Monday, November 19, 2018
Tags Posts tagged with "Unimed"

Unimed

79

gnews.online | Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 di 85 PTN diumumkan, Selasa (3/7). Peserta yang lolos di Universitas Sumatera Utara (USU) sebanyak 3275 orang, sedangkan Universitas Negeri Medan (Unimed) menerima 2.293 orang.

Rektor USU, Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum menyampaikan, dari 3.275 orang yang lulus tersebut, USU menerima sebanyak 1805 orang dari kelompok ujian saintek (IPA) dan 1.475 dari kelompok soshum (IPS).

Sementara peminat yang memilih USU baik pilihan satu, dua dan tiga meningkat dibanding tahun lalu. Tahun ini tercatat 43.044 yang memilih IPA dan 31.860 orang yang memilih IPS.

Untuk program studi yang paling banyak diminati pada kelompok ujian IPA adalah program studi agrobisnis dan program studi hukum untuk kelompok ujian IPS.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Runtung juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa yang telah dinyatakan lulus untuk dapat melakukan pengisian UKT/SPP online pada 4-11 Juli 2018. Pendaftaran dan Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 24-27 Juli 2018 di Kampus USU. Informasi yang lebih lengkap dapat dilihat di www.usu.ac.id.

Ia menjelaskan kepada calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus diharapkan untuk segera melakukan pengisian UKT/SPP sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jangan sampai tidak mengisi karena itu bisa menggugurkan kelulusan calon mahasiswa.

Ia juga memberikan selamat kepada yang telah lulus SBMPTN di USU. Sementara yang belum lulus jangan putus asa, dan bisa mencoba jalur Seleksi Masuk Mandiri (SMM) USU dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Diploma (SPMPD).

Unimed

Sementara itu dari 2.293 orang yang lulus di Unimed tersebar dalam 49 program studi (prodi) strata satu (S1). Sedangkan pendaftar sebanyak 60.456.

Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd menyebutkan, lima prodi favorit di Unimed jalur SBMPTN 2018 yang peminatnya tertinggi yakni, Prodi PGSD FIP dengan jumlah pendaftar 3.905, diterima 150.

Pada prodi Manajemen FE jumlah pendaftar 2.071, yang diterima 56, Prodi Ilmu Komputer FMIPA, jumlah pendaftar 1.868, yang diterima 23, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FBS, jumlah pendaftar 1.832, yang diterima 67, dan Prodi Pendidikan Biologi FMIPA, jumlah pendaftar 1.712, yang diterima 87.

“Bagi yang lulus SBMPTN di Unimed merupakan hasil tes murni melalui tes tulis UTBK dan UTBC yang telah dilaksanakan pada 7 Juni 2018 yang lalu,” ujarnya

Lebih lanjut dikatakn Prof Syawal, bagi siswa yang belum diterima melalui jalur SBMPTN, masih punya kesempatan untuk bersaing kembali di jalur Mandiri yang akan dimulai pendaftarannya pada 4-26 Juli 2018.

Rektor menyebutkan, bagi yang dinyatakan lulus, segeralah persiapkan seluruh dokumen untuk daftar ulang dan lihat jadwal penting untuk melakukan daftar ulang, agar tidak terlambat.

Bagi siswa-siswi yang telah dinyatakan lulus jalur SBMPTN Tahun 2018 di Unimed diharapkan segera melihat informasi tentang tata cara registrasi ulang mahasiswa baru dan persyaratan apa saja yang harus dipersiapkan. Informasi tersebut dapat dilihat di laman www.unimed.ac.id. (Dev)

109

gnews.online | Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 telah dibuka sejak 5 April sampai 27 April 2018.

Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali dipercaya untuk melakukan penerimaan mahasiswa jalur SBMPTN 2018.

“SBMPTN 2017, dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2016, 2017 dan 2018 dari pendidikan menengah (SMA/SMK/MA) atau yang sederajat, termasuk paket C,” kata Kepala Humas Unimed, Muhammad Surip dalam pesan elektroniknya, Kamis (12/4/2018).

Surip menambahkan, bentuk seleksi ini berdasarkan hasil ujian tertulis yang terdiri dari Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT).

“Untuk pendaftarannya secara online melalui laman http://sbmptn.ac.id,” jelasnya.

Untuk biaya pendaftarannya baik kelompok Saintek (Sains dan Teknologi), Soshum (Sosial dan Humaniora maupun Campuran dikenakan Rp 200.000.

