Thursday, October 1, 2020
Tags Posts tagged with "usu"

usu

22

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum, beserta seluruh pimpinan dan civitas akademika USU menyampaikan ucapan duka cita dan kehilangan mendalam atas berpulangnya Prof dr H Chairuddin Panusunan Lubis DTM & H SpA (K), Rabu (16/9/2020) pukul 07.45 di RS Columbia Medan, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Kedokteran USU.

Prof dr H Chairuddin Panusunan Lubis merupakan Rektor USU yang menjabat selama tiga periode, yakni dari tahun 1994-1998, 1998-2002, diperpanjang hingga 2005. Lalu periode USU PT-BHMN 2005-2010.

“Seluruh pimpinan dan keluarga besar USU sangat kehilangan atas wafatnya Prof Chairuddin P Lubis yang karya, ide dan gagasannya, baik selama beliau menjadi dosen maupun sebagai Rektor USU sangat luar biasa didedikasikan untuk kemajuan USU,” kata Rektor USU, Rabu (16/9/2020) tak lama setelah mendengar kabar duka cita tersebut.

Beberapa karyanya yang di antaranya sangat monumental adalah perjuangannya untuk menjadikan USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (USU PT BHMN) pada tahun 2003, pertama di luar Pulau Jawa, yang sejak 2014 berubah menjadi PTN BH.

Menurut Rektor, perjuangan Prof Chairuddin P Lubis yang juga patut dikenang adalah saat memperoleh lahan Kampus USU di Kwala Bekala seluas 300 ha, perjuangannya memperoleh bantuan dari Pemerintah RI untuk pembangunan Rumah Sakit USU dan meletakkan batu pertama pembangunan RS USU.

“Pada masa kepemimpinannya, beliau juga berhasil menempatkan USU dalam jajaran 10 Besar PTN di Indonesia, dan banyak lagi karya beliau menjadi karya monumental untuk dikenang sepanjang sejarah USU. Bagi saya Prof Chairuddin P Lubis, selain pendahulu saya sebagai Rektor USU, juga menganggapnya sebagai orang tua dan abang tempat untuk bertanya di kala ada masalah dihadapi dalam menjalankan tugas sebagai rektor,” tutur Runtung.

Ditambahkan Prof Runtung, sifat Prof Chairuddin yang visioner, tegas, jujur, dan tiada hari tanpa memikirkan kemajuan USU menjadi sumber inspirasi dan tauladan yang baik bagi dirinya.

“Selamat jalan Abang kami Prof Chairuddin. Semoga segala pengabdian dan kebaikan dan tauladan yang Abang berikan diterima sebagai pahala oleh Allah SWT. Kami semua senantiasa mendoakan, semoga Allah SWT mengampuni dosa dan kealpaan pernah Abang lakukan, dan Abang mendapatkan tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,” kata Prof Runtung dengan penuh kesedihan.

Prof dr H Chairuddin Panusunan Lubis, DTM & H SpA (K), lahir di Kuala Tungkal Jambi pada 18 Maret 1945. Beliau meninggalkan seorang istri yakni Ir Hj Dewi Herawati dan tiga orang putera-puteri yaitu Dr Anggia Chairuddin Lubis, Dr Inke Nadia Diniyanti Lubis MPed dan Dr Anindita Lubis.

Menurut kolega, Prof Chairuddin P Lubis sudah lama menderita sakit, terakhir menderita stroke dan komplikasi beberapa penyakit. Prof Chairuddin Panusunan Lubis meraih gelar dokternya pada 1974 dari Fakultas Kedokteran USU, meraih gelar DTM&H Course pada tahun 1979 dari Faculty of Tropical Medicine, Mahidol University, Bangkok, Thailand dan meraih dokter spesialis anak tahun 1980 dari Fakultas Kedokteran USU Medan.

Sementara, gelar Dokter Spesialis Anak Konsultan SpA(K) Bidang penyakit Infeksi Tropik diraih pada tanggal 27 Maret 1987 dari Persatuan Ahli Dokter Anak Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Chairman of Indonesia, Malaysia, Thailand–Growth Triangle University Network (IMT-GT UNINET) dan menjabat anggota MPR RI utusan Daerah Sumatera Utara pada 20 Juni 2020, namun mengundurkan diri 4 hari setelah dilantik.

