Wednesday, July 18, 2018
Tags Posts tagged with "Unpri Medan"

Unpri Medan

21

gnews.online | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, telah melangsungkan pelanatikan dan angkat sumpah dokter periode Mei 2018. Peserta sumpah tersebut para dokter yang telah dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) pada Mei 2018.

Dekan FK UNPRI dr. H Yulitas Bachtiar, Sp.A dalam sambutan menyampaikan Selamat dan Sukses kepada para dokter baru yang telah berhasil menempuh study Pendidikan dokter di FK-UNPRI

Hadir pada pelantikan itu, diantaranya Bupati Nias Selatan, Ketua DPRD Nias Selatan, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SHI MA dan  WR IV dr Alinapiah Nasution MKT,

dr Yulitas menyebutkan, proses kelulusan yang dilalui oleh calon dokter  cukup berat, karena tidak cukup hanya menyelesaikan profesi dokter di rumah sakit Pendidikan, tetapi harus lulus di uji kompetensi secara Nasional (UKMPPD), yang dilakukan secara nasional dan serentak semua perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

“Setiap lulus dokter, berarti mereka sudah sesuai dengan kopetensinya, tidak ada lagi perbedaan,”katanya.

Di kesempatan yang sama juga, dr Yulitas melaporkan mengenai para dokter baru yang telah dilantik kepada Pendiri UNPRI.

Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pendiri UNPRI yang telah memfasilitasi dan mengakomodir semua kebutuhan sarana dan prasarana  untuk lancarnya  proses pendidikan di FK UNPRI.

Sementara itu di tempat terpisah, Pendiri   UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi  Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn Minggu(15/7) berpesan kepada para dokter terbaru tersebut, untuk mengabdikan ilmu untuk perikemanusiaan, kepentingan pasien, menjaga harkat dan martabat dokter, serta menghormati guru dan teman sejawat dokter.

“Sumpah dokter diucapkan bukan sekedar formalitas untuk mendapat ijaah,”kata dr Nyoman lagi.

Disebutkan dr Nyoman juga, walaupun sudah mendapat gelar dokter, sebagai manusia yang memberikan manfaat, tidak ada kata henti dan lelah untuk belajar.

“Untuk itu, jangan pernah merasa lelah untuk belajar. Sehingga masalah yang baru menjadi pelajaran dan kita dapat memberikan solusinya,”ungkap tokoh pendidikan ini meyakinkan. (Dev)

35
gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan tuan rumah Simposium Ilmiah Akuntansi II yang diselenggarakan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) KAPd Wilayah Sumatera Utara bekerjasama dengan Program Magister Akuntansi Pascasarjana UNPRI, Sabtu(7/7) di ruang serba guna kampus tersebut Jalan Ayahanda Medan.
Simposium yang mengangkat tema ‘ Peluang dan Tantangan Pendidikan Akuntansi di Era Digijal  tersebut menghadirkan para pembicara yakni Prof Dr Hj Nunuy Nur Afiah SE MSi AK CA  (Ketua IAI KAPd  Pusat),, Dr Nanny Dewi Tanil MCom Ak CA) (Ketua Prodi S1 Akuntansi Universitas Pajajaran dan Presiden ASEAN Accounting Education Workgroup  atau AAEW) dan Rahmat Widia Sembiring MSc IT PhD (Dosen Politeknik Negeri Medan).
Turut hadiri juga Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes, AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda SSit, MKes  MKes, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr Aaruddin SH MKn, Wakil Rektor (WR)  I Ir Seno Adji M Eng Prac, WR II  Dr Ermi Girsang SKM M Kes, WR III Said Rizal SHI MA,,  WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT Ketua Panitia Simposium Teng Sauh Hwee SE MSi dan para undangan.
Prof Dr Hj Nunuy Nur Afiah SE MSi AK CA pada simposium itu memaparkan mengenai” Mempersiapkan Ikatan Profesi Menghadapi Tantangan Era Digital”. Menurutnya, profesi akuntansi menghadapi peluang dan tantangan signifikan dari disrupsi  digital dan cepatnya perkembangan teknologi.
Disebutkannya, profesi akuntansi akan menjadi profesi yang berbeda.Karena itu, akuntan pendididik harus mempersiapkan  kurikulum, teknik dan metode pembelajaran, serta mempersiapkan pelatihan dan pengembangan SDM akuntan.
Kemudian, Dr Nanny Dewi Tanil MCom Ak CAmemaparkan   tentang –
 Kolaborasi Internasional dan Regional Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Akuntansi.Sedangkan Rahmat Widia Sembiring MSc IT PhD membahas mengenai Pengembangan Media dan Sistem Pembelajaran Berbasis Digital.
Pada kesempatan itu, Ketua IAI KAPd Sumut Dr Deliana SE Ak MSi mengatakan, IAI KAPd di Sumut merupakan  wadah tempat berkumpulnya para akuntan pendidik, untuk menungkatkan kualitas dan kapasitas pendidikan akuntan, IAI KAPd Sumut ini katanya, bagian dari IAI KAPd Pusat, yng dapat menjadi  penyambung tangan untuk menyalurkan update ilmu-ilmu terbaru tentang akuntan.
Di dalam wadah ini, para kuntan akan bersatu. Jika semua akuntan bersatu dalam wadah ini, semua perguruan tinggi di Smut yang ada Prodi Akuntansinya, tidak akan ketinggalan informasinya.
“Sehingga, akuntan pendidik bisa mengembangkan dirinya baik menulis maupun meneliti.
Dia melihat semnagat UNPRI da pro aktif UNPRI  untuk menjadi tuan rumah terselenggaranya Simposium Ilmiah Akuntansi II ini.
“Dalam hal ini, kami memberikan kesempatan yang luas kepada perguruan tinggi mana saja untuk menjadi tuan rumah simposium,”katanya.
Ketua Panitia Simposium Teng Sauh Hwee SE MSmengatakan, tujuan diselenggarakannya simposium ini untuk mempersiapkan paraakuntan dalam beradaptasi pada perkembangan aman era digital. Kemudian meningkatkan mutu pendidikan akuntasi, serta mengembangkan mediia dan system pembelajaran berbasis digital.
Menurut Teng juga, kegiatan ini dapat menjadi forum pertemuan ilmuan, peneliti dari pelbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Kamis(12/7) mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. karena sangat banyak sisi positifnya bagi perguruan tinggi.
Tommy mengatakan, suatu kehormatan bagi UNPRI dapat menjadi tuan rumah Simposium Ilmiah II kali ini.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan solusi yang konkret untuk memecahkan berbagai masalah di era ini. Sekaligus bagi Perguruan Tinggi dapat menghasilkan akuntan-akuntan yang andal,” ucap Tokoh pendidikan Sumut ini meyakinkan.
Kegiatan seperti ini kata Tommy, merupakan agenda bagi para akuntan untuk saling bersilaturahmi serta bertukar pikiran serta ide, agar akuntan selalu update akan kemajuan dunia akuntansi, dan semakin kompeten di bidangnya. (Dev)

