Wednesday, November 13, 2019
Tags Posts tagged with "UNPRI"

UNPRI

186

MEDAN – gnews.online |

Pendiri Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn dan Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting S.SiT., M.Kes memberikan beasiswa kepada anak panti asuhan dan masyarakat kurang mampu.

Acara tersebut dihadiri Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR II Wakil Rektor II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal, MA, Wakil Rektor IV dr Ali Napiah Nasution MKT, para dekan, wakil dekan dan jajarannya serta Kepala Biro dan Ketua Panitia Drs. Hilman Chaidir, M.Pd.

Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister mengatakan, pemberian beasiswa ini sebagai bentuk kepedulian UNPRI dengan sesama, khususnya bagi anak-anak dari panti asuhan dan masyarakat yang kurang mampu.

“Pemberian beasiswa yayasan ini guna memberikan harapan kepada anak-anak kurang mampu. Bahwa meskipun berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, namun mempunyai harapan untuk mengecap pendidikan tinggi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dr Nyoman menyampaikan, beasiswa yayasan mulai tahun depan akan dibuka untuk Program Studi (Prodi) S1 Farmasi dan S1 Kebidanan.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting mengharapkan, melalui pemberian beasiswa ini dapat meningkatkan motivasi belajar, serta menjamin keberlangsungan studi anak-anak dari panti asuhan dan masyarakat kurang mampu, untuk dapat menempuh serta menyelesaikan pendidikan tinggi.

Dia menyebutkan, pemberian beasiswa ini bukan sekedar memberi kesempatan bagi para penerimanya untuk mengenyam pendidikan tinggi, tetapi juga dimaksudkan agar pada waktunya kelak, mereka dapat mandiri, mengembangkan diri, keluarga, dan masyarakat.

“Sudah menjadi tanggung jawab UNPRI untuk menjadikan para penerima beasiswanya sebagai pembaharu (Agent of Change) di masa depan, sekaligus panutan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Novalinda Ginting.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, mudah-mudahan beasiswa ini dapat dirasakan manfaatnya oleh para anak panti asuhan yang menerimanya. Semoga kelak mereka bisa menjadi generasi terbaik dan menjadi berkah untuk kedepannya.

“Hajat dan niat yayasan memberikan beasiswa pada anak panti asuhan dan masyarakat kurang mampu ini rutin kami lakukan setiap tahun,” kata Tommy Leonard. (dev)

204
MEDAN – gnews.online |
Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menorehkan prestasi yang luar biasa, karena mampu menembus rangking 4 besar universitas swasta terbaik di Sumatera Utara (Sumut).
Kenaikan peringkat ini, karena UNPRI memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan tata kelola yang semakin membaik, sehingga didorong terus mempertahankan akreditasi A di tahun depan.

“Kenaikan peringkat universitas menjadi kebanggaan sivitas akademika UNPRI,” kata Kepala LLDikti Sumatera Utara Prof Dian Armanto MSP di Wisuda sarjana dan pascasarjana dan diploma UNPRI, kemarin.

Hadir pada acara wisuda tersebut Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman E.Lister MKes AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr Azharuddin SH MKn, Wakil Rektor I Seno Aji, M.Eng. Prac, Wakil Rektor II Dr. Emi Girsang, M.Kes, Wakil Rektor III Said Rizal, MA., Wakil Rektor IV dr. Ali Napiah Nasution, M.K.T.

“Saya bangga dan salut banyak dosen UNPRI yang S3 dan UNPRI terus membuka Prodi S2. UNPRI juga meningkat bidang kemahasiswaan dan penelitiannya,” kata Dian Armanto.
Dian Armanto mengatakan, UNPRI cemerlang, sehingga tidak heran pula kepercayaan para orangtua sekarang ini sudah meningkat untuk mendaftarkan anaknya di UNPRI.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes mengakui, jumlah lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus bertambah. Persaingan dunia kerja semakin ketat dan selektif. Oleh karena itulah sejak pendiriannya sebagai perguruan tinggi, UNPRI telah mengalami transformasi yang pesat.

Dikatakannya, UNPRI terus berbenah diri dan bergerak ke depan mengukir banyak karya dan prestasi. Beberapa capaian prestasi mahasiswa antara lain memperoleh hibah PKM tahun 2018, memperoleh hibah KBMI (Kompetensi Bisnis Mahasiswa Indonesia) tahun pendanaan 2019.

