Monday, November 19, 2018
Tags Posts tagged with "Sumut"

Sumut

61

Deliserdang – gnews.online |

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Sumut menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp120 juta kepada umat muslim Dusun Sebeas Sembekan Dua, Lau Gedang, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Hari Selasa (2/10/2018) di Masjid Nurul Yaqin Dusun Sebelas Sembekan Dua.

Kehadiran rombongan YBM PLN Sumut yang berjumlah 10 orang disambut langsung oleh ketua BKM Masjid Nurul Yaqin, beserta masyarakat Dusun Sebelas Sembekan Dua.

Bantuan yang disalurkan berupa bahan bangunan dan tukang untuk renovasi masjid, empat ekor kambing dan menempatkan dua orang Da’i untuk jangka waktu satu tahun.

Ketua Bidang Pendistribusian dan Pemberdayaan YBM PLN Sumut yang juga memimpin rombongan, Alamsyah Siregar menyampaikan, program ini merupakan salah satu program unggulan YBM PLN dalam upaya pemberdayaan kampung muallaf untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Dana yang disalurkan merupakan dana zakat dari penghasilan pegawai muslim PLN yang dipotong sebesar 2,5% setiap bulannya”, jelas Alam.

Alam juga menerangkan bahwa renovasi masjid sudah dilakukan sejak pertengahan Tahun 2018. Untuk fisik bangunan bantuan berupa penggantian atap seng, pengecatan, pemberian bak air di toilet, dan pemasangan plank tanda masjid. Sedangkan untuk kelengkapan dalam masjid, bantuan yang diberikan berupa Al-Quran, Buku Iqro’, karpet, sajadah, sarung, mukena dan alat-alat kebersihan masjid.

YBM PLN Sumut juga mendatangkan dua orang Da’i dari hasil kerjasamanya dengan Pos Da’i Sumut untuk tinggal selama satu tahun. Rumah sewa dan kebutuhan kehidupan sehari-hari juga disediakan, guna menunjang tugas memberikan bimbingan keagamaan dan memperkokoh keimanan warga Dusun Sebelas Sembekan Dua.

Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan YBM PLN Sumut dengan memberikan empat ekor kambing. Yang sedianya akan dipelihara bersama-sama oleh umat muslim Dusun Sebelas Sembekan Dua sebagai hewan ternak.

Keadaan Dusun Sebelas Sembekan Dua bisa dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Letaknya yang berada di dalam lembah di kawasan lereng Gunung Sibayak membuatnya sulit dijangkau menggunakan kendaraan roda empat sekalipun. Topografi perbukitan, dan jalan berbatu yang terjal membuat desa ini seperti terisolasi, meski jarak dari Kota Kecamatan Berastagi hanya kurang lebih 8 KM. Sinyal telepon seluler dan jaringan listrik juga belum mampu menjangkau daerah tersebut.

Warga Dusun Sebelas Sembekan Dua terdiri dari 70 KK yang berasal dari berbagai daerah dan suku, jumlah umat muslim terus bertambah dan saat ini sudah mencapai 20 KK. Sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, penggarap lahan maupun peternak.

Adanya program pemberdayaan kampung muallaf oleh YBM PLN Sumut ini seakan memberikan harapan baru bagi kemajuan umat muslim di Dusun Sebelas Sembekan Dua. Baik dalam bidang keagamaan maupun bidang perekonomian.

Ketua BKM Masjid Nurul Yaqin, Rasiman Ginting ketika ditemui seusai menerima bantuan menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada YBM PLN Sumut atas bantuan yang diberikan, ia berharap bantuan renovasi masjid ini dapat meningkatkan kesadaran umat muslim Dusun Sebelas Sembekan Dua dalam bidang keagamaan.

“Semoga masyarakat dapat memafaatkan kesempatan untuk mendalami Agama Islam dari ustadz yang diperbantukan kepada kami, dan semoga dapat menambah kualitas keimanan umat muslim di sini,” harap Rasiman.

