa SMA. Tidak hanya pemahaman teori, para siswa juga perlu melakukan praktik langsung agar keilmuan yang diberikan dapat dicerna dengan baik.

Upaya tersebut, ujar Erry, merupakan upaya dalam menyiapkan SDM yang handal dan terlatih menghadapi era teknologi dan globalisasi.

“Teknologi semakin maju. Saat ini, kita hanya menjadi kelompok yang menggunakan teknologi. Belum pada taraf menciptakan teknologi. Generasi muda bangsa ke depan harus mampu melakukan inovasi dan menciptakan teknologi untuk memaslahatkan umat di bumi,” saran Erry.

Jika tidak, generasi muda Indonesia, hanya akan menjadi pasar (market) sekaligus konsumen dari berbagai teknologi.

“Kita jangan jadi penonton di rumah sendiri, tapi kita harus ikut aktif dalam memanfaatkan peluang yang ada. Saya yakin alumni POS dengan kemampuannya berbahasa Inggris dan kemampuan akademik bisa memenangkan persaingan yang ada,” ujar Erry.

Pendiri POS Medan Amrin Susilo Halim mengatakan, Perayaan Kelulusan merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang digelar sebagi apresiasi atas keberhasilan peserta didik TK, SD, SMP dan SMA.

Tahun ini, acara kelulusan diikuti oleh 511 orang yang terdiri dari 104 peserta Didik TK, 172 peserta didik  SD, 146 peserta didik SMP dan 89 peserta didik SMA.

“Khusus untuk SMA, tahun ini merupakan tahun keenam bagi POS dalam menamatkan anak didiknya setelah berdiri sekitar 12 tahun,” jelas Amrin.

Amrin juga mengatakan, tahun ini POS Medan memperoleh banyak  penghargaan dan prestasi dengan perolehan medali emas, perak dan perunggu dari berbagai event.

“Agar kualitas tenaga pendidik terus meningkat, kita mendukung guru POS Medan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Guru kita sudah ada yang S 2 dan S 3,” ujar Amrin.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Walikota Medan Dzulmi Eldin mendapat kesempatan menyerahkan medali sebagai bentuk apresiasi bagi sejumlah siswa berprestasi perwakilan masing-masing kelas.

Puteri Gubernur Sumut, Tengku Vira Annisa juga salah seorang yang mendapat kelulusan tingkat SMA. Sedangkan puteri Walikota Medan lulus tingkat SMP.

Perayaan Kelulusan Siswa POS Medan dimeriahkan dengan penampilan tarian dan olah vocal para siswa. (ayb)

1553

Asahan-Gnews: Sekolah TK Kemala Bhayangkara 08 Kisaran-Asahan ukir prestasi dengan memenangkan dua kategori lomba dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari Se Sumatera Utara 2016.

Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, prestasi yang diraih tersebut yaitu Juara 1 kategori Pengelolaan Sekolah dalam lingkup Yayasan Kemala Bhayangkari se-daerah Sumatera Utara dan Juara Zona Terbaik dalam Kategori Pelatihan Pengelolaan Sekolah dalam lingkup Yayasan Kemala Bhayangkari se-daerah Sumatera Utara.

“Saya berharap prestasi seperti ini bisa terus diukir dan dipertahankan,” katanya, Senin (16/5).

Di bawah bimbingan Penasehat Pengurus Yasayasan Kemala Bhayangkari cabang Asahan, yaitu AKBP Tatan Dirsan Atmaja. SIK dan ibu ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari cabang Asahan Cut Tatan Dirsan Atmaja, sekolah Bhayangkara akan terus berbenah menjadi lebih baik kedepannya.

Tatan juga berharap, siswa-siswi tersebut dapat menjadi generasi penerus untuk mengharumkan nama bangsa dan negara baik di dalam negeri maupun internasional.

