Tuesday, October 16, 2018
Tags Posts tagged with "Unpri Medan"

Unpri Medan

25

Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH didampingi Dr.Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor II, Dr.Ermi Girsang MKes, para Dosen dan Staff FK UNPRI foto bersama para dokter baru, usai Acara  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter di ruang serba guna kampus tersebut di Jalan Ayahanda Medan.

gnews.online | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Program Studi Profesi Dokter melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter bagi  mahasiswa/i yang telah menyelesaikan  Kepaniteraan Klinik ( Co.Ass) dan telah dinyatakan Lulus Ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) kemarin.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter baru tersebut dilakukan Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI, dr.Linda Chiuman MKM dan para Rohaniawandi ruang serbaguna kampus tersebut di Jalan Ayahanda Medan.

Acara tersebut dihadiri Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH  Dr.Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor II, Dr.Ermi Girsang MKes, para Dosen dan Staff FK UNPRI.

Dekan FK UNPRI  dr.Linda Chiuman MKM dalam sambutannya menyatakan, bahwa utk menjadi seorang dokter, bukanlah suatu hal yg mudah, karena harus melewati beberapa tahap.

Dikatakannya, bahwa pendidikan dokter merupakan pendidikan akademik dan sekaligus pendidikan profesi dengan jenjang profesi pertama yang paling lama dibanding profesi lain.

Sampai saat ini FK UNPRI kata dr Linda, terus berusaha mencetak dokter yang berkualitas,

Dokter Linda juga  berpesan, jika sudah terjun ke masyarakat, jagalah etika, jagalah nama baik sendiri, orang tua, dan almamater.

Sementara itu, di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr.dr I.Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi  Ketua BPH  Dr.Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Sabtu(13/10) mengatakan, pengambilan sumpah dokter ini merupakan awal pengabdian sebagai seorang dokter.

“Di mata masyarakat kalian menjadi penyelesai masalah kesehatan, oleh karena itu tingkatkan terus jenjang pembelajaran karena ilmu dunia kedokteran selalu berkembang,”kata dr Nyoman.

Pada kesempatan yang sama juga, dr Nyomanmenyatakan bangga, bahwa FK UNPRI telah banyak menghasilkan para  dokter yang handal, karena alumni FK UNPRI telah dididik dengan serangkaian pendidikan sehingga sikap,  tingkah laku dapat melakukan profesi kedokteran dengan baik.

Dr Nyoman berpesan kepada para dokter yg baru dilantik, jadilah dokter yang rendah hati, saling membantu sesama, dan jangan pernah memperdagangkan pasien.

Dr Nyoman juga berharap, para dokter baru FK UNPRI, harus mengembangkan diri dengan ilmu dan pendidikan, mengembangkan ilmu kesehatan yang dimiliki, memelihara dan mengembangkan   pengabdian dan sikap sesuai profesi serta bertanggungjawab dan menaruh perhatian kepada sesama manusia. Selain itu juga harus memiliki kerendahan hati. (Dev)

85

gnews.online | Mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan kembali dimanjakan dengan hasil karya para kreator seni dalam event Eutopia Where The Good Gets Alive yang bekerja sama dengan Focal Point Mall dan Jandwee di Focal Point Mall Jalan Gagak Hitam, Sabtu (9/9) malam.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor UNPRI, Seno Aji, mengucapkan terimakasih kepada inspirator beserta para panitia penyelenggara event Eutopia. Sebab mereka sudah bersusah payah mengumpulkan para seniman dari segala penjuru Kota Medan. Dengan adanya event ini, ia berharap para seniman Kota Medan bisa go nasional bahkan go internasional, sehingga seiman Kota Medan tidak ketinggalan dari para seniman yang berada di Pulau Jawa.

“Saya cukup senang dengan hasil para karya seniman muda di event ini. Karya seninya bagus-bagus dan saya berharap tahun depan para seniman mampu meningkatkan kualitasnya agar bisa menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

IMG-20180909-WA0002

Ketua Panitia Eutopia 2018, Randy Raharja, menyebut kesuksesan event ini tidak terlepas dari dukungan penuh UNPRI. Di mana UNPRI memberikan fasilitas penuh kepada para mahasiswa untuk mengembangkan bakat serta kreasi yang mereka miliki.

“UNPRI sangat mendukung setiap kegiatan mahasiswanya. Mahasiswa akan diajarkan menghargai kreatifitas, memperkenalkan dan lainya yang bersifat positif.

Ide Kreatif Eutophia 2018, Januar, mengatakan ada puluhan stand Art Market yang akan tampil pada event ini sampai beberapa hari ke depan. Sebelas di antaranya hasil karya seni anak Medan mulai dari tas, baju, abjad dan lainnya.

“Brand kenamaan ikut meriahkan event ini yakni Hanchan Studio, Last, Abjad, Franky, Bedrock, Mother Space, Wood Land Skate, Kaiu, Fogapotheiary, Marjorie, dan Limbong PC. Event ini bertujuan agar pemuda Kota Medan khususnya, termotivasi untuk berkarya dan menjadikan Kota Medan sebagai rumah impian para seniman,” pungkasnya.