32

gnews.online |  Walikota Medan, Drs H.T Dzulmi Eldin MSi  membuka kompetisi bola basket Liga Mahasiswa (LIMA) 2018 sekaligus meresmikan Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Prima Indonesia (UNPRI)) di Jalan Danau Singkarak Gang Mandrasah, Kecamatan Medan Barat.

Kegiatan dihadiri Pendiri UNPRI  Dr. dr. Inyoman EL, M. Kes AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn,
Rektor UNPRI Dr Crismis Novalinda Ginting SSit MKes, Perwakilan Perbasi Sumatera Utara Wakil Ketua Umum I Iwan Hartono Alam, General Manager Liga Mahasiswa Rida Ahmad, Kabag Tapem Setda Kota Medan, Camat Medan Barat, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac,, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, , WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Alinapiah Nasution MKT serta seluruh peserta dan undangan.
Dikatakan Walikota,peresmian GOR  Basket UNPRI ini merupakan komitmen UNPRI untuk turut menciptakan generasi muda yang unggul secara akademis dan juga unggul dalam hal fisik.
“Kita berharap GOR Basket UNPRI ini akan mampu menghasilkan insan-insan akademis berwawasan ilmu pengetahuan luas, yang didukung tubuh yang sehat dan kuat,”katanya.
Kepada para peserta turnamen, Walikota menyampaikan, dalam sebuah turnamen kalah menang itu hal yang biasa, tapi jangan biasakan kalah.Kalah menang harus tetap mampu bersikap sportif junjung tinggi fair play dalam setiap pertandingan.
“Jangan demi meraih kemenangan menghalalkan segala cara yang tidak fair. Semoga tim terbaik akan mampu menjadi pemenang turnamen kali ini,” kata walikota lagi
Pada kesempatan yang sama juga, Walikota mengatakan, .Pemerintah Kota Medan mengapresiasi dan berterima kasih kepada UNPRI, karena telah menghadirkan gedung olahraga yang sangat representatif.
Walikota juga menilai, keberadaan GOR Unpri tersebut turut berperan dalam upaya mewujudkan Medan sebagai kota atlet.
Untuk itu, Eldin berharap GOR yang baru diresmikan itu dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk mendukung perkembangan olahraga dan program pembinaan atlet, baik bagi kalangan pelajar maupun mahasiswa dan masyarakat umum.

Disebutkan walikota, perwujudan Kota Medan sebagai kota atlet tentunya tidak terlepas dari gerakan memasyarakatkan olahraga itu sendiri. Artinya, tekad menjadikan Medan sebagai kota atlet tidak hanya sebatas sebagai basis atlet, melainkan menjadikan seluruh warga Medan rajin berolahraga dan mencintai olahraga.

Walikota menginginkan seluruh warga Medan memiliki prinsip yang sama agar dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan Kota Medan.

General Manager Liga Mahasiswa Rida Ahmad mengatakan,  kompetisi bola basket tersebut digelar LIMA Sports Training and Workshop bekerja sama dengan Go-Jek dan UNPRI pada 6-13 Juli 2018.

Disebutkannya, Kompetisi bola basket antar perguruan tinggi ini adalah yang kedua kalinya digelar di Medan.