“Semoga generasi ini dapat mengukir sejarah yang baik untuk bangsa” tutup perwira melati dua ini. (ayb)

770

MEDAN-GNews: Gerakan literasi sekolah yang dicanangkan Kemendikbud mendapat dukungan positif dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Prof. Dr. Ir. Darmayanti Lubis.

Menurut Darmayanti, banyaknya gejolak yang terjadi di masyarakat, seperti kekerasan pada anak dan Ujian Nasional yang kerap dicurigai sarat kecurangan adalah bukti lemahnya tingkat literasi anak didik kita selama ini.

“Karena itu, kami dari DPD RI mendukung sekali gerakan literasi sekolah,” ujarnya dalam kunjungan ke SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Medan Selayang, Kamis (12/5).

Sekarang ini, kata Lulusan S3 dari Inggris itu, mengakses bacaan sudah lebih mudah akibat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Berbeda dengan dulu.

Membaca, di masa mudanya Darmayanti adalah hoby yang sangat mahal, karena tidak mudah mendapatkan buku. Selain ketersediaan buku terbatas, juga harga buku mahal. “Saya mesti berlama lama di perpustakaan demi membaca banyak literatur di perpustakaan Inggris. Bayangkan,” terangnya.

Saat ini DPD RI sedang menyusun draft undang undang perbukuan untuk mendukung gerakan literasi sekolah.

Darmayanti menyebutkan, selama ini banyak sekali kita kedodoran dalam mengimplementasikan kebijakan, akibat minimnya regulasi yang mendukung. Karena itu, payung hukum untuk mendukung terwujudnya gerakan literasi sekolah, harus secepatnya dibuat.

Senator asal Sumut itu juga mengapresiasi usaha USAID PRIORITAS menggerakan budaya membaca di Sumatera Utara. Beberapa kabupaten/kota mitra USAID PRIORITAS membuat kebijakan dan program nyata yang mendukung gerakan literasi. ”Kami menyambut baik usaha itu,” tambahnya.

Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung Sumut menyediakan layanan pendidikan bermutu, salah satunya melalui gerakan budaya membaca. Sejak 2014, USAID PRIORITAS telah mengintegrasikan budaya membaca ke dalam modul pelatihan.

“Dalam modul 3 yang kami kembangkan, kami menempatkan budaya membaca sebagai topik khusus. Kami melatih kepala sekolah, pengawas, komite dan guru untuk mampu mendesain program literasi di sekolah masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, USAID PRIORITAS juga menghibahkan beragam buku kepada sekolah. Lebih dari 31 ribu eksemplar novel, buku sains dan cerpen telah dihibahkan kepada 208 SD, SMP dan madrasah. Hibah buku ini ditujukan untuk memberikan variasi bacaan kepada siswa.

“Sedangkan pada akhir Maret 2016, kami secara resmi menghibahkan 1,1 juta Buku Bacaan Berjenjang kepada 1800 SD/MI di 15 kabupaten/kota mitra kami di Sumut. Buku ini didesain untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas awal,” tambahnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Masrul Badri mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Medan juga sangat mendukung gerakan litasi sekolah tersebut.

Dia mengimbau para kepala sekolah agar menerapkan gerakan membaca senyap 15 menit sebelum memulai pembelajaram di kelas. “Kebiasaan membaca harus ditumbuhkan. Beri bacaan apa saja. Yang penting anak-anak membaca, nanti lama-lama terbiasa. Anak yang terbiasa membaca, daya nalarnya lebih tajam,” ungkapnya.

Sedangkan Adzlan, Kepala SMP N 1 Medan mengatakan, sudah menginstuksikan kepada pra guru di sekolah untuk menerapkan gerakan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. “Kami juga akan bentuk tim percepatan gerakan membaca di sekolah ini,” katanya.(dev)

224

MEDAN-GNews: Anggota Komisi B DPRD Kota Medan, Irsal Fikri mengatakan, banyak oknum mengambil kesempatan dan menitip keluarga serta saudara masuk ke sekolah negeri dalam penerimaan siswa baru. Bahkan para anggota dewan pun kerap melakukan hal serupa.

