Friday, September 21, 2018
Tags Posts tagged with "Sumut"

Sumut

41

GUNUNG SITOLI – gnews.online |

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Sumut memberikan bantuan senilai Rp141,5 juta untuk pengembangan Museum Pusaka Nias yang terletak di Kota Gunung Sitoli.

Bantuan berupa perlengkapan elektronik yang dapat meningkatkan standar kualitas museum agar lebih mumpuni dalam operasional sehari-hari. Antara lain, seperti CCTV beserta layar monitor 40 inch, komputer dan laptop, handy talkie dan alat-alat kebersihan dan dustbin 240 L.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto kepada Direktur Museum Pusaka Nias, Nata Alui Duha usai seminar kelistrikan di Kantor Bupati Nias, Selasa (18/9/2018).

Penyerahan bantuan disaksikan Bupati Nias Sokhiatulo Laoli dan unsur pimpinan daerah Nias. Kemudian Senior Manager SDM PLN Wilayah Sumut Suyadi, Senior Manager Perencanaan Saleh Siswanto dan Manager PLN Area Nias Evan Suseno Sirait.

“Demi mendukung perkembangan Museum Nias, PLN melalui Bina Lingkungannya memberikan bantuan senilai Rp141.500.000. Diharapkan museum ini menjadi salah satu destinasi wisata di Pulau Nias yang ikonik,” kata Feby.

Selain itu, PLN juga akan memberikan pelatihan manajemen keuangan serta pemasaran untuk mempromosikan Museum Pusaka Nias sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Nias. PLN juga akan mendukung Museum Pusaka Nias untuk mengembangkan seni tradisional budaya Nias. Dengan ini diharapkan turis dapat mengenal Nias lebih dalam dengan mengunjungi Museum ini.

Sebagaimana diketahui, Museum Pusaka Nias yang terletak di tepi pantai ini, merupakan satu-satunya Museum yang memiliki 6.000 artefak dan fauna endemik Nias. Museum ini juga memiliki penginapan berkapasitas total 30 orang dengan bentuk rumah-rumah adat Nias.

Rumah-rumah adat Nias itu sudah dimodifikasi dengan fasilitas dan kenyamanan yang tidak kalah dengan standar hotel berbintang. “PLN mengharapkan agar masyarakat di Nias juga turut andil dalam mewujudkan Nias Terang 2019 ini,” tutup Feby. (rel)

52

GUNUNG SITOLI – gnews.oline |

Untuk mencapai Nias Terang 2019, PLN menunjukkan komitmen yang kuat dengan melakukan berbagai hal. Salah satunya meningkatkan nilai investasi listrik desa di kepulauan Nias hingga Rp354 miliar.

GM PLN Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto menyatakan, pada tahun 2017, anggaran investasi listrik desa ke Nias berjumlah Rp50 miliar dari total anggaran listrik desa di Sumut yang bernilai Rp278 miliar.

“Tahun 2017 PLN menyalurkan investasi 20 persen untuk listrik desa di Nias. Pada 2018 kita tingkatkan lagi, alokasi investasi jadi Rp90 miliar dari 180 miliar anggaran listrik desa se-Sumatera Utara. Artinya 50 persen ke Nias. Nah, pada 2019, dari Rp400 miliar kita anggarkan sekitar 90 persen ke Nias. Yakni Rp354 miliar,” katanya Selasa (18/9).

Feby menyebutkan, Pulau Nias termasuk pulau yang memiliki alam yang luar biasa. Salah satu pulau yang lengkap infrastruktur kelistrikan ada di Nias.

“Hal ini akan menjawab kebutuhan. Apalagi pada 2019 nanti, kita harapkan Rp354 miliar di tahun 2019, adalah upaya kita mewujudkan Nias Terang. Tentu PLN tidak bisa berjalan sendiri, untuk mewujudkan ini kami butuh para bupati, dan semua warga di Nias, yang pada akhirnya kita ingin listrik bisa hadir di semua rumah di Nias,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, perwujudan Nias Terang tidak bisa dipungkiri kembali pada kemampuan masyarakat dalam membayar listrik. “Dan ini juga sudah ada kemudahan, ada subsidi dari pemerintah. Nah, ini juga PLN perlu data dari pemerintah daerah, pada siapa yang layak diberikan subsidi tersebut,” pungkasnya. (rel)

157

Medan – gnews.online |

Jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara mengalami penurunan tipis sebesar 1,6 ribu jiwa dalam satu semester terakhir dari 1.326.570 jiwa pada September 2017 menjadi 1.324.980 jiwa pada Maret 2018. Penduduk miskin Sumut tersebut masih tergolong tinggi di kisaran 9,22% dari total penduduk.

Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Mukhamad Mukhanif menyebutkan, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada Maret 2018, menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Sumut sebanyak 1.324,98 ribu jiwa atau sebesar 9,22% terhadap total penduduk.

“Kondisi ini memperlihatkan bahwa jumlah dan persentase penduduk miskin di Sumut mengalami penurunan dimana kondisi September 2017 jumlah penduduk miskin 1.326,57 ribu jiwa atau sebesar 9,28%. Ada penurunan jumlah penduduk miskin 1,6 ribu jiwa dengan penurunan persentase sebesar 0,06%,” ungkap M Mukhanif, di Medan, Rabu (1/8).

Mukhanif menyebutkan, faktor-faktor yang diduga mempengaruhi penurunan tingkat kemiskinan di Sumut pada periode September 2017-Maret 2018 tersebut antara lain, pada periode tersebut secara umum inflasi relatif terkendali yaitu sebesar 1,72%. Begitu juga dengan harga eceran komoditas penting relatif stabil.

Selain itu, lanjutnya, pada periode November 2017-Februari 2018, beras sejahtera (rastra) telah lancar disalurkan ke rumah tangga. Kemudian tingkat pengangguran terbuka mengalami sedikit penurunan yaitu dari 5,60% pada Agustus 2017 menjadi 5,59% pada Februari 2018. Pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dari 4,50% pada triwulan I 2017 menjadi 4,73% pada triwulan I 2018.

Garis Kemiskinan

Mukhanif juga menjelaskan, untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang, digunakan batas Garis Kemiskinan. Penduduk miskin adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Pada Maret 2018, garis kemiskinan Sumut sebesar Rp435.970,- per kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinannya Rp448.363 per kapita per bulan, dan untuk daerah perdesaan Rp421.586,- per kapita per bulan.

“Dibanding September 2017, garis kemiskinan Sumut pada Maret 2018 naik 2,90% yaitu dari Rp423.696,- menjadi Rp435.970,- per kapita per bulan. Garis kemiskinan perkotaan naik 2,16%, sedangkan di perdesaan naik 3,54%,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, komoditi makanan memberikan sumbangan terbesar terhadap Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan. Beras masih berperan sebagai penyumbang terbesar Garis Kemiskinan.

Keempat komoditi makanan lainnya sebagai penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan adalah rokok kretek filter, ikan tongkol, telur ayam ras, dan cabai merah. Sedangkan di perdesaan empat komoditi makanan penyumbang terbesar garis kemiskinan adalah rokok kretek filter, cabai merah, telur ayam ras, dan gula pasir.

Sedangkan untuk komoditi bukan makanan, biaya perumahan masih berperan sebagai penyumbang terbesar Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan. Empat komoditi tersebut di perkotaan adalah bensin, listrik, biaya pendidikan dan biaya angkutan. Sedangkan di perdesaan yaitu bensin, biaya pendidikan, listrik dan perlengkapan mandi.

Lebih lanjut Mukhanif mengatakan, persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin saja. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan tersebut.

“Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan yang menyangkut kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan,” ujarnya.

Pada periode September 2017-Maret 2018, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan menunjukkan peningkatan. Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 1,499 pada September 2017 menjadi 1,562 pada Maret 2018. Indeks Keparahan Kemiskinan naik dari 0,366 menjadi 0,407.

“Peningkatan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauh di bawah garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin meningkat,” ujarnya. (art)

227

MEDAN – gnews.online |

PLN Area Medan saat ini tengah mempersiapkan siaga Hari Raya Idul Fitri. Adapun persiapan yang dilakukan dengan menempatkan 10 genset dan 21 regu teknisi.

Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, genset yang tersedia 10 unit tersebut, masing-masing berkapasitas 100 kva, 2 unit berkapsitas 50 kva, dan UPS 40 kVA 2 unit.

“Genset ini akan digunakan untuk standby di lokasi acara Salat Ied VVIP seperti Lapangan Merdeka, Mashid Agung, Masjid Raya. Genset sudah dilengkapi Accos sehingga apabila terjadi padam akibat gangguan genset akan nyala otomatis dan over beban otomatis,” ujar Lelan Hasibuan, Selasa (12/06/2018).

