Unimed Jadi Satu-satunya Kampus Terakreditasi A di Sumut

Unimed Jadi Satu-satunya Kampus Terakreditasi A di Sumut

359

gnews.online | Sebuah kabar yang sangat membanggakan sekaligus mengharukan bagi civitas Universitas Negeri Medan (Unimed). Pasalnya, Pergururuan Tinggi Negeri (PTN) ini telah meraih nilai A akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 28 Desember 2016.

“Alhamdulillah, Unimed satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Utara yang mendapat akreditasi A untuk AIPT. Untuk skala nasional Unimed berada di urutan 33 dari 49 PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia,” kata Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd didampingi Wakil Rektor (WR) I Prof Dr Abdul Hamid K MPd,  WR II Dr Restu MS, WR III Prof Dr Sahat Siagian MPd, WR IV Prof Drs Manihar Situmorang MSc, PhD dan Humas Unimed Muhammad Surif MPd saat memberikan keterangan kepada wartawan di kampus Unimed, Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Selasa (31/1).

Sepanjang 2016, kata Syawal, ada empat perguruan tinggi yang berhasil meraih akreditasi institusi A untuk wilayah Pulau Sumatera, yaitu Universitas Lampung, Unimed, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Sriwijaya. Sebelumnya ada dua perguruan tinggi yang telah terlebih dahulu memeroleh akreditasi A yaitu Universitas Andalas Padang dan Unversitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Syawal mengingatkan kepada seluruh civitas akademika Unimed, bahwa keberhasilan meraih A akreditasi institusi bukan ujung sebuah perjuangan, melainkan awal untuk menata semua unit pelayanan yang ada di Unimed.

“Mempertahankan akreditasi A pasti lebih sulit ketimbang merebutnya. Karenanya, semuanya harus satu langkah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas yang sudah dan sedang dibangun,” kata Syawal.

Dia otimistis prestasi itu akan dapat ditingkatkan. Ini mengingat 24 dari 54 program studi (prodi) yang ada di Unimed sudah terkareditasi A dan 30 prodi terakreditasi B. Dan saat ini ada lima prodi, yakni S2 Linguistik, S2 Biologi, S2 Pendidikan Dasar, S1 Akuntansi dan S1 Pendidikan Eknomi yang tengah mengisi borang untuk segera diajukan guna memeroleh akreditasi A.

Diungkapkannya, penilaian akreditasi institusi perguruan tinggi dilihat dari beberapa aspek, di antaranya memiliki visi, misi dan tujuan yang terukur. Kemudian, manajemen akademik berjalan efektif dan efisien, memiliki mahasiswa yang aktif, kreatif dan berprestasi. Lalu, memiliki SDM dosen dan pegawai yang professional. Selain itu, memiliki pendanaan yang baik, memiliki publikasi dosen yang tinggi, dan adanya kerjasama dengan stakeholders profesional yang berdampak pada daya saing lulusan.

“Nilai akreditasi bagi suatu kampus merupakan bentuk kebanggaan dan prestise, karena menjadi acuan pengakuan publik bahwa institusi atau program studi tersebut terjamin mutu dan kualitasnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Menristekdikti Prof Mohammad Nasir saat mengumumkan ke publik hasil capaian kinerja tahun 2016 di hadapan awak media pada Rabu (28/12) lalu, berharap perguruan tinggi yang telah terakreditasi A dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di daerahnya.  Selain itu, terus meningkatkan kualitas layanan akademik,  dosen, infrastruktur, dan publikasi ilmiah di jurnal internasional dan nasional.

“Saya yakin bagi perguruan tinggi yang telah akreditasi A harapan itu semua bisa terwujud, karena prestasi mendapatkan A itu setelah mencapai beberapa indikator tersebuh,” ujarnya. (dev)