Friday, April 19, 2019
Tags Posts tagged with "UNPRI"

UNPRI

20

gnews.online | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) Co-Branding Layanan Prioritas dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, di aula rumah sakit tersebut, Jl. Ayahanda Medan, kemarin.

Penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, Ketua BPH Dr. Tommy Leonard SH MKn,  Direktur Utama RSU Royal Prima dr. Suhartina Darmadi MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH, Wakil Rektor (WR)  I UNPRI Seno Aji SPd MEng Prac, WR IV  Dr Ali Napiah Nasution MKT, jajaran manajemen PLN UIW Sumut, dan jajaran RSU Royal Prima dan civitas akademika UNPRI.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH. Kemudian juga dilakukan penandatanganan kerjasama Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dengan UNPRI yang ditandatangani oleh SM Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, pelayanan kesehatan prima menjadi keinginan setiap pasien yang berobat di setiap unitkesehatan, baik itu berupa fasilitas, maupun responsifnya pelayanan semua unit kesehatan. Pelayanan prima ini memberikan sebuah privilege tersendiri bagi setiap pasien yang tentunya akan diprioritaskan dalam setiap kebutuhan dan keinginannya ketika berobat.

Pelayanan prima seperti inilah yang akan diberikan oleh PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang sudah mendapatkan Layanan Prioritas dalam kehandalan pasokan listrik dan Tingkat Mutu Pelayanan. PLN bekerjasama dalam memberikan Layanan Prioritas kepada para Pelanggan Layanan Prioritas PLN dengan memberikan harga khusus ketika berobat di Rumah Sakit Royal Prima.

Selain itu, lanjutnya, kerjasama Co-Branding ini menjadi bagian daripada implementasi Program Prioritas bukan hanya dari segi kebutuhan produk saja, tetapi keuntungan kesehatan yang didapatkan oleh setiap Pelanggan Prioritas tentu menjadi perhatian PLN.

“Kami memberikan fasilitas ini tentunya sebagai benefit bagi yang sudah maupun yang ingin menjadi Pelanggan Layanan Prioritas PLN. Jadi PLN tidak hanya memberikan kehandalan pasokan listrik saja kepada pelanggan prioritas, namun juga memberikan layanan prima dalam bidang kesehatan,” ujar Feby Joko Priharto.

Co-Branding ini tentunya, lanjut Feby, diharapkan dapat memberikan privilege untuk Pelanggan Layanan Prioritas PLN karena RS Royal Prima ini terbukti sudah menjadi mitra kesehatan yang responsif dan mengutamakan pelayanan Prima kepada setiap pegawai PLN, sehingga PLN yakini bahwa RS Royal Prima dapat memberikan pelayanan yang Prima juga kepada Pelanggan Prioritas PLN maupun pasien umum lainnya.

Dirut RS Royal Prima Suhartina Darmadi mengatakan, pihaknya siap untuk melaksanakan kerjasama tersebut dan memberikan pelayanan yang terbaik. Apalagi RSU Royal Prima memiliki layanan dan fasilitas yang baik dan akan terus menyempurnakan fasilitas yang dibutuhkan.

“RSU Royal Prima akan terus berbenah sesuai dengan visi rumah sakit yakni memberikan pelayanan terbaik dengan standar kualitas tertinggi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien dan keluarga pasien,” ujarnya.

Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Yusriando menambahkan, pihaknya menyampaikan respon positif Co-Branding bersama PLN ini. “Keunggulan yang diberikan salah satunya adalah layanan untuk pasien perusahaan umum dan BPJS Ketenagakerjaan, dimana akan mendapatkan Layanan Prioritas Pelayanan Upgrade satu tingkat untuk kamar rawat inap,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh Pelanggan Layanan Prioritas PLN yang memegang Kartu Layanan Prioritas PLN akan mendapatkan Layanan Prioritas dan Kartu Prioritas dari RS Royal Prima, dan apabila pelanggan prioritas PLN adalah perusahaan, maka seluruh karyawan di perusahaan tersebut juga mendapatkan fasilitas prioritas dari RS Royal Prima.  (DM)

20

Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes didampingi Wakil Rektor (WR) III Said Rizal SHI MA foto bersama saat menyerahkan cenderamata kepadaMenteri Hukum dan HAM (Men­kumham) Yasonna H Laoly, SH, MSc, PhD usai Acara Kuliah Umum dengan Tema “Smart and Good Citizen Bagi Generasi Milenial untuk Membangun Indonesia Masa Depan” di Ruang Serba Guna kampus tersebut di Jalan Ayahanda Medan, Sabtu(9/3).
gnews online | Menteri Hukum dan HAM (Men­kumham) Yasonna H Laoly, SH, MSc, PhD,  memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Sabtu(9/3).