“Sebelumnya, kelompok ujian yang dipilih IPA, IPS maupun Campuran dikenakan biaya yang bervariatif. Namun, pada tahun ini diseragamkan dengan biaya Rp 200 ribu,” cetusnya.

Kepala Humas Unimed menegaskan, daya tampung penerimaan mahasiswa baru untuk jalur SBMPTN Panlok 14 Medan tahun 2018 sebanyak 2.300 orang.

“Sejak dibuka pendaftaran SBMPTN Unimed per tanggal 11 April 2018 berjumlah Saintek 1.200 orang, Soshum 1.169 orang dan Campuran 757 orang. Total pendaftar saat ini sebanyak 3.126 orang,” jelasnya.

Surip kembali menerangkan, pelaksaan ujian SBMPTN ada dua jenis, yakni ujian tertulis dan ujian keterampilan.

“Ujian tertulis berlangsung pada 8 Mei 2018 dengan dua sistem, yaitu Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT). Sementara ujian keterampilan dilaksanakan 9 – 11 Mei 2018. Pengumuman SBMPTN pada 3 Juli 2018,” ujarnya. (Dev)

173

Deliserdang – gnews.online |

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I) menggelar program Pembersihan Pantai Kampung Nelayan sebagai wujud komitmen pelestarian lingkungan di Pantai Desa Bagan Serdang, Kampung Mangrove Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (24/3/2018).

Program ini merupakan bagian dari program pemberdayaan kampung Mangrove yang merupakan binaan dari Pertamina MOR I bekerjasama dengan Universitas Negeri Medan (Unimed).

Pada pelaksanaannya, kegiatan dihadiri oleh Officer CSR & SMEPP Pertamina MOR I, Herdiyanti Dwi Lestari, Kadis Pariwisata Deli Serdang, Faisal Arif Nasution, Kadis Lingkungan Hidup Deli Serdang, Artini, LPM & Dosen Unimed, serta Camat, Lurah dan Warga Bagan Serdang.

Atas kegiatan tersebut Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengatakan, bahwa ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina untuk lingkungan kampung nelayan di sekitar pesisir melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) maupun Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

“Semoga inisiasi Pertamina bekerjasama dengan Unimed didukung peran aktif masyarakat dapat terus menggugah kesadaran bersama akan pentingnya kebersihan lingkungan pesisir,” ungkap Rudi.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang, Artini juga memberikan apresiasinya atas terselenggaranya program pembersihan pantai tersebut. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Peduli Sampah Nasional dengan pencanangan Program Tiga Bulan Bebas Sampah (TBBS), salah satunya dengan kegiatan pembersihan sampah di Pantai Desa Bagan Serdang.

Untuk kegiatan pembersihan pantai, tercatat peserta yang terdiri dari Pertamina, SKPD, warga Desa Bagan Serdang, Mahasiswa, Dosen, dan kelompok penggiat lingkungan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Desa Bagan Serdang tersebut. (art)

345

170

gnews.online |   Kegiatan buka puasa bersama keluarga besar civitas Universitas Negeri Medan (Unimed) merupakan kegiatan rutin dilakukan setiap tahun.R

Rektor Unimed Prof H Syawal Gultom, menegaskan, kegiatan buka puasa bersama seluruh civitas Unimed dalam rangka meningkatkan hubungan silaturrahim dan kebersamaan untuk membangun Kampus Hijau Unimed.

“Mari kita bangun kebersamaan dan komitmen dalam membangun Unimed menjadi kampus yang unggul, bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” kata rektor pada buka puasa bersama civitas akademika Unimed di kampus itu Jalan Willem Iskandar Medan Estate, kemarin.

Menurut rektor, Ibadah puasa yang dilaksanakan itu hendaknya tidak hanya membentuk kesalehan pribadi, akan tetapi harus mampu membentuk kesalehan sosial sebagai pribadi bertaqwa yang hidup bersosial dengan masyarakat luas.

Rektor menuturkan, kekuatan silaturahim antar civitas Unimed merupakan pendorong untuk lebih terpacu melakukan kegiatan terbaik dan bertanggungjawab atas tugas yang diemban dalam memajukan Unimed menjadi kampus terbaik.

“Mudah-mudahan kegiatan kita bersama untuk lebih peduli antar sesama dan lembaga dimana kita beraktivitas dalam kegiatan akademik di kampus Unimed tercinta ini. Semoga kita semua keluarga besar Unimed diberikan kesehatan untuk terus berkarya dan berinovasi dalam memajukan kampus hijau Unimed,” harap rektor.

