Friday, April 20, 2018
Tags Posts tagged with "USU Medan"

USU Medan

48

gnews.online | Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (IKA FT USU) se-Jakarta-Bogor-Depok- Tanggerang-Bekasi (Jabodetabek) menggelar workshop dan seminar untuk menguatkan USU guna mendapat pengakuan internasional dalam skema pemeringkatan QS Rangking di Biro Rektor kampus tersebut, selama dua hari, Kamis (22/2) dan Jumat (23/2). Kegiatan yang digelar secara gratis itu menghadirkan pembicara ahli dari akademisi universitas internasional maupun nasional.

Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu yang membuka acara tersebut menjelaskan, di dalam rencana straregis jangka panjang pada 2015-2019, pimpinan USU diminta untuk merealisasikan rencana strategis, yakni mendapatkan akreditasi unggul dan meraih pengakuan internasional.

Kegiatan workshop dan seminar yang dibuat USU bekerja sama dengan IKAFT USU Jabodetabek adalah dalam rangka merintis pengakuan internasional tersebut.

“Rintisan menuju pengakuan internasional itu sebenarnya sudah dirintis awal 2017 dengan mengikuti QS Rating, dan USU telah ditetapkan meraih bintang tiga. Saat ini tim yang diketuai Prof Gontar A Siregar terus melakukan pendokumentasian seluruh aktivitas kegiatan akademik dalam rangka memasuki QS Ranking,” ujar Prof Runtung.

Menurutnya, untuk lebih efektif mempersiapkan diri menghadapi QS Ranking maka diperlukan workshop dan seminar kerja sama USU dengan IKAFT USU Jabodetabek yang diketuai Ir Nasri Sebayang. Tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan kepada seluruh sivitas akademika USU termasuk pimpinan universitas dan fakultas agar mereka mengetahui apa-apa saya yang perlu dikerjakan untuk mempercepat USU meraih pengakuan internasional.

“QS Ranking merupakan sistem penilaian yang dilakukan oleh lembaga yang diakui internasional. Lembaga tersebut akan melakukan penilaian dengan melakukan visitasi ke universitas yang akan dinilai. Sebelum kedatangan tim visitasi, tentunya USU harus mempersiapkan diri,” tuturnya.

Dia berharap, USU sudah masuk ke dalam QS Ranking pada 2018 dan mendapatkan peringkat yang memuaskan. Kemenristekdikti sendiri berharap universitas di Indonesia mampu meraih QS Ranking paling tidak peringkat 500 besar dunia. “Jadi kita berharap USU masuk ke dalam 500 besar itu,” tukasnya.

Sementara, Ketua IKA FT USU se-Jabodetabek Ir Nasri Sebayang MBA menegaskan, peran alumni memiliki kewajiban untuk mendukung penuh program-program USU khususnya di bawah kepemimpinan Rektor USU Prof Runtung Sitepu.

“Mendukung baik moril dan materil sesuai dengan kemampuan. Seperti yang saat ini kami lakukan, yakni memberi peluang kerja sama dengan universitas internasional dan menghadirkan pembicara dari luar negeri,” katanya.

Secara umum, lanjut Nasri Sebayang, IKA FT USU se-Jabodetabek memiliki lima program strategis. Pertama, mendukung penuh rencana strategis program kerja USU. Kedua, peningkatan teknologi universitas, kegiatan antar alumni, membantu mahasiswa berprestasi kurang mampu dan menggelar kegiatan seminar atau workshop seperti saat ini dan ke depan seminar energi terbarukan.

“Sebenarnya ini kegiatan dari USU, kita hanya mendukung semaksimal mungkin. Harapannya USU terus memiliki kualitas yang baik di tahun-tahun mendatang,” sebutnya.

