Monday, October 22, 2018
Tags Posts tagged with "UNPRI"

UNPRI

1265

gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, kini telah genap 17 tahun. Meskipun terbilang masih muda, UNPRI kini terus berkembang dan menjadi salah satu universitas terbaik di Sumatera Utara (Sumut).

Sebagai institusi UNPRI  senantiasa menjunjung tinggi kualitas. Kualitas sumber daya manusia, kualitas layanan, kualitas proses pendidikan, kualitas penilaian hasil belajar dan kualitas sarana-prasarana pendidikan dan kualitas unsur pendidikan.

Demikian disampaikan Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes dalam acara UNPRI Fiesta 2018 bertepatan dengan Dies Natalies UNPRI ke-17 yang digelar di Medan Internasional Convention Center (MICC) Jalan Gagak Hitam, Kamis(11/10).

Acara tersebut dihadiri Pendiri UNPRI Dr. dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr Drg Florenly MPH, Komisaris Independen PT Royal Prima Dr. Heriyanti, SH, MKn, Direktur RSU Royal Prima  Medan dr Suhartina Darmadi MKM, Pembina Yayasan Cinta Kasih Mandiri (YCKM) Yulina Leonard SH SKG, Koordinator Sekolah Global Prima Dr Willy Tanjaya SH MKn, Koordinator Sekolah Pangeran Antasari Hely Leo Aritonang,Direktur Pascasarjana UNPRI, Dr. Azharuddin, SH, M.Kn, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji, MEng Prac, WR  II Dr. Ermi Girsang, SKM, MKes, WR III Said Rial SH MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, Direktur RSGM Prima Drg Melisa Sim, serta undangan lainnya.

“Mudah-mudahan dalam mendukung elemen kualitas ini, direncanakan pertengahan tahun 2019 kita akan menempati gedung baru UNPRI, yang berada di Jalan Sampul Medan. Nantinya gedung baru tersebut akan didukung berbagai fasilitas dalam  kegiatan belajar, ekstrakurikuler dan fasilitas lainnya. Semua ini didukung oleh yayasan dengan harapan kedepannya UNPRI semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,”kata rektor.

Pada kesempatan yang sama, rektor menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada yayasan, yang terus mendukung dalam perjalanan UNPRI selama kurun waktu 17 tahun ini.

Rektor juga memaparkan, perkembangan yang terjadi di UNPRI, khususnya selama kurun waktu 1 tahun terakhir serta program rencana kedepannya. Saat ini UNPRI semakin besar dengan bertambahnya 2 program studi baru di tahun 2018 yaitu program studi S1 Farmasi Klinis dan S1 Bidan.

Dengan demikian, kata rektor, total program studi saat ini 37 Prodi.Sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan proses pendidikan dapat dilihat dari prestasi para mahasiswanya, bukan saja dalam bidang akademik namun juga dalam bidang non akademik. Dalam bidang akademik tahun 2018 Mahasiswa UNPRI berhasil meraih 2 hibah PKM dari Kemenristekdikti. Dan UNPRI akan terus berupaya dalam mendukung dan mendorong mahasiswa/I untuk berprestasi dalam bidang akademik. Di bidang minat dan bakat,  prestasi mahasiswa UNPRI ditingkat nasional juga tidak kalah hebatnya. Berbagai prestasi telah kita raih tahun ini, salah satunya adalah mahasiswa

Sekedar diinformasikan, UNPRI juga ikut serta sebagai atlet nasional Wushu dalam pentas olahraga internasional Asian Games 2018.

“Dalam acara ini juga diadakan pemilihan Mr dan Mrs UNPRI, yang mana nantinya mereka-mereka ini kan dijadikan sebagai duta-duta UNPRI baik untuk kegiatan akademik maupun non akademik yang dilaksanakan Oleh universitas Prima Indonesia,” ucap rektor.

Sementara itu, usai Acara Fiesta 2018, Pendiri UNPRI apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan panitia sebagai rangkaian Dies Natalis ke-17 UNPRI.

“Kegiatan ini memiliki suatu harapan yang sangat mulia untuk membawa kemajuan UNPRI untuk menjadi lebih baik,” kata tokoh pendidikan Sumut ini.

Selain mem­beri­kan apresiasi, dr Nyoman juga mengatakan akan tetap terus mendukung kegiatan-kegiatan dalam memajukan UNPRI.

Di sela-sela percakapannya, dr Nyoman berharap agar mahasiswa UNPRI mampu meraih kesuksesan di masa depan.

