Friday, April 19, 2019
Tags Posts tagged with "tanam pohon"

tanam pohon

96

Medan – gnews.online |

MENJADI kepercayaan bagi masyarakat Medan adalah salah satu pilar kekuatan pengembang terpercaya Wiraland dalam upaya nyata terus membangun hunian bagi masyarakat. Berbagai upaya dan inovasi terus bergulir sebagai kepedulian pengembang untuk mewujudkan rumah impian masyarakat Kota Medan.

Tak hanya fokus untuk membangun hunian idaman bagi warga Medan, tak luput pengembang juga senantiasa memperhatikan lingkungan lewat penghijauan yang dikemas dalam tajuk Corporate Social Responsibility (CSR) penanaman pohon, dalam menyambut awal tahun yang baru, sebagai dukungan gerakan Satu Juta Pohon pada peringatan Hari Sejuta Pohon, 10 Januari 2019.

Sebelumnya, setelah sukses dengan kegiatan penghijauan lewat penanaman 1.000 pohon ketapang pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017 lalu di perumahan Mayfair, sebagai lanjutan gerakan penghijauan, Wiraland Property Group sebagai salah satu pengembang properti terpercaya dan terkemuka di Indonesia, secara khusus Medan, pada tahun 2018 lalu juga tetap menggalakkan kegiatan penghijauan dengan mengusung konsep Penanaman 10.000 Pohon Ketapang berkelanjutan.

Agenda tersebut dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Gusta sebagai lokasi awal penanaman pohon ketapang yang akan terus dilakukan secarar berkesinambungan. Adapun Kelurahan Tanjung Gusta ini merupakan lokasi yang cukup dekat dengan salah satu perumahan terbaik Wiraland, yakni Givency One. Penghijauan ini dimulai dengan satu per satu lokasi, namun pasti sehingga nanti hasilnya akan lebih terlihat.

Menindaklanjuti agenda penanaman 10.000 Pohon Ketapang pada 2018 lalu, tahun 2019 ini pengembang kembali menggalakkan program penghijauan ini di setiap proyek perumahan, bahkan sampai pada kawasan Tol Medan-Binjai (yang menjadi salah satu fasilitas unggulan perumahan Givency One).

Sebelumnya lagi, pengembang telah memaksimalkan kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan ini mulai dari masing-masing lokasi perumahan yang dibangun. Seperti perumahan River Valley Residence dengan penanaman 5.000 pohon ketapang di area perumahan seluas 50 ha, lalu perumahan Mayfair dengan 1.000 pohon ketapang, disusul dengan perumahan Givency One serta Halton Place yang dibangun dengan konsep perumahan hijau dan asri.

Kini, penciptaan lingkungan hijau tersebut tidak hanya difokuskan pada lingkungan perumahan maupun proyek properti yang sedang dibangun. Lebih luasnya lagi, pengembang memandang bahwa setiap lokasi bahkan fasilitas umum di sekitar perumahan juga harus ikut mendapat perhatian dalam gerakan penghijauan ini. Maka dalam menyambut 2019 yang lebih hijau dan asri lagi sekaligus sebagai gerakan dukungan pada peringatan Hari Sejuta Pohon Indonesia, agenda CSR penghijauan ini menjadi agenda pertama Wiraland.

Bagi pengembang, kini budaya sehat ternyata semakin tidak mudah dilakukan di lingkungan perkotaan terutama kawasan industri. Padahal kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap hunian yang hijau, asri dan sehat semakin meningkat. Berangkat dari hal tersebut, merupakan komitmen kuat bagi Wiraland untuk menciptakan lingkungan hijau yang sehat bagi masyarakat Medan dengan menggalakkan penanaman pohon di tengah maraknya pembangunan yang ada saat ini.

Tak hanya bertujuan untuk menghijaukan Kota Medan secara berkelanjutan, penanaman ribuan pohon ketapang berkelanjutan ini juga pada waktu yang akan datang diharapkan dapat menjadi solusi bahkan tindakan pencegahan jika terjadi kebanjiran. Penanaman pohon ketapang ini juga diharapkan dapat menjadi fasilitator penurun emisi karbon yang terus meningkat saat ini. Adapun jenis pohon ketapang ini merupakan salah satu tanaman yang cocok untuk Kota Medan karena mampu bertahan dalam kondisi kering, bisa jadi peneduh, serta cepat tumbuh.

Mengingat semakin padatnya kondisi Medan sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia saat ini, tentu dibutuhkan upaya serius dalam penghijauan guna menciptakan lingkungan sehat. Artinya melalui program ini Wiraland berharap bahwa langkah hini bisa menjadi salah satu upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup. Tak heran setiap perumahan yang dibangun oleh Wiraland senantiasa mengusung konsep ramah lingkungan. (art)

223

Medan – gnews.online |

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2018, PLN se-Indonesia secara serentak melaksanakan penanaman 32.000 pohon yang ditanam di 32 unit operasional PLN dan juga di lahan kritis pada Selasa (5/6). Di Medan, PLN KITSBU melakukan penanaman pohon di sekitar PLTU Belawan dan juga di unit-unit pembangkit PLN KITSBU di Sumatera Utara, Riau, dan Aceh.

“PLN sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi listrik tentu harus bertanggungjawab melestarikan lingkungan sekitar. Program penanaman pohon ini dilakukan secara berkala oleh seluruh unit di PLN. Semoga program ini juga dapat menunjang unit-unit PLN dalam peraihan PROPER dari KLHK sehingga dapat mempertahankan gelar PROPER Hijau dan bahkan memotivasi untuk memperoleh PROPER Emas,” tutur Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka, Selasa (5/6/2018).

