Thursday, June 4, 2020
Tags Posts tagged with "UNPRI"

UNPRI

30

MEDAN-gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI) ambil bagian dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19. Kampus multi etnis tersebut membagikan paket sembako untuk panti asuhan se-Kota Medan.

Paket tersebut langsung diserahkan Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting M.Kes didampingi Wakil Rektor II Dr. Emi Girsang, M.Kes, Wakil Rektor III Said Rizal, MA, Wakil Rektor IV dr. Ali Napiah Nasution, MKT dan ketua pelaksana Drs. H. Hilman Haidir, MPd.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting M.Kes usai memberikan paket sembako mengatakan, mudah-mudahan bantuan ini dapat mengurangi beban anak-anak di panti asuhan selama masa pandemi.

“Sebelumnya kegiatan ini kami lakukan memberi bantuan sosial kepada mesyarakat kurang mampu yang terdampak covid-19, namun untuk saat ini kami lebih memperluas penyaluran dan memfokuskan kepada anak-anak di panti asuhan,” kata Crismis Novalinda Ginting.

Rektor berharap, bantuan yang diberikan bisa membantu meringankan beban pengurus panti asuhan dan anak-anak yang ada di sana tidak kekurangan saat wabah Covid-19 masih terjadi. “Kita harap wabah ini juga cepat berakhir,”ungkap rektor.

Pada kesempatan itu, ketua pelaksana Drs. H. Hilman Haidir, MPd menambahkan, bantuan sembako tersebut diberikan kepada panti suhan se Kota Medan, seperti Panti asuhan Al Wasliyah, Panti Asuhan Alwasliyah, Rumah Anak yatim, Panti Peduli Anak Yatim, Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) DPD Provinsi Sumatera.

Kemudian, Panti Asuhan Zending, Panti Asuhan Putr Aisyiah, Panti Asuhan Mamiyai, Panti Asuhan Bani Adam, Panti Asuhan Alwasliyah(Brayan), Mesjid Nurul Iman, Mesjid Al Amin Medan Krio, Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Panti Asuhan Darul Aitam, Mesjid Nurul Huda, Panti Asuhan Arridho, Pertuni DPC Kota Medan, Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan TPI , PantinAsuhan Al Marhamah, Panti Asuhan Bumi Nusantara, Mesjid Quba.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Kamis(14/5) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan UNPRI, yang ikut mengambil peran langsung dalam upaya penanggulangan wabah ini.

“Semoga kegiatan sederhana seperti ini memiliki dampak besar bagi masyarakat dan anak-anak panti,” kata Tommy Leonard.

Tokoh pendidikan ini menyebutkan, kegiatan sosial secara tidak langsung kita juga ikut membantu pemerintah dalam mensukseskan pemberantasan Covid-19.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban dan kesulitan hidup anak-anak di panti asuhan yang terdampak akibat wabah Covid-19. Semoga kita diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi wabah ini,” tutur Tommy. (dev)

54

MEDAN – gnews.online | Rektor Universitas Prima Indonesia (Unpri) Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes (foto) menyatakan terkejut atas pemberitaan  di media massa ditemukannya mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) tewas di Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Minggu (12/4).

“Kami keluarga besar Unpri turut berdukacita yang sedalam-dalamnya, atas meninggalnya mahasiswi kami yang duduk di semester akhir tersebut,” ungkap Chrismis Novalinda Ginting, Senin (13/4).

Rektor mengatakan, bila kasus yang menewaskan mahasiswi FE ini murni tindak pidana pembunuhan, pihaknya berharap pelakunya segera ditemukan dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami berharap pihak kepolisian segera menemukan pelakunya dan memberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang dengan keji,” kata Rektor.

Menurut Rektor, kasus pembunuhan mahasiswi asal Sibolga ini menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa Unpri agar kedepannya lebih berhati-hati.

Seperti yang diberitakan, seorang wanita mengenakan celana warna hitam ditemukan tewas oleh warga di lokasi kawasan Laula, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu pada Minggu (12/4), sehingga membuat warga menjadi heboh.

Informasi yang dihimpun, korban tewas dengan sejumlah luka pada bagian tubuhnya diketahui bernama Juliana, 26, salah satu mahasiswi semester tingkat akhir FE Unpri Medan dan korban merupakan warga asal Sibolga.