Ketua panitia Prof Dr Ing Ir Darwin Sebayang menambahkan, kegiatan workshop dan seminar menghadirkan pembicara antara lain Prof Dr Wahid Bin Razaaly (Naib Conselor Universiti Tun Hussein Onn Malaysia), Prof Jong-Soo Rhyee (Kyung Hee University, South Korea), Dr Ir Arissetyanto Nugroho MM (Rektor Universitas Mercu Buana) dan Ir Nurdin Tampubolon MM (Komisaris NT Corp). (dev)

144

gnews.online | Selama dua hari, Kamis (23/11) dan Jumat(24/11) Fakultas Kedokteran ( FK) Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Program Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) bertemakan Ilmu Biomedik untuk Lingkungan dan Penyakit Manusia.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama FK USU dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara,” ujar Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK USU Dr. med. dr. Yahwardiah Siregar (foto) kepada wartawan, Rabu(22/11).

dr Yahwardiah Siregar mengatakan, kegiatan ini juga didukung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Disebutkan dr Yahwardiah, Program Magister Ilmu Biomedik merupakan satu program studi di lingkungan FK USU, yang berorientasi pada interaksi manusia dengan lingkungan dan dunia industri.
dr Yahwardiah mengatakan,  Temilnas ini merupakan wadah bagi berhimpunnya dosen, peneliti, alumni, dan mahasiswa biomedik dari seluruh Indonesia.

“Temilnas memaparkan beragam penelitian dan perkembangan terkini dalam lingkup biologi kedokteran. Aspek yang dibahas juga cukup mendalam, mulai dari aspek biologi molekuler hingga terapi kedokteran mutakhir untuk penyakit yang sulit disembuhkan,” ucapnya.

Dalam rangkaian kegiatan Temilnas dilakukan berbagai kegiatan. Bekerja sama dengan banyak pihak dan universitas, Prodi Magister Ilmu Biomedik FK USU mengadakan ceramah umum dari pakar ITB.

Di samping itu, untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan peneliti di FK USU, kata dr Yahwardiah, pelatihan biologi molekuler berupa teknik real-time PCR juga dilaksanakan.

Kegiatan forum diskusi saintis ini, katanya, untuk membangkitkan budaya ilmiah unggul di Indonesia turut diadakan dengan kerja sama Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Selain itu,  kunjungan ke kampung iklim diselenggarakan untuk meluaskan wawasan para peserta Temilnas dengan aspek lingkungan, sekaligus menunjukkan keunggulan Sumatera Utara dalam kepedulian pelestarian lingkungan.

Menurut dr Yahwardiah, modifikasi lingkungan, transportasi, dan perubahan suhu dunia telah memengaruhi perilaku manusia dalam interaksi manusia dan lingkungan dan turut serta mengubah genetika dan  perilaku agen penyakit.

Penyesuaian prilaku keduanya terhadap keadaan baru, sering bermuara pada ketidakseimbangan baru yang dapat merugikan manusia dan lingkungan.

“Saat ini, kita menjadi saksi bahwa telah ditemukan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan terjadi di satu negeri. Dan, kita juga turut melihat pertambahan populasi agen penyakit yang dahulu tidak begitu banyak jumlahnya. Sebagai contoh, dahulu kita jarang menemukan nyamuk demam berdarah. Namun kini, ceritanya telah berbeda. Sebagai tanggapan terhadap isu lingkungan dan kesehatan yang berdampak kepada manusia, FK USU melalui Program Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional,” paparnya. (dev)

 

90

gnews.online | Keberadaan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) merupakan wujud kepedulian untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, serta mendukung kesinambungan kegiatan pendidikan di lingkungan sivitas akademika USU. 

Demikian disampaikan Direktur Utama RS USU, dr Azwan Hakmi Lubis, SpA saat menerima kunjungan silaturrahmi Direktur RS PTN UNAIR Surabaya Prof. Dr. Nasronudin, Sp. PD, KPTI – FINASIM di RS USU Jumat pagi (17/11). 

Hadir dalam kesempatan para Kabag dan Kasubbag di lingkungan RS USU dan staf dari RS UNAIR.

Di hadapan Prof. Dr. Nasronudin, Sp. PD, KPTI – FINASIM, yang juga Ketua Asosiasi RS PTN, dr Azwan memaparkan kondisi terakhir RS yang diresmikan Menteri Ristek Dikti Prof Moh Nasir tahun 2016 lalu, yakni sudah mendapatkan akreditasi paripurna RS kelas C. Dan dalam waktu dekat RS USU akan segera membuka Onkologi Centre dan Steam Cell Centre.