Program penanaman pohon yang merupakan program PLN Peduli (CSR PLN) ini sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap lingkungan mencegah efek rumah kaca dan mengurangi global warming. Program ini juga mengajak stakeholder PLN, masyarakat dan akademisi untuk ikut bersama menjaga lingkungan hidup.

Untuk jenis tanaman yang diprioritaskan pada program ini adalah jenis tanaman produktif, tanaman khas lokal dan tanaman yang dapat mengurangi pencemaran. Lokasi penanaman pohon yang dilakukan oleh 32 unit PLN dari Sabang sampai Merauke ini fokus pada area PLN dan lokasi masyarakat umum, seperti pesisir laut, sempadan sungai, lahan gundul, dan lainnya.

Total dana yang digelontorkan PLN Peduli untuk penanaman 32.000 pohon sebesar Rp 4,64 Milyar. Dana tersebut selain untuk penanaman pohon dipergunakan pula untuk pemerliharaan pohon agar tetap tumbuh dengan baik.

Sebagai informasi, total target penanaman pohon yang dilaksanakan unit PLN se-Indonesia pada 2018 adalah sebanyak 56.0000 pohon dan akan terus bertambah setiap tahunnya. (art)

120

SAMOSIR – gnews.online |

Ibu Negara Ny Hj Iriana Joko Widodo didampingi Ketua TP PKK Provsu Ny Hj Evi Diana Erry dan rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, melakukan penanaman pohon di di Geopark Kaldera Toba, Kabupaten Samosir, Rabu (18/4/2018).

Kegiatan di hari kedua kunjungannya di Sumatera Utara (Sumut) ini, bertujuan untuk menjaga kelestarian alam di kawasan dan mendukung Geopark Kaldera Toba agar terpilih sebagai UNESCO Geopark Global (UGG).

Kedatangan Iriana dan rombongan dengan menggunakan bus dengan pengawalan tim gabungan kepolisian dan TNI, mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Sepanjang perjalanan menuju lokasi penanaman pohon, banyak siswa sekolah mulai dari PAUD, SD, hingga SMA berbaris di pinggir jalan dan mengelu-elukan kedatangan Ibu Negara.

Di lokasi, Iriana disambut tarian khas suku Batak Tortor oleh anak-anak. Sebagai tamu istimewa, Iriana juga diberi rangkaian bunga warna-warni.

Di lokasi Geopark ini, Iriana dan Evi Diana melakukan penanaman pohon Hariara (Ficus Benjamina) yang biasa disebut juga pohon Beringin, bersama dengan ibu-ibu dari Oase. Iriana juga sempat memuji keindahan alam di Pulau Samosir, ketika mendapat pertanyaan dari wartawan tentang kesannya selama di Samosir. “Bagus, bagus semua,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua TP PKK Provsu Evi Diana Erry sangat bangga atas pujian Ibu Negara. Karenanya sebagai masyarakat setempat hendaknya selalu menjaga kelestarian alam yang indah ini.

Kaldera Toba adalah anugerah yang sangat indah, yang diciptakan Allah SWT, dan harus dijaga kelestariannya. “Mari kita jaga alam yang indah ini, salah satunya seperti kegiatan menanam pohon kita seperti sekarang ini,” ajak Evi Diana.

Sementara itu, Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon SE MM mengungkapkan kedatangan Ibu Negara dan rombongan ke daerahnya membawa dampak baik yang luar biasa. Apalagi Kaldera Toba masuk menjadi salah satu kawasan yang dinilai oleh PBB melalui UNESCO.

“Mudah-mudahan itu berhasil, dengan datangnya ibu kesini akan mendatangkan dan menambah nilai dari pada Geopark ini menjadi salah satu nominator yang masuk UGG,” ujarnya.(art)

597

gnews.online |

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, penanaman pohon dari  tahun ke tahun telah memberi kontribusi dalam mengurangi luas lahan hutan kritis sekaligus meningkatkan penyerapan karbon serta membantu peningkatan pendapatan masyarakat.

“Tanam dan pelihara pohon untuk kehidupan yang lebih baik. Itu inti tujuannya,” sebut Siti di sela melakukan penanaman pohon bersama Presiden Joko Widodo beserta Ny Iriana didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi dan Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry di Desa Parparean I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sabtu (20/8) sore.

Dalam kegiatan tersebut, jelas Siti, rombongan Presiden bersama pelajar, pramuka dan masyarakat sekitar menanam 250 pohon. Sehari sebelumnya, Dinas Kehutanan telah menanam 5.000 pohon.

“Jadi jumlah keseluruhannya mencapai 7.500 pohon. Kegiatan ini akan terus kita lakukan secara berkesinambungan,” jelas Siti.

Siti juga mengatakan, Jokowi juga dijadwalkan melakukan penanaman 1.500 pohon bersama masyarakat di Kabupaten Samosir di Pulau Samosir pada Minggu (21/8).

Lebih rinci Siti menjelaskan, biaya penanaman pohon melalui APBN, APBD, DAK bidang kehutanan, CSR, masyarakat dan LSM serta pemuka adat/agama. Seluruh kabupaten telah dialokasikan DAK bidang kehutanan sebesar Rp1,5-2 miliar untuk kegiatan RHL, pengamanan hutan dan penanggulangan kebakaran hutan.

“Kami telah mengatur besarnya kontribusi untuk kegiatan RHL dari APBD (10%), CSR (1%) dan APBN 1 juta batang bibit di buat di persemaian permanen,” papar Siti.

Kementerian LHK menargetkan rehabilitas hutan dan lahan seluas 5,5 juta ha pada RPJMN tahun 2015-2019. Untuk itu, Kementerian LHK terus melakukan upaya menjalin usaha dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta. (ayb)