Menurut rekan korban berinsial DN menyebutkan, korban tinggal di kos Simpang Selayang. Saat itu adik korban Sabtu (11/4) pada malam harinya mau menjemput korban. Namun saat mau dijemput kedua nomor ponsel milik korban saat dihubungi tidak aktif. (dev)

85
Pasilog Kodim 0201/BS Medan Mayor Inf Zulkarnain SH, Pasiter Kodim 0201/BS Mayor Inf Romi Sembiring foto bersama Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Wakil Rektor (WR) II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR  IV Ali Nafiah Nasution MKT dan Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI dr Linda Chiuman MKM.

MEDAN – gnews.online ¦ Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes mengatakan, kegiatan Heroisus ini merupakan kegiatan rutin UNPRI setiap tahun. Pihaknya bersyukur, karena terlaksana dengan sukses dan meriah.


 

“Ini merupakan kegiatan ketiga,” kata Crismis Novalinda Ginting di sela-sela acara Heroisus ‘Medan Charity Run’ kerjasama UNPRI  dengan Kodim 0201/BS Medan, di Lapangan Benteng Medan, Minggu (23/2).

Dikatakan Crismis, peserta tidak hanya  mahasiswa UNPRI, tetapi dari masyarakat Kota Medan, bahkan dari luar Kota Medan.

Crismis berharap, kegitan Heroisus ini dapat memberikan dampak yang positif kepada mahasiswa dan pada masyarakat. Karena acara ini selain olahraga juga ada charity, bazar, musik dan senam zumba.

Hadir dalam acara itu di antaranya, Pasilog Kodim 0201/BS Medan Mayor Inf Zulkarnain SH, Pasiter Kodim 0201/BS Mayor Inf Romi Sembiring, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Wakil Rektor (WR) II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR  IV Ali Nafiah Nasution MKT, Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI dr Linda Chiuman MKM dan Ketua Panitia Herbert Wau SKM MPH.

Sementara itu, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan mengatakan, ajang lari kini menjadi tren hidup sehat di ibu kota.

“Kegiatan ini, diharapkan dapat  mendorong sekaligus merangsang tingkat kesadaran mahasiswa UNPRI untuk hidup lebih baik lagi dan terus meningkat,” kata tokoh pendidikan Sumut ini.

Menurut Tommy, olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh, sekaligus mengusir rasa penat dan stres yang berlebihan. Misalnya saja dengan lari, meskipun terlihat sepele, tetapi jangan khawatir akan manfaat besar yang ada di dalamnya.

Tommy menyakan bahagia, melihat antusias mahasiswa UNPRI mengikuti kegiatan Heroisus.

Ketua Panitia Herbert Wau SKM MPH mengatakan, acara ini merupakan event tahunan UNPRI.  Tujuannya, agar mahasiswa tergugah  untuk hidup sehat dan berbagi kasih ke orang yang memerlukan.

Kegiatan ini juga kata Herbert, merupakan ajang untuk entrepreneurship anak-anak dan  menyalurkan bakat mahasiswa.

Sedangkan dengan kegiatan bazar kata Herbert, mahasiswa UNPRI diharapkan akan memiliki kemampuan berwirausaha. Mahasiswa-mahasiswi UNPRI, diharapkan bisa bersaing dengan perkembangan zaman.

“Mahasiswa-mahasiswi saat ini harus mempunyai keahlian lain sesuai dengan bakat dan minatnya,” ungkapnya.

Sehingga kedepan, lanjutnya, mahasiswa UNPRI akan memiliki  jiwa sportif dan tertanam dalam diri mahasiswa jiwa untiuk peduli dengan sesama. (dev)

231

gnews.online |

Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar Kuliah Umum Perdana bagi mahasiswa program doktor ilmu kedokteran, guna menandai dibukanya Program Studi (Prodi) S3 Ilmu Kedokteran UNPRI, Sabtu (30/11) lalu.

Kuliah umum yang mengusung tema Penguatan Peran Lulusan Magister dan Doktor dalam Pembangunan Kesehatan Masyarakat ini, menghadirkan salah seorang tokoh nasional yaitu dr. Ribka Tjiptaning yang merupakan anggota DPR RI dari Komisi IX sebagai narasumber.

