Wednesday, August 21, 2019
Tags Posts tagged with "Unpri Medan"

Unpri Medan

49

gnews.online | Dalam upaya peningkatan kualitas Mutu Pendidikan, Pengabdian dan Penelian dosen, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menjalin hubunganbekerjasama dengan Universitas Negeri Medan (Unimed).

Kerjasama tersebut ditandai dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) oleh Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M,Kes dan Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom di Gedung Serbaguna UNPRI, kemarin.

Selain kegiatan penandatanganan MoU antara UNIMED dan UNPRI, puluhan dosen dan Kaprodi UNPRI juga mengikuti pelatihan pembelajaran kurikulum pendidikan tinggi dan PEKERTI/AA dengan pemateri Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, dan beberapa Guru Besar Unimed.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Wilayah I Sumut Dr. Mahriyuni M.Kes, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Wakil Rektor IV Unimed Prof. Drs. Manihar Situmorang M.Sc., Ph.D, Ketua LP2AI Unimed Prof. Efendi Napitupulu beserta tim,  Wakil Rektor I UNPRI Seno Aji, M. EngPrac, Wakil Rektor II Dr. Ermi Girsang, M.Kes, Wakil Rektor III Said Rizal, MA., Wakil Rektor IV dr. Ali Napiah.,M.K.T., Ketua LPM UNPRI Abednego S Karosekali, M.P., Ka.Biro SDMUNPRI Marlince N.K. Nababan M.Kom., ParaDekan di Lingkungan UNPRI.

Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Dr. Mahriyuni M.Kes dalam sambutannya mengatakan, momentum penandatangan
MoU ini memperkuat komitmen UNPRI sebagai sebuah Institusi untuk terus berkiprah, dan sama-sama berkarya nyata dalam memajukan kompetensi dosen.

Dia juga mengatakan, sebagai universitas swasta, UNPRI merupakan universitas yang sehat ditandai dari 35 program studi 25 sudah terkariditasi B dan lainnya dalam proses reakreditasi.

Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M. Pd, menginspirasi puluhan dosen UNPRI yang hadir dengan menjelaskan bagaimana meningkatkan mutu kualitas mahasiswa, lulusan, dosen, dan kurikulum pendidikan, salah satunya dengan memaparkan KKNI yang terintegrasi dengan era revolusi industri 4.0 .

Syawal Gultom juga menyampaikan dosen merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran dan sebagai penentu kualitas mahasiswa.

Maka dari itu, kata Syawal, peningkatan kompetensi dan keterampilan dosen harus dilakukan. Perkembangan teknologi di era revolusi industry 4.0 saat ini, mendorong para pendidik meningkatkan kemampuan literasi data, literasi bahasa, penggunaan IT berbasis digital, dan harus dapat berkolaborasi dengan dunia kerja.

“Selain itu, perkuliahan harus dapat membentuk pekerti dan berbudi luhur sehingga melahirkan generasi-generasi terbaik yang dapat membangun masa depan bangsa. Inilah yang menjadi tanggung jawab sebuah perguruan tinggi,” katanya.

Rektor UNPRI  dalam sambutannya menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi MoU tersebut.

Dikatakan rektor,  implementasi dari Nota Kesepahaman ini dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan TeknikInstruksiononal yang dilaksanakan daritanggal 17-20 Mei 2019.

Kegiatan Pekerti ini diikuti oleh50 dosen tetap yayasan, yang mana pembiayaan kegiatan ini sepenuhnyaditanggung oleh yayasan dan universitas.

“Ini sebagai tanda keseriusan UNPRI dalam peningkatan kompetensi dosen di UNPRI, terutama dalam menghadapi era disrupsi teknologi 4.0,” kata rektor.

Rektor berharap, dengan adanya kegiatan ini diminta komitmen para dosen dalam kualitas peningkatan teknik pengajaran,karena ini sebagai salah satu faktor peningkatan mutu UNPRI.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan Minggu (19/5) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi  kerjasama yang dijalin dengan Unimed.

Menurut doktor muda ini, kerjasama ini sangat penting. Karena dari bentuk kerjasama yang dilakukan dapat  saling meningkatkan dan mengembangkan kinerja pendidikan tinggi, dalam rangka memelihara, membina, memberdayakan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. (Dev)

88

gnews.online | Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat memicu pemunculan era revolusi industri. Hal ini tentu menjadi tantangan lembaga pendidikan selaku tempat menempa mahasiswa selaku agen perubahan di masa depan.Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan universitas Prima Indonesia (FKIP UNPRI) Dian Syahfitri SS MHum, Sabtu(26/1).

