Friday, April 20, 2018
Tags Posts tagged with "Unpab"

Unpab

121

gnews.online | Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) menandatangani naskah kesepahaman kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Naskah MoU ditandangani langsung  Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM dan Ketua Kadin Sumut H Ivan Iskandar Batubara, di ruang seminar Gedung A Kampus Tamadun Mandiri Unpab, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Medan, kemarin..

Penandatanganan naskah MoU disaksikan Rektor I Unpab Ir Bhakti Alamsyah MT PhD, Rektor III Samrin SE MM, Direktur Program Pascasarjana Unpab Drs H Kasim Siyo MSi PhD, pada dekan, Kaprodi dan dosen di lingkungan Unpab. Seusai penandatangan naskah MoU, dilanjutkan dengan dialog dengan Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara.

Rektor Unpab HM Isa Indrawan kepada wartawan, Sabtu(26/8) mengatakan, dunia pendidikan dan dunia  industri harus saling bersinergi, karena keduanya saling membutuhkan.

“Kerja sama ini merupakan jawaban bagi Unpab untuk mengirimkan mahasiswanya ke dunia industri. Ini karena saat ini perguruan tinggi sangat mementingkan implementasi sesuai dengan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” kata rektor.

Rektor mengucapkan terimakasih kepada Kadin Sumut yang telah bersedia bekerja sama dengan Unpab. Dan Unpab siap melakukan penelitian dan pengabdian apa saja yang dibutuhkan Kadin Sumut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batuabara menyatakan, dia sudah mengingatkan pemilik perusahaan dan industri di Sumut jangan hanya mencari keuntungan, tapi juga mencari kemaslahatan dengan menggandeng perguruan tinggi untuk menjalin kerja sama.

“Penandatanganan MoU ini juga harus kita wujudkan, bukan hanya sekadar di atas kertas, tapi harus menjadi kenyataan. Kami berharap seluruh pengusaha yang berjiwa nansionalis nantinya berkumpul di Unpab ini untuk menjalin kerja sama. Intinya, kami siap untuk bekerjasama dengan Unpab,” tanda Ivan Iskandar Batubara. (dev)

108

gnews.online | Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan menjadi perguruan tinggi pertama di Provinsi Sumatera Utara yang meresmikan komunitas cabang olahraga (cabor) Gateball. Komunitas bernama Gateball Club Unpab itu diresmikan di Lapangan Sepakbola Panca Budi Medan, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Medan.

Peresmian Gateball Club Unpab dihadiri langsung Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Gateball Sumut Paul Ames Halomoan, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut Jhon Ismadi Lubis, Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sumut Dr HM Isa Indrawan SE MM yang juga Rektor Unpab, Rektor III Unpab Samrin SE MM, Direktur Program Pascasarjana Unpab Drs H Kasim Siyo MSi PhD,  Ketua Kontingen Sumut untuk Pomnas di Makassar Dr Irwan Jasa Tarigan SH MH, Kepala Bidang Kemahasiswaan Unpab Adian Hakim SP, dan anggota Gateball Club Unpab.

Ketua Pengprov Gateball Sumut Paul Ames Halomoan dalam sambutannya mengatakan, saat ini Pengprov Gateball dan Bapomi sedang memperjuangkan agar gateball menjadi cabor eksebisi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) Makassar 2017 mendatang.

Jika lolos, Paul berharap tim yang baru dibentuk di Unpab dapat terpilih menjadi atlet mewakili kontingen Sumut di Pomnas Makassar 2017 nanti.

“Karenanya, baik Pengprov, KONI, Bapomi,  dan Rektor Unpab mengharapkan para calon atlet dapat mempersiapkan diri dengan berlatih secara intensif meskipun tinggal menyisakan waktu dua bulan lagi,” kata Paul.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bapomi Sumut Dr HM Isa Indrawan menceritakan sekilas tentang gateball, yakni jenis olah raga yang dicetuskan oleh Eiji Suzuki di Hokaido Jepang pada tahun 1947. Termasuk olah raga yang unik dimainkan secara bersamaan antara tujuan rekreasi dan prestasi, karena olah raga ini tidak membedakan usia dan gender serta merupakan olah raga yang aman tidak terlalu memerlukan banyak tenaga, tidak ada kontak fisik dan dimainkan dipermukaan tanah.