Kuliah Umum ini dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Baskami Ginting, Ketua DPRD Kota Medan Hasyim, SE, Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Prima Indonesia Dr. dr. I Nyoman E. Lister, Ketua BPH Yayasan Perguruan Tinggi Prima Indonesia Dr. Tommy Leonard, SH.,M.Kn. Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting beserta Jajarannya, dan jajaran dekan di lingkungan UNPRI. Kuliah umum ini juga diikuti oleh mahasiswa Program magister kesehatan.

Rektor UNPRI, Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan rasa sukacita dan kegembiraan karena telah beroperasinya Prodi S3 Ilmu kedokteran di UNPRI, yang merupakan satu-satunya Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Wilayah I Sumatera Utara (Sumut).

Rektor juga menyampaikan, bahwa ini merupakan investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan yang berperan sebagai Pusat Intelektual dengan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan sebagai perumus kebijakan, pelaksana kebijakan dan pelaksana Monev atas kebijakan tersebut.

“Diharapkan para alumni dari program doktor maupun magister kesehatan UNPRI dapat berperan dan berkontribusi dalam penguatan pendidikan kesehatan terkhusus di Kota Medan,” harap Chrismis Novalinda Ginting.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Komisi IX dr. Ribka Tjiptaning atau yang akrab disapa dengan Mba Ning ini menyampaikan, bahwa dirinya sangat senang diundang sebagai narasumber dalam kuliah umum ini.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan agar peran dunia pendidikan terkhusus bidang kesehatan dalam hal ini para dokter agar jangan bersifat monoton, tetapi juga mengikuti perkembangan yang ada termasuk perkembangan politik yang terjadi.

“Sehingga nantinya akan menciptakan pelayanan kesehatan berlandaskan Pancasila. Dimana para dokter nantinya memberikan pelayanan kesehatan dengan setulus hati tanpa memilih-milih pasien dan tidak menjadikan profesi dokter sebagai bisnis, tetapi merupakan bentuk pengabdian dan melayani masyarakat,” ujarnya. (art)

121

gnews.online |

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar Seminar Nasional “Generasi Milenial Sebagai Entrepreneur di Era Revolusi Industri 4.0”.Seminar tersebut dibuka Sekretaris Pelaksana (Sespel) Dr Mahriyuni MHum mewakili Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikt)i Wilayah I Medan.

Sespel L2Dikti memberikan apresiasi yang tinggi atas diadakannya seminar nasional tersebut. Seminar nasional ini katanya untuk memacu mahasiswa, agar mempu menjadi pengusaha muda mandiri. Pasalnya, pemerintah terus  mendorong kampus mengedepankan pertumbuhan ekonomi kreatif yang dihasilkan mahasiswa di usia muda.

Menjadi penggiat wirausaha muda yang kreatif dan energik di bidang digital,khususnya di Sumatera Utarara. Karenanya, mahasiswa harus terus dibekali kemampuan  dan pengetahuan inovatif.

“Pemuda merupakan genarasi muda yang sangat berpengaruh besar terhadap rposes pembangunan bangsa ini. Di aman era milenial ini, pemuda harus memiliki banyak peluang untuk bisa lebih maju dibandingkan generasi sebelumnya,” kata ketua Pantia Seminar Nasional “Generasi Milenial Sebagai Entrepreneur di Era Revolusi Industri 4.0”, Cut Fitri Rostina SE MM, kemarin,  di Jalan Listrik Medan.

Acara juga dihadiri Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Wakil Dekan FE UNPRI Henry SE MM.

Tampil sebagai narasumber Dr Tri Siwi Agustina SE MSi, Syaiful Burhan dan Eko Suhartono PhD beserta para mahasiswai FE UNPRI  dan para undangan lainnya.

Cut Fitri mengatakan, pemuda menjadi harapan  dalam setiap kemajuan di suatu bangsa yang dapat merubah pandangan oleh setiap orang dan sebagai tumpuan generasi sebelumnya, untuk mengembangkan ide-ide yang kreatif, keilmuan dan berwawasan luas, berdasarkan pada nilai-nilai norma yang ada.Bahkan di zaman sekarang, generasi yang sudah melek teknologi dengan perkembangan dimana pesatnya teknologi di era ini.