YBM PLN Sumut akan menyalurkan bantuan tahap berikutnya kepada Dusun Sebelas Sembekan Dua, yang fokus pada perbaikan jalan menuju masjid dan lingkungan masjid, serta pembangunan rumah tinggal yang lebih layak untuk da’i. Bantuan yang akan diberikan nantinya senilai Rp 40 juta, dan akan disalurkan pada tahun ini juga. (art)

75

Medan – gnews.online |

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memberikan merchandise eksklusif dari Pertamina untuk pelanggan yang pada tanggal 2 Oktober 2018 menggunakan pakaian batik. Pemberian merchandise eksklusif ini dilakukan bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada Selasa (2/10/2018).

Pemberian merchandise eksklusif Pertamina ini diberikan kepada konsumen yang mengisi bahan bakar di SPBU 14.201.1157, yang terletak di Jl. Setia Budi No. 82, Kota Medan, Sumatera Utara.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk semangat Pertamina dalam menyambut Hari Batik Nasional dengan memberikan apresiasi kepada semua pelanggan yang menggunakan pakaian batik pada tangal tersebut dan tetap setia membeli produk – produk unggulan Pertamina.

“Hari Batik Nasional menjadi penting untuk diperingati karena Batik merupakan salah satu warisan bangsa yang sangat berharga. Sebagai bentuk penghargaan dari kami kepada pelanggan setia produk Pertamina, kami memberikan merchandise eksklusif bagi mereka yang mengisi bahan bakar di SPBU 14.201.1157 pada hari ini (2/10),” ujar Rudi.

20 Liter Pertamax Seharga Rp20 Ribu

Pada hari yang sama, Bank Mandiri bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) mengeluarkan program 20L Pertamax seharga Rp20 Ribu.

Program ini dalam rangka HUT Mandiri ke-20 kepada seluruh pemegang Mandiri. Dengan menggunakan Kartu Kredit, Debit, dan E-Money, yaitu transaksi Rp20 Ribu mendapatkan 20L Pertamax.

Promo ini berlaku di 2 SPBU Medan, yaitu SPBU Adam Malik dan SPBU Polonia, serta berlaku mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.00. (rel)

235

Medan – gnews.online |

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto melakukan pelepasan tim Relawan PLN Sumatera Utara Peduli Palu di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (2/10/2018) malam.

Sebelum melepas, Wiluyo berterima kasih kepada PLN Sumut yang telah menyiapkan tim relawan dan berpesan kepada para relawan agar selalu bekerja dengan baik dan mengenakan perlengkapan keselamatan saat bekerja.

Selain itu, Wiluyo juga meminta mereka untuk selalu menjalin komunikasi, tidak jalan sendiri-sendiri dan intens menyampaikan laporan kepada pimpinan tim. Pimpinan tim relawan Sumut pun dia minta menjalin koordinasi dengan pimpinan tim relawan PLN Pusat.

Usai menyampaikan pesan tersebut, dia bertanya kepada para relawan. “Apakah anda siap berangkat ke Palu?” Tanyanya. Dan kemudian dijawab para relawan dengan suara tegas. “Siap!”

Seusai secara resmi melakukan pelepasan, Wiluyo menjelaskan bahwa pengiriman relawan merupakan salah satu kebijakan PLN Pusat untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Palu dan Donggala.

“Sistem kelistrikan di sana banyak sekali mengalami gangguan karena banyaknya jaringan distribusi PLN yang tumbang sehingga memerlukan penanganan segera,” ujar Wiluyo.

Menurutnya, sampai dengan kemarin, Senin (1/10), Kota Palu dan Donggala masih mengalami padam listrik. Karena itu PLN memutuskan mengirimkan tim relawan dari seluruh Indonesia untuk membantu para petugas yang sedang bekerja di sana.

Untuk Sumatra, PLN memberangkatkan tim relawan dari Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Riau, masing-masing sebanyak 10 orang. Ditambah 7 orang lagi dari Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3BS). “Jadi ada total 37 orang relawan yang kami berangkatkan,” jelasnya.

Secara nasional, sejauh ini PLN sudah memberangkatkan sekitar 500 orang relawan ke Palu dan Donggala. Tim reaksi cepat ini terdiri dari pegawai PLN dan personel outsourcing yang ditugaskan membenahi jaringan-jaringan distribusi.