Dalam kuliah umum itu, Yasonna Laoly membahas tema “Smart and Good Citizen Bagi Generasi Milenial untuk Membangun Indonesia Masa Depan”.

Hadir dalam kuliah umum tersebut, Dr dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes., AIFM., Penasihat UNPRI Sofyan Wijaya,  Ketua BPH Dr. Tommy Leonard, S.H., M.Kn,  Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I  I Seno Aji, S.Pd., M.Eng., Prac.,Wakil Rektor II Ermi Girsang, SKM., M.Kes, WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, para dosen dan staf di lingkungan UNPRI.

Yasonna mengharapkan, ini semua harus ada respon, tidak cukup smart dan Good saja, tapi harus aktif  untuk membangun Indonesia.

Apalagi, saat ini katanya, arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy,artificial intelligence, big data, robotic,dan lain sebagainya.

Untuk itu, diharapkannya, mahasiswa UNPRI produktif dan harus bekerja keras  dalam menggapai  cita-cita.

Menurut Yasonna anak-anak muda sekarang harus siap dengan perubahan masa yang begitu cepat

Pada kesempatan itu juga Yasonna mengimbau agar mahasiswa UNPRI bisa menggunakan media dengaan baik, karena ditakutkan peradaban akan hilang akibat salaah menggunakan media sosial.

“Anak-anak  harus cepat mengikuti kecepatan perubahan dunia ini, kalau kita tidak mengikuti kita akan tertinggal, oleh karena kita harus terus dan terus belajar,”katanya lagi.

Yasonna Laoly juga mengharapkan UNPRI menjadi pergu­ruan tinggi yang terus mendorong pe­ningkatan SDM dalam bidang apapun dengan satu tujuan, berguna untuk bang­sa dan negara.

“Sa­ya sangat mengharapkan UNPRI Me­dan yang punya SDM bagus, kuali­fikasi dosen S2 dan S3, bahkan guru besar, serta punya fasilitas gedung he­bat, bisa menjadi PTS yang terbaik di Sumatera Utara,”kata pria berkacamata ini meyakinkan.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes dalam sambutannya mengatakan,meskipun UNPRI  tergolong masih muda dalam dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, namun itu tidak menyurutkan semangat UNPRI untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki daya saing. Salah satunya melalui kuliah umum dengan mendatangkan narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya.

Di kesempatan itu juga, Chrismis  menyatakan sangat berterima kasih atas kehadiran Menteri Hukum dan HAM (Men­kumham) Yasonna H Laoly, SH, MSc, PhD untuk yang kedua kalinya memberikan kuliah umum di UNPRI.

Sebagai institusi pendidikan, kata Chrismis,  UNPRI mendukung dalam membentuk karakter generasi milenial dengan membangun segala sisi positif yang dimiliki dan menjadikan mahasiswa/i warga negara milenial yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan kewarganegaraan akan menjadi warga negara milenial yang  cerdas dan baik  (smart and good citizen) dalam memimpin Indonesia masa depan.

Chrismis mengharapkan nantinya setelah mengikuti kuliah umum ini, semua peserta yang hadir dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya, “Cerdas saja tidak cukup. Cerdas yang berkarakter kuat itulah idealnya,”tegas wanita berkulit putih ini lagi.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, pihaknya terus berupaya mempersiapkan mahasiswa UNPRI yang siap kerja dan mampu bekerja keras. Mereka yang disebut pekerja keras adalah generasi millenial.

Menurut Tommy Leonard, generasi millennial yang terbiasa hidup dengan kemudahan digital, perlu juga didukung dengan fasilitas kekinian.