“Kita semua harus bekerja keras mulai dari sekarang. Kalau mahasiswa, kerja kerasnya bisa dengan belajar yang lebih giat , sehingga dapat lulus tepat waktu dan mendapat nilai yang baik,” kata dr Nyoman lagi. (Dev)

32
pengabdian masyarakat psikologi unpri

Sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) aktif melakukan Pengabdian terhadap Masyarakat yang hasilnya langsung diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Dosen Psikologi Rianda Elvinawanty, S.Psi, MSi, dan Sarinah, S.Psi, M.Si serta beberapa mahasiswa yang diikutsertakan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh KEMENRISTEKDIKTI yang mana kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Maret 2018 sampai dengan 12 Mei 2018. Tim Pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat mono tahun Fakultas Psikologi UNPRI melaksanakan kegiatan dengan judul PKM ” Hypnolearning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa/I Smk Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat’.
Tujuan PKM Hypnolearning ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan belajar yang dialami oleh para Siswa di sekolah SMK Pabaku dan SMK Almaksum Stabat Kabupaten Langkat. Prestasi belajar yang rendah merupakan permasalahan yang ditemui pada 40 siswa di SMK Pabaku maupun Almaksum Stabat Langkat yang merupakan Mitra tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia. Prestasi belajar yang rendah ini terjadi karena siswa belum terlihat memiliki kesadaran penuh dalam belajar, kurang termotivasi untuk belajar, kurang dapat berkosentrasi menerima pelajaran, dan sulit untuk fokus belajar.
Melihat permasalahan siswa tersebut, maka salah satu solusi untuk meningkatkan prestasi belajar yang rendah adalah dengan melakukan Hypnolearning, yaitu meng-uninstal atau menyingkirkan pengaruh buruk dalam pikirannya sehingga siswa bisa meningkatkan konsentrasi serta lebih fokus dalam belajar. Penerapan metode Hypnolearning untuk meningkatkan Prestasi Belajar pada siswa dilakukan dengan memberikan: a). Transfer pengetahuan melalui persentasi, diskusi masalah dan hambatan pada siswa dan tes IQ, b). Pelatihan Hypnolearning (Building Rapport, Intake Interview, Suggestiblity test, Exploring client modalities, mental block, Training, self image reprogramming, teknik anchoring dan self hypnosis), c). Pendampingan dan pemantauan terhadap hasil belajar disekolah berkoordinasi dengan guru.
Hasil yang diperoleh dari penerapan metode Hypnolearning adalah: Siswa dapat mengaktivasi kekuatan dalam diri dan dunia luar diri dengan self image reprogramming sehingga akan lebih siap dari segi mental menghadapi ujian sehingga prestasi belajarnya meningkat, Siswa mampu memotivasi dirinya sendiri untuk belajar dengan teknik anchoring dan self hypnosis, sehingga akan lebih bersemangat dalam belajar, Siswa belajar dengan modalitas mereka sesesuai dengan kemampuannya sehingga proses belajar akan lebih efektif, Siswa dapat memberdayakan alam bawah sadar sehingga menjadi lebih relaks, fokus dan dapat menyerap setiap informasi yang disampaikan oleh guru dengan mudah, Siswa mulai memiliki sugesti positif dan menerapkan positive statement dalam kehidupan sehari-hari.
Tak lupa Tim pelaksana PKM Fakultas Psikologi UNPRI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang telah mendanai hibah Program Pengabdian Masyarakat Mono Tahun pelaksanaan tahun anggaran 2018.
pengabdian masyarakat psikologi unpri

pengabdian masyarakat psikologi unpri 2018

Pengabdian Masyarakat Psikologi UNPRI 2018

302

Medan – gnews.online |

Universitas Prima Indonesia (Unpri) mendukung penuh pelaksanaan LIMA Basketball Sumatera 2018. Dukungan tersebut dibuktikan dengan mengikutsertakan timnya bertanding sekaligus menyediakan fasilitas sport center.

“Sebagai lembaga pendidikan, Unpri tidak hanya berkomitmen mengembangkan pendidikan dari sisi akademik semata, tetapi juga dari sisi peminatan, salah satunya olahraga basket,” ujar Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Kamis (5/7).

Dikatakan, LIMA sebagai salah satu mediator yang baik dan berkomitmen dalam mengembangkan talenta-talenta muda di bidang olahraga, sejalan dengan tujuan Unpri. Makanya Unpri mendukung penuh ajang ini.

