Monday, July 16, 2018
Tags Posts tagged with "seni"

seni

296

gnews.online | Setiap musim panen padi tiba, setiap daerah di belahan dunia ini akan melakukan serangkaian tradisi. Tradisi yang dilakukan tersebut tidak lain karena sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil panen yang baik.

Di Ngawi Jawa Timur, saat musim penen tiba masyarakat setempat akan menggelar tradisi perang nasi sebagai wujud syukur. Salah satu daerah di Jepang ini pun melakukan tradisi yang berbeda dan unik.

Prefektur Niigata di Jepang utara ini memiliki tradisi unik yang digelar selama musim panen padi tiba. Selama musim panen padi tiba, daerah tersebut akan menggelar tradisi Wara Art Festival. Sebuah festival yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dan masyarakat setempat untuk membuat patung binatang raksasa yang berasal dari jerami padi.

Patung jerami 2
Dilansir dari Tobeeko, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menumpuknya sisa jerami kala itu. Biasanya jerami padi banyak digunakan untuk memproduksi berbagai barang di Jepang, seperti tikar tatami.

Namun kini bahan pembuatan barang tersebut telah digantikan oleh kayu dan plastik. Sehingga pada 2006, masyarakat petani setempat pergi ke Musashino Art University untuk mencari panduan penggunaan kembali jerami padi dalam jumlah banyak untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Setelah melalui beberapa pemikiran dan diskusi, mereka memutuskan untuk menciptakan seni berupa patung yang terbuat dari jerami.

Patung jerami 3
Sejak saat itu mulai tahun 2008, mulailah  kolaborasi kreatif antara divisi pariwisata kota dan Musashino Art University di Taman Uwasekigata. Dan sejak itu, mahasiswa Musashino bekerja sama untuk mengisi ladang Niigata dengan patung binatang raksasa yang terbuat dari jerami padi terikat, dan mereka sudah melakukannya setiap tahun.

Memasuki tahun ke-10, tahun ini para peserta telah membangun patung hewan dua kali lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai  dari patung jerami gorila, buaya, singa, badak hingga banteng.

Festival yang berlangsung pada Oktober hingga November ini, wisatawan dapat melihat secara langsung jerami raksasa ini dan tak lupa dapat diabadikan langsung melalui kamera. (viva)

436

MEDAN-GNews: Gebyar Pentas Seni XV dan perpisahan siswa YP Pangeran Antasari Tahun Pelajaran (TP) 2015/2016 pada Selasa (3/5) dan Rabu (4/5) di sekolah tersebut Jalan Veteran, Helvetia, Labuhan Deli berlangsung meriah.

Ketua YP Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, menjadi suatu kebanggaan bagi pihak YP Pangeran Antasari yang telah eksis dan memberikan sumbangsihnya bagi dunia Pendidikan Indonesia, dengan menciptakan siswa berprestasi, berbudaya dan berwawasan ilmu pengetahuan yang berlandaskan iman dan taqwa, karena pendidikan adalah pintu menuju masa depan.

Doktor muda ini juga berpesan kepada para siswa yang akan tamat, untuk menjaga nama baik sekolah dan almamater kapan pun dan dimanapun mereka berada.

Pada kesempatan yang sama, Tommy Leonard mengatakan, SMK Pangeran Antasari juga telah membuka program studi baru tahun Pelajaran 2016-2017 yaitu SMK Jurusan Tata Busana.

Menurut Tommy Leonard, tujuan program keahlian busana mempersiapkan peserta didik, agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan, sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian pilihannya.

Sementara itu, Koordinator YP Pangeran Antasari Herli Leo Aritonang menambahkan, tema Gebyar Pentas Seni XV dan Perpisahan adalah “Yang Muda, yang Berprestasi, Anti Narkoba dan Berbudaya, Serta Siap Berkompetisi Diera Masyarakat Ekonomi Asia”.

Leo Aritonang menyebutkan, Gebyar Pentas Seni Pelajar tersebut, dimeriahkan oleh Perlombaan Fashion Show dengan kategori Casual Trendi & Busana Muslim Modern, yang diikuti oleh 10 SMP di Helvetia dan sekitarnya. Dan untuk perlombaan intern yaitu Dance Creation, Vokal Solo, Cerdas Cermat Bahasa Inggris serta Puisi.

Acara tersebut dihadiri juga Ketua UPT Disdikpora Deli Serdang, Sahbudin MPd, Kepala Desa Helvetia Komaruddin, Kepsek TK Mita Kurniawati, Kepsek SD Muhammad Abduh SKom, Kepsek SMP Muhammad Nur SPd, Kepsek SMA/SMK, Suriani SPd, Ketua Panitia Rahmanan Dalimunthe MSi dan Sekretaris Samsul Mustika SS SPd. G01

329

MEDAN-GNews:Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BEM-PT) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Festival Seni & Budaya Sumatera Utara 2016 bertemakan Love Art & Culture North Sumatera di Kampus Utama UMSU Jalan Mukhtar Basri Medan.
Acara dibuka Rektor UMSU, DR Agussani MAP ini berlangsung selama 4 hari mulai 27-30 April 2016 dengan menghadirkan beragam kreatifitas para mahasiswa maupun para pelajar menyampaikan dukungannya untuk acara ini sangatlah besar mengingat pentingnya menjaga semua seni dan budaya asli yang dimiliki rakyat Sumatera Utara.
Apalagi katanya, pagelaran acara seperti ini akan semakin mempererat tali silaturahim bagi semua pihak. “Saya bersyukur dengan adanya acara ini dan mendukung selama memberikan kontribusi positif bagi semua pihak terutama UMSU,” ucap Agussani.
Untuk itu, dia berharap agar acara ini bukan hanya menjadi seremonial belaka, tetapi lebih daripada itu implementasinya dapat diterapkan seterusnya. Sehingga apabila seusai acara dapat benar mengaplikasikannya, maka tentu manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak.
“Kita harus sama-sama menjaga dan merawat seni dan budaya bersama. Ini adalah bagian dari kreatifitas diri kita. Kepedulian akan ini telah kita buktikan selama ini dengan semua prestasi yang diraih,” ucapnya.
Dia berpesan, agar acara tersebut berjalan dengan baik maka penyelenggara harus menjadi tuan rumah yang baik, karena seni itu merupakan keindahan yang harus dimiliki semua orang.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UMSU Hari wahyudi, Kamis(28/4)mengatakan terselenggaranya acara ini sebagai bentuk keperdulian atas semakin jauhnya generasi sekarang dari budayanya sendiri. Sehingga perlu menumbuhkembangkannya kembali dengan mengingatkannya melalui acara seperti ini.
“Kita ketahui bersama, saat ini generasi muda telah terkontaminasi budaya dari luar terutama dari dunia barat. Padahal kita seharusnya bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki budaya terbanyak di dunia. Untuk itu acara seperti ini sangat positif untuk mengingatkan kita kembali akan budaya lokal yang kita miliki. Karena kearifan lokal yang menentukan bangsa itu menjadi besar,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana Heri gunawan menambahkan kegiatan ini diikuti 13 delegasi baik dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan juga delegasi dari berbagai sekolah dari tingkat TK hingga SLTA yang ada di Sumatera Utara. Acara itu sebagai bentuk menjaga agar seni dan budaya lokal tidak dicatut atau bahkan diklaim sebagai milik negara lain.G01

Rektor Agussani seusai membuka Festival Seni & Budaya Sumatera Utara 2016 berfoto bersama PEMA UMSU.