Kehadiran Dirut RS UNAIR itu berlangsung di sela-sela kegiatan 1st International Conference on Tropical Medicine and Infectious Diseases (ICTROMI) di Hotel Aryaduta, Medan, pada 15-18 November 2017.

Prof. Dr. Nasronudin, Sp. PD, KPTI – FINASIM, dalam sambutannya di hadapan Dirut RS USU, mengaku kagum dengan perkembangan rumah sakit yang berada di kawasan kampus itu.

Dia kemudian menekankan pentingnya RS USU untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat. Keandalan paramedis serta kelengkapan fasilitas adalah dua hal yang perlu diperhatikan untuk menjadikan RS USU sebagai pilihan utama masyarakat.

Dirut RS UNAIR menyarankan agar RS USU naik type B dan setelah itu B pendidikan apalagi RS USU melayani Thalasemia. Bahkan secara serius Dirut RS UNAIR membuka pelayanan tersebut dan meminta dukungan dari RS USU.

Dalam kunjungan itu, Dirut RS UNAIR melakukan kunjungan singkat dengan berkeliling di beberapa poli pelayanan pasien dan sempat berdialog dengan paramedis dan pasien yang sedang mendapatkan pelayanan. (dev)

122
gnews.online | Ikatan Mahasiswa Hukum Ekonomi Universitas Sumatera Utara (Imahmi USU) menggelar economic law seminar 2017, kemarin di ruang IMT-GT Biro Pusat Administrasi USU, Padang Bulan Medan.


Seminar yang didukung Departemen Hukum Ekonomi Fakultas Hukum USU ini menghadirkan Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sondang Martha Samosir SE MM.


Beberapa materi penting yang dibahas dalam seminar tesebut antara lain investasi memiliki peranan yang penting untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum mengharapkan kehadiran OJK mampu menjadi lembaga terdepan untuk mencegah terjadi dan meningkatnya investasi ilegal yang dapat merugikan konsumen, atau bahkan lebih jauh lagi, mengganggu stabilitas perekonomian.




Disebutkannya investasi selalu memiliki faktor resiko, yang tak jarang atau sering merugikan masyarakat banyak, khususnya para konsumen dari produk-produk investasi itu sendiri.




Menurut Prof Runtung, Tema “keamanan berinvestasi dan perlindungan konsumen” ini diangkat sebagai bentuk perhatian terhadap maraknya kejahatan investasi yang semakin meningkatkan, kesadaran mengenai bahayanya investasi ilegal, bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan serta mendalami peranan dari OJK.




Seminar Hukum Ekonomi ini merupakan kegiatan tahunan Imahmi yang mengangkat tema berbeda-beda. Hal ini bertujuan memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk bisa menuangkan kreativitas, melatih kepemimpinan, membangun jaringan dan memperkuat substansi keilmuan hukum yang terkait dengan tema itu sendiri.




Hadir juga pada seminar itu Prof Budiman Ginting SH MHum Dekan Fakultas Hukum, Prof Dr Bismar Nasution SH MH Ketua Departemen Hukum Ekonomi Fakultas Hukum, perwakilan Bank Indonesia, perwakilan lembaga dan asosiasi, dan para mahasiswa. (dev)

65

gnews.online | Hasil Kegiatan Friendly City Four International Comprence yang diadakan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang diikuti ratusan partisipan yang berasal dari 26 Universitas dalam dan luar negeri kiranya dapat memberikan masukan dan pemikiran positif bagi Pemerintah Kota Medan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapai Pemko Medan. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Medan Ir.Akhyar Nasution,MSi pada saat membuka kegiatan Komprensi Internasional Friendly City 4 From Research Implementation For Better Sustainability, Rabu (11/10) di Hotel Aston Medan.

Menurut Wakil Walikota ada beberapa penomena alam yang terjadi akhir-akhir ini, misalnya banjir rob. Yang dulunya banjir rob itu hanya terjadi di Belawan, namun sekarang ini sudah merambah ke Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan labuhan. Setiap bulannya banjir rob ini melanda tiga Kecamatan ini. Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian PU namun sampai sekarang belum membawa hasil.