EUTOPIA adalah wadah apresiasi bagi seniman dan penggiat kreatif Kota Medan dan pelopor gerakan perubahan demi Kota Medan yang lebih Kreatif. EUTOPIA tempat di mana hal baik dapat diwujudkan.

Acara ini bertujuan menjadikan Kota Medan sebagai rumah bagi para seniman dan penggiat seni kreatif dan budaya. Acara ini digagas oleh Kreatif Agensi lokal Medan, Jandwee untuk memeriahkan serta mengapresiasi industri seni dan budaya di Kota Medan.

Acara kreatif dengan kegiatan utama pameran karya seni yang di gelar terbuka untuk para seniman baik amatir maupun professional dari Medan. Hal ini tidak saja sebagai wujud apresiasi bagi pelaku seni kreatif, desain dan budaya, tapi juga sebuah ajakan kepada masyarakat Medan untuk mulai berbuat, berkarya dan mengapresiasi para pelaku kreatif dan seniman lokal Medan.

Dengan kesuksesan Eutopia di tahun 2017, yang sanggup menarik pengunjung dengan total 5500 orang dalam waktu 5 hari. Dengan mengusung konsep Art Museum, Eutopia juga menyuguhkan instalasi seni serta area photobooth yang instagramable di dedikasikan kepada para pecinta fotografi. (Dev)

103

gnews.online | Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, menyelenggarakan kegiatan Yudisium mahasiswa lulusan periode II tahun 2018 dan ramah tamah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Istana Koki Medan, Sabtu (1/9 )  tersebut dihadiri Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Dekan FE UNPRI Cut Fitri Rostina SE MM, Wakil Dekan Hendry SE MM para dosen dan  seluruh pejabat struktural lainnya.

Dekan FE UNPRI Cut Fitri Rostina SE MMmengatakan, momen yudisium ini merupakan momen yang kita nanti bersama, momen yang menjadi pertanda telah usainya perjuangan kita selama menempuh pendidikan di UNPRI.

Dekan juga berpesan agar para peserta yudisium dapat menjaga nama baik kampus UNPRI.

“Beberapa tahun yang akan datang tidak menutup kemungkinan di antara kalian akan ada yang menjadi manager perusahaan, politisi, pengusaha. Pesan saya jagalah nama baik kampus kita dan jangan lupa para dosen-dosen kalian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan FE UNPRI  Hendry SE MM  memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik Prodi Manajemen, Junita. Hendry menitip pesan kepada seluruh mahasiswa agar terus berinovasi, kreatif dan produktif .

Pada kesempatan yang sama juga, Hendry meminta para lulusan FE UNPRI untuk melanjut S2 ke Pascasarjana UNPRI bagi yang ingin melanjut, meminta para lulusan untuk tetap belajar dan jangan terus merasa puas dengan apa yang sudah dicapai.

“Dengan bekal yang kalian dapat selama menempuh studi di FE UNPRI, selain wajib menjaga almamater, saya harap kalian dapat lebih mengembangkan ilmu-ilmu yang kalian miliki. Manfaatkan peluang. Ijazah S1 ini hanya titik awal untuk mencapai keberhasilan kedepan,”katanya.

Acara juga  dihibur dengan  alunan suara emasnya Monika, mahasiswi FE UNPRI. Juga memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik dari Prodi Manajemen dan tiga lulusan terbaik dari Prodi Akuntansi.

Lulusan terbaik Prodi Manajemen adalah Junita dengan IPK 3,86, disusul terbaik kedua Juli dengan IPK 3,85 dan terbaik ketiga Jesica dengan IPK 3,80. Sedangkan lulusan terbaik Prodi Akuntansi adalah Romauli Saveria Simanullang dengan IPK 3,94, terbaik kedua Shela dengan IPK 3,90 dan terbaik ketiga Maria dengan IPK 3,80.

Di tempat terpisah Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan Minggu(2/9) mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang mengikuti yudisium.

“Saya berharap agar para alumni yang selesai di tahun ini dapat bersaing sehingga alumni kita terserap dalam dunia kerja,” pesan Tommy.

Tommy mengajak, agar semua pihak dapat bersama-sama membangun kampus menjadi lebih baik lagi. Membangun kampus agar dapat lebih baik kedepannya dengan mencetak lulusan sarjana yang memiliki integritas moral sebagai sarjana. (Dev)

62

gnews.online | Setelah menyelesaikan Yudisium mahasiswa lulusan angkatan ke-7 Fakultas Psikolog Universitas Prima Indonesia (UNPRI) bersama sejumlah dosen menggelar bakti sosiaal dan mengunjungi sejumlah Panti Asuhan di Medan.

Menurut Dekan Fakultas Psikologi UNPRI Rianda Elvinawanty,SPsi MSi kegiatan ini, merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan mahasiswanya menelesaikan studi di kampus multi etnis tersebut.