Menyikapi permasalahan tersebut, kata Dian, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP UNPRI  mengadakan kegiatan seminar bertajuk “Pengembangan Pembelajaran, Bahasa, Sastra, dan Budaya pada Era Revolusi 4.0.”

Acara tersebut dihadiri Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI  Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji MEng Prac, WR III Said Rizal SHI MA, Dekan FKIP UNPRI  Dian Syahfitri SS MHum, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sri Dinanta Ginting  MPd dan Sekretaris Rektor UNPRI Christin  Agustina MHum dan Dekan FTIK UNPRI Abdi DharmaS.Kom,

Kegiatan yang dilaksanakan di Mutiara Suara Naviri Convention Hall tersebut, kata Diaan lagi, diharapkan dapat mendorong pola-pola pendidikan yang sejalan, dan bahkan mendukung prinsip-prinsip ideal keragaman budaya itu sendiri demi menjamin kebersamaan dan kerukunan sosial bangsa Indonesia.

Acara ini menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd (Guru besar Universitas Sebelas Maret), nurhadi Nainggolan S.Psi (Praktisi NLP dan hypnotherapy) serta Beni Arnas (Sastrawan Nasional). Selain ketiga pembicara utama, Hasan Al-Banna (sastrawan nasional) juga dihadirkan untuk menjadi moderator.

Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd selaku pembicara utama membahas mengenai budaya saat ini yang sangat tergantung dengan media sosial  seperti handphone, sehingga media tersebut dapat difungsikan sebagai sarana pengembangan pembelajaran bahasa, sastra dan budaya.

Sedangkan, Nur Hadi Nainggolan, S.Psi selaku pembicara ke dua membahas tentang hypnotherapy erat kaitannya dengan olah pikir agar siap menyambut era revolusi industri 4.0. Sedangkan pembicara ketiga Beny Arnas, membahas mengenai sastra yang ada pada saat ini ditinjau dari sisi praktis.

Lewat kegiatan ini FKIP UNPRI terutama Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan seluruh peserta yang hadir diharapkan siap menyambut revolusi industri 4.0 dengan kecakapan intelektual dan keahlian berbasis teknologi agar produktivitas kerja semakin termaksimalkan.

Sementara itu, ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Sri Dinanta Ginting, S.Pd., M.Pd juga menekankan bahwa bahasa, sastra dan budaya mesti menjadi salah satu motor penggerak kemajuan revolusi industri untuk memajukan bangsa Indonesia.

Ditempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menambahkan, pihaknya bangga dengan upaya yang dilaksanakan FKIP UNPRI yang cepat tanggap menghadapi perkembangan saat ini. 

Tommy mengatakan, FKIP UNPRI harus lebih dapat meningkatkan fungsi dan  perannya di dalam menghasilkan calon guru yang bermutu dan profesional, sehingga terlahir guru-guru yang memiliki kompetensi dari semua aspek, kepribadian, sosial dan profesional sebagaimana yang dipersyaratkan oleh UU. (DM)

106

gnews.online | Sivitas akademika Universitas Prima Indonesia (UNPRI) mengadakan kegiatan Perayaan Natal tahun 2018 mengangkat tema, “ Melayani dengan Kasih” dengan sub tema diambil dari Roma 12:9-12 bahwa setiap perayaan natal diharapkan tetap memberi makna baru bagi keluarga besar UNPRI.

Perayaan Natal UNPRI dihadiri Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman E.Lister MKes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNPRI Hendry SH MM, para kepala biro dan ketua lembaga, dekan, dosen dan mahasiswa.

Sebelumnya dilakukan ibadah kebaktian dan penyalaan lilin dilanjutkan Khotbah Natal yang disampaikan Pdt Jaharianson Saragih, Ph.D dalam suasana kekeluargaan dan penuh cinta kasih antar sesama umat Kristiani yang menghadiri perayaan natal di UNPRI tersebut.

Rektor Chrismis Novalinda Ginting mengatakan, tema tahun ini mengajak semua keluarga besar UNPRI mewujudkan Kasih dalam tindakan tertentu yang konkrit, bukan perasaan belaka tetapi tindakan nyata dan bukan pasif namun aktif.