Selain itu, lanjut Lelan, untuk antisipasi percepatan gangguan Trafo distribusi, PLN Area Medan menyiapkan Trafo Mobile sebanyak 10 unit yang distandby-kan di Rayon-rayon. “Kita juga menyiapkan trafo Distribusi sebanyak 6 unit yang kita standby-kan di 3 Zona, yakni Rayon Medan Timur, Medan Baru dan Belawan,” kata Lelan lagi.

Tak hanya itu, lanjutnya, selama masa Siaga Hari Raya IDUL FITRI, PLN Area Medan juga menempatkan petugas pelayanan Teknik sebanyak 21 regu yang tersebar di masing-masing Rayon selama 24 jam. “Sedangkan material fast moving juga sudah kita standby-kan di masing2 rayon,” papar Lelan.

Sebelumnya, kata Lelan, PLN Area Medan juga sudah melakukan pemeliharaan jaringan dan pemangkasan pohon yang menyentuh kabel yang bisa mengakibatkan gangguan di seluruh Rayon.

“Semoga selama Siaga Hari Raya IDUL FITRI untuk kelistrikan di Kota Medan handal tanpa ada padam akibat gangguan jaringan. Harapan kita, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan sholat IED IDUL FITRI dengan khusuk,” harapnya.

Manajer PLN Area Medan menghimbau pelanggan yang melaksanakan mudik lebaran agar mengoffkan sambungan listrik yang tidak diperlukan saat rumah ditinggal mudik untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Dan demi kenyamanan berlebaran diimbau pelanggan agar melunasi rekening listriknya untuk menghindari sanksi pemutusan bila menunggak. (art)

114

MEDAN – gnews.online |

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ke depan dapat memberikan kecukupan modal kepada PT Perkebunan Sumut, sehingga BUMD ini dapat berjalan optimal.

Karena, selama ini BUMD tersebut masih menggunakan dana pihak ketiga, yaitu dari perbankan. Seperti diketahui dana dari perbankan itu nantinya memerlukan bunga. Sehingga keuntungan yang diperoleh BUMD ini sebagian untuk membayar bunga.

Memang menurut Gubsu Erry, kecukupan modal PT Perkebunan belum tercapai sesuai dengan apa yang disepakati sejak awal BUMD ini ada. Termasuk penyertaan modal dari Pemprovsu yang belum maksimal.

“Kedepannya diharapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dapat memberikan kecukupan modal kepada BUMD ini, sehingga bisa memberikan keuntungan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Gubsu Erry pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perkebunan di Kantor PT Perkebunan Sumut, Jalan Jamin Ginting Medan, Senin (21/5/2018).

Pada kesempatan itu, Gubsu Erry mengatakan, dari Laporan Direksi, hasil pengawasan selama tahun 2017, bahwa PT Perkebunan pada tahun 2017 mengalami peningkatan kinerja dan juga laba. “Ini merupakan suatu hal yang cukup baik. Meskipun masih adanya kendala-kendala yang perlu diperbaiki ke depannya,” ujarnya.

Erry juga mengharapkan kepada PT Perkebunan untuk terus memperbaiki kinerja. “Kinerja yang pengawasannya telah disampaikan dewan komisaris, baik dari sisi produksi dan lain-lain secara teknisnya harus diperbaiki sehingga BUMD ini bisa menjadi salah satu BUMD yang sehat dan bisa memberikan kontribusinya bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Utara,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Sumut Drs H Darwin Nasution SH bahwa modal yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Koperasi Karyawan Perkebunan sebagai pemegang Saham PT Perkebunan Sumut belum sepenuhnya disetorkan. “Kesepakatan sebesar lebih kurang Rp600 miliar, sejauh ini yang dipenuhi baru sekitar 47 persen,” ujar Darwin.

Padahal, kata Darwin, bisnis perkebunan adalah bisnis yang membutuhkan investasi yang cukup besar. Karenanya butuh penambahan modal dari pemegang saham. “Diharapkan pemegang saham bisa menambahkan modalnya agar bisnis pekebunan ini bisa dikembangkan kedepannya,” katanya.

Seperti yang disampaikan Gubsu, lanjut Darwin, karena kurangnya modal maka PT Perkebunan mengajukan pinjaman kepada perbankan. “Seperti kita ketahui bila dari perbankan, tentunya harus mengembalikan pokok dan membayar bunga. Hal ini tentunya membebani pembiyaan perusahaan. Oleh karenanya kami sangat membutuhkan tambahan dana dari pemegang saham,” ucap Darwin.