Sebelumnya, Rektor UNPRI Dr Crismis NovalindaGinting SSit MKes, dalam sambutannya berharapr olahraga, khususnya basket, bisa berkibar di Sumut, khususnya Medan.
Rektor juga berkeinginan agar kerja sama dengan LIMA bisa berlanjut.

Menurut rektor GOR Basket UNPRI ini akan khusus diperuntukkan bagi pengembangan olah raga. “Di sini  juga kita akan menggelar pengembangan olah raga basket bagi mahasiswa, sebagai persiapan untuk berlaga di berbagai ajang.

    Dengan adanya GOR Basket ini, kita harapkan prestasi olah raga di kampus UNPRI ini bisa semakin meningkat.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Minggu(8/7) mengatakan, GOR Basket UNPRI yang baru diresmikan ini digunakan sebagai pusat kegiatan olahraga mahasiswa.

Menurut Tommy Leonard, untuk melahirkan  tim basket yang berprestasi, UNPRI menggiatkan latihan bagi pemain basket
Dan, untuk menjadi seorang pemain basket profesional mereka harus fokus. Tidak hanya itu, agar bisa menang, sebuah tim basket harus memiliki teamwork yang baik. Artinya sehebat apapun bakat yang dimiliki masing-masing anggota,  jika tidak ditunjang oleh kerjasama maka semuanya akan percuma.
Untuk membantu  mahasiswa  menggali dan mengembangkan potensi non-akademis yang dimilikinya, kata tokoh pendidikan ini, UNPRI telah  menyediakan wadah bagi mahasiswa dengan menyediakan fasilitas GOR Basket.

Sebagaimana yang diketahui, kompetisi tersebut diikuti tujuh tim basket putra dan tujuh perguruan tinggi di Sumut, yakni

Universitas Pelita Harapan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Eka Prasetya dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).Selanjutnya, STMIK Time, Universitas Islam Negeri Suska Riau, Perguruan Tinggi Cendana dan tuan rumah UNPRI Medan. (Dev)

