Monday, July 15, 2019
Tags Posts tagged with "Sumut"

Sumut

64

Medan-gnews |

Seminggu pertama Ramadhan 1440 H, Pertamina Marketing Operation (MOR) I menambah penyaluran elpiji dan BBM di wilayah Sumut. Selama 1 hingga 13 Mei 2019, penyaluran elpiji subsidi 3 kg sebesar 112 persen dari penyaluran normal. Adapun penyaluran Premium mencapai 102,1 persen dari rerata normal.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo menjelaskan, penambahan ini merespon peningkatan konsumsi elpiji dan BBM. “Di awal Ramadhan, masyarakat Sumut melaksanakan beragam tradisi, seperti memasak bubur melayu dan sebagainya. Ini salah satu penyebab meningkatnya konsumsi elpiji,” katanya.

Sebanyak hampir 430.000 tabung per hari elpiji subsidi 3 kg disalurkan ke 9.150 pangkalan di wilayah Sumut. Di samping penyaluran ke pangkalan, distribusi juga dilakukan melalui mekanisme pasar murah. Seperti yang dilaksanakan di Mandailing Natal, bekerja sama dengan Pemda setempat pada 6 Mei lalu.

Elpiji non subsidi Bright Gas pun mencatat peningkatan konsumsi 106 persen. Untuk lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran, Pertamina mengadakan kegiatan berbuka dengan usaha mikro dan komunitas  (BEDUK) Bright Gas.

“Kami mengadakan program BEDUK Bright Gas bekerja sama dengan Hiswana Migas. Acara ini memberdayakan usaha kuliner yang menggunakan Bright Gas,” ujar Roby pada acara BEDUK Bright Gas di Panti Asuhan Muhammadiyah Kisaran Kabupaten Asahan, Rabu (15/5). Pada kesempatan itu diserahkan pula santunan kepada 70 anak panti asuhan.

Sementara penyaluran Premium sejak awal Mei meningkat dari penyaluran normal 1,2 juta liter menjadi 1,22 juta liter. Pertamax dan Pertamax Turbo pun mencatat kenaikan masing-masing sebesar 0,4 persen dan 2,7 persen.

Selain itu Pertamina MOR I juga melaksanakan program Pertamina Berbagi dengan menyisihkan 5 rupiah per liter dari penjualan BBM berkualitas non subsidi. Dimanfaatkan untuk santunan kepada kaum dhuafa serta renovasi masjid maupun mushalla sekitar SPBU. (art)

168

Medan – gnews.online |

Dari sekitar lima juta pekerja di Sumatera Utara, hingga Desember 2018, baru sekitar 25 persen pekerja yang terlindungi oleh Jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan sekitar 75% lagi yang mayoritas merupakan pekerja informal belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut dikatakan Deputi Direktur Wilayah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Umardin Lubis, pada acara Gathering Wartawan dan Serikat Buruh tahun 2018, di Hotel Polonia Medan, Sabtu (15/12/2018).

“Sampai saat ini baru sekitar 25 persen pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Itu didominasi pekerja formal dan sektor konstruksi,” kata Umardin Lubis.

Lebih lanjut, Umardin menjelaskan, pekerja yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan mayoritas dari sektor informal khususnya UMKM. Sedangkan perusahan besar, sebagian besar sudah mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak pekerja informal yang belum terdaftar. Untuk itu tahun 2019 kita targetkan harus banyak pekerja yang sudah tercover. Karena pekerja baik formal maupun informal sebenarnya wajib dilindungi BPJS Ketenagakerjaan,” sebutnya.

Terkait masih sedikitnya pekerja yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Umardin menjelaskan, kendala yang dihadapi selama ini adalah masih banyak pekerja informal yang merasa tidak perlu mendaftarkan diri dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sebab mereka merasa belum terlalu membutuhkannya.

“Kalau pekerja informal, mereka merasa tidak wajib, karena bukan kebutuhan saat itu. Sedangkan BPJS Kesehatan saja yang merupakan kebutuhan, masih banyak yang pada saat butuh baru mendaftar. Apalagi BPJS Ketenagakerjaan, banyak pekerja yang merasa belum butuh. Jadi ini yang mau kita ubah agar menjadi kebutuhan,” jelasnya.

