Thursday, March 4, 2021
Tags Posts tagged with "usu"

usu

79

gnews.online | Universitas Sumatera Utara (USU) meraih capaian manis di penghujung tahun dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Humas Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020. Acara itu sendiri digelar secara daring, Rabu (23/12).

Dua penghargaan yang berhasil diraih USU di antaranya, terbaik 3 dalam kategori pengelolaan majalah dan peringkat 1 dalam anugerah insan terpopuler yang diraih Kepala Kantor Humas, Protokoler dan Promosi USU Elvi Sumanti, ST, MHum. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Kemenristekdikti Prof, Ir, Nizam, MSc, DIC, PhD.

Rektor USU Prof Runtung Sitepu mengapresiasi capaian Humas USU dengan meraih dua penghargaan dalam Anugerah Humas Dikti 2020.

“Saya berterima kasih kepada Tim Humas yang bekerja keras sehingga bisa mengharumkan nama USU dengan prestasi yang diraih,” ujarnya.

Prof Runtung juga berharap bahwa prestasi-prestasi yang selama ini diraih ke depan bisa terus ditingkatkan.

Ka Humas USU, Elvi Sumanti yang dikonfirmasi, Kamis (24/12) membenarkan penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian itu merupakan hasil dari kerja keras Tim Humas USU dalam setahun ini.

“Terima kasih kepada teman-teman media yang menjadi mitra USU selama ini. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari bimbingan Pimpinan USU, khususnya Rektor USU Prof Runtung Sitepu,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan Tim Humas USU lebih banyak lagi menorehkan prestasi dan meminta kepada para awak media untuk terus meningkatkan kerja sama, baik itu berita positif maupuan kritik dan saran untuk kemajuan USU.

Anugerah Humas Dikti 2020 sendiri merupakan bentuk penghargaan yang diberikan dari hasil pemantauan dan evaluasi kinerja Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), serta menjadi pengukuran terhadap kinerja humas.

Peserta yang berpartisipasi mengikuti Anugerah Humas ini antara lain adalah PTN Badan Hukum (PTN-BH), PTN Badan Layanan Umum (BLU), PTN Satuan Kerja (Satker), dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Adapun kategori yang diberikan dalam anugerah ini meliputi pengelolaan laman, media sosial, konferensi pers dan siaran pers, majalah, insan humas terpopuler dan pengelolaan pengaduan pelayanan publik melalui LAPOR!. (Dev)

77

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum menegaskan peran wartawan (media) sangat besar dalam capaian prestasi dan keberhasilan (kemajuan) yang diraih USU.

Hal itu dikatakan Rektor USU saat menerima wartawan unit USU di ruang kerjanya, Senin (21/12/2020).

Silaturahmi wartawan itu, sekaligus mengulosi Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum yang sebentar lagi mengakhiri masa pengabdiannya di kampus kebanggaan masyarakat Sumut itu.

“Saya bangga bisa bekerja sama dan bermitra dengan media dan wartawan. Sebab, tanpa media, segala capaian dan prestasi USU tidak diketahui masyarakat secara luas, ” kata Rektor yang saat itu didampingi Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU Elvi Sumanti.

Rektor menambahkan, sinergitas USU dan wartawan juga dirasakan memberikan manfaat yang besar.

“Bayangkan saja kalau semua informasi diiklankan, mana sanggup USU menanggung biayanya. Makanya kita sampaikan dalam bentuk berita yang bermanfaat bagi semua orang, ” kata mantan Dekan Fakultas Hukum USU ini.

Dia juga berharap kerja sama yang selama ini terbangun terus terjalin terlebih kepada pemimpin USU yang akan datang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang begitu besar para wartawan kepada USU. Dan saya berharap ini terus dilanjutkan agar USU semakin maju dan sukses menjadi universitas terbaik di Indonesia dan dunia,” kata Prof Runtung.

Dalam kesempatan itu, Edy Madya Bukit, wartawan senior, menyampaikan bahwa kepemimpinan Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum dinilai berhasil membawa USU meraih capaian dan prestasi.