33
gnews.online |    Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita di sela-sela kuliah umumnya di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan menyatakan UNPRI Is The Best. Ungkapan tersebut katanya sesuai dengan komitmen UNPRI dalam memajukan kampusnya dengan segala konsekwensi yang harus dilakukan, baik dari yayasan, Guru Besar dan seluruh mahasiswa . Sehingga berani menyebut UNPRI The Best Choice.
Acara tersebut dihadiri Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister, MKes, AIFM, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI, Dr. Tommy Leonard, SH, MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSit, MKes,Wakil Rektor (WR) I Seno Aji, MEng Prac, WR II, Dr. Ermi Girsang, SKM, MKes, WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Alinapiah Nasution MKT, para dekanwakil dekan dan para mahasiswa UNPRI.
Menteri juga menyebutkan, UNPRI Medan sudah baik dan sangat berkembang.Maka berbahagialah mahasiswa yang mendapat kesempatan menuntut ilmu di kampus yang sudah berkembang pesat ini. Apalagi melihat Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima..
Menteri mengharapkan UNPRI bisa melahirkan tenaga-tenaga dokter yang handal dan sekaligus menambah rumah sakitnya, yang saat ini baru memiliki 4 rumah sakit.
“Saya mengharapkan RSU nya bisa menambah rumah sakitnya yang saat ini baru ., Karena kalau tidak devisa kita akan terbuang percuma, sekarang ini, banyak orang Medan berobat ke luar negeri ke Penang atau Singapura,”kata Menteri lagi.
Saat memberikan kuliah umnya yang bertemakan “Kebijakan Pemerintah Terkait Perdagangan Dalam Negeri Dan Luar Negeri” mengatakan Indonesia saat ini tertinggal dengan negara-negara lain dalam hal perjanjian perdagangan.
Bahkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indonesia nyaris tanpa ada perjanjian perdagangan.
“Kita masih dengan Asean saja, kemudian dengan Asean plus itupun belum bisa dilaksanakan karena belum mendapat dukungan penuh dari dewan dan baru sekarang saya paksa untuk menyelesaikan,” katanya.
Menurutnya, jika Indonesia bisa segera menyelesaikan perjanjian- perjanjian perdagangan dengan berbagai negara, maka ekspor kita akan semakin membaik. Kalau tidak, tentu akan sebaliknya.
“Ambilah contoh bagaimana Indonesia ekspor CPO ke Turki tahun 2015 senilai 350 juta Dollar, tahun 2016 50 juta Dollar, dan 2017 nol. Beralih semua market share-nya ke Malaysia,” jelasnya.
 “Kenapa? Karena Malaysia sudah ada perjanjian zero tarif, sedangkan
Indonesia tidak, sehingga kita dikenakan tarif mahal. Itu salah satu alasan kita segera memproses perjanjian-perjanjian perdagangan,” tambahnya.
Dijelaskan, di dalam perjanjian perdagangan ini bukan saja soal produk semisal minyak sawit dan karet, tetapi di dalamnya juga tenaga ahli atau orang. “Sebagai contoh yang segera akan kami selesaikan kerjasamanya adalah dengan negara-negara di Benua Afrika sebagi potensi pasar baru seperti di Tunisia dan Maroko,” katanya.
 “Kemudian kami ke Jepang bertemu dengan 11 menteri dari regional dan kita berunding di sana untuk membahas perjanjian perdagangan. Setelah itu kami dengan Australia (birateral) dan Indonesia segera selesaikan perjanjian dengan\ Australia
Salah satu isi dari perjanjian itu adalah investasi univercity di Indonesia. Ini sangat bagus karena selama ini begitu banyak mahasiswa Indonesia yang sekolah di sana dan berapa banyak devisa negara yang terbuang.
“Pesan saya, kepada para mahasiswa, tempuhlah pendidikan dengan sebaik
mungkin, karena kalau tidak, kalian akan menjadi kuli di negeri sendiri.\ Mengingat di era keterbukaan ini tenaga-tenaga ahli dari luar akan masuk ke Indonesia dan kita tidak bisa menghadangnya,” katanya mengingatkan.
Menurutnya, Indonesia harus mencontoh India yang ditakuti berbagai negara karena mereka punya keahlian di dua bidang, yaitu IT dan keuangan. Di India bahkan ada univercity yang sangat prestisius dan IT nya begitu maju sekali
Dalam kesempatan ini, Enggartiasto juga menyampaikan salah satu tuga dari Kementerian Perdagangan adalah bagaimana mengendalikan inflasi. Salah satu mengenai inflasi adalah harga bahan pokok yang harus terkendali dengan baik. Dan dalam dua tahun terakhir ini harga bahan pokok cukup terkendali.
 “Tahun ini juga terjadi inflasi terendah sejak lima tahun dan kami akan tetap mengendalikan itu dengan keras. Tetapi, jangan pernah kita larut dan dibenturkan antara swasembada dan inpor. Saya tidak akan memberikan izin impor apabila kebutuhan tercukupi di dalam negeri,” ucapnya.
Tetapi, lanjutnya, saya tidak akan mengambil resiko apabila ini urusannya perut. Karena kalau lapar, apapun bisa terjadi. Makanya kalau pada Desember, Januari, Februari kita tidak inpor beras, maka kita defisit. Ini pun sebenarnya sudah terlambat karena harusnya sesuai instruksi Wapres impor sudah dilakukan pada Juni dan Juli 2017.
“Jadi memang dari sisi kebutuhan rakyat harus kita penuhi terlebihdulu. Kalau sudah terpenuhi ya kita stop semua impor,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unpri, Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, mengatakan sebuah  kebahagiaan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dapat hadir langsung dan berbagi ilmu di tengah kesibukannya sebagai pembantu Presiden untuk memberikan kuliah umum di Universitas Prima Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa Unpri saat ini adalah salah satu universitas yang berkembang cukup pesat di Kota Medan. Dalam usia yang masih relatif muda, Unpri telah terakreditasi B oleh BAN PT. Unpri juga dilengkapi fasilitas pendukung lainnya seperti RSU Royal Prima yang telah memperoleh izin menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia.
“Meski Unpri tergolong masih muda dalam dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, hal itu tidak menyurutkan semangat Unpri untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki daya saing. Salah satunya melalui kuliah umum dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya,” ucapnya.
Karena itu, lanjut Chrismis, kami sangat berterimakasih atas kehadiran bapak menteri. “Kami berharap ilmu yang bapak transformasikan, menjadi penambah pengetahuan serta semangat baru bagi para mahasiswa Unpri dalam menghadapi tantangan perdagangan bebas di era milinea ini,” katanya.
Di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister, MKes didampingii Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNPRI, Dr. Tommy Leonard, SH, MKn sangat mengapresiasi hadirnya  Menteri Peradangan RI Enggartiasto Lukita memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UNPRI.
 Semoga kehadiran  Menteri Peradangan ke UNPRI bisa menginspirasi para mahasiswa dan lebih semangat lagi menuntut ilmu.
“Mudah-mudahan apa yang diharapkan Menteri Perdagangan untuk UNPRI dan RSU Royal Prima bisa segera terwujud,” kata dr Nyoman. (Dev)