“Sebagai makhluk social, manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa memiliki hubungan dengan orang lain. Hidup mengasihi orang lain adalah ciri khas umat Allah. Hidup dimana arah yang kita tuju seharusnya adalah semakin serupa dengan Kristus, meneladaniNya dalam segala aspek kehidupan kita dan bukan sebaliknya semakin bertolak belakang,” katanya.

Rektor menambahkan, di tengah-tengah kehidupan baik sebagai pribadi, sebagai akademisi dan sebagai mahasiswa kadang tidaklah selalu seperti yang diharapkan. Hiduplah dengan Kasih. Sebuah Kasih yang tidak mencari kepentingan sendiri, kasih yang peduli, tidak kenal batas dan berisi pengorbanan.

“Karena itu kita sebagai sebuah institusi yang sedang berkembang di kota Medan yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Marilah kita bergandengan tangan membawa UNPRI menjadi universitas yang berkarakter ditengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Perayaan Natal tidaklah hanya sekedar merayakan dengan megah saja, tetapi UNPRI juga turut berbagi kasih dalam merayakan natal dengan saudara kita yang membutuhkan yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Kasih Mandiri (YCKM). Panitia dan Yayasan serta Rektorat telah memberikan bantuan kasih kepada beberapa panti asuhan di Kota Medan beberapa hari lalu.

Sementara di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Kamis(20/12) mengucapkan selamat natal kepada seluruh umat Kristiani yang merayakannya tahun ini.

“Semoga keakraban dan rasa kekeluargaan diantara kita dapat terus terjalin dengan baik. UNPRI akan semakin maju dan Berjaya,” kata doktor muda ini meyakinkan. (DM)

121

gnews.online | Fakultas Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan menggelar event International Conference on Mechanical, Electronics, Computer, and Industrial Technology (MECnIT) 2018, Kamis (13/12).

Acara tersebut menghadirkan 4 Keynote speaker masing-masing  Prof. Ri-Ichi Murakami dari

National Taiwan University of Science and Technology, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit M.SCdari Pradita Institute, Assoc Prof. Pankaj Kolnkar dari Tokushima University Japan, dan Assoc Prof. Dr. Chia Chin Hua dari University Kebangsaan Malaysia dan berlangsung di Aula lantai 2 Kampus UNPRI Medan.

Hadir juga pada acara itu, Dr dr I Nyoman E.Lister MKes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leoard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT dan  Dekan FTIK UNPRI Abdi Dharma SKom MKom.

Sejumlah bidang keilmuan dibahas pada acara tersebut yakni bidang Mechanical Engineering , teknik elektro (electrical engineering), ilmu komputer (computer science), teknologi sistem informasi (information sistem and teknologi), serta teknologi industri (industrial technology).

Pada sesi paralel juga terdapat lebih kurang 117 pemakalah yang memaparkan hasil penelitiannya masing-masing.

Dekan FTIK Unpri Abdi Dharma M.Kom yg juga General Chair pada acara MECnIT 2018 mengatakan, bahwa acara tersebut merupakan ajang konferensi internasional yang mendatangkan sejumlah peneliti dari dalam dan luar negeri.

“Ada peneliti dari Jepang, Malaysia, Taiwan, dan dari Indonesia,” ujarnya,

Tujuannya diadakannya konferensi tersebut kata Abdi, selain sebagai ajang silaturahmi, juga sebagai sarana untuk bertukar ide dan pikiran, serta gagasan keilmuan lewat hasil riset yang dituliskan.

“Jadi paper-paper itu akan diterbitkan juga di jurnal bereputasi internasional yang berbasis di Inggris, Institute of Physics (IOP),” terangnya.

Selain itu, lanjut Abdi, bagi Unpri sendiri, kegiatan konferensi internasional ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dari dosen terutama dibidang penelitian dan publikasi.

“Karena setiap dosen kita kan memang punya kewajiban untuk melakukan publikasi. Jadi inilah salah satu ajangnya, dan dosen-dosen kita juga banyak yang ikut berpartisipasi. Jadi kita saling tukar pikiran meningkatkan wawasan dan pengetahuan,” jelasnya.

2

Direncanakan, katanya , kegiatan akademik seperti konferensi internasional ini akan rutin mereka lakukan,

“Tetap rutin dilakukan, tahunan. Jadi ini sudah yang kedua kali kita lakukan dan tahun pertama itu dilakukan juga bulan Desember tahun 2017,”katanya.