Karena itulah UNPRI menyediakan fasilitas tersebut dan selalu memberikan masukan ilmu pengetahuan dari sejumlah pakar yang ada di Indonesia, bahkan dari luar negeri dengan menggelar seminar atau kuliah umum. (DM)

40

gnews.online | Guru Besar Ilmu Faal  dari Fakutas Kedokteran (FK) Universitas Padjajaran Bandung Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba Msc. AIFOhadir sebagai pembicara di FK Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan.

Pada kesempatan tersebut, Prof Ambrosius membawakan topik ‘Strategi Melahirkan Generasi Emas dengan Menurunkan Prevalensi Stunting dan Penyakit Katastropik’.

Acara yang dilaksanakan di ruang serbaguna itu, dihadiri Pendiri UNPRI Dr. dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes., AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonarda SH MKn,  Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, Wakil Rektor (WR I) Dr. Ermi Girsang, SKM.,M.Kes,  Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, MKM, Wakil Dekan I FK UNPRI dr. Maya Sari Mutia, para Staf FK UNPRI, beserta para peserta yang begitu antusias mengikuti acara tersebut.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, MKM berharap di kemudian hari akan terjadi kerja sama yang baik, antara UNPRI  dan Universitas Padjajaran Bandung,  khususnya di bidang ilmu Biomedis.

Dr Linda juga  berharap, topik yang dibawakan oleh Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba Msc. AIFO dapat menambah pengetahuan bagi para peserta yang hadir.

Menurut Prof Ambrosius, terjadinya Stunting dapat disebabkan oleh kualitas dan pola asupan gizi yang buruk pada ibu hamil dan anak (terutama sejak 6 minggu kehamilan sampai 1000 hari pertama kehidupan), penyakit infeksi, masalah sosial seperti kemiskinan, pola asuh, serta masalah infrastruktur yang salah satunya berupa buruknya sanitasi.

“Dalam rangka melahirkan generasi emas sangat dipengaruhi oleh faktor genetik yakni sebesar 40% – 50%, faktor gizi sebesar 30% – 40% (DHA dan AA), faktor lingkungan sebesar 10%-20% serta stimulasi yang tepat sesuai dengan usia anak,” katanya.

Disebutkan, penyakit katastoprik banyak menyebabkan kematian diusia produktif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes melitus.Salah satu upaya untuk mencegah dan rehabilitasi penderita penyakit katastropik adalah dengan melakukan deteksi dini dengan medical check up secara rutin.

Akhir acara ditutup dengan beberapa peserta memberikan pertanyaan kepada Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba Msc. AIFO dan ditutup dengan acara foto bersama.

Di tempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menyatakan terus melakukan upaya untuk menambah wawasan dan ilmu mahasiswa UNPRI, seperti menghadirkan para pakar, praktisi, peneliti, atau pelaku usaha secara rutin untuk membawakan topik baru dan menarik sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

Sehingga, kata Tommy, mahasiswa dapat memperoleh informasi dan pengalaman baru, yang tentunya bermanfaat bagi mahasiswa UNPRI, seperti yang digelar FK UNPRI kemarin. (DM)

79

gnews.online | Dunia telah bergeser karena teknologi mengubah kehidupan dan kehidupan berubah karena teknologi. Pengalaman masa lalu tidak bisa dipakai hari ini. Teknologi yang lima tahun lalu dipelajari tidak lagi dipergunakan saat ini.

Hal tersebut diungkapkannya Pendiri Rumah Perubahan Prof Rhenald Kasali PhD dalam Seminar Nasional ke-11 mengenai Sociopreneurship in Global Society diadakan Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia (FE UNPRI) di Selecta Royal Ballroom Lantai 5 Jalan Listrik Medan, Rabu (19/12).

Seminar juga dihadiri motivator dan penulis buku Irwan W Berutu dan Aktris Nikita Willy diikuti sebanyak 2000 peserta baik mahasiswa, dosen dan undangan.
Seminar dihadiri Pendiri UNPRI Dr. dr. I.Nyoman E.L M.Kes, AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr. Tommy Leonard,SH., M.Kn, Penasehat UNPRI Dr. RE Nainggolan, SE.,MM, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, WR I Seno Aji, S.Pd. M.Eng, Prac, WR II DR. Ermi Girsang, SKM.,M.Kes, WR III Said Rizal, S.H.I.,M.A, WR IV dr. Ali Napiah Nasution, M.K.T, Direktur Sekolah Pasca Sarjana UNPRI Dr. Azharuddin,SH.,M.Kn, Dekan FE Cut Fitri Rostina SE MM yang juga Ketua Panitia Seminar, Wakil Dekan FE Hendry SE MM dan seluruh Dekan di jajaran UNPRI.