Tidak hanya mahasiswa, kata rektor, para pendidik (dosen) juga memperoleh dana hibah penelitian dari Kemenristekdikti tahun pendanaan 2019. Salah satu capaian terbaik UNPRI berada pada peringkat 4 melalui penilaian yang dilakukan tim pemeringkatan Ristekdikti. “Ini semua tidak terlepas dari dukungan orangtua dan yayasan UNPRI,” katanya.

Disebutkan rektor juga, persaingan di dunia kerja di satu sisi semakin sulit, dengan datangnya era revolusi industri 4,0, dimana tenaga manusia akan secara signifikan tergantikan dengan mesin-mesin otomotis berbasis kontrol digital. Era ini akan bertumpu pada teknologi robotik, internet atau kecerdasan buatan.

“Untuk terus memantapkan diri sebagai universitas yang mengedepankan kualitas di segala bidang dan tidak hanya mampu bersaing, melainkan berkomitmen menjadi institusi pendidikn berkualitas,” ucapnya.

Ketua BPH UNPRI dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan mengatakan, wisudawan UNPRI siap bersaing di era industri 4.0, lulusan tersebut telah dipersiapkan untuk persaingan di tingkat global.

Tommy berharap, bekal pengetahuan dan keterampilan yang didapat di UNPRI, harus diimbangi dengan sikap mental dan karakter yang kuat, antara lain disiplin, jujur dan semangat pantang menyerah, tidak mudah putus asa serta tuntas dalam melaksanakan pekerjaan.

Tommy juga menginginkan lulusan UNPRI dapat berkontribusi dalam pembangunan, baik tingkat daerah maupun level nasional bahkan internasional. (dev)

116
Pengabdian Masyarakat

Dosen dari Universitas Prima mengadakan pengabdian masyarakat ke Desa Lingga pada Sabtu (7/9/2019). Dosen tersebut, Anita, bersama tim memberikan mesin Huller kepada petani dihadiri juga kepala desa setempat. Mesin diberikan dalam rangka meningkatkan nilai jual produk petani kopi.

Selama bertahun-tahun, Desa Lingga menjadi salah satu penghasil buah jeruk di Kabupaten Karo. Namun, sejak erupsi yang terjadi di Gunung Sinabung, hasil jeruk dari daerah ini cenderung berkualitas jelek sehingga petani menanam kopi untuk dapat melangsungkan kehidupan mereka. Saat ini, rata-rata lahan jeruk telah berubah menjadi lahan tanaman kopi.

2

 

 

 

 

 

 

 

 

Kopi dijual penduduk desa dalam bentuk buah ceri sehingga harganya sangat rendah. Sebagai gambaran, setelah buah ceri diolah, harganya bisa meningkat hampir dua kali lipat. Biji kopi dari Kabupaten Karo ini bahkan telah dilirik oleh Franchise Kopi terkemuka di dunia.

Mesin Huller sebanyak 2 unit ini diberikan agar petani dapat mengolah biji kopi menjadi green bean yang memiliki harga jual lebih tinggi. Seperti kita ketahui bahwa Green Bean ini adalah biji kopi yang telah dilepas kulit tanduknya dan berwarna kehijauan. Green bean ini siap untuk disangrai menjadi kopi.

3

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepala Desa (Serpis), bersama dengan istri menyampaikan bahwa pemberian ini akan sangat membantu petani setempat, terlebih bila bisa diberikan akses pemasaran sehingga produksinya terjamin. Serpis juga manyatakan bahwa bantuan seperti ini sangat dinantikan masyarakat Petani Kopi Desa Lingga. Akhir kata, disampaikan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini dapat kontinu dilaksanakan di Desa mereka demi meningkatkan taraf hidup warganya.

Dalam kesempatan yang sama juga, ketua Gapoktan (Darman) menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian dari Universitas Prima Indonesia dan berharap kerjasama ini dapat dilangsungkan kembali di waktu mendatang.