Turut hadir pada rapat tersebut Komisaris Utama Ir Herawaty N MMA, besarta dewan komisaris lainnya, Dewan Pengawas Bondaharo Siregar, Kabiro Perekonomian Setdaprovsu Ernita Bangun, dan jajaran PT Perkebunan Sumut.(rel)

86

MEDAN – gnews.online |

Sampah di Sumut selama 2017 mencapai 2.416.645 ton per-tahun, untuk itu Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, jangan lagi hanya menjadi kegiatan seremonial belaka.

“Semoga kita tidak terjebak pada euforia peringatan yang bersifat seremonial dan simbolik belaka. Justru hari ini adalah hari yang tepat bagi kita semua untuk merenung dan mengevaluasi tentang apa-apa saja yang telah kita upayakan untuk menjaga kelestarian bumi yang kita huni bersama ini,” kata Tengku Erry pada peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Nasional dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) 2018, di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (22/4/2018).

Menurut Erry, sampah merupakan salah satu masalah serius yang menjadi penghambat upaya pelestarian lingkungan. Tahun 2017 di Sumatera Utara (Sumut) tercatat ada timbulan sampah mencapai 2.416.645 ton per-tahun. Khusus Kota Medan, tercatat timbulan sampah sebesar 504.977,5 ton per-tahun.

Pengelolaan sampah di Sumut dilakukan melalui prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce) dan Bank Sampah. “Di Provinsi Sumut, saat ini, kita memiliki 207 Bank Sampah. Namun, sebagian bank sampah tersebut tidak terkelola dengan baik karena masyarakat masih membuang sampah ke sungai dan sembarang tempat,” katanya.

Gubsu Erry juga berpesan agar semua pihak mau bekerja sama untuk menjaga dan melindungi kelestarian bumi. “Tidak hanya menjadi tugas pemerintah, kita semua yang tinggal di bumi ini harus bekerja sama. Mulai dengan langkah-langkah sederhana, minimal tidak membuang sampah ke sungai atau sembarangan,” pesannya.

Erry juga mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan atas terlaksananya Launching Medan Zero Waste City 2020. “Ini merupakan salah satu langkah besar sebagai upaya pelestarian lingkungan. Pemprovsu siap mendukung terwujudnya Medan yang bersih dari sampah di tahun 2020,” ujar Erry.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc juga menyampaikan, semangat melindungi bumi adalah tentang kerja sama. “Apa yang kita saksikan hari ini, Walhi, seluruh aktivis lingkungan, masyarakat, Walikota Medan, dan Gubernur Sumut, berada di Lapangan Merdeka merupakan bukti penting bahwa pemerintah dan publik bisa bekerja bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” kata Siti Nurbaya.

Setelah Launching Medan Zero Waste City 2020, selanjutnya Siti Nurbaya berharap Kota Medan akan bergabung dengan beberapa kota lainnya untuk merintis kepemimpinan lingkungan sejak dini di tengah masyarakat peduli lingkungan. “Menyusul Kota Bandung, Surabaya, dan Makassar, saya mengajak Medan untuk menjalankan program yang bisa mempersiapkan dan melahirkan pemimpin-pemimpin lingkungan tingkat anak dan remaja,” harapnya.

Siti Nurbaya juga mengajak semua kalangan yang hadir, khususnya generasi muda Indonesia, untuk terlibat dalam langkah-langkah koreksi yang sedang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi, khususnya dalam sektor kehutanan dan lingkungan. Beberapa diantaranya yaitu berkaitan dengan ketimpangan penguasaan ruang atau sumber daya alam yang sudah berlangsung begitu lama. Selanjutnya, pemulihan kualitas lingkungan baik di darat, udara, laut, dan pesisir dari kerusakan dan pencemaran.

“Kemudian, gerakan zero waste dan pengembangan model ekonomi hijau yang dapat mengantarkan kepada keadilan, kesejahteraan, dan kelestarian bagi kepentingan antar generasi,” jelas Siti.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengucapkan terima kasih kepada Menteri LHK RI karena telah mempercayakan Kota Medan menjadi tuan rumah Peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Nasional 2018.

