Wednesday, February 19, 2020
Tags Posts tagged with "usaha"

usaha

180

Medan – gnews.online |

Dalam rangka mendukung penguatan kapasitas dan daya saing sektor Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Koperasi UKM Kota Medan membuka UKM Center di Manhattan Mall serta Galeri Dinas Koperasi UKM di Jl. Gatot Subroto Km.7,7 Medan.

UKM Center yang berada di lantai 2 Manhattan Mall Times Square, Jl. Gatot Subroto, Kel. Sei Sikambing B Medan Sunggal, menghadirkan berbagai produk-produk UKM unggulan Kota Medan.

“Ada sebanyak 30 produk UKM unggulan Kota Medan yang dihadirkan di tenant UKM Center Kota Medan, di antaranya Batik, Bordir, Kulit, makanan ringan, rotan, handycraft, dan lain sebagainya,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Medan Dra Edliaty MAP, kemarin.

Tidak hanya itu, lanjutnya, masyarakat juga bisa membeli berbagai produk fashion mulai dari aksesori, tas, baju, kipas, anting, hingga sepatu. Juga ada berbagai jenis kerajinan tangan seperti lukisan dari sabut kelapa, miniatur dari sikat, bahkan ukiran kayu berbagai bentuk. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp8.000.000.

“Ada 30 pelaku UKM di Kota Medan yang terlibat dalam UKM Center di Manhattan Mall ini, yang semuanya merupakan binaan Dinas Koperasi UKM Kota Medan,” ujarnya.

Edliaty menyebutkan, UKM Center Kota Medan di Manhattan Mall sudah hadir sejak Desember 2018 lalu. Hingga kini, banyak masyarakat datang untuk membeli produk-produuk di UKM Center Medan sebagai oleh-oleh.

“Dengan adanya UKM Center Kota Medan di sini juga memberikan pilihan tempat yang bisa dikunjungi bagi para pelancong yang ingin membawa oleh-oleh khas Medan,” ujarnya.

Galery UKM

Selain itu, Dinas Koperasi UKM Kota Medan juga memiliki Galery UKM di Jl. Gatot Subroto Km 7,7 Medan yang juga menghadirkan berbagai produk-produk lokal Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Medan, seperti konveksi, sepatu, batik souvenir, panganan/kuliner, perabotan rotan dan sebagainya.

Edliaty mengatakan, untuk mendukung penguatan kapasitas dan daya saing sektor UKM di Kota Medan, pihaknya mengharapkan dukungan semua pihak termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan dan masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan produk-produk UKM lokal.

Menurutnya, harga yang ditawarkan lebih murah dan terjangkau, serta kualitas yang tidak perlu diragukan lagi, karena berkualitas tinggi. “Di Galery UKM ini masyarakat bisa temukan songket Medan dengan ciri khasnya, dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan,” ujarnya. (art)

300

Medan – gnews.online |

Untuk membuat usaha lebih berkembang salah satu cara terbaik adalah bisa memberikan suntikan inovasi dalam bisnisnya. Usaha seperti warung makanan, warung kopi maupun toko kelontong kini sudah bisa mengembangkan bisnisnya secara modern hanya dengan 1 layanan yang diberikan oleh Sentra Bisnis Fastpay.

Yang awalnya hanya melayani produk tertentu, dengan layanan fastpay para pebisnis tradisional tersebut bisa melayani para pelanggan meraka dengan layanan terlengkap mulai dari penjualan barang, tanpa harus stok, pembayaran tagihan bulanan, pulsa, paket data, tiket pesawat, ekspedisi hingga setor dan tarik tunai antar bank dan masih banyak lagi.

Inovasi ini tentu tidak boleh sampai tutup mata bagi para pebisnis tradisional, selain memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, para pebisnis juga bisa memaksimal pendapatannya disetiap transaksi yang ia lakukan di layanan fastpay

Executive Vice President (EVP) Sentra Bisnis Fastpay, Bagus Cahyono mengatakan, layanan fastpay dinilai mampu membantu para pemilik warung untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan keuntungan ratusan ribu rupiah setiap hari

“Sekarang ini Kebutuhan bayar-bayar tagihan, beli barang, kirim barang sudah banyak dibutuhkan masyarakat, sehingga dengan hadirnya layanan fastpay ini tentu bisa meningkatkan pendapatan, apalagi bagi mereka yang sudah memiliki warung,” kata Bagus Jumat (24/8).

Bagus menambahkan, tak hanya pemilik bisnis tradisional saja yang bisa menggunakan layanan fastpay. Para karyawan, ibu rumah tangga bahkan mahasiswa sekalipun juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari fastpay.

“Oh ya semuanya bisa memiliki layanan fastpay, cukup akses website www.fastpay.co.id,  pilih paketnya dan tinggal aktivasi udah bisa nikmati layanan sangat menguntungkan,” tambahnya.

Tercatat, jumlah member aktif member saat ini telah mencapai 130ribu member yang telah tersebar diseluruh pelosok di indonesia. Bagus optimis tahun ini jumlah member aktif bisa mencapai angka 150ribu. “Saya optimis, hingga akhir tahun nanti kami bisa mengantongi 150 member lagi,” tutup Bagus.