“Harapannya dengan terlaksananya LIMA Basketball Sumatera ini, Sumut akan kembali berjaya di bidang olahraga, khususnya olahraga basket di kanca Nasional,” ucap Chrismis.

Untuk mendukung suksesnya Lima Basketball Sumatera, Unpri menyiapkan fasilitas sport center dengan kapasitas 1.000 orang. Sport center ini merupakan satu-satunya fasilitas dimiliki kampus swasta di Sumut khusus untuk mengembangkan bakat dan potensi mahasiswa.

Seperti diketahui, Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan organisasi privat yang didirikan pada 15 Mei 2012. LIMA dimaksudkan untuk menciptakan wadah yang mampu sebagai tempat berkarya bagi para mahasiswa di bidang olahraga.

LIMA memiliki lima kompetisi cabang olahraga, yaitu basket, badminton, futsal, renang, dan golf. Tahun 2018 ini, LIMA cabang olahraga basket sudah memasuki season ke-6 di Pulau Sumatera.

Pelaksanaan LIMA Basketball di Sumatera kali ini bekerjasama Unpri yang menjadi tuan rumah perhelatan setahun sekali ini. Ajang ini berlangsung pada 6-13 Juli 2018 di sport center Unpri di Jl Danau Singkarak Medan (Kampus III Unpri).

Peserta yang mengikuti kompetisi ini terdiri atas tujuh perguruan tinggi Medan dan dari Pekanbaru. Konferensi pers mengenai kegiatan ini telah dilakasanakan pada 4 Juli 2018 di Hotel Four Point by Sheraton. (dev)

254

gnews.online | RSU Royal Prima, RS Gigi Mulut (RSGM) PrimadanUniversitas Prima Indonesia (UNPRI) menandatangani kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) denganKaohsiung Veteran General Hospital, di ruang serbaguna RSU Royal Prima Medan.

Hadir pada penandatanganan MoU tersebut  Direktur Kaohsiung Veteran General Hospital (KSVGH) Mr. Liu Chun Peng, Dewan Pembina KSVGH Mr. Wong Po Seng, Wakil Pembina Yayasan Sosial Angsapura Eddy Chandra, Ketua Umum Yayasan Sosial Angsapura Tony Harsono,Komisaris Utama PT Royal Prima dr Dr I Nyoman EL MKes, AIFM Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr. Drg. Florenly MPH,Komisaris Independen PT Royal Prima Dr Heriyanti SH MKn, Direktur Utama PT Royal Prima Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur RSU Royal Prima Medan diwakili Dr. Linda Chiuman MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia Dr. Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Direktur RSGM Prima Drg. Melisa Sim.dan para undangan.

Ketua Yayasan Prima Indonesia, Dr. Drg. Florenly MPH mengatakan, kerja sama yang dibangun ini, diharapkan dapat menjadi awal kerjasama kedua belah pihak, baik dari segi pendidikan maupun segi dari kesehatan.

Dikatakan drg Florenly, kerja sama ini memungkinkan kerjasama dalam pertukaran pelajar dan tenaga kesehatan.

Sedangkan Ketua Pelaksana Departemen Kesehatan Internasional Kaohsiung Veterans General Hospital, Mr. Wu Dong Lin memaparkan Kaohsiung Veterans General Hospital sedang berkembang alih dari pelayanan disease-based menjadi patient-based.

Artinya, kata  Wu Dong Lin, pasien dilayani lebih awal dan lebih holistik (menyeluruh).

Direktur Utama Kaohsiung Veterans General Hospital, Mr. Liu Chun Peng menyampaikan, besarnya antusias dari pihak Kaohsiung Veterans Generak Hospital atas kerja sama ini.
Dalam hal ini, pihaknya menyampaikan rasa terimakasihnya atas sambutan yang hangat dari pihak  RSU Royal Prima, RSGM Prima, dan UNPRI.
RSU ROYAL2
Penandatanganan MoU dilakukan  Prof. Liu Chun Peng sebagai pihak yang mewakili Kaohsiung Veterans General Hospital dan  Dr. Chrismis Novalinda Ginting Ssit Mkes dari pihak UNPRI, Dr. Linda Chiuman, MKM yang mewakili  pihak dari RSU Royal Prima, serta Drg. Melisa Sim sebagai pihak RS Gigi dan Mulut Prima. Acara penandatanganan dilanjutkan dengan pemberian souvenir berupa Plakat dari masing-masing instansi dan ditutup dengan acara foto bersama,
Di tempat terpisah Komisaris Utama PT Royal Prima dr Dr I Nyoman EL MKes, AIFM kepada wartawan, Sabtu(12/5) mengatakan, dengan kerjasama ini, kita harapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan baik di Kaohsiung Veterans General Hospital maupun di RSU Royal Prima, RSGM Prima dan di UNPRI.