“Tidak ada batas waktu penugasan mereka di sana. Mereka akan berada di Palu dan Donggala sampai listrik di sana pulih,” jelasnya.

Lebih lanjut dituturkannya, pengiriman relawan merupakan satu dari beberapa kebijakan khusus yang dikeluarkan PLN dalam menyikapi bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala. Selain relawan, sebelumnya PLN juga sudah memberangkatkan kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plan) berkapasitas 400 MW.

Kemudian PLN juga sudah mengirim berbagai perlengkapan kelistrikan dan genset serta alat-alat berat lainnya. “Kami harapkan seminggu ini (pemulihan listrik) sudah bisa selesai.”

General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto menambahkan, tim relawan diberangkatkan malam ini juga ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Palu dan Donggala, besok pagi.

“Tim ini kami bentuk dalam waktu singkat untuk dikirim membantu pemulihan kelistrikan di kedua daerah bencana tersebut,” ujarnya. (rel)

127

Medan – gnews.online |

Rumah Sakit Umum Royal Prima merupakan rumah sakit pertama yang ada di Medan yang mendapatkan layanan prioritas dari PLN Sumatera Utara sebagai pelanggan premium. Hal tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara RSU Royal Prima dengan PLN.

RSU Royal Prima telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) Layanan Premium Silver dengan kapasitas daya 865.000 VA dan 1.100.000 VA. Penandatanganan tersebut dilakukan Direktur Operasional RSU Royal Prima Yusriando dan GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto disaksikan Wagubsu Musa Rajekshah dan Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto, di Balai Astakona, Gedung PLN Wilsu, Jl. KL Yos Sudarso Medan, Senin (1/10/2018).

“PLN siap memberikan layanan terbaiknya bagi RSU Royal Prima dan membuat RSU Royal Prima menjadi rumah sakit pertama di Sumut yang menggunakan layanan prioritas sebagai pelanggan premium,” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara PT PLN (Persero) Wilayah Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terkait Layanan Satu Pintu untuk mewujudkan Sumut menjadi daerah tujuan pariwisata dan investasi. MoU itu ditandatangani oleh General Manager PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto, dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, PLN berkomitmen mendukung kemajuan pembangunan di Sumut dengan kondisi kelistrikan Sumut yang semakin handal saat ini. “Dan PLN pun siap mendukung Pemprov Sumut untuk menarik investor sebanyak-banyaknya, menumbuhkembangkan pariwisata dan perekonomian Sumut, dan menjadikan Sumut sebagai daerah tujuan investasi,” katanya.

Disebutkan dengan beban puncak sekitar 2.150 MW pada sistem Sumbagut, PLN memiliki reserve margin (cadangan) sebesar 10% hingga 20% atau sekitar 300 MW. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2018, juga menunjukkan bahwa pada 2018, PLN akan memperoleh total penambahan suplai daya pembangkit sebesar 399 MW.

Kemudian RUPTL 2020 menunjukkan angka penambahan daya pembangkit mencapai 1.680 MW. “Sebagai informasi, bahwa pertumbuhan kwh jual di Sumut pada tahun 2018 mencapai 9%, dua kali lipat pertumbuhan kwh jual nasional yang baru mencapai 4%,” sebutnya.

Sehingga kecukupan energi listrik yang dimiliki sistem Sumbagut ini, diharapkan dapat mendorong pariwisata dan perekonomian Sumut, meningkatkan jumlah investasi ke Sumut, meningkatkan daya saing, membantu percepatan pembangunan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan PLN.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksah mendukung penuh sinergi PLN dengan Pemprovsu. Menurutnya, Pemprovsu akan memberi dukungan pelayanan satu pintu, sebagaimana yang dibutuhkan dalam pembangunan kelistrikan Sumut untuk mendukung iklim investasi.

“Energi listrik ini sangat penting, sangat dibutuhkan baik oleh investor maupun masyarakat. Dengan adanya kerjasama ini, yaitu adanya energi listrik yang cukup dan dengan perizinan yang mudah dan tepat, tentu membuat investor semakin yakin untuk menanamkan modalnya di Sumut agar mendorong perekonomian Sumut,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Musa Rajekshah, Pemprovsu berharap PLN terus memaksimalkan pembangunan kelistrikan di Sumut. Misalnya terpenuhinya sambungan listrik hingga ke desa-desa dan dusun-dusun di Sumut. “Saya yakin bahwa PLN sudah memprogramkan itu,” ujarnya.