Rhenald yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Univeristas Indonesia itu mengatakan saat ini dunia telah menggunakan kecerdasan buatan. Mesin-mesin yang tidak kenal takut dan lelah. Konsumsi ikut berubah karena teknologi.

“Semuanya membeli menggunakan internet. Masyarakat tidak lagi berkutat di jalanan. Uang digital muncul, supir-pun sebentar lagi menghilang karena mobil akan menggunakan self driving car. Tuyul pun nanti sudah tidak ada karena bingung mau mencuri uang bagaimana,” tuturnya yang diikuti tawa para peserta.

Semua akan berubah, katanya, mulai dari politik, bank, energi, pengobatan, belanja, industri, budaya, dan lainnya. Terjadi disruption yaitu inovasi yang mengakibatkan cara-cara lama berakhir.

“Di antara kita nanti akan ada yang akan menjadi orang suskses dan berkuas atau yang dipenuhi kemarahan dan kebingungan. Untuk itu kita perlu bergerak bagaimana menghadapi dunia yang telah bergeser da berubah,” lanjutnya.

Ketua Panitia Seminar UNPRI Cut Fitri Rostina SE MM mengungkapkan acara ini dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian karena pentingnya memiliki jiwa wirausaha, membuka wawasan dan mengalaman serta meningkatkan pemahaman.

“Semoga dengan adanya acara ini dapat meningkatkan sosial impact bagi lingkungannya. Harapan saya generasi muda tergerak dan ikut berperan aktif dan menciptakan lapangan kerja baru, yang sukses, energik dan kreatif,” tuturnya yang juga Dekan FE UNPRI ini.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian tentang pentingnya memiliki jiwa wirausaha di usia muda, memberi motivasi dan beberapa kiat untuk menjadi wirausaha muda yang kreatif dan energik, membuka wawasan dari pengalaman beberapa pemuda pengusaha sociopreneurship dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang kewirausahaan berbasis bisnis namun dengan misi utama menciptakan social-impact yakni meningkatkan harkat dan taraf hidup masyarakat kelas menengah ke bawah.

Dia berharap generasi muda khususnya mahasiswa FE UNPRI tergerak dan ikut berperan aktif dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menjadi seorang sociopreneurship.

Sementara Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Kamis (20/12) memberikan apresiasi kepada panitia dan peserta yang telah sukses mengikuti Seminar Sociopreneurship in Global Society yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas membangun semangat berwirausaha. (DM)

79

gnews.online | Peristiwa tanah longsor yang menyebabkan tewasnya 7 mahasiswa Universitas Prima Indonesia Medan merupakan luka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika UNPRI, Minggu (2/12/2018).

Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Prima Indonesia, Dr Crismis Novalinda Ginting. Ia mengatakan bahwa seluruh segenap civitas akademika UNPRI menyampaikan ungkapan belasungkawa dan turut berdukacita yang sedalam dalamnya atas peristiwa bencana alam tanah longsor di desa Doulu yang mengakibatkan adanya korban jiwa dari UNPRI.

“Kami mendoakan semoga korban yang meninggal dunia diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa dan kepada para keluarga korban diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar rektor UNPRI, Dr Crismis Novalinda Ginting, MKes.

Selain itu, Crismis menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa merupakan inisiatif mereka sendiri.

“Kami mendapatkan informasi bahwa para mahasiswa ini atas inisiatif mereka sendiri untuk berlibur dan berwisata ke tempat pemandian air panas ini. Saat ini tim Rektorat masih berada di RS Amanda dan RS Efarina untuk mendampingi korban luka yang masih dirawat di RS tersebut. Tim Rektorat juga tetap berkomunikasi dengan pihak keluarga korban,” jelasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Diperkirakan 16 orang mahasiswa/i Universitas Prima tertimpa longsor di Kawasan Pemandian air panas Desa Doulu, Berastagi. Kesemuanya diketahui berkemah dekat pemandian Daur Paris dibawah tembok penahanan air, Minggu (2/12/2018). Dari ke-16 orang korban, 7 mahasiswa dinyatakan meninggal dunia. (dm)

145

gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI)  salah satu peserta pemenang hibah Ristekdikti.