“Kami mengharapkan juga, dari kerjasama ini dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan dokter, sehingga dapat meningkatkan kualitas program pendidikan dokter serta pelayanan kesehatan,”ucap dr I Nyoman.
Dr Nyoman juga menyebutkan, dengan adanya hubungan kerjasama ini,  akan semakin meningkatkan kualitas, mutu serta pengakuan UNPRI baik secara Nasional maupun Internasional. Selain itu, dengan adanya kerjasama ini diharapkan seluruh civitas akademik yang ada di lingkungan UNPRI, juga dapat merasakan dampak yang positif. (Dev)

110

gnews.online | Sebanyak 113 dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Langkat mengadakan bakti sosial pengobatan gigi dan mulut gratis ke Kampung Matfa Indonesia  RT 03 Darussalam, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Minggu (15/4/2018). Kedatangan seratusan dokter gigi ini disambut  sukacita 260 KK jamaah Matfa Indonesia.

“Kita salut ada sebuah kampung yang mandiri dan karena kegiatan Bakti Sosial memang menjadi salah satu kegiatan rutin organisasi kita sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kali ini kita memilih kampung ini menjadi tujuan bakti social kita,” kata Ketua IKA FKG USU drg. Wahid Khusyairi MM .

Dalam kegiatan itu, IKA FKG USU dan PDGI Langkat melakukan penyuluhan kesehatan gigi dengan memperagakan cara menggosok gigi yang benar agar kesehatan gigi terjaga, dan menginformasikan bagaimana kesehatan gigi sangat penting bagi kehidupan manusia.

Penyuluhan kesehatan gigi untuk anak-anak dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan gigi untuk orang dewasa.

Usai penyuluhan, ratusan dokter gigi  melakukan pemeriksaan gigi dilanjutkan tindakan gratis seperti penambalan, cabut gigi, pembersihan karang gigi, dan aplikasi fluoride. Hadir dalam kegiatan ini, Camat Sei Lepan dan sejumlah Muspika setempat.

Kampung Darussalam yang lebih dikenal kampung kasih sayang, didiami 260 Kepala Keluarga jamaah Majelis Taklim Fardhu Ain (MATFA) Indonesia.

Dengan luas 20 hektar, di kampung ini menetap 2000 orang yang tinggal di rumah-rumah sederhana semi permanen dengan konsep mempraktekkan Pancasila dan Rukun Islam.

Warga hidup rukun dan bekerja sama saling membahu. Untuk kebutuhan sandang dan pangan, di kampung ini terdapat 5 hektar perladangan, 3 hektar pusat peternakan, 2 hektar pusat Pendidikan dan satu hektar pusat perniagaan. Mereka mendapatkan tempat tinggal dan Pendidikan dari SD hingga SMA dengan system ekonomi Bersama dan keuangan terpusat di Baitul Maal. (Dev)