Bagi walikota, kepercayaan dari Menteri LHK itu, termasuk launching Medan Zero Waste City 2020 tentunya semakin memotivasi seluruh jajaran Pemko Medan untuk menjdikan Kota Medan lebih bersih. Diungkapkan Walikota, persoalan sampah kini menjadi perhatian serius Pemko Medan.

“Setiap harinya kota yang memiliki luas sekitar 26.000 hektar ini menghasilkan sampah sebanyak 2500-3000 ton. Pengelolaan sampah selama ini dilakukan secara konvensional. Artinya, sampah yang ada diangkut dan dibuang ke Tempat Pembungan Akhir (TPA),” jelas Dzulmi.

Di masa depan, Dzulmi berharap dan ingin berupaya agar pengelolaan sampah di Kota Medan dilakukan dengan menggunakan teknologi. Selain mengatasi masalah sampah, juga menghasilkan energi terbarukan.

Peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Nasional 2018 diawali dengan pelepasan Karnaval Hari Bumi oleh Gubsu, Menteri LHK RI, Walikota Medan, dan Direktur Eksekuti Nasional Walhi. Acara berlangsung meriah dan melibatkan sekitar 2000-an orang, baik dari masyarakat umum, pegiat lingkungan, dan komunitas-komunitas lingkungan yang ada di Medan dan Sumut. Selain itu, hadir pula delegasi-delegasi Walhi dari 27 provinsi indonesia.

Turut Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian LHK RI Ir Helmi Basalamah MM, Anggota DPRD Sumut Sarma Hutajulu SH, Penasehat Senior Menteri LHK Khalid Muhammad, Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi, Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati, Dewan Nasional dan Dewan Daerah Walhi 27 Provinsi, Forkopimda Kota Medan Dandim 0201/BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto, Kapolres Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, Mewakili Kapolresta Medan, Mewakili Dandenpom 1/5 Medan, OPD Kota Medan, mahasiswa, pelajar, kalangan akademisi dan para pegiat lingkungan.(rel)

90

MEDAN – gnews.online |

Tahun ini, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diikuti 889 sekolah, dari 929 SMK yang ada di Sumatera Utara (Sumut). Itu berarti 95,69 persen SMK di daerah ini sudah menggunakan ujian berbasis komputer.

Sedangkan jumlah siswa SMK yang mengikuti ujian nasional tahun 2017, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Sumut, mencapai 89.418 orang. Sekitar 97,9 persen atau 87.554 orang siswa diantaranya sudah mengikuti UNBK. Hanya 1.874 siswa atau sekitar 2,1 persen siswa saja yang masih mengikuti ujian nasional dengan menggunakan pensil dan kertas.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi ketika meninjau pelaksanaan UNBK SMK di SMK Negeri 7 Medan di Jalan STM Nomor 12 Medan, Senin (2/4/2018).

“Ini suatu kemajuan dengan SMA dan SMK itu di bawah naungan provinsi sesuai undang-undang nomor 23 tentang pemerintah daerah, siswa yang mengikuti ujian nasional dengan kertas dan pensil menjadi lebih kecil. Lebih banyak menggunakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK),” ujarnya.

Karenanya, di era teknologi saat ini, Gubsu Tengku Erry mengharapkan agar Dinas Pendidikan Sumut dapat mempertahankan dan meningkatkan jumlah siswa SMK yang mengikuti UNBK. Sehingga seluruh sekolah SMK yang ada di daerah ini dapat mengikuti UNBK. “Diharapkan teknologi IT ini juga dapat digunakan untuk penerimaan peserta didik dan kenaikan pangkat guru-guru secara online,” ucap Erry.

Sementara, Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Amiruddin menyampaikan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK di sekolahnya sebanyak 670 orang dan ada 15 orang menumpang gedung di SMK Negeri 7 yaitu dari SMK Advent Medan.

Dikatakannya, ujian nasional berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 2-5 April 2018. Hari pertama dimulai dengan ujian Bahasa Indonesia. “Siswa dari Advent mengikuti UNBK pada sesi terakhir,” kata Amiruddin.

Usai dari SMKN 7, Gubsu menyempatkan diri meninjau UNBK di SMKN 2 di Jalan STM Medan. Terlihat para siswa secara tertib melaksanakan UNBK tersebut.

Gubsu pada kesempatan itu didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sumut HT Darmansyah, Kabid SMA Rosmawaty Nadeak, dan Ketua Panitia UN Provsu August Sinaga. (art)

330

Medan – gnews.online |

PLN Wilayah Sumut dan Bank Bukopin melakukan penandatanganan MoU antara PLN Wilayah Sumut dan Bank Bukopin dalam acara Customer Gathering PLN Wilayah Sumut di Balai Agung Astakona PLN Wilayah Sumut, Selasa (28/3).