Hal ini diketahui pada kegiatan Seminar Hasil Program Bantuan Pengembangan Layanan Pusat Karir dan Pusat Karir Lanjutan tahun 2018 di Bali, yang dibuka Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Didin Wahidin, pada 14 November 2018 lalu.
Demikian diungkapkan Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT, MKes kepada wartawan, Minggu(18/11).
Rektor mengatakan, UNPRI memiliki Pusat Karir UNPRI (CEDC UNPRI) dan memiliki kesempatan persentasi poster dan persentase
oral.
Disebutkan rektor juga, Perwakilan Pusat Karir UNPRI yang datang Ketua Elis Anggeria dan sekretaris Parida Hanum.
“Sebanyak 47 Perguruan Tinggi (PT) juga berkesempatan untuk persentase oral,”kata rektor lagi.
Dalam hal ini ucap rektor, UNPRI mendapatkan Juara 1 Poster terbaik dari seluruh pemenang hibah Ristekdikti.
Penilaian poster terbaik, katanya, dilakukan oleh panitia, koordinator wilayah dan tim Ristekdikti.
“Hal ini menunjukkan Pusat Karir UNPRI menjadi Pusat Karir yang sudah menjalankan program kerjanya dengan baik,”tutur rektor.
Sebagaimana yang kita ketahui, setiap PT diharapkan membentuk dan menjalankan fungsi Pusat Karir di tingkat PT, yang bertujuan untuk menyiapkan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan tingginya.
Acara dihadiri oleh seluruh pemenang hibah Pusat Karir dan Pusat Karir Lanjutan tahun 2018.
Penyelenggaraan Program BPLPK PT tersebut, bertujuan untuk memfasilitasi pendirian dan pengembangan pusat karir PT, fungsi dan kegiatannya.
Selain itu dilakukan juga pembinaan Pusat Karir dan Pusat Karir Lanjutan di tingkat PT. Durasi program Pusat Karir adalah 8 bulan dimulai sejak April sampai dengan November 2018. Kegiatan dikuti oleh hampir 300 PT di Indonesia.
Sementara itu, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menyatakan bangga  UNPRI  salah satu peserta pemenang hibah Ristekdikti.
Menurut Tommy, hal ini dapat memotivasi para dosen lainnya. Kegiatan seperti ini pada akhirnya jelas akan memperkaya wawasan para dosen. (Dev)

1379

gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, kini telah genap 17 tahun. Meskipun terbilang masih muda, UNPRI kini terus berkembang dan menjadi salah satu universitas terbaik di Sumatera Utara (Sumut).

Sebagai institusi UNPRI  senantiasa menjunjung tinggi kualitas. Kualitas sumber daya manusia, kualitas layanan, kualitas proses pendidikan, kualitas penilaian hasil belajar dan kualitas sarana-prasarana pendidikan dan kualitas unsur pendidikan.

Demikian disampaikan Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes dalam acara UNPRI Fiesta 2018 bertepatan dengan Dies Natalies UNPRI ke-17 yang digelar di Medan Internasional Convention Center (MICC) Jalan Gagak Hitam, Kamis(11/10).

Acara tersebut dihadiri Pendiri UNPRI Dr. dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr Drg Florenly MPH, Komisaris Independen PT Royal Prima Dr. Heriyanti, SH, MKn, Direktur RSU Royal Prima  Medan dr Suhartina Darmadi MKM, Pembina Yayasan Cinta Kasih Mandiri (YCKM) Yulina Leonard SH SKG, Koordinator Sekolah Global Prima Dr Willy Tanjaya SH MKn, Koordinator Sekolah Pangeran Antasari Hely Leo Aritonang,Direktur Pascasarjana UNPRI, Dr. Azharuddin, SH, M.Kn, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji, MEng Prac, WR  II Dr. Ermi Girsang, SKM, MKes, WR III Said Rial SH MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, Direktur RSGM Prima Drg Melisa Sim, serta undangan lainnya.