76

Medan – gnews.online |

Magister Kenotariatan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) berhasil meraih Sertifikat Akreditasi B Gemuk dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), berdasarkan Keputusan BAN-PT N0.2984/SK/BAN-PT/Akred/M/VIII/2019.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, mengapresiasi diraihnya prestasi tersebut. Keberhasilan diraih dengan dikeluarkannya akre­ditasi B Gemuk tersebut merupakan indika­tor penilaian yang dilakukan Dikti melalui BAN-PT tetang kualitas pembelajaran, sarana-prasarana dan proses Tri Dharma Perguruan Tinggi telah dijalankan dengan baik.

“Kualitas pendidikan di UNPRI tidak perlu disangsikan lagi. Apalagi pihak yayasan dan kampus terus berbenah. Putusan BAN PT juga berarti penilaian pemerintah terhadap Pascasarjana UNPRI sudah baik sekali. Dan sudah layak bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain yang sudah B,” kata Tommy Leonard, Sabtu (17/8).

Dia mengatakan, pencapaian tersebut, tentu membanggakan universitas, sekaligus mendorong civitasnya untuk terpacu meningkatkan kualitas. Hal ini terbukti dari sarana dan prasarana penunjang perkuliahan di UNPRI yang terus dilengkapi. “UNPRI memiliki potensi besar untuk terus maju,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Tommy menyebutkan, ada beberapa prodi sudah memperoleh Akreditasi B dari BAN-PT seperti Magister Biomedis, Magister Kesmas dan Magister Manajemen UNPRI.

Akreditasi tersebut, katanya merupakan salah satu bentuk pengakuan bahwa UNPRI adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Dan, Akreditasi B Gemuk ini juga mengisyaratkan kalau UNPRI, sudah sejajar dengan perguruang tinggi lain.

Tommy berharap, agar akreditasi tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan ke akreditasi yang lebih baik. (dev)

93

Medan – gnews.online |

Untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah konstituennya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi X yang dipimpin Dr Reni Marlinawati, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Prima Indonesia (UNPRI).

Hadir pada acara itu, Anggota DPR RI asal Dapil Sumut Dr Sofyan Tan, anggota DPR RI, Ir H.A.R. Sutan Adil Hendra, MM, Ir. Bambang Sutrisno, Dr. H.A.Mujib Rohmat, Rinto Subekti, SE., MM, Hj. Laila Istiana, DS., SE Arzeti Bilbina, SE.,M.Ap, Yayuk Basuki, Hj.Dewi Coryati,SE., drg. Hj. Yayuk Sri Wahyu Ningsih,MM. MH dan Anas Thahir.

Kemudian, hadir juga Pendiri UNPRI dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes, AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR III dan Said Rizal SH.

Anggota Komisi X Dr Reni Marlinawati mengatakan, tujuan dari kunjungan untuk mendengar masukan dan pendapat tentang implementasi kebijakan, program dan pelaksanaan pendidikan di perguruan tinggi dari UNPRI, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi swasta di Kota Medan.

Dia juga menyampaikan, semua masukan yang disampaikan akan didiskusikan kembali di pusat supaya mahasiswa dan kampus mudah dalam melaksanakan programnya. Karena menurutnya, kemajuan perguruan tinggi itu sangat penting dan harus terus ditingkatkan, agar tidak ketinggalan dengan negara-negara lain.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes mengemukakan permasalahan terkait uji kompetensi bagi mahasiswa bidang Ilmu Kesehatan, dalam hal ini mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Kedokteran gigi, Keperawatan dan Kebidanan.

Dari pertemuan itu, ada beberapa masukan yang disampaikan antara lain uji kompetensi bagi dokter dan dokter gigi terkaitkebijakan atau undang-undang pendidikan dokter mohon kiranya dapat ditinjau kembali.

Kedua, berharap, uji kompetensi bagi perawat dan bidan dipertimbangkan untuk tidak dibebankan biaya ujian serta Kepengurusan STR (Surat Tanda Registrasi), agar dapat dilaksanakan di daerah saja. Dan ketiga , terkait dana hibah penelitian bagi dosen agar kiranya dosen cukup dibebankan dengan menghasilkan output penelitian yang relevan, tanpa dibebankan dengan laporan lainnya.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan mengatakan, kunjungan Anggota DPR RI dari Komisi X ini momen yang sangat berarti bagi cevitas akademika UNPRI.

“Kami berharap kehadiran anggota DPR RI ini bisa membawa aspirasi yang disampaikan tersebut ke Jakarta,” kata tokoh pendidikan Sumut ini.

