TKI Korban Tabrakan Maut, Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

TKI Korban Tabrakan Maut, Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

110

BATUBARA – gnews.online |

BPJS Ketenagakerjaan (BPJS Naker) menyerahkan uang santunan sebesar Rp85 juta kepada keluarga Faridah, TKI yang meninggal dalam kecelakaan bus di Penang Malaysia beberapa waktu lalu.

Muhammad, 50, Orangtua dari Faridah mengungkapkan tidak menyangka korban dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Muhammad mengatakan, Faridah berangkat ke Malaysia karena ingin membantu ekonomi keluarga.

“Sebenarnya dia masih kecil, baru berusia 18 tahun, tapi kerena tekadnya ingin membantu keluarga, dia rela merantau ke Malaysia,” ungkap Muhammad saat menerima santunan yang diberikan langsung Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis didampingi Asran Pane Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjan Medan Utara di rumah duka, di Dusun V, Jalan Perumnel, Kel. Dahari Selebar, Kec. Talawi, Kab. Batubara, Sumatera Utara, Senin (30/10).

Muhammad menambahkan, walaupun masih merasa kehilangan anak, ia merasa terharu karena pihak BPJS Ketenagakerjaan langsung datang ke rumah mereka dan menyerahkan uang Rp85 juta. “Uang ini akan kami gunakan sebagai modal usaha, supaya dapat melanjutkan cita-cita almarhumah yang ingin membantu ekonomi keluarga,” sebutnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagut Umardin Lubis mengatakan, almarhumah baru terdaftar bulan Agustus 2017 bertepatan dengan program perlindungan TKI baru saja diluncurkan. Umardin menjelaskan, ketika mendapat kabar kecelakaan TKI
di Malaysia, pihaknya langsung memberikan layanan terbaik, dan proses klaim yang cepat dan terukur.

“BPJS Ketenagakerjaan langsung melakukan koordinasi dengan perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia, setelah mendapat kepastian korban yang meninggal adalah salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihak BPJS ketenagakerjaan langsung memproses klaim kematian TKI yang meninggal tersebut, ” kata Umardin.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara Asran Pane mengatakan, sebagai kantor cabang yang ditunjuk untuk menangani perlindungan TKI Se-Sumatera Utara, pihaknya senantiasa berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada TKI. “Khususnya dalam pemenuhan hak-hak normatif seperti pada kasus yang terjadi saat ini atas nama almarhumah Faridah,” jelasnya.

Asran mengatakan, pihaknya secara aktif berkoordinasi dengan BNP3TKI Medan dan PT. Satria Parangtritis untuk kelengkapan administrasi persyaratan jaminan kematian Faridah. “Alhamdulillah satu hari setelah jenazah sampai ke Sumut, santunan sudah kita selesaikan,” paparnya.

Sampai saat ini jumlah TKI yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara sejak Agustus 2017 adalah 3714 jiwa.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Batubara, Salian Nasution menerangkan, almarhumah merupakan TKI yang resmi secara prosedur, yang mana terdaftar sistem keberangkatan dan jelas nama perusahaan yang memberangkatkan terdaftar di dinas.

Dia menambahkan, selain mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, nanti juga ahli waris akan mendapat hak-hak lainnya seperti gaji dan tunjangan lainnya. “Kalau ada kendala atau keterlambatan, segera hubungi pihak kami. Harapannya, kepada ahli waris dapat mempergunakan santunan yang diterima untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya, ” tuturnya. (art)