Untuk itu, Umardin menegaskan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran bagi pekerja agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kegiatan sosialisasi ini salah satunya kepada pekerja sektor informal yang masih banyak belum mengetahui perlunya terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Kita harap banyak pekerja yang sadar akan perlunya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya. (art)

114

Medan – gnews.online |

PT. Smartfren Telecom, Tbk, sebagai perusahaan penyedia jasa layanan internet berbasis teknologi 4G LTE merayakan Natal keluarga besar Smartfren, yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (14/12).

Regional Head Northern Sumatera, Jefry Batubara menyampaikan, makna Natal tahun ini untuk kebersamaan, memperteguh komitmen, meningkatkan kinerja dan pelayanan sebagai bentuk akselerasi, transformasi khusus nya di lingkup perusahaan.

“Marilah kita terus menjaga kebersamaan kita, menjaga keberagaman dan terus menerus semangat etos kerja, dengan menjungjung tinggi nilai-nilai profesionalisme, meningkatkan kompetensi,disiplin dan tidak henti menebar kasih kepada sesama, sikap toleransi dan tenggang rasa,” ujarnya.

Dengan tema dan sub tema perayaan Natal tahun ini akan menciptakan lingkungan kerja yang positif. Tentunya dengan menanamkan damai dalam hati dapat mempersatukan sesama karyawan dalam mecapai tujuan perusahaan, sehingga Smartfren menjadi Perusahaan Telekomunikasi yang terpercaya oleh masyarakat.

Ketua Panitia Natal keluarga besar Smartfren Christopel Gultom mengungkapkan rasa syukur nya, karena dapat terlaksana perayaan Natal tahun ini dengan hikmat dan lancar. Dalam perayaan Natal tahun ini panitia natal Smartfren memberikan bingkisan natal untuk karyawan / karyawati dan anak-anak yang ikut hadir. (art)

107

Tobasa – gnews.online |

Tim SAR gabungan berhasil menemukan 8 orang jenazah tertimbun longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis dini hari (13/12/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya menyampaikan, longsor telah menimbun 4 rumah dengan 12 orang warga di dalam rumah saat masih tidur. Dua orang masih dalam pencarian dan 2 orang selamat dalam kondisi luka-luka. Korban dibawa ke rumah sakit terdekat.

Disebutkan, hujan terus-menerus yang berlangsung sejak Minggu hingga Kamis menyebabkan longsor di beberapa tempat. Posisi rumah berada di bawah lereng perbukitan. Material longsor di perbukitan langsung meluncur dan menimbun 4 rumah di bawahnya.

Tim SAR gabungan dari BPBD Toba Samosir bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dari PT Inalum, PT Jasa Tirta, PT Badjra Daya, PT TPL, relawan lain dan masyarakat terus melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Bupati dan Wakil Bupati Tobasa telah meninjau ke lokasi bencana. 5 Unit alat berat dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban longsor.

Dia menyebutkan, longsor terus terjadi cukup merata di beberapa wilayah di Indonesia. Tercatat sudah terjadi 430 kejadian bencana longsor di Indonesia sejak Januari 2018 hingga 13 Desember 2018. Dampak yang ditimbulkan 129 orang meninggal dan hilang, 115 orang luka-luka, 37.933 orang mengungsi dan terdampak, dan 1.948 rumah rusak.

Diperkirakan bencana longsor akan terus meningkat seiring meningkatnya curah hujan. Puncak hujan periode ini sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Januari-Februari 2019 mendatang.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Prediksi daerah rawan longsor bulanan di seluruh Indonesia dapat dilihat pada website PVMBG, bahkan hingga tingkat kecamatan dengan tingkat bahayanya dari rendah, sedang dan tinggi. BPBD, aparat lain dan masyarakat dapat menggunakan peta tersebut sebagai rujukan untuk meningkatkan sosialisasi dan kewaspadaannya.

Mitigasi bencana longsor, baik struktural dan non struktural masih perlu ditingkatkan. Sistem peringatan dini longsor masih sangat terbatas jumlahnya. Hanya sekitar 300-400 unit yang ada di daerah rawan longsor, sementara kebutuhannya lebih dari ratusan ribu unit.

Terbatasnya anggaran baik APBN dan APBD menyebabkan belum semua daerah rawan longsor memiliki peringatan dini longsor.