“Bapak juga orangnya tidak ada batasan, terutama sama wartawan. Wajar kalau kami mengatakan kepemimpinan bapak berhasil membawa USU meraih berbagai prestasi,” kata Edy Bukit yang akrab disapa Bolang ini.

Hal senada juga dikatakan Kordinator Wartawan Unit USU Zulardi Harahap. Menurutnya, Prof Runtung sangat respon kepada wartawan terutama soal pemberitaan dan informasi USU.

“Apa yang kami butuhkan, bapak juga sangat respon. Dan tidak ada batasan maupun jarak kepada wartawan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak kepada kami. Semoga kedepan silaturahmi ini terus terjalin, ” ujar Zulardi. (Dev)

75

gnews.online | Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum akan mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2021 nanti. Di akhir kepemimpinannya, Prof Runtung menyampaikan agar segala keberhasilan yang selama ini dicapai dapat dilanjutkan dan ditingkatkan lagi oleh pemimpin USU berikutnya.

Hal itu dikatakan Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum pada acara Wisuda 867 Lulusan USU Periode I Tahun Akademik 2020/2021 yang dilaksanakan secara daring, Senin (21/12/2020).

“Kita berharap bagi calon pemimpin Universitas Sumatera Utara ke depan yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan kampus tercinta ini, semoga mampu memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki sehingga mencapai prestasi yang lebih tinggi dari yang sudah ada selama 5 tahun terakhir ini,” kata Prof Runtung.

Dikatakan, selama hampir lima tahun masa kepemimpinannya, banyak hal yang telah dicapai dengan seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan non akademik, meningkatkan kualitas kinerja dan sumberdaya manusia serta meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang, baik yang diukir oleh para mahasiswa, dosen serta institusi secara keseluruhan.

Universitas Sumatera Utara terus berbenah dan berpacu menuju world class university, dengan mengembangkan berbagai strategi dan program internasionalisasi.

Dari sisi fasilitas pendukung kegiatan akademik dan non akademik, Kampus Universitas Sumatera Utara yang ada di Kwala Bekala telah memiliki gedung Fakultas Kehutanan yang modern dan berkonsep green building dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang siap digunakan pada pelaksanaan kegiatan akademik di tahun mendatang.

Selain itu, USU telah membangun Wisma Internasional yang berdiri megah di areal Kampus Padang Bulan.

Rektor menambahkan, beberapa prestasi dan capaian terbaik Universitas Sumatera Utara yang diraih hingga Desember 2020 ini.

Pada bulan Februari 2018 telah berhasil mewujudkan impiannya dalam meraih akreditasi A (unggul).

USU juga telah berhasil masuk dalam Klaster 1 Pemeringkatan Perguruan Tinggi Non Vokasi yang dilakukan oleh Kemendikbud pada bulan Agustus 2019 dan menduduki peringkat ke-13. Pencapaian tersebut berhasil dipertahankan USU pada Agustus 2020 yang lalu, dengan tetap berada peringkat ke-13.

“Alhamdulillah, kabar yang menggembirakan juga telah kita dapatkan untuk menutup tahun 2020 ini dengan manis, yaitu pada tanggal 25 November lalu Universitas Sumatera Utara dinyatakan masuk ke peringkat 501-550 QS Asia University Ranking. Ini merupakan pencapaian yang membahagiakan bagi kita semua, mengingat kerja sama dan kerja keras yang dilakukan oleh seluruh civitas akademika USU selama beberapa waktu terakhir untuk masuk dalam sistem pemeringkatan internasional tersebut telah sangat maksimal,” tuturnya.

USU juga bangga atas masuknya dua orang dosen penelitinya ke dalam kategori penilaian dua persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Stanford University.

Mereka adalah Prof Dr Eng Himsar Ambarita ST MT dan Prof Drs Mahyuddin KM Nasution MIT PhD.

“USU berhasil memperbaiki posisinya dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Ranking 2020 dengan naik ke peringkat 11 perguruan tinggi berkelanjutan terbaik di Indonesia, dari sebelumnya di tahun 2019 Universitas Sumatera Utara masih berada pada peringkat ke-14.

