Saturday, February 24, 2018
Tags Posts tagged with "Suardi Raden"

Suardi Raden

842

gnews.online | Tehnik bercocok tanam secara hidroponik kini makin banyak digemari, terutama oleh masyarakat perkotaan. Makin terangkat lagi dengan adanya orang-orang yang intens menyosialisasikannya ke masyarakat, salah satunya asalah sosok Suardi Raden.

Suardi, atau Pak Raden – demikian dia sering dsapa oleh orang-orang terdekatnya – bersama sang istri Rahmayetty kini punya kesibukan baru di sela aktivitasnya sebagai supplier di sejumlah perusahaan, untuk menebarkan ‘virus’ hidroponik ke masyarakat di berbagai daerah Sumatera Utara.

“Sudah banyak daerah, umumnya diundang oleh instansi pemerintah setempat, untuk mengajarkan tehnik hidroponik. Belum lagi yang datang langsung ke rumah, hampir tiap hari ada saja,” kata Suardi mengawali pembicaraan, suatu hari di kediamannya yang sekaligus jadi farm, di Jalan Bromo Lorong Amal No. 11, Medan.

Suardi pun menceritakan, sekitar tahun 2013 dia masih lebih banyak berkutat dengan hobi lamanya, memelihara burung. Saat itu, dari burung jenis lovebird dan sebagainya, dia bisa mendapatkan pendapatan cukup lumayan.

“Tapi suatu ketika, saya melihat hidroponik mulai trend, walau sebenarnya bukan hal baru tapi saya pun mulai coba-coba mengikutinya. Semuanya mengalir begitu saja, saya belajar secara otodidak dengan searching dari Google,” paparnya.

Tapi lama-lama dia keterusan. Naluri bisnisnya sebagai supplier melihat ada celah yang bisa digarap, dari trend budidaya hidroponik tersebut. Dia pun mulai melayani penjualan aneka perlengkapan hidroponik, mulai dari NFT, media tanam, nutrisi dan sebagainya. Hingga akhirnya dia banyak melayani kegiatan pelatihan, utamanya sekarang untuk para penyuluh pertanian dan ibu-ibu PKK di kecamatan dan kelurahan bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Kota Medan.

Mereka yang ikut pelatihan itulah, yang kini sering datang ke rumahnya, selain untuk belajar ya ikut memanen tanaman. “Kadang tanaman belum besar pun sudah mereka angkut. Tapi ya biar saja, anggap sedekah, mudah-mudahan berkah,” kata Suardi, senyum, sambil menunjuk seperangkat NFT yang kosong karena habis dipanen tamu.

Dari didasari hobi, kini Suardi sudah merasakan manfaat ekonomi.  Lebih dari itu, dia merasakan kenyamanan dari kegiatan bertanam seperti ini. “Kegiatan bertanam seperti ini tantangannya banyak, jadi lebih asyik. Jiwa dan raga jadi sehat,” ucapnya.

Istrinya, Rahmayetty, menimpali, bagi ibu-ibu rumah tangga, kegiatan bertanam seperti ini juga sangat bermanfaat, baik untuk membantu perekonomian keluarga juga untuk menambah nutrisi sehat ke keluarga.
11988722_10204478338551108_6763313777065067187_n

“Dulu, misalnya, dalam satu hari saya menghabiskan Rp 100.000 untuk belanja kebutuhan dapur termasuk sayur-sayuran, sekarang uang segitu bisa untuk dua hari. Karena sayur-sayuran berikut cabai, bawang dan lainnya saya petik sendiri di rumah,” katanya.

Selain itu, dia bisa menyuguhkan makanan sehat bagi keluarga. “Anak-anak yang sebelumnya tak suka sayur, sekarang jadi suka. Karena sayuran hasil hidroponik lebih renyah dan gurih, beda dengan yang kita beli di pasar. Mungkin karena kandungan pestisidanya,” imbuhnya.

Apalagi, kini Rahma kreatif mengolah sayuran segar hasil tanaman hidroponiknya menjadi berbagai produk, seperti nugget sayur yang dipadukan dengan ayam, tahu, ikan, udang tau jamur, serta satu lagi yang tengah banyak digemari ; rendang kangkung crispy.

Produk-produk itu kini dikemas dengan merek Syifa Hidroponik, sama dengan nama farm mininya yang ada di pekarangan rumah.

“Saya ingin keluarga-keluarga di Kota Medan ini bisa mempraktekkan hidroponik di rumah masing-masing. Karena banyak manfaat ekonominya. Saya lebih membidik masyarakat menengah ke bawah, dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar kita. Tak perlu mahal membeli seperangkat NFT, karena kita juga bisa memanfaatkan botol-botol bekas sebagai wadah. Jadi konsep ramah lingkungannya juga dapat,” papar Rahma, yang beberapa kali diundang sebagai pembicara dalam program televisi untuk membahas soal hidroponik.

Nah, semoga ‘virus’ hidroponik yang ditebar Suardi dan istri ini juga menginfeksi Anda-anda semua. (koh)