Dikatakan Elvinawanty kunjungan sosial ini dilaksanakan pada dua tempat yang berbeda, yakni Panti Jompo Karya Kasih Medan yang diisi denganacara kunjungan kasih dan pemberian sembako.

Sedangkan tempat kedua adalah Panti Asuhan Evangeline Booth Medan, acara  diisi dengan  pemberian sembako dan alat-alat tulis, yang dilanjutkan dengan permainan games bersama puluhan anak yatim.

“Acara sebelumnya dibuka dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama dengan anak panti asuhan sebagai tanda syukur dan sukacita, atas keberhasilan mahasiswa kami dalam menyelesaikanstudinya di Fakultas Psikologi UNPRI selama 4 tahun,”katanya, kepada wartawan, Sabtu(1/9).

Selain, dekan, perwakilan lulusan dari Fakultas Psikologi juga memberikan plakat sebagai kenangan-kenangan kepada pihak Panti Asuhan dalam hal ini diwakili  Mayor Leni sebagai Kepala pengurus Panti Asuhan Evangeline Booth Medan.

Yang lebih menariknya lagi, anak-anak Panti Asuhan juga memberikan persembahan lagu dantarian pada saat acara berlangsung .

Sementara ditempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dosen dan mahasiswa yang baru selesai yudisium, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, karena ini merupakan kegiatan positif.

Tommy juga  menayatakan gembira dengan kegiatan sosial yang dilakukan Fakultas Psikologi UNPRI.

Tokoh pendidikan Sumut ini berharap, dengan kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan semangat para penghuni panti dalam melakukan aktivitas sehari-hari terutama untuk bersekolah.

Begitu juga dengan  kunjungan sosial ke Panti Jompo, Tommy berharap dapat memberikan arti khusus baik bagi para Lansia maupun bagi para mahasasiwa sendiri.

“Bagi para lansia, arti khusus ini dapat berupa semangat dan penghiburan sehingga mereka menyadari ketulusan dari orang-orang sekitar yang masih peduli dengan mereka, Sedangkan bagi para mahasiswa/i, arti khusus ini dapat berupa pengalaman berharga, dimana kita bisa belajar untuk menghargai orang lain dan memperlakukan mereka dengan selayaknya,”kata doktor muda ini meyakinkan. (Dev)

87

gnews.online | Komans HAM RI melakukan kerjasama dengan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) melalui penandatanganan perjanjian kerjasama (Memorandum of Understanding), yang dilakukan di kampus UNPRI Medan.

Kedua belah pihak menaruh harapan besar bahwa penandatangan MoU ini akan menjadi dorongan luar biasa bagi upaya diseminasi HAM di wilayah Sumatera Utara,

Selain MoU Ketua Komnas HAM RI Drs  Ahmad Taufan Damanik MA juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UNPRI.

Hadir pada acara tersebut diantaranya, Sekretaris Jenderal Komnas HAM RI Tasdiyanto, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman EL. MKes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr Crismis Novalinda Ginting SSit MKes, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr. Azharudin, SH, MKn, Sekretaris Prodi MKn Dr. Elvira Fitriyani Pakpahan, S.HI., M.Hum,  Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Alinapiah Nasution MKT dan Ketua Prodi FH UNPRI Rahmayanti SH MH .

Dalam kuliah umumnya yang membahas tentang Aktualisasi Perwujudan Hak Asasi Manusia itu,, Taufan Damanik mengatakan, bahwa HAM itu seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan.

Pada kesempatan itu juga, Taufan Damanik menyampaikan tentang hak-hak  yang terdapat didalam UUD 1945 dan prinsip-prinsif HAM.

Dia juga menyampaikan sejumlah informasi yang dipandang perlu antara lain pentingnya  HAM sebagai bahan kajian mahasiswa UNPRI. Para mahasiswa tampak sangat antusias mengikuti kuliah umum tersebut, terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang disampaikan.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Crismis Novalinda Ginting SSit MKes dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasihnya atas kehadiran Ketua Komnas HAM RI ke kampus multi etnis ini. Sehingga telah terjalin kerjasama antara Komnas HAM dengan UNPRI dalam hal ini FH UNPRI dan Sekolah Pascasarjana UNPRI.

“Sebagai kampus multi etnis, UNPRI merasa  perlu untuk menunjukkan upaya yang serius dalam proses merangkai kebhinekaan dan  mengkatualisasi wawasan HAM dalam berbagai bidang,”kata wanita berkulit putih ini meyakinkan.

Rektor yakin, dengan adanya kesepahaman ini, sangat banyak  hal yang akan semakin  terbuka bagi para mahasiswa/i UNPRI baik dalam  hal magang, penelitian dan lainnya.

“Mudah-mudahan, nota kesepahaman yang kita sepakati yang ditandatangani ini, akan ikut memberi semangat serta dukungan untuk menjaga komitmen UNPRI memberikan yang terbaik kepada kita semua,”ucap rektor lagi.

