Ribuan Jemaah Memadati Masjid Agung Jawa Tengah Saat Tarawih Perdana Ramadan 2026
SEMARANG - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang, Jawa Tengah, pada malam Tarawih perdana Ramadan 2026. Masjid yang dikenal sebagai masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal ini menjadi pusat keramaian umat Muslim yang memadati area sholat utama maupun halaman terbuka. Dimulai tepat setelah Maghrib, salat Tarawih yang dipimpin oleh imam terkemuka setempat, KH Ahmad Zainuddin, berlangsung lancar di tengah hembusan angin sepoi-sepoi yang menambah kesan damai. Ribuan jemaah dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar hingga pemuda remaja, tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah sunnah ini, menandai pembukaan bulan suci puasa yang jatuh pada 20 Maret 2026 kali ini.
Kerumunan yang membludak sejak menjelang Isya membuat petugas keamanan dan pengelola masjid harus bekerja ekstra untuk mengatur parkir dan akses masuk. Tak hanya warga Semarang, banyak jemaah datang dari kota-kota tetangga seperti Solo, Pekalongan, dan bahkan Yogyakarta, memanfaatkan libur akhir pekan untuk merasakan nuansa Ramadan di masjid berarsitektur megah ini. Suara adzan magrib yang menggema dari menara setinggi 63 meter menjadi panggilan pertama yang menyatukan hati, diikuti dengan takbiratul ihram yang serempak dari ribuan suara. Di sela-sela rakaat sholat, lantunan murottal Al-Quran oleh qari muda lokal menambah kekhidmatan, sementara anak-anak kecil yang ikut sholat duduk rapi di barisan belakang, menunjukkan tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di masyarakat Jawa Tengah. Pengunjung juga dimanjakan dengan tenda-tenda takjil gratis yang menyediakan kurma, kolak, dan air zamzam, menjadi momen berbagi sebelum memasuki waktu utama sholat malam.
Dalam khutbah singkat pasca-Tarawih, imam masjid menekankan pentingnya menjaga semangat Ramadan di tengah tantangan modern seperti hiruk-pikuk media sosial dan tekanan ekonomi pasca-pandemi. "Ramadan 2026 ini adalah kesempatan untuk kembali kepada fitrah, memperbanyak tilawah dan muhasabah diri," ujar KH Ahmad Zainuddin, yang juga menyoroti isu lingkungan dengan mengajak jemaah mengurangi sampah plastik selama bulan puasa. Pesan ini mendapat sambutan meriah, terlihat dari anggukan setuju dan tangis haru dari beberapa jemaah perempuan yang mengenakan mukena putih seragam. Selain itu, masjid ini tahun ini memperkenalkan inovasi berupa live streaming Tarawih melalui aplikasi resmi MAJT, memungkinkan umat yang tak bisa hadir secara fisik untuk ikut beribadah dari rumah, sebuah adaptasi teknologi yang diapresiasi luas di era digital 2026.
Keamanan menjadi prioritas utama dengan dikerahkannya ratusan petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP, ditambah posko medis darurat yang siaga 24 jam. Tak ada insiden signifikan dilaporkan, meski lalu lintas di sekitar Jalan Pandanaran sempat macet akibat banjir kendaraan. Pemerintah daerah Jawa Tengah melalui Gubernur Ahmad Faisal mendukung penuh acara ini dengan menyediakan transportasi gratis bagi lansia dan penyandang disabilitas. Acara Tarawih perdana ini juga menjadi ajang silaturahmi antar tokoh masyarakat, termasuk perwakilan dari NU dan Muhammadiyah yang hadir bersama, memperkuat harmoni beragama di tengah keragaman Indonesia.
Ramadan 2026 di MAJT diprediksi akan semakin meriah seiring bertambahnya jumlah jemaah setiap malam, dengan program khusus seperti pengajian tematik dan bazar ramadan yang direncanakan pekan depan. Suasana malam itu bukan hanya tentang ibadah ritual, tapi juga pengingat kolektif akan nilai gotong royong dan empati sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Bagi banyak jemaah, Tarawih perdana ini menjadi pembuka yang penuh berkah, meninggalkan kesan mendalam bahwa masjid raksasa ini tetap menjadi jantung spiritual bagi jutaan umat di Tanah Jawa.