Di ajang ini, Universitas Sumatera Utara juga berhasil meraih penghargaan sebagai The Most Active University in UI GreenMetric World University Rankings Network Indonesia,.

“Semoga seluruh keberhasilan yang telah dicapai oleh Universitas Sumatera Utara hingga hari ini, mampu memotivasi seluruh sivitas akademika USU untuk bekerja lebih baik lagi pada masa-masa mendatang,” harap Prof Runtung. (Dev)

140

gnews.online | Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum mengatakan, karena situasi pandemi Covid-19 belum juga mereda, memaksa USU menyelenggarakan wisuda dengan sistem daring atau online.

“Namun demikian, kata Rektor USU, walaupun pelaksanaan wisuda diselenggarakan secara daring dengan kondisi yang serba terbatas, hendaklah tetap bersyukur karena kegiatan wisuda masih dapat dilaksanakan. Demikian disampaikan Humas USU dalam relis, Minggu (15/11/2020).

Dikatakan rektor, semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan yang baik atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Jumlah wisudawan 3.325 orang yang telah menyelesaikan studinya mulai dari Juli hingga September 2020. Lulusan ini terdiri dari 1.210 orang (36.39 %) pria dan 2.115 orang (63.61 %) wanita. Hingga saat ini jumlah lulusan USU tercatat 222.386 orang.

Rektor juga menjelaskan kemajuan USU semasa periodenya yakni pada Februari 2018 USU telah berhasil mewujudkan impian dalam meraih akreditasi A (unggul). Kebahagiaan tersebut dilengkapi dengan keberhasilan USU masuk dalam peringkat 13 di klaster I pemeringkatan Perguruan Tinggi Non Vokasi yang dilakukan Kementerian Ristek Dikti pada Agustus 2019. Pencapaian tersebut berhasil dipertahankan USU pada Agustus 2020 yang lalu, dengan tetap menduduki peringkat ke-13.

Dikatakan, pada 27 Mei 2020 lalu Menristek-BRIN mengumumkan pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA) di mana USU berada di peringkat 5 setelah UI, UGM, ITB dan IPB, di mana posisi ini belum pernah dicapai sebelumnya. Diumumkan juga bahwa 22 orang dosen USU berhasil masuk ke dalam 500 peneliti terbaik versi SINTA. Yang menempati peringkat 14 Prof Dr Basyuni, dosen Fakultas Kehutanan USU.

“Dari segi pengelolaan keuangan selama 4 tahun, berturut-turut sejak kami menjalankan amanah sebagai rektor pada Januari 2016, Kantor Akuntan Publik memberikan kualifikasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hingga Oktober 2020, USU memiliki 15 fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana, dengan 160 Program Studi di mana 69 program studi telah memiliki akreditasi A, 80 program studi berakreditasi B sementara sisanya masih akan terus didorong dan diupayakan untuk mendapatkan akreditasi A dan B,” katanya.

Bagi calon pemimpin USU ke depan yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan kampus , katanya, semoga mampu memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki sehingga mencapai prestasi yang lebih tinggi dari yang sudah ada selama 5 tahun terakhir ini. (dev)

116

gnews.online | Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum meresmikan Paviliun Eksekutif Sibayak dan Ruang Isolasi RS USU yang dibangun sebagai Rumah Sakit penyangga Covid-19 di bagian belakang RS USU Jalan dr Mansyur Medan, Selasa (10/11).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh rektor, terlihat hadir disana petinggi USU , antara lain Prof dr Farhat, Prof dr Guslihan Dasa Tjipta, Ir Luhut Sihombing MP, Dr Muryanto Amin dan yang lainnya.

Dikatakan rektor, Paviliun Eksekutif dengan Presidential Suite ini, merupakan kamar terbaik dan luas di RS USU berbintang 5 yang Paripurna ini akan disenangi dan diharapkan mengurangi masyarakat Sumut yang berobat ke luar negeri. Dengan kamar Presidential Suite ini diperoleh kenyamanan dan dapat didampingi keluarga ,katanya.

RS USU ini memiliki dokter terbaik dan ahli serta tamatan luar negeri sehingga tidak perlu diragukan keahliannya.