Selain itu, mengenai sampah, masyarakat masih banyak  yang membuang sampah sembarangan, dia tidak berpikir dengan membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan kebanjiran terhadap rumah penduduk lainnya bila turun hujan. Mengenai sampah seharusnya merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab kita bersama. Bila masyarakat membuang sampah pada tempatnya,  itu sudah memberikan kontribusi positif kepada Pemerintah kota Medan.” ujar Wakil.

Dengan adanya kegiatan Comperence Internasional Friendly City Four di Kota Medan , yang persertanya juga ikut dari Negara jerman, Italia, Australia, Pakistan , Malasiya dan 26 Universitas di Indonesia tentunya akan menghasilkan pemikiran-pemikiran postif bagi pembangunan. Tentunya hasil Comperence Internasional ini dapat memeberikan masukan-masukan untuk pembangunan kota Medan ke depan..”harap Wakil Walikota.

Prof. DR Runtung Sitepu,SH,MHum selaku Rektor Universita Sumatera Utara dalam sambutannya mengatakan di tahun 2018 nanti USU harus meningkatkan peringkatnya dari peringkat 15 dari seluruh Perguran Tinggi yang ada di Indonesia.

Saat ini jumlah staf pengajar di USU  1500 orang dengan jumlah mahasiswa 53000 orang. Dari jumlah mahasiswa dengan jumlah staf pengajar  belumlah berbanding di posisi ideal, untuk itu,  pada tahun ini USU akan merekrut 200 tenaga pengajar.” Ucap Rektor USU.

Sebagai nara sumber pada acara Comperence Intarnasional Friendly City 4 antara lain Prof.Vanni Puccioni , Prof.Marco Sala ( Australia) dan DR.Nurlisa Ginting (USU). (dev)


 

150

gnews.online | Universitas Sumatera Utara (USU)  memperingati Dies Natalis nya yang ke-65 pada Rabu (27/9) di Auditorium kampus universitas tersebut. Upacara peringatan ini diisi dengan Orasi Ilmiah Kepala Staf Kepresidenan RI Drs Teten Masduki.

Sidang dibuka oleh Rektor Prof Dr Runtung, SH, M.Hum diisi dengan sambutan Ketua Majelis Wali Amanat Prof Dr Todung Mulya Lubis, SH, LL.M dan orasi ilmiah Drs Teten Masdkuui selaku Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia.

Kepala Staf Keperisidenan RI Teten Masduki menyampaikan orasi ilmiah Memperkuat Kelembagaan Universitas untuk mendukung politik negara dalam mempertegas kearifan lokal di Indonesia.

Gubernur Sumatera Utara Dr H T Erry Nuradi dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa bangga terhadap kinerja Universitas Sumatera Utara yang berhasil menaikkan  peringkat Kemenristekdikti dari 38 menjadi 19 tingkat nasional.

“Ini patut diapresiasi karena sebagai hasil kerja keras semua civitas akademika tenaga kependidikan dan dukungan para alumni USU tentunya,” ujarnya.

Ketua Majelis Wali Amanat USU Prof Todung Mulya Lubis juga mengungkapkan kebanggaannya akan kemajuan USU.

“Saya berdiri dengan bangga bahwa USU sudah mulai berubah, USU sudah mulai menapak mengejar ketertingalannya, memperbaiki akreditasi dan peringkatnya , berkompetisi merebuit prestasi akademik baik melalui penelitian maupun tulisan dipublikasikan di edia nasional dan internasional. Saya melihat ada cahaya di ujung terowongan,” kata Todung.

Rektor USU Prof Runtung, dalam laoprannya memaparkan bahwa dalam rangka melaksanakan berbagai aspek penyelenggaraan USU seperti diamanatkan di dalam Statuta USU dan Peraturan MWA, dalam dua tahun terakhir pihaknya telah menetapkan 19 Peraturan rektor.

Disebutkannya, peraturan-peraturan itu menjadi pedoman pelaksanaan bagi semua unsur dalam organisasi USU dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya masing-masing.