155

gnews.online | Pengabdian Masyarakat mahasiswa  Program Studi (Prodi) Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar berbagai kegiatan untuk masayarakat sekitar Kelurahan Belawan  Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.
Mahasiswa tersebut didampingi  Ka Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNPRI Dr Ermi Girsang SKM MKes, Wakil Rektor IV UNPRI dr Ali Napiah Nasution MKT, dr Sri Wahyuni Nasution MKT, dan dr Sri Lestari Ramadhani Nasution.
Dalam menyukseskan acara ini, turut hadir  Lurah Sicanang Belawan Zulkifli.
Pada pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa  menggelar tiga kegiatan, yakni sunatan massal, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga pembagian obat cacing gratis tersebut berjalan lancar.
Ka Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNPRI Dr Ermi Girsang SKM MKes mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk wujud peran selaku mahasiswa dalam pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni mengabdi untuk masyarakat.
Untuk itu, kata Ermi, mahasiswa selain mengikuti pendidikan formal dibangku kuliah juga memiliki tanggungjawab melakukan pengabdian kepada masyarakat, seperti yang telah dilaksanakan kemarin.
Acara pengabdian masyarakat ini, kata Ermi,  telah melakukan persiapan yang matang.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV UNPRI dr Ali Napiah Nasution MKT menambahkan, kegiatan ini selain sebagai bentuk pengabdian mahasiswa selaku civitas akademika kepada masyarakat, juga memberi manfaat bagi diri sendiri juga bagi masyarakat setempat.
Masyarakat setempat, kata dr Ali, akan mendapatkan manfaat berupa pengetahuan bagaimana cara hidup bersih dan sehat.
Danmanfaat yang diterima selaku civitas akademika terkhususnya mahasiswa Prodi Magister Kesehatan Masyarakat, menjadi lebih peka terhadap persoalan-persoalan kesehatan di masyarakat.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Jumat(30/3) mengatakan, pengabdian masyarakat merupakan suatu gerakan proses pembangunan, untuk memperbaiki situasi dan kondisi dari suatu daerah dan masyarakatnya menjadi lebih baik dan lebih maju.
Menurut Dr Tommy Leonard, dalam pengabdian masyarakat banyak aspek yang harus disentuh untuk keberhasilan pengabdian masyarakat yaitu karakter masyarakat maupun daerahnya, budayanya dan pola pikir masyarakat.
“Dalam pengabdian masyarakat dibutuhkan peran mahasiswa sebagai pencetus terbentuknya peradaban yang maju, untuk menciptakan sebuah pengabdian yang mampu menciptakan sejuta manfaat untuk masyarakat,”tegas tokoh pendidikan Sumut ini sembari menyatakan gembira, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNPRI di Sicanang, sukses dan berjalan lancar berkat kerjasama yang baik dengan pejabat setempat. (Dev)

172

gnews.online | Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI) Taufik SH MKn mengatakan, sinergitas Program Studi (Prodi) MKn dalam organisasi profesi sangat diperlukan.

Karena sinergitas adalah bentuk kerjasama win-win yang dihasilkan melalui kolaborasi masing-masing pihak, tanpa ada perasaan kalah.
“Maka itulah perlunya sinergi. Sebab, sinergi adalah saling mengisi dan melengkapi perbedaan untuk mecapai hasil lebih besar dari pada jumlah bagian per bagian,” kata Taufik.
Hal tersebut diungkapkannya ketika hadir sebagai pembicara pada Seminar Nasional “Membangun   Sinergitas   Penyelenggara Pendidikan   Kenotariatan dengan Ikatan Notaris Indonesia, setelah menggelar pertemuan enam bulan sekali Forum Kerjasama Program Studi Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (FK PS MKn PTS) se Indonesia.
Dalam pertemuan itu, UNPRI Medan sebagai tuan rumah.
Selain Taufik SH MKn, hadir juga sebagai pembicara Prof Dr Basuki Rekso Wibowo SH MS (Ka.Prodi MKn UNPRI), Dr Habib Adjie SH MHum (Ka Prodi MKn Universitas Narotama /Wakil Ketua FK PS MKn PTS Se-Indonesia) dan Dr Yunirman Rijan SH MKn MH (Wakil Sekretaris FK PS MKn PTS Se-Indonesia).
Turut juga hadir 13 PTS se-Indonesia seperti UNPRI, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU),   Universitas Narotama (UNNAR), Universitas Surabaya(UBAYA),  Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA),  Universitas Islam Bandung (UNISBA), Universitas Islam Indonesia (UII),  Universitas Pancasila (UPS), UPH Universitas Pelita Harapan) (UPH), Universitas Pasundan (UNPAS), Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Universitas Batam (UNIBA), dan Universitas Jayabaya(UJAYABAYA).
Acara juga dihadiri Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn,  Direktur Sekolah Pascasarjana UNPRI Dr Azharudin SH MKn,  Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Sekretaris Pascasarjana UNPRI Dr Ir Yusriando SH MH, Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Dr Elvira Fitriyani Pakpahan SHI MHum, Wakil Rektor II UNPRI Seno Aji SPd MEng Prac, Wakil Rektor III Said Rial SH MA dan para mahasiswa  Sekolah Pascasarjana UNPRI.
Menurut Taufik, sinergitas antara Prodi penyelenggara MKn dengan INI, juga diharapkan menghasilkan suatu kolaborasi, yang dapat memberi manfaat bagi kedua belah pihak.
Sehingga, dia mengharapkan, nantinya dapat mencetak notaris yang dapat melayani masyarakat sebagaimana tugas dan fungsinya sebagai notaris.
Wakil Ketua FK PS MKn PTS Se-Indonesia, Dr Habib Adjie SH MHum  membahas tentang bagaimana mencari dan menentukan posisi yang tepat pendidikan kenotariatan Indonesia.
Sedangkan, Wakil Sekretaris FK PS MKn PTS Se-Indonesia   Yunirman Rijan SH MKn MH menyampaikan, tentang cara mudah meningkatkan mutu lulusan Prodi MKn melalui perubahan pola rekrutmen.
Dari Seminar itu terlihat hidup, tampak dari sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada para pembicara tersebut.
Pada kesempatan yang sama Ka Prodi MKn UNPRI Prof Dr Basuki Rekso Wibowo SH MS dalam paparannya menyampaikan, selintas mengenai  tujuan pendidikan kenotariatan.
Menurut Prof Basuki, tujuan pendidikan kenotariatan itu,  untuk mempersiapkan dan membentuk lulusan yang memiliki karakter, kompetensi serta integritas kuat  sebagai notaris yang handal dan profesional, dalam memberikan jasa pelayanan, berkusalitas prima kepada masyarakat.
Karena itu, ucap Prof Basuki, pendidikan seyogyanya penyelenggaraan pendidikan dijalakan oleh perguruan tinggi yang kompeten, bersinergi secara berkelanjutaan dengan organisasi profesi, serta semua pemangku kepentingan.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI yang juga Dekan Fakultas Hukum (FH) UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Senin(5/3) menyatakan terimakasih atas diberikannya kepercayaan karena UNPRI Medan,  menjadi tuan rumah pada pertemuan rutin setiap enaam bulan sekali Forum Kerjasama Program Studi MKn.
Tommy berharap, Program MKn di FH  UNPRI kelak  melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kualitas sesuai yang diharapkan, serta berpegang teguh dengan kode etik profesional dan undang-undang yang berlaku. (Dev)