Peran dunia usaha dan BUMN/BUMD juga masih sangat minim membantu pengadaaan alat ini di daerah operasinya. Begitu juga sosialisasi masyarakat mengenai antisipasi longsor juga masih perlu terus ditingkatkan. (art)

122

Medan – gnews.online |

Sebagai wujud kepedulian sosial, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I) bersinergi dengan PKPU Human Initiative menggelar kegiatan bakti sosial kemasyarakatan di Gedung Serbaguna, Kantor Pertamina MOR I, Medan, Kamis (13/12).

Kegiatan bakti sosial yang bertepatan dalam rangka HUT ke-61 Pertamina, meliputi pemeriksaan kesehatan gratis bagi 1.000 masyarakat sekitar di wilayah operasi perusahaan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan asam urat, kolesterol, serta gula darah dalam tubuh oleh dokter dan dapat melakukan pengobatan bila diperlukan.

General Manager Pertamina MOR I Agustinus Santanu berharap kegiatan bakti sosial dengan pemeriksaan kesehatan gratis bersinergi dengan PKPU Human Initiative dapat bermanfaat bagi penerima manfaat sehingga mereka dapat terobati dengan baik dan tetap diberikan kesehatan untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

“Pertamina memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, salah satunya dengan menyediakan pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar wilayah operasi. Kegiatan ini tentunya berhubungan dengan program CSR akan terus digelar, guna terwujudnya kepentingan umum menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Santanu.

Selain mengadakan pengobatan gratis, juga dilakukan seminar kesehatan oleh dr. Diyon, Area Manager Medical MOR I. Seminar yang dilakukan adalah mengenai kesehatan, sehingga masyarakat dapat lebih mengetahui bagaimana menjaga kesehatan mereka sebagai tindakan preventif.

“Tindakan pencegahan pertama untuk terhindar dari penyakit salah satunya adalah mencuci tangan, karena tangan merupakan salah satu medium penyebaran bakteri dan kuman yang bisa menyebabkan kematian pada manusia,” kata dr. Diyon.

Bakti Sosial bersama PKPU Human Initiative merupakan salah satu wujud keberlangsungan sinergi dalam upaya peninkatan kesehatan masyarakat di Sumatera Utara. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengobatan gratis dan seminar mengenai kesehatan, maka masyarakat dapat melakukan pengobatan yang dibutuhkan serta menjadi lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan mereka. (art)

144

Deliserdang – gnews.online |

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Sumut menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp120 juta kepada umat muslim Dusun Sebeas Sembekan Dua, Lau Gedang, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Hari Selasa (2/10/2018) di Masjid Nurul Yaqin Dusun Sebelas Sembekan Dua.

Kehadiran rombongan YBM PLN Sumut yang berjumlah 10 orang disambut langsung oleh ketua BKM Masjid Nurul Yaqin, beserta masyarakat Dusun Sebelas Sembekan Dua.

Bantuan yang disalurkan berupa bahan bangunan dan tukang untuk renovasi masjid, empat ekor kambing dan menempatkan dua orang Da’i untuk jangka waktu satu tahun.

Ketua Bidang Pendistribusian dan Pemberdayaan YBM PLN Sumut yang juga memimpin rombongan, Alamsyah Siregar menyampaikan, program ini merupakan salah satu program unggulan YBM PLN dalam upaya pemberdayaan kampung muallaf untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Dana yang disalurkan merupakan dana zakat dari penghasilan pegawai muslim PLN yang dipotong sebesar 2,5% setiap bulannya”, jelas Alam.

Alam juga menerangkan bahwa renovasi masjid sudah dilakukan sejak pertengahan Tahun 2018. Untuk fisik bangunan bantuan berupa penggantian atap seng, pengecatan, pemberian bak air di toilet, dan pemasangan plank tanda masjid. Sedangkan untuk kelengkapan dalam masjid, bantuan yang diberikan berupa Al-Quran, Buku Iqro’, karpet, sajadah, sarung, mukena dan alat-alat kebersihan masjid.

YBM PLN Sumut juga mendatangkan dua orang Da’i dari hasil kerjasamanya dengan Pos Da’i Sumut untuk tinggal selama satu tahun. Rumah sewa dan kebutuhan kehidupan sehari-hari juga disediakan, guna menunjang tugas memberikan bimbingan keagamaan dan memperkokoh keimanan warga Dusun Sebelas Sembekan Dua.

Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan YBM PLN Sumut dengan memberikan empat ekor kambing. Yang sedianya akan dipelihara bersama-sama oleh umat muslim Dusun Sebelas Sembekan Dua sebagai hewan ternak.

Keadaan Dusun Sebelas Sembekan Dua bisa dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Letaknya yang berada di dalam lembah di kawasan lereng Gunung Sibayak membuatnya sulit dijangkau menggunakan kendaraan roda empat sekalipun. Topografi perbukitan, dan jalan berbatu yang terjal membuat desa ini seperti terisolasi, meski jarak dari Kota Kecamatan Berastagi hanya kurang lebih 8 KM. Sinyal telepon seluler dan jaringan listrik juga belum mampu menjangkau daerah tersebut.

Warga Dusun Sebelas Sembekan Dua terdiri dari 70 KK yang berasal dari berbagai daerah dan suku, jumlah umat muslim terus bertambah dan saat ini sudah mencapai 20 KK. Sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, penggarap lahan maupun peternak.

Adanya program pemberdayaan kampung muallaf oleh YBM PLN Sumut ini seakan memberikan harapan baru bagi kemajuan umat muslim di Dusun Sebelas Sembekan Dua. Baik dalam bidang keagamaan maupun bidang perekonomian.

Ketua BKM Masjid Nurul Yaqin, Rasiman Ginting ketika ditemui seusai menerima bantuan menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada YBM PLN Sumut atas bantuan yang diberikan, ia berharap bantuan renovasi masjid ini dapat meningkatkan kesadaran umat muslim Dusun Sebelas Sembekan Dua dalam bidang keagamaan.

“Semoga masyarakat dapat memafaatkan kesempatan untuk mendalami Agama Islam dari ustadz yang diperbantukan kepada kami, dan semoga dapat menambah kualitas keimanan umat muslim di sini,” harap Rasiman.

YBM PLN Sumut akan menyalurkan bantuan tahap berikutnya kepada Dusun Sebelas Sembekan Dua, yang fokus pada perbaikan jalan menuju masjid dan lingkungan masjid, serta pembangunan rumah tinggal yang lebih layak untuk da’i. Bantuan yang akan diberikan nantinya senilai Rp 40 juta, dan akan disalurkan pada tahun ini juga. (art)

155

Medan – gnews.online |

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memberikan merchandise eksklusif dari Pertamina untuk pelanggan yang pada tanggal 2 Oktober 2018 menggunakan pakaian batik. Pemberian merchandise eksklusif ini dilakukan bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada Selasa (2/10/2018).

Pemberian merchandise eksklusif Pertamina ini diberikan kepada konsumen yang mengisi bahan bakar di SPBU 14.201.1157, yang terletak di Jl. Setia Budi No. 82, Kota Medan, Sumatera Utara.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk semangat Pertamina dalam menyambut Hari Batik Nasional dengan memberikan apresiasi kepada semua pelanggan yang menggunakan pakaian batik pada tangal tersebut dan tetap setia membeli produk – produk unggulan Pertamina.

“Hari Batik Nasional menjadi penting untuk diperingati karena Batik merupakan salah satu warisan bangsa yang sangat berharga. Sebagai bentuk penghargaan dari kami kepada pelanggan setia produk Pertamina, kami memberikan merchandise eksklusif bagi mereka yang mengisi bahan bakar di SPBU 14.201.1157 pada hari ini (2/10),” ujar Rudi.

20 Liter Pertamax Seharga Rp20 Ribu

Pada hari yang sama, Bank Mandiri bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) mengeluarkan program 20L Pertamax seharga Rp20 Ribu.

Program ini dalam rangka HUT Mandiri ke-20 kepada seluruh pemegang Mandiri. Dengan menggunakan Kartu Kredit, Debit, dan E-Money, yaitu transaksi Rp20 Ribu mendapatkan 20L Pertamax.

Promo ini berlaku di 2 SPBU Medan, yaitu SPBU Adam Malik dan SPBU Polonia, serta berlaku mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.00. (rel)

311

Medan – gnews.online |

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto melakukan pelepasan tim Relawan PLN Sumatera Utara Peduli Palu di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (2/10/2018) malam.

Sebelum melepas, Wiluyo berterima kasih kepada PLN Sumut yang telah menyiapkan tim relawan dan berpesan kepada para relawan agar selalu bekerja dengan baik dan mengenakan perlengkapan keselamatan saat bekerja.