Disamping menghadirkan 4 keynote speaker, konferensi internasional tersebut juga menghadirkan 3 pakar yang diundang sebagai pembicara (invited Talk) yakni Endra Joelianto, Ph.D dari ITB, Dr Poltak Sihombing dari USU, dan Dr Arjon Turnip dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sementara itu di tempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leoard SH MKn menyambut baik kegiatan yang digelar FTIK UNPRI.

Menurut Tommy, event International Conference on Mechanical, Electronics, Computer, and Industrial Technology ini dapat saling memotivasi untuk meningkatkan tradisi riset dan penulisan antar akademisi perguruan tinggi.

“Ini adalah upaya UNPRI untuk menambah pengetahuan riset yang dilakukan oleh dosen-dosen di UNPRI,”ungkap tokoh pendidikan ini meyakinkan. (dm)

148

gnews.online | Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) telah mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan berbagai hal, salah satunya menjalin kerjasama dengan Universitas Utara Malaysia (UUM) dan menggelar “The 7th International Confference on International Study”, di aula UNPRI, Jl. Ayahanda Medan,kemarin.

Acara “The 7th International Confference on International Study” (ICIS) 2018 tersebut dihadiri Wakil Menteri Transportasi Malaysia Datuk Kamarudin Jaffar, Wali Kota Medan Drs. Dzulmi Eldin S, MSi, Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Encik Amizal Fadzli bin Rajali, Pendiri UNPRI Dr. dr. I Nyoman Echrich Lister, M.Kes, AIFM, Ketua BPH Unpri Dr. Tommy Leonard, SH, MKn, Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SH MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr. Azharudin, SH, MKn dan jajarannya, serta Vice Chancellor UUM Prof. Dr. Ahmad Bashawir Haji Abdul Gani dan jajarannya.

Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes mengatakan, saat ini kita sedang menghadapi era revolusi industri 4.0, dimana sebagian besar perusahaan menggunakan teknologi untuk menjual produk mereka secara online. Teknologi tersebut juga digunakan secara massif di tengah kehidupan, termasuk dalam sektor pendidikan.

Menurutnya, era revolusi ini akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tidak bisa dibendung. Di dalam dunia perguruan tinggi fenomena ini dapat dilihat dari berkembangnya riset-riset kolaborasi antara peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai perguruan tinggi.

“Oleh karenanya, UNPRI sudah bersiap diri dalam menghadapi hal ini. Berbagai hal telah disiapkan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini. Salah satunya dengan pengembangan kerjasama dengan perguruan tinggi lain, seperti antara UNPRI dengan  UUM. Dan pelaksanaan ‘The 7th International Conference on International Study’ adalah bentuk implementasi dari kerjasama tersebut,” jelasnya.

Rektor UNPRI juga berharap, dengan digelarnya International Conference on International Study ini dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang brilian di dalam bidang ekonomi, teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Vice Chancellor UUM Prof. Dr. Ahmad Bashawir Haji Abdul Gani menyampaikan terimakasih kepada UNPRI, karena komitmen kerjasama antara UUM dan UNPRI pada tiga tahun lalu dapat terus dikembangkan dalam tahap kerjasama yang berkelanjutan, dengan berasaskan tujuan-tujuan akademik, yang profesional serta berpedang teguh pada nilai-nilai integritas di dalamnya.

“Hubungan kerjasama antara UUM dan UNPRI merupakan sebuah bentuk rangkaian diplomasi yang dijalankan melalui pendekatan universiti to universiti (U to U) khususnya di bidang pendidikan tinggi yang dijalankan melalui kegiatan-kegiatan akademik yang produktif.

Dia juga menyampaikan, bahwa PM Malaysia Mahatir Muhammad memiliki keinginan kuat agar hubungan bilateral, khususnya institusi perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia dapat ditingkatkan lebih erat lagi. Sesuai dengan kebijakan Presiden RI, melalui Menteri Riset dan Teknologi yang ingin universitas kedua negara saling berkolaboerasi.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan, seiring berkembangnya teknologi sekarang, era revolusi 4.0 ini pada satu sisi dapat membawa manfaat bagi negara dan masyarakatnya dimana akses terhadap informasi dan kemudahan transaksi menjadi sangat terbuka bagi semua kalangan. Namun ketika kemajuan teknologi hanya digunakan untuk mendominasi ketahanan negara, serta hanya meningkatkan ekonomi semata, maka era revolusi 4.0 dan teknologi dapat membawa ancaman dan keselamatan keamanan dunia.

