NASIONAL

Tegang dengan Iran, Trump Kaji Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah - detikNews

Tegang dengan Iran, Trump Kaji Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah

Jakarta - Presiden AS Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke wilayah Timur Tengah di tengah ketegangan yang memuncak dengan Iran. Langkah ini diambil setelah serangkaian serangan oleh kelompok proksi Iran di Laut Merah yang mengganggu jalur perdagangan global.

Menurut sumber militer senior Pentagon yang dikutip Reuters pada Jumat (13/2/2026), Trump telah memerintahkan staf Dewan Keamanan Nasional untuk mengevaluasi opsi pengerahan USS Gerald R. Ford, kapal induk kelas terbaru Angkatan Laut AS, ke perairan Teluk Persia. Saat ini, sudah ada USS Dwight D. Eisenhower yang ditempatkan di Laut Merah sejak Januari lalu untuk melindungi kapal-kapal komersial dari serangan drone dan rudal Houthi yang didukung Teheran.

"Pengiriman kapal induk kedua akan menjadi sinyal kuat bahwa AS tidak akan mentolerir agresi Iran lagi. Ini bukan gertakan, tapi persiapan untuk segala kemungkinan," ujar seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya. Trump sendiri menyatakan di akun Truth Social-nya pada Kamis malam waktu setempat, "Iran harus berhenti sekarang juga, atau mereka akan merasakan kekuatan penuh Amerika yang hebat!"

Ketegangan memanas setelah kelompok Houthi Yaman, yang mendapat dukungan senjata dari Iran, menyerang kapal kargo Inggris MV Rubymar minggu lalu, menyebabkan kapal itu tenggelam dan tumpahan minyak di Laut Merah. Serangan ini mengganggu 12% perdagangan dunia melalui Terusan Suez. Iran membantah keterlibatan langsung, tapi AS menuding Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai dalang di baliknya.

Dalam pidato di Gedung Putih, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan, "Kami tidak mencari perang, tapi kami siap menang jika diprovokasi. Penguatan armada di Timur Tengah adalah langkah preventif untuk menjaga stabilitas regional."

Para analis memperingatkan bahwa langkah ini bisa memicu eskalasi lebih lanjut. "Iran mungkin merespons dengan menutup Selat Hormuz, yang akan mengguncang harga minyak dunia," kata pakar Timur Tengah dari Council on Foreign Relations, Vali Nasr. Harga minyak Brent sudah melonjak 5% menjadi US$92 per barel hari ini.

Pemerintahan Trump, yang kembali berkuasa sejak Januari 2025, telah mengadopsi pendekatan keras terhadap Iran, termasuk sanksi baru terhadap ekspor minyak Teheran dan dukungan militer tambahan untuk Israel. Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan UAE menyambut baik rencana ini, sementara Rusia dan China memprotesnya di PBB.

Pemantauan situasi terus dilakukan. Update selanjutnya dari detikNews. (dry/rtn)

Views: 1009 | Boyolali, ID

🔮 Official Sponsor: InsightEyes AI 🎵 Artist: Gemma Hadi Universe
G-RADIO
Loading Music...