Gateball menggunakan pemukul (stick), dimainkan oleh dua tim yang saling berhadapan. Setiap tim terdiri dari 5 pemain, dengan 5 bola. Tim pertama dengan bola berwarna merah, masing-masing bola bernomor ganjil 1, 3, 5, 7, dan 9. Sedangkan tim kedua dengan bola berwarna putih bernomor genap 2, 4, 6, 8, dan 10. Setiap pemain masing-masing memiliki 1 bola yang telah ditentukan.

Gatebal dimainkan di lapangan terbuka berumput atau lapangan tertutup dengan rumput sintetis, tidak ada rintangan (sampah, batu, dll), datar persegi panjang dengan ukuran 15 x 20 m atau 20 x 25 m (umum digunakan 15 x 20 m).

“Olah raga ini termasuk baru di Indonesia, namun peminatnya sudah mulai terlihat banyak. Sekilas memang mirip dengan golf namun jika kita mainkan beda sekali dengan olah raga golf. Bahkan peralatan dan biaya pun beda jauh,” ungkap Isa Indrawan yang juga Rektor Unpab.

Dia menyatakan, menyatakan mendukung sepenuhnya pembentukan klub-klub gateball di kampus-kampus di Sumut, sehingga daerah ini nantinya menjadi kiblat prestasi caor gateball di Indonesia. (dev )

109

gnews.online | Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Samosir dan Geopark Kaldera Toba Geoarea Samosir menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dalam program pembangunan kawasan geopark kaldera Toba.

Penandatangan MoA yang digelar Desa Sianjur Mula-mula, Pusuk Buhit, Limbong, Kabupaten Samosir,  itu dihadiri Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM, Wakil Rektor I Ir Bhakti Alamsyah MT PhD, Ketua LPPM Unpab Rusiadi SE MSi, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, mantan Bupati Samosir Wilmar Simanjorang MSc, Kepala Bappeda Samsoir Rudi Sabar M Siahaan, Raja-raja Batak di Samosir dan dosen Unpab.

Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga dalam sambutannya mengatakan, saat ini Danau Toba telah terdaftar dalam Jaringan Taman Bumi Global Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco).

“Dengan penandatangan MoA ini, kami berharap Unpab akan melaksanakan penelitain dan pengabdian masyarakat di kawasan Geoparak Kaldera Toba Geoarea Samosir. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan ada sinkronisasi program pembangunan oleh pemerintah dengan kearifan lokal,” kata Juang.

Rektor Unpab HM Isa Indrawan, Minggu(6/8)  berharap kepada dosen dan peneliti Unpab untuk tidak takut menunjukkan kreativitas dalam program Geoparak Kaldera Toba Geoarea Samosir.

“Penelitian tanpa implementasi tidak ada apa-apanya. Karenanya, tunjukkan kreativitas dalam program pembangunan kawasan geopark kaldera Toba,” tandas rektor seraya berterimakasih kepada Pemkab Samosir yang memberikan kesempatan Unpab untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat di Samosir.

Seusai penandatangan MoA, Rektor Unpab Isa Indrawan bersama Wakil Bupati Samosir dan Kepala B  Samosir juga  melakukan penanaman pohon jabi-jabi, beringin dan pohon endemik samosir lainnya di kawasan geopark kaldera Toba.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga dan Rektor Unpab mengajak warga desa untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Ini mengingat  masih maraknya penebangan kayu di kawasan Danau Toba.

“Penebangan kayu mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan yang berdampak sangat besar bagi kelestarian Danau Toba,” kata Juang Sinaga.

Mantan Bupati Samosir Wilmar Simanjorang menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Unpab yang punya perhatian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan di daerah Danau Toba dan melaksanakan penelitain dan pengabdian di kawasan Samosir.

“Saya merasa menjadi seperti alumni atau keluarga Pancabudi,” tutur Wilmar.

Selain menandatangani MoA di Samosir, Unpab juga melaksanakan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan uang dan pakaian layak pakai kepada pengurus dan jemaah Masjid Al-Jihaad Sitohang, Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi,  Senin lalu. (dev)

89

gnews.online | Para alumni Fakultas Hukum (FH)  Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan menggelar halal bihalal dan temu kangen di Hotel Polonia Medan, baru-baru ini. Kendati acranya yang terkesan dadakan dengan prsiapan hnya lima hari, ternyata tersebut berlangsung meriah dan sukses.

Para alumni yang saat ini berprofesi lintas sektoral di Medan dan luar Kota Medan tampak larut dalam kegembiraan hingga malam hari. Hadir dalam acara itu Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM, Rektor II Dra Hj Irma Fatmawati SH MH, Kepala Prodi Ilmu Hukum Syahminul Sirgar SH MH,  Sekretaris Prodi Rahman SH MH, para dosen dan ratusan alumni FH Unpab.