Sementara itu, Wakil Menteri Transportasi Malaysia yang menjadi Keynote Spech dalam ICIS 2018 tersebut mengatakan sangat gembira dapat hadir mewakili kerajaan Malaysia sebagai tamu di acara UUM-UNPRI untuk menyaksikan perjanjian kerjasama yang konkrit untuk sama-sama melahirkan ijazah pascasarjana.

“Ini suatu perkembangan yang baru dan signifikan, saya pikir pertama kali antara UNPRI dan UUM mengadakan kerjasama yang menghasilkan ijazah pascasarjana. Ini merupakan perjanjian kerjasama yang positif dan saya yakin pemerintah Indonesia dan Malaysia mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan, perjanjian kerjasama antara kedua universitas ini akan memberikan manfaat bagi institusi akademik di kedua negara dalam menghasilkan generasi baru yang mempunyai bukan saja di bidang akademik maupun melahirkan Sumber Daya Manusia, tetapi juga menjalin kerjasama erat kedua negara.

“Kerjasama ini merupakan kerjasama yang pertama di Malaysia dan Indonesia yang konkrit dilaksanakan. Ini bisa menjadi contoh bagi universitas lainnya. Dengan kerjasama ini, kita akan bisa mendapatkan pengalaman baik di Indonesia dan Malaysia, tentu hasilnya akan lebih baik,” pungkasnya. (dm)

112

gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) bersama  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Medan menandatangani nota kesepahaman (MoU). Hal ini dilakukan dalam rangka mensukseskan Program 101 Start Up  yang diselenggarakan Pusat Karir dan Kewirausahaan UNPRI.

Penandatanganan Memorandum of Understanding yang dilakukan pada acara Diklat Seminar dan Talkshow HIPMI Medan di Hotel Le Polonia Medan tersebut, dilakukan oleh Wakil Rektor IV dr Alinapiah Nasution MKT yang disaksikan Walikota Medan Drs. H. T. ZulmiEldin.,M.Si., MH dan Pembina HIPMI Sumut Dr HT Erry Nuriadi MMSi.
Turut juga hadir Wakil Rektor III UNPRI Said Rizal MA, Pasintel Kodam I BS/BB, Ketua Panitia T. Erdiansyah Rendy SH.,  Ketua BPC HIPMI Medan Rio Adrian Sukma, SH.,M.Kn., Ketua BPD HIPMI Sumut Mazz Reza Pranata.
Walikota Medan pada kesempatan itu,  memberikan dukungan penuh atas kegiatan tersebut, dan harapkan nantinya HIPMI dapat menjadi komunitas besar bagi para UMKM di Kota Medan, dengan membantu pemasaran produk-produk UMKM

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes melalui Wakil Rektor IV dr Ali Napiah Nasution MKT mengatakan,dengan MoU ini diharapkan, dapat memberikan pengetahuaan dan mendidik mahasiswa menjadi seorang yang nantinya memiliki sikap kemandirian dan kewirausahaan.
    
Rektor juga berharap, semoga kerjasama ini, dapat segera terealisasi dan terlaksana dengan baik ke depannya. 

“Dengan adanya kerjasama ini, kita harapkan  HIPMI Medan dapat menjadi mediator sekaligus mentor bagi mahasiswa UNPRI calon pengusaha muda yang mengikuti program 101 Start Up,” katanya. 

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengapresiasi langkah Hipmi Kota Medan yang ingin bekerjasama dengan UNPRI.
“Mudah-mudahan, kegiatan ini memberikan pemahaman dan memotivasi sertai  mengajak generasi muda, dalam hal ini mahasiswa UNPRI untuk mengembangkan jiwa-jiwa kewirausahaan.
    