MoU tersebut ditandatangani oleh General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto dan Direktur UMKM Bank Bukopin Heri Purwanto. Kerja sama ini merupakan sinergi nyata keduanya untuk memberikan kemudahan pembayaran kepada pelanggan PLN.

Kepala Divisi Dukungan Bisnis UKM Bank Bukopin, Agustinus Iwan Christanto langsung memberikan penjelasan kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara customer gathering PLN Wilayah Sumut terkait layanan terbaru dari Bank Bukopin yang disebut Flexy Bill Pembiayaan Tagihan Listrik PLN.

Dia menyebutkan, Flexy Bill Pembiayaan Tagihan Listrik PLN merupakan fasilitas pembiayaan tagihan listrik yang diberikan kepada pelanggan PLN untuk memenuhi persyaratan sesuai analisa kelayakan Bank Bukopin dan PLN.

“Keuntungan yang ditawarkan layanan Flexy Bill kepada pelanggan PLN adalah saving cost, di mana pelanggan PLN tidak akan menunggak listrik dan tidak perlu membayar denda, serta opportunity gain, pelanggan dapat menggunakan dana yang seharusnya digunakan untuk membayar listrik untuk keperluan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu,  GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto mengharapkan kerjasama ini memberikan kemudahan kepada para pelanggan dalam pembayaran listrik.

“Sinergitas ini diharapkan dapat memudahkan pelanggan PLN untuk melakukan pembayaran listrik, tentunya untuk pelanggan-pelanggan loyal PLN,” ungkap General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara usai penandatangan MoU dengan Bank Bukopin tersebut. (art)

68

Medan – gnews.online |

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Medan karena telah mempelopori e-Katalog di Sumatera Utara (Sumut).

‘’Sebagai kabupaten/kota ke delapan yang memiliki e-Katalog daerah di seluruh Indonesia, Medan diharapkan bisa menjadi model yang bisa diikuti oleh kabupaten/kota, khususnya di daerah ini, maupun wilayah lain di Indonesia,’’ ucap Tengku Erry  dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam rangka pelaksanaan e-Katalog di Hotel Santika Medan, Selasa (27/3/2018).

Oleh sebab itu, Tengku Erry berniat segera meluncurkan e-Katalog Pemerintah Provinsi Sumut guna meningkatkan efisiensi pengadaan barang dan jasa, khususnya yang melibatkan teknologi digital.

“Dalam waktu dekat, kita berharap Sumut akan tercatat di LKPP menjadi salah satu provinsi yang memiliki e-Katalog setelah Jakarta dan Riau. Oleh karena itu, kita sangat mengharapkan dukungan dari LKPP terkait pemenuhan persyaratan untuk pembuatan e-Katalog,” ucap Erry.

Sektor pengadaan barang dan jasa merupakan sektor strategis yang sangat menentukan pembangunan nasional. Karena itu, perlu dilakukan inovasi secara terus menerus yang bisa meningkatkan efisiensi pengadaan barang dan jasa, khususnya yang melibatkan teknologi digital.

Dikatakan juga, e-Katalog ini merupakan salah satu terobosan yang sangat positif. Dengan menggunakan aplikasi Vendor Management System melalui metode lelang cepat, pengadaan barang dan jasa di masa depan akan lebih praktis, efisien, hemat waktu, dan transparan, demikian Tengku Erry Nuradi dalam sambutannya.

Sementara, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dan terlibat untuk mensukseskan acara tersebut. “e-Katalog ini merupakan salah satu upaya kita dari Pemko Medan untuk mewujudkan reformasi birokrasi menuju good governance dan clean governance,” ujar Eldin.

Dikatakan Eldin, saat ini e-Katalog masih menyediakan sedikit daftar barang dan jasa, infrastruktur, seperti aspal. Kedepannya e-Katalog ini ingin diperluas, termasuk memasukkan barang-barang lokal daerah. Sehingga UMKM yang ada di Kota Medan dan Sumut berkembang, tidak hanya tingkat lokal tapi juga nasional.

Sedangkan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Dr Ir Agus Prabowo MEng memaparkan, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari pengadaan barang dan jasa melalui e-Katalog. Pertama, e-Katalog mendorong proses pengadaan barang dan jasa lebih cepat dibandingkan dengan sistem tender dan lelang sebelumnya.