Ketua Ikatan Alumni FH Unpab Ismaidar SH MH didampingi Ketua Panitia Hendra Sihaloho mengatakan, halal bihalal dan temu kangen ini terselenggara berkat dukungan para alumni serta semua pihak.

“Acara halal bihalal ini kami manfaatkan untuk menggalang silaturahmi lintas angkatan dan lintas agama. Selain itu, acara diisi saling bercerita dan melepas kerinduan karena sudah lama tidak bertemu,” kata Ketua Panitia Hendra Sihaloho yang juga didampingi dosen senior Unpab  Sumarno SH MH.

Salah seorang alumni FH Unpab Timbul Situmorang berharap, kegiatan ini mejadi barometer bagi generasi muda karena degan memupuk rasa persaudaraan maka tercipta kerukunan dan toleransi.

Dalam kesempatan itu, pengurus Lembaga Bantuan Hukum Persatuan Insinyur Indonesia (LBH PII) Medan Ir Yuliusman Kesuma Yudha SH MH meminta agar ke depan forum alumni FH Unpab tetap dihidupkan. Karena forum ini sangat bermanfaat untuk memupuk tali persaudaraan dan menjadi saluran informasi positif bagi sesama alumni.  (dev)

164

gnews.online | Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI) Firman Subagyo SE MH mengungkapkan, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) acap kali terhambat sejak pembahasan di komisi akibat pihak menteri (eksekutif) yang diundang tidak datang.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara pada pada seminar nasional bertajuk “Menata Legislasi Demi Pembangunan Hukum Nasional” yang digelar Fakultas Hukum (FH) Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab), di gedung M Ruang 313 Kampus Tamadun Mandiri Unpab, Jalan Gatot Subroto Km 4,5.

Turut berbicara dalam seminar itu, Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Prof Dr Enny Nurbaningsih SH MHum, pakar Ilmu hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unan)  Padang Prof Dr Yuliandri SH MH, Dekan Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam) Langsa Dr Iman Jauhari SH MHum, dan dosen Fakultas Hukum Unpab Tamaulina Br Sembiring SH MHum PhD. Seminar dibuka Dekan FH Unpab Surya Nita SH MH.

Firman menyatakan, dia pernah mengeluh kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly bahwa koordinasi yang dilakukan dengan kawan lintas komisi, banyak ditemukan menteri-menteri yang diundang ke rapat tidak hadir, bahkan kadang tidak hadir dalam pembahasan.

“Saya berharap, demi menata dan pembangunan hokum nasional, menteri yang diundang oleh komisi menepati jadwal yang telah ditentukan,” kata politikus Partai Golkar ini.

Guru Besar Hukum Tata Negara FH Unan  Yuliandri mengatakan, peraturan perundang-undangan memiliki kedudukan sentral dalam dinamika perkembangan hukum di Indonesia. Dalam tradisi hukum Eropa Kontinental yang dianut oleh Indonesia, kualitas peraturan perundang-undangan akan sangat mempengaruhi pembangunan hukum di Indonesia.

“Sayangnya, hingga saat ini kualitas peraturan perundang-undangan masih belum memuaskan ditandai dengan banyaknya keluhan terhadap kualitas peraturan perundang-undangan yang masih memuat aturan-aturan yang disharmoni, tumpang tindih, tidak taat asas, dan sebagainya,” katanya.

Menurutnya, masalah pembangunan Sistem Hukum Nasional (Siskumnas) dan Pembangunan Hukum Nasional  (Bangkumnas) bukan masalah baru di Indonesia. Masalah ini sudah merupakan masalah umum yang sering dibicarakan di berbagai forum seminar nasional.

“Namun tidak berarti merupakan masalah basi, karena pembaharuan dan pembangunan hukum pada hakikatnya menuntut kesinambungan atau keberkelanjutan,” tegas Guru Besar Fakultas Hukum Unan Padang ini.

Sementara itu, Dekan FH Unpab Surya Nita, Senin(29/5) mengatakan, pengaturan dan pembentukan peraturan perundang-undangan bagaimanapun akan sangat mempengaruhi kualitas RUU dibentuk.

