Wednesday, July 18, 2018
Tags Posts tagged with "Wirausaha"

Wirausaha

236

gnews.online | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I  menggelar acara Talkshow Wirausaha di Convention Hall Hotel Danau Toba Medan, Selasa (21/3/2017).

Talkshow menghadirkan dua pembicara dari Jakarta, yakni Pikukuh Pambudhiarto (CEO Panen Maya) dan Aryo Priambodho (Coconut Indonesia), membahas mengenai cara meningkatkan omset usaha.

Kepala Kantor Wilayah DJP Sumut 1 Mukhtar dalam sambutannya di acara pembukaan mengatakan, luar biasa bisa menghadirkan dua pembicara dari Jakarta tersebut, untuk memotivasi para pelaku usaha di Sumut.

“Ini kesempatan terbaik untuk menambah ilmu, misalnya dari Pak Pikukuh yang dikenal sebagai pebisnis e-Commerce, kita bisa belajar bagaimana berusaha melalui dunia maya,” katanya.

Dia berharap, dengan peningkatan nilai usaha, serta peningkatan omset, sehingga bisa bertambah pula pajak yang disetorkan kepada negara.

“Pajak tersebut sangat bermanfaat untuk pembangunan nasional,” katanya. (koh)

568

gnews.online | Kita baru hitungan hari memasuki tahun 2017. Banyak orang mereka-reka, peluang bisnis apa yang prospektif di tahun baru ini. Sejatinya, peluang bisnis dan usaha yang cukup menjanjikan dan akan menjadi trend, tentunya tidak pernah terlepas dari perkembangan ekonomi yang sekarang ini sudah tumbuh begitu pesat, dengan tingkat persaingan semakin ketat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tahunnya sudah pasti akan selalu hadir pendatang baru didalam dunia bisnis dan usaha dengan beragam kreatifitas yang mereka ciptakan guna memenangkan persaingan.

Bagi seorang pemula, lahan bisnis apa yang paling potensial serta menjanjikan di tahun 2017 memang masih menjadi hal paling sulit untuk ditentukan dengan beragam alasan seperti permodalan, relasi, serta belum memiliki cukup pengalaman untuk memulainya.

Berikut ini, dikutip dari centrausaha.com, beberapa jenis bisnis yang diharapkan dapat menjadi sumber referensi khususunya bagi yang masih pemula, yang ingin mengawali karirnya dalam bidang usaha kecil namun cukup potensial bisa mendatangkan penghasilan besar.

1. Bisnis Online ( Internet Marketer)

Bisnis online atau internet marketer (IM) menduduki posisi teratas dalam peluang bisnis dan usaha yang akan menjadi trend untuk tahun 2017, karena telah terbukti memiliki tingkat pertumbuhan yang begitu signifikan sehingga bisa dibilang cukup menjanjikan untuk ditekuni.

Pengguna internet di dunia ini semakin melambung tak terkendali bahkan telah menjadi kebutuhan hidup masyarakat sehari harinya. Dan inilah kesempatan terbaik yang dapat dijadikan peluang untuk membuka usaha.

Bisa dimulai dengan modal kecil, yang terpenting adalah harus memiliki fasilitas online serta akses internet, maka menekuni usaha di bidang ini bisa dibilang begitu menyenangkan, karena bisa dikerjakan dari mana dan kapan saja bahkan memungkinkan anda untuk bekerja tanpa harus beranjak dari kamar tidur.

2. Usaha Waralaba (Franchise)

Ingin memulai usaha namun terkendala dengan kurangnya ide serta belum memiliki pengalaman, atau merasa kurang yakin untuk merintisnya sendiri, maka memilih jenis bisnis waralaba bisa menjadi solusinya.

Bisa dikatakan paling cocok untuk seorang pemula karena menjalankan model bisnis waralaba ini mereka akan dibantu oleh pemilik waralaba (pemegang merek) mulai dari training hingga pada tahap prosesnya.