Sedangkan penceramah Ustadz Dr Azhari Akmal Tarigan M.Ag, dalam tausiyahnya menjelang berbuka mengatakan, kegiatan buka puasa bersama keluarga besar civitas Unimed merupakan upaya perkuat ukhwah/persaudaraan dan silaturrahim.

“Sejalan dengan arahan pak rektor dalam sambutannya tadi. Apabila diantara kita mampu perkuat ukhwah dan silaturrahim, maka akan berpengaruh terhadap pembentukan diri pribadi kita agar terdorong untuk saling membantu dan bekerja sama dalam meraih harapan dan cita-cita untuk kemajuan kampus Unimed,” ujarnya.

Dalam tausiyah itu, Azhari menuturkan esensi manusia melaksanakan ibadah adalah terbentuk diri menjadi manusia yang siap merealisasikan khalifah di bumi ini. Menurutnya makna khalifah tidak sekedar pemimpin, akan tetapi membentuk diri  untuk menjadi manusia terbaik dan bermanfaat bagi orang lain juga wujud dari kekhalifahan.

Setelah mendengarkan ceramah agama, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa kemudian shalat magrib berjamaah dan makan malam secara bersama-sama. Kebersamaan civitas dalam acara ini terbangun dengan penuh keakraban. (dev)

233

gnews.online | Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017, Selasa  (13/6) diumumkan serentak secara nasional. Sebanyak 3.415 peserta dinyatakan lulus masuk ke Universita Sumatera Utara (USU).Sedangkan diterima di Universitas Negeri Medan (Unimed)  sebanyak 2.153 orang.

Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu diruang kerjanya  kepada  wartawan mengatakan,  melalui jalur tertulis ini, USU menerima 3.415 mahasiswa baru untuk 47 program studi (prodi), termasuk di dalamnya 447 orang mahasiswa Bidikmisi.

“Perserta yang mengikuti  ujian melalui jalur SBMPTN ini mencapai 72 ribu lebih,namun  diterima hanya sekian persen, ” ungkapnya.

Dia mengatakan, sebelumnya, melalui jalur SNMPTN, USU meneriam 2.083. Dari dua jalur ini jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 5.498 orang.

Disebutkan rektor,  pendaftar ke USU dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat.  USU menjelma menjadi salah kampus  paling diminitai di luar P.Jawa, hal ini tidak terlepas dari  pencapaian akreditasi A dihampir seluruh prodi.

Diungkapkannya juga, secara keseluruhan S1 hampir semua sudah akreditasi A, hal ini mengantarkan  USU masuk delapan besar  universitas paling dipilih para calon mahasiswa baru.

Kepada peserta yang dinyatakan lulus, katanya,  diwajibkan mengikuti pendaftaran ulang  dengan tahapan pendafataran dapat diakses pada laman website www.usu.ac.id,”  ujarnya seraya menambahkan, bagi yang tidak mendaftar ulang dinyatakan gugur.

“Bagi anak-anak kami yang gagal masuk USU melalui jalur SBMPTN, jangan berkecil hati dan putus asa,  masih ada peluang melalui jalur Mandiri.

”Pendaftarannya sudah dibuka pada 12 Juni hingga 5 Juli 2017,”ujarnya.

Sebagaimana yang diketahui, ujian dilaksanakan 11 Juli dan pengumuman.

Secara terepisah, Rektor Unimed, Prof Dr  Syawal Gultom menjelaskan, dari hasil ujian SBMPTN peserta yang dinyatakan lulus 1.850 orang. “Pengumuman kelulusan SBMPTN tersebut sudah bisa dilihat melalui lamanhttps://pengumuman.sbmptn.or.id,” ujarnya didampingi para wakil rektor Unimed.

Rektor mengatakan, para calon mahasiswa baru yang lulus melalui jalur SBMPTN ini harus mendaftar ulan pada 11 Juli  2017 pukul 09: WIB di Gedung Serba Guna Unimed. Sedangkan bagi mahasiswa bidikmisi mendaftar ulang pada 10 Juli 2017 dengan mengisi borang biodata.

“Para peserta yang dinyatakan lulus SBMPTN diwajibkan melakukan registrasi secara online dan  ,” ungkapnya didampingi Kabag Humas, M.Surip. Lebih jauh, katanya, registrasi online dapat dilakukan melalui laman unimed.ac.id.

Rektor mengimbau,  bagi yang lulus segera  melakukan registasi online.