“Mudah-mudahan dalam mendukung elemen kualitas ini, direncanakan pertengahan tahun 2019 kita akan menempati gedung baru UNPRI, yang berada di Jalan Sampul Medan. Nantinya gedung baru tersebut akan didukung berbagai fasilitas dalam  kegiatan belajar, ekstrakurikuler dan fasilitas lainnya. Semua ini didukung oleh yayasan dengan harapan kedepannya UNPRI semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,”kata rektor.

Pada kesempatan yang sama, rektor menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada yayasan, yang terus mendukung dalam perjalanan UNPRI selama kurun waktu 17 tahun ini.

Rektor juga memaparkan, perkembangan yang terjadi di UNPRI, khususnya selama kurun waktu 1 tahun terakhir serta program rencana kedepannya. Saat ini UNPRI semakin besar dengan bertambahnya 2 program studi baru di tahun 2018 yaitu program studi S1 Farmasi Klinis dan S1 Bidan.

Dengan demikian, kata rektor, total program studi saat ini 37 Prodi.Sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan proses pendidikan dapat dilihat dari prestasi para mahasiswanya, bukan saja dalam bidang akademik namun juga dalam bidang non akademik. Dalam bidang akademik tahun 2018 Mahasiswa UNPRI berhasil meraih 2 hibah PKM dari Kemenristekdikti. Dan UNPRI akan terus berupaya dalam mendukung dan mendorong mahasiswa/I untuk berprestasi dalam bidang akademik. Di bidang minat dan bakat,  prestasi mahasiswa UNPRI ditingkat nasional juga tidak kalah hebatnya. Berbagai prestasi telah kita raih tahun ini, salah satunya adalah mahasiswa

Sekedar diinformasikan, UNPRI juga ikut serta sebagai atlet nasional Wushu dalam pentas olahraga internasional Asian Games 2018.

“Dalam acara ini juga diadakan pemilihan Mr dan Mrs UNPRI, yang mana nantinya mereka-mereka ini kan dijadikan sebagai duta-duta UNPRI baik untuk kegiatan akademik maupun non akademik yang dilaksanakan Oleh universitas Prima Indonesia,” ucap rektor.

Sementara itu, usai Acara Fiesta 2018, Pendiri UNPRI apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan panitia sebagai rangkaian Dies Natalis ke-17 UNPRI.

“Kegiatan ini memiliki suatu harapan yang sangat mulia untuk membawa kemajuan UNPRI untuk menjadi lebih baik,” kata tokoh pendidikan Sumut ini.

Selain mem­beri­kan apresiasi, dr Nyoman juga mengatakan akan tetap terus mendukung kegiatan-kegiatan dalam memajukan UNPRI.

Di sela-sela percakapannya, dr Nyoman berharap agar mahasiswa UNPRI mampu meraih kesuksesan di masa depan.

“Kita semua harus bekerja keras mulai dari sekarang. Kalau mahasiswa, kerja kerasnya bisa dengan belajar yang lebih giat , sehingga dapat lulus tepat waktu dan mendapat nilai yang baik,” kata dr Nyoman lagi. (Dev)