Di sini selain mengajar mereka juga praktik . Namun di sisi lain, sistem pelayanan masih perlu ditingkatkan untuk tingkat perawat, mereka ini harus mudah senyum. Mari kita layani pasien dan tamu kita dengan senyum. Kalau masih honor dulu bisa berkali-kali senyumnya sehari, tetapi setelah diangkat jadi PNS sulit senyumnya.

Untuk itu perlu pembenahan manajemen. Kalau kita senyum tidak ada ruginya, namun bukan dengan yang suka senyum sendiri, katanya.

Dengan ditingkatkan pelayanan, diharapkan RS USU lebih cepat berdiri sendiri, sehingga tidak disubsidi lagi dari USU. Dipilihnya nama Sibayak karena Gunung ini sangat jelas terlihat dari lantai 5 RS USU. Dan Sibayak itu di Karo artinya Raja dan orang kaya.

Rumah sakit ini tidak akan dikomersialkan dalam menangani pasien Covid-19. Sementara kepada oknum yang suka membuat berita-berita fitnah tentang pembangunan di USU, semoga neraka mampu menampung yang suka memfitnah itu, kata Runtung.

Turut memberi kata sambutan Direktur RS USU Dr dr Syah Mirsya Warli Sp U (k). (Dev)

115

gnews.online | Dr.Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir terpilih secara aklamasi sebagai ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2020-2025. Nurmala Kartini menggantikan Panusunan Pasaribu. Nurmala Kartini adalah istri dari almarhum Ekonom Indonesia, DR. Sjahrir.

“Pemilihannya dilakukan secara daring, Jumat (23/10) ,” demikian disampaikan Rektor USU, Prof Runtung Sitepu melalui pesan WhatsApp . Dalam pesan itu, Prof Runtung atas nama keluarga besar USU menyampaikan ucapan selamat kepada Nurmala Kartini Pandjaitan.

Dalam rapat tersebut, turut terpilih Sekretaris MWA Prof.dr.Guslihan Dasa Tjipta. Kemudian, Ketua Komisi I Muhammad Arifin Nasution dan dengan Sekretasris Pusat Melati Hasibuan.Sedangkan Ketua Komisi II, terpilih Dr.Ir.Fahmi, dan Prof.Johannes Tarigan sebagai sekretaris. Komsi III terpilih sebagai Ketua Prof.Dr.Darma Bakti dan Prof.Khairina sebagai sekretaris.

Prof Runtung yakin Nurmala Kartini sebagai ketua MWA sukses membawa kemajuan bagi USU. Rektor mengatakan, USU beruntung mendapatkan tokoh nasional bersedia di MWA USU.

Secera terpisah, salah seorang Anggota MWA USU, Dr. Abdul Hakim Siagian, SH, M.M.Hum mengatakan, Nurmala Kartini Pandjaitan terpilih sebagai Ketua MWA USU secara musyarawarah untuk masa jabatan lima tahun kedepan.

“Proses pemilihannya penuh kekeluargaan. Secara aklamasi Nurmala Kartini Pandjaitan terpilih sebagai ketua,” katanya. Ia percaya MWA dibawah komando Nurmala Kartini Pandjaitan akan dapat mengangkat prestasi USU yang sudah sangat baik ini menjadi lebih baik lagi.

Abdul Hakim Siagian menyakini kedepan tentu tantangan sangat kompleks, namun melalui kolaborasi yang baik antara MWA dan rektorat , maka USU akan menuju universitas yang sangat diperhitungkan secara internasional.

Dia mengakui, di bawah kepemimpinan Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, prestasi USU sangat luar biasa.”Kini USU masuk dalam jajaran elit universitas terbaik, USU masuk dalam klaster I dalam pemeringkatan secara nasional,” katanya. MWA sangat mengapresiasi kinerja rektor dan jajarannya itu.