Hal tersebut dikatakannya pada kegiatan Coffee Morning DPRD Kota Medan, Jumat (29/4). Bahkan Irsal mengakui begitu banyak kepentingan pihak tak bertanggungjawab melihat momen penerimaan siswa baru.

“Saya terpaksa membukanya di acara ini. Karena ini sudah terlalu jauh, tindaklah yang begini-begini. Stop dan jangan dilanjutkan, termasuk anggota dewan,” ujar Irsal.

Sementara itu, Ketua Komisi B, Surianto menyayangkan atas temuan Ombusman tentang lembar jawaban di SMAN 2 pada Ujian Nasional beberapa waktu lalu. Mestinya dinas pendidikan dan pihak terkait lainnya bisa mengawasi pelaksanaannya.

Sementara itu, salah seorang wartawan, Rohim mengatakan, pengawasan dalam penerimaan siswa baru harus dikontrol oleh DPRD kota Medan. Sebab, hingga saat ini fungsi pengawasan dari DPRD kota Medan belum maksimal.

“Peran anggota dewan harus lebih daripada Dinas Pendidikan sekalipun,” katannya. G11

241

MEDAN-GNews: Komite MAN 2 Model Medan, Aidan Nazwir Panggabean mengkritik acara Coffee Morning DPRD Medan dan wartawan, Jumat (29/4). Karena tema utama tentang pendidikan hanya memberikan kesempatan kepada anggota DPRD Medan saja.

“Padahal banyak stakeholder yang hadir di ruangan ini. Tapi kesempatan yang diberikan kepada pendatang tak seimbang daripada hak berbicara para anggota dewan,” ucap Nazwir disambut tepuk tangan tamu.

Menurutnya, persoalan penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah mestinya bisa mendapatkan masukan dan ide baru. Sebab persoalan ini muncul karena tingginya angka korupsi.

“Pendidikan yang buruk karena korupsi yang tinggi,” katanya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan Herri Zulkarnaen Hutajulu menyebutkan, pendidikan di kota Medan tak merata. Sehingga siswa baru berusaha masuk ke sekolah-sekolah favorit negeri saja.

“Kalau merata, siswa bisa memilih sekolah yang bagus saja. Seperti SMAN 1 dan SMAN 14, berarti program pemerataan pendidikan tak merata. Ini kualitas guru yang dipertanyakan, dan kinerja kepala dinas juga tak beres, ganti kepala dinas pendidikan,” ucap Herri. G11

275

Medan – GNews : Sri Julianti (28) warga Jl SM Raja, Pematangsiantar, tak menyangka karena meminta uang sekolah anak kepada suaminya berujung penganiayaan yang dia alami.

Suaminya Eko (32) secara membabi buta menganiaya dia hingga babak belur gara-gara meminta uang sekolah anak tersebut. Sri pun lantas mengadukan suaminya itu ke polisi.

Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar, Sri mengatakan, penganiayaan yang dialaminya bermula, saat ia  meminta uang Rp200 ribu kepada sang suami guna keperluan sekolah anaknya.

“Anak mau sekolah, sementara uang SPP nya belum pernah dibayar. Saya mintalah uang  Rp200 ribu sama dia, enggak taunya dia malah marah-marah,” ujar Sri kepada petugas.

Tak terima, Sri malah membentak Eko hingga keduanya terlibat cek-cok mulut. Merasa tak dihargai, Eko menganiaya Sri dengan memukul bagian kepala dan mencekik leher Sri hingga mengalami luka pada bagian wajah. Sri pun babak belur akibat dianiaya suaminya itu.

Kanit SPKT Ipda Parsaoran Nainggolan ketika dikonfirmasi mengaku, telah menerima laporan korban. “Sudah kita terima laporannya dan nanti akan ditindaklanjuti oleh petugas Reskrim,” ujar Nainggolan. G12