Almarhum juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara (Persero) pada 5 Juni 2003 hingga 2008 serta menjadi Wakil Indonesia di Advisory Board Member Asian Pacific Pediatric Association. (dev)

38

gnews.online | Universitas Sumatera Utara telah menggelontorkan Rp18 miliar untuk membiayai pembangunan asrama mahasiswa di kampus Kuala Bekala ini. Asrama ini bertujuan untuk membantu aktivitas mahasiswa fakultas kehutanan.

Demikian Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr  Runtung Sitepu SH MHum meresmikan Gedung Fakultas Kehutanan dan penanaman pohon di  Kampus Kuala Bekala Kecamatan Pancurbatu Deliserdang, Rabu (9/9/2020).

Rektor Resmikan Gedung Baru Fakultas Kehutanan USUBantu Pemprovsu, DRD Rapat Rutin Percepatan Penanganan Corona di UnpabKapoldasu Pimpin Pelaksanaan Penandatanganan Pakta Integritas Panitia Seleksi Sespimti Polri Dikreg ke -30

Hadir para Wakil Rektor, dekan, kepala biro, dosen, serta sejumlah staf di lingkungan USU.

Disamping itu, katanya, proposal USU dalam pembangunan infrastruktur pendukung menuju Fakultas Kehutanan ini mendapat respon baik dari Kementerian PUPR.

“Saat ini  yang jadi kendala jalan, air dan listrik dan ini akan dituntaskan. Persoalan ini sudah kita mohonkan ke Menteri PUPR dan mendapat respon positif,” ungkapnya.

Rektor berharap gedung ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Keberadaannya gedung ini memberikan warna tersendiri untuk fakultas kehutanan USU. Lebih jauh, katanya, gedung ini dibangun sangat respentatif.

Lebih lanjut dikatakannya, kehadiran kampus USU di Kuala Bekala ini akan memberikan dampak positif tidak saja bagi Fakultas Kehutanan, tapi bagi masyarakat di sekitar kampus USU Kuala Bekala ini juga.

“Kita berharap dengan adanya gedung baru ini, akan semakin menunjang proses perkuliahan, khususnya bagi mahasiswa fakultas kehutanan USU, ” ungkap Rektor. Rencananya, ungkapnya, gedung ini difungsikan pertengahan Januari 2021.

”Saat ini memang perkuliahan kita masih daring,” sebutnya. Rektor mengatakan pembangunan gedung bukan menjadi tujuan, melainkan sarana untuk meningkatkan kinerja guna mendorong kualitas USU. Rektor mengingatkan, USU  memiliki visi sangat besar yakni menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Visi tidak dapat dicapai hanya dengan kinerja yang biasa saja. Kita harus menggunakan inovasi untuk mencapai yang terbaik,” tegasnya. Di sisi lain, lanjut Rektor,

Dekan Fakultas Kehutanan, Siti Latifah, SHut MSi PhD  mengatakan, ini momen bersejarah bagi fakultas kehutanan di bawah kepemimpinan Rektor Prof Runtung Sitepu, mimpi fakultas kehutanan memiliki gedung baru terwujud.

“Kami keluarga besar Fakultas Kehutanan  menyampaikan terima kasih kepada Rektor,” katanya

Disamping itu, Dekan mengingatkan,  lingkungan fakultas kehutanan sangat sejuk udaranya sangat bersih.

“Lingkungan fakultas kehutanan ini sangat  mendukung penelitian dan praktek mahasiswa karena lingkungan mendukung kebutuhan penelitian dosen dan praktek mahasiswa,” paparnya.

Dekan berjanji akan mendorong seluruh civitas fakultas kehutanan untuk meningkatkan penelitian, sehingga kelak kontribusi fakultas kehutanan sangat jelas mendongkrak visi- misi USU menjadi perguruan tinggi terbaik. (Dev)

46

gnews.online | Sebanyak 9.586 peserta mengikuti Seleksi Masuk Mandiri (SMM) dan Seleksi Masuk Program Diploma (SMPD) di Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (31/8/2020) hingga Jumat (4/9/2020). Ujian digelar dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB itu berlangsung dua sesi.