Tommy melihat bahwa DPR RI benar-benar peduli dengan dunia pendidikan, hal ini terlihat dari kunjungan Komisi X DPR RI ke UNPRI untuk menyerap aspirasi dan menganalisis permasalahan dari perguruan tinggi. (dev)

81

Medan – gnews.online |

Universitas Prima Indonesia (UNPRI) mengadakan Pre-Conference Lecture Series in Conjunction with The International Conference on Health Science (InHeNce) 2019, di Aula RSU Royal Prima di Jalan Ayahanda Medan.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara dari Nanjing Medical University (NMU)  yakni Anggota Dewan NMU Prof. Wang Chang Qing DDS dan Wakil Direktur Rumah Sakit Gigi Mulut NMU Prof. Yan Bin, DDS serta Direktur Bagian Internasional NMU, Prof. Wang Hai.

Acara juga dihadiri Konsulat Jenderal Republik Rakyat China Ms Qiu Wei Wei,  Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof Dian Armanto MPd MA MSc, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes  AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting M Kes, beserta jajarannya, Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI dr. Linda Chiuman MKM beserta jajarannya, Dekan FKG UNPRI Prof. drg. Monang Panjaitan MS MA, Ketua Program Studi S-1 Pendidikan Dokter Gigi FKG UNPRI, Dr.drg. Florenly, MHSM, MPH, C.Ort FICCDE, beserta jajarannya, Ketua Komite InHeNce 2019 Refi Ikhtiari PhD serta para peserta seminar.

Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting M Kes mengatakan, kegiatan “Pre-conference lecture series” ini merupakan bagian dari kegiatan “The InHence 2019” yang akan diadakan pada tanggal 27-28 September 2019 mendatang di UNPRI.

Disebutkan Novalinda Ginting InHeNce bertujuan untuk meningkatkan motivasi para peneliti muda dalam melakukan penelitian, sehingga terpublikasinya penelitiannya, untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat.

Dalam seminar tersebut, anggota dewan dari NMU Prof. Wang Chang Qing, DDS, membawakan topik “Konsep China Sehat; Reformasi Pendidikan Kedokteran”. Dia menjelaskan, bahwa perubahan sistem pendidikan kedokteran, dapat merubah arah pelayanan kesehatan, yang akhirnya dapat tercapainya negara sehat pada tahun 2030.

Sementara itu, kuliah singkat juga disampaikan Wakil Direktur Rumah Sakit Gigi Mulut NMU Prof. Yan Bin, DDS yang menyampaikan tentang “Perubahan Pendidikan di FKG melalui Penggunaan Teknologi Virtual Reality (VR)”.

Menurutnya, sistem pelatihan digital menyediakan fitur khusus yang berguna seperti pengukuran yang akurat, perhitungan secara cepat, dan umpan balik visual yang lebih sesuai digunakan oleh mahasiswa preklinik dibandingkan dengan metode tradisional.

Dikatakannya, VR bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran, jam pelatihan yang tidak terbatas dan meningkatkan efektivitas biaya pada fakultas kedokteran gigi.

Di tempat terpisah Pendiri Universitas Prima Indonesia Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM didampingi Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, mengatakan, acara ini merupakan realisasi kerjasama UNPRI dan NMU sebelumnya.(dev)

616

gnews.online | Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Sabtu (29/6) menggelar acara Pelepasan Yudisium bagi Mahasiswa Angkatan I Program Magister Sekolah Pascasarjana UNPRI di Gedung serbaguna kampus tersebut.

Hadir dalam yudisium itu, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM,  Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Dr.Chrismis Novalinda MKes, Direktur PascsarjanaUNPRI Dr Azharuddin SH MKn, Sekretaris Sekolah Pascsarjana UNPRI Dr Ir Yusriando SH MH, Ka Prodi Magister Kenotariatan Unpri Dr Elvira Fitriyani Pakpahan S.HI., M.Hum , Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hukum Unpri Kartina Pakpahan SH MH, para dosen Program Magister Sekolah Pascasarjana UNPRI serta para panitia yudisium.

Pada kesempatan itu Direktur Pascsarjana UNPRI Dr Azharuddin SH MKn dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada peserta yudisium, karena telah menyelesaikan studi dengan baik.