125

gnews.online | Festival Kewirausahaan ke-7 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia (UNPRI), yang digelar di Focal Point Medan, Sabtu dan Minggu (28 dan 29 April 2018) berlangsung sukses.
Acara tersebut dihadiri, Anggota DPR RI  dr Sofyan Tan,Koordinator Kopertis Wilayah I diwakili Kabid Kemahasiswaan dan Ketenagaan, Herianto SSos, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn,  Penasehat UNPRI Dr RE Nainggolan MM, Rektor UNPRI Dr.Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR III Said Rizal SH MA, WR IV dr Alinapiah Nasution MKT, Dekan Fakultas Ekonomi UNPRI, Cut Fitri Rostina SE MM, dan Wakil Dekan FE UNPRI Dr Henry SE MM.
Pada kegiatan yang diikuti mahasiswa dan siswa SMA/SMK tersebut, Sofyan Tan mengaku bangga Fakultas Ekonomi UNPRI mampu mencetak lulusan yang pintar berbisnis.
“Saya bangga Fakultas Ekonomi UNPRI mampu menjawab tantangan jaman dengan menghasilkan lulusan yang prima berdagang.Seharusnya pendidikan kita meniru upaya Fakultas Ekonomi UNPRI yang mengarahkan lulusannya menjadi enterpreneur, supaya kita tidak hanya jadi penonton kedepan. Upaya ini sangat tepat,”katanya.
Dia mencontohkan, kalau mahasiswa FE UNPRI tersebut mampu membuka usaha dengan menyerap tenaga.
“Berapa lulusan fakultas ekonomi di Indonesia kalau meniru cara yang sama, pengangguran bisa ditekan dan ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan baik,” tegasnya.
Sebelumnya, Koordinator Kopertis Wilayah I diwakili Kabid Kemahasiswaan dan Ketenagaan, Herianto SSos, menyambut positif kegiatan yang dilakukan FE UNPRI.
Sebab menurutnya, mengembangkan jiwa enterpreneur merupakan langkah tepat bagi mahasiswa, sehingga kelak ketika sudah lulus bisa membuka usaha baru.
Rektor UNPRI, Dr.Chrismis Novalinda Ginting MKes, menyambut gembira kegiatan yang dilakukan FE UNPRI, dan meminta melanjutkannya di masa yang akan datang.

”Mahasiswa sebagai agent of changes, seharusnya melakukan perubahan kearah yang lebih baik, perubahan baru yang lebih membawa manfaat, dan menjadi lulusan yang peduli lingkungan di sekitar,”ungkapnya.
Ketua Pelaksana yang juga Dekan FE UNPRI, Cut Fitri Rostina SE MM, mengatakan pihaknya menggelar Festival Kewirausahaan ke-7 tahun ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa dan siswa SMA/SMK, bagaimana cara memulai bisnis, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, dan berharap peserta mampu menciptakan bisnis baru.
Cut Fitri menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 50 stand, dimana pesertanya adalah mahasiswa FE UNPRI, SMA Kemala Bayangkari 1 Medan, SMA Negeri 1 Labuhan Deli, SMA/SMK Pangeran Antasari, SMA Global Prima, SMA Sultan Iskandar Muda, SMA Methodist 2 Medan, SMA Trisakti Medan, SMA Sutomo 1 Medan.
Pantauan wartawan, begitu acara dibuka, pengunjung langsung ‘menyerbu’ penjualan voucher, sehingga bisa melakukan transaksi di sejumlah stand yang ada. Pengunjung mall, mahasiswa, siswa SMA/SMA tampak antusias hingga mereka berdesak-desakan mengunjungi stand satu per satu.
Sementara itu, ditempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Minggu(29/4) menambahkan kegiatan ini dapat menumbuh dan mengembangkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Tommy menyatakan, sangat mendukung kegiatan FE UNPRI dalam mengembangkan jiwa enterpreneur pada  mahasiswa.
“Dukungan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa,”kata Tommy Leonard.
Menurut tokoh pendidikan Sumut ini, semakin banyak orang yang mempelajari kewirausahaan maka akan semakin besar pula peluang bermunculannya wirausahawan-wirausahawan baru, yang dapat memberikan kontribusi sangat positif bagi bangsa terutama dalam bidang perekonomian. (Dev)

87

gnews.online | Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD mengatakan, kampus harus membekali mahasiswa dengan literasi data.

Hal tersebut diungkapkan Prof Dian Armanto pada Acara Wisuda Mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kemarin di MICC Medan.

Acara tersebut dihadiri Staf Khusus KSAD Mayjen TNI Cucu Soemantri  S.Sos,  pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes  AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes, Wakil Rektor (WR) I Ir Seno Adji M Eng Prac, WR II  Dr Ermi Girsang SKM M Kes, WR III Said Rizal SH MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, para dekan/wakil dekan,ka Prodi, para Guru Besar, para staf dan dosen dijajaran UNPRI Medan serta para undangan.

Dikatakan Prof Dian Armanto, perguruan tinggi harus memberikan pembekalan pada mahasiswa dengan literasi data, yakni suatu kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa dalam menganalisis menggunakan informasi dari bank data, dalam dunia digital.

Yang paling penting, kata Prof Dian Armanto lagi,  adalah literasi manusia, yakni memfungsikan mahasiswa di lingkungannya, mampu berkomunikasi, berkreasi dan desain.

Disebutkannya, kebijakan ini diperlukan karena yang terjadi sekarang ini perusahaan kecil mengalahkan yang besar. Begitu juga, muncul profesi baru.

“Sekira 65 persen profesi baru tidak terduga,”kata Prof Dian.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes dalam sambutannya mengatakan, UNPRI telah mempersiapkan diri dengan literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia sesuai dengan arahan Kopertis Wilayah I sumut, dalam menghadapi tantangan kedepan, guna menghasilkan lulusan UNPRI yang bermutu dan handal.

Menurut rektor, tantangan yang dihadapi setiap perguruan tinggi baik dalam ilmu pengetahuan, maupun menghasilkan lulusan, semakin hari semakin berat.

