Pendaftaran Tukar Uang Baru Lebaran via Aplikasi Pintar BI Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Lengkapnya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) resmi membuka pendaftaran layanan penukaran uang rupiah baru edisi Lebaran 2026 melalui aplikasi Pintar BI mulai hari ini, Senin (9 Maret 2026). Inisiatif ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mendapatkan uang baru dalam rangka Idul Fitri yang jatuh pada akhir bulan, sekaligus mengurangi antrean panjang di kantor cabang BI dan bank penyalur. Layanan digital ini menjadi bagian dari strategi BI untuk mempercepat transformasi keuangan non-tunai, di mana masyarakat dapat memesan uang baru secara online tanpa harus datang langsung ke lokasi penukaran. Menurut Direktur Pengelolaan Uang Rupiah BI, Juda Poli, layanan ini telah dioptimalkan dengan fitur keamanan berlapis untuk mencegah penyalahgunaan, dengan kuota pemesanan mencapai miliaran lembar pecahan kecil seperti Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000 yang paling diminati untuk kebutuhan amplop THR dan zakat fitrah.
Proses pendaftaran via Pintar BI terbilang sederhana namun memerlukan persiapan matang. Pengguna cukup mengunduh aplikasi Pintar BI melalui Google Play Store atau App Store, kemudian mendaftar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi biometrik wajah untuk memastikan identitas asli. Setelah login, pilih menu "Uang Baru Lebaran", masukkan jumlah pecahan yang diinginkan (minimal Rp500.000 per transaksi), serta pilih titik penukaran terdekat dari 1.200 lokasi mitra BI di seluruh Indonesia, termasuk kantor pos, bank BUMN, dan e-wallet terintegrasi. Pembayaran dilakukan melalui transfer bank atau QRIS, dan konfirmasi pengambilan akan dikirim via notifikasi push dalam waktu 24 jam. BI menekankan bahwa pemesanan hanya berlaku untuk individu dengan KTP aktif, dengan batas maksimal Rp10 juta per orang untuk menghindari penimbunan. Data tahun lalu menunjukkan, dari 15 juta lembar uang baru yang disalurkan, 70% berhasil melalui kanal digital, menghemat waktu hingga 80% dibanding metode konvensional.
Layanan ini tidak hanya soal kemudahan, tapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional menjelang Lebaran. Uang baru Lebaran biasanya menyumbang peningkatan permintaan tunai hingga 30% atau Rp200 triliun, yang jika tidak dikelola baik berpotensi memicu inflasi musiman. Dengan Pintar BI, BI dapat memetakan distribusi uang secara presisi berdasarkan data geolokasi pengguna, sehingga mengurangi risiko kekosongan stok di daerah pelosok. Ekonom dari Universitas Indonesia, Dr. Rhenald Kasali, menilai inisiatif ini sebagai langkah maju menuju inklusi keuangan digital, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z yang mencapai 60% populasi pengguna app BI. Namun, tantangan tetap ada: akses internet di pedesaan yang masih terbatas, sehingga BI bekerja sama dengan Telkomsel dan XL untuk menyediakan hotspot gratis di 500 titik penukaran prioritas. Selain itu, edukasi anti-penipuan menjadi krusial, mengingat maraknya modus phishing yang menyamar sebagai Pintar BI.
Lebih mendalam, evolusi layanan ini mencerminkan adaptasi BI terhadap tren fintech pasca-pandemi. Diluncurkan pada 2023, Pintar BI kini memiliki 25 juta unduhan dengan rating 4.8 di Play Store, menawarkan fitur holistik mulai dari edukasi moneter hingga simulasi investasi SBN digital. Untuk Lebaran 2026, BI menyiapkan edisi spesial dengan elemen desain nuansa Islami pada pecahan Rp20.000, meski tetap mematuhi standar keamanan seperti watermark holografik dan tinta berubah warna. Masyarakat diimbau memantau kuota melalui dashboard app, karena pemesanan ditutup tiga hari sebelum Lebaran untuk proses cetak dan distribusi. Bagi yang terlambat, opsi walk-in tetap tersedia tapi dengan risiko antrean. Dengan demikian, Pintar BI bukan hanya alat tukar uang, tapi pintu gerbang era keuangan pintar yang inklusif, mendukung momentum ekonomi Lebaran yang diproyeksikan tumbuh 5,5% year-on-year. BI optimis, tahun ini 80% uang baru akan tersalur via digital, memperkuat resiliensi rupiah di tengah gejolak global.