“Semoga dengan gelar yang dicapai, dapat membawa manfaat bagi pribadi, keluarga dan bagi masyarakat,”kata Azharuddin dihadapan para peserta yudisium.

Azharuddin mengatakan, Darma Bakti para peserta yudisium telah ditunggu oleh keluarga dan masyarakat serta negara, jangan pernah berhenti untuk belajar, karena sumber belajar tidak hanya dari dosen dan kampus, tetapi dari segala persoalan, kesukaran, lingkungan sekitar, juga menjadi sumber belajar untuk kesuksesan.

“Walau pun anda semua sudah menjadi alumni, kami harapkan silaturrahmi tetap terjaga dengan baik, karena kita punya wadah Ikatan Alumni Program Magister Sekolah Pascasarjana UNPRI,”katanya lagi.

Dari laporan akademik Sekolah Pascasarjana UNPRI, berdasarkan SK Direktur No.067SK/UNPRI.F11/VI/2019 secara keseluruhan mahasiswa yang dinyatakan lulus pada yudisium Angkatan I Sekolah Pascasarjana UNPRI berasal dari Prodi Magister Manajemen, Magister Akuntansi, Magister Hukum, Magister Kenotariatan, dan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia Yudisium Feri Yuwandi SKom MM dalam sambutannya mengatakan, selain  melaksanakan Sidang Senat Yudisium Sekolah Pascasarjana UNPRI acara juga dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana UNPRI.

Di kesempatan yang sama, Muhammad Nur SPd perwakilan mahasiswa  peserta  yudisium menyampaikan rasa terimaksihnya Direktur Pascasarjana UNPRI dan jajarannya. Dan atas nama rekan-rekan  peserta yudisium Muhammad Nur menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pimpinan, dosen serta seluruh civitas akademik Sekolah Pascasarjana UNPRI.

“Ini bukan akhir dari perjuangan kami, tetapi merupakan awal dari perjuangan untuk menggapai yang kami cita-citakan,” ucapnya seraya mengatan, semoga  kami bisa menjadi pribadi yang bertawa, sukses dengan setiap pilihan  yang kami ambil, serta dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan nusa, bangsa dan akan selalu menjaga nama baik almamater.

Di tempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn juga menyampaikan harapan  kepada para alumni.     Kepada para alumni, Tommy berharap, agar alumni dapat menjadi pribadi yang berkarakter, berahlak mulia, berintegritas, dan dapat mengimplementasikan ilmunya di tengah masyarakat.

“Kibarkanlah selalu panji-panji almamater. Tanamkanlah rasa memiliki serta pupuklah rasa bangga sebagai alumni UNPRI,” ucap Tommy.

Tommy juga mengaku bahagia dan bangga atas terselenggaranya acara ini. Terlebih  tokoh pendidikan Sumut ini, yakin para alumni yang mengikuti Program Pascasarjana memiliki kualitas yang siap bersaing. (DM)

531

Pengusaha Hendy Setiono dan Dua Entertainment Millenial Motivasi Mahasiswa FE UNPRI

gnews.online | Seminar Nasional Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Prima Indonesia ke-12 yang dilaksanakan  di Selecta Convention Center, Jalan Listrik berlangsung sukses.

Seminar tersebut menghadirkan Pengusaha Hendy Setiono dan dua Entertainment Millenial masing-masing  Dennis Hadi Founder Of Hadi Group Indonesia dan Sarah Agnestika Sihotang selaku Founder Banugget Medan sebagai pembicara.

Pada kesempatan itu, ketiga pembicara memberikan masukan-masukan dan memotivasi mahasiswa FE UNPRI yang hadir tentang dunia usaha.

Acara juga dihadiri Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes  AIFM, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard, Rektor UNPRI Dr. ChrismisNovalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Wakil Rektor II  Dr Ermi Girsang SKM M Kes, Wakil Rektor III Said RizalSHI MA dan Wakil rektor  IV dr Alinapiah Nasution MKT, wakil Dekan FE UNPRI Hendry SE MM serta para dekan, para wakil dekan di jajaran UNPRI.

Pengusaha Hendy Setiono di hadapan mahasiswa menceritakan awal keberhasilannya di dunia bisnis kuliner kebab. Dia menceritakan bahwa usaha kebab yang dirintisnya itu  sudah berkembang sampai 1.300 titik di 10 negara di dunia.