123
pengabdian masyarakat psikologi unpri

Sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) aktif melakukan Pengabdian terhadap Masyarakat yang hasilnya langsung diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Dosen Psikologi Rianda Elvinawanty, S.Psi, MSi, dan Sarinah, S.Psi, M.Si serta beberapa mahasiswa yang diikutsertakan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh KEMENRISTEKDIKTI yang mana kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Maret 2018 sampai dengan 12 Mei 2018. Tim Pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat mono tahun Fakultas Psikologi UNPRI melaksanakan kegiatan dengan judul PKM ” Hypnolearning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa/I Smk Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat’.
Tujuan PKM Hypnolearning ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan belajar yang dialami oleh para Siswa di sekolah SMK Pabaku dan SMK Almaksum Stabat Kabupaten Langkat. Prestasi belajar yang rendah merupakan permasalahan yang ditemui pada 40 siswa di SMK Pabaku maupun Almaksum Stabat Langkat yang merupakan Mitra tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia. Prestasi belajar yang rendah ini terjadi karena siswa belum terlihat memiliki kesadaran penuh dalam belajar, kurang termotivasi untuk belajar, kurang dapat berkosentrasi menerima pelajaran, dan sulit untuk fokus belajar.
Melihat permasalahan siswa tersebut, maka salah satu solusi untuk meningkatkan prestasi belajar yang rendah adalah dengan melakukan Hypnolearning, yaitu meng-uninstal atau menyingkirkan pengaruh buruk dalam pikirannya sehingga siswa bisa meningkatkan konsentrasi serta lebih fokus dalam belajar. Penerapan metode Hypnolearning untuk meningkatkan Prestasi Belajar pada siswa dilakukan dengan memberikan: a). Transfer pengetahuan melalui persentasi, diskusi masalah dan hambatan pada siswa dan tes IQ, b). Pelatihan Hypnolearning (Building Rapport, Intake Interview, Suggestiblity test, Exploring client modalities, mental block, Training, self image reprogramming, teknik anchoring dan self hypnosis), c). Pendampingan dan pemantauan terhadap hasil belajar disekolah berkoordinasi dengan guru.
Hasil yang diperoleh dari penerapan metode Hypnolearning adalah: Siswa dapat mengaktivasi kekuatan dalam diri dan dunia luar diri dengan self image reprogramming sehingga akan lebih siap dari segi mental menghadapi ujian sehingga prestasi belajarnya meningkat, Siswa mampu memotivasi dirinya sendiri untuk belajar dengan teknik anchoring dan self hypnosis, sehingga akan lebih bersemangat dalam belajar, Siswa belajar dengan modalitas mereka sesesuai dengan kemampuannya sehingga proses belajar akan lebih efektif, Siswa dapat memberdayakan alam bawah sadar sehingga menjadi lebih relaks, fokus dan dapat menyerap setiap informasi yang disampaikan oleh guru dengan mudah, Siswa mulai memiliki sugesti positif dan menerapkan positive statement dalam kehidupan sehari-hari.
Tak lupa Tim pelaksana PKM Fakultas Psikologi UNPRI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang telah mendanai hibah Program Pengabdian Masyarakat Mono Tahun pelaksanaan tahun anggaran 2018.
pengabdian masyarakat psikologi unpri

pengabdian masyarakat psikologi unpri 2018

Pengabdian Masyarakat Psikologi UNPRI 2018

360

Medan – gnews.online |

Universitas Prima Indonesia (Unpri) mendukung penuh pelaksanaan LIMA Basketball Sumatera 2018. Dukungan tersebut dibuktikan dengan mengikutsertakan timnya bertanding sekaligus menyediakan fasilitas sport center.

“Sebagai lembaga pendidikan, Unpri tidak hanya berkomitmen mengembangkan pendidikan dari sisi akademik semata, tetapi juga dari sisi peminatan, salah satunya olahraga basket,” ujar Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Kamis (5/7).

Dikatakan, LIMA sebagai salah satu mediator yang baik dan berkomitmen dalam mengembangkan talenta-talenta muda di bidang olahraga, sejalan dengan tujuan Unpri. Makanya Unpri mendukung penuh ajang ini.

“Harapannya dengan terlaksananya LIMA Basketball Sumatera ini, Sumut akan kembali berjaya di bidang olahraga, khususnya olahraga basket di kanca Nasional,” ucap Chrismis.

Untuk mendukung suksesnya Lima Basketball Sumatera, Unpri menyiapkan fasilitas sport center dengan kapasitas 1.000 orang. Sport center ini merupakan satu-satunya fasilitas dimiliki kampus swasta di Sumut khusus untuk mengembangkan bakat dan potensi mahasiswa.

Seperti diketahui, Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan organisasi privat yang didirikan pada 15 Mei 2012. LIMA dimaksudkan untuk menciptakan wadah yang mampu sebagai tempat berkarya bagi para mahasiswa di bidang olahraga.

LIMA memiliki lima kompetisi cabang olahraga, yaitu basket, badminton, futsal, renang, dan golf. Tahun 2018 ini, LIMA cabang olahraga basket sudah memasuki season ke-6 di Pulau Sumatera.

Pelaksanaan LIMA Basketball di Sumatera kali ini bekerjasama Unpri yang menjadi tuan rumah perhelatan setahun sekali ini. Ajang ini berlangsung pada 6-13 Juli 2018 di sport center Unpri di Jl Danau Singkarak Medan (Kampus III Unpri).