Rektor juga menyampaikan kepada audien beberapa di antara prestasi yang dicapai USU dalam dua tahun terakhir yaitu dalam Peringkat 100 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Non-Politeknik, posisi USU mengalami peningkatan dari peringkat 38 pada tahun 2015 menjadi 29 pada tahun 2016, dan menjadi peringkat 19 pada tahun 2017.

Dalam penilaian Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti, katanya, kinerja bidang penelitian USU meningkat dari peringkat 51 pada tahun 2016 menjadi peringkat 23 pada tahun 2017.

Menurutnya,  jumlah program studi (Prodi) yang meraih akreditasi A mengalami peningkatan dari 17 Prodi pada tahun 2015, menjadi 23 Prodi pada tahun 2016, dan meningkat menjadi 42 Prodi pada tahun 2017. Jumlah Prodi yang meraih akreditasi A dan B telah mencapai 80% (125 Prodi). Pada tahun 2016, 8 Prodi USU memperoleh sertifikasi internasional ISO 9001-2015.

“Jumlah publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus secara kumulatif meningkat dari 320 artikel pada tahun 2015, menjadi 626 artikel pada tahun 2016, dan meningkat menjadi 909 artikel pada tahun 2017. Capaian ini menempatkan USU berada pada peringkat 15 perguruan tinggi di Indonesia yang menghasilkan karya ilmiah bereputasi internasional. Pada tahun ini, CIKAL USU memperoleh hibah Program Penguatan Kelembagaan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) dan 4 invensi dosen memperoleh hibah melalui Program Inkubasi Bisnis Teknologi dengan total nilai hibah seluruhnya sebesar Rp. 1,9 miliar,”katanya.

Di kancah internasional, USU menempati peringkat 12 Top Universities in Indonesia berdasarkan uniRank – 4ICU pada Juni 2017. USU saat ini sedang dalam proses penyertaan dalam pemeringkatan internasional QS-Rating (Quacquarelli Symond Rangking/ Quacquarelli Symond Rating).

Dikatakannya, pada tahun akademik 2017/2018, USU menetapkan daya tampung mahasiswa baru untuk Program Sarjana sejumlah 7.450 orang. Setelah dilaksanakan seleksi melalui 3 tahap yakni SNMPTN, SBMPTN, dan SMM-USU yang dinyatakan lulus dan mendaftar ulang adalah sebanyak 7.075 orang. Saat ini, USU memiliki sebanyak 53.883 mahasiswa, yang terdaftar pada 156 Prodi, 15 Fakultas dan  1 Sekolah Pascasarjana

Dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2017, ungkap rektor, USU merupakan perguruan tinggi yang paling diminati secara nasional, yaitu menempati urutan ke-4 melalui jalur seleksi SNMPTN dan urutan ke-5 melalui jalur seleksi SBMPTN. Keketatan persaingan untuk memperebutkan kursi mahasiswa pada 47 program sarjana (S-1) sangat tinggi dengan rata-rata rasio 1 berbandidng 20. Dalam upaya untuk memperoleh calon mahasiswa paling potensial di luar jalur seleksi nasional, USU terus mengembangkan sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi jalur mandiri/lokal.(dev)

168

gnews.online | Sejak dibuka pada 17 Juli lalu, jumlah pendaftar Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Diploma (D3) Universitas Sumatera Utara (SPMPD-USU) 2017 hingga Selasa (26/7) sore mencapai 1.796 orang.

Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum melalui Kepala Kantor Humas Bisru Hafi SSos MSi di kampus USU Padang Bulan Medan, Kamis (26/7) mengatakan, jumlah pendaftar tersebut adalah 451 orang mendaftar di kelompok ujian IPA, 851 orang IPS dan 494 orang lainnya mendaftar di kelompok IPC.

Dikatakannya, USU membuka pendaftaran bagi lulusan SMA/sederajat tiga tahun terakhir untuk bisa mengikuti ujian masuk Program Diploma III dengan pilihan 14 program studi pada 5 Fakultas.