Hendy dengan berapi-api menyampaikan kepada mahasiswa FE UNPRI usaha kebab Turki  yang dia geluti tersebut dimulainya sejak  dia masih duduk dibangku kuliah.

“Ide bisnis ini saya dapat sewaktu berkunjung ke Qatar,”ucapnya seraya mengatakan bahwa dia juga memiliki usaha lainnya seperti tambak udang Vaname, Skincare dan gerai kopi.

Hendy menyebutkan, dalam membangun bisnis, network merupakan investasi.

Dia juga menyebutkan, strategi marketing juga sangat penting.

Mendengar paparan trik-trik dan motivasinya, mahasiswa UNPRI tampak terpukau. Dia mengajak mahasiswa tidak lama-lama untuk berfikir melakukan bisnis.

Katanya jangan takut gagal dalam berusaha.  Membangun usaha itu tidak gampang, diperlukan waaktu yang tidak sebentar.

Dia juga mengajarkan mahasiswa untuk memantapkan diri dalam membangun bisnis, baik dengan cara sendiri maupun kolaborasi dengan teman-teman. Namun begitu dia juga menyarankan bahwa selain membangun usaha, membangun relasi dengan berteman dengan para pebisnis lain akan menularkan jiwa enterpreneur dan ide-ide kreatif.

“Mahasiswa FE UNPRI harus semangat dan harus punya ambisi, dan memantapkan diri membangun usaha serta  membangun relasi,” tegasnya.

Kemudian hal yang sama juga disampaikan entertainment Millenial Dennis Hadi  dan Sarah Agnestika Sihotang. Keduanya memberikan pengalaman mereka dalam menjalani suatu bisnis.

Dennis dan Sarah mengajak mahasiswa, khususnya yang ingin meniti karir sebagai pengusaha muda agar dapat berpikir secara inovatif dan kreatif dalam memulai suatu bisnis.

Wakil Rektor I UNPRI  Seno Aji, S.Pd, M. Eng, Prac saat pembukaan mengatakan, bahwa tema Entertainment in Industry 4.0 yang digagas merupakan yang ke 12 kalinya berhasil dilaksanakan Dekanat Fakultas Ekonomi UNPRI.

Disebutkan Seno Aji, tema ini diangkat karena era 4.0 adalah kesempatan kita saat ini. Kesempatan mahasiswa-mahasiwi Unpri, apalagi ke depan bonus demografi Indonesia adalah banyaknya usia produktif.

Seno Aji juga menyebutkan, diundangnya para enterpreneur muda merupakan upaya UNPRI memberikan edukasi dengan konsep berbeda.

Dikatakan Seno Aji, pihaknya tidak ingin teori saja. dan pihaknya ingin menambah wwasan mahasiswa dengan cara mengundang beberapa enterpreneur, untuk digali tips triknya.

Sementara itu, dalam laporannya, Ketua Panitia Seminar Nasional FE UNPRI yang Ke 12 tahun 2019 Cut Fitri Rostina,S.E., M.M mengatakan, seminar yang mengangkat tema “MILLNENILAPRENEUR IN INDUSTRI 4.0” digelar guna meningkatkanpengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang kewirausahaan, serta meningkatkan kepeduliantentang pentingnya memiliki jiwa wirausaha di usia muda.

Selain itu juga kata Cut Rostina bertujuan memotivasi serta memberikan kiat-kiat untukmenjadi wirausaha muda yang kreatif dan energic.

“Atas dasar itulah kami menyelenggarakanseminar ini, dengan harapan generasi muda khususnya mahasiswa fakultas ekonomi universitas prima Indonesia tergerak dan ikut berperan aktifdalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Sementara itu ditempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan Minggu (19/5) mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan FE UNPRI ini sangat positif dan harus diacungkan jempol.

Sebab, menurut Tommy Leonard, kegiatan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa FE UNPRI dalam berwira usaha.

Karena saat di bangku kuliah mereka sudah memperoleh masukan dan motivasi dari pakar-pakarnya langsung.

Sehingga kata tokoh pendidikan Sumut ini, tidak heran lulusan FE UNPRI mandiri dan mampu membuka lapangan kerja sendiri dengan membuka usaha. (Dev)

150

gnews.online | Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL2Dikti) Wilayah I Sumatera Utara Prof. Dian Armanto, MA., M.Sc., Ph.D diwakili  Sekretaris LLDikti Wilayah I Sumut Dr Mahriyuni M.Hum mengatakan, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) telah menyelenggarakanpendidikan yang bermutu, sesuai dengan tuntutan standard nasional pendidikan tinggi.