“Jangan lupa membawa syarat-syarat yang  telah ditentukan Unimed,” ujarnya.

Apabila para calon mahasiswa tidak dapat mendaftar ulang dengan alasan apapun, maka akan dinyatkan gugur .(dev)

225

gnews.online | Pendaftaran penerimaan mahasiswa jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017 untuk Panitia Lokal 14 Medan telah ditutup sejak tanggal 8 Mei 2017.

Panlok 14 SBMPTN mencatat ada sekitar 58.565 peserta yang melakukan pendaftaran. Namun peserta yang telah mencetak kartu sebanyak 57.978 orang.

Menurut Ketua Panlok 14 Medan, Prof Dr Abdul Hamid K MPd, pendaftaran SBMPTN secara serentak telah ditutup. “Jumlah  peminat SBMPTN di Panlok 14 Medan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tahun 2016 sekitar 51 ribu lebih dan tahun 2017 sebanyak 58 ribu lebih,” katanya didampingi Sekretaris Panlok 14 Medan, Prof Dr Sahat Siagian MPd dan Kepala Humas Muhammad Surip, Jumat (12/5).

Abdul Hamid menambahkan, pelaksaan ujian SBMPTN ada dua jenis, yakni ujian tertulis dan ujian keterampilan. “Ujian tertulis berlangsung pada 16 Mei 2017 dengan dua sistem, yaitu Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT),” ujarnya.

Sementara ujian keterampilan dilaksanakan  17 – 18 Mei 2017. “Lokasi ujian SBMPTN di Panlok 14 Medan ada 73 lokasi, yang tersebar di berbagai wilayah termasuk di kampus Universitas Negeri Medan (Unimed),” ujarnya.

Ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial dan Humaniora (Soshum) dan ujian Campuran. “Untuk kelompok ujian Saintek sebanyak 24.760 pendaftar, Soshum 20.916 pendaftar dan Campuran sebanyak 12.302 pendaftar. Yang akan bertarung ujian SBMPTN 2017 untuk Panlok 14 Medan totalnya sebanyak 57.978 peserta,” katanya.

Ditambahkan Sahat Siagian, berbagai persiapan telah dilakukan Panlok 14 Medan, mulai penetapan lokasi ujian maupun pengawasan. “Lokasi ujian SBMPTN untuk Saintek 30 lokasi, Soshum 28 lokasi dan Campuran 15 lokasi,” ujarnya.

Kepala Humas Unimed Muhammad Surip menambahkan, pihaknya mengimbau bagi peserta ujian SBMPTN untuk melakukan peninjauan lokasi ujian satu hari sebelum pelaksanaan ujian pada 16 Mei 2017. (dev)

184

gnews.online | USAID melalui program Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students (PRIORITAS), baru saja menerbitkan buku praktik yang baik dalam perkuliahan dan integrasi Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK)-Sekolah.

Buku ini berisi pengalaman para dosen dan guru sekolah mitra LPTK dalam meningkatkan kualitas guru dan calon guru hasil kerja sama dengan program USAID PRIORITAS. “Dosen dan guru binaan Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Universitas HKBP Nommensen ikut berkontribusi menulis praktik perkuliahan terbaik dari Sumatera Utara,” tutur Communication Specialist USAID PRIROITAS Sumatra Utara Erix Hutasoit di Medan.

Direktur Program USAID PRIORITAS Stuart Weston mengatakan USAID PRIORITAS sejak tahun 2013 bekerja sama dengan 17 LPTK mitra dan 32 LPTK konsorsium melaksanakan program peningkatan kapasitas para dosen LPTK dalam melaksanakan perkuliahan aktif dan sekaligus memperkuat jalinan kerjasama antara LPTK dengan sekolah mitra tempat mahasiswa calon guru melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan.

“Sebagai produsen calon guru, menurut Stuart, LPTK harus memahami kebutuhan penggunanya yaitu sekolah. Sebaliknya, sekolah sebagai pengguna juga harus aktif memberikan masukan apa yang dibutuhkan kepada produsen. Dosen LPTK tentu kaya teori tetapi biasanya kurang punya pengalaman praktik. Sebaliknya, guru pasti kaya dengan pengalaman praktik tetapi biasanya kurang dalam teori. Melalui interaksi tersebut, kedua pihak dapat bekerja sama yang saling menguntungkan dan bersinergi untuk menghasilkan pendidikan yang terbaik bagi anak bangsa,” kata Stuart lagi.