“Tim work yang dibangun rektor selama ini patut dan kita beri pengargaan yang tinggi. Banyak kemajuan yang telah diraih serta telah meletakkan pondasi yang kuat sehingga USU mampu bersaing di kancah global menuju World Class University,” kata Abdul Hakim Siagian. (Dev)

123

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum, beserta seluruh pimpinan dan civitas akademika USU menyampaikan ucapan duka cita dan kehilangan mendalam atas berpulangnya Prof dr H Chairuddin Panusunan Lubis DTM & H SpA (K), Rabu (16/9/2020) pukul 07.45 di RS Columbia Medan, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Kedokteran USU.

Prof dr H Chairuddin Panusunan Lubis merupakan Rektor USU yang menjabat selama tiga periode, yakni dari tahun 1994-1998, 1998-2002, diperpanjang hingga 2005. Lalu periode USU PT-BHMN 2005-2010.

“Seluruh pimpinan dan keluarga besar USU sangat kehilangan atas wafatnya Prof Chairuddin P Lubis yang karya, ide dan gagasannya, baik selama beliau menjadi dosen maupun sebagai Rektor USU sangat luar biasa didedikasikan untuk kemajuan USU,” kata Rektor USU, Rabu (16/9/2020) tak lama setelah mendengar kabar duka cita tersebut.

Beberapa karyanya yang di antaranya sangat monumental adalah perjuangannya untuk menjadikan USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (USU PT BHMN) pada tahun 2003, pertama di luar Pulau Jawa, yang sejak 2014 berubah menjadi PTN BH.

Menurut Rektor, perjuangan Prof Chairuddin P Lubis yang juga patut dikenang adalah saat memperoleh lahan Kampus USU di Kwala Bekala seluas 300 ha, perjuangannya memperoleh bantuan dari Pemerintah RI untuk pembangunan Rumah Sakit USU dan meletakkan batu pertama pembangunan RS USU.

“Pada masa kepemimpinannya, beliau juga berhasil menempatkan USU dalam jajaran 10 Besar PTN di Indonesia, dan banyak lagi karya beliau menjadi karya monumental untuk dikenang sepanjang sejarah USU. Bagi saya Prof Chairuddin P Lubis, selain pendahulu saya sebagai Rektor USU, juga menganggapnya sebagai orang tua dan abang tempat untuk bertanya di kala ada masalah dihadapi dalam menjalankan tugas sebagai rektor,” tutur Runtung.

Ditambahkan Prof Runtung, sifat Prof Chairuddin yang visioner, tegas, jujur, dan tiada hari tanpa memikirkan kemajuan USU menjadi sumber inspirasi dan tauladan yang baik bagi dirinya.

“Selamat jalan Abang kami Prof Chairuddin. Semoga segala pengabdian dan kebaikan dan tauladan yang Abang berikan diterima sebagai pahala oleh Allah SWT. Kami semua senantiasa mendoakan, semoga Allah SWT mengampuni dosa dan kealpaan pernah Abang lakukan, dan Abang mendapatkan tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,” kata Prof Runtung dengan penuh kesedihan.

Prof dr H Chairuddin Panusunan Lubis, DTM & H SpA (K), lahir di Kuala Tungkal Jambi pada 18 Maret 1945. Beliau meninggalkan seorang istri yakni Ir Hj Dewi Herawati dan tiga orang putera-puteri yaitu Dr Anggia Chairuddin Lubis, Dr Inke Nadia Diniyanti Lubis MPed dan Dr Anindita Lubis.

Menurut kolega, Prof Chairuddin P Lubis sudah lama menderita sakit, terakhir menderita stroke dan komplikasi beberapa penyakit. Prof Chairuddin Panusunan Lubis meraih gelar dokternya pada 1974 dari Fakultas Kedokteran USU, meraih gelar DTM&H Course pada tahun 1979 dari Faculty of Tropical Medicine, Mahidol University, Bangkok, Thailand dan meraih dokter spesialis anak tahun 1980 dari Fakultas Kedokteran USU Medan.

Sementara, gelar Dokter Spesialis Anak Konsultan SpA(K) Bidang penyakit Infeksi Tropik diraih pada tanggal 27 Maret 1987 dari Persatuan Ahli Dokter Anak Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Chairman of Indonesia, Malaysia, Thailand–Growth Triangle University Network (IMT-GT UNINET) dan menjabat anggota MPR RI utusan Daerah Sumatera Utara pada 20 Juni 2020, namun mengundurkan diri 4 hari setelah dilantik.