Artinya, kata rektor, berat karena tidak hanya dihadirkan oleh dinamika ilmu pengetahuan atau makin ketatnya penerimaan market terhadap lulusan yang dihasilkan perguraun tinggi, melainkan tantangan yang lahir dari kompetisi perguruan tinggi sendiri, guna menjadi lembaga pendidikan terbaik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencetak para sarjana yang bermutu  dan adaptif.

Oleh karena itu, ungkap rektor, pihaknya terus memantapkan diri sebagai universitas yang tidak hanya mampu bersaing, melainkan benar-benar berkomitmen menjadi institusi pendidikan yang berkualitas dan mampu berperan, dalam merealisasikan visi dan misi sebagai universitas yang unggul dalam bidang socio technopreunership yang inovatif dan adaptif.

“Karena itu, UNPRI ingin mencetak para lulusan yang berdaya saing dan memiliki integritas tinggi,”kata rektor.

Pada kesempatan yang sama, rektor menyampaikan, bahwa tim basket UNPRI banyak mengukir prestasi memenangkan berbagai kompetisi di tingkat regional dan juga prestasi dibidang akademik lainnya.

“Ini sungguh merupakan sebuah hasil yang membanggakan walaupun belum hasil yang tertinggi,”ucap rektor.

Di tempat terpisah, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes  AIFM kepada wartawan, Minggu(22/4) menyatakan mendukung semua upaya yang dilakukan, dalam rangka kemajuan UNPRI.

Semua yang telah dirintis oleh para pimpinan di UNPRI, baik terkait dengan penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan manajemen, pengembangan program studi, maupun kerjasamanya dengan berbagai pihak, pemerintah maupun swasta, dalam maupun luar negeri, kedepan harus terus ditingkatkan.

Sehingga, kata dr Nyoman, UNPRI kedepan akan  menjadi lebih baik dan lebih maju sesuai dengan harapan dan cita-cita kita semua.

“Upaya-upaya tersebut tiada lain adalah untuk mewujudkan visi dan misi UNPRI, yang secara terus-menerus harus kita perjuangkan dan dipertahankan eksistensinya,”ucap dr Nyoman.

Tentunya, setiap langkah dan upaya pengembangan UNPRI ke depan, haruslah berpegang pada prinsip mempertahankan apa yang sudah ada. (Dev)

74

gnews.online | Program studi (Prodi) Magister Kenotariatan Sekolah   Pascasarjana Universitas   Prima   Indonesia (UNPRI)   Medan   dengan   Sekolah   Pascasarjana   Universitas Warmadewa Denpasar menandatangani kerjasama (MoU) di kampus tersebut Jalan sekip Medan.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Direktur  Sekolah  Pascasarjana   Universitas  Warmadewa (UNWAR) Prof Dr  I  Gde  Suranaya  Pandit MP, Ketua Program Studi Magister Kenotariatan UNWAR Dr I Nyoman Sujana SH MHum, Dekan Fakultas Hukum (FH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur  Sekolah   Pascasarjana   UNPRI Dr Azharuddin SH  MKn, Sekretaris Sekolah Pascasarjana UNPRI Dr Ir Yusriando SH MH, Sekretaris   Program   Studi   Magister   Kenotariatan   UNPRI   Dr   Elvira   Fitriyani  Pakpahan SHI MHum, Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Hukum UNPRI Kartina Pakpahan SH MH dan  Ka.Bagian Penelitian Sekolah Pascasarjana UNPRI Refi Ikhtiari PhD.
Direktur  Sekolah   Pascasarjana   UNPRI Dr Azharuddin SH  MKn mengatakan, tujuan kerjasama tersebut untuk meningkatkan dan mengembangkan keilmuan, khususnya di bidang Tri  Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada  Masyarakat),   dengan   maksud  terwujudnya   Kualitas   Keilmuan   dan   Kelembagaan   serta Kesejahteraan Masyarakat.