Buku setebal 180 halaman itu menyajikan tiga topik utama terkait praktik-praktik yang baik dalam penyiapan calon guru dan pendampingan guru. Pertama tentang perkuliahan yang dilaksanakan para dosen LPTK dengan pendekatan pembelajaran aktif. Perkuliahan aktif oleh dosen tersebut sekaligus menjadi contoh bagi mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran aktif di kelas.

Kedua mengupas integrasi LPTK-Sekolah yang memperlihatkan kerja sama antara dosen dan guru dalam melaksanakan penelitian bersama dan pendampingan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah yang dijadikan tempat praktik mengajar mahasiswa. Kalau mahasiswa praktik mengajar di sekolah yang baik, tentu mereka akan mendapatkan pengalaman yang baik pula dalam mengajar.

Ketiga, mengulas inisiatif-inisiatif praktik yang baik dari LPTK, seperti membuat mata kuliah literasi dan manajemen berbasis sekolah (MBS) sebagai mata kuliah baru untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan membuat program yang mendekatkan mahasiswa dengan sekolah sejak semester awal. Biasanya, mahasiswa mulai diperkenalkan sekolah pada semester 5 atau 6. Masih banyak lagi praktik-praktik baik yang diceritakan dalam buku tersebut.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof Intan Ahmad PhD, menyambut baik penerbitan buku ini. ”Buku ini dapat menjadi wahana berbagi pengalaman antar dosen, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa calon guru. Buku ini juga membuktikan bahwa proses pembelajaran aktif (active learning) juga dapat diterapkan di perguruan tinggi, jika dosen menyiapkannya dengan baik,” katanya dalam sambutan pada buku tersebut.

Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof Dr Kamaruddin Amin, menyebut pengalaman para dosen LPTK Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang bermitra dengan USAID PRIORITAS dalam menerapkan perkuliahan dan pendampingan kepada madrasah telah memberi contoh yang baik dalam mempersiapkan calon guru madrasah yang profesional. Mahasiswa mendapat perkuliahan dengan pendekatan belajar aktif yang relevan dengan pendidikan abad 21. “Dalam perkuliahan mahasiswa terbiasa difasilitasi berpraktik memecahkan masalah, bekerja sama, menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan menghasilkan karya-karya kreatif dan inovatif dalam perkuliahan. Hal itu menjadi modal baik bagi mahasiswa untuk menjadi guru profesional,” paparnya dalam buku tersebut. (dev)

254

gnews.online | Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA,53, pakar penerbangan anak pertama Presiden RI ke 3 Prof BJ Habibie memaparkan bagaimana mentranspormasikan negara kita lebih mengandalkan pada faktor ekonomi yang belum kita punyai. Ke depan kita harus mengandalkan teknologi, inovasi dan kewirausahaan.

Hal itu dikatakan Ilham Habibie  pada kuliah umum dengan thema “Pentingnya riset terapan dalam mendukung daya saing UKM Indonesia” di gedung Auditorium Unimed, Kamis (23/2). Kuliah umum ini kerjasama Kadinsu-Unimed dan Ivan Iskandar Institue.
Dikatakan Ilham, tantangan kita dalam membangun ada 3 yaitu adanya stabilitas negara dan memang negara kita saat ini dalam keadaan stabil. Kita mencari masa depan yang lebih cerah. Untuk itu perlu ada pertumbuhan dalam ekonomi.

Pertumbuhan itu harus diukur tahun ke tahun dan juga perlu dilakukan pemerataan sehingga kesenjangan antara lapisan masyarakat tidak terlalu besar. “Kita harus berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Ilham Habibie yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang telematika, penyiaran dan riset & teknologi. Acara ditandai dengan tanya dan jawab dengan moderator Warek I Prof Dr Abdul Hamid K MPd.

Sementara Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengatakan, kuliah umum ini diharapkan memberi pemahaman bagi mahasiswa bagaimana situasi  pekerjaan di luar kampus secara utuh sehingga meningkatkan kemampuan mahasiswa.

Kelemahan kita selama ini tidak terlalu banyak memahami kondisi di luar. Karena itu kita perlu belajar dan kuliah pada orang-orang yang kesehariannya itu di dunia kerja supaya bisa memberi inspirasi.

“Mahasiswa harus dari sejak dini kita berikan wawasan dan pemahaman  tentang situasi kerja. Sebab hakikatnya kurikulum Unimed yang baru adalah menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan dunia kerja ke kampus. Itu hakikatnya. Salah satu caranya mengundang pakar-pakar dunia kerja,” kata Syawal Gultom.