Dalam upaya mewujudkan Sumut sebagai tujuan pariwisata dan investasi, pada kesempatan itu dilaksanakan juga penandatanganan beberapa MoU lainnya, seperti MoU Layanan Premium dengan Bank Sumut serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Kemudian MoU Penyambungan Baru Perumahan dengan Apersi dan Apersi Bersatu, serta MoU Layanan Protokoler Bandara dengan PT Gapura Angkasa sebagai wujud untuk memberikan pelayanan tambahan kepada pelanggan prioritas PLN. (art)

111

Medan – gnews.online|

PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara telah menandatangani naskah Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Cipta Multi Listrik Nasional (CMLN) untuk proyek pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) berkapasitas 9,9 MW.

Menurut General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Feby Joko Priharto, dengan penandatangan PJBL tersebut total pembangkit dari energi terbarukan sudah sebesar 1.199,12 MW. Yang mana pada 2017 total kapasitas yang sudah dilakukan penandatanganan PJBL adalah sebesar 1.189,22 MW.

Penggunaan pasokan listrik dari pembangkit biomasa yang berlokasi di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang, ini merupakan realisasi komitmen PLN mengembangkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) bersama dengan para IPP.

“Yakni dengan memanfaatkan sumber daya EBT yang mempunyai potensi tinggi di Indonesia, tidak terkecuali di Sumut,” sambungnya, seusai penandatanganan naskah PJBL, di Medan, Rabu (26/9/2018).

Dia ungkapkan, pasokan yang diterima dari pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) ini akan berpotensi menurunkan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di wilayah kerjanya.

PLTBm milik PT CMLN diproyeksi akan menghemat penggunaan BBM untuk PLTD sampai sekitar 17.000 kilo liter per tahun. Bila dibandingkan dengan PLTD, PLTBm tersebut akan menghemat sekitar Rp98 miliar per tahun.

“Saat ini IPP yang sudah berjalan sebanyak 21 IPP dengan total daya 300 MW,” tambahnya.

Lebih lanjut Feby memaparkan, penggunaan pembangkit biomasa ini utamanya sebagai upaya mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik.

Juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah mengoptimalkan BPP tenaga listrik guna mewujudkan penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan serta tarif yang terjangkau oleh masyarakat dan kompetitif bagi dunia industri.

“Penandatanganan PJBL ini merupakan salah satu bukti nyata dari upaya kami dan menunjukkan bahwa Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 workable bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” demikian Feby. (art)

307

Medan – gnews.online|

PT Cipta Multi Listrik akan ikut menopang kapasitas PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara dengan menyalurkan daya sebesar 9,9 megawatt dari pembangkit biomasa mulai 2020.

Hal itu dipastikan lewat penandatanganan naskah Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) antar kedua pihak, di Medan, Rabu (26/9/2018).

Penandatanganan dilakukan General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto dan Direktur PT Cipta Multi Listrik Nasional, Franstan Wijaya, disaksikan Kepala Seksi Harga Jual dan Sewa Jaringan Tenaga Listrik, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Ario Panggi.

Seusai penandatanganan naskah PJBL, Feby Joko mengungkapkan, ini merupakan implementasi dari salah satu upaya PLN dan Pemerintah memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025.

“Juga untuk menciptakan harga listrik yang kompetitif dan affordable,” ujarnya.

Dia menjelaskan, meskipun cadangan batubara pada saat ini meningkat menjadi 37 miliar ton dengan sumber daya 166 miliar ton, tetapi PLN tetap berupaya agar energi terbarukan tetap dikembangkan sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik.

Karena itu pihaknya membeli pasokan dari PT Cipta Multi Listrik Nasional untuk proyek pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) yang berlokasi di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang dengan kapasitas 9,9 MW.