Dari 9.586 pendaftar, terdiri atas 8.056 peserta SMM dengan perincian 4.702 peserta di kategori Saintek dan 3.354 orang dari Soshum. Sementara untuk peserta SMPD diikuti 1.530 peserta, terdiri dari 650 peserta di kategori Saintek dan 880 peserta di kategori Soshum.

“Ujian Masuk Mandiri tahun ini bersamaan dengan Ujian Masuk Program Diploma. Peserta yang sudah mengambil jalur Mandiri berkesempatan juga mengambil jalur Diploma sebagai pilihan tambahan. Bagi peserta ujian D3 yang tidak mengambil Mandiri tetap dapat mengikuti ujian D3 saja,” tutur Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum ketika meninjau beberapa lokasi ujian di lingkungan kampus USU, Senin (31/8/2020).

Disebutkannya, 9.586 orang peserta ini akan memperebutkan daya tampung SMM 2020 USU sebanyak 2.896 serta daya tampung jalur SMPD daya sebanyak 1.165 kursi.

Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan Seleksi Masuk Mandiri pada tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2020 peminat tertinggi masih dipegang oleh fakultas-fakultas favorit yang ada di USU.

Untuk SMM, peminat terbanyak ada pada Fakultas Hukum (1.653), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Ilmu Manajemen) (1.497), Fakultas Kesehatan Masyarakat (Ilmu Kesehatan Masyarakat) (1.218), Teknologi Informasi (1.119), Pendidikan Dokter (1.029) dan Ilmu Komunikasi (941).

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Seleksi Masuk Mandiri dan SMPD tahun 2020 ini, USU melibatkan 571 orang pengawas, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan PNS dan non PNS.

Adapun lokasi ujian berada di 14 lokasi ujian yang tersebar di lingkungan USU dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hasil dari Seleksi Masuk Mandiri akan diumumkan pada 11 September 2020. Sedangkan untuk hasil Seleksi D3 pada 15 September 2010. Sementara pendaftaran ulang bagi yang lulus SMM dan SMPD ini akan diinformasikan kemudian di website usu.ac.id. (dev)

39

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum menyatakan siap hadapi gugatan yang dilayangkan Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) USU yang diketuai HR Muhammad Syafi’i (Romo) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya belum bisa berkomentar lebih jauh karena hingga saat ini belum menerima surat panggilan sidang. Bahkan saya juga belum mengetahui secara rinci materi gugatan tersebut,“ kata Prof Runtung Sitepu, Rabu (26/8/2020).

Dijelaskan Runtung, latar belakang gugatan dilayangkan Ketua PP IKA USU karena yang bersangkutan tidak masuk sebagai Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) USU periode 2015-2020.

Selain Rektor USU, PP IKA USU turut menggugat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) serta Senat Akademik USU.

Runtung mengaku mengetahui adanya gugatan itu dari pemberitaan di berbagai media massa baik cetak dan online.

Menurut Runtung, jika benar tidak masuknya Ketua Umum PP IKA USU sebagai anggota MWA USU menjadi dasar diajukannya gugatan, maka dia mempertanyakan ketua Umum PP IKA USU yang mana.

Sebab, setahunya ada tiga organisasi IKA USU yang masing-masing memiliki dasar hukum Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, yakni pertama, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU-000396.AH.01.07.Tahun 2015 tanggal 23 Maret 2015 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Alumni USU dengan Ketua Umum Sofyan Raz.

Kedua, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU-0002011.AH.01.07.Tahun 2015 tanggal 24 Juli 2015 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Dewan Alumni USU, dengan Ketua Umum Ir H Erwin Nasution.

Ketiga, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU-0000182.AH.01.08.Tahun 2018 tanggal 05 Maret 2018, yang dari pemberitaan media massa Ketua Umumnya HR.Muhammad Syafi’i, SH MHum.

“Setahu saya hingga saat ini Ketua Umum PP IKA USU atas nama Sofyan Raz masih sebagai Anggota MWA USU periode 2015-2020,” tegasnya.