Almarhum juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara (Persero) pada 5 Juni 2003 hingga 2008 serta menjadi Wakil Indonesia di Advisory Board Member Asian Pacific Pediatric Association. (dev)

125

gnews.online | Universitas Sumatera Utara telah menggelontorkan Rp18 miliar untuk membiayai pembangunan asrama mahasiswa di kampus Kuala Bekala ini. Asrama ini bertujuan untuk membantu aktivitas mahasiswa fakultas kehutanan.

Demikian Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr  Runtung Sitepu SH MHum meresmikan Gedung Fakultas Kehutanan dan penanaman pohon di  Kampus Kuala Bekala Kecamatan Pancurbatu Deliserdang, Rabu (9/9/2020).

Rektor Resmikan Gedung Baru Fakultas Kehutanan USUBantu Pemprovsu, DRD Rapat Rutin Percepatan Penanganan Corona di UnpabKapoldasu Pimpin Pelaksanaan Penandatanganan Pakta Integritas Panitia Seleksi Sespimti Polri Dikreg ke -30

Hadir para Wakil Rektor, dekan, kepala biro, dosen, serta sejumlah staf di lingkungan USU.

Disamping itu, katanya, proposal USU dalam pembangunan infrastruktur pendukung menuju Fakultas Kehutanan ini mendapat respon baik dari Kementerian PUPR.

“Saat ini  yang jadi kendala jalan, air dan listrik dan ini akan dituntaskan. Persoalan ini sudah kita mohonkan ke Menteri PUPR dan mendapat respon positif,” ungkapnya.

Rektor berharap gedung ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Keberadaannya gedung ini memberikan warna tersendiri untuk fakultas kehutanan USU. Lebih jauh, katanya, gedung ini dibangun sangat respentatif.

Lebih lanjut dikatakannya, kehadiran kampus USU di Kuala Bekala ini akan memberikan dampak positif tidak saja bagi Fakultas Kehutanan, tapi bagi masyarakat di sekitar kampus USU Kuala Bekala ini juga.

“Kita berharap dengan adanya gedung baru ini, akan semakin menunjang proses perkuliahan, khususnya bagi mahasiswa fakultas kehutanan USU, ” ungkap Rektor. Rencananya, ungkapnya, gedung ini difungsikan pertengahan Januari 2021.

”Saat ini memang perkuliahan kita masih daring,” sebutnya. Rektor mengatakan pembangunan gedung bukan menjadi tujuan, melainkan sarana untuk meningkatkan kinerja guna mendorong kualitas USU. Rektor mengingatkan, USU  memiliki visi sangat besar yakni menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Visi tidak dapat dicapai hanya dengan kinerja yang biasa saja. Kita harus menggunakan inovasi untuk mencapai yang terbaik,” tegasnya. Di sisi lain, lanjut Rektor,

Dekan Fakultas Kehutanan, Siti Latifah, SHut MSi PhD  mengatakan, ini momen bersejarah bagi fakultas kehutanan di bawah kepemimpinan Rektor Prof Runtung Sitepu, mimpi fakultas kehutanan memiliki gedung baru terwujud.

“Kami keluarga besar Fakultas Kehutanan  menyampaikan terima kasih kepada Rektor,” katanya

Disamping itu, Dekan mengingatkan,  lingkungan fakultas kehutanan sangat sejuk udaranya sangat bersih.

“Lingkungan fakultas kehutanan ini sangat  mendukung penelitian dan praktek mahasiswa karena lingkungan mendukung kebutuhan penelitian dosen dan praktek mahasiswa,” paparnya.

Dekan berjanji akan mendorong seluruh civitas fakultas kehutanan untuk meningkatkan penelitian, sehingga kelak kontribusi fakultas kehutanan sangat jelas mendongkrak visi- misi USU menjadi perguruan tinggi terbaik. (Dev)

139

gnews.online | Sebanyak 9.586 peserta mengikuti Seleksi Masuk Mandiri (SMM) dan Seleksi Masuk Program Diploma (SMPD) di Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (31/8/2020) hingga Jumat (4/9/2020). Ujian digelar dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB itu berlangsung dua sesi.