Karenanya, seminar nasional ini diharapkan membuka wawasan mahasiswa dan dapat menjadi trigger bagi pembahasan yang lebih mendalam di kemudian hari dalam rangka penataan pembentukan peraturan perundang-undangan di tanah air. (dev)

124

gnews.online | Sebanyak 35 mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) mengikuti Training of Trainer (ToT) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di ruang seminar Gedung A, Kampus Tamaddun Mandiri, Jalan Gatot Subroto km 4,5, Medan, kemarin.

Rektor III Unpab Samrin SE MM saat membuka kegiatan terebut mengatakan, peserta yang mengikuti ToT nantinya akan menjadi Satuan Gerakan Mahasiswa (Satgas) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Antipenyalahgunaan Narkoba (Artipena) Unpab.

“Adik-adik mahasiswa yang mengikuti ToT ini harus mengusai P4GN. Sebab peserta nantinya akan menjadi Satgas Antinarkoba yang harus mampu menjelaskan bahaya narkoba kepada mahasiswa dan masyarakat,” kata Samrin yang juga menjabat Ketua Bidang Organisasi Artipena Sumut.

Koordinator Satgas Artipena Unpab M Erwin Radityo SH MKn dalam paparannya mengatakan, secara geografis, Indonesia yang berbentuk kepulauan menjadi peluang besar bagi mafia narkotika untuk memerluas jaringannya. Apalagi mengingat penduduk Indonesia yang besar juga menjadi pangsa besar di wilayah ASEAN.

Buktinya sampai lini terbawah saat ini sudah terkontaminasi oleh narkotika dan obatan-obatan berbehaya (narkotika). Sedangkan mahasiswa merupakan pasar potensial bagi jaringan pengedar narkoba.

“Indonesia sudah menjadi pangsa pasar peredaran narkoba internasional. Ada lebih dari 5 juta anak muda menjadi penyalahguna narkoba. Bahkan ada sekitar 30-40 anak muda Indonesia yang meninggal per hari akibat penyalahgunaan narkotika,” kata Erwin.

Ditambahkannya, narkoba sangat berbahaya, dan sekarang ini begitu meluasnya peredaran barang haram tersebut. Karenanya, mahasiswa harus menyadari bahaya penyalahgunaan narkoba dan harus ikut mengawasi, mencegah dan memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba terutama di lingkungan kampus dan keluarga masing masing,” tandas Sekertaris Bidang Organisasi Artipenas Sumut ini.

Dalam kegiatan tersebut, juga berbicara Roro Rian Agustin SSos MSP dari Satnarkoba Polrestabes Medan. Roro mengulas Pengetahuan Dasar Adiksi Konseling dan Rehabilitasi Pecandu Narkoba. (dev)

114

gnews.online | Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) melalui Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi (LPPro) dan Certiport – International Test Center (ITC) Jakarta menandatangai naskah kesepahaman kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dalam bidang penyelenggaraan test komputer berstandar internasional.

Penandatanganan naskah MoU yang dilaksanakan di Gedung A, Kampus Panca Budi, Jalan Gatot Subroto, Medan, kemarin, itu dilakukan oleh Rektor II Unpab Dra Hj Irma Fatmawati SH MHum, dan Program Manager Certiport ITC Indonesia Treesia ST.

Penandatangan MoU disaksikan perwakilan Assesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi  (BNSP) Ir Gunawan Ramli MKom MTA MOS, dan Direktur LPPro Unpab Rahmat Hidayat SE MM serta para dekan di lingkungan Unpab.

Program Manager Certiport ITC Indonesia Treesia ST menjelaskan, pihaknya menggandeng Unpab dalam penyelenggaraan tes komputer untuk memperoleh sertifikat IC3 (Internet and Computing Core Certification) yaitu sertifikasi keahlian umum dalam menggunakan teknologi informasi komunikasi (TIK) berstandar global serta merefleksikan keahlian TIK terkini.

“IC3 sangat relevan bagi dunia kerja dan dunia pendidikan. IC3 diciptakan oleh Certiport bagian dari Pearson, serbuah perusahaan terdepan dalam menyediakan program sertifikasi dan solusi pelatihan untuk institusi pendidikan, pencari kerja dan perusahaan teknologi yang dapat diakses melalui lebih dari 12.000 Certiport Authorized Testing Centers di seluruh dunia,” tutur Treesia dalam sambutannya.

“Didirikan pada tahun 1997, Certiport adalah pelopor dalam menyediakan sertifikasi keahlian yang berorientasi pada dunia kerja untuk institusi pendidikan dan pekerja IT,” tambahnya.