Sementara ditempat terpisah,Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Sabtu (25/8) menambahkan, kuliah umum ini merupakan kegiatan kerjasama antara Komnas HAM dengan Fakultas Hukum dan Sekolah Pascasarjana UNPRI.

Tommy  juga berpendapat, banyak  hal penting yang dapat dipetik dari kegiatan ini,  Pertama, bagi  mahasiswa UNPRI kegiatan ini sebagai penambahan wawasan keilmuan di bidang Hak Asasi Manusia.

Mengakhiri pembicaraannya, Tommy menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik, yang berkenan meluangkan waktu untuk membagikan dan sekaligus memberikan ilmunya kepada para mahasiswa/i UNPRI, semoga ilmu yang diberikan akan mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa dan ilmunya juga dapat bermanfaat bagi mahasiswa/dosen UNPRI. (Dev)

125

gnews.online | Nanjing Medical University (NMU), Universitas Prima Indonesia (UNPRI)  dan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, menggelar pertemuan guna membahas dan follow up perkembangan hasil kerja sama antara semua pihak tersebut yang sudah berlangsung sebelumnya.

Pertemuan dengan tema Implementing The Collaboration Between UNPRI-RPGH and Nanjing Medical University tersebut dihadiriPerwakilan dari NMU Prof. Shen Hong Bing dan jajarannya, undangan dari Konsulat Republik Rakyat Tiongkok Mrs. Chang Xiao Zhu, Perwakilan dari Kopertis Wilayah 1 Sumut diwakili sekretaris Kopertis Wilayah I Sumut Dr. Mahriyuni, M.Hum, Pendiri UNPRI Dr dr. I. Nyoman E. Lister, M.Kes., AIFM, Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr. Drg. Florenly MPH, Direktur PT. Prima Indonesia Dr. Tommy Leonard, SH., MKn., Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT M.Kes dan jajarannya, Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI dr. H. Yulitas Bachtiar, Sp.A, Direktur Utama RSU. Royal Prima Medan dr. Suhartina Darmadi, MKM.

Kopertis Wilayah I Sumut yang diwakili  Dr. Mahriyuni, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik acara kerja sama ini. Hal ini  menandakan bahwa UNPRI telah berskala internasional. Dan, perkembangan UNPRI juga didukung oleh sumber daya yang sangat baik dan memungkinkan semua yang diharapkan akan terwujud.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. UNPRI sangat serius dalam perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Sumut,”katanya.

Mahriyuni juga memberikan apresiasi kepada UNPRI terhadap kemajuan yang dicapai dalam menjalankan visi dan misi kampus yang multi etnis tersebut.

Menurutnya, progress prestasi yang telah diraih UNPRI mengindikasikan kampus UNPRI semakin eksis dan mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Kita harus membiasakan diri untuk bekerja ikhlas, berkerja cerdas berkerja keras, dan bekerja tuntas,”kata  Dr. Mahriyuni.

Acara ini juga diisi dengan laporan ilmiah yang dibawakan oleh Ketua NMU Prof. Shen Hong Bing dan Prof. Feng Qing.

Dalam Laporannya, Prof. Shen Hong Bing memberikan paparan, bahwa penyakit kanker paru di negara maju seperti Amerika Serikat menunujukkan tren menurun dari segi angka kematian, sedangkan di Tiongkok dan negara Asia tren tersebut, masih tetap tinggi,

Dan, 20 tahun terakhir ini. kata Prof. Shen,  peran genetik mungkin lebih besar daripada faktor risiko klasik seperti merokok pada kasus kanker paru.

Dengan adanya Genom-Wide Association Study (GWAS), membuka kemungkinan untuk disusun strategi pencegahan, dan pengobatan kanker paru per-individu untuk ke depannya.

Pada kesempatan itu juga, dilanjutkan dengan  penyerahan beasiswa dari perwakilan NMU dan Yayasan Prima Indonesia kepada 5 orang mahasiswa pertukaran studi dari NMU.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT M.Kesmengatakan,  saat ini UNPRI salah satu universitas swasta yang sangat cepat berkembang di Kota Medan diusia yang relatif  masih muda.

Dikatakan rektor, saat ini UNPRI juga telah terakreditasi institusi dengan nilai B oleh BAN PT dan telah memiliki RSU Royal Prima.

Rektor berharap, dengan kegiatan dan kolaborasi ini, akan semakin memantapkan  langkah dalam kerjasama bidang pendidikan.

Di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr dr. I. Nyoman E. Lister, M.Kes., AIFM,didampingi Direktur PT. Prima Indonesia Dr. Tommy Leonard, SH., MKn. kepada wartawan, Minggu (22/7) mengatakan, pihaknya  memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kunjungan Perwakilan dari NMU Prof. Shen Hong Bing dan rombongan. Semoga silahturahmi dan hubungan baik ini dapat berkelanjutan serta melahirkan kerjasama yang saling menguntungkan lagi, dalam rangka memajukan dunia pendidikan ke depan.