155

gnews.online | Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Prima Indonesia  menggelar Seminar dengan tema ‘ Integrated Palliatif Care to Enhancing Quality Of Life’ di Hotel Danau Toba Internasional Medan.

Seminartersebut menghadirkan narasumber DR. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes (Dosen dan Peneliti di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat   dan   Keperawatan   Universitas Gajah Mada   dan   merupakan   reviewer,   penulis   buku,   pelatih   dan   instruktrur khusus di bidang Palliatif care).

DR. Christantie Effendy SKp MKes dalam paparannya menyebutkan, bahwa  Perawatan paliatif (Paliatif care)  merupakan pelayanan yang ditujukan   untuk   meningkatkan   kualitas   hidup   penderita   dan   keluarganya,   ketika   mereka    menghadapi   masalah-masalah   yang   berhubungan   dengan   penyakit   yang   mengancam    kehidupan, seperti  kanker, HIV/AIDS, dan lain-lain.

Dikatakannya,   jenis perawatan Palliatif terbagi atas palliatif care    berbasis   komunitas,   berbasis   Rumah   Sakit,   Home   Hospice   dan   berbasis   Nursing   Home.

Turut hadir juga Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumut yang diwakili Seriga Banjarnahor S.Kep Ns MARS,  Rektor   UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes  yang dikili Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri dr. Ali Napiah Nasution MKt,  Dekan   FKK   UNPRI   Ns. Tiarnida   Nababan   SST   SKep   MKep  beserta jajarannya serta para mahasiswa dan alumni FKK UNPRI.

Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sumut yang diwakili Seriga Banjarnahor S.Kep Ns MARS menyatakan   rasa   bangganya   terhadap   FKK   UNPRI,   atas   terselenggaranya   acara   seminar   keperawatan palliatif care.

Menurutnya, saat ini  masih sangat sedikit tenaga keperawatan yang memahami   tentang palliatif care.

Saatini juga, katanya, PPNI Sumut terus berbenah lewat program kerja menyelesaikan sejumlah persoalan dan tantangan yang dimiliki perawat di Indonesia. 

Kepada perawat dia berpesan, agar melayani masyarakat, pasien kita ini dengan baik dan penuh perhatian.

Sementara itu,   Dekan   FKK   UNPRI   Ns.  Tiarnida   Nababan   SST   SKep   MKep kepada wartawan, Jumat(2/3)   mengatakan, seminar keperawatan Palliatif Care ini merupakan    seminar   keperawatan   perdana   di   tahun   2018.   

Tiarnida   Nababan,    juga   menyampaikan   bahwa Pelaksanaan seminar keperawatan ini sangat mendukung dalam  pencapaian   visi misi  dari    Program   Studi   Profesi   Ners   FKK   UNPRI.   

Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri dr. Ali Napiah Nasution MKt yang mewakili Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes mengatakan, seminar keperawatan ini sangat penting bagi tenaga kesehatan   dalam   pelaksanaan   perawatan   pasien   terminasi,   baik   di   Rumah   Sakit (RS),   Klinik,    PUSKESMAS dan dibidang Pendidikan Keperawatan. 

dr Ali juga berharap, dengan seminar ini para mahasiswa dan alumni FKK UNPRI mumpuni nantinya dalam melaksanakan tugasnya, menguasai keahlian, kecakapan serta ketrampilan sebagai perawat.

“Memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat merupakan tugas yang mulia,”ucap dr Ali lagi.

Di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menambahkan, pihaknya bangga dengan terselenggaranya seminar  yang mengangkat tema ‘Integrated Palliatif Care to Enhancing Quality Of Life’ tersebut.

Tommy berharap FKK UNPRI harus unggul dalam memberikan pengetahuan   kepada para maahasiswa yang nantinya akan mengabdi kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan. 

Apalagi, kata Tommy, saat ini tantangan bagi perawat semakin berat.

“Saya bangga dengan FKK UNPRI yang sukses menggelar seminar dengan menghadirkan pakar-pakar dibidangnya,” kata tokoh pendidikan Sumut ini lagi. (Dev)

151

gnews.online | Deputi Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Willayah Sumut-Aceh dr Budi Mohamad  Arief MM AAAK memberikan kuliah umum di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, Kamis(22/2).
Kuliah umum yang mengangkat tema ‘Pentingnya Jaminan Kesehatan  Bagi Masyarakat’ itu dihadiri Komisaris Utama PT Royal Prima Dr dr I Nyoman EL MKes AIMF, GM RSU Royal Prima Dr Heriyanti SH MKn, Direktur PT Royal Prima Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur Utama RSU Royal Prima dr Suhartina Darmadi MKM, Rektor UNPRI Dr Crismis Novalinda Ginting SSit MKes,  Wakil Rektor I UNPRI Seno Aji SPd M Eng Prac, Wakil Rektor II UNPRI Dr Ermi Girsang SKM MKes, Wakil Rektor IV dr Ali Nafiah Nasution MKT dan para dekan/wakil dekan dijajaran UNPRI serta para mahasiswa UNPRI Medan.
Dalam kuliah umum itu,  Mohamad  Arief mengatakan, masih ada sekitar 5 juta masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Untuk itu, kata Mohamad Arief pihaknya telah melakukan kerjasama terkait dengan sinergi perluasan kepesertaan dan peningkatan kepatuhan dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dengan kuliah umum ini, katanya, mahasiswa UNPRI diharapkan dapat memberikan sosialisasi  kepada masyarakat, sehingga bersedia menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Mohamad Arief juga mengharapkan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNPRI semester akhir dibekali dengan ilmu JKN. Sehingga pada saat terjun ke masyarakat, dapat mengimplementasikan dengan benar.
Dalam hal ini, pihaknya bersedia dan siap untuk menyediakan narasumber.
Di sela-sela kuliah umum tersebut, Mohamad Arief, menyatakan senang dan memuji sarana serta prasarana  yang disiapkan oleh RSU Royal Prima Medan untuk pasien BPJS Kesehatan.
Hal tersebut diungkapkannya, setelah meninjau Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima yang berada di Jalan Ayahanda Medan.
Pada kunjungan itu juga,  dr Budi Mohamad  Arief melihat ruangan kemoterapi, poli dan ruang ICU RS Royal Prima yang baru diresmikan.
Pada kesempatan itu juga, dilakukan penyerahkan SK pengangkatan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Willayah Sumut-Aceh dr Budi Mohamad  Arief MM AAAK  sebagai dosen kehormatan di UNPRI Medan.
Disertai juga dengan penyerahan kartu BPJS secara simbolis kepada mahasiswa UNPRI yang mendaftar sebagai peserta BPJS.
Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Crismis Novalinda Ginting SSit MKes dalam sambutannya mengatakan, UNPRI sangat mendukung program pemerintah tentang JKN.
Untuk itu, kata Crismis, UNPRI menyediakan counter khusus yang melayani mahasiswa yang ingin menjadi peserta BPJS Kesehatan.
“Begitu juga dengan RSU Royal Prima Medan sebagai RS Pendidikan Utama bagi FK UNPRI mendukung program pemerintah tersebut, dengan menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan dapat memberikan kenyamanan bagi para peserta BPJS yang mendapatkan pelayanan kesehatan di RSU Royal Prima.
Sementara itu ditempat terpisah, Komisaris Utama PT Royal Prima Dr dr I Nyoman EL MKes AIFM kepada wartawan, Jumat (23/2) menyatakan, pihaknya berkomitmen terus mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mencapai JKN.
Untuk itu, pihaknya dalam hal ini RSU Royal Prima Medan, tetap selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan kenyamanan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan yang mendapatkan pelayanan di RSU Royal Prima.
“RSU Royal Prima selalu mengutamakan kenyamanan pasien, dengan sarana dan prasarana yang ada,”kata dr Nyoman lagi. (Dev)