Pilihan tersebut yaitu, untuk program studi IPA berada di Fakultas MIPA dengan pilihan program studi D3 Statistik, Teknik Informatika, Fisika (Instrumentasi dan Elektronika), Kimia, dan Metrologi Instrumentasi, sedangkan di Fakultas Farmasi hanya ada satu pilihan yaitu D3 Analis Farmasi dan Makanan.

Untuk program studi IPS, katanya, berada pada tiga fakultas yaitu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan prodi Akuntansi, Keuangan dan Kesekretariatan.

Pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) terdiri prodi Parawisata, Perpustakaan, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang, serta satu prodi lainnya di Fisip yaitu Administrasi Perpajakan.

Ketua Panitia Prof Dr Rosmayati MS (WR 1 USU) dan Sekretaris Panitia, Rulianda Purnomo Wibowo MSc PhD menjelaskan, daya tampung bagi jalur masuk seleksi Diploma III berkisar 1.033 orang.Sedangkan pendaftar diperkirakan 3.500 orang.

Dijelaskannya, tahapan seleksi dimulai 17 – 31 Juli 2017 yang diawali dengan pembayaran di BNI. Pada tanggal tersebut juga dilakukan pendaftaran online melalui laman https://penerimaan.usu.ac.id, dan pencetakan kartu tanda peserta.

Ujian tulis digelar 2 Agustus dan pengumuman hasil seleksi pada 8 Agustus. Untuk informasi yang lebih lengkap dapat diakses melalui laman tersebut atau di laman http://www.usu.ac.id.

“Menghindari hal yang tidak diinginkan terutama yang dapat merugikan peserta, diimbau kepada para siswa calon peserta ujian SPMPD, orang tua siswa dan masyarakat luas untuk tidak mempercayai bila ada orang atau oknum yang mencoba menawarkan untuk memberikan bantuan meluluskan,” katanya.

Dia mengingatkan, kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan keberhasilan peserta dalam mengikuti dan menjawab soal ujian tulis. (dev)

132
Mantan Pesepakbola
Sebelum aktif sebagai akademisi, Fidel merupakan dokter di Provinsi Papua Barat. Di masa mudanya, Fidel dikenal sebagai atlet sepakbola yang pernah bermain di PSMS Medan dan Persipura Jayapura dengan posisi sebagai kiper. Di PSMS, Fidel merupakan deputi kiper utama PSMS Ponirin Meka sementara saat di Persipura, Fidel bermain bersama Mettu Duaramuri.
Fidel lahir di Medan, 30 Mei 1964. Fidel merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan dr Marah Ganti Siregar, SpPA dan Ibu Fatimah Hasibuan. Fidel menjalani pendidikan di SD Negeri Pisang-Pala Pertumbukan, SD dan SMP di Lubukpakam, Deliserdang. Kemudian dia pindah ke Medan dan menamatkan studi di SMPN 1 Medan dan SMA Negeri 1 Medan lulus pada 1982.
Fidel meraih gelar dokter (dr) di FK USU pada 1988. Diangkat menjadi PNS pada 1989 dan ditugaskan sebagai Dokter Inpres di Provinsi Irian Jaya, Kab Jayapura dan menjadi Kepala UPT Kesehatan Provinsi Irian Jaya pada 1990 – 1993. Pada 1993 dia melanjutkan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di FK USU dan selesai pada 1997.
Selanjutnya dia kembali ke Provinsi Irian Jaya (yang sudah dimekarkan menjadi Papua dan Papua Barat). Dia pun mengabdi sebagai Dokter Spesialis di RSUD Kabupaten Sorong, Papua Barat, sejak 1998 – 2008. Pada 2008, Fidel memilih pulang kampung dan mengabdi sebagai Dosen di USU.
“Dalam pengukuhan ini, saya berterimakasih pada Gubernur Papua Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kab Sorong dan Direktur RSUD Sorong, yang sudah mengijinkan saya pindah untuk menjadi seorang Dosen di USU,” kata suami dari dr Selly Azmeila, M.Ked (Oph), SP.M ini.
Ayah dari Muhammad Ernesto Ganis Siregar dan Muhammad Alessandro Ganis Siregar ini, melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Kedokteran pada 2011, meraih Brevet Konsultan dalam Bidang Endokrinologi Reproduksi dan Fertilitas dari Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia dan meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran pada 2012.
Sejak 2011 – sekarang menjadi Ketua Umum Perkumpulan Menopause Indonesia (PERMI) Sumatera Utara. Fidel juga aktif melakukan penelitian. Pada 2013, Fidel meraih pernghargaan International Asia Pacific Menopause Federation (APMF) TG Award di Jepang. Pada 2014 menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya XX Tahun dari Presiden RI. Sejak 2009 – 2016 mendapatkan tugas tambahan sebagai Sekretaris Departemen Obstetri dan Ginekologi FK USU. Pada Maret 2016 – sekarang diangkat sebagai Wakil Rektor II USU Bidang SDM dan Keuangan. (dev)

