Tingkatkan Mutu Sekolah dengan Strategi MIKIR

Tingkatkan Mutu Sekolah dengan Strategi MIKIR

133

Kisaran – gnews.online |

Tanoto Foundation melalui program Pelita Pendidikan melatih sebanyak 32 kepala sekolah dan pengawas sekolah dasar (SD) selama dua hari  atau tepatnya tanggal 17-18 April  di Hotel Marina Kisaran.

Pelatihan bertujuan meningkatkan mutu sekolah dengan strategi MIKIR (mengamati, interaksi, komunikasi, dan refleksi) itu diikuti peserta  dari Kabupaten Batu Bara,  Asahan, Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi. Mereka dilatih menerapkan strategi MIKIR untuk mengamati sekolah yang berhasil menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS) dan mengidentifikasi hal-hal yang sudah dan belum berjalan baik terkait pembelajaran aktif, budaya baca, manajemen sekolah, dan peran serta masyarakat.

“Kami berharap kepala sekolah dan pengawas semakin meningkatkan perannya dalam peningkatan mutu pembelajaran. Mereka menjadi lebih mengetahui dukungan yang perlu diberikan kepada guru dalam menerapkan pembelajaran aktif dan budaya baca melalui dukungan manajemen sekolah,” kata Jepri Sipayung, spesialis pelatihan guru SD Tanoto Foundation di sela-sela pelatihan.

Sementara itu, Yusri Nasution selaku Koordinator Provinsi Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation menjelaskan, sebelumnya para guru di sekolah yang dipimpin kepala sekolah dan didampingi pengawas tersebut, telah dlatih Tanoto Foundation dalam menerapkan pembelajaran aktif dan meningkatkan minat membaca siswa melalui program Pelita Guru Mandiri dan Pelita Pustaka.

Untuk itu, sebut dia,  pelatihan ini adalah upaya berkelanjutan bagi kepala sekolah dan pengawas dalam peningkatan peran mereka dalam mendorong terlaksananya pembelajaran aktif, budaya membaca dan manajemen berbasis sekolah.

Salah satu peserta Rodiah, Kepala SDN 014736 Karang Baru, Talawi, mengakui, pelatihan ini sangat membantu dirinya dalam membantu guru menerapkan pembelajaran aktif dan meningkatkan minat membaca siswa. Sejumlah materi yang diberikan dalam pelatihan ini sangat membantu para peserta  dalam melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS) serta mendukung guru dalam menerapkan pembelajaran aktif dan melaksanakan program budaya baca.

“Saya akan terapkan hasil pelatihan ini di sekolah agar guru dapat menumbuhkan karakter dan meningkatkan prestasi siswa kami,” ujarnya.

Seperti diketahui, program pelatihan ini sesuai  dengan hasil penelitian Prof Anita Lie, guru besar Universitas Widya Mandala Surabaya yang dipublikasikan dalam Journal of Education for Teaching.

Menurut Anita Lie dalam artikelnya yang berjudul Community-Based Teacher Professional Development in Remote Areas in Indonesia,  peran kepala sekolah dan pengawas sangat menentukan kemajuan Sekolah. Untuk itu, peningkatan kapasitas kedua tenaga kependidikan itu mutlak perlu terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga peningkatan kualitas sekolah.(art/rel)