Pembangkit ini memanfaatkan energi biomasa kayu dari replanting kebun karet milik PTPN III dengan investasi sekitar Rp340 Miliar dan ditargetkan COD pada September 2020.

Adapun perjanjian jual-beli ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Permen tersebut mengatur harga pembelian tenaga listrik dari PLTBm di Sumatera Utara paling tinggi 85% BPP Pembangkitan sistem setempat, apabila BPP Pembangkitan setempat di atas rata-rata BPP Pembangkitan Nasional. (art)

282

Medan – gnews.online |

PT PLN (Persero) Sumatera Utara mengajak para pelaku usaha di kawasan industri untuk beralih menggunakan layanan premium karena ketersediaan listrik di wilayahnya sudah memiliki surplus dengan reserve margin sebesar 10-20% atau sekitar 300 MW.

General Manager PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto mengatakan, para pelaku usaha tidak perlu lagi mengkhawatirkan suplai listrik dalam berinvestasi. Saat ini PLN Sumut sudah mampu memasok listrik dengan optimal melalui layanan prioritas, atau yang disebut dengan Layanan Premium.

“Layanan Premium ini kami tawarkan kepada seluruh pelanggan yang memerlukan kehandalan tinggi untuk operasional industri-industri,” ujarnya di selal-sela Investor Gathering dengan pelaku industri, di Medan, Selasa (25/9).

Dia menjelaskan, perbedaan layanan Reguler dengan Premium terletak pada kehandalan pasokan. Layanan Premium memastikan pelanggan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tanpa padam. Layanan Premium ini terbagi ke dalam empat kategori, yakni Bronze, Silver, Gold dan paling tinggi adalah Platinum.

“Berapapun dayanya, kami siap sambung,” ucap Feby.

Selain surplus, dia juga mengungkapkan bahwa kehandalan listrik di wilayah kerjanya juga akan ditopang infrastruktur Tol Listrik dari Aceh sampai Lampung. Begitu juga dengan pembangunan beberapa pembangkit listrik baru serta pembangunan Gardu-Gardu Induk dan Gardu Hubung.

Kehandalan pasokan juga sepanjang ini telah mampu mengiringi pertumbuhan pertumbuhan tenaga listrik di wilayah kerjanya yang mencapai 9%. Angka itu sama dengan dua kali lipat pertumbuhan listrik Nasional yang hanya sekitar 4-5%.

“Artinya, pada saat ini PLN sudah mampu melayani dengan optimal kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara yang pada saat ini mengkonsumsi listrik dengan Beban Puncak rata-rata 2.150 MW,” sambung Feby.

Penguatan kehandalan pasokan listrik PLN tersebut diakui Direktur Utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Wahyudi Syahrul Ramadhani. Dia menilai PLN saat ini sudah mapan dalam membangun infrastruktur tenaga listrik.

“Listrik merupakan sarana yg harus disiapkan di Sei Mangke, dan PLN telah meningkatkan kehandalan,” ujarnya.

Menurut Marketing Manajer PT Kawasan Industri Medan Jefry Sirait, dulu kondisi di kawasan industri masih sering merasakan pemadaman, tetapi kondisi saat ini sudah sangat baik dan pemadaman sudah berkurang.

“Kami sudah menikmati nyamannya listrik di Kawasan Industri Medan. Kawasan Industri sudah diisi oleh 700 tenant, atau sudah terisi 70%. Untuk menjual kawasan ini, hal yg pertama akan ditanyakan adalah terkait ketersediaan listrik,” tuturnya.

Beberapa jam sebelumnya, PLN Wilsu juga menggelar Investor Gathering dengan para pelaku usaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut. Pada kesempatan itu para pelaku usaha juga ditawarkan layanan listrik premium.

Dan pada hari yang sama, PLN Wilsu telah mendapatkan dua pelanggan baru layanan premium, yakni Garuda Plaza Hotel dan PT Canang Indah. Sebelum gathering dengan PHRI berakhir, Manager PLN Area Medan Lelan Hasibuan dan Managing Director Garuda Plaza Hotel menandatangani Nota Kesepakatan Layanan Premium Silver.