Sebagai seorang pemula tidak akan dipusingkan dengan konsep bisnis yang akan dijalani, mereka hanya tinggal menjalankan sesuai kamampuan modalnya dengan tetap bernaung dibawah nama merek perusahaan waralaba yang dipilih atau di ikutinya.

3. Industri Kreatif

Membahas tentang ide bisnis kreatif tentunya sangat membutuhkan keahlian serta daya kreatvitas yang tinggi dari tangan tangan terampil untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai jual.

Munculnya ide untuk memulai atau menekuni bisnis kreatif bisa bermula dari bakat atau bahkan dari yang semula hanya merupakan hobi saja. Dan ini adalah sebuah terobosan peluang usaha yang cukup layak untuk dipertimbangkan karena ada pernyataan bahwa pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.

4. Industri Hiburan (Entertainment)

Peluang bisnis dan usaha di tahun 2017 khususnya untuk bidang entertainment atau hiburan sudah pasti akan berkembang lebih pesat lagi seiring dengan pertumbuhan ekonomi negeri ini.

Untuk jenis usaha ini memang tergolong sangat cepat mendatangkan penghasilan dan sangat menguntungkan karena biasanya melibatkan orang orang berduit yang akan menjadi konsumennya.

Dari segi modal memang bisa dikatakan membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk dapat menjalankan bisnis hiburan ini. Namun jika anda jeli membaca peluang, sebenarnya masih banyak ragam bisnis hiburan yang bisa dimulai dengan modal kecil.

5. Usaha di Bidang Jasa

Lagi-lagi menyikapi tentang pertumbuhan masyarakat yang kian pesat serta dengan aneka kesibukannya, maka dengan hal ini dapat menumbuhkan beragam peluang usaha baru diantaranya adalah bidang jasa.

Bisnis jasa cenderung akan semakin banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk memudahkan berbagai aktivitasnya. Mialnya usaha pencucian motor, laundry, bimbingan belajar  dan percetakan.

6. Usaha Property

Memang kenyataannya untuk terjun dalam bisnis ini membutuhkan modal yang luar biasa besar, namun sudah tentu akan sebanding dengan tingkat keuntungan yang sangat menggiurkan.

Selain itu, bisnis property ini juga merupakan salah satu bentuk dari berbagai macam jenis investasi yang menguntungkan.

Demikian tadi adalah ulasan beserta beberapa contoh yang mungkin bisa anda jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi dunia usaha dan bisnis 2017 yang semakin pesat.  Semoga bermanfaat. (cu/kohen)

536

gnews.online |

Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi mengatakan, pihaknya akan menggandeng PT Bank Sumut untuk mendukung Program Pemerintah Sumatera Utara dalam upaya penciptaan Wirausahawan baru di Sumut.

Melalui Bank Pembangunan Daerah, nantinya akan diluncurkan program pinjaman bagi usaha kecil dengan bunga terjangkau berkisar 5-7 persen.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri buka puasa bersama dan Penyantunan Anak Yatim, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara di Hotel Miyana, Deliserdang.

Dikatakannya, dalam upaya mewujudkan program penciptaan wirausaha baru di Sumut, pihaknya akan melibatkan PT Bank Sumut dengan kredit bunga terjangkau. “Upaya itu kita lakukan untuk mendukung UKM, ini juga terobosan untuk meningkatkan jumlah pengusaha baru di Sumut,” kata Gubernur.

Gubsu mengatakan, jumlah pengusaha merupakan indikator  bagi kemajuan suatu wilayah. “Kalau suatu daerah mau maju, harus banyak pengusaha,” katanya.

Di Singapura, lanjutnya, jumlah pengusaha mencapai 7 % dari jumlah penduduk. Sementara di Indonesia, jumlah pengusaha yang terdaftar berdasarkan NPWP hanya berkisar 1% dari jumlah penduduk.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupaya mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru melalui berbagai program. Di antaranya melibatkan bank daerah untuk mendukung program dimaksud.