Selain itu, Wiluyo juga meminta mereka untuk selalu menjalin komunikasi, tidak jalan sendiri-sendiri dan intens menyampaikan laporan kepada pimpinan tim. Pimpinan tim relawan Sumut pun dia minta menjalin koordinasi dengan pimpinan tim relawan PLN Pusat.

Usai menyampaikan pesan tersebut, dia bertanya kepada para relawan. “Apakah anda siap berangkat ke Palu?” Tanyanya. Dan kemudian dijawab para relawan dengan suara tegas. “Siap!”

Seusai secara resmi melakukan pelepasan, Wiluyo menjelaskan bahwa pengiriman relawan merupakan salah satu kebijakan PLN Pusat untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Palu dan Donggala.

“Sistem kelistrikan di sana banyak sekali mengalami gangguan karena banyaknya jaringan distribusi PLN yang tumbang sehingga memerlukan penanganan segera,” ujar Wiluyo.

Menurutnya, sampai dengan kemarin, Senin (1/10), Kota Palu dan Donggala masih mengalami padam listrik. Karena itu PLN memutuskan mengirimkan tim relawan dari seluruh Indonesia untuk membantu para petugas yang sedang bekerja di sana.

Untuk Sumatra, PLN memberangkatkan tim relawan dari Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Riau, masing-masing sebanyak 10 orang. Ditambah 7 orang lagi dari Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3BS). “Jadi ada total 37 orang relawan yang kami berangkatkan,” jelasnya.

Secara nasional, sejauh ini PLN sudah memberangkatkan sekitar 500 orang relawan ke Palu dan Donggala. Tim reaksi cepat ini terdiri dari pegawai PLN dan personel outsourcing yang ditugaskan membenahi jaringan-jaringan distribusi.

“Tidak ada batas waktu penugasan mereka di sana. Mereka akan berada di Palu dan Donggala sampai listrik di sana pulih,” jelasnya.

Lebih lanjut dituturkannya, pengiriman relawan merupakan satu dari beberapa kebijakan khusus yang dikeluarkan PLN dalam menyikapi bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala. Selain relawan, sebelumnya PLN juga sudah memberangkatkan kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plan) berkapasitas 400 MW.

Kemudian PLN juga sudah mengirim berbagai perlengkapan kelistrikan dan genset serta alat-alat berat lainnya. “Kami harapkan seminggu ini (pemulihan listrik) sudah bisa selesai.”

General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto menambahkan, tim relawan diberangkatkan malam ini juga ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Palu dan Donggala, besok pagi.

“Tim ini kami bentuk dalam waktu singkat untuk dikirim membantu pemulihan kelistrikan di kedua daerah bencana tersebut,” ujarnya. (rel)

191

Medan – gnews.online |

Rumah Sakit Umum Royal Prima merupakan rumah sakit pertama yang ada di Medan yang mendapatkan layanan prioritas dari PLN Sumatera Utara sebagai pelanggan premium. Hal tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara RSU Royal Prima dengan PLN.

RSU Royal Prima telah melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) Layanan Premium Silver dengan kapasitas daya 865.000 VA dan 1.100.000 VA. Penandatanganan tersebut dilakukan Direktur Operasional RSU Royal Prima Yusriando dan GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto disaksikan Wagubsu Musa Rajekshah dan Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto, di Balai Astakona, Gedung PLN Wilsu, Jl. KL Yos Sudarso Medan, Senin (1/10/2018).

“PLN siap memberikan layanan terbaiknya bagi RSU Royal Prima dan membuat RSU Royal Prima menjadi rumah sakit pertama di Sumut yang menggunakan layanan prioritas sebagai pelanggan premium,” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara PT PLN (Persero) Wilayah Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terkait Layanan Satu Pintu untuk mewujudkan Sumut menjadi daerah tujuan pariwisata dan investasi. MoU itu ditandatangani oleh General Manager PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto, dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, PLN berkomitmen mendukung kemajuan pembangunan di Sumut dengan kondisi kelistrikan Sumut yang semakin handal saat ini. “Dan PLN pun siap mendukung Pemprov Sumut untuk menarik investor sebanyak-banyaknya, menumbuhkembangkan pariwisata dan perekonomian Sumut, dan menjadikan Sumut sebagai daerah tujuan investasi,” katanya.