Rektor II Unpab Irma Fatmawati dalam sambutannnya mengatakan, kelak lulusan Unpab yang telah memegang sertifikat berstandar internasional memiliki kesempatan yang semakin terbuka dan dapat bersaing tidak hanya di lingkungan industri lokal, melainkan juga di kancah internasional.

Program ini, katanya, diikuti oleh dosen, pegawai dan mahasiswa Unpab, serta beberapa peserta dari organisasi profesi dan perguruan tinggi lain di Sumatera Utara.

“IC3 akan menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan memberatkan curriculum vitae lulusan Unpab untuk memenangkan persaingan dunia kerja saat ini. Ijazah dan daftar nilai tidak cukup untuk membuktikan apakah seseorang berkompeten atau tidak di bidang komputer, tapi harus ada SKPI,” tandasnya.

Ditambahkannya, dalam kerja sama dengan ICT Jakarta, LPPro Unpab dipercaya menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk tenaga ahli bidang komputer, teknik, manajemen, akuntansi, perpajakan, para-legal,  dan teknologi pertanian yang profesional, komprehensif dan inovatif.

Direktur LPPro Unpab Rahmat Hidayat menjelaskan, sebelum mengikuti tes, peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dari Treesia dan Gunawan Ramli dari BNSP, sehingga membuat 500 peserta lebih nyaman dalam menjalani tes.

“Untuk memperoleh sertifikat IC3, pengambil tes harus lulus tiga tes yang tersedia yaitu Computing Fundamentals, Key Applications dan Living Online yang merupakan tes pengetahuan tentang komputer berupa pertanyaan dasar dan soal latihan. Setiap tes membutuhkan waktu kurang dari  satu jam,” kata Rahmat. (dev)

149

gnews.online: Sebanyak 98 mahasiswa mengikuti Trainig of Trainer (ToT) Gerakan Mahasiswa  Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalah Gunaan Narkotika (Gema Artipena) Sumatera Utara (Sumut), di  Kampus Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab), Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (15/3).

Kegiatan yang digelar di ruang seminar Gedung A Kampus Tamaddun Mandiri Unpab itu dibuka Ketua Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Sumut yang juga Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM.

Hadir dalam kegiatan itu,  Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Brigjend Andi Loedianto,  Kepala Bidang (Kabid) Cegah dan Pelayanan Masyarakat (Yanmas) BNNP Sumut AKBP Magdalena Sirait SSi, Rektor III Unpab Samrin SE MM,  Sekretaris Artipena Sumut Karnirius Harefa, dosen dan perwakilan mahasiwa dari berbagai berbagai perguruan tingi di Sumut.

Kepala  BNNP Sumut Brigjen Andi Loedianto dalam sambutannya mengatakan, Artipena Sumut menjadi contoh dalam keikutsertaan organisasi ini dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus. Ini karena Artipena Sumut memiliki program yang sangat baik dalam membantu aparat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

“”Saya bilang baik dan menjadi percontohan, karena Artipena Sumut melibatkan pimpinan perguruan tinggi, dosen dan mahasiwa dalam pencegahan narkoba. Saya sangat mendukung kegiatan Artipena. Saya merasa sangat terbantu sekali dengan adanya Artipena ini. Ini artinya pencegahan narkoba ini bukan hanya tanggung jawab BNN tetapi juga tanggung  jawab kita semua,” kata jenderal polisi berbintang satu ini.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Artipena Sumut Karnirius Harefa dalam laporannya mengatakan, ToT Gema Artipena diikuti 98 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Medan. Setelah mendapat pelatihan dari dari BNN, para peserta diharapkan membentuk satgas-satgas di kampus masing-masing sekaligus membuat program pencegahan penyalahgunaan di perguruan tinggi.

“Kita berharap para peserta ini akan melatih relawan di kampus masing-masing dalam membantu pencegahan penyalahgunaan narkoba,” kata Karnirius Harefa. (dev)

219

gnews.online | Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan mengadakan workshop “Peningkatan Akreditasi Program Studi Menuju A dan Penguatan Pengelolaan Manajemen Ruang di Lingkungan Unpab”, di Gedung D Ruang Baca Perpustakaan, kemarin.

Workshop dibuka Rekor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE, MM, dihadiri Rektor I Ir Bhakti Alamsyah MT, PhD, Rektor II Dra Hj. Irma Fatmawati SH, MHum, dan Rektor III Samrin SE, MM. Juga hadir Pjs Direktur Keuangan dan Manajemen Aset Universitas Mercu Buana Jakarta  Ir Purwanto SK MSi, para dekan, ketua.program studi (Prodi) dan kepala biro serta dosen di lingkungan Unpab.