Dr Nyoman juga mengharapkan, adanya dampak penting dari kerjasama itu. “Tujuan program ini untuk memberi dampak signifikan dalam bidang pendidikan tinggi. Karena itu beberapa waktu lalu UNPRI menandatangani kerjasama dengan NMU.

Selain itu, diharapkan pula, agar kejasama tersebut tidak hanya di bidang pendidikan saja, tetapi juga pada kerjasama antara Indonesia dan  China secara umum.

“Kita mengharapkan kerjasama ini juga akan mengeratkan hubungan antara dua negara, di samping untuk pertukaran mahasiswa  dan pengembangan sumber daya manusia,” ucap tokoh pendidikan Sumut ini meyakinkan. (Dev)

59

gnews.online | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, telah melangsungkan pelanatikan dan angkat sumpah dokter periode Mei 2018. Peserta sumpah tersebut para dokter yang telah dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) pada Mei 2018.

Dekan FK UNPRI dr. H Yulitas Bachtiar, Sp.A dalam sambutan menyampaikan Selamat dan Sukses kepada para dokter baru yang telah berhasil menempuh study Pendidikan dokter di FK-UNPRI

Hadir pada pelantikan itu, diantaranya Bupati Nias Selatan, Ketua DPRD Nias Selatan, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SHI MA dan  WR IV dr Alinapiah Nasution MKT,

dr Yulitas menyebutkan, proses kelulusan yang dilalui oleh calon dokter  cukup berat, karena tidak cukup hanya menyelesaikan profesi dokter di rumah sakit Pendidikan, tetapi harus lulus di uji kompetensi secara Nasional (UKMPPD), yang dilakukan secara nasional dan serentak semua perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

“Setiap lulus dokter, berarti mereka sudah sesuai dengan kopetensinya, tidak ada lagi perbedaan,”katanya.

Di kesempatan yang sama juga, dr Yulitas melaporkan mengenai para dokter baru yang telah dilantik kepada Pendiri UNPRI.

Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pendiri UNPRI yang telah memfasilitasi dan mengakomodir semua kebutuhan sarana dan prasarana  untuk lancarnya  proses pendidikan di FK UNPRI.

Sementara itu di tempat terpisah, Pendiri   UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi  Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn Minggu(15/7) berpesan kepada para dokter terbaru tersebut, untuk mengabdikan ilmu untuk perikemanusiaan, kepentingan pasien, menjaga harkat dan martabat dokter, serta menghormati guru dan teman sejawat dokter.

“Sumpah dokter diucapkan bukan sekedar formalitas untuk mendapat ijaah,”kata dr Nyoman lagi.

Disebutkan dr Nyoman juga, walaupun sudah mendapat gelar dokter, sebagai manusia yang memberikan manfaat, tidak ada kata henti dan lelah untuk belajar.

“Untuk itu, jangan pernah merasa lelah untuk belajar. Sehingga masalah yang baru menjadi pelajaran dan kita dapat memberikan solusinya,”ungkap tokoh pendidikan ini meyakinkan. (Dev)