Dari 9.586 pendaftar, terdiri atas 8.056 peserta SMM dengan perincian 4.702 peserta di kategori Saintek dan 3.354 orang dari Soshum. Sementara untuk peserta SMPD diikuti 1.530 peserta, terdiri dari 650 peserta di kategori Saintek dan 880 peserta di kategori Soshum.

“Ujian Masuk Mandiri tahun ini bersamaan dengan Ujian Masuk Program Diploma. Peserta yang sudah mengambil jalur Mandiri berkesempatan juga mengambil jalur Diploma sebagai pilihan tambahan. Bagi peserta ujian D3 yang tidak mengambil Mandiri tetap dapat mengikuti ujian D3 saja,” tutur Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum ketika meninjau beberapa lokasi ujian di lingkungan kampus USU, Senin (31/8/2020).

Disebutkannya, 9.586 orang peserta ini akan memperebutkan daya tampung SMM 2020 USU sebanyak 2.896 serta daya tampung jalur SMPD daya sebanyak 1.165 kursi.

Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan Seleksi Masuk Mandiri pada tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2020 peminat tertinggi masih dipegang oleh fakultas-fakultas favorit yang ada di USU.

Untuk SMM, peminat terbanyak ada pada Fakultas Hukum (1.653), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Ilmu Manajemen) (1.497), Fakultas Kesehatan Masyarakat (Ilmu Kesehatan Masyarakat) (1.218), Teknologi Informasi (1.119), Pendidikan Dokter (1.029) dan Ilmu Komunikasi (941).

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Seleksi Masuk Mandiri dan SMPD tahun 2020 ini, USU melibatkan 571 orang pengawas, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan PNS dan non PNS.

Adapun lokasi ujian berada di 14 lokasi ujian yang tersebar di lingkungan USU dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hasil dari Seleksi Masuk Mandiri akan diumumkan pada 11 September 2020. Sedangkan untuk hasil Seleksi D3 pada 15 September 2010. Sementara pendaftaran ulang bagi yang lulus SMM dan SMPD ini akan diinformasikan kemudian di website usu.ac.id. (dev)

89

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum menyatakan siap hadapi gugatan yang dilayangkan Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) USU yang diketuai HR Muhammad Syafi’i (Romo) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya belum bisa berkomentar lebih jauh karena hingga saat ini belum menerima surat panggilan sidang. Bahkan saya juga belum mengetahui secara rinci materi gugatan tersebut,“ kata Prof Runtung Sitepu, Rabu (26/8/2020).

Dijelaskan Runtung, latar belakang gugatan dilayangkan Ketua PP IKA USU karena yang bersangkutan tidak masuk sebagai Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) USU periode 2015-2020.

Selain Rektor USU, PP IKA USU turut menggugat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) serta Senat Akademik USU.

Runtung mengaku mengetahui adanya gugatan itu dari pemberitaan di berbagai media massa baik cetak dan online.

Menurut Runtung, jika benar tidak masuknya Ketua Umum PP IKA USU sebagai anggota MWA USU menjadi dasar diajukannya gugatan, maka dia mempertanyakan ketua Umum PP IKA USU yang mana.

Sebab, setahunya ada tiga organisasi IKA USU yang masing-masing memiliki dasar hukum Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, yakni pertama, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU-000396.AH.01.07.Tahun 2015 tanggal 23 Maret 2015 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Alumni USU dengan Ketua Umum Sofyan Raz.

Kedua, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU-0002011.AH.01.07.Tahun 2015 tanggal 24 Juli 2015 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Dewan Alumni USU, dengan Ketua Umum Ir H Erwin Nasution.

Ketiga, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU-0000182.AH.01.08.Tahun 2018 tanggal 05 Maret 2018, yang dari pemberitaan media massa Ketua Umumnya HR.Muhammad Syafi’i, SH MHum.

“Setahu saya hingga saat ini Ketua Umum PP IKA USU atas nama Sofyan Raz masih sebagai Anggota MWA USU periode 2015-2020,” tegasnya.