Dalam worshop itu, Rektor Unpab Muhammad Isa Indrawan menyampaikan mengenai visi  Unpab menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) yang terkemuka berbasis religius dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

“Bidang akademik merupakan ruh Unpab, karena semua sumber daya Unpab beserta kiprah personalnya bermuara pada kepentingan akademik. Prodi sebagai penyelenggara akademik perlu diberikan energi yang besar untuk promosi, kurikulum dan perangkat pembelajaran, jurnal dan publikasi ilmiah,” katanya.

Untuk mencapai akreditasi A, tambahnya, harus ada diskusi kelompok terfokus, seminar/konferensi. “Kemudian, budaya akademik, kerja sama, penelitian dan pengabdian serta penulisan buku referensi harus tumbuh dan berkembang dengan baik,” tandas rektor.

Pjs Direktur Keuangan dan Manajemen Aset Universitas Mercu Buana Purwanto yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu menjelaskan, untuk menghasilkan generasi yang andal dan memiliki potensi besar untuk mengembangkan keilmuannya, maka dibutuhkan lembaga yang andal pula untuk membantu mewujudkannya.

“Kriteria lembaga yang layak disebut andal dalam melahirkan generasi yang berpotensi dapat diukur dalam penilaian akreditasi. Dalam hal kepentingan tersebut, dilakukan evaluasi dan penilaian terhadap sumber daya yang dimiliki lembaga tersebut yaitu prodi,” tutur Purwanto. (dev)

502

gnews.online|

Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan membentuk karakter mahasiswa baru melalui inagurasi. Sebab dalam inagurasi ditanamkan nilai-nilai dasar Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya, nilai-nilai budaya dan etika.

“Dengan kegiatan ini, seluruh mahasiswa baru Unpab memahami budaya-budaya yang ada di Unpab, seperti budaya bersih, hemat energi, budaya berkata sopan, dan memberikan senyum kepada semua orang,” kata Rektor I Unpab Ir Bhakti Alamsyah MT, PhD pada pembukaan inagurasi mahasiswa baru kelas karyawan Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (FEB) Unpab, di Gedung Mahtab, Kampus Tamadun, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (16/11).

Hadir dalam acara itu, Dekan FEB Drs Anwar Sanusi MSi, Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan Saimara Sebayang SE, MSi, Kepala Humas Unpab Abdi Setiawan SE, MM, para dosen dan mahasiswa senior Unpab.

Menurut Bhakti, inagurasi memang semacam Ospek, tapi tidak ada budaya kekerasan. Karena selain dilarang pemerintah, budaya kekerasan juga tidak baik bagi pembentukan karakter. “Unpab merancang inagurasi menjadi satu model untuk membentuk karakter mahasiswa yang lebih berkarakter dan tangguh,” kata mantan Dekan Fakultas Teknik Unpab ini.

Ditegaskannya, Unpab sangat konsern dengan penanaman nilai-nilai budaya dan moral. Karenanya, semua mahasiswa baru harus lolos tes urine. “Tes urine dilakukan kepada semua mahasiswa baru Unpab. Dan saat mau sidang meja hijau nantinya, mahasiswa juga akan dilakukan tes urine,” tandasnya.

Terkait dengan tes urine dan sosialisasi bahaya narkoba kepada peserta inagurasi, katanya, Unpab bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dan Aliansi Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Sumut yang diketuai Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE, MM. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan Saimara Sebayang SE, MSi mengatakan, inagurasi dimaksudkan untuk mengenalkan visi misi prodi, fungsi dosen/pembimbing akademik, budaya universitas, tentang kampus tamadun mandiri, dan sosialisasi narkoba.

Inagurasi kali ini, katanya, dikhususkan bagi 50 mahasiswa baru kelas karyawan Prodi Ekonomi Pembangunan. Sebelumnya, 80 mahasiswa baru kelas reguler Prodi Ekonomi Pembangunan telah mengikuti inugarasi selama dua hari (3-4 November) di desa binaan Unpab, yakni di Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.

“Selain diberikan pemahaman budaya akademik di Unpab, mahasiswa baru Ekonomi Pembangunan Unpab juga melakukan studi lapangan dan pengabdian pada masyarakat di Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Mereka belajar tentang kondisi desa setempat sekaligus belajar tentang metode penelitian,” kata Saimara.(dev)