Termotivasi untuk Kebutuhan Anak,  Hadirkan Olahan  Sayuran Hydroponik‬

Termotivasi untuk Kebutuhan Anak,  Hadirkan Olahan  Sayuran Hydroponik‬

MEDAN-GNews |

Sayuran memiliki manfaat dan khasiat bagi kesehatan. Seperti meningkatkan penglihatan, mengobati masalah kulit. Meningkatkan zat besi dan sel darah merah dalam tubuh, dan sejumlah manfaat lainnya.

Namun, tidak semua orang khususnya anak-anak menyukai yang namanya sayuran ini. Tapi ada solusi yang bisa dijadikan pilihan agar anak suka makan sayuran. Salah satunya dengan mengkonsumsi olahan sayur.

Belakangan ini, tidak hanya ikan, ayam atau daging yang bisa diolah. Sayuran juga bisa dikemas menarik dan sukai anak-anak. Semisal dengan mengolahnya menjadi  nugget berbahan baku sayur. Dengan begitu, anak-anak pun semakin menyukai sayuran ini.

Peluang inilah yang ditangkap Suhardi Raden bersama Rahmayetti yang memproduksi nugget hydroponik produksi rumahan. Usaha ini dikembangkan dikembangkan sejak setengah tahun terakhir.

Makanan olahan dari sayuran hydroponik

Makanan olahan dari sayuran hydroponik

Inovasi yang memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan tanaman hydroponik ini, berawal dari upaya untuk mensiasati kebutuhan sayuran untuk anak bungsunya yang susah makan sayur.

Kemudian Rahmayetti  pun mengolah sayuran menjadi nugget yang dikombinasikan dengan ayam. Ternyata anaknya suka dengan olahan sayuran tersebut.  ‬Seiring berjalan waktu, tanpa sengaja tetangganya ada yang bertanya dan dan ingin memesan nugget sayur buatannya tersebut.

Orderan ini pun ditangkapnya sebagai peluang usaha. Kapasitasnya tidak begitu banyak, hanya beberapa kilo saja untuk sekali produksi. ‬

‪Disamping menggunakan sayuran hydroponik, dalam proses memproduksi, nugget rumahan ini pun tidak menggunakan penguat rasa buatan. “Kita menggunakan sayuran hydroponik. Sayuran yang sehat tanpa pestisida dan tanpa penyedap dan perasa pula,” ujarnya.‬

‪Dijelaskannya, sayuran yang untuk nugget tersebut, digunakan dari panen yang ditanaminya. Kondisi ini akan berbeda jika menggunakan sayuran yang dibeli di pasar, karena  kemungkinan besar menggunakan pestisida. ‬

‪Untuk varian rasa ujar Rahmayetti, dia memodifikasi dengan tahu, udang maupun ayam. “Pilihan rasanya ada udang dengan tahu dan sayuran,  ayam dengan tahu dan sayuran,  ada ayam dan sayur serta udang sayur,” ujarnya. ‬

‪Pertama kali produksi Rahmayetti mengaku hanya membuat setengah kilo saja. Seiring berjalannya waktu,  kini mengalami peningkatan.  “Sekarang, rata-rata kami memproduksi empat hingga lima kilo,” ujarnya. ‬

‪Nugget Hydroponik ini dipasarkan mulai Rp100 ribu per kg dan masih dipasarkan melalui sosial media dan juga teman-temannya. ‬

‪Dari usaha ini, kedepan Rahmayetti mengaku ingin mengembangkan usaha Nugget produksi rumahan ini. Namun sejauh ini, dia mengaku belum bisa fokus dalam bisnis nugget hydroponik tersebut. Karena dia, cukup sering diundang sebagai pembicara untuk tanaman hydroponik.

Tidak hanya nugget, Suwardi Raden menambahkan untuk inovasi, mereka juga memproduksi brownes bayam dan brownes bayam keju. (dia)