Menurut Tommy, Kerja sama ini sebuah langkah yang baik, demi menunjang keberhasilan  bersama. Sebuah keberhasilan tentu tidak terlepas dari berbagai kerja sama yang baik, dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. (Dev)

 

178
gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali mengukuhkan sarjana baru dalam wisuda periode II tahun akademik 2018/2019 dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung  Medan International Convention Center (MICC) Jl. Gagak Hitam/RingroadMedan, selama dua hari Rabu(17/10) dan Kamis(18/10).
Pada kesempatan tersebut turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I  Sumatera Utara, Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji MEng Prac, WR IIDr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, para dosen dan staf dilingkungan UNPRI.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I  Sumatera Utara, Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD  dihadapan para wisudawan/i  mengatakan,  UNPRI salah satu universitas terbaik di Sumatera Utara (Sumut).
Dian Armanto menjelaskan, pada tahun 2017 UNPRI peringkat 108 Kopertis 1849 Indonesia Cluster 3. Dan, 2018 No.9 dari 33 universitas, No.10 dari 131 PTS Sumut minus akademi dan Politeknik.
    Dikatakan Dian Armanto, Aspek & Indikator pemeringkatan thn 2017 dan 2018.Pertama, SDM Dosen (30%): persentase dosen S3, jabatan lektor kepala dan guru besar, serta rasio mhs –  dosen.
Kedua, kelembagaan (28%): akreditasi institusi, program studi, internasional, dan jumlah mhs asing. Ketiga, apek kemahasiswaan (12%): kinerja kemahasiswaan. Dan,keempat, penelitian dan abdimas (30%): kinerja penelitian, abdimas dan jlh artikel ilmiah terindeks scopus.

Dian Armanto melihat UNPRI  berkembang sangat cepat dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak. Dan, UNPRI banyak mengukir prestasi.
Dia mengaku, dirinya mengikuti perkembangan UNPRI.  Hal ini adalah suatu prestasi dan kemajuan bagi UNPRI dan harus lebih ditingkatkan lagi.
“Semua ini dapat terwujudkan karena kinerja pimpinan dan timnya yang bagus dalam mengelola perguruan tinggi,”kata Dian Armanto.
DianArmanto juga berharap, agar lulusan UNPRI yang baru diwisuda ini, harus berjuang. Karena tidak ada sukses tanpa perjuangan.
Harapan tersebut disampaikannya sembari menceritakan tentang ‘Soichiro Honda’ dan mencontohkan sosok pemilik Perusahaan Honda dari Jepang yang sukses.
Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes dalam sambutannya mengatakan, tantangan yang dihadapi setiap perguruan tinggi baik dalam ilmu pengetahuan maupun menghasilkan lulusan semakin hari semakin berat.
Untuk itu, UNPRI telah bersiap diri menghadapi tantangan tersebut.Antara lain, melalui road map penelitian dosen yang sudah diarahkan kepada konsep 4,0, meningkatkan kerjasama dengan institusi  lain, baik dalam dan luar negeri.
Disebutkan Chrismis , saat ini UNPRI sedang menjalankan kerjasama salah satunya dengan Universitas Utara Malaysia dalam bidang pengembangan SDM dan Penelitian.
Hal lain yang sedang dipersiapkan kata Chrismis , adalah dukungan infrastruktur.Berbagai fasilitas yang semakin lengkap dan nyaman sudah disiapkan di kampus baru Jl Sampul Medan.
“UNPRI punya training center yang membanggakan, lab canggih dan sistem IT semakin besar dan member bermanfaat,”ucap Chrismis.
Di tempat terpisah,  Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, kepada wartawan, Jumat(19/10) mengatakan,pihaknya akan terus meningkatkan UNPRI, agar dapat sejajar dengan PTS/PT yang ada di Tanah Air. Sekaitan dengan ini, sejumlah staf pengajar UNPRI telah disekolahkan untuk memperoleh pendidikan master (S2) atau doktor (S3) sebagai upaya meningkatkan kualitas di PTS.

Karena itu, kata tokoh pendidikan Sumut ini, pihaknya bertekad akan mempertahankan UNPRI sebagai salah satu PTS yang terbaik dan  dapat melahirkan sarjana yang berkualitas di tengah-tengah masyarakat untuk kemajuan bangsa. (Dev)

182

Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH didampingi Dr.Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor II, Dr.Ermi Girsang MKes, para Dosen dan Staff FK UNPRI foto bersama para dokter baru, usai Acara  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter di ruang serba guna kampus tersebut di Jalan Ayahanda Medan.

gnews.online | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Program Studi Profesi Dokter melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter bagi  mahasiswa/i yang telah menyelesaikan  Kepaniteraan Klinik ( Co.Ass) dan telah dinyatakan Lulus Ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) kemarin.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter baru tersebut dilakukan Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI, dr.Linda Chiuman MKM dan para Rohaniawandi ruang serbaguna kampus tersebut di Jalan Ayahanda Medan.

