Sunday, October 20, 2019
Tags Posts tagged with "Terlambat"

Terlambat

290

gnews.online |

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengimbau seluruh wajib pajak berbentuk badan yang belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan tahun pajak 2016, untuk segera menyampaikan sebelum batas waktu 30 April 2017. Apabila terlambat, maka Wajib Pajak (WP) berbentuk badan akan dikenakan denda sebesar Rp1 juta.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menegaskan, batas waktu ini tidak akan diperpanjang dan mengingat batas waktu tersebut jatuh pada Minggu, maka pelayanan penerimaan SPT secara manual di kantor pajak hanya akan dilayani hingga Jumat (28/4) hingga pukul 16:00. Sedangkan penyampaian SPT secara elektronik dapat dilakukan setiap waktu hingga 30 April 2017.

“Keterlambatan penyampaian SPT Tahunan wajib pajak berbentuk badan dikenakan sanksi denda sebesar Rp1 juta,” tegas Hestu Yoga Saksama, Kamis (27/4).

Dia menyebutkan, jumlah wajib pajak terdaftar saat ini adalah 36.031.972 dengan 16.599.632 di antaranya wajib pajak menyampaikan SPT. Dari jumlah tersebut, yang telah menyampaikan SPT tahun pajak 2016 hingga 25 April 2017 adalah sekitar 66 persen atau 10.936.111 dengan rincian WP Badan 322.430, WP orang pribadi non karyawan 983.216, dan WP orang pribadi karyawan 9.630.465.

“Dari jumlah 10.936.11 wajib pajak yang telah menyampaikan SPT, yang lapor melalui e-filling adalah sebanyak 8.711.645 wajib pajak atau 79,66 persen,” jelasnya.

Bagi wajib pajak yang ikut Amnesti Pajak, diimbau agar tidak lupa memasukkan harta dan utang yang telah diungkapkan pada Surat Pernyataan Harta beserta seluruh penghasilan yang diterima dari semua sumber serta hasil penggunaan harta seperti penghasilan sewa, bunga, dividen, royalty dan sebagainya.

“Penghasilan yang diperoleh dari luar negeri juga wajib dilaporkan dengan pajak yang telah dibayar di negara asal, penghasilan akan menjadi kredit pajak di Indonesia,” ujarnya.

Ditjen pajak mengimbau seluruh wajib pajak untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan termasuk pembayaran pajak secara online melalui e-biling, dan pelaporan SPT secara elektronik melalui e-filling dan e-form. Seluruh fasilitas perpajakan online ini dapat diakses melalui https://djponline.pajak.go.id/.

“Apabila wajib pajak menemui kesulitan atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai tata cara dan peraturan perpajakan, dapat menghubungi Kring Pajak di 1500 200 atau datang ke KPP atau KP2KP terdekat,” pungkasnya. (art)