88
gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan tuan rumah Simposium Ilmiah Akuntansi II yang diselenggarakan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) KAPd Wilayah Sumatera Utara bekerjasama dengan Program Magister Akuntansi Pascasarjana UNPRI, Sabtu(7/7) di ruang serba guna kampus tersebut Jalan Ayahanda Medan.
Simposium yang mengangkat tema ‘ Peluang dan Tantangan Pendidikan Akuntansi di Era Digijal  tersebut menghadirkan para pembicara yakni Prof Dr Hj Nunuy Nur Afiah SE MSi AK CA  (Ketua IAI KAPd  Pusat),, Dr Nanny Dewi Tanil MCom Ak CA) (Ketua Prodi S1 Akuntansi Universitas Pajajaran dan Presiden ASEAN Accounting Education Workgroup  atau AAEW) dan Rahmat Widia Sembiring MSc IT PhD (Dosen Politeknik Negeri Medan).
Turut hadiri juga Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes, AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda SSit, MKes  MKes, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr Aaruddin SH MKn, Wakil Rektor (WR)  I Ir Seno Adji M Eng Prac, WR II  Dr Ermi Girsang SKM M Kes, WR III Said Rizal SHI MA,,  WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT Ketua Panitia Simposium Teng Sauh Hwee SE MSi dan para undangan.
Prof Dr Hj Nunuy Nur Afiah SE MSi AK CA pada simposium itu memaparkan mengenai” Mempersiapkan Ikatan Profesi Menghadapi Tantangan Era Digital”. Menurutnya, profesi akuntansi menghadapi peluang dan tantangan signifikan dari disrupsi  digital dan cepatnya perkembangan teknologi.
Disebutkannya, profesi akuntansi akan menjadi profesi yang berbeda.Karena itu, akuntan pendididik harus mempersiapkan  kurikulum, teknik dan metode pembelajaran, serta mempersiapkan pelatihan dan pengembangan SDM akuntan.
Kemudian, Dr Nanny Dewi Tanil MCom Ak CAmemaparkan   tentang –
 Kolaborasi Internasional dan Regional Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Akuntansi.Sedangkan Rahmat Widia Sembiring MSc IT PhD membahas mengenai Pengembangan Media dan Sistem Pembelajaran Berbasis Digital.
Pada kesempatan itu, Ketua IAI KAPd Sumut Dr Deliana SE Ak MSi mengatakan, IAI KAPd di Sumut merupakan  wadah tempat berkumpulnya para akuntan pendidik, untuk menungkatkan kualitas dan kapasitas pendidikan akuntan, IAI KAPd Sumut ini katanya, bagian dari IAI KAPd Pusat, yng dapat menjadi  penyambung tangan untuk menyalurkan update ilmu-ilmu terbaru tentang akuntan.
Di dalam wadah ini, para kuntan akan bersatu. Jika semua akuntan bersatu dalam wadah ini, semua perguruan tinggi di Smut yang ada Prodi Akuntansinya, tidak akan ketinggalan informasinya.
“Sehingga, akuntan pendidik bisa mengembangkan dirinya baik menulis maupun meneliti.
Dia melihat semnagat UNPRI da pro aktif UNPRI  untuk menjadi tuan rumah terselenggaranya Simposium Ilmiah Akuntansi II ini.
“Dalam hal ini, kami memberikan kesempatan yang luas kepada perguruan tinggi mana saja untuk menjadi tuan rumah simposium,”katanya.
Ketua Panitia Simposium Teng Sauh Hwee SE MSmengatakan, tujuan diselenggarakannya simposium ini untuk mempersiapkan paraakuntan dalam beradaptasi pada perkembangan aman era digital. Kemudian meningkatkan mutu pendidikan akuntasi, serta mengembangkan mediia dan system pembelajaran berbasis digital.
Menurut Teng juga, kegiatan ini dapat menjadi forum pertemuan ilmuan, peneliti dari pelbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Kamis(12/7) mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. karena sangat banyak sisi positifnya bagi perguruan tinggi.
Tommy mengatakan, suatu kehormatan bagi UNPRI dapat menjadi tuan rumah Simposium Ilmiah II kali ini.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan solusi yang konkret untuk memecahkan berbagai masalah di era ini. Sekaligus bagi Perguruan Tinggi dapat menghasilkan akuntan-akuntan yang andal,” ucap Tokoh pendidikan Sumut ini meyakinkan.
Kegiatan seperti ini kata Tommy, merupakan agenda bagi para akuntan untuk saling bersilaturahmi serta bertukar pikiran serta ide, agar akuntan selalu update akan kemajuan dunia akuntansi, dan semakin kompeten di bidangnya. (Dev)

67

gnews.online |  Walikota Medan, Drs H.T Dzulmi Eldin MSi  membuka kompetisi bola basket Liga Mahasiswa (LIMA) 2018 sekaligus meresmikan Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Prima Indonesia (UNPRI)) di Jalan Danau Singkarak Gang Mandrasah, Kecamatan Medan Barat.

Kegiatan dihadiri Pendiri UNPRI  Dr. dr. Inyoman EL, M. Kes AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn,
Rektor UNPRI Dr Crismis Novalinda Ginting SSit MKes, Perwakilan Perbasi Sumatera Utara Wakil Ketua Umum I Iwan Hartono Alam, General Manager Liga Mahasiswa Rida Ahmad, Kabag Tapem Setda Kota Medan, Camat Medan Barat, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac,, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, , WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Alinapiah Nasution MKT serta seluruh peserta dan undangan.
Dikatakan Walikota,peresmian GOR  Basket UNPRI ini merupakan komitmen UNPRI untuk turut menciptakan generasi muda yang unggul secara akademis dan juga unggul dalam hal fisik.
“Kita berharap GOR Basket UNPRI ini akan mampu menghasilkan insan-insan akademis berwawasan ilmu pengetahuan luas, yang didukung tubuh yang sehat dan kuat,”katanya.
Kepada para peserta turnamen, Walikota menyampaikan, dalam sebuah turnamen kalah menang itu hal yang biasa, tapi jangan biasakan kalah.Kalah menang harus tetap mampu bersikap sportif junjung tinggi fair play dalam setiap pertandingan.
“Jangan demi meraih kemenangan menghalalkan segala cara yang tidak fair. Semoga tim terbaik akan mampu menjadi pemenang turnamen kali ini,” kata walikota lagi
Pada kesempatan yang sama juga, Walikota mengatakan, .Pemerintah Kota Medan mengapresiasi dan berterima kasih kepada UNPRI, karena telah menghadirkan gedung olahraga yang sangat representatif.
Walikota juga menilai, keberadaan GOR Unpri tersebut turut berperan dalam upaya mewujudkan Medan sebagai kota atlet.
Untuk itu, Eldin berharap GOR yang baru diresmikan itu dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk mendukung perkembangan olahraga dan program pembinaan atlet, baik bagi kalangan pelajar maupun mahasiswa dan masyarakat umum.