Acara tersebut dihadiri Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH  Dr.Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor II, Dr.Ermi Girsang MKes, para Dosen dan Staff FK UNPRI.

Dekan FK UNPRI  dr.Linda Chiuman MKM dalam sambutannya menyatakan, bahwa utk menjadi seorang dokter, bukanlah suatu hal yg mudah, karena harus melewati beberapa tahap.

Dikatakannya, bahwa pendidikan dokter merupakan pendidikan akademik dan sekaligus pendidikan profesi dengan jenjang profesi pertama yang paling lama dibanding profesi lain.

Sampai saat ini FK UNPRI kata dr Linda, terus berusaha mencetak dokter yang berkualitas,

Dokter Linda juga  berpesan, jika sudah terjun ke masyarakat, jagalah etika, jagalah nama baik sendiri, orang tua, dan almamater.

Sementara itu, di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi  Ketua BPH  Dr.Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Sabtu(13/10) mengatakan, pengambilan sumpah dokter ini merupakan awal pengabdian sebagai seorang dokter.

“Di mata masyarakat kalian menjadi penyelesai masalah kesehatan, oleh karena itu tingkatkan terus jenjang pembelajaran karena ilmu dunia kedokteran selalu berkembang,”kata dr Nyoman.

Pada kesempatan yang sama juga, dr Nyomanmenyatakan bangga, bahwa FK UNPRI telah banyak menghasilkan para  dokter yang handal, karena alumni FK UNPRI telah dididik dengan serangkaian pendidikan sehingga sikap,  tingkah laku dapat melakukan profesi kedokteran dengan baik.

Dr Nyoman berpesan kepada para dokter yg baru dilantik, jadilah dokter yang rendah hati, saling membantu sesama, dan jangan pernah memperdagangkan pasien.

Dr Nyoman juga berharap, para dokter baru FK UNPRI, harus mengembangkan diri dengan ilmu dan pendidikan, mengembangkan ilmu kesehatan yang dimiliki, memelihara dan mengembangkan   pengabdian dan sikap sesuai profesi serta bertanggungjawab dan menaruh perhatian kepada sesama manusia. Selain itu juga harus memiliki kerendahan hati. (Dev)

246

gnews.online | Mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan kembali dimanjakan dengan hasil karya para kreator seni dalam event Eutopia Where The Good Gets Alive yang bekerja sama dengan Focal Point Mall dan Jandwee di Focal Point Mall Jalan Gagak Hitam, Sabtu (9/9) malam.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor UNPRI, Seno Aji, mengucapkan terimakasih kepada inspirator beserta para panitia penyelenggara event Eutopia. Sebab mereka sudah bersusah payah mengumpulkan para seniman dari segala penjuru Kota Medan. Dengan adanya event ini, ia berharap para seniman Kota Medan bisa go nasional bahkan go internasional, sehingga seiman Kota Medan tidak ketinggalan dari para seniman yang berada di Pulau Jawa.

“Saya cukup senang dengan hasil para karya seniman muda di event ini. Karya seninya bagus-bagus dan saya berharap tahun depan para seniman mampu meningkatkan kualitasnya agar bisa menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

IMG-20180909-WA0002

Ketua Panitia Eutopia 2018, Randy Raharja, menyebut kesuksesan event ini tidak terlepas dari dukungan penuh UNPRI. Di mana UNPRI memberikan fasilitas penuh kepada para mahasiswa untuk mengembangkan bakat serta kreasi yang mereka miliki.

“UNPRI sangat mendukung setiap kegiatan mahasiswanya. Mahasiswa akan diajarkan menghargai kreatifitas, memperkenalkan dan lainya yang bersifat positif.

Ide Kreatif Eutophia 2018, Januar, mengatakan ada puluhan stand Art Market yang akan tampil pada event ini sampai beberapa hari ke depan. Sebelas di antaranya hasil karya seni anak Medan mulai dari tas, baju, abjad dan lainnya.

“Brand kenamaan ikut meriahkan event ini yakni Hanchan Studio, Last, Abjad, Franky, Bedrock, Mother Space, Wood Land Skate, Kaiu, Fogapotheiary, Marjorie, dan Limbong PC. Event ini bertujuan agar pemuda Kota Medan khususnya, termotivasi untuk berkarya dan menjadikan Kota Medan sebagai rumah impian para seniman,” pungkasnya.