Seperti mengutip perkataan presiden kita terdahulu, ‘beri aku 1.000 orang, maka akan ku cabut semen dan akarnya, beri aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia’. Dia berharap generasi muda khususnya mahasiswa FE UNPRI tergerak dan ikut berperan aktif dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan menjadi seorang Entrepreneurship yng sukses, kreatif, energik serta menguasai wirausaha dibidang digital.

Hal inilah kata Cut Fitri, tujuan kegiatan  untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang kewirausahaan, meningkatkan kepedulian tentang pentingnya wirausaha diusia muda, memberi motivasi dan beberapa kiat untuk menjadi wirausaha muda dan memberikan wawasan dari pengalaman beberapa pemuda pengusaha di bidang digital. Narasumber Dr Tri Siwi Agustina SE MSi (Pakar Kewirausahaan) memberikan pengalaman tentang kewirausahaan.

Dia menyampaikan, bahwa pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa sangat perlu didukung adanya stakeholder, orang tua mahasiswa, dukungan perguruan tinggi  dan alumni perguruan tinggi.

Sedangkan pengusaha molen sukses  Syaiful Burhan memberikan motivasi dan semangat kepada mahasiswa FE UNPRI. Menurutnya, perjuangan dan kegigihan menjadi modal dalam memulai sebuah bisnis. Dan untuk menjadi pengusaha sukses itu, kita harus memiliki rasa percaya diri. Begitu juga narasumber Eko Suhartono PhD (Ketua Asosiasi Pendidik Kewirausahaan Indonesia (PERWIRA) memaparkan tentang kewirausahaan.

Terpisah, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes mengatakan, di era digital ini tidak akan berdampak jika tidak diimbangi dengan kualitas generasi muda yang unggul.

Menurut Chrismis, anak muda sebagai generasi millenial, wajib bermimpi menjadi orang sukses, terutama menjadi pengusaha. Apalagi di era Revolusi Industri 4.0, mereka harus pandai memanfaatkan teknologi digital untuk menangkap peluang usaha baru.

“Generasi millenial wajib bermimpi dan punya tujuan hidup. Tetapi kalau dalam sehari-hari tidak ada gerakan, pengorbanan, kerja keras dan kemampuan, mimpi itu tidak akan menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Rabu (27/11) mengatakan, pihaknya  memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan Seminar Nasional yang digelar oleh FE UNPRI.

Bagi Tommy, kehadiran narasumber  sukses dalam seminar tersebut dapat memicu dan memberikan inspirasi kepada generasi muda menjadi seorang entrepreneur.

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, kata tokoh pendidikan Sumut ini, persaingan di bidang ide-ide kreatif dan penguasaan teknologi digital menjadi salah satu kunci sukses seorang pengusaha. Dengan mengelola kreatifitas yang luar biasa, bangsa Indonesia akan menjadi lebih produktif dan dinamis.

Tommy juga menambahkan, Revolusi Industri 4.0 harus kita hadapi. Beragamnya etnis dan kebudayaan dapat mendorong kreatifitas dan inovasi generasi muda dalam membangun industri kreatif.

Menurut Tommy, perkembangan teknologi harus kita manfaatkan, namun  produk lokal Indonesia tidak boleh ditinggalkan. (dev)

276

MEDAN – gnews.online |

Pendiri Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn dan Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting S.SiT., M.Kes memberikan beasiswa kepada anak panti asuhan dan masyarakat kurang mampu.

Acara tersebut dihadiri Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR II Wakil Rektor II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal, MA, Wakil Rektor IV dr Ali Napiah Nasution MKT, para dekan, wakil dekan dan jajarannya serta Kepala Biro dan Ketua Panitia Drs. Hilman Chaidir, M.Pd.

Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister mengatakan, pemberian beasiswa ini sebagai bentuk kepedulian UNPRI dengan sesama, khususnya bagi anak-anak dari panti asuhan dan masyarakat yang kurang mampu.