Disebutkan dengan beban puncak sekitar 2.150 MW pada sistem Sumbagut, PLN memiliki reserve margin (cadangan) sebesar 10% hingga 20% atau sekitar 300 MW. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2018, juga menunjukkan bahwa pada 2018, PLN akan memperoleh total penambahan suplai daya pembangkit sebesar 399 MW.

Kemudian RUPTL 2020 menunjukkan angka penambahan daya pembangkit mencapai 1.680 MW. “Sebagai informasi, bahwa pertumbuhan kwh jual di Sumut pada tahun 2018 mencapai 9%, dua kali lipat pertumbuhan kwh jual nasional yang baru mencapai 4%,” sebutnya.

Sehingga kecukupan energi listrik yang dimiliki sistem Sumbagut ini, diharapkan dapat mendorong pariwisata dan perekonomian Sumut, meningkatkan jumlah investasi ke Sumut, meningkatkan daya saing, membantu percepatan pembangunan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan PLN.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksah mendukung penuh sinergi PLN dengan Pemprovsu. Menurutnya, Pemprovsu akan memberi dukungan pelayanan satu pintu, sebagaimana yang dibutuhkan dalam pembangunan kelistrikan Sumut untuk mendukung iklim investasi.

“Energi listrik ini sangat penting, sangat dibutuhkan baik oleh investor maupun masyarakat. Dengan adanya kerjasama ini, yaitu adanya energi listrik yang cukup dan dengan perizinan yang mudah dan tepat, tentu membuat investor semakin yakin untuk menanamkan modalnya di Sumut agar mendorong perekonomian Sumut,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Musa Rajekshah, Pemprovsu berharap PLN terus memaksimalkan pembangunan kelistrikan di Sumut. Misalnya terpenuhinya sambungan listrik hingga ke desa-desa dan dusun-dusun di Sumut. “Saya yakin bahwa PLN sudah memprogramkan itu,” ujarnya.

Dalam upaya mewujudkan Sumut sebagai tujuan pariwisata dan investasi, pada kesempatan itu dilaksanakan juga penandatanganan beberapa MoU lainnya, seperti MoU Layanan Premium dengan Bank Sumut serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Kemudian MoU Penyambungan Baru Perumahan dengan Apersi dan Apersi Bersatu, serta MoU Layanan Protokoler Bandara dengan PT Gapura Angkasa sebagai wujud untuk memberikan pelayanan tambahan kepada pelanggan prioritas PLN. (art)

183

Medan – gnews.online|

PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara telah menandatangani naskah Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Cipta Multi Listrik Nasional (CMLN) untuk proyek pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) berkapasitas 9,9 MW.

Menurut General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Feby Joko Priharto, dengan penandatangan PJBL tersebut total pembangkit dari energi terbarukan sudah sebesar 1.199,12 MW. Yang mana pada 2017 total kapasitas yang sudah dilakukan penandatanganan PJBL adalah sebesar 1.189,22 MW.

Penggunaan pasokan listrik dari pembangkit biomasa yang berlokasi di Desa Tanjung Selamat, Kabupaten Deliserdang, ini merupakan realisasi komitmen PLN mengembangkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) bersama dengan para IPP.

“Yakni dengan memanfaatkan sumber daya EBT yang mempunyai potensi tinggi di Indonesia, tidak terkecuali di Sumut,” sambungnya, seusai penandatanganan naskah PJBL, di Medan, Rabu (26/9/2018).

Dia ungkapkan, pasokan yang diterima dari pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBm) ini akan berpotensi menurunkan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di wilayah kerjanya.

PLTBm milik PT CMLN diproyeksi akan menghemat penggunaan BBM untuk PLTD sampai sekitar 17.000 kilo liter per tahun. Bila dibandingkan dengan PLTD, PLTBm tersebut akan menghemat sekitar Rp98 miliar per tahun.

“Saat ini IPP yang sudah berjalan sebanyak 21 IPP dengan total daya 300 MW,” tambahnya.

Lebih lanjut Feby memaparkan, penggunaan pembangkit biomasa ini utamanya sebagai upaya mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik.

Juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah mengoptimalkan BPP tenaga listrik guna mewujudkan penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan serta tarif yang terjangkau oleh masyarakat dan kompetitif bagi dunia industri.

“Penandatanganan PJBL ini merupakan salah satu bukti nyata dari upaya kami dan menunjukkan bahwa Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 workable bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” demikian Feby. (art)