Sementara itu, Sekjen BPD HIPMI Sumut Priya Manaya Djan mengatakan, HIPMI secara konsisten ikut berupaya meningkatkan jumlah pengusaha melalui penetrasi ke kalangan mahasiswa. Baru-baru ini HIPMI menggelar acara Jambore HIPMI yang melibatkan 4.000 mahasiswa pengusaha dari 500 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Acara yang dibuka Presiden Jokowi tersebut menurutnya mendapat antusiasme sangat tinggi.

“Kami berhasil mengumpulkan lebih seribu business plan. Nanti akan diupayakan kerjasama dengan perbankan untuk mendukung permodalannya,” kata Priya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Sumut Akbar Himawan Buchari mengatakan, HIPMI Sumut akan mendukung program pemerintah meningkatkan jumlah pengusaha baru melalui pendekatan mahasiswa. Selain kemudahan permodalan, Akbar berharap dukungan lain dari Pemerintah Kabupaten/kota berupa kemudahan perizinan khususnya bagi sektor UKM.

Dia merespon baik rencana Pemprovsu untuk menggandeng Bank Sumut untuk mengucurkan kredit dengan bunga ringan. “Kalau ini berjalan, tentu sangat membantu pengusaha pemula maupun UKM karena lebih rendah dari bunga bank umumnya,” kata Akbar.

Dia mengharapkan nantinya program ini bermanfaat dan dapat disalurkan bagi UKM yang membutuhkan.

Hadir dalam kesempatan itu para senior HIPMI, diantaranya Ketum HIPMI tahun 1985-1988 DR Fauzi Usman, Ketum HIPMI 1982-1983 H Muklis Al Manaf, Ketua PW NU Afifuddin Lubis, para Ketua HIMPI kabupaten/kota dan Prof DR H Nawir Yuslim, MA yang membawakan tausiyah.  (dia)

806

gnews.online |

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Nurul Azizi membekali siswanya dengan pelatihan wirausaha. Kegiatan ini merupakan rangkaian pesanteren kilat yang digelar di sekolah selama 10 hari, sejak 8 Juni hingga 17 Juni.

Puluhan anak di lantai III gedung sekolah ini,  mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Mereka diberikan tips mudah membuat mug, pin dan juga gantungan kunci.  Itu juga dengan desain dan selera masing-masing siswa.

Alween Ong menjadi salah satu pemateri dalam rangkaian pesanteren kilat ini. “Adik-adik SMP ini kita berikan edukasi prihal proses kewirausahaan hingga membuat produk,” ujar Alween.

Kegiatan ini sebutnya,  merupakan bagian dari program Narsis Digital Printing melalui Narsis go to school. “Kegiatan ini disambut baik oleh SMP IT Nurul Azizi, dengan memberikan kesempatan kepada Narsis untuk masuk dalam kegiatan pesanteren kilat yang mereka adakan,” ujarnya.

Menurutnya melalui pesantren kilat tersebut, semakin memberikan nilai lebih bagi para siswa. Sebab dengan masa liburan, mereka bisa mendapatkan pendidikan kewirausahaan sejak dini.

“Mereka bisa belajar sambil bermain, dengan permainan yang bersifat edukasi dengan menggabungkan hobi terkini anak-anak muda yang hobi selfie dan hobi motret,” ujarnya.

Dengan hobi tersebut sambungnya, kemudian diaplikasikan ke dalam proses produksi digital printing dan pembelajaran kewirausahaan.

Di sisi lain, Pembantu Kepala Sekolah (PKS) II Bidang Kesiswaan SMP IT Nurul Azizi, Siti Nurlaylawati mengatakan, rangkaian pesantren kilat Ramadhan bagi kelas VII, VIII dan IX dengan berbagai kegiatan dengan melibatkan berbagai profesi, kehutanan, perkebunan, notaris.