Menurut pria yang sangat dikenal ramah ini, bahwa  kerjasama  dimaksud   merupakan   langkah   baik   bagi  pengembangan lembaga masing-masing, baik Sekolah Pascasarjana UNPRI maupun Sekolah Pascasarjana UNWAR.
“Saya berharap, dari kerjasama ini dapat memberikan kontribusi  terhadap Sekolah Pascasarjana UNPRI,  khususnya Program Magister Kenotariatan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,”kata  Azharuddin.
Pada kesempatan itu juga, Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Dr Elvira Fitriyani Pakpahan SHI MHum menambahkan,  pihaknya sudah berkomitmen untuk tidak hanya   sekedar menandatangani   MoU saja, tetapi langsung mengaplikasikannya.
Elvira juga menyebutkan, banyak kegiatan yang bisa dilakukan sebagai wujud nyata dari penandatanganan MoU itu.
“Salah satunya adalah melakukan Focus Group Discussion (FGD), dengan   tema   Analisis   dan   Evaluasi   Kebijakan   Pemeliharaan,   Pengelolaan   Lingkungan  Hidup di Indonesia, “kata wanita berkerudung ini lagi.
MenurutDr Elvira, tema tersebut merupakan isu global yang disampaikan oleh Direktur   Sekolah   Pascasarjana   Universitas   Warmadewa    Prof Dr I Gde   Suranaya   Pandit   MP.
Dijelaskan Elvira juga, untuk tindak lanjut dari penandatanganan MoU,  tentunya tidak hanya kegiatan   diskusi   saja,   masih   banyak   kegiatan-kegiatan   lain   yang   bisa   dilakukan   antara Sekolah   Pascasarjana   UNPRI   dengan   Sekolah   Pascasarjana   UNWAR,   khususnya   Program Magister   Kenotariatan   dikemudian   hari,   antara   lain   pendidikan,   pelatihan,   workshop,   lokakarya, seminar, pertukaran tenaga ahli, Publikasi, dan Penerbitan Karya Akademik, jurnal  dan prosiding dalam rangka menciptakan hubungan keilmuan di bidang Ilmu Hukum, dan Kenotariatan.
Dalam   FGD   tersebut, Prof   Dr   I   Gde   Suranaya   Pandit   MP   memaparkan   mengenai   kebijakan pengelolaan lingkungan hidup,  serta  penegakan hukum  lingkungan.
Hal ini menurutnya penting, mengingat   banyaknya masalah lingkungan yang bersifat global, kualitas lingkungan yang semakin menurun, laju pencemaran dan kerusakan lingkungan terus meningkat.
Sehingga, katanya, perlu solusi pembangunan bekelanjutan, baik dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan hidup yang selaras, serasi dan seimbang.
Sementara itu di tempat terpisah, Dekan   Fakultas   Hukum  UNPRI  Dr Tommy  Leonard   SH MKn kepada wartawan, Jumat (30/3)  menyatakan, pihaknya   sangat mengapresiasi kerjasama   yang   dijalin   oleh   Sekolah   Pascasarjana   UNPRI   dengan   Sekolah   Pascasarjana    UNWAR Denpasar, yang   sudah   dibuktikan   bahwa   kerjasama   ini   tidak   hanya   sebatas    penandatanganan   MoU   saja,   tetapi   langsung   ditindak   lanjuti   dengan   melakukan   kegiatan FGD.
“Semoga sekolah Pascasarjana UNPRI terus melakukan pengembangan dengan  menjalin kerjasama di bidang Tri Dharma  Perguruan  Tinggi dengan    berbagai   perguruan   tinggi   negeri   dan   swasta   di   Indonesia,   untuk   mewujudkan   kualitas    keilmuan dan kelembagaan,”ungkap tokoh pendidikan Sumut ini dengan nada gembira. (Dev)

117

gnews.online | Pengabdian Masyarakat mahasiswa  Program Studi (Prodi) Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar berbagai kegiatan untuk masayarakat sekitar Kelurahan Belawan  Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.
Mahasiswa tersebut didampingi  Ka Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNPRI Dr Ermi Girsang SKM MKes, Wakil Rektor IV UNPRI dr Ali Napiah Nasution MKT, dr Sri Wahyuni Nasution MKT, dan dr Sri Lestari Ramadhani Nasution.
Dalam menyukseskan acara ini, turut hadir  Lurah Sicanang Belawan Zulkifli.
Pada pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa  menggelar tiga kegiatan, yakni sunatan massal, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga pembagian obat cacing gratis tersebut berjalan lancar.
Ka Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNPRI Dr Ermi Girsang SKM MKes mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk wujud peran selaku mahasiswa dalam pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni mengabdi untuk masyarakat.
Untuk itu, kata Ermi, mahasiswa selain mengikuti pendidikan formal dibangku kuliah juga memiliki tanggungjawab melakukan pengabdian kepada masyarakat, seperti yang telah dilaksanakan kemarin.
Acara pengabdian masyarakat ini, kata Ermi,  telah melakukan persiapan yang matang.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV UNPRI dr Ali Napiah Nasution MKT menambahkan, kegiatan ini selain sebagai bentuk pengabdian mahasiswa selaku civitas akademika kepada masyarakat, juga memberi manfaat bagi diri sendiri juga bagi masyarakat setempat.
Masyarakat setempat, kata dr Ali, akan mendapatkan manfaat berupa pengetahuan bagaimana cara hidup bersih dan sehat.
Danmanfaat yang diterima selaku civitas akademika terkhususnya mahasiswa Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, menjadi lebih peka terhadap persoalan-persoalan kesehatan di masyarakat.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Jumat(30/3) mengatakan, pengabdian masyarakat merupakan suatu gerakan proses pembangunan, untuk memperbaiki situasi dan kondisi dari suatu daerah dan masyarakatnya menjadi lebih baik dan lebih maju.
Menurut Dr Tommy Leonard, dalam pengabdian masyarakat banyak aspek yang harus disentuh untuk keberhasilan pengabdian masyarakat yaitu karakter masyarakat maupun daerahnya, budayanya dan pola pikir masyarakat.
“Dalam pengabdian masyarakat dibutuhkan peran mahasiswa sebagai pencetus terbentuknya peradaban yang maju, untuk menciptakan sebuah pengabdian yang mampu menciptakan sejuta manfaat untuk masyarakat,”tegas tokoh pendidikan Sumut ini sembari menyatakan gembira, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNPRI di Sicanang, sukses dan berjalan lancar berkat kerjasama yang baik dengan pejabat setempat. (Dev)