Peserta yang mengikuti kompetisi ini terdiri atas tujuh perguruan tinggi Medan dan dari Pekanbaru. Konferensi pers mengenai kegiatan ini telah dilakasanakan pada 4 Juli 2018 di Hotel Four Point by Sheraton. (dev)

405

gnews.online | RSU Royal Prima, RS Gigi Mulut (RSGM) PrimadanUniversitas Prima Indonesia (UNPRI) menandatangani kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) denganKaohsiung Veteran General Hospital, di ruang serbaguna RSU Royal Prima Medan.

Hadir pada penandatanganan MoU tersebut  Direktur Kaohsiung Veteran General Hospital (KSVGH) Mr. Liu Chun Peng, Dewan Pembina KSVGH Mr. Wong Po Seng, Wakil Pembina Yayasan Sosial Angsapura Eddy Chandra, Ketua Umum Yayasan Sosial Angsapura Tony Harsono,Komisaris Utama PT Royal Prima dr Dr I Nyoman EL MKes, AIFM Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr. Drg. Florenly MPH,Komisaris Independen PT Royal Prima Dr Heriyanti SH MKn, Direktur Utama PT Royal Prima Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur RSU Royal Prima Medan diwakili Dr. Linda Chiuman MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia Dr. Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Direktur RSGM Prima Drg. Melisa Sim.dan para undangan.

Ketua Yayasan Prima Indonesia, Dr. Drg. Florenly MPH mengatakan, kerja sama yang dibangun ini, diharapkan dapat menjadi awal kerjasama kedua belah pihak, baik dari segi pendidikan maupun segi dari kesehatan.

Dikatakan drg Florenly, kerja sama ini memungkinkan kerjasama dalam pertukaran pelajar dan tenaga kesehatan.

Sedangkan Ketua Pelaksana Departemen Kesehatan Internasional Kaohsiung Veterans General Hospital, Mr. Wu Dong Lin memaparkan Kaohsiung Veterans General Hospital sedang berkembang alih dari pelayanan disease-based menjadi patient-based.

Artinya, kata  Wu Dong Lin, pasien dilayani lebih awal dan lebih holistik (menyeluruh).

Direktur Utama Kaohsiung Veterans General Hospital, Mr. Liu Chun Peng menyampaikan, besarnya antusias dari pihak Kaohsiung Veterans Generak Hospital atas kerja sama ini.
Dalam hal ini, pihaknya menyampaikan rasa terimakasihnya atas sambutan yang hangat dari pihak  RSU Royal Prima, RSGM Prima, dan UNPRI.
RSU ROYAL2
Penandatanganan MoU dilakukan  Prof. Liu Chun Peng sebagai pihak yang mewakili Kaohsiung Veterans General Hospital dan  Dr. Chrismis Novalinda Ginting Ssit Mkes dari pihak UNPRI, Dr. Linda Chiuman, MKM yang mewakili  pihak dari RSU Royal Prima, serta Drg. Melisa Sim sebagai pihak RS Gigi dan Mulut Prima. Acara penandatanganan dilanjutkan dengan pemberian souvenir berupa Plakat dari masing-masing instansi dan ditutup dengan acara foto bersama,
Di tempat terpisah Komisaris Utama PT Royal Prima dr Dr I Nyoman EL MKes, AIFM kepada wartawan, Sabtu(12/5) mengatakan, dengan kerjasama ini, kita harapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan baik di Kaohsiung Veterans General Hospital maupun di RSU Royal Prima, RSGM Prima dan di UNPRI.

“Kami mengharapkan juga, dari kerjasama ini dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan dokter, sehingga dapat meningkatkan kualitas program pendidikan dokter serta pelayanan kesehatan,”ucap dr I Nyoman.
Dr Nyoman juga menyebutkan, dengan adanya hubungan kerjasama ini,  akan semakin meningkatkan kualitas, mutu serta pengakuan UNPRI baik secara Nasional maupun Internasional. Selain itu, dengan adanya kerjasama ini diharapkan seluruh civitas akademik yang ada di lingkungan UNPRI, juga dapat merasakan dampak yang positif. (Dev)