Masalah peralihan ketua umum PP IKA USU periode 2015-2017 dari Drs Sofyan Raz, Ak kepada Ketua Umum PP IKA USU hasil munas sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0000182.AH.01.08.Tahun 2018 tanggal 05 Maret 2018, hingga saat ini masih menjadi pembahasan di MWA USU.

Pasalnya, pelaksanaan Munas pertama PP IKA USU dilaksanakan pada 12 -14 Januari 2018 yang seyogianya didasarkan pada Anggaran Dasar PP IKA USU tanggal 1 Desember 2014 yang telah disahkan Menteri Hukum dan HAM RI melalui Keputusannya Nomor AHU-000396.AH.01.07.Tahun 2015 tanggal 23 Maret 2015 ternyata tidak dilaksanakan.

Terutama ketentuan yang tertuang dalam Pasal 13 Angka 4 dan Pasal 28. Pasal 13 Angka 4 berbunyi: Pengurus Pusat IKA hasil Musyawarah Nasional ditetapkan Rektor dengan Surat Keputusan, dan Pasal 28 berbunyi: Perubahan Anggaran Dasar IKA USU hanya dapat dilakukan dalam Putusan Musyawarah Nasional dan ditetapkan oleh Rektor dengan Surat Keputusan.

Munas IKA USU pertama tersebut telah mengubah Anggaran Dasar IKA USU, tetapi sebelum diajukan kepada Rektor untuk ditetapkan dengan Surat Keputusan telah digunakan dalam Munas untuk memilih Pengurus Baru.

Karena perubahan AD hasil Munas pertama tersebut sudah digunakan untuk memilih pengurus baru sebelum diajukan penetapannya kepada Rektor, tentu selaku Rektor tidak mungkin menetapkan pengurus baru PP IKA USU hasil Munas yang pertama tersebut.

“Jika ditetapkan dalam keputusan rektor justru perbuatan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum,” ungkap mantan Dekan Fakultas hukum USU ini.

Kemudian, kata Runtung, terkait dengan posisi wakil Alumni yang sebagai Anggota MWA menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Statuta USU berdasarkan ketentuan Pasal 26 ayat (1) huruf d adalah mewakili masyarakat. Di mana menurut ketentuan Pasal 26 ayat (7) Anggota MWA yang mewakili unsur masyarakat tersebut antara lain harus memenuhi kriteria utama nonpartisan.

Disebutkannya kriteria utama nonpartisan sebagaimana diatur dalam Pasal 26 ayat (7) dari PP No.16 Tahun 2014 Tentang Statuta USU tersebut mengikat bagi setiap Anggota MWA USU yang mewakili masyarakat temasuk Ketua PP.IKA USU.

Jika ada ketentuan yang diatur dalam Peraturan MWA USU bertentangan dengan ketentuan Pasal 26 ayat (7) PP No.16 Tahun 2014 Tentang Statuta USU tersebut, sesuai dengan asas lex superior derogat legi inferior.

Artinya, peraturan lebih tinggi mengenyampingkan peraturan lebih rendah, atau peraturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan lebih tinggi.

“Jadi Anggota MWA USU yang berasal dari unsur masyarakat termasuk Ketua Umum PP IKA USU harus memenuhi kriteria utama non partisan tersebut,” tutur rektor.

Runtung juga menyatakan keherannya terkait dengan dimasukkannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai tergugat I dalam perkara tersebut.

Menurut rektor, itu tidak beralasan hukum dan tidak tepat. Sebab dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaa RI Nomor 34618/MPK/RHS/KP/2020 Tanggal 9 Maret 2020 Tentang Pengangkatan Anggota MWA USU Pengganti Antar Waktu Periode Tahun 2015-2020 pada diktum kedua angka 12 telah dengan tegas dicantumkan wakil Alumni USU sebagai Anggota MWA USU dari unsur masyarakat.