“Jika sebelumnya pengadaan barang dan jasa lewat lelang dan tender memakan waktu hingga sebulan, dengan e-Katalog prosesnya bisa lebih cepat,” pungkas Agus.

Selain itu, menurut Agus, e-Katalog juga meningkatkan variasi produk katalog nasional, memberikan kesempatan bagi UMKM lokal turut berpartisipasi lebih aktif dalam aktivitas perekonomian negara, dan memperluas pemasaran produk lokal daerah.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala LKPP Dr Ir Agus Prabowo, Deputi Bidang Pencegahan KPK RI Pahala Nainggolan, Kepala Satuan Tugas Unit Korsup Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha, Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan Provinsi Sumatera Utara, Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin MSi, Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi, Direktur Pengembangan Sistem Katalog Emin Adhy Muhaemin, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan, Para Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Camat se-Kota Medan.(art)

65

MEDAN – gnews.online |

Para diplomat muda yang akan bertugas di berbagai daerah di Amerika, Eropa, Asia Fasifik dan Afrika diharapkan dapat menginformasikan dan mempromosikan potensi-potensi yang ada di Sumatera Utara. Sehingga dapat dikembangkan atau dikerjasamakan dengan para investor di tempat para diplomat bertugas di luar negeri.

Hal tersebut diharapkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi ketika menerima kunjungan para pejabat diplomatik dan konsuler, serta pejabat pembantuan perwakilan RI di luar negeri di ruang Raja Inal Siregar, lantai 2, kantor Gubsu di Medan, Rabu (21/3/2018).

Sebanyak 76 diplomat muda yang akan bertugas di luar negeri itu, dibekali pengetahuan tentang Sumatera Utara, baik dari bidang ekonomi sosial dan budaya. Pembekalan ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan hubungan diplomasi bilateral dengan negara di Asia Pasifik, Afrika dan Amerika serta Eropa.

Kunjungan ini dipimpin Sekretaris Ditjen Amerika Eropa Ratu Silvi Gayatri bersama Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Rosy Verona. Turut hadir juga mantan Dubes RI untuk Yunani Beni Bahana Dewa, mantan Dubes RI untuk Turki Nahari Agustini dan mantan Konjen RI untuk Mumbay Saut Siringo-ringo.

Gubsu Erry Nuradi menyampaikan, Sumatera Utara merupakan gambaran miniatur Indonesia dilihat dari keragaman suku etnis agama dan budaya. Dengan luas wilayah yang mencapai 71.680 km dan jumlah penduduk yang mencapi 14 juta jiwa. “Keragaman ini merupakan potensi besar,” kata Gubsu.

Disampaikan juga, secara umum kondisi makro ekonomi sosial Sumut juga terus berada di atas pertumbuhan nasional. Pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2017 berada pada angka 5,12 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada 5,07 persen.

Namun, Gubsu menyadari potensi yang dimiliki belum sepenuhnya diberdayakan secara maksimal. “Karena itu saya berharap para delegasi kementerian luar negeri  RI yang bertugas di luar negeri untuk dapat menginformasikan potensi-potensi yang ada di Sumatera Utara untuk dapat di kembangkan atau dikerjasamakan dengan para investor di tempat para diplomat bertugas,” harap Gubsu.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekretaris Ditjen Amerika dan Eropa Ratu Silvi Gayatri mengatakan, dengan kunjungn ini diharapkan peserta mendapat informasi yang lengkap mengenai potensi Sumatera Utara. Sehingga dapat menjadi bekal bagi diplomat untuk memperjuangkan kepentingan negara Indonesia di dunia dan sekaligus mempromosikan Indonesia, khususnya Sumatera Utara di luar negeri.

Kunjungan para diplomat ini juga diisi dengan acara saling memberikan cenderamata. Gubsu didampingi Kepala Bappeda Sumut Irman, Staf Ahli Bidang Ekonomi Elisa Marbun, mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sumut Maike Moganai dan Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan  Indah Dwi Kumala.

Acara di tutup dengan tarian kompilasi etnis Sumut itu juga menarik perhatian semua peserta. Selain tepuk tangan meriah, para peserta juga terlihat antusias berfoto dengan Gubsu dan para penari yang menggunakan pakaian adat seluruh etnis yang ada di Sumatera Utara.(rel)