131

Penandatanganan MoU dilakukan Rektor Novalinda Ginting MKes dengan Prof Dr d4 Abdul Razak Thaha MSc, SpGK dari Perdaweri Pusat.

 

gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan merupakan universitas ketiga di Indonesia yang memiliki peminatan Anti Aging Medicine setelah Universitas Udayana dan UNPAD.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, SpGK dari Perhimpunan Dokter Anti Penuaan,Welness, Estetik dan Regeneratif Inonesia (PERDAWERI) Pusat, saat memberikan Kuliah Umum di hadapan Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Biomedis Pascasarjana UNPRI dengan tema ‘New Paradigm in Anti Aging Medicine’.

Kuliah umum ini juga dihadiri Pendiri UNPRI Dr.dr.I. Nyoman Ehrich Lister, M.Kes AIFM, Ketua BPH Dr. Tommy Leonard SH, MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda MKes, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr Aaruddin SH MKn dan Para Wakil Rektor, Kepala Biro dan Dekan.

Prof Abdul Razak juga memaparkan pentingnya informasi tentang Anti-Aging Medicine bagi masyarakat.
Menurutnya, tidak sedikit informasi yang menyesatkan mengenai Anti-Aging Medicine diedarkan kepada masyarakat.

Dijelaskannya, Aging merupakan kondisi dimana ditemukannya tanda-tanda penuaan di dalam tubuh seseorang, yang berakibat terjadinya perubahan pada fisik, komposisi tubuh, fungsi organ, mental, dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Purnawan Junadi, MPH, PhD juga memberikan kuliah umum di Pascasarjana UNPRI.
Prof Purnawan Junadi mengemukakan, bahwa Anti Aging ini memperbaharui sel-sel tubuh dan memperbaiki hormon-hormon yang ada di tubuh, tidak hanya seputar wajah atau kecantikan, melainkan juga meliputi seluruh kesehatan tubuh.

Dia mengharapkan, melalui pendidikan Pascasarjana Program Studi Biomedis Peminatan Studi Anti-Aging Medicine ini, dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat tentang pengetahuan akan aging.

Dalam sambutannya, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda MKes menyampaikan, agar para tenaga kesehatan khususnya para dokter-dokter lulusan dari UNPRI, tidak hanya menjaga atau merawat pasien saja, namun berusaha agar populasi dapat bertambah sehat.

Dengan mengikuti kuliah umum ini, rektor mengharapkan para peserta dapat mengerti dengan benar, apa yang dimaksud Anti-Aging Medicine, prospek kedepannya mengenai Anti-Aging Medicine di dunia maupun di Indonesia.

Sementara itu, di tempat terpisah, Pendiri UNPRI Dr.dr I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes, AIFM kepada wartawan, Sabtu(3/2) mengatakan, pihaknya akan terus memberikan yang terbaik untuk mahasiswa Pascasarjana UNPRI, dengan menghadirkan pakar-pakar dibidangnya masing-masing.

Tokoh Pendidikan ini berharap, kuliah umum tentang Anti-Aging Medicine ini dapat menambah ilmu mahasiswa Pascasarjana UNPRI terurtama tentang penuaan.

Sebagaimana yang kita ketahui, kata Dr Nyoman penuaan adalah suatu proses yang alami, namun demikian efek proses penuaan ini yang harus dilawan, agar seseorang yang menjalani dapat hidup dengan lebih sehat, dan menikmati masa tua mereka.

Menurut Dr Nyoman , Anti Aging dapat mencegah kerugian masyarakat oleh pengaruh masuknya informasi dari dalam dan luar negeri yang tidak benar atau menyesatkan. (Dev)