Tentang siapa yang duduk sebagai Wakil Alumni (unsur masyarakat) pada MWA USU periode 2015-2020, kata Runtung itu di luar kewenangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,” ungkap rektor. (dev)

44

gnews.online | Berbagai prestasi terus diraih Universitas Sumatera Utara. Kali ini USU menduduki peringkat ke 13 dari 15 Perguruan Tinggi Klaster 1 pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia, yang pengumumannya baru dikeluarkan oleh Dirjen Dikti Kemendikbud RI, Senin (17/8/2020).

Pada tahun ini, klaster 1 dihuni oleh 15 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Indonesia, di mana pada tahun sebelumnya hanya ada 13 PTN, dimana USU berada di peringkat ke-13.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr Runtung Sitepu SH M Hum, melalui Kahumas Protokoler dan Promosi USU Elvi Sumanti ST M Hum melalui siaran pers, Senin (17/8/2020).

Dijelaskan Rektor USU Prof Runtung, Universitas Sumatera Utara pada tahun 2020 tetap berada pada Klaster 1 Peringkat 13, seperti halnya dengan yang didapatkan pada tahun 2019.

Sebab di peringkat 7 pada tahun ini, ada 2 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yakni Universitas Hasanuddin, Makassar dan Universitas Brawijaya Malang yang memiliki skor yang sama yakni 3,161.

Kendati demikian, dibandingkan dengan tahun 2019, skor USU saat ini mengalami kenaikan 0,97 point. Pada tahun 2019 skor USU tercatat 2,695, sedangkan di tahun 2020, naik menjadi 2,792.

Atas pencapaian tersebut, Rektor USU mengapresiasi kerja keras seluruh civitas akademika Universitas Sumatera Utara (USU) yang telah mengerahkan seluruh kemampuan, kinerja dan kreativitasnya, di tengah pandemi Covid-19 dan pembatasan-pembatasan sosial yang dilakukan dalam segala bidang.

Termasuk dengan adanya beberapa kali pemberlakuan lockdown di USU yang sedikit banyak telah mempengaruhi kinerja maksimal para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Prof Runtung berharap agar seluruh civitas akademika USU tetap bersemangat dalam melakukan berbagai upaya bagi perbaikan peringkat USU selanjutnya.

Rektor juga mendoakan, agar pada tahun-tahun mendatang, siapapun pemimpin USU kelak, pencapaian USU yang telah cukup bagus dapat terus ditingkatkan.

“Diharapkan pula agar USU dapat mencapai target untuk masuk dalam pemeringkatan 500 besar world university ranking. (Dev)

45

gnews.online | Universitas Sumatera Utara (USU) menerima 3.080 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020. Jumlah tersebut lolos dari 41.907 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia yang memilih USU.

“Dengan junlah tersebut USU masuk dalam klasifikasi 10 besar jumlah peminat SBMPTN 2020 terbanyak di Indonesia yakni persisnya di peringkat 9. Satu peringkat lebih tinggi dibanding tahun lalu dimana USU berada pada posisi 10 nasional,” kata Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, melalui Kepala Kantor Humas, Protokoler dan Promosi USU, Elvi Sumanti, ST, M Hum, dalam rilis yang disampaikan di Whatsapp Group, Jumat (14/08/2020).

Untuk program studi favorit yang tinggi peminatnya pada tahun ini antara lain Program Studi Pendidikan Dokter (1.970), Prodi Farmasi (1.828), Ilmu Kesehatan Masyarakat (1.796) pada kategori saintek (IPA). Lalu Prodi Ilmu Hukum (2.949), Prodi Manajemen (2.555) dan Prodi Akuntansi sebanyak 1.822 orang peminat pada kategori Soshum (IPS).

Bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, selanjutnya dapat melakukan tahapan pengisian data UKT (Uang Kuliah Tunggal) dapat dilakukan secara online melalui laman http://uktdatareg.usu.ac.id yang dibuka mulai tanggal 18 Agustus hingga 25 Agustus 2020. Dilanjutkan dengan pembayaran UKT pada 2-9 September 2020. Tatacara pengisian dan pembayaran UKT ini dapat dilihat pada laman www.usu.ac.id.