Tidak itu saja, para siswa juga diberikan pelatihan keterampilan. Seperti kaligrafi, fotoshop, vidio editing, memandikan shalat jenazah dan mengkapaninya dan juga pelatihan bilal untuk tarawih.

“Ini kegiatan rutin Ramadhan, karena dari Dinas Pendidikan libur. Jadi ini juga  untuk mengisi kekosongan waktu dengan skill. Kegiatan ini dimulai sejak 8 Juli lalu hingga 17 Juni mendatang,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, selain memberikan pendidikan umum, mereka bisa mendapatkan keterampilan lain. Sekaligus bisa mengenalkan dan mengarahkan siswa dalam melanjutkan pendidikan kedepannya.

Acara ini dimulai dari pukul 08.00 Wib hingga pukul 13.00 wib setiap harinya. Semua siswa sebutnya mendapatkan materi dan keterampilan yang sama. Para peserta ini sebutnya, tidak diwajibkan. Hanya dianjurkan untuk mengikutinya.

“Kaligragi, diberikan tehnik bagaimana untuk kaligrafi, peminatnya cukup banyak,” ujarnya.

Dengan ini memberikan materi yang berbeda-beda. “Di tahun ini lebih banyak yang digital,” ujarnya. (dia)

563

gnews.online |

Tidak semua orang tertarik dan berminat meneruskan usaha yang dibangun keluarga. Namun tidak dengan Tri Apriadi yang sekira enam tahun terakhir terjun langsung melanjutkan usaha keluarga mengelola bisnis kuliner.

Apri sapaan akrab Tri Apriadi menyadari betul,  bisnis kuliner memiliki prospek dan pasar yang sangat menjanjikan. Apalagi didukung dengan kebiasaan masyarakat yang suka makan. Tidak heran,  usaha  yang dirintis almarhum ayahnya sekira 20 an tahun lalu tetap bertahan bahkan berkembang di tengah banyaknya pesaing.

Adalah kreasi dan inovasi kunci sukses Apri. Ini dibuktikan usaha martabak yang awalnya hanya manis dan rasa kacang,  di tangan Apri mendapatkan sentuhan kreasi.  Sehingga membuat martabak ini,  menjadi  berbeda dengan martabak umumnya.

Dikisahkan Apri, almarhum ayahnya sekira tahun 1990 an, sudah berjualan martabak di Simpang Limun. Saat itu masih dengan martabak manis dan rasa kacang.  Usaha ini sangat berkembang, karena memang saat itu persaingan bisnis belum sebanyak sekarang.

Kemudian martabak tersebut, memiliki beberapa cabang salah satunya di Deli Tua. Namun dalam perjalanannya, ayahnya pun mencoba beralih dengan usaha lain. Usahanya masih tetap di bidang kuliner. Namun sayangnya, bisnis tersebut justru membuat usaha martabak menjadi bangkrut.

Kejadian ini, cukup menjadi pembelajaran bagi Apri. Dari sinilah, Apri mulai terpikir untuk meneruskan usaha yang dirintis orangtuanya. “Saya meneruskan usaha almarhum bapak yang dulunya buka usaha di Simpang Limun. Saya merasa perlu menggantikan bapak berjualan makanan khas Medan ini,” katanya,  Selasa (14/6).

Dia pun bangkit secara perlahan,  membangun usaha dengan brand Martabak Amazing. Di sini dia mulai berkreasi dan berinovasi. Karena bagi Apri, membangun bisnis tanpa inovasi, akan membuat usaha tersebut berjalan apa adanya saja.

Bahkan bukan tidak mungkin bisnis tersebut omzetnya juga akan merosot. Tidak heran,  di tangan Apri, usaha martabak manis dan rasa kacang, diberikan sentuhan inovasi. Ini sebagai upaya untuk bertahan di tengah semakin ketatnya persaingan di bisnis martabak.