Disebutkan walikota, perwujudan Kota Medan sebagai kota atlet tentunya tidak terlepas dari gerakan memasyarakatkan olahraga itu sendiri. Artinya, tekad menjadikan Medan sebagai kota atlet tidak hanya sebatas sebagai basis atlet, melainkan menjadikan seluruh warga Medan rajin berolahraga dan mencintai olahraga.

Walikota menginginkan seluruh warga Medan memiliki prinsip yang sama agar dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan Kota Medan.

General Manager Liga Mahasiswa Rida Ahmad mengatakan,  kompetisi bola basket tersebut digelar LIMA Sports Training and Workshop bekerja sama dengan Go-Jek dan UNPRI pada 6-13 Juli 2018.

Disebutkannya, Kompetisi bola basket antar perguruan tinggi ini adalah yang kedua kalinya digelar di Medan.

Sebelumnya, Rektor UNPRI Dr Crismis NovalindaGinting SSit MKes, dalam sambutannya berharapr olahraga, khususnya basket, bisa berkibar di Sumut, khususnya Medan.
Rektor juga berkeinginan agar kerja sama dengan LIMA bisa berlanjut.

Menurut rektor GOR Basket UNPRI ini akan khusus diperuntukkan bagi pengembangan olah raga. “Di sini  juga kita akan menggelar pengembangan olah raga basket bagi mahasiswa, sebagai persiapan untuk berlaga di berbagai ajang.

    Dengan adanya GOR Basket ini, kita harapkan prestasi olah raga di kampus UNPRI ini bisa semakin meningkat.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Minggu(8/7) mengatakan, GOR Basket UNPRI yang baru diresmikan ini digunakan sebagai pusat kegiatan olahraga mahasiswa.

Menurut Tommy Leonard, untuk melahirkan  tim basket yang berprestasi, UNPRI menggiatkan latihan bagi pemain basket
Dan, untuk menjadi seorang pemain basket profesional mereka harus fokus. Tidak hanya itu, agar bisa menang, sebuah tim basket harus memiliki teamwork yang baik. Artinya sehebat apapun bakat yang dimiliki masing-masing anggota,  jika tidak ditunjang oleh kerjasama maka semuanya akan percuma.
Untuk membantu  mahasiswa  menggali dan mengembangkan potensi non-akademis yang dimilikinya, kata tokoh pendidikan ini, UNPRI telah  menyediakan wadah bagi mahasiswa dengan menyediakan fasilitas GOR Basket.

Sebagaimana yang diketahui, kompetisi tersebut diikuti tujuh tim basket putra dan tujuh perguruan tinggi di Sumut, yakni

Universitas Pelita Harapan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Eka Prasetya dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).Selanjutnya, STMIK Time, Universitas Islam Negeri Suska Riau, Perguruan Tinggi Cendana dan tuan rumah UNPRI Medan. (Dev)