Jalur Mandiri dan D III

Prof Runtung melalui Kahumas juga mengimbau kepada masyarakat yang anaknya tidak lulus di SBMPTN untuk dapat mendaftarkan anaknya melalui jalur Seleksi Program Mandiri USU dan Program Diploma (D III) USU, yang pendaftaran onlinenya sudah dibuka sejak 8 Juli hingga 26 Agustus 2020 melalui laman https://seleksi.usu.ac.id, dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 500.000 untuk Jalur Mandiri-D3 dan Rp. 300.000 untuk jalur D3 yang dapat dibayarkan melalui Bank BNI.

Kata rektor, Ujian Tulis Mandiri dan D3 ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 31 Agustus hingga 5 September 2020, dengan lokasi ujian berada di lingkungan Kampus USU Medan.

“Hasil dari ujian Mandiri ini akan diumumkan pada tanggal 11 September 2020 mendatang yang bisa dilihat melalui laman https://seleksi.usu.ac.id dan https://usu.ac.id . Sementara hasil dari ujian tulis SPMPD akan diumumkan pada tanggal 15 September 2020 dan bisa dilihat melalui laman yang sama dengan pengumuman seleksi Mandiri,” tambah rektor. (Dev)

57

gnews.online | Universitas Sumatera Utara (USU) kembali memperpanjang masa penutup sementara seluruh aktivitas kampus atau lockdown, berlaku sejak 10 hingga 15 Agustus 2020. Hal itu, berdasarkan Surat Edaran Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M.Hum, Nomor :6967/UN5.1.R/KPM/2020.

“Menyusul Surat Edaran Rektor Nomor 6936/UN5.I.R/SPB/2020 tanggal 2 Agustus 2020 tentang perpanjangan masa penutupan kampus USU atau lockdown dari seluruh kegiatan dan aktivitas,” ungkap Runtung dalam keterangan tertulisnya disampaikan kepada wartawan, Minggu sore (9/8/20).

Perpanjangan masa lockdown di kampus yang beralamat di Jalan Dr. Mansyur, Medan, itu Runtung mengatakan alasannya karena masih ada pihak USU yang dinyatakan positif terpapar virus Corona hingga saat ini.

“Kemudian, mengingat sampai hari ini masih ada kasus baru yang dinyatakan positif Covid-19 dari kalangan keluarga besar USU maka perpanjangan masa penutupan kampus USU dari seluruh kegiatan dan aktivitas, diperpanjang hingga tanggal 15 Agustus 2020, dan akan dievaluasi kembali sesuai situasi dan kondisi,” tutur Runtung.

Selama masa lockdown, Runtung mengharapkan semua pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan melaksanakan tugas kedinasan dari rumah atau work from home dan presensi kehadiran dilakukan secara online melalui.

Runtung terus mengingatkan kepada seluruh civitas akademi USU untuk selalu ikut serta dalam menekan penyebaran virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan, sesuai dengan arahan dan imbauan dari pemerintah.

“Demi menghindari penyebaran Covid-19 di kalangan dosen dan tenaga kependidikan USU, maka kami himbau agar kita semua senantiasa melaksanakan protokol kesehatan, baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar rumah,” sebut Runtung. (Dev)

58

gnews.online | Universitas Sumatera Utara (USU) memperpanjang lockdown hingga 8 Agustus 2020.

“Lockdown kami perpanjangan mengingat situasi penyebaran Covid-19 semakin menghawatirkan, “kata Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, Minggu (2/8) melalui pesan WhatsApp.

Selain itu, tambahnya, kebijakan ini dikeluarkan setelah mendapat saran dan masukan dari MWA dan SA USU.”Situasi ini akan dievaluasi setiap minggu. Surat Edarannya sedang disiapkan,” katanya.

Ini kali ketiga, pimpinan USU mengeluarkan kebijakan lockdown dalam merespon perkembangan virus corona di kampus tersebut.m

Lockdown pertama diberlakukan selama 14 hari pada akhir Maret 2020. Kemudian 27 Juli 2020 hingga 2 Agustus 2020. Namun Lockdown diperpanjang hingga 8 Agustus 2020 karena penyebaran Covid-19 masih mengawatirkan.

Selama masa lockdown semua pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah (WFH). Daftar kehadiran ditanda tangani secara online.