EUTOPIA adalah wadah apresiasi bagi seniman dan penggiat kreatif Kota Medan dan pelopor gerakan perubahan demi Kota Medan yang lebih Kreatif. EUTOPIA tempat di mana hal baik dapat diwujudkan.

Acara ini bertujuan menjadikan Kota Medan sebagai rumah bagi para seniman dan penggiat seni kreatif dan budaya. Acara ini digagas oleh Kreatif Agensi lokal Medan, Jandwee untuk memeriahkan serta mengapresiasi industri seni dan budaya di Kota Medan.

Acara kreatif dengan kegiatan utama pameran karya seni yang di gelar terbuka untuk para seniman baik amatir maupun professional dari Medan. Hal ini tidak saja sebagai wujud apresiasi bagi pelaku seni kreatif, desain dan budaya, tapi juga sebuah ajakan kepada masyarakat Medan untuk mulai berbuat, berkarya dan mengapresiasi para pelaku kreatif dan seniman lokal Medan.

Dengan kesuksesan Eutopia di tahun 2017, yang sanggup menarik pengunjung dengan total 5500 orang dalam waktu 5 hari. Dengan mengusung konsep Art Museum, Eutopia juga menyuguhkan instalasi seni serta area photobooth yang instagramable di dedikasikan kepada para pecinta fotografi. (Dev)

374

gnews.online | Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, menyelenggarakan kegiatan Yudisium mahasiswa lulusan periode II tahun 2018 dan ramah tamah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Istana Koki Medan, Sabtu (1/9 )  tersebut dihadiri Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Dekan FE UNPRI Cut Fitri Rostina SE MM, Wakil Dekan Hendry SE MM para dosen dan  seluruh pejabat struktural lainnya.

Dekan FE UNPRI Cut Fitri Rostina SE MMmengatakan, momen yudisium ini merupakan momen yang kita nanti bersama, momen yang menjadi pertanda telah usainya perjuangan kita selama menempuh pendidikan di UNPRI.

Dekan juga berpesan agar para peserta yudisium dapat menjaga nama baik kampus UNPRI.

“Beberapa tahun yang akan datang tidak menutup kemungkinan di antara kalian akan ada yang menjadi manager perusahaan, politisi, pengusaha. Pesan saya jagalah nama baik kampus kita dan jangan lupa para dosen-dosen kalian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan FE UNPRI  Hendry SE MM  memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik Prodi Manajemen, Junita. Hendry menitip pesan kepada seluruh mahasiswa agar terus berinovasi, kreatif dan produktif .

Pada kesempatan yang sama juga, Hendry meminta para lulusan FE UNPRI untuk melanjut S2 ke Pascasarjana UNPRI bagi yang ingin melanjut, meminta para lulusan untuk tetap belajar dan jangan terus merasa puas dengan apa yang sudah dicapai.

“Dengan bekal yang kalian dapat selama menempuh studi di FE UNPRI, selain wajib menjaga almamater, saya harap kalian dapat lebih mengembangkan ilmu-ilmu yang kalian miliki. Manfaatkan peluang. Ijazah S1 ini hanya titik awal untuk mencapai keberhasilan kedepan,”katanya.

Acara juga  dihibur dengan  alunan suara emasnya Monika, mahasiswi FE UNPRI. Juga memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik dari Prodi Manajemen dan tiga lulusan terbaik dari Prodi Akuntansi.

Lulusan terbaik Prodi Manajemen adalah Junita dengan IPK 3,86, disusul terbaik kedua Juli dengan IPK 3,85 dan terbaik ketiga Jesica dengan IPK 3,80. Sedangkan lulusan terbaik Prodi Akuntansi adalah Romauli Saveria Simanullang dengan IPK 3,94, terbaik kedua Shela dengan IPK 3,90 dan terbaik ketiga Maria dengan IPK 3,80.

Di tempat terpisah Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan Minggu(2/9) mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang mengikuti yudisium.

“Saya berharap agar para alumni yang selesai di tahun ini dapat bersaing sehingga alumni kita terserap dalam dunia kerja,” pesan Tommy.

Tommy mengajak, agar semua pihak dapat bersama-sama membangun kampus menjadi lebih baik lagi. Membangun kampus agar dapat lebih baik kedepannya dengan mencetak lulusan sarjana yang memiliki integritas moral sebagai sarjana. (Dev)