“Pemberian beasiswa yayasan ini guna memberikan harapan kepada anak-anak kurang mampu. Bahwa meskipun berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, namun mempunyai harapan untuk mengecap pendidikan tinggi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dr Nyoman menyampaikan, beasiswa yayasan mulai tahun depan akan dibuka untuk Program Studi (Prodi) S1 Farmasi dan S1 Kebidanan.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting mengharapkan, melalui pemberian beasiswa ini dapat meningkatkan motivasi belajar, serta menjamin keberlangsungan studi anak-anak dari panti asuhan dan masyarakat kurang mampu, untuk dapat menempuh serta menyelesaikan pendidikan tinggi.

Dia menyebutkan, pemberian beasiswa ini bukan sekedar memberi kesempatan bagi para penerimanya untuk mengenyam pendidikan tinggi, tetapi juga dimaksudkan agar pada waktunya kelak, mereka dapat mandiri, mengembangkan diri, keluarga, dan masyarakat.

“Sudah menjadi tanggung jawab UNPRI untuk menjadikan para penerima beasiswanya sebagai pembaharu (Agent of Change) di masa depan, sekaligus panutan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Novalinda Ginting.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, mudah-mudahan beasiswa ini dapat dirasakan manfaatnya oleh para anak panti asuhan yang menerimanya. Semoga kelak mereka bisa menjadi generasi terbaik dan menjadi berkah untuk kedepannya.

“Hajat dan niat yayasan memberikan beasiswa pada anak panti asuhan dan masyarakat kurang mampu ini rutin kami lakukan setiap tahun,” kata Tommy Leonard. (dev)

296
MEDAN – gnews.online |
Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menorehkan prestasi yang luar biasa, karena mampu menembus rangking 4 besar universitas swasta terbaik di Sumatera Utara (Sumut).
Kenaikan peringkat ini, karena UNPRI memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan tata kelola yang semakin membaik, sehingga didorong terus mempertahankan akreditasi A di tahun depan.

“Kenaikan peringkat universitas menjadi kebanggaan sivitas akademika UNPRI,” kata Kepala LLDikti Sumatera Utara Prof Dian Armanto MSP di Wisuda sarjana dan pascasarjana dan diploma UNPRI, kemarin.

Hadir pada acara wisuda tersebut Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman E.Lister MKes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr Azharuddin SH MKn, Wakil Rektor I Seno Aji, M.Eng. Prac, Wakil Rektor II Dr. Emi Girsang, M.Kes, Wakil Rektor III Said Rizal, MA., Wakil Rektor IV dr. Ali Napiah Nasution, M.K.T.

“Saya bangga dan salut banyak dosen UNPRI yang S3 dan UNPRI terus membuka Prodi S2. UNPRI juga meningkat bidang kemahasiswaan dan penelitiannya,” kata Dian Armanto.
Dian Armanto mengatakan, UNPRI cemerlang, sehingga tidak heran pula kepercayaan para orangtua sekarang ini sudah meningkat untuk mendaftarkan anaknya di UNPRI.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes mengakui, jumlah lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus bertambah. Persaingan dunia kerja semakin ketat dan selektif. Oleh karena itulah sejak pendiriannya sebagai perguruan tinggi, UNPRI telah mengalami transformasi yang pesat.

Dikatakannya, UNPRI terus berbenah diri dan bergerak ke depan mengukir banyak karya dan prestasi. Beberapa capaian prestasi mahasiswa antara lain memperoleh hibah PKM tahun 2018, memperoleh hibah KBMI (Kompetensi Bisnis Mahasiswa Indonesia) tahun pendanaan 2019.

Tidak hanya mahasiswa, kata rektor, para pendidik (dosen) juga memperoleh dana hibah penelitian dari Kemenristekdikti tahun pendanaan 2019. Salah satu capaian terbaik UNPRI berada pada peringkat 4 melalui penilaian yang dilakukan tim pemeringkatan Ristekdikti. “Ini semua tidak terlepas dari dukungan orangtua dan yayasan UNPRI,” katanya.

Disebutkan rektor juga, persaingan di dunia kerja di satu sisi semakin sulit, dengan datangnya era revolusi industri 4,0, dimana tenaga manusia akan secara signifikan tergantikan dengan mesin-mesin otomotis berbasis kontrol digital. Era ini akan bertumpu pada teknologi robotik, internet atau kecerdasan buatan.