Masalah peralihan ketua umum PP IKA USU periode 2015-2017 dari Drs Sofyan Raz, Ak kepada Ketua Umum PP IKA USU hasil munas sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0000182.AH.01.08.Tahun 2018 tanggal 05 Maret 2018, hingga saat ini masih menjadi pembahasan di MWA USU.

Pasalnya, pelaksanaan Munas pertama PP IKA USU dilaksanakan pada 12 -14 Januari 2018 yang seyogianya didasarkan pada Anggaran Dasar PP IKA USU tanggal 1 Desember 2014 yang telah disahkan Menteri Hukum dan HAM RI melalui Keputusannya Nomor AHU-000396.AH.01.07.Tahun 2015 tanggal 23 Maret 2015 ternyata tidak dilaksanakan.

Terutama ketentuan yang tertuang dalam Pasal 13 Angka 4 dan Pasal 28. Pasal 13 Angka 4 berbunyi: Pengurus Pusat IKA hasil Musyawarah Nasional ditetapkan Rektor dengan Surat Keputusan, dan Pasal 28 berbunyi: Perubahan Anggaran Dasar IKA USU hanya dapat dilakukan dalam Putusan Musyawarah Nasional dan ditetapkan oleh Rektor dengan Surat Keputusan.

Munas IKA USU pertama tersebut telah mengubah Anggaran Dasar IKA USU, tetapi sebelum diajukan kepada Rektor untuk ditetapkan dengan Surat Keputusan telah digunakan dalam Munas untuk memilih Pengurus Baru.

Karena perubahan AD hasil Munas pertama tersebut sudah digunakan untuk memilih pengurus baru sebelum diajukan penetapannya kepada Rektor, tentu selaku Rektor tidak mungkin menetapkan pengurus baru PP IKA USU hasil Munas yang pertama tersebut.

“Jika ditetapkan dalam keputusan rektor justru perbuatan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum,” ungkap mantan Dekan Fakultas hukum USU ini.

Kemudian, kata Runtung, terkait dengan posisi wakil Alumni yang sebagai Anggota MWA menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Statuta USU berdasarkan ketentuan Pasal 26 ayat (1) huruf d adalah mewakili masyarakat. Di mana menurut ketentuan Pasal 26 ayat (7) Anggota MWA yang mewakili unsur masyarakat tersebut antara lain harus memenuhi kriteria utama nonpartisan.

Disebutkannya kriteria utama nonpartisan sebagaimana diatur dalam Pasal 26 ayat (7) dari PP No.16 Tahun 2014 Tentang Statuta USU tersebut mengikat bagi setiap Anggota MWA USU yang mewakili masyarakat temasuk Ketua PP.IKA USU.

Jika ada ketentuan yang diatur dalam Peraturan MWA USU bertentangan dengan ketentuan Pasal 26 ayat (7) PP No.16 Tahun 2014 Tentang Statuta USU tersebut, sesuai dengan asas lex superior derogat legi inferior.

Artinya, peraturan lebih tinggi mengenyampingkan peraturan lebih rendah, atau peraturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan lebih tinggi.

“Jadi Anggota MWA USU yang berasal dari unsur masyarakat termasuk Ketua Umum PP IKA USU harus memenuhi kriteria utama non partisan tersebut,” tutur rektor.

Runtung juga menyatakan keherannya terkait dengan dimasukkannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai tergugat I dalam perkara tersebut.

Menurut rektor, itu tidak beralasan hukum dan tidak tepat. Sebab dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaa RI Nomor 34618/MPK/RHS/KP/2020 Tanggal 9 Maret 2020 Tentang Pengangkatan Anggota MWA USU Pengganti Antar Waktu Periode Tahun 2015-2020 pada diktum kedua angka 12 telah dengan tegas dicantumkan wakil Alumni USU sebagai Anggota MWA USU dari unsur masyarakat.

Tentang siapa yang duduk sebagai Wakil Alumni (unsur masyarakat) pada MWA USU periode 2015-2020, kata Runtung itu di luar kewenangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,” ungkap rektor. (dev)