83
gnews.online |    Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita di sela-sela kuliah umumnya di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan menyatakan UNPRI Is The Best. Ungkapan tersebut katanya sesuai dengan komitmen UNPRI dalam memajukan kampusnya dengan segala konsekwensi yang harus dilakukan, baik dari yayasan, Guru Besar dan seluruh mahasiswa . Sehingga berani menyebut UNPRI The Best Choice.
Acara tersebut dihadiri Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister, MKes, AIFM, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI, Dr. Tommy Leonard, SH, MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSit, MKes,Wakil Rektor (WR) I Seno Aji, MEng Prac, WR II, Dr. Ermi Girsang, SKM, MKes, WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Alinapiah Nasution MKT, para dekanwakil dekan dan para mahasiswa UNPRI.
Menteri juga menyebutkan, UNPRI Medan sudah baik dan sangat berkembang.Maka berbahagialah mahasiswa yang mendapat kesempatan menuntut ilmu di kampus yang sudah berkembang pesat ini. Apalagi melihat Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima..
Menteri mengharapkan UNPRI bisa melahirkan tenaga-tenaga dokter yang handal dan sekaligus menambah rumah sakitnya, yang saat ini baru memiliki 4 rumah sakit.
“Saya mengharapkan RSU nya bisa menambah rumah sakitnya yang saat ini baru ., Karena kalau tidak devisa kita akan terbuang percuma, sekarang ini, banyak orang Medan berobat ke luar negeri ke Penang atau Singapura,”kata Menteri lagi.
Saat memberikan kuliah umnya yang bertemakan “Kebijakan Pemerintah Terkait Perdagangan Dalam Negeri Dan Luar Negeri” mengatakan Indonesia saat ini tertinggal dengan negara-negara lain dalam hal perjanjian perdagangan.
Bahkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indonesia nyaris tanpa ada perjanjian perdagangan.
“Kita masih dengan Asean saja, kemudian dengan Asean plus itupun belum bisa dilaksanakan karena belum mendapat dukungan penuh dari dewan dan baru sekarang saya paksa untuk menyelesaikan,” katanya.
Menurutnya, jika Indonesia bisa segera menyelesaikan perjanjian- perjanjian perdagangan dengan berbagai negara, maka ekspor kita akan semakin membaik. Kalau tidak, tentu akan sebaliknya.
“Ambilah contoh bagaimana Indonesia ekspor CPO ke Turki tahun 2015 senilai 350 juta Dollar, tahun 2016 50 juta Dollar, dan 2017 nol. Beralih semua market share-nya ke Malaysia,” jelasnya.
 “Kenapa? Karena Malaysia sudah ada perjanjian zero tarif, sedangkan
Indonesia tidak, sehingga kita dikenakan tarif mahal. Itu salah satu alasan kita segera memproses perjanjian-perjanjian perdagangan,” tambahnya.
Dijelaskan, di dalam perjanjian perdagangan ini bukan saja soal produk semisal minyak sawit dan karet, tetapi di dalamnya juga tenaga ahli atau orang. “Sebagai contoh yang segera akan kami selesaikan kerjasamanya adalah dengan negara-negara di Benua Afrika sebagi potensi pasar baru seperti di Tunisia dan Maroko,” katanya.
 “Kemudian kami ke Jepang bertemu dengan 11 menteri dari regional dan kita berunding di sana untuk membahas perjanjian perdagangan. Setelah itu kami dengan Australia (birateral) dan Indonesia segera selesaikan perjanjian dengan\ Australia
Salah satu isi dari perjanjian itu adalah investasi univercity di Indonesia. Ini sangat bagus karena selama ini begitu banyak mahasiswa Indonesia yang sekolah di sana dan berapa banyak devisa negara yang terbuang.
“Pesan saya, kepada para mahasiswa, tempuhlah pendidikan dengan sebaik
mungkin, karena kalau tidak, kalian akan menjadi kuli di negeri sendiri.\ Mengingat di era keterbukaan ini tenaga-tenaga ahli dari luar akan masuk ke Indonesia dan kita tidak bisa menghadangnya,” katanya mengingatkan.
Menurutnya, Indonesia harus mencontoh India yang ditakuti berbagai negara karena mereka punya keahlian di dua bidang, yaitu IT dan keuangan. Di India bahkan ada univercity yang sangat prestisius dan IT nya begitu maju sekali
Dalam kesempatan ini, Enggartiasto juga menyampaikan salah satu tuga dari Kementerian Perdagangan adalah bagaimana mengendalikan inflasi. Salah satu mengenai inflasi adalah harga bahan pokok yang harus terkendali dengan baik. Dan dalam dua tahun terakhir ini harga bahan pokok cukup terkendali.
 “Tahun ini juga terjadi inflasi terendah sejak lima tahun dan kami akan tetap mengendalikan itu dengan keras. Tetapi, jangan pernah kita larut dan dibenturkan antara swasembada dan inpor. Saya tidak akan memberikan izin impor apabila kebutuhan tercukupi di dalam negeri,” ucapnya.
Tetapi, lanjutnya, saya tidak akan mengambil resiko apabila ini urusannya perut. Karena kalau lapar, apapun bisa terjadi. Makanya kalau pada Desember, Januari, Februari kita tidak inpor beras, maka kita defisit. Ini pun sebenarnya sudah terlambat karena harusnya sesuai instruksi Wapres impor sudah dilakukan pada Juni dan Juli 2017.
“Jadi memang dari sisi kebutuhan rakyat harus kita penuhi terlebihdulu. Kalau sudah terpenuhi ya kita stop semua impor,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unpri, Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, mengatakan sebuah  kebahagiaan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dapat hadir langsung dan berbagi ilmu di tengah kesibukannya sebagai pembantu Presiden untuk memberikan kuliah umum di Universitas Prima Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa Unpri saat ini adalah salah satu universitas yang berkembang cukup pesat di Kota Medan. Dalam usia yang masih relatif muda, Unpri telah terakreditasi B oleh BAN PT. Unpri juga dilengkapi fasilitas pendukung lainnya seperti RSU Royal Prima yang telah memperoleh izin menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia.
“Meski Unpri tergolong masih muda dalam dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, hal itu tidak menyurutkan semangat Unpri untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki daya saing. Salah satunya melalui kuliah umum dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya,” ucapnya.
Karena itu, lanjut Chrismis, kami sangat berterimakasih atas kehadiran bapak menteri. “Kami berharap ilmu yang bapak transformasikan, menjadi penambah pengetahuan serta semangat baru bagi para mahasiswa Unpri dalam menghadapi tantangan perdagangan bebas di era milinea ini,” katanya.
Di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister, MKes didampingii Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI, Dr. Tommy Leonard, SH, MKn sangat mengapresiasi hadirnya  Menteri Peradangan RI Enggartiasto Lukita memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UNPRI.
 Semoga kehadiran  Menteri Peradangan ke UNPRI bisa menginspirasi para mahasiswa dan lebih semangat lagi menuntut ilmu.
“Mudah-mudahan apa yang diharapkan Menteri Perdagangan untuk UNPRI dan RSU Royal Prima bisa segera terwujud,” kata dr Nyoman. (Dev)