Sementara Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara mengatakan, kebanyakan orang menganggap UMKM (usaha mikro kecil menengah ) itu identik dengan abal-abal dan dodol, padahal UMKM itu adalah salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Karena itu Kadin dan perguruan tinggi meningkatkan peran dan kemampuan UMKM ke depan. UMKM kita harus menghasilkan produk yang dicintai seluruh warga dunia. Artinya produknya harus global.

“Dan untuk itu perlu ilmu pengetahuan dan manajemen yang baik. Jadi UMKM kita harus identik dengan produk atau layanan dan jasa terbaik yang diperlukan. Kita jangan terjebak dengan produk asing, namun kita harus bisa bermitra dengan asing sehingga mudah memasarkan produk kita,” kata Ivan. Turut memberi sambutan Dekan FE Unimed Indra Maypita MSi PhD. (dev)

449

gnews.online | Sebuah kabar yang sangat membanggakan sekaligus mengharukan bagi civitas Universitas Negeri Medan (Unimed). Pasalnya, Pergururuan Tinggi Negeri (PTN) ini telah meraih nilai A akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 28 Desember 2016.

“Alhamdulillah, Unimed satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Utara yang mendapat akreditasi A untuk AIPT. Untuk skala nasional Unimed berada di urutan 33 dari 49 PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia,” kata Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd didampingi Wakil Rektor (WR) I Prof Dr Abdul Hamid K MPd,  WR II Dr Restu MS, WR III Prof Dr Sahat Siagian MPd, WR IV Prof Drs Manihar Situmorang MSc, PhD dan Humas Unimed Muhammad Surif MPd saat memberikan keterangan kepada wartawan di kampus Unimed, Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Selasa (31/1).

Sepanjang 2016, kata Syawal, ada empat perguruan tinggi yang berhasil meraih akreditasi institusi A untuk wilayah Pulau Sumatera, yaitu Universitas Lampung, Unimed, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Sriwijaya. Sebelumnya ada dua perguruan tinggi yang telah terlebih dahulu memeroleh akreditasi A yaitu Universitas Andalas Padang dan Unversitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Syawal mengingatkan kepada seluruh civitas akademika Unimed, bahwa keberhasilan meraih A akreditasi institusi bukan ujung sebuah perjuangan, melainkan awal untuk menata semua unit pelayanan yang ada di Unimed.

“Mempertahankan akreditasi A pasti lebih sulit ketimbang merebutnya. Karenanya, semuanya harus satu langkah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas yang sudah dan sedang dibangun,” kata Syawal.

Dia otimistis prestasi itu akan dapat ditingkatkan. Ini mengingat 24 dari 54 program studi (prodi) yang ada di Unimed sudah terkareditasi A dan 30 prodi terakreditasi B. Dan saat ini ada lima prodi, yakni S2 Linguistik, S2 Biologi, S2 Pendidikan Dasar, S1 Akuntansi dan S1 Pendidikan Eknomi yang tengah mengisi borang untuk segera diajukan guna memeroleh akreditasi A.

Diungkapkannya, penilaian akreditasi institusi perguruan tinggi dilihat dari beberapa aspek, di antaranya memiliki visi, misi dan tujuan yang terukur. Kemudian, manajemen akademik berjalan efektif dan efisien, memiliki mahasiswa yang aktif, kreatif dan berprestasi. Lalu, memiliki SDM dosen dan pegawai yang professional. Selain itu, memiliki pendanaan yang baik, memiliki publikasi dosen yang tinggi, dan adanya kerjasama dengan stakeholders profesional yang berdampak pada daya saing lulusan.

“Nilai akreditasi bagi suatu kampus merupakan bentuk kebanggaan dan prestise, karena menjadi acuan pengakuan publik bahwa institusi atau program studi tersebut terjamin mutu dan kualitasnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Menristekdikti Prof Mohammad Nasir saat mengumumkan ke publik hasil capaian kinerja tahun 2016 di hadapan awak media pada Rabu (28/12) lalu, berharap perguruan tinggi yang telah terakreditasi A dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di daerahnya.  Selain itu, terus meningkatkan kualitas layanan akademik,  dosen, infrastruktur, dan publikasi ilmiah di jurnal internasional dan nasional.

“Saya yakin bagi perguruan tinggi yang telah akreditasi A harapan itu semua bisa terwujud, karena prestasi mendapatkan A itu setelah mencapai beberapa indikator tersebuh,” ujarnya. (dev)