Selanjutnya, Lelan juga melakukan peresmian Penyambungan Baru Layanan Prioritas Silver di PT Canang Indah. Dengan demikian, PLN Medan sudah memiliki empat pelanggan layanan premium di wilayah kerjanya. (art)

243

Medan – gnews.online |

Dalam rangka meningkatkan pariwisata dan perekonomian Sumatera Utara, PLN Wilayah Sumatera Utara mengajak para investor, khususnya Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka dengan menjadi pelanggan prioritas PLN dengan Layanan Premium.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto mengatakan, PLN menawarkan program pelanggan prioritas dengan layanan premium. Layanan premium memastikan bahwa pelanggan akan memperoleh pasokan listrik yang lebih baik dan tentu tanpa padam. Adapun layanan premium terdiri dari layanan bronze, silver, gold dan paling tinggi adalah platinum.

“Pertambahan pelanggan dari segmen hotel dan restoran sangat diharapkan untuk memacu pertumbuhan sektor riil ekonomi Sumut, di samping untuk menyerap kelebihan daya listrik yang ada di Sumut saat ini,” kata Feby Joko Priharto di hadapan pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, dalam acara bertajuk Investor Gathering PLN dan PHRI di Balai Agung Astakona Kantor PLN Wilayah Sumut, Selasa (25/9/2018).

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, sebut Feby, saat ini cadangan daya yang tersedia di Sumut sudah mencapai 10% hingga 15%, dan secara nasional sudah 30%.

Bahkan menurut Senior Manager PLN Wilayah Sumut Rino Gumpar Hutasoit, saat ini surplus daya yang tersedia di Sumut mencapai hingga sekitar 637 Mega Watt (MW). Sementara beban puncak saat ini hanya 1.740 MW.

Lebih lanjut Feby mengatakan, PLN Sumut siap melayani kebutuhan listrik yang dibutuhkan hotel dan restoran. “Selama ini kalau mungkin kehadiran PLN dalam arti seutuhnya belum dirasakan, namun saat ini PLN benar-benar hadir untuk kemajuan kita bersama,” kata Feby.

Tidak hanya kesiapan dari sisi ketersediaan, PLN Sumut ujar Feby, juga siap untuk memberikan layanan prioritas untuk penyambungan baru, penambahan daya, termasuk mengatasi masalah yang terjadi, seperti kekurangan daya, gangguan listrik, komplain dan persoalan sertifikat laik operasi (SLO) serta masalah teknis lainnya.

Di samping itu, lanjut Feby, PLN Wilayah Sumut juga terus concern meningkatkan kualitas. “Artinya kita menyiapkan infrastuktur listriknya, memelihara jaringannya, dan mendistribusikannya bahkan hingga ke desa-desa,” kata Feby.

Saat ini, pusat perbelanjaan Centre Point di Jalan Jawa Medan, adalah salah satu pelanggan pelaku usaha retail di Medan memanfaatkan layanan premium. Kemudian untuk pelanggan di bidang usaha tambang, adalah Tambang Emas Martabe di Tapsel.

Sementara itu, Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana menyambut baik inisiatif PLN mengundang pelaku usaha perhotelan dan restoran Sumut. “Dan saya dengar dan saya lihat juga ya, layanan PLN saat ini sudah berubah, lebih baik,” katanya.

Karenanya, Denny Wardhana mengajak pelaku usaha hotel dan restoran di Sumut memanfaatkan tawaran kemitraan dengan PLN Wilayah Sumut. “Dan kalau ada kendala, kita dari PHRI siap ikut mengatasinya,” tegas Denny.

Pada kesempatan itu, Denny Wardhana yang juga General Manager Hotel Garuda Plaza Medan itu, menandatangani nota kesepakatan layanan premium silver dengan Manager PLN Area Medan, Lelan Hasibuan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Arief Trinugroho menyambut baik ketersediaan daya listrik dalam kondisi cukup di Sumut.

“Ketersediaan listrik menjadi poin penting dalam rangka mempromosikan potensi investasi Sumut bagi investor. Artinya ketersediaan listrik merupakan langkah maju untuk menggenjot iklim investasi di Sumut,” kata Arief. (art)

 

63

GUNUNG SITOLI – gnews.online |

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Sumut memberikan bantuan senilai Rp141,5 juta untuk pengembangan Museum Pusaka Nias yang terletak di Kota Gunung Sitoli.