Apri pun membuat usahanya Martabak terang bulan bangka dan martabak manis. Martabak telur dan martabak manis terang bulan,  dia olah dengan  cita rasa yang berbeda dengan martabak pada umumnya. Kombinasi isi martabak menjadi salah satu ciri khas martabak olahannya.

Martabak telur khas bangka misalnya, berbahan dasar kulit martabak dan telur serta irisan bawang bombai dan daun bawang, serta isi daging ayam atau daging sapi ditambah jamur kancing yang dimasukkan dalam martabak.

Beragam cita rasa dalam paduan makanan yang dimasak dalam pan selama beberapa menit ini. Dan ternyata inovasi martabak Amazing ini banyak disukai konsumen. Bahkan kekinian. Peminatnya pun datang dari semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orangtua.

“Banyak yang suka martabak bangka karena isinya bervariasi. Bagi yang suka daging ayam biasanya memilih jumlah telur hanya dua saja. Tapi yang suka pakai daging biasanya pakai telur sampai tiga butir, ada juga yang mintanya kosong tanpa isi,”ujar Apri generasi kedua  yang tertarik dengan bisnis martabak ini,  bahkan begitu mencintai usaha yang dilakoninya.

Bahkan teranyar,  Apri menghadirkan inovasi Martabak pizza.  Kuliner yang satu ini menjadi salah satu makanan yang lagi di tren, terutama bagi kalangan remaja. Martabak ini, terdiri dari beberapa topping di atasnya, yang setiap potongannya menyerupai Pizza.

Selain terus berinovasi, Apri mengaku, pelayanan menjadi salah satu yang menjadi andalannya agar tetap menjadi pilihan bagi konsumen. Tidak hanya sekedar memiliki usaha martabak saja, namun pemilik usaha martabak Amazing ini, juga memberikan pelatihan bagaimana membuat martabak. Di samping juga peluang usaha kemitraan. (dia)

482

gnews.online |

Banyak cara yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk ke konsumen. Bahkan dengan biaya yang cukup murah.

Seperti yang dilakukan
Komunitas Tangan Di Atas (TDA) mengadakan pelatihan dan diikuti belasan peserta digelar di sekretariat TDA Medan, di Jalan Kapten Muslim.

Dalam pelatihan ini, para peserta dibimbing dan sharing bagaimana memaksimalkan dan memanfaatkan facebook dalam memperkenalkan produknya.

“Traninging ini,  mengenai facebook ads. Kita sharing bagaimana  basic cara menggunakan facebook ads,” ujar Aida yang menjadi trainer dalam pelatihan tersebut.

Dalam pelatihan ini terang Aida, peserta training dibekali untuk membuat fanpage facebook bagi yang punya. “Kita juga sampai ke praktek FB Ads nya secara langsung,” ujarnya.

Facebook Ads ini terangnya, adalah Advertising dengan memanfaatkannya facebook, dalam memperkenalkan produknya. “Jadi manfaatnya untuk promosi bisnis teman-teman yang punya usaha,” ujarnya.

Selama ini banyak pelaku usaha yang mempromosikan produknya dengan menggunakan brosur. Jika dihitung-hitung, biaya cetak brosur itu tidak murah. “Efektif juga belum tentu sesuai harapan,” ujarnya.

Berbeda dengan FB Ads, karena  bisa diatur segmen yang akan dituju. “Belum lagi biayanya juga cukup terjangkau. Sebab modal sehari saja, hanya Rp10 rb,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan facebook ads ini, bisa menjangkau 500-1.400 orang sehari. Itu artinya, akan ada sekira 500 hingga 1.400 akan melihat atau mengunjunginya.

Rachmi salah seorang peserta pelatihan mengatakan, melalui pelatihan ini sangat bermanfaat mempromosikan produk secara online untuk menambah konsumen. (dia)

447

gnews.online |

Sebelas tahun menjadi pegawai perbankan bukan waktu yang singkat. Namun,  Reza Anggara, rela meninggalkan perkerjaannya dan memilih pensiun dini.

