Ukir Sejarah, USU Tembus Rangking 501 Asia

Ukir Sejarah, USU Tembus Rangking 501 Asia

91

Rektor USU Prof Runtung Sitepu

gnews.online | Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum akan mengakhiri jabatannya pada 21 Januari 2021 mendatang. Kendati kepemimpinannya akan berakhir, namun dia terus membawa USU lebih maju dengan capaian prestasi-prestasi hingga melampaui target kinerja semasa menjabat sebagai rektor periode 2016-2021.

Dalam keterangan persnya di Biro Rektor USU, Kamis (26/11/2020), Prof Runtung mengatakan capaian yang diperoleh USU pada 25 November 2020 masuk dalam Asia Ranking yang pertama kali diraih USU.

“Kita sudah masuk ke dalam peringkat 501-550 Asia University Ranking, berarti seluruh tugas dari rektorat pimpinan periode 2016-2021 sudah melebihi dari kontrak kinerja,” ucapnya sambil tersenyum.

Dikatakan, prestasi ini sangat membanggakan dan untuk pertama kali dalam sejarah USU masuk dalam Asia University Ranking.

“Dan saat ini USU sedang bekerja keras masuk dalam pemeringkatan QS University Rangking dan itu sedang dikerjakan dimana komponen penilaiannya lebih dari Asia, dan bersaing dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di dunia,” kata Prof Runtung seraya menyebutkan capaian ini berkat kerja sama semua, kerja cerdas semua civitas akademika USU.

Berikutnya, kata Prof Runtung, tahun ini dua dosen USU masuk dalam ilmuwan top di dunia yaitu Prof Mahyudin KM Nasution MIT PhD (Wakil Rektor III USU) bidang pengabdian masyarakat Sumatera Utara dan Prof Dr Ir Binsar Ambarita.

“Jadi ada dua dosen kita yang masuk ke dalam 2% ilmuwan top dunia dari Indonesia, tentu ini sangat membanggakan juga bagi kita walaupun ada teman-teman kita dari perguruan tinggi negeri lain lebih dari 2, ada yang saya lihat 5 seperti UGM, ini juga merupakan bagi kebanggaan USU serta masyarakat Sumatera Utara karena kita tunjukkan bahwa kita juga tidak jauh ketinggalan dari teman-teman kita perguruan tinggi terkemuka terutama di Pulau Jawa,” papar Prof Runtung.

Kemudian prestasi lain USU terpilih dalam penganugerahan keterbukaan informasi publik yang diumumkan Wakil Presiden Republik Indonesia tanggal 25 Noveber 2020, dengan kategori cukup informatif.

“Kategori informasi ini adalah yang pertama, tapi ada lebih tinggi lagi, tapi kita sudah cukup bangga dengan pertama masuk kategori sebagai cukup informatif. Jadi 3 hal ini merupakan prestasi dari seluruh civitas akademika USU,” ujarnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum USU ini menambahkan, saat ini USU akan memiliki 50 guru besar yang tersebar di seluruh fakultas yang ada.

“Dan dapat juga saya sampaikan bahwa Alhamdulillah sejak tanggal 21 Januari 2016 sampai hari ini tanggal 26 November 2020, bisa kita tuntaskan 50 orang profesor,” katanya.

Saat ini sudah dikukuhkan sebanyak 43 orang dan menyusul 7 orang untuk menjadi 50 orang yakni 2 dari Fakultas MIPA, 1 Ilmu Budaya, 1 Fakultas Kedokteran, 1 dari FISIP dan 1 dari Fakultas Kehutanan.

“Dr Muhammad Basuni adalah Guru Besar Fakultas Kehutanan pertama sehingga memecahkan rekor. Orangnya sangat produktif dan masuk ke dalam peringkat 14 terbaik dari 500 peneliti terbaik di Indonesia pada bulan Mei 2020,” sebut Prof Runtung. (Dev)