262

141

gnews.online | Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017, Selasa  (13/6) diumumkan serentak secara nasional. Sebanyak 3.415 peserta dinyatakan lulus masuk ke Universita Sumatera Utara (USU).Sedangkan diterima di Universitas Negeri Medan (Unimed)  sebanyak 2.153 orang.

Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu diruang kerjanya  kepada  wartawan mengatakan,  melalui jalur tertulis ini, USU menerima 3.415 mahasiswa baru untuk 47 program studi (prodi), termasuk di dalamnya 447 orang mahasiswa Bidikmisi.

“Perserta yang mengikuti  ujian melalui jalur SBMPTN ini mencapai 72 ribu lebih,namun  diterima hanya sekian persen, ” ungkapnya.

Dia mengatakan, sebelumnya, melalui jalur SNMPTN, USU meneriam 2.083. Dari dua jalur ini jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 5.498 orang.

Disebutkan rektor,  pendaftar ke USU dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat.  USU menjelma menjadi salah kampus  paling diminitai di luar P.Jawa, hal ini tidak terlepas dari  pencapaian akreditasi A dihampir seluruh prodi.

Diungkapkannya juga, secara keseluruhan S1 hampir semua sudah akreditasi A, hal ini mengantarkan  USU masuk delapan besar  universitas paling dipilih para calon mahasiswa baru.

Kepada peserta yang dinyatakan lulus, katanya,  diwajibkan mengikuti pendaftaran ulang  dengan tahapan pendafataran dapat diakses pada laman website www.usu.ac.id,”  ujarnya seraya menambahkan, bagi yang tidak mendaftar ulang dinyatakan gugur.

“Bagi anak-anak kami yang gagal masuk USU melalui jalur SBMPTN, jangan berkecil hati dan putus asa,  masih ada peluang melalui jalur Mandiri.

”Pendaftarannya sudah dibuka pada 12 Juni hingga 5 Juli 2017,”ujarnya.

Sebagaimana yang diketahui, ujian dilaksanakan 11 Juli dan pengumuman.

Secara terepisah, Rektor Unimed, Prof Dr  Syawal Gultom menjelaskan, dari hasil ujian SBMPTN peserta yang dinyatakan lulus 1.850 orang. “Pengumuman kelulusan SBMPTN tersebut sudah bisa dilihat melalui lamanhttps://pengumuman.sbmptn.or.id,” ujarnya didampingi para wakil rektor Unimed.

Rektor mengatakan, para calon mahasiswa baru yang lulus melalui jalur SBMPTN ini harus mendaftar ulan pada 11 Juli  2017 pukul 09: WIB di Gedung Serba Guna Unimed. Sedangkan bagi mahasiswa bidikmisi mendaftar ulang pada 10 Juli 2017 dengan mengisi borang biodata.

“Para peserta yang dinyatakan lulus SBMPTN diwajibkan melakukan registrasi secara online dan  ,” ungkapnya didampingi Kabag Humas, M.Surip. Lebih jauh, katanya, registrasi online dapat dilakukan melalui laman unimed.ac.id.

Rektor mengimbau,  bagi yang lulus segera  melakukan registasi online.

“Jangan lupa membawa syarat-syarat yang  telah ditentukan Unimed,” ujarnya.

Apabila para calon mahasiswa tidak dapat mendaftar ulang dengan alasan apapun, maka akan dinyatkan gugur .(dev)