“Untuk terus memantapkan diri sebagai universitas yang mengedepankan kualitas di segala bidang dan tidak hanya mampu bersaing, melainkan berkomitmen menjadi institusi pendidikn berkualitas,” ucapnya.

Ketua BPH UNPRI dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan mengatakan, wisudawan UNPRI siap bersaing di era industri 4.0, lulusan tersebut telah dipersiapkan untuk persaingan di tingkat global.

Tommy berharap, bekal pengetahuan dan keterampilan yang didapat di UNPRI, harus diimbangi dengan sikap mental dan karakter yang kuat, antara lain disiplin, jujur dan semangat pantang menyerah, tidak mudah putus asa serta tuntas dalam melaksanakan pekerjaan.

Tommy juga menginginkan lulusan UNPRI dapat berkontribusi dalam pembangunan, baik tingkat daerah maupun level nasional bahkan internasional. (dev)

250
Pengabdian Masyarakat

DRPM Kemeristekdikti skema Pengabdian Kepada Masyarakat bersama dosen dari Universitas Prima Indonesia mengadakan pengabdian masyarakat ke Desa Lingga pada Sabtu (7/9/2019). Dosen tersebut, Anita, bersama tim memberikan mesin Huller kepada petani dihadiri juga kepala desa setempat. Mesin diberikan dalam rangka meningkatkan nilai jual produk petani kopi.

Selama bertahun-tahun, Desa Lingga menjadi salah satu penghasil buah jeruk di Kabupaten Karo. Namun, sejak erupsi yang terjadi di Gunung Sinabung, hasil jeruk dari daerah ini cenderung berkualitas jelek sehingga petani menanam kopi untuk dapat melangsungkan kehidupan mereka. Saat ini, rata-rata lahan jeruk telah berubah menjadi lahan tanaman kopi.

2

 

 

 

 

 

 

 

 

Kopi dijual penduduk desa dalam bentuk buah ceri sehingga harganya sangat rendah. Sebagai gambaran, setelah buah ceri diolah, harganya bisa meningkat hampir dua kali lipat. Biji kopi dari Kabupaten Karo ini bahkan telah dilirik oleh Franchise Kopi terkemuka di dunia.

Mesin Huller sebanyak 2 unit ini diberikan agar petani dapat mengolah biji kopi menjadi green bean yang memiliki harga jual lebih tinggi. Seperti kita ketahui bahwa Green Bean ini adalah biji kopi yang telah dilepas kulit tanduknya dan berwarna kehijauan. Green bean ini siap untuk disangrai menjadi kopi.

3

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepala Desa (Serpis), bersama dengan istri menyampaikan bahwa pemberian ini akan sangat membantu petani setempat, terlebih bila bisa diberikan akses pemasaran sehingga produksinya terjamin. Serpis juga manyatakan bahwa bantuan seperti ini sangat dinantikan masyarakat Petani Kopi Desa Lingga. Akhir kata, disampaikan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini dapat kontinu dilaksanakan di Desa mereka demi meningkatkan taraf hidup warganya.

Dalam kesempatan yang sama juga, ketua Gapoktan (Darman) menyampaikan terima kasih kepada DRPM Kemenristekdikti untuk bantuan dana berupa mesin huller kopi, tim pengabdian dari Universitas Prima Indonesia dan berharap kerjasama ini dapat dilangsungkan kembali di waktu mendatang.

145

Medan – gnews.online |

Magister Kenotariatan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) berhasil meraih Sertifikat Akreditasi B Gemuk dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), berdasarkan Keputusan BAN-PT N0.2984/SK/BAN-PT/Akred/M/VIII/2019.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, mengapresiasi diraihnya prestasi tersebut. Keberhasilan diraih dengan dikeluarkannya akre­ditasi B Gemuk tersebut merupakan indika­tor penilaian yang dilakukan Dikti melalui BAN-PT tetang kualitas pembelajaran, sarana-prasarana dan proses Tri Dharma Perguruan Tinggi telah dijalankan dengan baik.