120

gnews.online | Hari ini, Sabtu (3/3) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan bersama Forum Kerjasama Program Studi (Prodi) Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia menggelar Seminar Nasional dengan tema  “Membangun   Sinergitas   Penyelenggara   Pendidikan   Kenotariatan   dengan    Ikatan Notaris Indonesia” di Gedung Serba Guna UNPRI.
Demikian diungkapkan Direktur Sekolah Pascasarjana UNPRI Dr Azharudin SH MKn didampingi  Sekretaris Pascasarjana UNPRI Dr Ir Yusriando SH MH, Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Dr. Elvira Fitriyani Pakpahan SHI MHum, kepada wartawan, Sabtu(3/3).
Seminar Nasional ini, kata Azharudin, akan menghadirkan para pembicara seperti Prof Dr Basuki Rekso Wibowo SH MS (Ka.Prodi MKn UNPRI), Dr Habib Adjie SH MHum (Ka Prodi MKn Universitas Narotama /Wakil Ketua FK PS MKn PTS Se-Indonesia), Dr Yunirman Rijan SH MKn MH (Wakil Sekretaris FK PS MKn PTS Se-Indonesia) dan Taufik SH MKn (Ketua Bidang Organisasi PP INI).
Azharudin juga menyebutkan, PTS yang akan hadir seperti dari UNNAR (Universitas Narotama), UBAYA (Universitas Surabaya), UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara), UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung), UNISBA (Universitas Islam Bandung), UII (Universitas Islam Indonesia), UPS (Universitas Pancasila), UPH (Universitas Pelita Harapan)
UNWAR (Universitas Warmadewa), UNTAR (Universitas Tarumanegara, UNPAS (Universitas Pasundan), UNTAG (Universitas 17 Agustus 1945), UNIBA (Universitas Batam), UJAYABAYA (Universitas Jayabaya), UTRISAKTI (Universitas Trisakti), UNPRI (Universitas Prima Indonesia), UNKRIS (Universitas Krinadwipayana), UNISMA (Universitas Islam Malang), UYARSI (Universitas Yarsi).
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Dr. Elvira Fitriyani Pakpahan SHI MHum mengatakan, sebelumnya Forum Kerjasama Program Studi (Prodi) Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia menggelar pertemuan rutin enam bulan sekali di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan.
“Dan, UNPRI merupakan tuan rumah pertemuan enam bulan sekali tersebut,”kata Elvira. (dev)

138

gnews.online | Besok, Sabtu (10/2) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar Seminar Nasional  di Selecta Royal Ballroom, Jalan Listrik Medan.

Seminar Nasional ke-9 yang mengangkat Tema  Sociopreneurship in Global Society nantinya, akan menghadir para pakar dan ahli yang sukses dibidangnya sebagai pembicara, yakni Juan Batubara (Founder of Alco POMADE), Haidar Wurjanto  (CEO PT.SIMHA GROUP (Momomilk Barn, Foresthree, Mozza Bistro, dan Cakekinian) serta Keenan Pearce  (CEO & Founder Euphoria Project & Co Founder Of  Makna Creative).

DekanFE UNPRI Cut Fitri Rostina SE MM didampingi wakil dekan Hendry SE MM, dan tim dari UNPRI Creative diantaranya Adi Putra Rajaguguk mengatakan,    FE UNPRI kembali  menunjukkan  kekonsistenan dalam berkomitmen, memberikan pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan kepada    para mahasiswa, dengan mendatangkan para pakar dan ahli yang telah sukses dibidang nya.

Cut Fitri  mengatakan, untuk ke 9  kalinya FE UNPRI kembali hadir   melaksanakan Seminar Nasional yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Seminar Nasional   di   Fakultas   Ekonomi  selalu  diselenggarakan  3  kali  dalam  setiap tahunnnya, mengingat banyaknya jumlah mahasiswa yang selalu antusias untuk  mengikuti kegiatan seminar setiap tahunnya,” ucapnya, Jumat (9/2).

Menurut wanita berkerudung ini, terlaksananya Seminar Nasional ini berkat kerjasama tim yang solid untuk merancang dan  mengkonsep tema acara seminar yang sesuai dengan kebutuhan informasi dan pengetahuan  mahasiswa dimasa sekarang.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan mengatakan, pihaknya sangat mendukung Seminar Nasional yang diselenggarakan FE UNPRI tersebut.

Tommy berharap. kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Sehingga, mahasiswa dapat termotivasi untuk mengembangkan diri dan mampu menghadapi tantangan di era global yang modern.

Menurut tokoh pendidikan Sumut ini, Seminar Nasional tersebut, merupakan bentuk gagasan bagi kesiapan untuk mahasiswa UNPRI, dalam menghadapi   berbagai kemajuan dan perkembangan, dan diharapkan dengan adanya seminar ini dapat meningkatkan  kemampuan mahasiswa untuk berwirausaha. (Dev)