“Seperti pengembangan kurikulum KKNI yang sesuai dengan profil lulusan, proses pembelajaraninteraktif dialogis, dukungan fasilitas pembelajarandan ICT yang memadai, tenaga pendidik dan tenagakependidikan yang qualified, dan tentu diataskesemuanya itu karena adanya dukungan penuh tatapamong Yayasan dan Pimpinan dalam menghasilkanlulusan yang bermutu dan mandiri sesuai kebutuhan pasar kerja,”ujar  Dr Mahriyun pada Acara Wisuda Sarjana dan Diploma Periode I tahun 2019 di MICC kemarin.

Menurutnya, capaian ini sesungguhnya telah membuktikan bahwa UNPRI telah menyelenggarakanpendidikan yang bermutu.

Sekpel juga berharap, UNPRI dapat menjadi perguruan tinggi yang mampu mengembangkan Budaya Akademis dan mampu menciptakan suasanayang kondusif serta memberdayakan PendidikanKarakter dalam pembelajaran juga menerapkanproses pembelajaran Digital dalam EraRevolusiIndustri 4,0.

Kepada UNPRI pihaknya berharap, supaya terusdapat meningkatkan mutu dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepadamasyarakat dan merebut kepercayaan masyarakat, tidak hanya dari ProvinsiSumatera Utara bahkan dari Provinsi lain serta dari luar negeri.

Sedangkan Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting, SSiT M.Kes pada Wisuda Sarjana dan Diploma Periode I tahun 2019, kemarin mengatakan,saat ini negara berada di tengah perkembangan dunia yang semakin pesat.

Perkembangan pada era Industri 4.0 telah menempatkan dunia pada ketergantungan terhadap internet dan perangkat digital dengan transaksi-transaksi elektroniknya.

“Kalian adalah generasi milenial, semuanya kita dikepung oleh informasi yang amat luas, semua serba digital, tersebar cepat dan berdampak langsung baik bagi diri sendiri, karier, kehidupan keseharian sekaligus berdampak kepada masyarakat dan negara,” kata Chrismis.

Acara tersebut dihadiri Pendiri Unpri Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn, Ketua Yayasan Dr drg Florenly MPH,  Wakil Rektor I Seno Aji SPd MEng Prac, Wakil Rektor II Dr Ermi Girsang SKM MKes, Wakil Rektor III Said Rizal SH MA, Wakil Rektor IV dr Ali Napiah Nasution MKT, Dekan Fakultas Ekonomi UNPRI Cut Fitri Rostina SE M.M, Wakil Dekan FE Unpri Hendry SE MM, para orang tua wisudawan/i, staf dan karyawan di jajaran UNPRI.

Sebagai orang muda yang hidup di era milenial, rektor percaya para wisudawan dapat beradaptasi. Alumni dapat membaca peluang untuk berkreasi sesuai potensi dan kemampuan yang ada pada dirinya, dapat terus menjalin komunikasi dengan almamater tercinta,” tambahnya.

Hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab UNPRI kepada bangsa dan negara Indonesia, khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing di era disrupsi teknologi ini.

Kata Crismis, UNPRI menyadari bahwa alumni adalah juga bagian penting dalam program- program kegiatan universitas. Ketika lulusan berhasil di masyarakat, maka nama universitas akan terbawa baik. “Sebaliknya, apabila lulusan gagal, termasuk terlibat di dalam persoalan yang merugikan maka nama universitas juga akan terbawa-bawa,” paparnya.

Wisuda merupakan suatu momentum penting dalam dunia pendidikan dan juga merupakan momen yang sangat bermakna bagi keluarga wisudawan. Momen ini dapat diartikan sebagai saat berakhirnya tugas dan tanggung jawab lembaga dalam mengantarkan secara formal mahasiswa menjadi lulusan sebagai insan yang berilmu dan berakhlak mulia, serta siap meniti profesi dan karir dengan andalan ilmu sesuai dengan bidang keahlian.