‪Diakuinya, menjadi pengusaha awalnya memang tidak mudah.  Karena sudah terbiasa menerima gaji bulanan. Dengan penghasilan yang sudah pasti. Meski begitu dia tetap optimis. Sebab selama ada kemauan berusaha, rezekinya akan terjamin.‬

“Dulu kan menerima gaji tiap bulan. Pas udah resign, dan fokus di usaha bener-benar berbeda. Tapi saya luruskan niat aja dan kerja keras,” ujar Reza.

Awalnya, sebut Reza, saat masih menjadi pegawai perbankan, dia sudah memiliki pekerjaan sampingan. Usaha ini, melayani beragam jasa pembuatan website dan desain seperti toko online, blog, web berita, company profile.

‪Hal ini sebenarnya, bukan hal baru bagi Reza. Karena sudah menjadi hobi bagi alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (USU) ini. Bahkan dia cukup spesialis di bidang yang satu ini.

IMG-20160607-WA0005_crop_687x877

Dalam perjalanannya, Reza pun melihat peluang lain. Tidak lagi sekadar jasa website. Akan tetapi mulai merambah ke kuliner. Dengan produk klappertaart dan frozen food sekira Agustus 2015 lalu.

Disinilah titik balik bagi Reza dan memilih-milih bisnis. “Saat saya pensiun dini dari bank, kemudian bersama istri belajar dengan chef di Bandung.‬ Kita belajar pastry, klappertaart dan frozen food di sana,” ujarnya.

Setelah itu, keduanya fokus  memulai usaha kuliner ini. Dengan memproduksi klappertaart dan frozen food. “Jadi ini, kita kelola berdua,” ujarnya. ‬

‪Keduanya, memilih klappertaart ini, karena memang kuliner ini di Medan masih sangat jarang. Di sisi lain, konsumen juga tidak sedikit yang penasaran dengan rasanya.

Reza sendiri memiliki impian  menjadikan klappertaart produksi rumahan ini, kuliner pilihan masyarakat kota Medan. Dia juga berharap Klappertaart ini bisa menguasai pasar kota Medan. (dia)

632

gnews.online |

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Perguruan Tinggi (PT), kini semakin melebarkan sayapnya. Di Kota Medan wadah ini, sudah memiliki 12 badan koordinasi di berbagai kampus.

Sebagai wadah untuk belajar, tumbuh, maju dan berkembang dalam membangun usahanya, Hipmi PT intens melakukan sosialisasi bagi para mahasiswa.‬ Tujuannya mengajak para mahasiswa untuk berwirausaha.

Ketua umum Hipmi PT,  M Zaid Fahry, Selasa (7/6) mengatakan, ke 12 kampus di Medan yang sudah memiliki badan koordinasi  Hipmi PT masing-masing, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Islam Negeri (UIN).

Kemudian, Universitas Muslim Nusantara (UMN), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).  Universitas Alwasliyah (UNIVA), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Graha Kirana. Selanjutnya,  STIE Harapan, Universitas Medan Area (UMA),  Institute Tehnologi Medan dan  Universitas Dharmawangsa.

“Dalam Waktu dekat akan ditambah 4 lagi. Ini  yang sudah kordinasi dengan kita, dan akan segera dikukuhkan,” ujar Fahry.

Dari 12 perguruan tinggi ini, sebanyak 318 orang anggota yang tersebar di berbagai di kampus tersebut. Hipmi PT bahkan menargetkan  memiliki badan koordinasi (Bakor) di 30 universitas yang ada di Sumatera Utara.‬

Sebagai wadah dalam menciptakan embrio-embrio enterpreneur. Bukan hanya sebagai tempat ngumpul yang tidak bermanfaat. “Kegiatan kita banyak. Tapi fokusnya kita mensosialisasikan tentang manfaat berwirausaha dan mengajak mahasiswa berwirausaha,” ujarnya.