Peaksanaan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan akademik lainnya tetap dilaksanakan secara daring (online) melalui platform e-Leaming USU dan Pelaksanaan bimbingan Tugas Akhir dapat dilaksanakan secara daring. (Dev)

73

gnews.online | Berdasarkan pemeringkatan Webometrics 2020, peringkat USU di tingkat dunia naik. Sedangkan di Indonesia tetap berada di posisi delapan.

“Pada Juli 2020, peringkat USU di tingkat dunia naik, yakni berada di posisi 1.564,” kata Rektor Prof Runtung Sitepu, Selasa (28/7) melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/7).

Berada di peringkat 1.564, menurut Prof Runtung, berarti ada kenaikan yang signifikan.

“Ada kenaikan 307 peringkat dari posisi sebelumnya 1.871. Capaian ini luar biasa,” lanjut Prof Runtung.

Karena dalam kurun waktu 6 bulan, USU mampu memperbaiki peringkatnya 307 level di tingkat dunia.

Berikut 8 rangking perguruan tinggi teratas untuk wilayah Indonesia.

Yakni Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, ITB, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga dan USU.

Webometrics melakukan pemeringkatan setiap bulan Januari dan Juli. Sejak Januari 2018 hingga Januari 2020 peringkat USU meningkat tajam.

Pada Januari 2018, peringkat USU versi peringkat dunia (World Rank=WR ) berada pada posisi 4233 dan di Indonesia masuk urutan 33.

Kemudian pada Juli 2018 USU pada WR pada posisi 2968 dan Indonesia urutan 20. Pada Januari 2019 peringkat USU pada WR pada posisi 2710 dan di Indonesia urutan 18.

Selanjutnya, pada Juli 2019 peringkat USU pada WR menjadi 1935 dan Indonesia masuk 11.

Dan baru saja diumumkan Januari 2020 USU meningkat menjadi peringkat 1871 pada WR dan di Indonesia masuk posisi 8. (Dev)

88

gnews.online | Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melakukan lockdown (menutup) kegiatan kampus terhitung mulai Senin 27 Juli hingga 2 Agustus 2020.

“Menyikapi kondisi akhir-akhir ini banyak Dosen USU yang dinyatakan positif COVID-l9. Bahkan telah ada yang meninggal dunia, maka untuk mengantisipasi demi keselamatan kita bersama,” jelas Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum dalam keterangan tertulis disampaikan melalui pesan Whatsapp kepada wartawan di Medan, Jumat (24/7/2020) sore.

Hal itu juga dikuatkan dengan surat edaran rektor Prof Runtung Sitepu nomor : 6877/UN5.1/R/SPB/2020, tangga; 24 Juli 2020.

EDA

Rektor bersama Keluarga Besar USU mengambil kebijakan untuk melakukan penutupan Kampus USU dari seluruh kegiatan atau aktivitas kampus.

“Selama masa lockdown diharapkan semua Pimpinan, Dosen dan Tenaga Kependidikan bekerja dari rumah (WFH) dan daftar kehadiran dilakukan secara online melalui sistem informasi presensi,” jelas Runtung.‎

Dapat ditambahkan, Runtung mengatakan bahwa kebijakan ini dilaksanakan setelah mendapat masukan dari MWA USU. Kemudian, Langkah-langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen USU dalam melindungi keselamatan dan kesehatan warganya, serta sebagai wujud keperdulian USU dalam upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19.

‎Sebelumnya, Runtung sendiri mengaku tengah menjalani isolasi mandiri dan berakhir pada pekan ini. Karena, orang nomor satu di Kampus USU dinyatakan positif terpapar COVID-19 berdasar swab dan hasil Labotorium PCR Rumah Sakit (RS) USU.

“Alhamdullilah sejak awal sampai saat ini, kondisi fisik saya segar dan bugar. Jumat (24 Juli 2020) sudah berakhir masa isolasinya,” tutur Runtung.‎

Bahkan istri, anak, menantu dan cucunya telah dilakukan pemeriksaan dengan hasil swab di Labotorium RS USU dinyatakan negatif. (Dev)