“Keberhasilan lulusan adalah bukti kerja keras. Gelar akademik sudah di tangan anda dapat digunakan untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Masa depan kalian dan kita semua tak bisa lepas dari perubahan-perubahan besar yang terjadi saat ini,” katanya. (DM)

103

gnews.online | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) Co-Branding Layanan Prioritas dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, di aula rumah sakit tersebut, Jl. Ayahanda Medan, kemarin.

Penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, Ketua BPH Dr. Tommy Leonard SH MKn,  Direktur Utama RSU Royal Prima dr. Suhartina Darmadi MKM, Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT., M.Kes, Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH, Wakil Rektor (WR)  I UNPRI Seno Aji SPd MEng Prac, WR IV  Dr Ali Napiah Nasution MKT, jajaran manajemen PLN UIW Sumut, dan jajaran RSU Royal Prima dan civitas akademika UNPRI.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Dr Ir. Yusriando SH, MH. Kemudian juga dilakukan penandatanganan kerjasama Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dengan UNPRI yang ditandatangani oleh SM Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar H dan Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, pelayanan kesehatan prima menjadi keinginan setiap pasien yang berobat di setiap unitkesehatan, baik itu berupa fasilitas, maupun responsifnya pelayanan semua unit kesehatan. Pelayanan prima ini memberikan sebuah privilege tersendiri bagi setiap pasien yang tentunya akan diprioritaskan dalam setiap kebutuhan dan keinginannya ketika berobat.

Pelayanan prima seperti inilah yang akan diberikan oleh PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan yang sudah mendapatkan Layanan Prioritas dalam kehandalan pasokan listrik dan Tingkat Mutu Pelayanan. PLN bekerjasama dalam memberikan Layanan Prioritas kepada para Pelanggan Layanan Prioritas PLN dengan memberikan harga khusus ketika berobat di Rumah Sakit Royal Prima.

Selain itu, lanjutnya, kerjasama Co-Branding ini menjadi bagian daripada implementasi Program Prioritas bukan hanya dari segi kebutuhan produk saja, tetapi keuntungan kesehatan yang didapatkan oleh setiap Pelanggan Prioritas tentu menjadi perhatian PLN.

“Kami memberikan fasilitas ini tentunya sebagai benefit bagi yang sudah maupun yang ingin menjadi Pelanggan Layanan Prioritas PLN. Jadi PLN tidak hanya memberikan kehandalan pasokan listrik saja kepada pelanggan prioritas, namun juga memberikan layanan prima dalam bidang kesehatan,” ujar Feby Joko Priharto.

Co-Branding ini tentunya, lanjut Feby, diharapkan dapat memberikan privilege untuk Pelanggan Layanan Prioritas PLN karena RS Royal Prima ini terbukti sudah menjadi mitra kesehatan yang responsif dan mengutamakan pelayanan Prima kepada setiap pegawai PLN, sehingga PLN yakini bahwa RS Royal Prima dapat memberikan pelayanan yang Prima juga kepada Pelanggan Prioritas PLN maupun pasien umum lainnya.

Dirut RS Royal Prima Suhartina Darmadi mengatakan, pihaknya siap untuk melaksanakan kerjasama tersebut dan memberikan pelayanan yang terbaik. Apalagi RSU Royal Prima memiliki layanan dan fasilitas yang baik dan akan terus menyempurnakan fasilitas yang dibutuhkan.

“RSU Royal Prima akan terus berbenah sesuai dengan visi rumah sakit yakni memberikan pelayanan terbaik dengan standar kualitas tertinggi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien dan keluarga pasien,” ujarnya.

Direktur Umum dan Kerjasama RS Royal Prima Yusriando menambahkan, pihaknya menyampaikan respon positif Co-Branding bersama PLN ini. “Keunggulan yang diberikan salah satunya adalah layanan untuk pasien perusahaan umum dan BPJS Ketenagakerjaan, dimana akan mendapatkan Layanan Prioritas Pelayanan Upgrade satu tingkat untuk kamar rawat inap,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh Pelanggan Layanan Prioritas PLN yang memegang Kartu Layanan Prioritas PLN akan mendapatkan Layanan Prioritas dan Kartu Prioritas dari RS Royal Prima, dan apabila pelanggan prioritas PLN adalah perusahaan, maka seluruh karyawan di perusahaan tersebut juga mendapatkan fasilitas prioritas dari RS Royal Prima.  (DM)