“Kualitas pendidikan di UNPRI tidak perlu disangsikan lagi. Apalagi pihak yayasan dan kampus terus berbenah. Putusan BAN PT juga berarti penilaian pemerintah terhadap Pascasarjana UNPRI sudah baik sekali. Dan sudah layak bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain yang sudah B,” kata Tommy Leonard, Sabtu (17/8).

Dia mengatakan, pencapaian tersebut, tentu membanggakan universitas, sekaligus mendorong civitasnya untuk terpacu meningkatkan kualitas. Hal ini terbukti dari sarana dan prasarana penunjang perkuliahan di UNPRI yang terus dilengkapi. “UNPRI memiliki potensi besar untuk terus maju,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Tommy menyebutkan, ada beberapa prodi sudah memperoleh Akreditasi B dari BAN-PT seperti Magister Biomedis, Magister Kesmas dan Magister Manajemen UNPRI.

Akreditasi tersebut, katanya merupakan salah satu bentuk pengakuan bahwa UNPRI adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Dan, Akreditasi B Gemuk ini juga mengisyaratkan kalau UNPRI, sudah sejajar dengan perguruang tinggi lain.

Tommy berharap, agar akreditasi tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan ke akreditasi yang lebih baik. (dev)

205

Medan – gnews.online |

Untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah konstituennya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi X yang dipimpin Dr Reni Marlinawati, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Prima Indonesia (UNPRI).

Hadir pada acara itu, Anggota DPR RI asal Dapil Sumut Dr Sofyan Tan, anggota DPR RI, Ir H.A.R. Sutan Adil Hendra, MM, Ir. Bambang Sutrisno, Dr. H.A.Mujib Rohmat, Rinto Subekti, SE., MM, Hj. Laila Istiana, DS., SE Arzeti Bilbina, SE.,M.Ap, Yayuk Basuki, Hj.Dewi Coryati,SE., drg. Hj. Yayuk Sri Wahyu Ningsih,MM. MH dan Anas Thahir.

Kemudian, hadir juga Pendiri UNPRI dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes, AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR III dan Said Rizal SH.

Anggota Komisi X Dr Reni Marlinawati mengatakan, tujuan dari kunjungan untuk mendengar masukan dan pendapat tentang implementasi kebijakan, program dan pelaksanaan pendidikan di perguruan tinggi dari UNPRI, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi swasta di Kota Medan.

Dia juga menyampaikan, semua masukan yang disampaikan akan didiskusikan kembali di pusat supaya mahasiswa dan kampus mudah dalam melaksanakan programnya. Karena menurutnya, kemajuan perguruan tinggi itu sangat penting dan harus terus ditingkatkan, agar tidak ketinggalan dengan negara-negara lain.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes mengemukakan permasalahan terkait uji kompetensi bagi mahasiswa bidang Ilmu Kesehatan, dalam hal ini mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Kedokteran gigi, Keperawatan dan Kebidanan.

Dari pertemuan itu, ada beberapa masukan yang disampaikan antara lain uji kompetensi bagi dokter dan dokter gigi terkaitkebijakan atau undang-undang pendidikan dokter mohon kiranya dapat ditinjau kembali.

Kedua, berharap, uji kompetensi bagi perawat dan bidan dipertimbangkan untuk tidak dibebankan biaya ujian serta Kepengurusan STR (Surat Tanda Registrasi), agar dapat dilaksanakan di daerah saja. Dan ketiga , terkait dana hibah penelitian bagi dosen agar kiranya dosen cukup dibebankan dengan menghasilkan output penelitian yang relevan, tanpa dibebankan dengan laporan lainnya.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan mengatakan, kunjungan Anggota DPR RI dari Komisi X ini momen yang sangat berarti bagi cevitas akademika UNPRI.

“Kami berharap kehadiran anggota DPR RI ini bisa membawa aspirasi yang disampaikan tersebut ke Jakarta,” kata tokoh pendidikan Sumut ini.

Tommy melihat bahwa DPR RI benar-benar peduli dengan dunia pendidikan, hal ini terlihat dari kunjungan Komisi X DPR RI ke UNPRI untuk menyerap aspirasi dan menganalisis permasalahan dari perguruan tinggi. (dev)