Tunggu apalagi, segera lakukan pendaftaran juga di website www.fastpay.co.id dengan menjadi bagian dari Sentra Bisnis Fastpay. Berikan inovasi terbaik demi kemajuan bisnis anda. (rel)

480

MEDAN-GNews: Kementerian Hukum dan HAM meminta Pemerintahan Kota (Pemko) Medan untuk mempermudah urusan deregulasi izin kepada para pelaku usaha. Proses ini diyakini dapat memperbaiki iklim investasi sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan, budaya di Sumut selama ini selalu mempersulit izin-izin untuk usaha. Ini harus dirubah dan semua harus dipercepat seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) harus nol persen.

“Saya tahu di Medan masih berlaku filosofi ‘kenapa harus dipermudah kalau bisa dipersulit dan semua urusan harus uang tunai’. Sebab itu, saya meminta pemerintah supaya menderegulasi izin bisnis dengan mudah, kalau bisnis sudah tumbuh pajaknya kita ambil, jangan baru mau tumbuh sudah dipersulit,” katanya dalam sosialisasi ‘Mudahnya Berbisnis di Indonesia Medan Berseri’ di Grand Aston Medan, Jumat (13/5).

Yasonna menyebutkan, dengan diberlakukan sistem tersebut diharapkan geliat bisnis khususnya di sektor UMKM berkembang dengan pesat. Jika masih ada kesulitan maka orang luar yang ingin berinvestasi akan enggan masuk ke Sumut.

“Di Jakarta saja sudah bisa melakukan terobosan yang sangat cepat pada regulasi bisnis, Surabaya juga begitu, jangan sampai Sumut tidak melakukanya, nanti bisa tertinggal,” tegasnya.

Saat ini, katanya, Indonesia berada di peringkat ke 109 dari 189 negara dan targetnya menjadi peringkat ke 40. “Ini agar kita menjadi negara yang kompetitif melakukan bisnis sehingga investasi dari luar masuk ke Sumut,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU), Freddy Harris mengatakan, sejak diterbitkan Peraturan Pemerintah nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas, yaitu peraturan yang memperbolehkan besaran modal dasar pendirian Perseroan Terbatas (PT) UMKM ditentukan oleh pendiri, perizinannya dipermudah. Waktu pengurusan PT hanya 30 menit.

“Waktu tersebut dapat tercapai jika pemohon melengkapi data dan berkas yang dibutuhkan. Diantaranya seperti membawa KTP, NPWP dan membawa uang untuk biaya administrasinya,” terangnya.

Fredi menjelaskan, kemudahan berusaha Ditjen AHU sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2012, dan pada saat itu juga membuat PT secara online sudah bisa dilakukan. Hingga kini, kemudahan-kemudahan tersebut terus dilakukan, salah satunya adalah mempersingkat waktu pengurusan PT.

“Kita semakin mempermudah masyarakat, dan intinya masyarakat mau mendirikan usaha dan tidak ada pungli, dan sekarang memang tidak ada pungli, semua pungli dihapus. Jadi kenapa gak ada pungli, karena gak ada tatap muka lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, Pemko Medan sangat mendukung kebijakan deregulasi bisnis. Karena memang masalah yang terjadi dalam mengurus izin adalah birokrasi yang berkepanjangan.

“Kita akan perbaiki regulasi izin tersebut. Memang di satu sisi akan mengurangi PAD tetapi jika kedepan bisnis pelaku usaha lancar karena kapitalisasi pasar yang bagus maka ini akan menambah pemasukan PAD kita,” pungkasnya. (ayb)

295

MEDAN-GNews: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly dalam kunjungannya di Medan, bersama Pemerintah Kota Medan menyampaikan sosialisasi reformasi peningkatan pelayanan publik dengan memberikan kemudahan dalam beruhasa.

Reformasi yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tersebut, lebih ditujukan pada bidang pendaftaran dan perizinan usaha yang telah terselenggara dalam rangka peningkatan kemudahan berusaha di Indonesia.

“Beberapa reformasi yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam mempermudah aktivitas bisnis di Indonesia adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2016, tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas, yaitu peraturan yang memperbolehkan besaran modal dasar pendirian Perseroan Terbatas (PT) UMKM ditentukan oleh para pendiri,” kata Yasonna Laoly, di hadapan para pelaku bisnis di Kota Medan, di Grand Aston Medan, Jumat (13/5).

Selain itu, lanjutnya, telah dilakukannya pengembangan aplikasi pembukaan akses Pendaftaran jaminan Fidusia Online yang dapat diakses oleh masyarakat langsung, lembaga pembiayaan, dan perbankan sebagai bentuk inovasi dalam hal mendapatkan kredit.

Kemudian diterbitkannya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 11 Tahun 2016 tentang Pedoman Imbalan bagi Kurator dan Pengurus, yang pada pokoknya mengatur mengenai persentase biaya jasa Kurator dengan lebih baik.

“Seluruh langkah penyederhanaan dan perbaikan layanan publik ini memiliki dampak nyata dalam meningkatkan kemudahan, serta transparansi proses perizinan dan non perizinan yang harus dilalui oleh pengusaha untuk memulai dan menjalankan usaha,” jelas Yasonna.

Mengenai informasi-informasi tersebut lebih lanjut juga dapat diakses melalui portal www.ahu.go.id. (ayb)