Selain sosialiasi juga ada bisnis dengan sesama anggota Hipmi. Bahkan pada moment tertentu juga menghadirkan senior Hipmi PT atau orang kompten di bidangnya. Dengan tujuan memotivasi dan sharing bisnis. (dia)

603

MEDAN-GNews |

Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Sumut kembali menebar manfaat dengan mengajak pemuda untuk tidak lagi sebagai pencari kerja jika sudah menyelesaikan pendidikan, melainkan membuka lapangan pekerjaan.

Melalui even road to campus, wadah ini ingin semakin gencar berbagi dan mendorong mahasiswa agar kian tertarik dan tertantang menjadi wirausaha.

Seperti kegiatan road to campus yang masih digelar di Fakultas ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) ini, dibagi dalam dua gelombang dengan nara sumber yang berbeda pula.

Gelombang pertama menghadirkan pemilik usaha Nilam Khan Parfum, Kamal serta pemilik Art Home dengan Rizka dan Bagus. Kemudian di gelombang kedua menghadirkan narasumber Fadliansyah pemilik usaha Fan enterprise, serta Galih Ari Wirawan Siregar.

IMG_20160520_145344_HDR-800x450

Dalam sharing hari terakhir di Fakultas Ilmu Budaya ini, diikuti seratusan lebih peserta.

Zurni Zahra dosen kewirausahaan saat membuka FKP road to campus gelombang pertama, mengakui saat ini tidak sedikit wadah sebagai upaya untuk menggali bakat dan potensi.

Dengan kehadiran FKP salah satunya, mengindikasikan pemerintah sudah punya data terkait banyak pengangguran terdidik di Indonesia.
Karena bila diteliti, sekira 99% mahasiswa yang ditanya, apa yang akan dia lakukan setelah menyelesaikan pendidikannya, jawabannya mencari kerja.

Sementara pemerintah sendiri, tidak sanggup menyediakan lapangan kerja.
“Jadi di sinilah, jika sudah punya ilmu dan skill, selanjutnya tinggal menggali ilmu tersebut dan menjadikannya bisnis. Karena sekarang sudah tidak zamannya lagi pemuda cari kerja,” ujar Zurni.

Namun sambungnya, pemuda justru membuka lapangan kerja. Karena mencari  lapangan kerja sama seperti memasukkan benang ke dalam jarum. “Oleh karenanya, job creator bukan pencari kerja,” ujarnya.

Zurni juga berharap bagi mahasiswa yang belum punya usaha, diharapkan melalui kegiatan ini bisa mengubah mindset agar semakin termotivasi menjadi pengusaha.

Di sisi lain, dosen kewirausahaan Arwina Sufika yang membuka acara FKP road to campus gelombang kedua menyebutkan, baik kerjasama yang digelar dengan empat kali kegiatan di Fakultas Ilmu Budaya patut disyukuri. Karena memang saat ini di perkuliahan juga ada mata kuliah wajib Kewirausahaan. Sementara di semester genap ini, mata kuliah ini diikuti sebanyak 778 orang.

Arwina mengharapkan kegiatan yang digelar ini, memberikan manfaat bagi para peserta. Karena dalam berwirausaha, tidak ada kata terlambat. Bahkan saat ini, pemerintah juga memberikan dukungan bagi yang akan pensiun berupa pelatihan wirausaha.

Ketua FKP Sumut, Siti Maimunah dalam sambutannya mengajak yang ingin menjadi wirausaha untuk bergabung di wadah tersebut. Karena untuk bisa bergabung, di forum ini memiliki batasan usia.

“Mahasiswa kalau bingung, memulai usaha yang usianya mulai dari 18 tahun hingga 30 tahun bisa bergabung di FKP,” ujarnya.

Ada sejumlah manfaat yang diperoleh. Semisal kelas mentoring bisnis, disupport untuk pameran. Bahkan FKP juga memiliki program peduli di kawasan pesisir. “Banyak ilmu dan informasi yang bisa didapat,” tandasnya. (dia)