Bantuan berupa perlengkapan elektronik yang dapat meningkatkan standar kualitas museum agar lebih mumpuni dalam operasional sehari-hari. Antara lain, seperti CCTV beserta layar monitor 40 inch, komputer dan laptop, handy talkie dan alat-alat kebersihan dan dustbin 240 L.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto kepada Direktur Museum Pusaka Nias, Nata Alui Duha usai seminar kelistrikan di Kantor Bupati Nias, Selasa (18/9/2018).

Penyerahan bantuan disaksikan Bupati Nias Sokhiatulo Laoli dan unsur pimpinan daerah Nias. Kemudian Senior Manager SDM PLN Wilayah Sumut Suyadi, Senior Manager Perencanaan Saleh Siswanto dan Manager PLN Area Nias Evan Suseno Sirait.

“Demi mendukung perkembangan Museum Nias, PLN melalui Bina Lingkungannya memberikan bantuan senilai Rp141.500.000. Diharapkan museum ini menjadi salah satu destinasi wisata di Pulau Nias yang ikonik,” kata Feby.

Selain itu, PLN juga akan memberikan pelatihan manajemen keuangan serta pemasaran untuk mempromosikan Museum Pusaka Nias sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Nias. PLN juga akan mendukung Museum Pusaka Nias untuk mengembangkan seni tradisional budaya Nias. Dengan ini diharapkan turis dapat mengenal Nias lebih dalam dengan mengunjungi Museum ini.

Sebagaimana diketahui, Museum Pusaka Nias yang terletak di tepi pantai ini, merupakan satu-satunya Museum yang memiliki 6.000 artefak dan fauna endemik Nias. Museum ini juga memiliki penginapan berkapasitas total 30 orang dengan bentuk rumah-rumah adat Nias.

Rumah-rumah adat Nias itu sudah dimodifikasi dengan fasilitas dan kenyamanan yang tidak kalah dengan standar hotel berbintang. “PLN mengharapkan agar masyarakat di Nias juga turut andil dalam mewujudkan Nias Terang 2019 ini,” tutup Feby. (rel)

69

GUNUNG SITOLI – gnews.oline |

Untuk mencapai Nias Terang 2019, PLN menunjukkan komitmen yang kuat dengan melakukan berbagai hal. Salah satunya meningkatkan nilai investasi listrik desa di kepulauan Nias hingga Rp354 miliar.

GM PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto menyatakan, pada tahun 2017, anggaran investasi listrik desa ke Nias berjumlah Rp50 miliar dari total anggaran listrik desa di Sumut yang bernilai Rp278 miliar.

“Tahun 2017 PLN menyalurkan investasi 20 persen untuk listrik desa di Nias. Pada 2018 kita tingkatkan lagi, alokasi investasi jadi Rp90 miliar dari 180 miliar anggaran listrik desa se-Sumatera Utara. Artinya 50 persen ke Nias. Nah, pada 2019, dari Rp400 miliar kita anggarkan sekitar 90 persen ke Nias. Yakni Rp354 miliar,” katanya Selasa (18/9).

Feby menyebutkan, Pulau Nias termasuk pulau yang memiliki alam yang luar biasa. Salah satu pulau yang lengkap infrastruktur kelistrikan ada di Nias.

“Hal ini akan menjawab kebutuhan. Apalagi pada 2019 nanti, kita harapkan Rp354 miliar di tahun 2019, adalah upaya kita mewujudkan Nias Terang. Tentu PLN tidak bisa berjalan sendiri, untuk mewujudkan ini kami butuh para bupati, dan semua warga di Nias, yang pada akhirnya kita ingin listrik bisa hadir di semua rumah di Nias,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, perwujudan Nias Terang tidak bisa dipungkiri kembali pada kemampuan masyarakat dalam membayar listrik. “Dan ini juga sudah ada kemudahan, ada subsidi dari pemerintah. Nah, ini juga PLN perlu data dari pemerintah daerah, pada siapa yang layak diberikan subsidi tersebut,” pungkasnya. (rel)